P. 1
Askep Cholelitiasis

Askep Cholelitiasis

|Views: 654|Likes:
Dipublikasikan oleh ZhienyDeciRahmawati

More info:

Published by: ZhienyDeciRahmawati on May 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/17/2013

pdf

text

original

Askep Cholelitiasis

CHOLELITHIASIS ( BATU EMPEDU ) I. a. b. c. d. II. Pengertian : Batu saluran empedu : adanya batu yang terdapat pada sal. empedu (Duktus Koledocus ). Batu Empedu(kolelitiasis) : adanya batu yang terdapat pada kandung empedu. Radang empedu (Kolesistitis) : adanya radang pada kandung empedu. Radang saluran empedu (Kolangitis) : adanya radang pada saluran empedu.

Penyebab: Batu di dalam kandung empedu. Sebagian besar batu tersusun dari pigmen-pigmen empedu dan kolesterol, selain itu juga tersusun oleh bilirubin, kalsium dan protein. Macam-macam batu yang terbentuk antara lain: 1. Batu empedu kolesterol, terjadi karena : kenaikan sekresi kolesterol dan penurunan produksi empedu. Faktor lain yang berperan dalam pembentukan batu:  Infeksi kandung empedu  Usia yang bertambah  Obesitas  Wanita  Kurang makan sayur  Obat-obat untuk menurunkan kadar serum kolesterol 2. Batu pigmen empedu , ada dua macam;  Batu pigmen hitam : terbentuk di dalam kandung empedu dan disertai hemolisis kronik/sirosis hati tanpa infeksi  Batu pigmen coklat : bentuk lebih besar , berlapis-lapis, ditemukan disepanjang saluran empedu, disertai bendungan dan infeksi 3. Batu saluran empedu Sering dihubungkan dengan divertikula duodenum didaerah vateri. Ada dugaan bahwa kelainan anatomi atau pengisian divertikula oleh makanan akan menyebabkan obstruksi intermiten duktus koledokus dan bendungan ini memudahkan timbulnya infeksi dan pembentukan batu. Pathofisiologi : Batu empedu hampir selalu dibentuk dalam kandung empedu dan jarang pada saluran empedu lainnya. Faktor predisposisi yang penting adalah : Perubahan metabolisme yang disebabkan oleh perubahan susunan empedu Statis empedu Infeksi kandung empedu Perubahan susunan empedu mungkin merupakan faktor yang paling penting pada pembentukan batu empedu. Kolesterol yang berlebihan akan mengendap dalam kandung empedu . Stasis empedu dalam kandung empedu dapat mengakibatkan supersaturasi progresif, perubahan susunan kimia dan pengendapan unsur tersebut. Gangguan kontraksi kandung empedu dapat menyebabkan stasis. Faktor hormonal khususnya selama kehamilan dapat

III.

  

dikaitkan dengan perlambatan pengosongan kandung empedu dan merupakan insiden yang tinggi pada kelompok ini. Infeksi bakteri dalam saluran empedu dapat memegang peranan sebagian pada pembentukan batu dengan meningkatkan deskuamasi seluler dan pembentukan mukus. Mukus meningkatkan viskositas dan unsur seluler sebagai pusat presipitasi. Infeksi lebih sering sebagai akibat pembentukan batu empedu dibanding infeksi yang menyebabkan pembentukan batu. IV. Perjalanan Batu Batu empedu asimtomatik dapat ditemukan secara kebetulan pada pembentukan foto polos abdomen dengan maksud lain. Batu baru akan memberikan keluhan bila bermigrasi ke leher kandung empedu (duktus sistikus) atau ke duktus koledokus. Migrasi keduktus sistikus akan menyebabkan obstruksi yang dapat menimbulkan iritasi zat kimia dan infeksi. Tergantung beratnya efek yang timbul, akan memberikan gambaran klinis kolesistitis akut atau kronik. Batu yang bermigrasi ke duktus koledokus dapat lewat ke doudenum atau tetap tinggal diduktus yang dapat menimbulkan ikterus obstruktif. V. Gejala Klinis Penderita batu saluran empedu sering mempunyai gejala-gejala kronis dan akut. GEJALA AKUT 1. 2. GEJALA KRONIS

TANDA : TANDA: Epigastrium kanan terasa nyeri dan spasme 1. Biasanya tak tampak gambaran pada abdomen Usaha inspirasi dalam waktu diraba pada 2. Kadang terdapat nyeri di kwadran kanan atas kwadran kanan atas 3. Kandung empedu membesar dan nyeri 4. Ikterus ringan GEJALA: Rasa nyeri (kolik empedu) yang Menetap 2. Mual dan muntah 3. Febris (38,5C) 1. GEJALA: Rasa nyeri (kolik empedu), Tempat : abdomen bagian atas (mid epigastrium), Sifat : terpusat di epigastrium menyebar ke arah skapula kanan Nausea dan muntah Intoleransi dengan makanan berlemak Flatulensi Eruktasi (bersendawa)

1.

2. 3. 4. 5.

VI. 1. 2. 3. 4. 5.

Pemeriksaan penunjang Tes laboratorium : Leukosit : 12.000 - 15.000 /iu (N : 5000 - 10.000 iu). Bilirubin : meningkat ringan, (N : < 0,4 mg/dl). Amilase serum meningkat.( N: 17 - 115 unit/100ml). Protrombin menurun, bila aliran dari empedu intestin menurun karena obstruksi sehingga menyebabkan penurunan absorbsi vitamin K.(cara Kapilar : 2 - 6 mnt). USG : menunjukkan adanya bendungan /hambatan , hal ini karena adanya batu empedu dan distensi saluran empedu ( frekuensi sesuai dengan prosedur diagnostik)

6.

Endoscopic Retrograde choledocho pancreaticography (ERCP), bertujuan untuk melihat kandung empedu, tiga cabang saluran empedu melalui ductus duodenum. 7. PTC (perkutaneus transhepatik cholengiografi): Pemberian cairan kontras untuk menentukan adanya batu dan cairan pankreas. 8. Cholecystogram (untuk Cholesistitis kronik) : menunjukkan adanya batu di sistim billiar. 9. CT Scan : menunjukkan gellbalder pada cysti, dilatasi pada saluran empedu, obstruksi/obstruksi joundice. 10. Foto Abdomen :Gambaran radiopaque (perkapuran ) galstones, pengapuran pada saluran atau pembesaran pada gallblader.

Daftar Pustaka : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Soeparman, Ilmu Penyakit Dalam, Jilid II, Balai Penerbit FKUI 1990, Jakarta, P: 586-588. Sylvia Anderson Price, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Alih Bahasa AdiDharma, Edisi II.P: 329-330. Marllyn E. Doengoes, Nursing Care Plan, Fa. Davis Company, Philadelpia, 1993.P: 523536. D.D.Ignatavicius dan M.V.Bayne, Medical Surgical Nursing, A Nursing Process Approach, W. B. Saunders Company, Philadelpia, 1991. Sutrisna Himawan, 1994, Pathologi (kumpulan kuliah), FKUI, Jakarta 250 - 251. Mackenna & R. Kallander, 1990, Illustrated Physiologi, fifth edition, Churchill Livingstone, Melborne : 74 - 76.

VII. 1.   2.  3.  

Pengkajian Aktivitas dan istirahat: subyektif : kelemahan Obyektif : kelelahan Sirkulasi : Obyektif : Takikardia, Diaphoresis Eliminasi : Subektif : Perubahan pada warna urine dan feces Obyektif : Distensi abdomen, teraba massa di abdomen atas/quadran kanan atas, urine pekat . 4. Makan / minum (cairan) Subyektif : Anoreksia, Nausea/vomit.  Tidak ada toleransi makanan lunak dan mengandung gas.  Regurgitasi ulang, eruption, flatunasi.  Rasa seperti terbakar pada epigastrik (heart burn).  Ada peristaltik, kembung dan dyspepsia. Obyektif :  Kegemukan.  Kehilangan berat badan (kurus). 5. Nyeri/ Kenyamanan : Subyektif :  Nyeri abdomen menjalar ke punggung sampai ke bahu.  Nyeri apigastrium setelah makan.

cenderung perdarahan ( defisiensi Vit K ). Penurunan integritas kulit/jaringan sehubungan dengan  Pemasanagan drainase T Tube. Pernafasan tambahan Batuk terus menerus Potensial Kekurangan cairan sehubungan dengan : Kehilangan cairan dari nasogastrik. Respirasi : Obyektif : Pernafasan panjang. c. sehubugan dengan : Menanyakan kembali tentang imformasi. Prioritas Perawatan : a. 8.  Pengaruh bahan kimia (empedu) ditandai dengan :  adanya gangguan kulit. kerusakan otot. Nyeri tiba-tiba dan mencapai puncak setelah 30 menit. b. prosedur pembedahan. Mis Interpretasi imformasi. prognosa dan pengobatan Tujuan Asuhan Perawatan : Ventilasi/oksigenasi yang adekwat. Pembatasan intake Gangguan koagulasi. c. nafas dangkal. Meningkatkan fungsi pernafasan.      B. ditandai dengan : Takipneu Perubahan pernafasan Penurunan vital kapasitas. Belajar mengajar : Obyektif : Pada keluarga juga pada kehamilan cenderung mengalami batu kandung empedu. pernafasan pendek. contoh : protrombon menurun. kulit kering dan pruritus . 6. Keamanan : Obyektif : demam menggigil. prosedur. Mencegah komplikasi.  Perubahan metabolisme.     C. Juga pada riwayat DM dan gangguan / peradangan pada saluran cerna bagian bawah. rasa tak nyaman. Mencegah/mengurangi komplikasi. D. prognosis dan pengobatan Diagnosa Perawatan: Pola nafas tidak efektif sehubungan dengan nyeri. a. waktu beku lama.    Kurangnya pengetahuan tentang prognosa dan kebutuhan pengobatan. . Obyektif : Cenderung teraba lembut pada klelitiasis. 7. b. Memberi informasi/pengetahuan tentang penyakit. Belum/tidak kenal dengan sumber imformasi. Jundice. A. Mengerti tentang proses penyakit. kelemahan/ kelelahan. Muntah. teraba otot meregang /kaku hal ini dilakukan pada pemeriksaan RUQ dan menunjukan tanda marfin (+).

Frehuensi makan 3x sehari . Pathologi (kumpulan kuliah).251. I.00 Kegiatan waktu luang membuat meja dan kursi. Jakarta 250 . FKUI. bila nyeri klien menjadi sesak. Davis Company. pernyataan yang salah. selama di rumah diberikan obat promag keluhan hilang tetapi hanya sementara. 9. Bekasi. Riwayat lingkungan . D. 1994. Melborne : 74 . B. Status : Kawin.P: 523536. 10. Alamat : Jalan Makmur. 1990.Bayne.ditandai : . Medical Surgical Nursing. Riwayat Kesehatan yang lalu : Pada usia 12 tahun klien pernah bengkak diseluruh tubuh dan tidak pernah berobat. sehari sebelum masuk RS dirasa nyeri timbul lagi shg klien. Klien merasa nyeri perut kanan atas. Panas naik turun hingga menggigil. permintaan terhadap informasi. Sylvia Anderson Price. . IV. Suber informasi : Klien dan istri. Klien merokok 1/2 bungkus per hari dan minum kopi 2x sehari. klien tidak terjadwal dalam memenuhi pola istirahat dan tidur. fifth edition. laki-laki. Jakarta. Balai Penerbit FKUI 1990. Asuhan keperawatan : Indentitas klien : Nama :Tuan IL . Daftar Pustaka : 7. tak ada keluhan dalam eliminasi. Kien terbiasa minum obat sendiri bila sakit tak pernah berobat ke dokter atau ke puskesmas . Alih Bahasa AdiDharma. Doengoes. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Illustrated Physiologi. Marllyn E. sedangkan makanan yang tidak disukai adalah gorengan dan makanan yang mengandung santan. Klien hidup bersama seorang istri dan 4 orang anaknya. Philadelpia. A Nursing Process Approach. Status Kesehatan saat ini : Alasan kunjungan/ keluhan utama : 1 bulan sebelum masuk RS.D. . berat badan waktu masuk ke RS 50 kg. Tidak mengikuti instruksi.P: 329-330. 23. nafsu makan baik. W.Ignatavicius dan M.          II. 8. Mackenna & R.76. Churchill Livingstone. Diagnosa Masuk : Kolangitis. Saunders Company. 12. Edisi II. 1993. Sutrisna Himawan. 38 tahun. 2 orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Agama : Islam Pendidikan : SMP Pekerjaan : Pedagang. Frekuensi bab 1 x sehari konsistensi padat. nyeri tidak menjalar. sembuh sendiri. Tak ada makanan yang pantangan. Kolesistitis. 11. III. sedangkan kencing rata-rata 6 x sehari. P: 586-588. makanan yang disukai supermi. Fa.V. Soeparman. Ilmu Penyakit Dalam. kadang-kadang sampai pk. Tanggal masuk RS : 29 April 1998. Kolelitiasis. Nursing Care Plan. belum pernah operasi dan dirawat di RS. 1991. nyeri bila menarik nafas. Kallander. Philadelpia. tak ada alergi terhadap makanan dan obat-obatan . nyeri seperti ditusuk. Jilid II.

sholat lima wakt.100. Sirkulasi : Sinus normokardia. Sekarang ia mengalami perawatan hari ke delapan . 2.    8.00 ( 50. 4. kondisi rumah luas. 1200 kalori dalam 900 cc /24 jam Minum air putih 1500 cc/24 jam Peristaltik normal (20 30 kali/menit) Selama tujuh hari intake scara parenteral . V. Aspek PsikoSosial : Pola pikir sangat sederhana karena ketidaktahuan informasi dan mempercayakan sepenuhnya dengan rumah sakit.    . konsistensi lembek. Keamanan : Suhu klien 37. Tube.48 ) Leukosit : 154.00 . tinggal dirumah dengan lingkungan yang ramai (padat bukan karena polusi atau kendaraan bermotor). Kadang-kadang terganggu oleh keramaian pasien lain.7 (13-16) Hematokrit : 31 ( 40 . mobilisasi duduk. Sore tidur 2 jam. Respirasi : Respirasi normal : 20 kali /menit Klien merasa nyaman bernafas bila duduk. hanya kadang-adang sakit. kulit agak kering Tampak plebitis (kemerahan) pada bekas infus dilengan kiri dan kanan Klien telah dilakukan operasi Cholecistektomi tanggal 30 April 1998. Denyut nadi :90 kali permenit. 10.00) 1. 6.lingkungan cukup.        5.5 c . hanya kadang-kadang ia lakukan. dengan bahasa indonesia yang cukup baik. jumlah urine 1500 cc/24 jam. Dirumah sakit klien tidak sholat karena menurutnya ia sakit. malam tidur mulai jam 10. Klien tidak mengeluh tentang biaya pengobatan/perawatan karena klien sudah menyiapkan sebelum masuk rumah sakit. 1. 3.7Kg) Nyeri/Kenyamanan Tidak timbul rasa nyeri. nyeri tidak timbul sehubungan telah dilakukan tindakan cholesistektomi. dengan enam kamar.   7. Eliminasi Klien bab 1 kali sehari. Klien pasrah terhadap tindakan yang dilakukan oleh rumah sakit asal cepat sembuh.00. Pengkajian Fisik : Aktivitas/istirahat: Klien merasakan lemah. akomodatif. merasa sakit pada lokasi drain bila posisi berubah dari berbaring ke duduk. Makan/minum ( cairan ) Sering regurgitasi. pada waktu perubahan posisi dari baring ke duduk.5 C (subfebris) Sklera tampak icterik. Klien beragama Islam. keluar cairan kurang lebih 200 cc/24 jam Diet cair (DH I) dihabiskan . Hubungan klien dan perawat baik. yaitu amilase dan RD tidak kembung Klien tampak kurus (BB: 47. produksi cairan hijau pekat 500cc/24 jam Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan laboratorium tanggal 29 April 1998 : H B .Kebersihan. klien merasa nyaman. Terpasang drainase T. suhu subfebris 37. warna kuning. Persepsi diri baik.

4) Bilirubin Indireck : 1.5 ) Klorida darah : 105 (100 .115) SGOT : 70 ( < 37).7 ) Amilase darah :108 (17 .2.00) Bilirubin Direck : 6.1 ( </= 0.7. Gangguan integritas kulit 3.8 ) Albumin :2. Cholesistektomy.9 (0. SGPT : 58 (< 41 ) Natrium darah :132 (135 .7 ( 6 . QRS rate 60/menit ST.1.6) Bilirubin total :7. C (IV) Persepsi klien terhadap penyakitnya : Klien merasa optimis untuk sembuh dengan upaya pembedahan dan saat ini tidak merasakan sakit atau nyeri seperti sebelum operasi.147) kalium darah :3. T Changes negatif 4.3 .8 (</= 0.2) Globulin : 3. Potensial gangguan keseimbangan cairan 2. Kurangnya pengetahuan tentang penyakit prognosis dan program pengobatan LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.00 . Elektro kardiografi tanggal: 28 April 1998 Hasil : SR.500. di kultur belum ada hasil ekstrasi batu.106) Pemeriksaan Diagnostik lain: Ultrasonografi tanggal: 24 April l998 Kesan:Batu pada CBD yang menyebabkan obstruksi Cholesistitis Cholesistografi tanggal 29 April 1998 Hasil : Tampak selang T-tube setinggi Thoracal XII kanan 3. 29 April 1996 : keluar pus 10 cc.R DENGAN CHOLELITIASIS POST PTBD .0 (1.5.2 (3.00 ( 200. keluar batu besar dan kecil dan lumpur.5.         Trombosit : 328.7 ( 4 . Kesan perawat terhadap klien : Klien koperatif dan komunikatif.5 .3 . dan mempunyai motivasi untuk sembuh Kesimpulan : Dari data yang didapatkan dapat disimpulkan masalah yang ada saat ini adalah: 1.0) Protein total : 5.            2. dipasang T-tube dan CBD (Commond Bile Duct) Pengobatan : 2 x 1 gr Cefobid (IV) 1 x 2 cc Vit B Comp (IM) 1 x 200 mg Vit.

Pengkajian Tanggal pengkajian : 11 November 2010 Jam : 08. a. KARIADI SEMARANG A. R : 6415096 : 33 tahun : Perempuan : Indonesia / Islam Status Pekerjaan Pendidikan Bahasa yang dikuasai Alamat Tanggal masuk rumah sakit Diagnose medis : Menikah : Pedagang :: Indonesia dan jawa : Depok Sari Raya 14 A Rt : 8 Rw : 27 : 14 September 2010 : Cholelitasis post PTBD Identitas Penanggungjawab Nama Umur Hubungan dengan pasien : Tn. Registrasi Umur Jenis Kelamin Suku / agama : Ny. Riwayat penyakit dahulu . b. Riwayat keperawatan Keluhan utama Pasien mengatakan nyeri di pinggang kirinya. S : 39 tahun : suami 1.00 WIB Identitas Pasien Nama No.DI RUANG BEDAH WANITA DAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr.

Ketika dikaji. 1) 2) 3) Head to toe Kepala Rambut Kulit kepala : : mesosepal. a. dan tidak ada suara ronkhi. Pasien mengatakan pernah dilakukan operasi PTBD dan operasi ERCP. tidak ada luka. : Pengembangan dan getaran paru kanan dan kiri sama P : Suara sonor di seluruh lapang paru A : Suara dasar vesikuler. tidak ada nyeri tekan : mukosa bibir kering. c.0 0C RR c. tidak ada ketombe : 22 x/menit. dibawa lagi ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. Riwayat penyakit sekarang Pasien mengatakan. mual dan muntah. tidak ada pembesaran tiroid. tanggal 14 September 2010. Kariadi dan menginap di ruang penyakit dalam. reguler : sklera ikterik. tidak ada sekret. kering : tidak ada lesi. kemudian di pindah ke Rumah Sakit Umum Pusat dr. d. konjungtiva anemis. b. tidak ada sekret 5) 6) 7) Hidung Telinga Mulut : cavum nasi. mudah dicabut.Pasien mengatakan. tidak ada pembengkakan : rambut kusut. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum Tanda – tanda vital : baik. diabetes maupun hipertensi . dengan status kesadaran compos mentis : TD : 100/70 mmHg Nadi : 100 x/menit. Riwayat kesehatan keluarga Pasien mengatakan. dalam keluarganya tidak ada yang memiliki sakit cholelitiasis. reguler Suhu : 37. namun tidak ada perkembangan. Kariadi dengan keluhan perut besar. tidak ada deviasi trakhea 9) P Dada Paru-paru :I : Simetris pada saat statis dan dinamis. 2. Kemudian dibawa ke rumah sakit dan menginap di ruang bedah wanita dan anak. Pasien mengatakan tidak memiliki sakit hipertensi dan diabetes. tidak ada cuping hidung : kanan dan kiri simetris. kaki tidak bisa digerakkan. sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit swasta dengan sakit yang sama. tidak ada pembesaran tonsil : tidak ada lesi. tidak ada whezing Jantung :I : ictus cordis tidak terlihat . bersih. kemudian dilakukan ERCP. pasien mengeluh nyeri pada daerah pinggang kirinya.

luka bersih. R ketika sakit 40 kg. lauk. kondisi luka tidak ada pus.R tidak merasa mual. Ketika dikaji. Ny. turgor kulit < 2 detik. sayur. 1) Pola nutrisi dan metabolism Makan Sebelum sakit.R tidak suka dengan telur. Ny. Ny. Ny. R tidak memiliki pantangan dalam mengkonsumsi makanan. perut datar. Berat badan 60 kg dan tinggi badan 158 cm. tidak memerah A P P : Bising usus 24 x/menit : Suara timpani : Terdapat nyeri tekan pada kuadra kanan atas 11) Ekstremitas Superior Dextra Infus Cianosis Capileri Refil Kekuatan otot Luka 12) Genitalia < 2 detik 3 Sinistra 20 tpm < 2 detik 3 Dextra < 2 detik 2 Inferior Sinistra < 2 detik 2 - : Tidak terpasang Dower Cateter : kulit lembab.warna kulit sawo matang 3. keluarga membawanya ke rumah sakit di daerahnya. tidak ada gallop : Terlihat balutan luka post draine hari ke 15. Ketika sakit.R sangat suka mengkonsumsi mie ayam dan goreng-gorengan.P : Ictus cordis teraba pada Space Intercosta ke V 2cm medial line mide clavicula sinistra P : Konfigurasi jantung dalam batas normal A :I : Suara jantung I/II murni. b. Pola fungsi gordon Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat Ny. karena Ny. Ny. Ny. R mengatakan ketika sakit.R mendapatkan diit TKTP.R makan dua kali sehari dengan porsi setengah piring dan komposisi : nasi. dia selalu pergi ke dokter di daerahnya untuk berobat.R tidak memiliki alergi terhadap makanan. . a. Ny. Ny. Tidak ada suara tambahan .R makan tiga kali sehari dengan porsi sesuai diit rumah sakit dan tidak selalu habis karena merasa mual. Ketika sakit cholelitiasis.R tidak pernah merasa mual ketika makan. Berat badan Ny.

berjualan. Ketika dikaji. Ny.58)2 = 40/2. tidak terasa nyeri ketika buang air besar dan tidak keluar darah ketika buang air besar.R perlu bantuan keluarga ataupun perawat. dengan bau khas.R buang air besar 1 kali sehari.R dapat melakukan aktivitas mencuci. Ketika sakit. Pola tidur dan istirahat Sebelum sakit dan ketika sakit. bau khas. Ny. warna kekuningan.IMT = 40/(1. d.R sudah mulai berwarna kekuningan.R buang air kecil 3 kali sehari dengan konsentrasi tidak pekat.06 Keterangan : IMT normal = 18.R mengatakan kepalanya terasa gatal pagi ini karena belum keramas selama 3 hari. dengan konsistensi lembek. No 1 2 3 Makan Eliminasi Mandi Aktivitas 0 v V v 1 2 3 4 . dan tidak ada nyeri dan tidak keluar darah ketika buang air kecil. c.R Buang air besar 1 kali sehari. dengan konsistensi lembek.R tidak mempunyai gangguan dengan tidurnya. Ny. R minum air putih 6 gelas per hari dan teh 2 gelas per hari. Ketika sakit. warna kekuningan.R pernah mengkonsumsi obat pencahar ketika sulit buang air besar. Ny. Ny. Pola aktivitas dan latihan Sebelum sakit. Ny. Pola eliminasi Buang air besar Sebelum sakit. Ny.R mampu untuk makan sendiri.49 = 16. makan. Ny. Ketika sakit.R minum air putih sebanyak 1500 ml per hari dan teh 3 gelas sehari.0 – 24. bau khas dan tidak ada keluhan nyeri dan tidak keluar darah ketika buang air besar.R tidur selama 10 jam pada siang dan malam hari. 1) 2) Buang air kecil Sebelum sakit. e. Ny. tetapi warna feses terlihat pucat. Ny. minum secara mandiri. ketika tidak merasa nyeri. berwarna kuning gelap. feses Ny.dan tidak terasa nyeri ketika buang air kecil. Ny. Ketika sakit. namun dalam hal mobilisasi dan mandi.0 2) Minum Sebelum sakit.R buang air kecil 3 kali sehari. Ny. Ny.

biasanya Ny. Ny.R tidak merasakan ada gangguan pada penglihatan dan pendengarannya. Pola persepsi dan konsep diri Respon secara umum baik. Ny. Ny. Pola tata nilai dan kepercayaan Ny. berkurang ketika melakukan massage pada daerah nyeri Q R S T h. sebelum dan ketika sakit tetap baik. : nyeri seperti dicubit : hanya pada pinggang sebelah kiri : skala nyeri 1 : nyeri muncul kadang – kadang.R merasa malu dan rendah diri.R mengatakan apabila ia sedang punya masalah. tingkat ketergantungan pasien adalah parsial care atau perlu bantuan orang lain. . beliau sering bercerita kepada suaminya dan ibunya. f.R merasa nyeri setelah post PTBD.R menganggap sakitnya adalah cobaan dari Allah SWT. dengan durasi 10 menit.R dengan keluarga. Dan ia berjanji setelah sembuh akan rutin beribadah lagi. g. Pola sensori dan kognitif Ny. Ny. R adalah seorang perempuan berumur 33 tahun dengan 2 anak. Pola seksual dan reproduksi Ny.R tidak merasa malu dengan dirinya sekarang. dengan kriteria nyeri : P : bertambah ketika mengerakkan badan ke kanan. Hubungan Ny.R merintih sakit dan mengelus-elus daerah nyeri. j. k. Pola hubungan dan peran Ny.R tidak mempunyai masalah dengan keluarganya. Ny. i.4 Mobilisasi v Jadi. Ketika nyeri timbul. terbukti suami dan ibunya selalu menunggui dan menjaganya.R adalah seorang pemeluk agama islam. ia jarang menjalankan aktivitas rohaninya.R merasa perannya sebagai istri dan ibu rumah tangga seperti hilang.R mengatakan belum pernah mengalami masalah dalam menstruasi. ketika sakit. Pola mekanisme / penanggulangan stress dan koping Ny.R tetap mencoba berlatih agar bisa berjalan seperti sebelum sakit. Kemampuan mobilisasi yang menurun tidak membuat Ny. Ny. Selama sakit.

5-5.90-5.0 3.60 27. 14:05 ) Albumin 3.00-11.90 5.5 35.00 4.4-5.20 111 86 mg/dL mg/dL u/i u/i 0.0-400.50 gr % % Juta/mmk pg fL g/dL Ribu/mmk Ribu/mmk % fL 12.00 29.00-15.0 3.0 12.00 399.30 88. Pemeriksaan Diagnostik Laboratorium PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL Kimia klinik ( 26 oktober 2010 . 14:02 ) Bilirubin total Bilirubin direk SGOT (AST) SGPT (ALT) 5.00 150.00-11.1 98-107 KETERANGAN Kimia klinik ( 25 oktober 2010 .0 Hematologi ( 20 oktober 2010 .0-47.00 L Kimia klinik ( 14 september 2010 .00-0.80 4.76 5.0 76.00 35.60-14.90 29.7 106 Mmol/L Mmol/L Mmol/L 136-145 3.4.50 33. a.00-1. 12:02 ) Natrium Kalium Chlorida 137 4.0 11.00 0.00-36.00-96.0-32.5 gr/dL 3.30 15-37 30-65 H H H H . 12:04 ) Hematologi paket Hemoglobin Hematokrit Eritrosit MCH MCV MCHC Lekosit Trombosit RDW MPV 10.10 6.

5. b. f. e.b. d. g. c. Program Terapi Infus RL 20 tetes per menit Ceftriaxon Injeksi 1×2 gr Ranitidin Ijeksi 2 × 50 mg Metoclopramid Injeksi 2 × 10 mg Diit TKTP Off infus tanggal 11 november 2010 Rencana pulang tanggal 13 november 2010 . Rontgen Pemeriksaan PTBD repaire ( 15 oktober 2010 ) Kesan : telah dilakukan penggantian kateter PTBD dengan ujung di pangkal duktus hepatikus komunis dan dihubungkan dengan urine bag. a.

10 belum diganti Do : 1.06 B : Hemoglobin 10. 7. Terlihat luka bersih pada pinggang kanan 2.R : 33 tahun : 6415096 No 1 Tgl / jam Data fokus 11-11.49 = 16. 3.DAFTAR MASALAH Nama Umur No. Luka tidak memerah Suhu tubuh 370C Daerah luka tidak terasa nyeri 5. Pembengkakan tidak terlihat 6.58)2 ` = 40/2.Ds : Klien mengatakan terasa gatal pada 2010 daerah luka dan kassa 09.5 gr% C : konjungtiva anemis D : TKTP Etiologi Terbukanya insisi jaringan Masalah Resiko infeksi Ttd Ari 2 11-112010 09. 4. Lekosit 6 ribu/mmk Kassa terlihat bersih Ds : klien mengatakan jika makan timbul rasa mual Do : A : Lila : 21 cm BB : 40 kg TB : 158 cm IMT = 40/(1.Registrasi : Ny.10 Anoreksia dan kerusakan metabolism protein dan lemak Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan Ari .

3 11-112010 09. Rambut terlihat kusut dan kering 4. otot kaki kanan dan kiri Gangguan mobilisasi fisik Ari 4 11-112010 09. aktivitas perlu bantuan keluarga ataupun perawat kekuatan otot kaki kanan dan kiri 2 Penurunan kekuatan .15 Ds : Pasien mengatakan dalam melakukan aktifitas dibantu oleh keluarganya Do : Kelemahan Fisik Defisit Perawatan diri personal hygine .15 Pasien menghabiskan ½ porsi yang diberikan Ds : klien mengatakan kakin kanan dan kiri terasa lemas dan sulit digerakkan Do : 1. klien terlihat sering berbaring 2. Ekstremitas bawah Gradasi Kekuatan . shampoing Ari 1. Pasien terlihat lemah 2. Pasien mengatakan rambutnya sudah 3 hari belum dikeramas dan terasa gatal di kulit kepala 3. Ekstremitas atas Gradasi Kekuatan Otot :3 5.

Otot :2 .

3. tindakan keperawatan 2. 4.R : 33 tahun : 6415096 No Tgl/jam Dx. diharapkan tidak ada tanda-tanda infeksi. Pembengkakan tidak terlihat 5.00 Gangguan kebutuhan nutrisi kurang Setelah dilakukan 1. Registrasi : Ny.d terbukanya insisi jaringan Setelah dilakukan 1. Keperawatan Tujuan Intervensi Ttd 1 11-112010 09.80C 6.Lakukan tindakan keperaatan selama pengkajian nutrisi dan timbang berat badan tiap hari Ari dari 2x24 jam keluhan . Suhu tubuh 36. Balutan terlihat bersih 6. 3. 5.30 Resiko infeksi b.RENCANA KEPERAWATAN Nama Umur No. Kaji TTV setiap 8 jam sekali Kaji kondisi luka Lakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari Jaga kebersihan lingkungan tempat tidur klien : ganti sprei setiap 3 hari sekali Ari selama 2x24 jam. Luka bersih Luka tidak memerah 4. Daerah luka tidak gatal 2. dengan Kriteria Hasil : 1. Off infus sesuai program Kolaborasi dengan medis untuk pemeriksaan lekosit setiap 2 hari sekali 2 11-112010 10.

Kolaborasi gizi dalam pemberian diit TKTP dan makanannya 2.d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein lemak 1. otot kaki kanan dan kiri 1. Anjurkan klien makan sedikit tapi sering 4.00 Defisit Perawatan diri personal hygine. Setelah dilakukan 1. Kekuatan otot kaki kanan dan kiri 3 2.Kaji makanan yang disukai dan tidak disukai klien 3. tindakan keperawatan selama 2x24 jam. berjalan Anjurkan klien untuk berlatih menggerakkan kaki minimal 2 kali sehari 4 11-112010 11. 2.kebutuhan b. Pasien terlihat lebih segar 3 11-112010 10.30 Gangguan mobilisasi fisik b. mampu melakukan mobilisasi. diharapkan klien 3. dengan Kriteria Hasil: Klien mengatakan 4. mual muntah pasien bisa teratasi dengan kriteria hasil : Pasien menghabiskan 2. Kaji tingkat kemampuan perawatan diri klien Bantu klien untuk . Setelah dilakukan 1. Kaji kekuatan otot Ari klien Lakukan ROM pada kaki klien Motivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki . kaki kanan dan kiri tidak terasa lemas 2. Klien terlihat berlatih menggerakkan kaki . BB pasien naik 1 ons/hari 3. tindakan keperawatan selama 1x24 jam.d Penurunan kekuatan . berjalan 3.

d kelemahan fisik kebutuhan perawatan diri shampoing terpenuhi. shampoing Anjurkan klien untuk melakukan perawatan diri secara mandiri sesuai kemampuan . dengan kriteria hasil : 1.shampoing b. Klien tidak merasakan gatal di kulit kepala 3. Klien mampu melakukan perawatan diri shampoing secara mandiri 3. Rambut tidak kusut dan tidak kering 2.

Terlihat luka bersih pada pinggang kanan 2. Luka tidak memerah 3. Suhu tubuh 370C Daerah luka tidak terasa nyeri 5. 4.R : 33 tahun : 6415096 No Tgl / Jam Dx.35 2.d terbukanya setiap 8 jam sekali insisi jaringan . Registrasi : Ny. 11 November 2010 1 Pagi 09. Mengkaji kondisi luka Ds : klien mengatakan gatal didaerah luka dan kassa belum diganti Do : 1.30 Resiko infeksi 1.CATATAN KEPERAWATAN Nama Umur No. Pembengkakan Ari Ari b. Keperawatan Implementasi Respon Ttd Kamis. Mengkaji TTV Ds : klien mengatakan badannya tidak panas Do:TD =100/70 mmHg Suhu = 370C Nadi = 100 x/menit RR = 22 X/menit 09.

Lekosit 6 ribu/mmk 7. Kassa terlihat bersih 09.40 3. Melakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari Ds : klien mengatakan tidak terasa gatal pada daerah luka Do: daerah luka sudah terlihat bersih dan kassa terlihat bersih 10.28 4. Melakukan off infuse sesuai progam Ds : klien mengatakan bersedia di off infusnya Do : klien terlihat menganggukkan kepalanya 08.tidak terlihat 6.30 5. Jaga kebersihan lingkungan tempat tidur klien : ganti seprei 3 hari sekali Ds : klien mengatakan suadah 3 hari seprai belum diganti Do: seprai terlihat kotor Sore 17.10 6. Mengukur tandatanda vital Ds : klien mengatakan badannya tidak panas Do :TD :110/80 mmHg N : 90 Ari Murtadho Murtadho Ari .

d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein lemak dan .80C Malam 05.5 gr% C : konjungtiva anemis D : TKTP Pasien menghabiskan ½ porsi yang Suci nutrisi kurang menimbang berat dari kebutuhan badan tiap hari b.x/menit RR : 22 x/menit Suhu : 36. Mengukur tandatanda vital Ds : klien mengatakan badannya tidak panas Do :TD :120/70 mmHg N : 94 x/menit RR : 20 x/menit Suhu : 36.05 7.06 B : Hemoglobin 10.10 Gangguan kebutuhan 1.80C 2 09. Melakukan pengkajian nutrisi dan Ds : klien mengatakan jika makan timbul rasa mual Do : A : Lila : 21 cm BB : 40 kg TB : 158 cm IMT = 2 40/(1.49 = 16.58) ` = 40/2.

Klien mengatakan tidak suka makan telur Do : Klien terlihat menutup hidung jika dekat dengan telur 09.00 5.15 2.R memperoleh diit TKTP di buku diit.diberikan 09. Mengkaji makanan yang disukai dan yang tidak disukai Ds : klien mengatakan suka makan sayur dan ikan laut. Sore 18.18 3.30 4. Melakukan Ds : ahli gizi kolaborasi dengan ahli mengatakan klien gizi dalam pemberiaan diit TKTP telah diberikan diit TKTP Do : terlihat untuk Ny. Menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat menghabiskan makanannya sedikit-sedikit 11. . Menganjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering Ds : klien mengatakan ya Do :klien terlihat menghabiskan makanannya sedikit-sedikit.

3 Pagi 10. Memotivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki . Melakukan ROM pada kaki klien Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat mengikuti dengan serius Ari 10.50 3. kekuatan otot kaki kanan dan kiri 2 Ari b. perawatan diri klien .30 4. otot kaki dan kiri kanan 10. Menganjurkan klien untuk berlatih menggerakkan kaki minimal 2 kali sehari Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat berlatih berjalan pada pagi dan sore hari Galih 4 Pagi 11.30 Gangguan mobilisasi fisik Penurunan 1.d kekuatan . Mengkaji tingkat Ds : klien mengatakan tidak bisa berjalan ke kamar mandi Perawatan diri kemampuan personal hygine. Mengkaji kekuatan otot klien Ds : klien mengatakan kaki kanan dan kiri terasa lemas Do : klien terlihat sering berbaring. berjalan Ds : klien mengatakan “ya” Do : klien terlihat berlatih menggerakkan kaki dengan berjalan dan pegangan pada tempat tidur pasien Ari Siang 15.35 2.00 Defisit 1.

Klien terlihat rileks 3.shampoing b. 12 November 2010 1 Pagi 09. Daerah luka tidak terasa nyeri 5. Luka tidak memerah 3.45 Resiko infeksi 1. Lekosit 6 Ari b. Suhu tubuh 36. Mengkaji kondisi Ds : klien mengatakan kassa belum diganti Do : 1.d terbukanya luka insisi jaringan . Menganjurkan klien untuk melakukan perawatan diri secara mandiri sesuai kemampuan Ds : klien mengatakan “ya” Do : klien terlihat mengangguk Jumat.d kelemahan fisik 2. Membantu klien untuk shampoing Do : klien terlihat berbaring di tempat tidur Ds : klien mengatakan kulit kepala tidak terasa gatal Do : Rambut terlihat tidak kusut. Pembengkakan tidak terlihat 6.80C 4. Terlihat luka bersih pada pinggang kanan 2.

20 Gangguan mobilisasi fisik Penurunan b.00 Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b. Mengkaji kekuatan otot klien Ds : klien mengatakan kaki kanan dan kiri terasa lemas Ari 1.05 2. Melakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari Ds : klien mengatakan tidak terasa gatal pada daerah luka dan luka terlihat bersih Do : daerah luka sudah terlihat bersih dan kassa terlihat bersih 2 Pagi 10.d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein dan lemak 10.50 2. Menimbang berat badan tiap hari Ds : klien mengatakan bersedia ditimbang Do : BB : 40.d 1. Kassa terlihat bersih 09.5 kg Ari .ribu/mmk 7. Menganjurkan untuk makan sedikit tapi sering Ds: klien mengatakan selalu menghabiskan makanannya sedikit-sedikit Do: klien terlihat menghabiskan makanan 3 Pagi 10.

35 3. shampoing b. Melakukan ROM pada kaki klien Ds : klien mengatakan bersedia Do : klien terlihat mengikuti dengan serius Ari 10.d kelemahan fisik .kekuatan .25 2. berjalan Ds : klien mengatakan “ya” Do : klien terlihat berlatih menggerakkan kaki dengan berjalan dan pegangan pada tempat tidur pasien Ari 4 Defisit Perawatan diri personal hygine. kekuatan otot kaki kanan dan kiri 2 10. otot kaki dan kiri kanan Do : klien terlihat sedang berbaring. Memotivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki .

.

Keperawatan Catatan Perkembangan Ttd 1 12-11-2010 10.d Anoreksia dan kerusakan metabolism protein dan lemak A : Lila : 21 cm BB : 40.00 Resiko b.10 Gangguan kebutuhan S : klien mengatakan selalu menghabiskan makanannya sedikit-sedikit nutrisi kurang O : Klien terlihat lebih segar dari kebutuhan b.d infeksi S : klien mengatakan tidak terasa gatal pada Ari terbukanya daerah luka dan luka terlihat bersih O : Luka bersih Luka tidak memerah Pembengkakan tidak terlihat Suhu tubuh 36.5 gr% C : konjungtiva anemis D : TKTP Klien terlihat menghabiskan makanannya A : masalah teratasi sebagian .80C Balutan terlihat bersih A : masalah resiko infeksi masih mengancam P : Lanjutkan intervensi : a. Lakukan perawatan luka dengan menggunakan NaCl dan kassa setiap hari b. Registrasi : Ny.5 kg TB : 158 cm B : Hemoglobin 10.CATATAN PERKEMBANGAN Nama Umur No. Ajarkan teknik perawatan luka ketika klien pulang insisi jaringan 2 12-11-2010 10.R : 33 tahun : 6415096 No Tgl / jam Dx.

Anjurkan klien untuk makan sedikit tapi sering 3 12-11-2010 10. Timbang berat badan tiap hari b. berjalan 2 kali sehari Defisit Perawatan diri personal hygine. shampoing b.d kelemahan fisik .P : Lanjutkan intervensi : a.40 Gangguan mobilisasi fisik S : klien mengatakan kaki kanan dan kiri masih Ari lemas b. Motivasi klien untuk berlatih menggerakkan kaki . otot A : masalah mobilisasi belum teratasi kaki kanan dan P : Lanjutkan intervensi : kiri 1. Lakukan ROM pada kaki klien 2.d Penurunan O : Kekuatan oto kaki kanan dan kiri 2 kekuatan .

LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.R DENGAN CHOLELITIASIS POST PTBD DI RUANG BEDAH WANITA DAN ANAK RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. KARIADI SEMARANG Askep Colelitiasis. colesistitis MAKALAH disusun untuk memenuhi tugas mata ajaran KMB I olehPaian Tua PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATANSEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SANTOBORROMEUS2009 K M B I P a g e 1 .

2001) Jadi Cholelitiasis adalah adanya pembentukan batu empedu di dalamkandung empedu atau di duktus koledokus atau dikedua-duanya b . 1996) Cholelitiasis adalah penyakit batu empedu yang dapat ditemukandi dalam kandung empedu atau di dalam duktus koledokus.ASUHAN KEPERAWATAN CHOLELITIASIS 1. A n a t o m i F i s i o l o g i Hepar (Hati) . Pengertian Cholelitiasis adalah adanya batu di kandung empedu Cholelitiasis adalah adanya pembentukan batu empedu(Kamus Kedokteran Dorlan.Konsep Penyakit Cholelitiasis a.BAB II TINJAUAN TEORETIS A. atau pada kedua-duany (Syamsuhidayat.

Vena Porta . Hati dibagi atas 2 lapisan utama: Permukaan atas berbentuk cembung. Aeteri Hepatika . lobus kiri. guna darah inimembawa zat makanan ke hati yang telah di absorpsi oleh mukosa danusus halus. Permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisuratransfersus. K M B I P a g e 2 Pembuluh darah pada hati Hati mempunyai 2 jenis peredaran darah yaitu arteri hepatica dan vena porta.Organ yang paling besar dalam tubuh kita. terletak dibawah diagfragma. yang membuat cabang pembuluh darah ke hati.selanjutnya hati dibagi 4 belahan: lobus kanan. ahirnya keluar sebagai vena hepatica. Dengan cara berkontraksi. Yang satu dengan yang lain terpisaholeh jaringan ikat. warnanyacokelat dan beratnya kurang lebih1 setengah kg. Besarnya kira-kira 1 mm. cabangvena porta arteri hepatica dan saluran empedu di bungkus bersama dengansebuah balutan dan membentuk saluran porta. darahini mempunyai kejenuhan 95%100% masuk ke hati dan membentuk jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena. yang terbentuk dari lienalis dan vena mesenterika superior mengantarkan 4/5 darahnya ke hati. lobus kaudatadan lobus quadratus. terdiri dari : . Pembuluh darah halus berjalan diantara lobulus hati disebut venainterlobuler Dari sisi cabang-cabang kapiler masuk ke dalam bahan lobulusyaitu vena lobular Pembuluh darah ini mengalirkan darah dari vena lain yang di sebutvena sublobuler Yang satu sama lain membentuk vena hepatica Langsung masuk ke dalam vena cava inferior Empedu di bentuk dalam sela-sela kecil di dalam sel hepar melalui kapiler empedu yang halus/korekuli.Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri dibagian atas hati. dinding perut berotot pada saluran ini mengeluarkan empedu dalam hati Fungsi hati .Letaknya: bagian atas dalam rongga abdomen disebelahkanan bawah diagfragma. darah ini mempunyai kejenuhan 70%sebab beberapa O2 telah diambil oleh limfe dan usus.Darah berasal dari vena porta bersentuhan erat dengan sel hati dan setiaplobulus di saluri oleh sebuah pembuluh sinusoid darah atau kapiler hepatica. keluar dari aorta dan memberi 1/5 darah pada hati.

berasal dari pinggir porta hepatis dan fisura yang melewatiligamentum venosum dan berjlan ke bawah menuju kurvatura minor lambung Kandung Empedu Sebuah kantong berbentuk terang dan merupakan membrane berotot. suatu pita fibrosa yang merupakan sisa duktus venosusmelekat pada cabang kiri vena porta. berjalan masuk ke fisura yang terdapat pada permukaan visceral hati bersatu dengan cabang kiri vena porta Ligament venosum. Perlekatan peritoneal dan ligamentum hati Ligamnetum falsiformis. Duktus venosus tertutup menjadi pitafibrosa Omentum minus. panjangnya 812 cm berisi 60 cm 3 .Mengubah zat makanan yang diabsorpsi dari usus dan di simpan disuatu tempat dalam tubuh. hati menerima asam amino di ubah menjadiureum.lletaknya dalam sebuah lobus di sebelah permukaan bawah hati sampai pinggir depannya.vitamin yang larut dalam minyak dan lemak di simpan di hatiHati membantu mempertahankan suhu tubuh sebab luasnya organ ini dan banyaknya kegiatan metabolisme yang berlangsung mengakibatkan banyaknya darah mengalir melalui organ ini sehingga menaikan suhu tubuh. garam empedu di buat di hati di bentuk di sistemretikulo endothelium di alirkan di empedu Membentuk ureum. di keluarkannya sesuai dengan pemakaiannya dalam jaringan Mengubah zat buangan dalam bahan racun untuk di eksresikan dalam bentuk empedu dan urin K M B I P a g e 3 Menghasilkan enzim glikogenik glukosa menjadi glikogen Sekresi empedu. dikeluarkan dari darah oleh ginjal dalam bentuk urin Menyiapkan lemak untuk pemecahan terakhir asam karbonat dan air Penyimpanan dan penyebaran bahan termsuk glilkogen lemak. merupakan lipatan peritonium berlapis ganda berjalan ke atas dari umbilikalis menuju ke hati berjalan ke permukaananterior dan superior hati Ligamentum teres hepatis. vitamindan besi.Lapisan empedu .

Lapisan serosa atau parietal Lapisan otot bergaris Lapisan dalam mukosa atau visceral disebut juga membrane mukosa K M B I P a g e 4 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->