Majalah Obat Tradisional Vol. 13 No.

45 | Juli – September 2008

Analisis Biji Ketapang (Terminalia catappa L.) Sebagai Suatu Alternatif Sumber Minyak Nabati The Analysis of Catappa (Terminalia catappa L.) Seed as an Alternative Source of Vegetable Oil
Miladiah Putri Handayani dan Subagus Wahyuono Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

ABSTRAK
Biji ketapang (Terminalia catappa L) merupakan salah satu sumber minyak nabati di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemiripan antara minyak biji ketapang dengan minyak zaitun, wijen dan kelapa sawit berdasarkan sifat fisika kimia dan kandungan asam lemak total (palmitat, oleat, linoleat, dan stearat) sebagai metil ester. Minyak ketapang diekstraksi dengan petroleum bensin menggunakan Soxhlet selama 24 jam. Rendemennya (51,25% b/v) menyerupai minyak kelapa sawit dan minyak wijen, sehingga biji ketapang berpeluang digunakan sebagai sumber minyak nabati. Kandungan metil ester asam lemak dalam biji ketapang berdasarkan analisis KG-SM adalah metil palmitat (35,63%), metil oleat (33,49%), metil linoleat (24,49%), dan metil stearat (4,66%). Kandungan metil palmitat yang tinggi mirip dengan kandungan asam palmitat pada minyak kelapa sawit. Bobot jenis (25oC) minyak biji ketapang, 0,898 gram/mL, mirip dengan minyak kelapa sawit, sedangkan indeks biasnya (20oC) mirip dengan minyak wijen yaitu sebesar 1,4648. Bilangan asamnya (4,7 mgKOH/gram) lebih rendah dibandingkan minyak zaitun (6,6 mgKOH/gram), sehingga kualitasnya lebih baik daripada minyak zaitun. Bilangan penyabunan (68,83 mgKOH/gram) lebih rendah daripada minyak lainnya, yang berarti kandungan asam lemak totalnya rendah. Bilangan iodium sebesar 75,21, sesuai dengan bilangan iodium minyak zaitun (75-94). Penelitian ini menyimpulkan bahwa minyak biji ketapang berpeluang untuk sebagai alternatif pengganti minyak kelapa sawit dan minyak zaitun, berdasarkan kemiripan sifat fisika kimia dan kandungan asam lemaknya. Kata kunci: Terminalia catappa L., minyak nabati, sifat fisika-kimia, KG-MS

ABSTRACT
Terminalia catappa L. seed is one of the source of vegetable oils. This research aimed to determine the similarity of physicochemical properties and fatty acids content (palmitic, stearic, oleic and linoleic) among catappa, olive, sesame and palm oils. Catappa oil was extracted by petroleum benzine using Soxhlet for 24 hours. Oil’s yield (51.25% w/w) was similar to palm and sesame oil. It indicates that catappa seed is valuable source for vegetable oil. Major fatty acid methyl ester composition of catappa oil was analyzed by GC-MS. They were methyl palmitic (35.63%), methyl oleic (33.49%), methyl linoleic (24.49%), and methyl stearic (4.66%). High palmitic acid methyl ester of catappa oil was similar to palmitic acid in palm oil. Specific gravity (0.898 gram/mL) of catappa oil was similar to that of palm oil and its refractive index (1.4648) was similar to that of sesame oil. The quality of catappa oil is better than that of olive oil. This is based on its lower acid value (4.7 mgKOH/gram) than olive oil (6.6 mgKOH/gram). The lower saponification value of catappa oil (68,83 mgKOH/gram) indicates that this oil contain less fatty acid than olive, sesame and palm oil. Iodine value of catappa oil (75.21) was equal to iodine value of olive oil. This research shows that catappa oil could be used as alternative replacement of palm and olive oil, based on their similarity. Key words: Terminalia catappa L., vegetable oil, physicochemical properties, GC-MS Korespondensi:

101

lilin dan minyak pelumas (Agatemor. stearat. penampak bercak Ce(IV)SO4. kemudian dipotong kecil-kecil.25% lebih besar dibandingkan dilakukan oleh Agatemor 102 . Gas pembawa yang digunakan adalah gas helium dan fase geraknya berupa fenilmetilsiloksan. bobot jenis.14% berat kering) dan lemak mentah (16. Minyak yang diperoleh kemudian dipanaskan di atas penangas air untuk menghilangkan sisa pelarutnya. natrium dan mangan. Sifat fisika-kimia tersebut kemudian dibandingkan dengan sifat fisikakimia dari minyak zaitun. Abbc refractometer (ATAGO 1T-LO). Analisis sifat fisika-kimia Analisis sifat fisika-kimia dari minyak biji ketapag meliputi analisis organoleptis. pelumas bahkan bahan bakar. lempeng KLT silika gel GF254. indeks bias serta bilangan penyabunan dilakukan berdasarkan prosedur yang dicantumkan dalam AOAC Edisi 15 vol II tahun 1999. Alat Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah KG-SM GP 20105 Simadzu. Minyak nabati biasanya berasal dari biji-bijian. bilangan penyabunan dan bilangan iodium.) yang telah diesterkan dengan BF3-metanol dianalisis dengan KG-SM atau GC-MS QP2010S Shimadzu di Fakultas MIPA UGM Yogyakarta. Balogun dan Fetuga (1985) menyebutkan bahwa biji T. sampo. Pemanfaatan biji selama ini hanya sebatas untuk dikonsumsi langsung atau diolah menjadi makanan ringan. minyak wijen. cat. Ketapang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan suatu informasi bahwa biji ketapang memiliki prospek sebagai salah satu sumber minyak nabati di Indonesia. masih jarang sekali diekstraksi kandungan minyaknya. deterjen. Biji ketapang diperoleh dengan pemecahan buah ketapang yang telah gugur dan kering. Biji yang telah diambil minyak atau lemaknya (defatted seed) masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan karena kandungan nutrisi yang lain tidak hilang (Vessen dan Umali (2002). indeks bias. minyak wijen dan minyak kelapa sawit. Penelitian Agatemor dan Ukhun (2006) menerangkan bahwa biji ketapang juga mengandung berbagai jenis nutrisi yang dibutuhkan tubuh. minyak wijen dan minyak kelapa sawit. minyak biji ketapang memiliki prospek untuk dijadikan suatu pilihan baru dalam industri minyak nabati. dari suku Combreataceae merupakan salah satu keanekaragaman hayati di Indonesia yang perlu dikaji lebih lanjut. surfaktan. D. metil stearat.35% berat kering). Hasil tersebut penelitian yang telah yang dilakukan pada biji rendemen sebesar 51. Uji bilangan asam dan bilangan iodium dilaksanakan berdasarkan Farmakope Indonesia Edisi II tahun 1972. Sumber minyak tidak hanya berasal dari hewan tetapi juga berasal dari tumbuh-tumbuhan. bilangan asam. Pengujian masing-masing dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Vitamin A dan C juga terkandung dalam biji ketapang sehingga dapat dijadikan sebagai pelengkap nutrisi harian. kalsium. minyak zaitun.Handayani & Wahyuono. Selain itu. 2006). Oleh karena itu. Hegnauer (1964) menyatakan bahwa T. soxhlet. seng. seperti vitamin A. lilin. Pustaka yang digunakan untuk menganalisis struktur kimia adalah Wiley dan NIST. biji kapas. sabun. Analisis dilakukan terhadap metil palmitat. catappa mengandung cadangan makanan berupa asam lemak seperti. pelarut organik HASIL DAN PEMBAHASAN : Ekstraksi minyak ketapang menghasilkan (b/b). lampu UV254 dan UV366. biji ketapang juga mengandung magnesium. besi. Ekstraksi minyak Ekstraksi minyak dilakukan dengan pelarut petroleum bensin menggunakan Soxhlet. E dan K. Prospek Biji Ketapang … PENDAHULUAN Minyak dan lemak merupakan sumber energi dan pelarut yang baik untuk beberapa vitamin. Jalannya Penelitian Preparasi sampel Biji ketapang diperoleh di halaman Fakultas Farmasi UGM. Biji yang telah dikuliti dan dibersihkan. Minyak dapat dimanfaatkan dalam industri kosmetik. Minyak biji ketapang berpeluang untuk digunakan sebagai minyak pangan dan bahan baku industri sabun. Biji ketapang mengandung fosfor dengan jumlah yang cukup signifikan (2200 µg/g berat kering). mengandung minyak sebesar 40. minyak wijen dan minyak kelapa sawit. biji kedelai dan sebagainya. metil oleat dan metil linoleat yang merupakan kandungan metil ester terbesar dari minyak biji ketapang. oleat dan linoleat) dan sifat fisika-kimia dalam minyak biji ketapang dibandingkan dengan minyak zaitun. karbohidrat (78. METODOLOGI PENELITIAN Bahan: Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah biji ketapang. Ekstraksi dilakukan selama 24 jam. asam palmitat (29-39%) dan asam stearat (4-10%) di dalam bijinya. catappa L. Uji bobot jenis.15 %. Kandungan metil ester asam lemak dari minyak biji ketapang dibandingkan dengan kandungan asam lemak dari minyak zaitun. Analisis KG-SM Asam lemak dalam minyak biji ketapang (Terminalia catappa L. seperti biji wijen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemiripan kandungan asam lemak (palmitat.

250 UV 254 meredam meredam UV 366 berpendar keputihan Semprot serium sulfat Coklat Coklat Coklat kehitaman Coklat 4 5 7 19.83 mgKOH/gram. K = minyak ketapang. Kualitas minyak biji ketapang dalam penelitian ini lebih baik daripada minyak zaitun. Tingkat ketidakjenuhan suatu minyak berdasarkan asam lemak tak jenuhnya dianalisis dengan bilangan iodium. Oleh karena itu.63 Metil palmitat M+ (m/z) 270 Gambar 1. Bercak tersebut akan berwarna coklat setelah disemprot dengan serium sulfat (Gambar 1). dan minyak kelapa sawit (195-205 mgKOH/gram). Hasil tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan penelitian Agatemor (2006) dan menyerupai bobot jenis minyak kelapa sawit (0. diteliti sebesar 0. Bilangan asam yang kecil menunjukkan bahwa kandungan asam lemak bebasnya cukup kecil dan terjadi sedikit kerusakan pada minyak.073 20. Minyak tersebut berasa sedikit pahit.7 mgKOH/gram) lebih kecil daripada minyak zaitun (6.337 0.675 0. Empat senyawa metil ester terbesar pada minyak ketapang berdasarkan analisis KGSM Waktu Luas Area Puncak Senyawa Retensi Relatif (%) No. dan dengan pereaksi semprot serium sulfat.49 4. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh perbedaan lamanya ekstraksi maupun kandungan air yang ikut tersari dalam minyak. Hal ini disebabkan karena bilangan asamnya (4. yaitu sebesar 40. Semakin tinggi bilangan iodium.8977 gram/mL.49 33. yaitu metil palmitat (35. namun perlu dilakukan analisis secara kualitatif maupun kuantitatif.49%). minyak biji ketapang yang diteliti memiliki peluang untuk dijadikan sebagai alternatif pengganti minyak kelapa sawit.4650 (tabel IV ). Oleh karena itu. (menit) 2 16.66%). Rendemen minyak biji ketapang ini menyerupai rendemen minyak kelapa sawit dan minyak wijen (tabel III). Bobot jenis (25oC) minyak biji ketapang yang Tabel 2. Bau minyak seperti bau minyak kacang.506 35. namun masih sedikit bercampur dengan bau petroleum bensin. tingkat kejenuhan minyak biji ketapang yang diteliti sama dengan minyak zaitun. Minyak biji ketapang memiliki bilangan iodium yang sama dengan minyak zaitun.4648.49%) dan metil stearat (4.6 mgKOH/gram). 2007). Indeks bias (20oC) sebesar 1. Z = minyak zaitun. 68. sedangkan minyak biji ketapang memiliki bilangan iodium sebesar 75. Kondisi geografis tempat tumbuh tanaman tersebut juga sering menjadi penyebab terjadinya perbedaan rendemen minyak (Manzoor.15 %. 103 . 45 | Juli – September 2008 (2006).891 gram/mL). kemungkinan terdapat alkaloid yang ikut tersari. sehingga biji ketapang Tabel 1. Hasil KLT dengan fase diam silika gel GF 254 di bawah sinar UV 254. minyak zaitun dan minyak wijen dengan fase diam silika gel GF 254 dan fase gerak petroleum bensin – etil asetat (9:1) No 1 2 3 4 Rf 0.66 Metil linoleat Metil oleat Metil stearat 294 296 298 Minyak biji ketapang yang dihasilkan berwarna kuning pucat atau lebih pucat daripada minyak zaitun. metil linoleat (24.543 24. demikian halnya dengan minyak biji ketapang (tabel III). dan W = minyak wijen berpeluang menjadi salah satu sumber minyak nabati di Indonesia.Majalah Obat Tradisional Vol. maka semakin tinggi tingkat ketidakjenuhan suatu minyak. sebesar 1. Rendahnya bilangan penyabunan tersebut menandakan bahwa kandungan asam lemak total dalam minyak biji ketapang relatif lebih rendah dibanding minyak lainnya. Bilangan penyabunan pada minyak biji ketapang. paling rendah diantara minyak zaitun (184-196 mgKOH/gram). 13 No.675.21. minyak wijen (187-195 mgKOH/gram). metil (33.972 20. UV 366. Kisaran bilangan iodium untuk minyak zaitun adalah 75 sampai 94. Analisis kandungan kimia secara kualitatif dengan KLT menunjukkan adanya senyawa lipid pada Rf 0.287 0.63%). Hasil KLT minyak biji ketapang. mirip dengan indeks bias minyak wijen. Hasil analisis KG-SM pada minyak biji ketapang menunjukkan adanya 4 puncak terbesar (gambar 2). Bercak tersebut meredam pada UV 254 dan berpendar keputihan pada UV 366. Asam palmitat dalam minyak kelapa sawit merupakan kandungan asam lemak terbesar.

Spektrum MS metil palmitat Puncak 7 Spektrum massa metil stearat (BM = 298) Asam stearat (BM = 284) Asam oleat (BM = 282) Gambar 5. Spektrum MS metil palmitat Spektrum massa metil oleat (BM = 296) Puncak 5 Gambar 4. Kromatogram hasil pemisahan metal ester pada minyak biji ketapang dengan KG Spektrum massa metil palmitat (BM = 270) Puncak 2 Spektrum massa metil linoleat (BM = 294) Puncak 4 Asam palmitat (BM = 256) Asam linoleat (BM = 280) Gambar 3. Spektrum MS metil palmitat 104 .Handayani & Wahyuono. Prospek Biji Ketapang … 2 5 4 7 1 3 6 Gambar 2. Spektrum MS metil palmitat Gambar 6.

Majalah Obat Tradisional Vol.A. 105 . 2006. Hal. http://www. JAOCS. Studies of Selected Physicochemical Properties of Fluted Pumpkin (Telfairia occidentalis Hook F. Anwar. 438-447. Food. Depkes RI. Birkhäuser Verlag Basel und Stuttgart.E. Strayer. 9th edition. 2002.. Volume 2.sa/prj/gso_stand_en/1019E. Official Methods of Analysis. 2007. no. L. Anonim. http://saso.com. 2000. JAOCS. Helrich. T. Physico-chemical Characterization of Moringa concanensis Seeds and Seeds Oil. Vol.. 1983. http://www. Vessen. http://psqca. 1985. diakses tanggal 15 Maret 2008. Pakistan Standard Edible Sesame Oil. dan Fetuga. minyak zaitun. Agatemor. Arlington..1964. Edible Olive Oil.. D.pk/ Notified%20PSS/PS%2098-1994. Fats and Olis. H. dan Iqbal. B. Association Of Analytical Chemists Inc. 2006. edisi II. K. M. diakses tanggal 20 Juli 2008. A..com. Nutritional Potential of the Nut of Tropical Almond (Terminalia catappa L. PROSEA Indonesia. B. M. Anonim. dan minyak kelapa sawit. Anonim. minyak wijen. diakses 25 Pebruari 2008. F. Hegnauer. Pakistan Standard Specification of Palm Oil Edible Grade. 45 | Juli – September 2008 KESIMPULAN Berdasarkan kemiripan sifat fisika-kimia dan kandungan asam lemak antara minyak biji ketapang.) Seed Oil and Tropical Almond (Terminalia catappia L. Virginia. 62.. Plant Resources of South East Asia 14 : Vegetables Oils and Fats.. Pakistan Journal of Nutrition 5 (4) : 306 – 307. Manzoor. Association of Official Analytical Chemists Edisi 15. 1990. Saudi Arabian Standard Organization (SASO). R. DAFTAR PUSTAKA : Agatemor. USA.pdf. C. 13 No.psqca. Chemotaxonomie der Pflanzen III.htm.M van der dan Umali.pdf. diakses 12 Juni 2007. 539 – 531. 3.pdf.. dan Ukhun. Bogor. Jakarta.).pk/PSS/Palm%20O il%20Edible%20Grade. M. 84:413-419. 2006. Fatty Acid Composition of Seed Oils of Some Membes of the Meliaceae and Combretaceae Families. 1972. maka dapat disimpulkan bahwa biji ketapang merupakan salah satu alternatif sumber minyak nabati yang berpeluang menggantikan minyak kelapa sawit dan minyak zaitun. Pakistan Journal of Nutrition 5 (4) : 334 – 336.. 1994.iseo. Balogun.org.) Seed Oil. C.org/ foodfats. E. Farmakope Indonesia.

pdf. Birkhäuser Verlag Basel und Stuttgart. 2006. 106 . R. 539 – 531. Fatty Acid Composition of Seed Oils of Some Membes of the Meliaceae and Combretaceae Families. Hegnauer. Pakistan Standard Specification of Palm Oil Edible Grade. Nutritional Potential of the Nut of Tropical Almond (Terminalia catappa L. no. C. dan Fetuga. Association Of Analytical Chemists Inc. 1972. Official Methods of Analysis. M. Prospek Biji Ketapang … http://www. Pakistan Journal of Nutrition 5 (4) : 306 – 307.. Anonim. Notified%20PSS/PS%2098-1994. diakses tanggal 15 Maret 2008.pk/ DAFTAR PUSTAKA : Agatemor. Chemotaxonomie der Pflanzen III. Virginia. K. diakses tanggal 20 Juli 2008. http://psqca. 1994.E..). Studies of Selected Physicochemical Properties of Fluted Pumpkin (Telfairia occidentalis Hook F. Anonim. Anonim.Handayani & Wahyuono. 2006. Pakistan Standard Edible Sesame Oil.com. Helrich.) Seed Oil. 1990. Association of Official Analytical Chemists Edisi 15.pk/PSS/Palm%20Oil %20Edible%20Grade. 438-447.pdf.) Seed Oil and Tropical Almond (Terminalia catappia L. Depkes RI.1964.com. Farmakope Indonesia. Pakistan Journal of Nutrition 5 (4) : 334 – 336.psqca. 1985. Vol. L. Balogun. Jakarta. B. C. JAOCS. A. 1983. M. Arlington. Hal. Volume 2. 62. dan Ukhun. 3. edisi II.. USA. Agatemor..

F. diakses 25 Pebruari 2008.. diakses 12 Juni 2007.org.. H. 9th edition. 13 No. http://www. 2007. 2002.M van der dan Umali. Food. 2000.. dan Iqbal.Majalah Obat Tradisional Vol. 84:413-419.A. E. D. 2006. Saudi Arabian Standard Organization (SASO).. 107 .. Strayer.org/ foodfats. Fats and Olis. 45 | Juli – September 2008 Manzoor. Edible Olive Oil. PROSEA Indonesia. Plant Resources of South East Asia 14 : Vegetables Oils and Fats. Anwar. Bogor. Vessen. JAOCS. Physico-chemical Characterization of Moringa concanensis Seeds and Seeds Oil.sa/prj/gso_stand_en/1019E.iseo.htm. B. M. http://saso.pdf. T.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful