BAB I Pendahuluan Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, sementara ini telahberlangsung hampir

dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi, yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Memang krisis ini tidak seluruhnya disebabkan karena terjadinya krisis moneter saja, karena sebagian diperberat oleh berbagai musibah nasional yang datang secara bertubi-tubi di tengah kesulitan ekonomi seperti kegagalan panen padi di banyak tempat karena musim kering yang panjang dan terparah selama 50 tahun terakhir, hama, kebakaran hutan secara besar-besaran di Kalimantan dan peristiwa kerusuhan yang melanda banyak kota pada pertengahan Mei 1998 lalu dan kelanjutannya. Krisis moneter ini terjadi, meskipun fundamental ekonomi Indonesia di masa lalu dipandang cukup kuat dan disanjung-sanjung oleh Bank Dunia (lihat World Bank: Bab 2 dan Hollinger). Yang dimaksud dengan fundamental ekonomi yang kuat adalah pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, laju inflasi terkendali, tingkat pengangguran relatif rendah, neraca pembayaran secara keseluruhan masih surplus meskipun defisit neraca berjalan cenderung membesar namun jumlahnya masih terkendali, cadangan devisa masih cukup besar, realisasi anggaran pemerintah masih menunjukkan sedikit surplus. Namun di balik ini terdapat beberapa kelemahan struktural seperti peraturan perdagangan domestik yang kaku dan berlarut-larut, monopoli impor yang menyebabkan kegiatan ekonomi tidak efisien dan kompetitif. Pada saat yang bersamaan kurangnya transparansi dan kurangnya data menimbulkan ketidak pastian sehingga masuk dana luar negeri dalam jumlah besar melalui sistim perbankan yang lemah. Sektor swasta banyak meminjam dana dari luar negeri yang sebagian besar tidak di hedge.

H. Laju inflasi selama periode 1997 – 2002 sebagai berikut : 11. misalnya Malaysia: 3.6% (1998). T. 1999 – 2002) b.1% (1997). 9. 1995). Ini berarti bahwa laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak harus dengan laju inflasi yang tinggi pula. Suseno Triyanto. Kondisi moneter yang stabil menyeabkan tingkat inflasi IHK selama tahun 2002 cenderung menurun hingga 10. 1996). (2) makanan jadi.2% (1995). Sedang Indeks Harga Konsumen IHK meliputi 115 – 150 jenis barang dan jasa (Widodo.6% (1993).03%. (Laporan Tahunan BI. 3. (4) transportasi dan komunikasi. Angka ini tertinggi di antara negara-negara ASEAN.0% (1999). terdiri dari : (1) bahan makanan.2% (1994). minuman dan rokok.3% (2000). Dr. 2. a.6% (1995). Inflasi di Malaysia. seperti halnya yang dialami Indonesia (Tulus.. walaupun anggaran domestik dari APBN merupakan arus inflasioner yang besar (Oppusunggu. (5) pendidikan rekreasi dan olah raga.0%. 77. Sejak April 1989 angka inflasi dihitung berdasarkan perubahan IHK umum gabungan dari 27 kota-kota besar (sesuai jumlah propensi) di seluruh Idoensia. (7) kesehatan. 12. Meningkatnya tekanan haarga terutama berasal dari sisi penawaran sebagai akibat depresiasi rupiah yang sangat tajam pada tahun 1997/1998. tingkat inflasi rata-rata per tahun di Indonesia mulai tinggi lagi walaupun beelum pernah mencapai sampaid I atas 10. 3.9%.7% (1994). .5% (2001) dan turun 10. tiga tahun terakhir laju inflasi : 9. Hg. Laju inflasi selama tahun 1998/1999 mencapai 45. 8. 1985). (6) perumahan. Selama periode 1993 – 1995 laju inflasi sebagai berikut : 9. inflasi memasuki alam baru akibat langkah-langkah positif yang diambil pemerintah untuk mengatasinya. Pada masa orde baru.8% (1993). HMT. Cara Menghitung Tingkat Inflasi Sejak April 1979 angka inflasi dihitung oleh Biro Pusat Statistik (BPS) berdasarkan perubahan Indek Harga Konsumen (umum) gabungan 17 kota-kota besar di seluruh Indonesia. Sebelum itu inflasi dihitung berdasarkan Indek Biaya Hidup (umum) kota Jakarta yang meliputi 62 jenis barang dan jasa. 1997/1998. Perkembangan Inflasi di Indonesia Perkembangan yang berulang menimpa perekonomian kita mencapai puncaknya dengan “tiga angka” pada masa 100 Menteri dan memberikan gambaran klasik dengan berlakunya teori kuantitas uang. Singapura dan Thailand relatif rendah dan merupakan negara-negara di ASEAN yang memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sejak akhir tahun 1980-an.BAB II PEMBAHASAN Inflasi merupakan salah satu penyebab terjadinya ketidakstabilan moneter Karena dapat mempengaruhi arus uang dan arus yang bereda. Jenis bararng dan jasa yang diliput dewasa ini sekitar 400 item. Tambunan.0% (2002). (3) sandang. Untuk lebih lengkapnya akan dibahas secara rinci dibawah ini. Defisit APBN yang dulunya merupakan sumber utama kenaikan uang dalam peredaran dapat dialihkan menjadi surplus.

sedangkan jumlah barang di pasar sedikit.c. Menurut teori moneter ekses permintaan ini disebabkan terlalu banyaknya uang beredar (M1) di masyarakat. Indikatornya : masih rendahnya kapasitas terpakai sektor industri pengolahan (39% – 51%) dan menurunnya produksi tanaman bahan makanan (sumbangan pada PDB berkurang 1. (3) Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Pengaruh kuat depresiasi nilai tukar rupiah diketahui dari hasik penelitian bank Indonesia. listrik. Peningkatan permintaan agregat domestik bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab Inflasi Secara Umum (1) Cost – Rust Inflation (CP) CPI adalah faktor penyebab inflasi dari sisi penawaran. Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi (1) Meningkatnya Kegiatan Ekonomi Meningkatnya kegiatan ekonomi mendorong peningkatan permintaan agregatyang tidak diimbangi dengan meningkatnya penawran agregat karena adanya kendala struktural perekonmian. air miinum dan rokok serta menaikkan upah minimum tenaga kerja swasta dan gaji pegawai negeri diperkirakan memberikan tambahan inflasi IHK sebesar 3. misalnya kenaikan UMR di semua propinsi. Sebab lain terjadinya inflasi : a) b) c) d) Imported Inflation (depresiasi Rp…. (2) Kebijakan pemerintah di bidang harga dan pendapatan Kebijakan pemerintah dalam tahun 2001 menaikkan harga barang dan jasa seperti BBM. Selain biaya produksi lainnya.1%) pada tahun 2001. antara lain : · Perilaku harga cenderung mudah meningkat karena pengaruh melemahnya nilai tukar rupiah . ongkos tenaga kerja juga sering menjadi salah satu penyebab utama CPI. tarif listrik) Output Gap (Perbedaan output potensial dan aktual) d. misalnya oleh moneter perbankan dalam bentuk ekspansi kredit atau penurunan suku bunga pinjaman dan deposito. (2) Demand – Pull Inflation (DPL) DPI adalah faktor penyebab inflasi dari sisi permintaan.83%. harga barang LN) Administrasi Goods (naiknya harga BBM.

seperti pada bulan Agustus menguat 4. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. 2.0%. KEBIJAKAN/ TINDAKAN MENGENDALIKAN INFLASI Bank Indonesia telah menempuh berbagai upaya untuk mencapai sasaran inflasi : 1. Inflasi dari tahun 1998 . Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran.000. Tahun 1998 Krisis ekonomi terjadi pada 22 Januari 1998 Rupiah tembus 17.24%. Menyerap kelebihan likuiditas Untuk meredam melemahnya nilai tukar rupiah terhadap inflasi BI berupa menyerap kelebihan likuiditas melalui instrumen operasi pasar terbuka. bulan Juli menguat 21. Tingginya ekspektasi inflasi pada produsen dan pedagang sepanjang tahun 2001 terutama dipengaruhi oleh tingginya inflasi tahun 2000 yang mencapai 9. namun harga hanya turun (deflasi) sebesar 0. Melakukan Sterilisasi Valuta Asing BI melakukan kebijakan pembatasan transaksi rupiah oleh bukan penduduk. Demonstrasi disikapi dengan represif oleh aparat. Pada tanggal 2 Mei Mahasiswa di Medan. Pada .35%. IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya. 2001). Di beberapa kampus terjadi bentrokan.· Perilaku harga cenderung sulit untuk turun apabila nilai tukar rupiah menguat. Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. 3. (Laporan Bank Indonesia Tahun. (4) Tingginya ekspektasi inflasi masyarakat Tingginya inflasi IHK tidak lepas dari pengaruh ekspektasi inflasi oleh produsen dan pedagang serta konsumen..2010 Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan ekspektasi para konsumen terutama dipengaruhi oleh ekspektasi kenaikan harga barang-barang yang dikendalikan pemerintah dan ekspektasi nilai tukar rupiah. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Mengurangi ekspektasi inflasi yang tinggi BI menetapkan sasaran inflasi yang rendah pada awal tahun.per dolar AS.0%.

Jakarta:Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat selama Desember 2000.700 per dolar AS. disusul tiga hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.809 per US$ pada tahun 1999. 1998:       Inflasi 77.tanggal 4 Mei Harga BBM melonjak tajam hingga 71%.Nilai tukar rupiah terus melemah dan sudah menembus 11. Pergerakan rupiah yang sedemikian cepat membuat kita mau tak mau menoleh ke masa krisis moneter tahun 1998 silam.2 persen.35 Persen TEMPO Interaktif.94 persen.13% Deposito 3 Bulan 40% Cadangan Devisa US$ 22 miliar Ekspor -13% Impor -30% Tahun 1999 Selama tahun 1999 proses stabilisasi ekonomi Indonesia berjalan cukup mantap setelah mengalami krisis ekonomi yang berat sejak pertengahan tahun 1997. terutama disebabkan dengan beberapa hari raya. sehingga laju inflasi selama tahun 2000 mencapai 9. antara lain berkat terkendalinya jumlah uang beredar. Tahun 2000 Selama Tahun 2000 Inflasi Mencapai 9. yaitu dari rata-rata Rp 8." kata Kepala BPS Soedarti Surbakti seperti dilaporkan Antara di Jakarta. Kondisi moneter yang semakin stabil. inflasi menurun tajam dari 77. sepanjang tahun 1999 nilai inflasi (dari BPS) adalah 2. inflasi mencapai 1. . Rabu (3/1).1%.500 per dolar AS. Jakarta .8 persen menjadi 24. "Selama Desember 2000 secara umum harga berbagai jenis barang dan jasa menunjukkan kenaikan.6 persen menjadi hanya 2. perkembangan sosial politik di dalam negeri yang relatif kondusif. Sedangkan laju inflasi tahun anggaran (April-Desember) 2000 sendiri mencapai sebesar 8. jauh di atas asumsi APBNP 2008 yang sebesar 9. Nilai tukar rupiah menguat dan relatif stabil.33 persen.25%).0 persen dan suku bunga deposito menurun dari rata-rata 36.73% (padahal Nov cuma 0. dengan fluktuasi yang lebih rendah daripada tahun sebelumnya.025 per US$ pada tahun 1998 menjadi sekitar Rp 7.60% PDB -13. maka secara kumulatif.35 persen. Dalam periode yang sama. Karena bulan Desember 1999 inflasi melejit tinggi jadi 1. serta kondisi perekonomian internasional yang membaik telah memberikan peluang bagi pemulihan kestabilan nilai rupiah dan perbaikan aktivitas ekonomi nasional.

Selama Desember. Tahun 2001 Laju Inflasi 2001 Mencapai 12. Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2. Laju inflasi tersebut melebihi perkiraan realisasi APBN 2001 yang pada awal Desember dirilis 11. Hal ini disampaikan Deputi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bidang Statistik Ekonomi Slamet Mukeno kepada wartawan di Jakarta.Desember) sebesar 12.63 persen. Ia didampingi Direktur Statistik Keuangan dan Harga Ali Rosidi. Jenis barang / jasa yang mempunyai nilai konsumsi tertinggi di Kabupaten Sidoarjo adalah bahan makanan khususnya untuk kelompok padi-padian.269. jika mengacu pada APBN Tambahan dan Perubahan (TP) maka inflasi 2001 menggunakan asumsi 9. Jumat (1/2). yaitu dari Rp 2. Tahun 2003 Inflasi tahun 2003 yang didasarkan pada perhitungan Indeks Harga Konsumen di 43 kota di Indonesia mencapai 5.06 persen setelah pada Desember lalu angka inflasi hanya 0. Bahkan. maupun pemerintah sendiri. diikuti kelompok sandang (1. .94 persen. Direktur Statistik Pertanian Choiril Maksum. rokok. beberapa jenis barang dan jasa yang naik. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan pada periode sebelumnya.67 persen).55 persen. kata Soedarti.06 yang merupakan angka terendah dalam empat tahun terakhir menunjukkan kestabilan harga selama tahun 2003 terpelihara dengan baik. Namun beberapa indikator lainnya msih belum sepenuhnya pulih.13 persen. serta Direktur Statistik Perdagangan dan Jasa Rusman Heriawan. Inflasi double digit (melebihi 10 persen) sesungguhnya sudah diperkirakan banyak pihak.69 persen dibanidngkan dengan nilali konsumsi bulan Desember 2001.233.106.69. makanan jadi.3 persen.20 persen dikeluarkan untuk biaya tempat tinggal.01 persen.9 persen. menurut catatan BPS. baik dari kalangan ekonom.Besarnya laju inflasi tahun 2000 ini lebih tinggi dibanding tahun 1999 yang hanya mencapai 2.Secara keseluruhan kondisi perekonomian Indonesia periode 2002 terus menunjukkan perbaikan. analis.71 menjadi Rp 2. Total laju inflasi pada tahun 2002 sebesar 10. Inflasi bulan Desember 2003. minuman.Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi sepanjang 2001 (Januari . umbi-umbian dna hsilhasilnya diikuti dengan pengeluaran untuk perumahan dimana 23. Tahun 2002 Nilai konsumsi bulan Desember 2002 meningkat sebesar 9. Inflasi 5. terjadi karena kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa.03%.709. tapi jauh lebih rendah dibanding tahun 1998 yang mencapai 77.55 Persen JAKARTA .

92 persen).06 persen adalah sumbangan kelompok perumahan sebesar 2 persen.01 persen. Tahun 2005 ADB: Inflasi Indonesia 2005 Sebesar 5.5 persen). kelompok bahan makanan memberikan andil atau sumbangan inflasi sebesar 0. komunikasi dan jasa keuangan 0. dan olahraga (0. Sedangkan kelompok makanan jadi. serta kelompok kesehatan 0.23 persen. rokok dan tembakau 0.18 persen). gas dan bahan bakar 0. transportasi dan komunikasi (0.04 persen serta kelompok transpor.26 persen). perumahan (0. inflasi 2004 itu masih lebih rendah dari target inflasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan sebesar 7 persen. Adapun kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi 0. rokok dan tembakau 0. dan tembakau (1. kelompok makanan jadi." kata Amanah di Jakarta hari ini. kelompok kesehatan 0.4 Persen TEMPO Interaktif. kelompok perumahan. kelompok makanan jadi. kelompok transpor. pendidikan.36 persen. rekreasi dan olahraga 0.04 persen. dan bahan bakar 0. kelompok sandang 0.04 persen. inflasi pada Desember mencapai 1. minuman. Tahun 2004 Inflasi Januari-Desember 2004 Capai 6. .02 persen). kelompok perumahan.56 persen). komunikasi dan jasa keuangan 0. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga pada semua kelompok-kelompok barang dan jasa. rekreasi. Dari sisi sumbangan terhadap tingkat inflasi. Jakarta:Ekonom Asian Development Bank (ADB) Amanah Abdul Kadir optimistis.92 persen.73 persen.37 persen. Inflasi sebesar 5. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum. minuman. listrik. Jakarta:Badan Pusat Statistik menyebutkan.89 persen.35 persen). rokok. minuman. kelompok pendidikan. "ADB memperkirakan inflasi tahun ini mencapai 5.04 persen). serta transportasi dan komunikasi (0. inflasi Indonesia pada 2005 di bawah 6 persen. pendidikan.9 persen. olahraga (0.28 persen).02 persen. air listrik. serta kesehatan (0. gas. air.58 persen. yaitu bahan makanan naik sebesar 2. rekreasi.04 persen. sandang (0. kesehatan (0. kelompok sandang 0.58 persen.9 Persen TEMPO Interaktif.16 persen.4 persen.dan tembakau (1. 2004 Sedangkan laju inflasi selama periode Januari-Desember 2004 dibandingkan dengan inflasi pada periode yang sama tahun lalu (year on year) mencapai 6.03 persen).

Indonesia tidak pernah memakai patokan yang benar-benar sama dengan keadaan pasar (harga minyak dunia saat itu. Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta.000 per dolar AS. "Inflasi itu kan perubahan harga tahun ini dibandingkan dengan 2003. akan segera stabil karena negara-negara pengkonsumsi minyak seperti Amerika Serikat dan Cina akan mengendalikan pembelian minyak agar tidak terjadi kepanikan. serta tidak bersikap reaktif terhadap kenaikan harga minyak dunia.plus atau minus satu persen. karena pemerintah yakin keadaan akan berubah dengan cepat. Selain itu." katanya. Dia menambahkan. Patokan harga minyak yang digunakan oleh pemerintah dalam APBN-P 2005 sudah cukup realistis. "Lebih baik kalau di dalam APBN pemerintah memang memperkirakan harga lebih rendah.60 persen dari tahun sebelumnya. Menurut Amanah. cara untuk mengatasi inflasi adalah dengan memperbaiki infrastruktur serta mengurangi biaya ekonomi tinggi. Biro Pusat Statistik (BPS) mengatakan. . khususnya harga minyak. Selasa. Baik pemerintah dan Bank Indonesia (bank sentral) telah memproyeksikan tingkat inflasi tahun 2006 menjadi sekitar delapan persen . Pemerintah menetapkan inflasi tahun ini sebesar 7. kenaikan harga minyak di dunia terjadi karena kekagetan pasar internasional.21 persen dengan kelompok bahan makanan memberikan kontribusi data inflasi tertinggi 3. Inflasi pada bulan Desember 2006 mencapai 1. memperkirakan konsumsi minyak. ANTARA News / Asia Pulse Inflasi Indonesia pada tahun 2006 jatuh ke 6. ADB optimistis karena kenaikan harga minyak dunia tidak terlalu tinggi dibanding tahun sebelumnya.3 persen. ADB yakin keadaan pasar internasional. Disisi lain. Menurut Amanah. Tahun 2006 Inflasi Indonesia terjun menjadi 6.Perkiraan inflasi ADB ini jauh berbeda dengan asumsi inflasi pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Negara Perubahan (RAPBN-P). Sedangkan perubahan pada 2005 lebih kecil dari kenaikan harga minyak pada 2004." ujarnya. Tapi seharusnya pemerintah menggunakan asumsi harga minyak US$ 41 per barel dan nilai tukar sebesar Rp 9. sehingga pengaruhnya terhadap perubahan harga akan lebih kecil.12 persen ke angka bulanan.6 persen pada tahun 2006 Jakarta . pemerintah Indonesia juga akan menyesuaikan diri.

.Tahun 2007 Jakarta .06% Jakarta .63 persen.59 persen.57%. Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik.47 persen.8 persen sedangkan tahunannya sebesar 6.Inflasi Desember melambung menjadi 1. air. makanan jadi. Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Statistik Distrubusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Ali Rosidi dalam jumpa pers. komunikasi dan jasa keuangan 2. Jalan DR Sutomo.76 persen dan inflasi terendah di Pangkal Pinang 0. Dan inflasi year on year sebesar 4.78%. Senin (5/1/2009). Jalan Sutomo. Di seluruh 45 kota terjadi inflasi. terdapat 18 kota mengalami deflasi dan 42 kota mengalami inflasi.91 persen. laju inflasi sebesar 0. listrik.Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi sepanjang tahun 2009 mencapai 2. Khusus bulan Desember 2009.74%. "Inflasi tertinggi di Banda Aceh 3. Dari 66 kota.84% dan terendah di Pekanbaru dan Banjarmasih 0. Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan pada penurunan indeks kelompok transportasi. Jakarta. (ddn/ir) Tahun 2008 BPS: Inflasi 2008 Capai 11. Inflasi ditopang oleh kenaikan harga bahan makanan 2. Tahun 2009 BPS : laju inflasi 2009 capai 2.03 persen. Laju inflasi komponen inti sebesar 0. Jakarta. Angka ini berarti sesuai perkiraan banyak pihak yang mengatakan inflasi 2009 akan berada di bawah 3%. Dari 66 kota.03%.10 persen berkat adanya kenaikan berbagai komoditas. Rabu (2/1/2008)." ujarnya Untuk inflasi kalender Januari-Desember 2007 tercatat sebesar 6. Deflasi tertinggi di Ambon 1. perumahan.04%. di Gedung BPS. Demikian disampaikan Deputi Bidang Statistik. sebanyak 27 mengalami deflasi.78% JAKARTA .29 persen.03.33% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117. Ali Rosidi dalam konferensi pers di kantornya.28%.06%. Sementara harga bahan makanan naik 0. Khusus untuk Desember terjadi deflasi 0. gas dan bahan bakar 0. minuman rokok 0.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada tahun 2008 mencapai 11.

Senin (4/1/10).24%). dari tujuh kelompok pengeluaran. Inflasi Desember juga lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2010 yang 0. yakni daging dan hasilhasilnya (1. cabai merah (0. cabai rawit (0." ujarnya.05%).03 %. Ini di luar sumbangan inflasi dari komponen harga diatur pemerintah dan komoditas bergejolak. Inflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 3.23%. Asumsi inflasi dalam APBN 2010 sebesar 5. kenaikan harga pangan di 2010 juga dialami cabai yang mencapai 80% sejak awal tahun. . Nusa Tenggara Timur. emas dan perhiasan (0.6% dan Desember 2009 yang 0.96%. laju inflasi tahun 2010 hampir menembus 7%. kembali terjadi inflasi sebesar 0. Menyusul kemudian di posisi lima besar kenaikan tarif dasar listrik (awal April) sebesar 0.4 %. yang masih sulit dikendalikan.25%).28%. beras juga menjadi komoditas penyumbang inflasi tahunan terbesar dengan kontribusi 1. Dengan inflasi tahun 2010 mencapai 6. Dari 11 subkelompok dalam bahan pangan." ungkap Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta.21%) dan bahan makanan lain (0. bawang merah (0. hanya 2 yang mengalami deflasi.92% akibat tren kenaikan harga sejumlah komoditas.22%). dan tembakau yang mengalami kenaikan 0. Atas hal itu. utamanya beras dan cabai.33%. tertinggi terjadi di Maumere.96%.3% juga terlampaui.32%).93%. rokok.11%). Senin (3/1). yakni sebesar 6. Inflasi tertinggi pada Desember dialami beras dengan sumbangan 0.07%). Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers BPS tahun 2010 di Jakarta. Selain beras. Sedangkan terendah di Palembang sebesar 0.36%. Adapun selama akumulatif 12 bulan sepanjang 2010. Menyusul di posisi lima besar yakni cabai merah (0. Sementara itu.27%).81%. serta minyak goreng (0. pos bahan makanan bergejolak masih menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kontribusi 2. pihaknya dapat memahami adanya usulan pemerintah untuk menghilangkan cabai dari komponen pembentuk inflasi. Sementara 9 subkelompok lainnya mengalami inflasi. secara kelompok penyumbang. terutama minuman."Inflasi ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada makanan jadi. emas perhiasan (0. pada Desember.12%). Pada Desember. "Tren kenaikan harga bahan pangan yang berlanjut di Desember ini cukup signifikan melonjakkan inflasi.96 Persen JAKARTA--MICOM: Badan Pusat Statistik melaporkan. Deflasi terjadi di 18 kota. target inflasi Bank Indonesia 5 plus minus satu persen dipastikan terlampaui. dan nasi dengan lauk (0. Rusman melanjutkan.29%. laju inflasi inti (di luar volatile foods) masih berhasil dipertahankan di 4. ujar Rusman. Tahun 2010 BPS: Inflasi 2010 Capai 6.

06% 2.06% 6. Daftar Inflasi dari 1998-2010 Tahun Pencapaian Inflasi 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 77. sementara ini telahberlangsung hampir dua tahun dan telah berubah menjadi krisis ekonomi. Inflasi merupakan salah satu penyebab terjadinya ketidakstabilan moneter Karena dapat mempengaruhi arus uang dan arus yang bereda.9 % 6.6% 2.6 % 6. yakni lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur.78% 6.0% 9.BAB III Penutup Kesimpulan Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak awal Juli 1997.4 % 5.59% 11.3% 12.03% 5.5% 10.96% .

go.com/read/2009/01/05/133318/1063184/4/bps-inflasi-2008-capai-1106 http://www.wordpress.com/read/2011/01/03/192693/4/2/BPS-Inflasi-2010-Capai-696Persen .mediaindonesia.id/get-file-server/node/6305/ http://finance..com/read/2008/10/28/102657/1027027/4/ekonomi-ri-2008-vs-1998 http://majidbsz.go.bi./bempvol1no4mar.id/NR/rdonlyres/427EA160.com/2008/04/20/inflasi-sebagai-sebab-terjadinnya-ketidak-stabilanmoneter/ http://www.bappenas.wikipedia.detik.Daftar Pustaka www.pdf id.org/wiki/Sejarah_Indonesia www.detikfinance..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful