Produk Cacat

Produk cacat adalah produk yang dihasilkan dalam proses produksi, dimana produk yang dihasilkan tersebut tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan, tetapi secara ekonomis produk tersebut dapat diperbaiki dengan mengeluarkan biaya tertentu, dan biaya yang dikeluarkan harus lebih rendah dari nilai jual setelah produk tersebut diperbaiki.
1

Faktor Penyebab Produk Cacat
1. Bersifat normal : dimana setiap proses produksi tidak bisa dihindari terjadinya ptoduk cacat, maka biaya untuk memperbaiki produk cacat tersebut dibebankan ke setiap departemen dimana terjadinya produk cacat, dengan cara menggabungkan setiap elemen biaya yang dibebankan pada setiap departemen. Akibat kesalahan : dimana terjadinya produk cacat diakibatkan kesalahan dalam proses produksi seperti kurangnya perencanaan, pengawasan dan pengendalian, kelalaian pekerja dll. Maka biaya untuk memperbaiki produk cacat seperti ini tidak boleh dibebankan ke setiap elemen biaya, tetapi dianggap sebagai kerugian perusahaan yang harus dimasukkan ke dalam rekening rugi produk cacat.

2.

Perhitungan Unit Ekuivalen Produksi Dalam perhitungan unit ekuivalen produksi, apabila terjadi produk cacat akan diperhitungkan, karena produk cacat tersebut telah menyerap biaya dimana terjadinya produk cacat tersebut.

Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian) + Produk Cacat

2

Contoh Soal Produk Cacat Bersifat Normal dan Diperbaiki
PT ARNAS memulai usahanya bulan Agustus 2010, dan perusahaan memproduksi satu jenis produk mainan anak-anak melalui dua departemen produksi, yaitu departemen perakitan dan departemen penyelesaian. Karena sifat proses produksinya agak rumit tidak bisa dihindari terjadimya produk cacat. Data Produksi Departemen Perakitan Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen penyelesaian 4.600 unit Produk cacat (karena kesalahan) Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan, 75% biaya konversi) Departemen Penyelesaian Produk Diterima dari departemen perakitan Produk selesai ditransfer ke gudang 4.100 unit Produk cacat (karena kesalahan) Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan, 80% biaya konversi)

5.000 unit 100 unit 300 unit

4.700 unit 200 unit 400 unit

3

000 Rp Rp Rp 6.925. 2.868.000.693.250.000 417.750 Diminta : 1.000 4.000 Departemen Penyelesaian Rp 14.034. Menghitung unit ekuivalen produksi masing-masing departemen.Contoh Soal Produk Cacat Bersifat Normal dan Diperbaiki Departemen Perakitan Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Biaya Perbaikan Biaya bahan Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Rp 1. Susunlah laporan Biaya Produksi 4 .876.750 Rp Rp Rp 3.000 Rp Rp 615.000 5.000 2.375 Rp Rp 778.842.625 369.000 3.

620 unit 5 .100 unit + (400 unit x 80%) + 200 unit = 4.925 unit Departemen Penyelesaian Bahan baku : 4.600 unit + (300 unit x 75%) + 100 unit = 4.100 unit + (400 unit x 100%) + 200 unit = 4.600 unit + (300 unit x 100%) + 100 unit = 5.000 unit Biaya konversi : 4.Penyelesaian Unit Ekuivalen Departemen Perakitan Produk Selesai + (PDP akhir x Tingkat Penyelesaian) + Produk Cacat Bahan : 4.700 unit Biaya konversi : 4.

Biaya Dibebankan Elemen Biaya HP.125 = Rp 253.600 unit = 100 unit = 300 unit = 5. 75% biaya konversi) = 5.125 825 3.925 unit Rp Rp Rp Rp 1.450 1.400 Rp 15.063.000 Rp 340.700 unit HP.250.980. Dari Departemen Perakitan Biaya Bahan Tenaga kerja BOP Total Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 7. Selesai ditransfer ke departemen penyelesaian : 4.000 = Rp 7.693.000 + Rp 1.375 = Rp 4.750 + Rp 16.625 = Rp 5.625 = Rp 3.540. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen penyelesaian produk cacat (bersifat normal) Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.000.063. Selesai produk baik HP.450 = Rp 435.625 + Rp 873.250.000 unit 4. Pertanggungjawaban Biaya HP.000 unit = 4.125 : 300 x 75% x Rp 825 = Rp 185.125 Rp 16.925 unit 4.000 : 300 x 75% x Rp 1.625 Rp 4.000 + Rp 15.750 5.853.400 : 100 unit x Rp 3. Produk dalam Proses Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead : 300 x 100% x Rp 1.750 6 . Produk cacat diperbaiki : 4.540.000 + Rp 615.400 Biaya bahan Biaya tenaga kerja BOP = Rp 6.125 3.925.000 Rp 5.000 HP.000 = Rp 4.750 + Rp 369.600 unit x Rp 3.000 unit 2.250.853.Penyelesaian PT Takashima Laporan Biaya Produksi Departemen Perakitan Bulan Agustus 2010 1.640.

80% biaya konversi) = 4.034.000 2. Pertanggungjawaban Biaya HP.141.000 + Rp 778. Departemen Perakitan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Total Rp 23.700 unit 4.000 + Rp 21.000 + Rp 417.295. 856.000 550 4.620.620.000 = Rp 2.700 unit = 4.000 + Rp 23.000 4.950 : 4.980.700 unit 2.842. Selesai ditransfer ke gudang HP.000 = Rp 4.000 7 .100 unit x Rp 4. Produk cacat diperbaiki HP.141.Penyelesaian PT Takashima Laporan Biaya Produksi Departemen Penyelesaian Bulan Agustus 2010 1.950 Biaya tenaga kerja BOP 3.620 unit 4.300 unit Rp 20.541.360. Biaya Dibebankan Elemen Biaya HP.620 unit Rp Rp Rp Rp 3.000 = Rp 2.000 Rp 990. Selesai produk baik HP.285.000 + Rp 1.950 : 200 unit x Rp 4.000 : 400 x 100% x Rp 3.400 1.000 : 400 x 80% x Rp 550 = Rp 176.000 : 4.400 = Rp 1.100 unit = 200 unit = 400 unit = 4.000 : 400 x 80% x Rp 1.000 = Rp 320. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Produk baik ditransfer ke gudang produk cacat (bersifat normal) Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.000 Rp Rp 4.000 = Rp 3. Produk dalam Proses HP. Dari Departemen Perakitan Tenaga kerja BOP Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 15.541.

Contoh Soal Produk Cacat Karena Kesalahan dan Diperbaiki Produk cacat karena kesalahan dan diperbaiki. maka biaya perbaikan produk cacat tidak boleh dibebani sebagai pengurang biaya produksi tetapi dimasukkan ke perkiraan rugi produk cacat. 8 .

000 unit 100 unit 300 unit 4. Karena sifat proses produksinya agak rumit tidak bisa dihindari terjadimya produk cacat. yaitu departemen perakitan dan departemen penyelesaian.100 unit Produk cacat (karena kesalahan) Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan. dan perusahaan memproduksi satu jenis produk mainan anak-anak melalui dua departemen produksi.Contoh 7 Produk Cacat Karena Kesalahan dan Diperbaiki PT ARNAS memulai usahanya bulan Agustus 2010. 80% biaya konversi) 5.700 unit 200 unit 400 unit 9 . Data Produksi Departemen Perakitan Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen penyelesaian 4.600 unit Produk cacat (karena kesalahan) Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan. 75% biaya konversi) Departemen Penyelesaian Produk Diterima dari departemen perakitan Produk selesai ditransfer ke gudang 4.

000 5.000 Departemen Penyelesaian Biaya Perbaikan : tidak dibebankan sebagai pengurang biaya produksi.250.375 Rp Rp 778.544.000 Rp 4. 2.000 Rp Rp 615.750 Rp 14.693.625 3.696.925.000 417.000 Diminta : 1. Menghitung unit ekuivalen produksi.848.000 1.000 Rp 3.Contoh 7 Produk Cacat Karena Kesalahan dan Diperbaiki Departemen Perakitan Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Rp 6.750 Rp Rp Rp 3. tetapi dimasukkan ke rekening rugi produk cacat Biaya bahan Biaya tenaga kerja Biaya overhead pabrik Rp 1.868.69.000. Susunlah laporan Biaya Produksi 10 .

100 unit + (400 unit x 100%) + 200 unit = 4.700 unit Biaya konversi : 4.600 unit + (300 unit x 75%) + 100 unit = 4.600 unit + (300 unit x 100%) + 100 unit = 5.620 unit 11 .000 unit Biaya konversi : 4.Penyelesaian Unit EkuivalenDepartemen Perakitan : Produk Selesai + (PDP akhir x Tingkat Penyelesaian)+ Produk Cacat Bahan : 4.100 unit + (400 unit x 80%) + 200 unit = 4.925 unit Unit EkuivalenDepartemen Penyelesaian : Bahan baku : 4.

750 + Rp 14.000 + Rp 14.000 3. Selesai ditransfer ke departemen penyelesaian : 4.925.000 Rp 4.000 unit = 4. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen penyelesaian produk cacat (karena kesalahan) Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.000 : 300 x 75% x Rp 750 = Rp 168.000 Rp 300. Pertanggungjawaban Biaya HP.000 unit 2. Biaya Dibebankan Elemen Biaya Biaya bahan Tenaga kerja BOP Total Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 6.750 + Rp 768.750 12 .750 5.000 : 100 unit x Rp 3.925 unit Rp Rp Rp Rp 1.600 unit = 100 unit = 300 unit = 5.000 unit 4. Selesai produk baik HP.000 HP.000 Rp 3.925 unit 4.000 Rp 13. 75% biaya konversi) = 5.250 = Rp 375.868.000 : 300 x 75% x Rp 1.600 unit x Rp 3.750 Rp 14.693.250 1.Penyelesaian PT Shuzuka Laporan Biaya Produksi Departemen Perakitan Bulan Agustus 2010 1.700 unit HP.000 = Rp 225.250.800.000 750 3. Produk cacat diperbaiki : 4. Produk dalam Proses Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead : 300 x 100% x Rp 1.868.100.

Pertanggungjawaban Biaya HP. 80% biaya konversi) = 4.000 + Rp 19.060.848.100.000 4.100 unit x Rp 4.000 : 400 x 80% x Rp 800 = Rp 256.000 : 400 x 80% x Rp 400 = Rp 128.000 = Rp 1.000 1.620 unit 4.000 Rp Rp 3. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Produk baik ditranfer ke gudang produk cacat (karena kesalahan) Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.000 + Rp 18.700 unit = 4. Produk cacat diperbaiki HP.000 : 400 x 100% x Rp 3.000 13 .000 + Rp 1.200 : 4.696.200. Selesai ditransfer ke gudang HP.000 Rp 4. Dari Departemen Perakitan Tenaga kerja BOP Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 14. Produk dalam Proses Hp. Selesai produk baik HP.700 unit 2.644. 584.644.620 unit Rp Rp Rp 3.000 800 400 Total Rp 19.Penyelesaian PT Shuzuka Laporan Biaya Produksi Departemen Penyelesaian Bulan Agustus 2006 1. Biaya Dibebankan Elemen Biaya HP. Departemen Perakitan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead : 4.200 3.100 unit = 200 unit = 400 unit = 4.300 unit Rp 17.700 unit 4.220.200 : 200 unit x Rp 4.000 Rp 840.

dimana produk yang dihasilkan tersebut tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan. tetapi besarnya biaya yang dikeluarkan cenderung lebih besar dari nilai jual setelah produk selesai diperbaiki.Produk Rusak Produk rusak adalah produk yang dihasilkan dalam proses produksi. tetapi secara ekonomis produk tersebut dapat diperbaiki dengan mengeluarkan biaya tertentu. 14 . Produk rusak umumnya diketahui setelah proses produksi selesai.

Akibat kesalahan : dimana terjadinya produk rusak diakibatkan kesalahan proses produksi seperti kurangnya pengawasan.Faktor Penyebab Produk Rusak 1. 2. Bersifat normal : dimana setiap proses produksi tidak bisa dihindari terjadinya produk rusak. pengendalian. Perhitungan Unit Ekuivalen Produksi Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian) +Produk Rusak 15 . maka perusahaan telah memperhitungkan sebelumnya bahwa adanya produk rusak. kelalaian pekerja dll.

d. Pengurang biaya overhead pabrik. Produk rusak bersifat normal. tidak laku dijual. laku dijual. tidak laku dijual. 3. Produk rusak karena kesalahan. 2. Produk rusak bersifat normal. Harga pokok produk rusak akan dibebankan ke produk selesai. Produk rusak yang bersifat normal dan laku dijual. Penghasilan lain-lain. Pengurang setiap elemen biaya produksi. 16 .Perlakuan Harga Pokok Produk Rusak 1. laku dijual. c. b. pengurang harga pokok produk selesai. yang mengakibatkan harga pokok produk selesai per unit lebih besar. Produk rusak karena kesalahan. 4. Harga pokok produk rusak diperlakukan sebagai kerugian dengan perkiraan tersendiri yaitu Rugi Produk Rusak. maka hasil penjualannya diperlakukan : a. Hasil penjualan produk rusak diperlakukan sebagai pengurang rugi produk rusak.

300 unit Produk rusak (bersifat normal) tidak laku dijual Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan.300 unit 100 unit 200 unit 17 .000 unit Produk rusak bersifat normal tidak laku dijual Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan. 70% biaya konversi) Departemen Penyelesaian Produk Diterima dari departemen perakitan Produk selesai ditransfer ke gudang 2. dan perusahaan memproduksi satu jenis produk melalui dua departemen produksi. 80% biaya konversi) 2.500 unit 50 unit 150 unit 2.Contoh 8 PT Sumpur Kudus memulai usahanya bulan September 2006. yaitu departemen pembentukan dan departemen penyelesaian. Karena sifat proses produksinya agak rumit tidak bisa dihindari terjadimya produk rusak yang bersifat normal dan tidak laku dijual. Data Produksi Departemen Pembentukan Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen penyelesaian 2.

938.000 Rp 1.000 Departemen Penyelesaian Diminta : 1.250 Rp 1.000 Rp 1.841. Menghitung unit ekuivalen produksi. 2.421.455.Contoh 8 Departemen Pembentukan Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Rp 3.000 Rp 2.921. Susunlah laporan Biaya Produksi 18 .125.000 Rp 2.017.250 Rp 7.

300 unit Biaya konversi : 2.Penyelesaian Unit Ekuivalen Departemen Pembentukan Produk Selesai + (PDP akhir x Tingkat Penyelesaian) + Produk Rusak Bahan : 2.260 unit 19 .300 unit + (150 unit x 100%) + 50 unit = 2.500 unit Biaya konversi : 2.300 unit + (150 unit x 70%) + 50 unit = 2.455 unit Departemen Penyelesaian Bahan baku : 2.000 unit + (200 unit x 80%) + 100 unit = 2.000 unit + (200 unit x 100%) + 100 unit = 2.

000 Rp 6.250 = Rp 187.000 Rp 2. Biaya Dibebankan Elemen Biaya Biaya bahan Tenaga kerja BOP Total Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 3. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Produk baik ditransfer ke departemen penyelesaian Produk rusak (bersifat normal) Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.500 unit 2.750 + Rp 371. Pertanggungjawaban Biaya HP. Produk dalam Proses Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead : 150 x 100% x Rp 1.000 : 50 unit x Rp 3.900.421.841.500 : 150 x 70% x Rp 1.000 3.250 1.300 unit = 50 unit = 150 unit = 2.500 unit = 2.Penyelesaian PT Sumpur Kudus Laporan Biaya Produksi Departemen Pembentukan Bulan September 2006 1.300 unit x Rp 3.125.455 unit 2. Selesai ditransfer ke departemen penyelesaian : 2.000 Rp 150.000 + Rp 7.000 = Rp 105. Produk rusak : 2. Selesai produk baik HP.000 Rp 1.250 Rp 7.350 unit HP.000 HP.250 2.455. 70% biaya konversi) = 2.050.250 20 .250 + Rp 7.455 unit Rp Rp Rp Rp 1.500 unit 2.000 750 3.421.000 : 150 x 70% x Rp 750 = Rp 78.

065.050.000 2.300 unit 2.044 Rp 829.101.22 : 200 x 80% x Rp 850 = Rp 136.000 unit = 100 unit = 200 unit = 2.000 Rp 1. Biaya Dibebankan Elemen Biaya Total Unit Ekuivalen Biaya/unit HP. Produk dalam Proses HP.000 : 200 x 80% x Rp 500 = Rp 80.000 Rp 1. Pertanggungjawaban Biaya HP.22 850 450 4.921.Penyelesaian PT Sumpur Kudus Laporan Biaya Produksi Departemen Penyelesaian Bulan September 2006 1.101.000 + = Rp 613.415. Produk rusak HP.000 unit x Rp 4.271.440 Rp 441.130.22 : 2.044 + Rp 10.300 unit 2.962 : 200 x 100% x Rp 3065.006 21 . Selesai ditransfer ke gudang HP.22 : 100 unit x Rp 4.415. Selesai produk baik HP.260 unit Rp Rp Rp Rp 3.000 Rp 10. 80% biaya konversi) = 2.000 unit Rp 8.522+ Rp 9.830. Dari departemen pembentukan Tenaga kerja BOP Total Rp 7.260 unit 2.415. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Produk baik ditransfer ke gudang Produk rusak(bersifat normal) Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan. Dept pembentukan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead : 2.300 unit = 2.22 3.

1. Unit persediaan awal menerima biaya per unit yang besarnya sama dengan unit yang baru dimulai dan diselesaikan selama periode bersangkutan. Setiap elemen biaya produksi yang terdapat pada persediaan awal digabung dengan setiap elemen biaya yang dikeluarkan pada periode bersangkutan. Tidak ada pembedaan produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya atau gudang. Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian) 3. Ekuivalen produksi tidak memisahkan unit produk pada persediaan awal dengan unit produk yang masuk proses pada periode bersangkutan. 22 . 2.Aliran Biaya Rata-rata Tertimbang Dengan merata-ratakan biaya penyelesaian persediaan awal produk dalam proses periode sebelumnya denganbiaya periode berjalan untuk mendapatkan biaya per unit. sehingga semua unit yang ditransfer akan memiliki biaya per unit yang sama.

Contoh 9 PT Soemanik mengolah produk yang dihasilkan melalui dua departemen produksi.000 Rp 120. Pemotongan Bahan baku Tenaga kerja BOP 1.600 886.006. yaitu departemen Pemotongan dan departemen pengolahan.000 Tingkat penyelesaian 100% bahan baku 40% biaya konversi 25% biaya konversi 23 .000 Rp 250.000 Rp 1.000 unit Rp 280.400 57.000 Rp 650.000 800 unit Rp Rp Rp 62. Produk dalam proses awal (01 September 2007) setiap departemen sebagai berikut : Departemen Pemotongan Departemen Pengolahan Unit HP dari Dept.

000 unit 10.000 Rp 3.690.420.000 Rp 2. 60% biaya konversi) Departemen Pengolahan Produk Diterima dari departemen pemotongan Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir ( 50% biaya konversi) Departemen Pemotongan Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Rp 5.455.395.000 Rp 1.000 unit 1.Contoh 9 Data Produksi Departemen Pemotongan Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen pengolahan Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan. 24 .000 Rp 3.000 unit 9.700.000 Rp 11.000 unit 10. Susunlah laporan Biaya Produksi.800 unit Departemen Pengolahan Diminta : 1.000 unit 3.570.940.000 12.000 Rp 1.

000 + Rp 2.000 x 60%) = 11.350. PDP Awal Biaya Periode September Rp Rp Rp 5.000 + (3.800 unit 11.690.000 + Rp 12.000 Rp 1.000 2.000 x 100% x Rp 450 = Rp 1. Produk dalam Proses Akhir Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Rp 10. Pertanggungjawaban Biaya HP.850.000 : 3.000 HP.000 : 3.000 x 60% x Rp 300 = Rp 540.570.000 unit 11.000 unit = 12.000 unit 5.000 unit = 3.000. 60% biaya konversi) Biaya Dibebankan Elemen Biaya HP.800 unit Rp Rp Rp 450 300 250 Rp 11.000 13. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Awal (100% bahan.000 Rp 120.000 2.000 + (3.000 unit 2.000 unit = 10.340.000 x 100%) Biaya konversi : 10.000 = 13.000 x 60% x Rp 250 = Rp 450.420.540.800 unit 3.000 Rp 12.340.000 unit = 13.000 Rp Rp Rp Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 280. 40% biaya konversi) Produk Masuk Proses = 1.000 Rp 650.000 x Rp 1.000 : 3.000 3.950.Penyelesaian PT Soemanik Laporan Biaya Produksi Departemen Pemotongan Bulan September 2006 1. Produk baik ditransfer ke departemen pengolahan Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.340. Selesai ditransfer ke departemen penyelesaian : 10.000 UE* Biaya Bahan : 10.700.000 unit = 13.000 Rp 250.000 25 .000 3. Dari departemen pembentukan Tenaga kerja BOP Total HP.

Produk dalam Proses Akhir Biaya Dept.980.300 26 .000 = Rp 99. Skedul kuantitas Produk Masuk Proses Awal (100% bahan.900 10.900 + Rp 2.041.800 unit 9. PDP Awal Biaya Periode September Rp Rp Rp 10.000 unit = 1.000 : 1.958. Produk baik ditransfer ke gudang Produk Dalam Proses Akhir (100% bahan.008 : 1.800 unit = 10.000 1.700 Rp 10.800 x 100% x Rp 1.300 : 9.000. Pertanggungjawaban Biaya HP.871.800 unit 2. 50% biaya konversi) Biaya Dibebankan Elemen Biaya HP.200 Total Unit Ekuivalen Biaya/unit Rp 886.000 unit = 10.000 x Rp 1.098.319 Rp 11.814.800 x 50% x Rp 111 = Rp 1.886.094.000 Rp 12.965.800 Rp 13.900 unit 3.400 57.400 Rp Rp 62.800 x 50%) = 9.965.800 unit = 9. Produk Selesai ditransfer HP.900 unit 9. Pemotongan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead : 9.900 unit Rp Rp Rp Rp 1.319 Rp 650.300 + Rp 13.400 Rp Rp 1.008 200 111 1.000 1.000 + (1.Penyelesaian PT Soemanik Laporan Biaya Produksi Departemen Pengolahan Bulan September 2006 1. 25% biaya konversi) Produk diterima dari departemen pemotongan = 800 unit = 10.600 1.800 x 50% x Rp 200 : 1. Dari departemen pemotongan Tenaga kerja BOP Total UE* Biaya konversi HP.000 = Rp 180.917.

Ekuivalen produksi memisahkan unit produk pada persediaan awal dengan unit produk yang masuk proses pada periode bersangkutan. Biaya produk yang ditransfer terdiri dari biaya produk dalam proses awal dari periode sebelumnya. Adanya perbedaan produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya atau gudang yaitu produk selesai dari produk dalam proses awal dan produk selesai dari produk yang masuk proses periode bersangkutan. 3. 1.(PDP Awal x Tingkat Penyelesaian) 4. Tahapan proses produksi menyelesaikan terlebih dahulu produk dalam proses awal. kemudian baru menyelesaikan produk masuk proses periode bersangkutan.Aliran Biaya FIFO Dengan memisahkan biaya per unit yang terdapat pada persediaan awal dari biaya per unit produk yang dimasukkan dan diselesaikan pada suatu periode tertentu. dan biaya produk dari produk yang dimulai dan diselesaikan selama periode berjalan. 2. Setiap elemen biaya produksi yang terdapat pada persediaan awal tidak digabung dengan setiap elemen biaya yang dikeluarkan pada periode bersangkutan. 27 . Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian) .

yaitu departemen Pemotongan dan departemen pengolahan.000 Rp 650.000 unit Rp 280.400 57.019.000 Departemen Pengolahan 800 unit Rp Rp Rp 62.000 Tingkat penyelesaian 100% bahan baku 40% biaya konversi 25% biaya konversi 28 . Pemotongan Bahan baku Tenaga kerja BOP 1. Produk dalam proses awal (01 September 2007) setiap departemen sebagai berikut : Departemen Pemotongan Unit HP dari Dept.000 Rp 1.600 899.000 Rp 120.Contoh 10 PT Maninjau mengolah produk yang dihasilkan melalui dua departemen produksi.000 Rp 250.

000 Rp 1.000 Rp 3. Susunlah laporan Biaya Produksi.220.000 unit 9.940.800 unit Departemen Pengolahan Diminta : 1.000 Rp 3. 29 .000 unit 10.000 Rp 1.000 Rp 10.395. 60% biaya konversi) Departemen Pengolahan Produk Diterima dari departemen pemotongan Produk selesai ditransfer ke gudang Produk dalam proses akhir ( 50% biaya konversi) Departemen Pemotongan Biaya Bahan Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Total Rp 4.350.Contoh 10 Data Produksi Departemen Pemotongan Produk Masuk Proses Produk Ditransfer ke departemen pengolahan Produk dalam proses akhir (Tingkat penyelesaian : 100% biaya bahan.000 Rp 2.000 12.000 unit 10.455.000 unit 3.330.800.000 unit 1.

Penyelesaian 30 .

Penyelesaian 31 .