BAB I Pendahuluan Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telahberlangsung hampir

dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge.

2% (1995). Untuk lebih lengkapnya akan dibahas secara rinci dibawah ini. Kondisi moneter yang stabil menyeabkan tingkat inflasi IHK selama tahun 2002 cenderung menurun hingga 10.1% (1997). (5) pendidikan rekreasi dan olah raga. 9.8% (1993).0% (2002). 1985). 12. Sedang Indeks Harga Konsumen IHK meliputi 115 – 150 jenis barang dan jasa (Widodo. Perkembangan Inflasi di Indonesia Perkembangan yang berulang menimpa perekonomian kita mencapai puncaknya dengan “tiga angka” pada masa 100 Menteri dan memberikan gambaran klasik dengan berlakunya teori kuantitas uang. Inflasi di Malaysia.0% (1999). Jenis bararng dan jasa yang diliput dewasa ini sekitar 400 item.6% (1995).03%. misalnya Malaysia: 3. terdiri dari : (1) bahan makanan. Sejak April 1989 angka inflasi dihitung berdasarkan perubahan IHK umum gabungan dari 27 kota-kota besar (sesuai jumlah propensi) di seluruh Idoensia. tiga tahun terakhir laju inflasi : 9. HMT. (4) transportasi dan komunikasi. 1995). 77. Meningkatnya tekanan haarga terutama berasal dari sisi penawaran sebagai akibat depresiasi rupiah yang sangat tajam pada tahun 1997/1998.H. Sebelum itu inflasi dihitung berdasarkan Indek Biaya Hidup (umum) kota Jakarta yang meliputi 62 jenis barang dan jasa.6% (1998). (2) makanan jadi. Sejak akhir tahun 1980-an. Defisit APBN yang dulunya merupakan sumber utama kenaikan uang dalam peredaran dapat dialihkan menjadi surplus. 2. (Laporan Tahunan BI. T.2% (1994).BAB II PEMBAHASAN Inflasi merupakan salah satu penyebab terjadinya ketidakstabilan moneter Karena dapat mempengaruhi arus uang dan arus yang bereda. Dr.3% (2000). walaupun anggaran domestik dari APBN merupakan arus inflasioner yang besar (Oppusunggu. Tambunan. minuman dan rokok. Pada masa orde baru. . Cara Menghitung Tingkat Inflasi Sejak April 1979 angka inflasi dihitung oleh Biro Pusat Statistik (BPS) berdasarkan perubahan Indek Harga Konsumen (umum) gabungan 17 kota-kota besar di seluruh Indonesia. 1999 – 2002) b. Hg. Singapura dan Thailand relatif rendah dan merupakan negara-negara di ASEAN yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.5% (2001) dan turun 10. Selama periode 1993 – 1995 laju inflasi sebagai berikut : 9.7% (1994). 1997/1998. (6) perumahan.. Laju inflasi selama periode 1997 – 2002 sebagai berikut : 11. tingkat inflasi rata-rata per tahun di Indonesia mulai tinggi lagi walaupun beelum pernah mencapai sampaid I atas 10. 1996). Suseno Triyanto. seperti halnya yang dialami Indonesia (Tulus.6% (1993). (7) kesehatan. Angka ini tertinggi di antara negara-negara ASEAN.9%. (3) sandang. 3. a.0%. Ini berarti bahwa laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak harus dengan laju inflasi yang tinggi pula. 8. inflasi memasuki alam baru akibat langkah-langkah positif yang diambil pemerintah untuk mengatasinya. 3. Laju inflasi selama tahun 1998/1999 mencapai 45.

(3) Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Pengaruh kuat depresiasi nilai tukar rupiah diketahui dari hasik penelitian bank Indonesia.83%. (2) Demand – Pull Inflation (DPL) DPI adalah faktor penyebab inflasi dari sisi permintaan. ongkos tenaga kerja juga sering menjadi salah satu penyebab utama CPI. Sebab lain terjadinya inflasi : a) b) c) d) Imported Inflation (depresiasi Rp…. misalnya kenaikan UMR di semua propinsi. sedangkan jumlah barang di pasar sedikit. Menurut teori moneter ekses permintaan ini disebabkan terlalu banyaknya uang beredar (M1) di masyarakat.c. Indikatornya : masih rendahnya kapasitas terpakai sektor industri pengolahan (39% – 51%) dan menurunnya produksi tanaman bahan makanan (sumbangan pada PDB berkurang 1. air miinum dan rokok serta menaikkan upah minimum tenaga kerja swasta dan gaji pegawai negeri diperkirakan memberikan tambahan inflasi IHK sebesar 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi (1) Meningkatnya Kegiatan Ekonomi Meningkatnya kegiatan ekonomi mendorong peningkatan permintaan agregatyang tidak diimbangi dengan meningkatnya penawran agregat karena adanya kendala struktural perekonmian. listrik. antara lain : · Perilaku harga cenderung mudah meningkat karena pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah .1%) pada tahun 2001. Penyebab Inflasi Secara Umum (1) Cost – Rust Inflation (CP) CPI adalah faktor penyebab inflasi dari sisi penawaran. misalnya oleh moneter perbankan dalam bentuk ekspansi kredit atau penurunan suku bunga pinjaman dan deposito. Selain biaya produksi lainnya. tarif listrik) Output Gap (Perbedaan output potensial dan aktual) d. Peningkatan permintaan agregat domestik bisa disebabkan oleh berbagai faktor. harga barang LN) Administrasi Goods (naiknya harga BBM. (2) Kebijakan pemerintah di bidang harga dan pendapatan Kebijakan pemerintah dalam tahun 2001 menaikkan harga barang dan jasa seperti BBM.

namun harga hanya turun (deflasi) sebesar 0. 2001).. bulan Juli menguat 21. (4) Tingginya ekspektasi inflasi masyarakat Tingginya inflasi IHK tidak lepas dari pengaruh ekspektasi inflasi oleh produsen dan pedagang serta konsumen. Sedangkan ekspektasi para konsumen terutama dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan harga barang-barang yang dikendalikan pemerintah dan ekspektasi nilai tukar rupiah. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Demonstrasi disikapi dengan represif oleh aparat.24%. Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.2010 Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Inflasi dari tahun 1998 . Melakukan Sterilisasi Valuta Asing BI melakukan kebijakan pembatasan transaksi rupiah oleh bukan penduduk. Menyerap kelebihan likuiditas Untuk meredam melemahnya nilai tukar rupiah terhadap inflasi BI berupa menyerap kelebihan likuiditas melalui instrumen operasi pasar terbuka. 2.· Perilaku harga cenderung sulit untuk turun apabila nilai tukar rupiah menguat. Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. KEBIJAKAN/ TINDAKAN MENGENDALIKAN INFLASI Bank Indonesia telah menempuh berbagai upaya untuk mencapai sasaran inflasi : 1. (Laporan Bank Indonesia Tahun. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri.000.35%. IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya. Pada tanggal 2 Mei Mahasiswa di Medan.per dolar AS. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. 3.0%. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.0%. Mengurangi ekspektasi inflasi yang tinggi BI menetapkan sasaran inflasi yang rendah pada awal tahun. Pada . Tahun 1998 Krisis ekonomi terjadi pada 22 Januari 1998 Rupiah tembus 17. seperti pada bulan Agustus menguat 4. Tingginya ekspektasi inflasi pada produsen dan pedagang sepanjang tahun 2001 terutama dipengaruhi oleh tingginya inflasi tahun 2000 yang mencapai 9.

94 persen. Dalam periode yang sama.700 per dolar AS.60% PDB -13. Nilai tukar rupiah menguat dan relatif stabil. terutama disebabkan dengan beberapa hari raya.0 persen dan suku bunga deposito menurun dari rata-rata 36. serta kondisi perekonomian internasional yang membaik telah memberikan peluang bagi pemulihan kestabilan nilai rupiah dan perbaikan aktivitas ekonomi nasional. yaitu dari rata-rata Rp 8.025 per US$ pada tahun 1998 menjadi sekitar Rp 7. disusul tiga hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal." kata Kepala BPS Soedarti Surbakti seperti dilaporkan Antara di Jakarta. sehingga laju inflasi selama tahun 2000 mencapai 9. antara lain berkat terkendalinya jumlah uang beredar. Sedangkan laju inflasi tahun anggaran (April-Desember) 2000 sendiri mencapai sebesar 8. dengan fluktuasi yang lebih rendah daripada tahun sebelumnya. Rabu (3/1).35 persen. perkembangan sosial politik di dalam negeri yang relatif kondusif. Jakarta .73% (padahal Nov cuma 0. "Selama Desember 2000 secara umum harga berbagai jenis barang dan jasa menunjukkan kenaikan. Jakarta:Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Desember 2000.13% Deposito 3 Bulan 40% Cadangan Devisa US$ 22 miliar Ekspor -13% Impor -30% Tahun 1999 Selama tahun 1999 proses stabilisasi ekonomi Indonesia berjalan cukup mantap setelah mengalami krisis ekonomi yang berat sejak pertengahan tahun 1997.500 per dolar AS. Kondisi moneter yang semakin stabil. Tahun 2000 Selama Tahun 2000 Inflasi Mencapai 9.33 persen. maka secara kumulatif.2 persen.tanggal 4 Mei Harga BBM melonjak tajam hingga 71%. Pergerakan rupiah yang sedemikian cepat membuat kita mau tak mau menoleh ke masa krisis moneter tahun 1998 silam.809 per US$ pada tahun 1999.25%).Nilai tukar rupiah terus melemah dan sudah menembus 11.1%. inflasi menurun tajam dari 77. . 1998:       Inflasi 77. Karena bulan Desember 1999 inflasi melejit tinggi jadi 1. inflasi mencapai 1.8 persen menjadi 24. jauh di atas asumsi APBNP 2008 yang sebesar 9. sepanjang tahun 1999 nilai inflasi (dari BPS) adalah 2.35 Persen TEMPO Interaktif.6 persen menjadi hanya 2.

Tahun 2002 Nilai konsumsi bulan Desember 2002 meningkat sebesar 9.13 persen. jika mengacu pada APBN Tambahan dan Perubahan (TP) maka inflasi 2001 menggunakan asumsi 9. menurut catatan BPS.94 persen.9 persen. Hal ini disampaikan Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Statistik Ekonomi Slamet Mukeno kepada wartawan di Jakarta.55 persen. Inflasi double digit (melebihi 10 persen) sesungguhnya sudah diperkirakan banyak pihak.06 persen setelah pada Desember lalu angka inflasi hanya 0.01 persen. Tahun 2001 Laju Inflasi 2001 Mencapai 12. Bahkan.Besarnya laju inflasi tahun 2000 ini lebih tinggi dibanding tahun 1999 yang hanya mencapai 2.03%.55 Persen JAKARTA . Selama Desember. analis. yaitu dari Rp 2. beberapa jenis barang dan jasa yang naik.269. Direktur Statistik Pertanian Choiril Maksum. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2. maupun pemerintah sendiri.233. terjadi karena kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa.69 persen dibanidngkan dengan nilali konsumsi bulan Desember 2001. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan pada periode sebelumnya. Tahun 2003 Inflasi tahun 2003 yang didasarkan pada perhitungan Indeks Harga Konsumen di 43 kota di Indonesia mencapai 5. umbi-umbian dna hsilhasilnya diikuti dengan pengeluaran untuk perumahan dimana 23.Desember) sebesar 12. Jenis barang / jasa yang mempunyai nilai konsumsi tertinggi di Kabupaten Sidoarjo adalah bahan makanan khususnya untuk kelompok padi-padian. diikuti kelompok sandang (1. minuman. Total laju inflasi pada tahun 2002 sebesar 10. Namun beberapa indikator lainnya msih belum sepenuhnya pulih. Ia didampingi Direktur Statistik Keuangan dan Harga Ali Rosidi. Jumat (1/2).709.106.20 persen dikeluarkan untuk biaya tempat tinggal. rokok. serta Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa Rusman Heriawan.63 persen. Inflasi bulan Desember 2003.06 yang merupakan angka terendah dalam empat tahun terakhir menunjukkan kestabilan harga selama tahun 2003 terpelihara dengan baik. makanan jadi. .Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi sepanjang 2001 (Januari .67 persen). Laju inflasi tersebut melebihi perkiraan realisasi APBN 2001 yang pada awal Desember dirilis 11. baik dari kalangan ekonom.71 menjadi Rp 2. Inflasi 5. tapi jauh lebih rendah dibanding tahun 1998 yang mencapai 77.Secara keseluruhan kondisi perekonomian Indonesia periode 2002 terus menunjukkan perbaikan.3 persen.69. kata Soedarti.

kelompok perumahan. air listrik. rekreasi dan olahraga 0. inflasi 2004 itu masih lebih rendah dari target inflasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan sebesar 7 persen. serta transportasi dan komunikasi (0. komunikasi dan jasa keuangan 0.03 persen).9 Persen TEMPO Interaktif.02 persen).56 persen). kelompok perumahan. Jakarta:Badan Pusat Statistik menyebutkan." kata Amanah di Jakarta hari ini.23 persen. minuman. gas dan bahan bakar 0. serta kelompok kesehatan 0. inflasi Indonesia pada 2005 di bawah 6 persen.02 persen. Tahun 2004 Inflasi Januari-Desember 2004 Capai 6. dan olahraga (0. kelompok pendidikan. pendidikan.58 persen.04 persen. listrik. minuman. minuman.04 persen. dan bahan bakar 0.92 persen). . rekreasi.16 persen. kelompok sandang 0.92 persen. kelompok bahan makanan memberikan andil atau sumbangan inflasi sebesar 0.4 persen. gas.37 persen. kelompok makanan jadi. rekreasi.04 persen). komunikasi dan jasa keuangan 0.58 persen.04 persen. transportasi dan komunikasi (0. Dari sisi sumbangan terhadap tingkat inflasi. sandang (0.36 persen.73 persen.4 Persen TEMPO Interaktif.5 persen). rokok.01 persen. perumahan (0. rokok dan tembakau 0. Tahun 2005 ADB: Inflasi Indonesia 2005 Sebesar 5. air. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum. pendidikan. kelompok sandang 0. Adapun kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi 0.26 persen). kelompok makanan jadi. dan tembakau (1.06 persen adalah sumbangan kelompok perumahan sebesar 2 persen. kesehatan (0.04 persen serta kelompok transpor. kelompok transpor. rokok dan tembakau 0.dan tembakau (1. serta kesehatan (0. yaitu bahan makanan naik sebesar 2.28 persen).35 persen). Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok-kelompok barang dan jasa. 2004 Sedangkan laju inflasi selama periode Januari-Desember 2004 dibandingkan dengan inflasi pada periode yang sama tahun lalu (year on year) mencapai 6.18 persen). Sedangkan kelompok makanan jadi. kelompok kesehatan 0. olahraga (0.89 persen. Inflasi sebesar 5. Jakarta:Ekonom Asian Development Bank (ADB) Amanah Abdul Kadir optimistis.9 persen. "ADB memperkirakan inflasi tahun ini mencapai 5. inflasi pada Desember mencapai 1.

plus atau minus satu persen.12 persen ke angka bulanan. Tapi seharusnya pemerintah menggunakan asumsi harga minyak US$ 41 per barel dan nilai tukar sebesar Rp 9.3 persen.6 persen pada tahun 2006 Jakarta .000 per dolar AS.Perkiraan inflasi ADB ini jauh berbeda dengan asumsi inflasi pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (RAPBN-P). akan segera stabil karena negara-negara pengkonsumsi minyak seperti Amerika Serikat dan Cina akan mengendalikan pembelian minyak agar tidak terjadi kepanikan.21 persen dengan kelompok bahan makanan memberikan kontribusi data inflasi tertinggi 3. pemerintah Indonesia juga akan menyesuaikan diri. Tahun 2006 Inflasi Indonesia terjun menjadi 6. cara untuk mengatasi inflasi adalah dengan memperbaiki infrastruktur serta mengurangi biaya ekonomi tinggi. Sedangkan perubahan pada 2005 lebih kecil dari kenaikan harga minyak pada 2004. Dia menambahkan. ADB yakin keadaan pasar internasional. Inflasi pada bulan Desember 2006 mencapai 1. Indonesia tidak pernah memakai patokan yang benar-benar sama dengan keadaan pasar (harga minyak dunia saat itu. Patokan harga minyak yang digunakan oleh pemerintah dalam APBN-P 2005 sudah cukup realistis. sehingga pengaruhnya terhadap perubahan harga akan lebih kecil. . "Lebih baik kalau di dalam APBN pemerintah memang memperkirakan harga lebih rendah. Selain itu. Menurut Amanah. memperkirakan konsumsi minyak. Disisi lain. ANTARA News / Asia Pulse Inflasi Indonesia pada tahun 2006 jatuh ke 6. ADB optimistis karena kenaikan harga minyak dunia tidak terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya. karena pemerintah yakin keadaan akan berubah dengan cepat.60 persen dari tahun sebelumnya. Selasa. Baik pemerintah dan Bank Indonesia (bank sentral) telah memproyeksikan tingkat inflasi tahun 2006 menjadi sekitar delapan persen ." katanya. Menurut Amanah. Biro Pusat Statistik (BPS) mengatakan. Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta. kenaikan harga minyak di dunia terjadi karena kekagetan pasar internasional. serta tidak bersikap reaktif terhadap kenaikan harga minyak dunia." ujarnya. "Inflasi itu kan perubahan harga tahun ini dibandingkan dengan 2003. Pemerintah menetapkan inflasi tahun ini sebesar 7. khususnya harga minyak.

sebanyak 27 mengalami deflasi.84% dan terendah di Pekanbaru dan Banjarmasih 0.76 persen dan inflasi terendah di Pangkal Pinang 0. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distrubusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ali Rosidi dalam jumpa pers. makanan jadi.03 persen. Khusus bulan Desember 2009. Rabu (2/1/2008). di Gedung BPS. Di seluruh 45 kota terjadi inflasi." ujarnya Untuk inflasi kalender Januari-Desember 2007 tercatat sebesar 6. air.33% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117.47 persen. Jakarta. Ali Rosidi dalam konferensi pers di kantornya.04%.03%.06% Jakarta . . terdapat 18 kota mengalami deflasi dan 42 kota mengalami inflasi. Angka ini berarti sesuai perkiraan banyak pihak yang mengatakan inflasi 2009 akan berada di bawah 3%. Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik. Dari 66 kota. Deflasi tertinggi di Ambon 1.03. "Inflasi tertinggi di Banda Aceh 3.Tahun 2007 Jakarta .Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi sepanjang tahun 2009 mencapai 2. (ddn/ir) Tahun 2008 BPS: Inflasi 2008 Capai 11. Inflasi ditopang oleh kenaikan harga bahan makanan 2. komunikasi dan jasa keuangan 2. Jalan Sutomo.57%. Jalan DR Sutomo. Dari 66 kota.74%. gas dan bahan bakar 0.78%. perumahan. minuman rokok 0. Sementara harga bahan makanan naik 0.29 persen. Laju inflasi komponen inti sebesar 0.63 persen. Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik. laju inflasi sebesar 0.10 persen berkat adanya kenaikan berbagai komoditas.59 persen.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada tahun 2008 mencapai 11. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan pada penurunan indeks kelompok transportasi. listrik.91 persen. Senin (5/1/2009).Inflasi Desember melambung menjadi 1.06%.8 persen sedangkan tahunannya sebesar 6.78% JAKARTA .28%. Dan inflasi year on year sebesar 4. Khusus untuk Desember terjadi deflasi 0. Jakarta. Tahun 2009 BPS : laju inflasi 2009 capai 2.

23%." ujarnya. dan tembakau yang mengalami kenaikan 0. kenaikan harga pangan di 2010 juga dialami cabai yang mencapai 80% sejak awal tahun.29%. serta minyak goreng (0.36%. Dengan inflasi tahun 2010 mencapai 6. cabai merah (0.22%). "Tren kenaikan harga bahan pangan yang berlanjut di Desember ini cukup signifikan melonjakkan inflasi. cabai rawit (0. Menyusul di posisi lima besar yakni cabai merah (0. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers BPS tahun 2010 di Jakarta. Dari 11 subkelompok dalam bahan pangan. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 3.24%).21%) dan bahan makanan lain (0. Sementara itu. kembali terjadi inflasi sebesar 0. Deflasi terjadi di 18 kota. beras juga menjadi komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan kontribusi 1. laju inflasi inti (di luar volatile foods) masih berhasil dipertahankan di 4. yakni daging dan hasilhasilnya (1. utamanya beras dan cabai. Selain beras. ujar Rusman.96 Persen JAKARTA--MICOM: Badan Pusat Statistik melaporkan.33%. Senin (4/1/10). Sementara 9 subkelompok lainnya mengalami inflasi.05%). dan nasi dengan lauk (0.96%.07%). emas dan perhiasan (0.12%). Menyusul kemudian di posisi lima besar kenaikan tarif dasar listrik (awal April) sebesar 0. yang masih sulit dikendalikan. pihaknya dapat memahami adanya usulan pemerintah untuk menghilangkan cabai dari komponen pembentuk inflasi. target inflasi Bank Indonesia 5 plus minus satu persen dipastikan terlampaui. tertinggi terjadi di Maumere. pos bahan makanan bergejolak masih menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kontribusi 2. Tahun 2010 BPS: Inflasi 2010 Capai 6.6% dan Desember 2009 yang 0.28%.96%.3% juga terlampaui. Atas hal itu. terutama minuman.25%). rokok.81%. dari tujuh kelompok pengeluaran. Ini di luar sumbangan inflasi dari komponen harga diatur pemerintah dan komoditas bergejolak. Sedangkan terendah di Palembang sebesar 0.92% akibat tren kenaikan harga sejumlah komoditas. emas perhiasan (0. secara kelompok penyumbang.03 %. bawang merah (0. Inflasi tertinggi pada Desember dialami beras dengan sumbangan 0. Adapun selama akumulatif 12 bulan sepanjang 2010.27%). Inflasi Desember juga lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2010 yang 0.32%).93%. laju inflasi tahun 2010 hampir menembus 7%. yakni sebesar 6. hanya 2 yang mengalami deflasi." ungkap Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta."Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada makanan jadi. Pada Desember. .11%). Senin (3/1). pada Desember. Asumsi inflasi dalam APBN 2010 sebesar 5.4 %. Rusman melanjutkan. Nusa Tenggara Timur.

Daftar Inflasi dari 1998-2010 Tahun Pencapaian Inflasi 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 77.9 % 6.3% 12.59% 11.96% .5% 10.6% 2.6 % 6.BAB III Penutup Kesimpulan Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997. yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur.03% 5.4 % 5.06% 6.78% 6.0% 9.06% 2. sementara ini telahberlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi. Inflasi merupakan salah satu penyebab terjadinya ketidakstabilan moneter Karena dapat mempengaruhi arus uang dan arus yang bereda.

detik.id/get-file-server/node/6305/ http://finance.Daftar Pustaka www.com/read/2009/01/05/133318/1063184/4/bps-inflasi-2008-capai-1106 http://www.go.pdf id.wikipedia.mediaindonesia..org/wiki/Sejarah_Indonesia www.detikfinance./bempvol1no4mar.com/read/2011/01/03/192693/4/2/BPS-Inflasi-2010-Capai-696Persen .com/2008/04/20/inflasi-sebagai-sebab-terjadinnya-ketidak-stabilanmoneter/ http://www.bi.id/NR/rdonlyres/427EA160.wordpress..go.com/read/2008/10/28/102657/1027027/4/ekonomi-ri-2008-vs-1998 http://majidbsz.bappenas.