P. 1
PERBEDAAN ANTARA PERIKATAN DENGAN PERJANJIAN MENURUT HUKUM PERIKATAN PERDATA

PERBEDAAN ANTARA PERIKATAN DENGAN PERJANJIAN MENURUT HUKUM PERIKATAN PERDATA

|Views: 2,055|Likes:
Dipublikasikan oleh SANDY

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: SANDY on May 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/17/2014

PERBEDAAN ANTARA PERIKATAN DENGAN PERJANJIAN MENURUT HUKUM PERIKATAN PERDATA MAKALAH Ditujukan Untuk Memenuhi Salah Satu

Kriteria Penilaian Dalam Mata Kuliah Hukum Perikatan Perdata

KELOMPOK II: Numa Candra Yani Sadikin Sugih Hartati Sandy Muslim Hery Purnomo Alif Bam Al Ikhlas Yudha Permana Putra Agus Tri Utomo Muchammat Farchan 0910611007 0910611026 0910611047 0910611052 0910611054 0910611055 0910611056 0910611069

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN” JAKARTA 2012

yang telah memberi dukungan dan membantu dalam pembuatan makalah ini. Penyusunan makalah ini ditujukan untuk memenuhi salah satu kriteria penilaian dalam mata kuliah Hukum Perikatan Perdata semester genap di Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jakarta.H.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Adapun judul dari makalah ini adalah ”Perbedaan Antara Perikatan Dan Perjanjian Menurut Hukum Perikatan Perdata”. S.. Jakarta. selaku dosen Hukum Perikatan Perdata 3. Karena itu. penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. 2. Serta semua pihak yang telah membantu penyusun dalam penyusunan makalah ini. Namun. makalah ini mungkin memiliki kekurangan. yang namanya tidak bisa penyusun sebutkan satu-persatu. April 2012 Penyusun i . penyusun mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan yang mungkin ada didalam makalah ini. Sulastri. Kedua orang tua. sangat diperlukannya kritik dan saran yang dapat membangun makalah ini sehingga menjadi lebih baik lagi. Penyusunan makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.H. Akhir kata. Makalah ini tidak mungkin dapat terselesaikan dengan baik tanpa adanya dukungan moril dan materiil dari berbagai pihak. M. Karena itu.

..................1.2...................................................................................................... Latar Belakang ..................3............................................... Definisi Perikatan dan Perjanjian 2.................1.............................. 2.........DAFTAR ISI KATA PENGANTAR .........1.............. Rumusan Masalah ............. Metode dan Teknik Penulisan .......................... DAFTAR ISI ....................... BAB I PENDAHULUAN 1.................. 1 2 3 3 i ii BAB II PEMBAHASAN 2............................1 Definisi Perikatan ...............................................1............................. 1.......................................................... Definisi Perjanjian . 2.......................................................................................... 1............................................................................................................... Tujuan Penulisan ............................................................ 12 BAB III KESIMPULAN.............. 13 ii ...................................................4..................2........................................ 4 5 Perbedaan Perikatan Dengan Perjanjian ................... 10 Daftar Pustaka .................. 1.2................

338.Tjitrosudibio. Mengenai pengertian perjanjian itu sendiri terdapat dalam pasal 1313 KUH Perdata yakni : “Suatu perjanjian adalah suatu perbuatan hukum dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang yang lain atau lebih”. yang mana satu pihak berjanji untuk melakukan suatu hal atau tidak melakukan suatu hal. Hal. dengan kata lain bahwa perikatan itu sebagai isi dari suatu perjanjian Subekti. 1 Perjanjian merupakan salah satu bentuk dari perbuatan hukum atau tindakan hukum. Suatu perjanjian pada umumya memiliki sifat mengikat bagi para pihak. dengan adanya sikap peka akan hal itu maka terjalinlah suatu hubungan antara manusia/orang yang lainnya. (Jakarta: PT AKA. Perjanjian diartikan sebagai suatu perbuatan hukum mengenai harta benda kekayaan antara dua pihak. Perwujudan dari hubungan hukum perdata itu sendiri misalnya melakukan suatu perjanjian. Kitab Undang-undang Hukum Perdata. 2001). bahwa dalam suatu perjanjian. R dan R.1. Latar Belakang Dalam kehidupan bermasyarakat manusia perlu saling tolong menolong dan bekerjasama dalam disegala bidang demi keberhasilan yang dicapai. Dimana hal tersebut kemudian akan lahir suatu hubungan hukum bagi para pihak yang saling mengikatkan dirinya tersebut dan bersepakat untuk melakukan suatu perbuatan hukum yakni pihak yang satu memenuhi prestasi dan pihak yang lain menerima prestasi. akibat hukum yang muncul memang dikehendaki oleh para pihak. 1 . sedangkan pihak yang lain berhak menuntut dari pada pelaksanaan janji tersebut.1 BAB I PENDAHULUAN 1.

maka ada beberapa rumusan masalah yaitu : 1. Hubungan hukum antara pihak yang satu dengan pihak yang lain tidak bisa timbul dengan sendirinya.Yahya Harahap. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas. sama sekali tidak mempunyai arti apa-apa bagi hukum perjanjian. . Jadi satu pihak memperoleh “Hak” dan pihak yang sebelah lagi memikul “Kewajiban” menyerahkan/menunaikan prestasi. Sedangkan pihak yang lain itu pun menyediakan diri dibebani dengan “Kewajiban” untuk menunaikan prestasi. (Jakarta: Visi Media. tindakan atau perbuatan hukum yang dilakukan oleh pihak-pihaklah yang menimbulkan hubungan hukum atau perikatan. Berbuat sesuatu. Acara Pidana. Segi-segi Hukum Perjanjian .Cit. 4 1. hal. 7. 454. Solahuddin. 1986).2. Memberikan sesuatu. Pihak yang berhak atas prestasi mempunyai kedudukan sebagai “Kreditur”. 3. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. cet. perikatan. (Bandung: Alumni. untuk mengarahkan pembahasan pada sasaran yang dimaksudkan. Hal.7. sehingga terhadap satu pihak diberi hak oleh pihak yang lain untuk memperoleh prestasi. & Perdata. Apakah pengertian dari perjanjian dan perikatan ? 2 3 M. 4 Op.2 dan didalam suatu perjanjian itu sendiri menimbulkan banyak perikatan. karena adanya Hubungan hukum itu tercipta oleh “Tindakan Hukum”. Hal. 2. KUHPerdata dapat berupa: 3 1. 2010 ). 2 Adapun barang sesuatu yang dapat dituntut dinamakan “Prestasi”. Tanpa prestasi. Tidak berbuat sesuatu. yang menurut pasal 1234 Prestasi ini adalah “ Obyek” dari hubungan hukum yang dilakukan berdasar tindakan hukum.5. Pihak yang wajib menunaikan prestasi berkedudukan sebagai “Debitur”.

4. Baik itu buku maupun situs – situs yang ada di internet. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut: 1.3 2. . Metode dan Teknik Penulisan Metode dan teknik penulisan yang digunakan dalam penulisan karya tulis ini adalah metode studi pustaka. Sumber – sumber yang dijadikan sebagai rujukan untuk studi pustaka diperoleh dari berbagai sumber bacaan. Bagaimana perbedaan antara perjanjian dan perikatan ? 1.3. untuk mengetahui definisi mengenai perjanjian dan perikatan. Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat teoritis yang kemudian data tersebut akan dijadikan dasar atau pedoman untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang dibahas dalam karya tulis ini. 2. untuk membandingkan perbedaan antara perjanjian dan perikatan 1.

perikatan adalah suatu hubungan hukum antara sejumlah terbatas subjek-subjek hukum. tetapi di dalamnya terdapat kaidah-kaidah mengenai perikatan. Definisi Perikatan dan Perjanjian 2. Istilah verbintenis menunjuk pada adanya “ikatan” atau “hubungan” sehingga verbintenis diartikan sebagai suatu hubungan hukum. Definisi mengenai perikatan dapat merujuk kepada pendapat-pendapat ahli dibidang hukum perdata sebagaimana berikut :  Menurut Hofmann. yang artinya mengikat. istilah verbintenis lebih tepat diartikan sebagai istilah perikatan.4 BAB II PEMBAHASAN 2. atas dasar pihak yang satu sebagai penerima hak atau pemilik hak (kreditur) dan pihak yang lain sebagai pemikul tanggung jawab (debitur) atas suatu prestasi.1. Sehubungan dengan itu dengan seseorang atau beberapa orang daripadanya mengikatkan dirinya untuk bersikap menurut cara-cara tertentu terhadap pihak lain yang berhak atas sikap yang demikian itu. .  Menurut Pitlo. terutama kaitannya dengan hukum perdata. pengertian perikatan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmu hukum. Definisi Perikatan Istilah perikatan dalam bahasa Belanda disebut dengan verbintenis. Perikatan atau perutangan merupakan terjemahan dari verbintenis atau verbinden. Dalam KUHPerdata tidak terdapat rumusan tentang perikatan. perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih.1. Oleh karena itu.1.

dapat dilihat bahwa unsurunsur perikatan adalah sebagai berikut : a. Isi perikatan. .5 Berdasarkan definisi-definisi tersebut diatas. b. Hubungan antara kreditur dengan debitur (schuld dan haftung). Dalam lapangan hukum kekayaan. Kontrak atau contract (inggris) dan overeenkomst (belanda) dalam pengertina yang lebih luas sering dinamakan juga dengan istilah perjanjian. Overeenkomst disebut juga perutangan karena adanya suatu perbuatan hukum utang piutang antara kreditur dengan debitur. Kontrak dengan perjanjian merupakan istilah yang sama karena intinya adalah adanya peristiwa para pihak yang bersepakat mengenai hal-hal yang diperjanjikan dan berkewajiban untuk menaati dan melaksanakannya sehingga perjanjian terbut menimbulkan hubungan hukum yang disebut perikatan (verbintenis). 2. Definisi Perjanjian. Pengertian perjanjian (persetujuan) dalam Pasal 1313 KUH Perdata yang didefinisikan sebagai suatu perbuatan hukum dengan mana salah satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih.1. d. Istilah perjanjian sering juga diistilahkan dengan istilah kontrak.2. Hubungan hukum. Kata perjanjian (persetujuan) dan kata perikatan merupakan istilah yang telah dikenal dalam Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Dengan demikian. kontrak atau perjanjian dapat menimbulkan hak da kewajiban bagi para pihak yang membuat kontrak tersebut dan karena itulah kontrak yang dibuat dipandang sebagai sumber hukum yang formal. c.

3) Suatu hal tertentu (onderwerp derovereenskomst). maknanya selalu ada kesepakatan. Perjanjian timbal balik. Adanya para pihak (subjek hukum). subekti dan Tjiptosudibio menggunakan istilah perikatan untuk verbintenis dan persetujuan untuk overeenkomst. e. hal. d. Hak dan kewajiban timbal balik.2. Dengan demikian. 2) Kecakapan untuk membuat suatu Perikatan. 4) Suatu sebab yang halal (geoorloofde oorfzaak).6 Unsur-unsur perjanjian adalah sebagai berikut : a. Pertimbangan hukum. Perbedaan Perikatan Dengan Perjanjian Kitab undang-undang hukum perdata (selanjutnya disebut dengan burgerlijk wetboek atau BW) pada buku ke III mengatur tentang verbintenissenrecht dan istilah lain. b. Wawan Muhwan Hariri. Dalam arti lain. Suatu perjanjian dinyatakan sah. (Bandung: CV Pustaka Setia. apabila dipenuhi 4 syarat seperti yang ditegaskan oleh pasal 1320 KUH Perdata yaitu : 1) Kesepakatan (toesteming) mereka yang mengikatkan diri. 16. 2011 ). overeenkomst mengandung kata sepakat sesuai dengan asas konsensualisme yang dianut oleh BW. Pokok perjanjian (hal yang diperjanjikan). c. Istilah verbintenis dan overeenkomst dalam kepustakaan hukum Indonesia diterjemahkan sebagai berikut : 5 1. 2. yaitu overeenkomst. istilah overeenkomst lebih tepat digunakan untuk istilah persetujuan (perjanjian). 5 . Overeenkomst berasal dari kata kerja overeenkomen yang artinya “setuju” atau “sepakat”. Kitab Undang-undang Hukum Perdata. Hukum Perikatan Dilengkapi Hukum Perikatan Dalam Islam.

Hal ini dapat dijelaskan perikatan bersifat abstrak sehingga diperlukan suatu perjanjian yang isinya memuat perikatan diantara beberapa pihak . Achmad ichsan. 3. dalam bukunya pengantar dalam hukum Indonesia memakai istilah perutangan untuk verbintenis dan perjanjian untuk overeenkomst. Utrecht.7 2. berdasarkan mana pihak yang satu berhak menuntut sesuatu hal dari pihak lain.” Sedangkan perjanjian didefinisikan sebagai berikut : “Suatu perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seseorang berjanji kepada seorang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Terjadilah perikatan jual beli antara Alif dan Firman. menerjemahkan verbintenis dengan perjanjian dan overeenkomst dengan persetujuan. Perikatan merupakan suatu hubungan hukum yang bersifat abstrak. Menurut Prof Subekti mengenai perbedaan pengertian dari perikatan dengan perjanjian sebagai berikut: “Suatu perikatan adalah suatu perhubungan hukum antara dua orang atau dua pihak. sedangkan perjanjian merupakan perbuatan hukum. bersifat konkret. dalam bukunnya hukum perdata.” Perbedaan antara perikatan dengan perjanjian adalah sebagai berikut : 1. Contoh : Alif menjual rumah kepada Firman. dan pihak yang lain berkewajiban untuk memenuhi tuntutan itu. Untuk mewujudkan adanya suatu perikatan tersebut maka dibuatlah suatu perjanjian jual beli yang mengakibatkan adanya kewajiban bagi Alif untuk menyerahkan rumahnya kepada Firman dan hak pada Firman atas penyerahan rumah .

yaitu dalam setiap perjanjian terdapat adanya saling keterikatan dalam obyek tertentu yang berakibat pada lahirnya hak dan kewajiban diantara pihak-pihak yang melakukan perjanjian. 4. 3. yang menimbulkan suatu perikatan antara orang tua dan anak yang dilahirkan. sebagiamana debitur berkewajiban membayar utang. Tetapi setiap perjanjian mengandung perikatan. Dan hal ini pula yang membuktikan bahwa perikatan juga dapat timbul dan bersumber dari undang-undang untuk memberikan suatu kepastian hukum untuk melindungi nilai-nilai moralitas dalam hubungan kekeluargaan. dimana perjanjian merupakan salah satu sumber dari perikatan. Perikatan bersifat umum melingkupi bentuk perjanjian.8 tersebut. Keberadaan perikatan sulit dilakukan pembuktiannya secara hukum. seperti yang telah dijanjikan. 2. Di dalam perikatan. namun perikatan sebagaimana dimaksud timbul menjadi hak dan kewajiban timbal balik yang merupakan nilai moralitas bagi orangtua dan anak. belum tentu terdapat perjanjian. meskipun hal itu tidak diatur sebelumnya dalam Undang-undang dan tidak dibuat perjanjiannya. sedangkan perjanjian bukan hanya dapat dibuktikan . Meskipun perihal hak dan kewajiban timbal-balik antara anak dan orang tua ini telah diatur oleh KUHPerdata dalam Buku I BAB XIII Bagian 3 dan pasal 45 (1) UU No. yaitu pihak yang berutang (debitur) dan pihak yang memberi utang (kreditur). 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Kedua belah pihak telah melakukan ikatan yang mengakibatkan adanya hak dan kewajiban. Contoh : perjanjian utang piutang yang didalamnya terdapat ikatan dua belah pihak. contoh : adanya suatu peristiwa hukum kelahiran. dimana perikatan tersebut menimbulkan hak dan kewajiban timbal balik antara orang tua dan anak yang dilahirkannya. serta Firman berkewajiban melakukan pembayaran dan Alif berhak untuk menerima pembayaran atas penyerahan rumah.

atau keadaan.9 dengan mudah. Sedangkan suatu perjanjian hanya dapat timbul dari objek perjanjian yang tidak melanggar ketentuan hukum (per Undang-undangan) sebagaimana hal tersebut menjadi syarat sah perjanjian (causa yang halal / geoorloofde oorfzaak)  Batal demi hukum. Sedangkan Perjanjian merupakan suatu perbuatan hukum yang menimbulkan suatu perikatan. Tidak bertentangan dengan Undangundang Freedom Of Contract Tidak melanggar norma kesusilaan Tidak melanggar ketertiban umum . 6. tetapi mempunyai kekuatan hukum dan kekuatan pembuktian terutama perjanjian tertulis. Perikatan merupakan suatu hubungan hukum yang timbul dari adanya peristiwa hukum yang dapat berupa perbuatan. 5. Perikatan dapat timbul karena perbuatan manusia : (1) sesuai dengan hukum dan (2) perbuatan melawan hukum. kejadian.

Perikatan atau perutangan merupakan terjemahan dari verbintenis atau verbinden. perikatan adalah suatu hubungan hukum yang bersifat harta kekayaan antara dua orang atau lebih.10 BAB III KESIMPULAN Dari penjelasan yang penyusun kemukakan dalam kedua BAB tersebut di atas.1. istilah verbintenis lebih tepat diartikan sebagai istilah perikatan. tetapi di dalamnya terdapat kaidah-kaidah mengenai perikatan. Istilah verbintenis menunjuk pada adanya “ikatan” atau “hubungan” sehingga verbintenis diartikan sebagai suatu hubungan hukum. Dalam KUHPerdata tidak terdapat rumusan tentang perikatan. . Definisi dari perikatan dan perjanjian  Perikatan  Istilah perikatan dalam bahasa Belanda disebut dengan verbintenis. terutama kaitannya dengan hukum perdata. atas dasar pihak yang satu sebagai penerima hak atau pemilik hak (kreditur) dan pihak yang lain sebagai pemikul tanggung jawab (debitur) atas suatu prestasi. Yang lebih lengkap karena memenuhi unsur-unsur dari perikatan itu sendiri. maka simpulan atas permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah sebagai berikut : 1.1. yang artinya mengikat. Dari beberapa pendapat para ahli yang telah dikemukakan dalam sub sub bab 2. maka penyusun memilih definisi Menurut Pitlo. Oleh karena itu. pengertian perikatan dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan ilmu hukum.

11  Perjanjian  Kata perjanjian (persetujuan) dan kata perikatan merupakan istilah yang telah dikenal dalam Kitab Undang Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). . Perbedaan Antara Perikatan Dan Perjanjian dari penjabaran dari sub bab 2. Perjanjian merupakan salah satu sumber dari perikatan. apabila dipenuhi 4 syarat seperti yang ditegaskan oleh pasal 1320 KUH Perdata yaitu : 1) Kesepakatan (toesteming) mereka yang mengikatkan diri. 4) Suatu sebab yang halal (geoorloofde oorfzaak). 2) Kecakapan untuk membuat suatu Perikatan. Pengertian perjanjian (persetujuan) dalam Pasal 1313 KUH Perdata yang didefinisikan sebagai suatu perbuatan hukum dengan mana salah satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih. bersifat konkret. sehingga dapat dikatakan perjanjian melingkupi bentuk perjanjian merupakan suatu kehususan dari perikatan. 3) Suatu hal tertentu (onderwerp derovereenskomst). belum tentu 2. Setiap terdapat perjanjian 3. Perikatan merupakan PERJANJIAN suatu 1.2. dapat ditarik kesimpulan mengenai perbedaan antara perikatan dan perjanjian adalah sebagai berikut : PERBEDAAN PERIKATAN 1. hubungan hukum yang bersifat abstrak 2. Di dalam perikatan. 2. Perikatan bersifat perjanjian mengandung perikatan umum 3. Perjanjian merupakan perbuatan hukum. Suatu perjanjian dinyatakan sah.

dilakukan pembuktiannya secara hukum 5. kejadian.12 4. menimbulkan suatu perikatan. 6. . Perikatan merupakan suatu 5. Perjanjian perbuatan merupakan hukum suatu yang hubungan hukum yang timbul dari adanya peristiwa hukum yang dapat berupa perbuatan. timbul dari objek perjanjian yang tidak melanggar ketentuan hukum / sesuai dengan hukum (per Undang-undangan) sebagaimana hal tersebut menjadi syarat sah perjanjian (causa yang halal / geoorloofde oorfzaak)  Batal demi hukum. tetapi mempunyai kekuatan hukum dan kekuatan pembuktian terutama perjanjian tertulis. Suatu perjanjian hanya dapat perbuatan manusia : (1) sesuai dengan hukum dan (2) perbuatan melawan hukum. Keberadaan perikatan sulit 4. Perikatan dapat timbul karena 6. atau keadaan. Perjanjian bukan hanya dapat dibuktikan dengan mudah.

Jakarta: Visi Media. Harahap M.13 Daftar Pustaka Subekti. 1986 Solahuddin. 2011 .Tjitrosudibio. Jakarta: PT AKA. Kitab Undang-undang Hukum Perdata .5.Yahya. Bandung: CV Pustaka Setia. Acara Pidana. 2001. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. & Perdata. . cet. 2010 Hariri Wawan Muhwan. Bandung: Alumni. Hukum Perikatan Dilengkapi Hukum Perikatan Dalam Islam. R dan R. Segi-segi Hukum Perjanjian .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->