Anda di halaman 1dari 2

TEMAN HIDUP

Pendahuluan Kejadian 2 : 18-25 Maleakhi 2 : 10 16 Allah sendiri yang menyediakan dan memberkati dalam pernikahan (persatuan). Tujuan pernikahan yaitu bersama-sama mengerjakan rencana Allah. Jadi pernikahan bukan tujuan akhir melakukan kehendak Allah, tetapi merupakan sarana supaya dapat memenuhi penggilan Allah yaitu Amanat Agung. Fase-fase dalam pernikahan : Pergaulan umum: Pergaulan dengan siapapun dengan secara wajar. Jagai gosip-gosip yang tidak sehat, yang dapat merusak hubungan cowok-cewek yang sudah terbangaun dengan baik. Hindari suatu perasaan tertarik semu karena faktor kedekatan atau kebiasaan bersama. Bagi yang sedang menjadi pusat perhatian, jangan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi, sebab akan mengecewakan pihak-pihak yang nge-fans, dan itu akan menimbulkan kesulitan dikemudian hari apabila tiba saatnya untuk memilih. Bagi teman-teman wanita, jangan mudah GR, karena perasaan ini akan menghalangi memiliki pergaulan yang sehat dengan lawan jenis. Membuat Kritaria Utama: 1. Lahir Baru. Jangan coba-coba mendoakan dan mendekati dengan dalih apapun, karena kecepatan tertarik melebihi logika. 2. Bertumbuh dalam Ketuhanan Kristus. Hati-hati dalam teman dalam satu pelayanan yang juga mengerjakan hal-hal yang sama, karena itu belum tentu menjadi keyakinan dalam hidupnya. Jadi perlu cek dengan serius hidupnya apakah dia sedang mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. 3. Satu panggilan dalam pelayanan. Contoh : pasangan Akwila dan Priskila. a Visi harus jelas. Karena visi ini akan membuat seseorang mengerti fungsi dalam tubuh Kristus. b Tempat dan cara hidup. Visi ini akan membawa orang untuk tinggal/berada disuatu tempat tersebut. Jadi bagi para wanita : apakah ia mau dan siap mengikuti suaminya? Bagi para pria : apakah ia akan semakin efektif bagi Allah bila ia memutuskan menikah dengan wanita tersebut? 4. Karetaria lain yang harus diperhatikan dari Efesus 5 : 22-23 Bagi pria, wanita yang harus dicari : orang yang bersedia tunduk kepada suami. Bersedia dikasihi dan bersedia dipimpin untuk taat dan kudus dihadapan Allah. Bagi wanita, pria yang harus dicari: Orang besedia ditunduki Bersedia mengasihi sebagai istri. Bisa memimpin untuk hidup taat dan kudus dihadapan Allah. 5. Kareteria Tambahan (relatif) Apakah kita masih bisa menerima keadaan pasangan kita apa adanya (seutuhnya) : Dalam hal ciri-ciri fisik. Cirinya merasa aman dan nyaman dengan dia. Cek apakah suka yang gemuk/kurus, putih/hitam, dll. Temperamen. Apakah saya bisa menerima temperamennya? Apakah saya bersedia mendukungnya? (Saling melengkapi). Kenali latar belakang pribadinya dalam kebiasaan, cara hidup, luka-luka batin, dll. Kenali latar belakang keluarganya: saudara, ortu, pola hubungan dalam keluarga, suku, strata sosial, dll.

Mendoakan Mendoakan kriteria dan waktu untuk memulai Berdoa untuk mengenal kehendak Allah (apakah dia memang calon pasangan hidupku). Syaratnya: harus patuh dengan suara Tuhan, apapun/termasuk bila tidak. Uji apakah dia masuk kereteria atau tidak? Uji rasa ketertarikan tersebut apakah cinta atau rasatertarik biasa ( baca buku Walter Trobish, Jodohku) : Apakah aku suka membangi apa yang aku dapat dengan dia? Apakah aku menerima kebiasaan dia saat ini? (BB, bau mulut, cara makan, cara berpakaian, dll) Apakah aku bangga bila dia menjadi istri/ suamiku, apakah aku ingin dia menjadi ayah/ibu dari anak-anakku? Apakah aku bersedia dan mampu menyelesaikan masalah yang timbul dalam hubungan kami? Sudah lamakah kita saling mengenal? Konfirmasi/peneguhan : Apakah kata Firman Tuhan/janji Tuhan, bagaimana pimpinan Tuhan dan bagaimana nasehat pemimpin rohani? Kesimpulan (melihat apakah kehendak Allah ataua tidak). Kalau kehendak Allah, lanjutkan ketahap berikutnya. Apabila bukan kehendak Tuhan, jangan putus asa. Pendekatan Bagaimana cara ngomongnya? Contoh: saya sedang mendoakanmu untuk menjadi teman hidupku atau bersediakah kamu berdoa bersama. Kalau bersedia : beri kesemptan berdoa sendiri-sendiri, tentukan batas waktunya, buat persetujuan apakah selama berdoa perlu bertemu atau tidak dan jangan buat kesan seolah-olah si dia sudah menjawab ya. Kalau tidak bersedia : cek kembali kesimpulan dalam mencari kehendak Tuhan. Bila hasilnya tetap sama, tunggu sampai Allah menyatakan kepada si dia, bila memang bukan, tenangkan hati, jangan tergesa-gesa cari penggantinya. Setelah batas waktu, bertemu untuk membicarakan hasil doanya. Kalau hasilnya tidak : tetap bersikap wajar Kalau hasilnya ya : buat persetujuan kapan mulai pacaran. Hal-hal yang penting untuk diperhatikan : Jangan mendekati yang sudah pacaran. Jangan memaksa dengan alasan apapun, bagi para wanita: hati-hati dalam memberi sinyal. Masa Pacaran : Masa menguji kehendak Allah lebih lanjut. Mempersiapkan pernikahan. Belajar untuk saling terbuka. Jangan ekslusif berdua-duaan terus atau jangan terlalu membatasi secara ekstrim.

1.

2.

3.

1. 2. 3. 4.