Anda di halaman 1dari 3

Mochammad Immam D 240110090064

BAB V PEMBAHASAN

Pada praktikum Sistem Instrumentasi yang pertama, praktikan melakukan praktikum berkenaan dengan tegangan dan arus. Sebelum memulai praktikum, praktikan mendengarkan penjelasan yang disampaikan oleh asisten dosen terlebih dahulu. Praktikan memulai praktikum sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan sebelumnya. Saat akan memulai praktikum, kelompok praktikan kami mengalami kendala karena terbatasnya alat dan bahan yang membuat kelompok praktikan kami menunggu kelompok praktikan yang lain menyelesaikan kegiatan praktikumnya terlebih dahulu. Dati 4 kelompok praktikum, hanya kelompok kami yang tidak memiliki alat dan bahan. Setelah ada kelompok praktikum yang selesai, kami menggunakan alat dan bahan praktikumnya untuk melakukan prosedur praktikum yang telah ditentukan. Praktikan menyiapkan breadboard dan resistor sebanyak 3 buah. Resisttor diukur menggunakan multimeter satu per satu untuk mengetahui besarnya hambatan yang terdapat pada resistor. Kemudian, resistor disusun secara seri pada breadboard. Praktikan menyesuaikan arus yang akan dialirkan oleh power supply dengan menggunakan multimeter pula, apabila tegangan yang dihasilkan sudah sesuai dengan yang diharapkan maka praktikan baru dapat mengukur arus yang terjadi pada breadboard yang telah diisi dengan 3 (tiga) resistor. Adapun cara pengukuran tegangannya adalah kabel power supply yang berwana merah ditempelkan pada bagian kaki resistor paling awal dan kabel multimeter yang berwarna merah ditempelkan pada bagian kaki resistor paling akhir, lalu pada layar display multimeter akan menampilkan besaran arus yang terjadi. Pengukuran pada praktikum dilakukan sebanyak 12 (dua belas) kali dengan besaran tegangan power supply, yaitu : 1 Volt; 1,5 Volt; 2 Volt; 2,5 Volt; 3 Volt; 3,5 Volt 4 Volt; 4,5 Volt; 5 Volt; 5,5 Volt; 6 Volt; 6,5 Volt. Setelah pengukuran tegangan power supply menggunakan multimeter telah menunjukkan tegangan yang sesuai dengan ketentuan, praktikan mengukur arus yang terjadi pada breadboard menggunakan multimeter. Pada tegangan 1 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 529 A. Pada tegangan 1,5 Volt, arus yang

Mochammad Immam D 240110090064

dapat dialirkan sebesar 680 A. Pada tegangan 2 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 934 A. Pada tegangan 2,5 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 1132 A. Pada tegangan 3 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 1407 A. Pada tegangan 3,5 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 1761 A. Pada tegangan 4 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 1819 A. Pada tegangan 4,5 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 1891 A. Pada tegangan 5 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 1915 A. Pada tegangan 5,5 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 2610 A. Pada tegangan 6 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 2770 A. Pada tegangan 6,5 Volt, arus yang dapat dialirkan sebesar 3020 A. Dari keseluruhan arus yang dihasilkan, praktikan menjumlahkan seluruh arus dibagi dengan banyaknya pengukuran yang dilakukan untuk mendapatkan nilai rata-rata pengukuran arus. Adapun nilai rata-rata pengukuran arus adalah sebesar 1705,6 A. Setelah didapatkan nilai rata-rata pengukurannya, praktikan mencari nilai penyimpangan rata-rata pengukuran (SR) dengan menggunakan rumus SR yang telah diberikan oleh asisten dosen SR =
| |

, adapun nilai

penyimpangan rata-rata yang didapatkan adalah sebesar 641,06 A. Praktikan lalu mencari SD =
(

nilai
)

standar

deviasi

pengukuran

(SD)

menggunakan

rumus

, adapun nilai SD-nya adalah sebesar 8310 A.

Kegunaan pencarian nilai standar deviasi adalah untuk mengetahui perbandingan nilai standar deviasi dengan masing-masing nilai arus yang dapat dialirkan oleh multimeter nantinya. Apakah ada nilai arus yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah bila dibandingkan dengan standar deviasinya. Dari hasil pengukuran, praktikan membuat grafik untuk menggambarkan hubungan antara tegangan dan arus. Berdasarkan grafik linear diatas, dapat diketahui semakin besar nilai tegangan power supply, semakin besar pula nilai besaran arus yang dialirkan oleh breadboard.

Mochammad Immam D 240110090064

BAB VI PENUTUP

6.1 Kesimpulan Dari uraian-uraian yang telah dipaparkan diatas, saya menarik beberapa kesimpulan, antara lain : 1) Praktikan mengalami hambatan dalam menjalankan praktikum karena terbatasnya alat dan bahan penunjang berlangsungnya praktikum. 2) Pengukuran tegangan cukup rumit dengan menggunakan multimeter karena keluaran power supply dilakukan secara manual. 3) Pengukuran arus cukup mudah karena cukup dengan menempelkan kabelkabel multimeter dan kabel power supply dengan kaki resistor. 4) Nilai rata-rata pengukuran arus adalah sebesar 1705,6 A. 5) Nilai penyimpangan rata-rata (SR) adalah sebesar 641,06 A 6) Nilai standar deviasi pengukuran (SD) adalah sebesar 8310 A. 7) Kegunaan pencarian nilai standar deviasi adalah untuk mengetahui perbandingan nilai standar deviasi dengan masing-masing nilai arus 8) Semakin besar nilai tegangan power supply, semakin besar pula nilai besaran arus yang dialirkan oleh breadboard.

6.2 Saran 1) Praktikan hendaknya memahami yang dijelaskan oleh asisten dosen berkaitan dengan prosedur praktikum agar praktikum dapat berjalan dengan lancar. 2) Praktikan hendaknya melakukan praktikum dengan cermat dan teliti agar tujuan praktikum dapat tercapai 3) Alat dan bahan praktikum hendaknya disesuaikan dengan jumlah kelompok praktikan, agar praktikan tidak membuang waktunya sia-sia untuk menunggu giliran menggunakan alat dan bahan praktikum.