Anda di halaman 1dari 8

PRESENTASI KASUS DEMAM TYPHOID KEPANITERAAN FINAL KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK

STATUS PASIEN IDENTITAS PASIEN Nama : An. P Umur : 11 tahun 1 bulan Jenis kelamin : laki-laki Alamat : Jl. Kecipir No 8 Tejo Sari 24 B Agama : Islam Tanggal masuk RS : 18 April 2012 IDENTITAS ORANG TUA Nama Ayah : Tn. M Nama Ibu : Ny. H Umur : 34 tahun Umur : 30 tahun Pendidikan terakhir : SMP Pendidikan terakhir : SMP Pekerjaan : Karyawan Pekerjaan : Ibu rumah tangga ANAMNESIS Alloanamnesis dari ibu pasien tanggal 18 April 2012 Keluhan utama: Badan panas naik turun sejak 5 hari SMRS Keluhan tambahan : pusing, mual, muntah, nyeri perut RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG Pasien datang dengan keluhan badan panas sejak 5 hari SMRS. Menurut keluarga pasien, panas dirasakan naik-turun. Biasanya suhu tinggi pada sore hingga menjelang malam hari (suhu tidak diukur dengan termometer) dan sedikit berkurang pada pagi hari. Selama demam pasien tidak menggigil, tidak ada kejang, tidak keluar keringat malam. Panas badan tidak disertai dengan keluhan batuk pilek dan sesak nafas. Selain itu pasien juga mengeluhkan mual dan muntah.Muntah dirasakan hanya 1 kali, sekitar gelas, dan berisikan makanan yang dimakan. Keluhan muntah di rasakan sekitar 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan mual muntah ini membuat nafsu makan pasien berkurang, dan badan menjadi bertambah lemas.Keluhan mimisan dan gusi berdarah disangkal oleh pasien. Selama sakit BAB pasien mencret 3 hari sebelum masuk rumah sakit, frekuensi 3 kali, cair tanpa ampas, jumlah gelas, tidak bercampur lendir atau darah. BAK lancar, warna kuning, nyeri saat BAK tidak ada. Sebelum sakit pasien memiliki kebiasaan sering makan jajanan pinggir jalan dan disekolahnya. Riwayat Penyakit Dahulu Sebelumnya penderita tidak pernah menderita sakit seperti ini.

RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA Tidak ada teman - teman sekitar rumah dan keluarga yang sakit seperti ini RIWAYAT KEHAMILAN DAN PERSALINAN a. Antenatal care : Teratur f. Masa gestasi : Cukup bulan b. Tempat kelahiran : Rumah bidan g. Berat badan lahir : 2900 gram c. Ditolong oleh : Bidan h. Panjang badan lahir : 49 cm d. Cara persalinan : Spontan i. Sianosis : Tidak ada e. Penyakit kehamilan : Tidak ada j. Ikterus : Tidak ada Kesan : Neonatus cukup bulan dan sesuai masa kehamilan

Riwayat Makanan Umur : 0 - 4 bulan 4 - 6 bulan 6 - 12 bulan 1 2 tahun > 2 tahun Riwayat Imunisasi BCG DPT Polio Campak Hepatitis : : : : : 1 x, umur 2 bulan 3 x, umur 2 3 4 bulan 3 x, umur 2 3 4 bulan 1 x, umur 9 bulan 3 x, 0 2 6 bulan : : : : : ASI ASI + Bubur susu + Biskuit ASI + Nasi tim + Buah + Biskuit ASI + Nasi Tim + Buah + Biskuit Nasi biasa (Nasi + Lauk pauk)

RIWAYAT PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN Psikomotor - Tengkurap : 3 bulan - Berjalan : 11 bulan - Duduk : 5 bulan - Berlari : 12 bulan - Merangkak : 7 bulan - Berbicara : 24 bulan - Berdiri : 9 bulan Sekolah TK A : 5 tahun Sekolah TK B : 6 tahun Sekolah SD kelas 1 : 7 tahun Sekolah SD kelas 2 : 8 tahun Sekolah SD kelas 3 : 9 tahun Sekolah SD kelas 4 : 10 tahun Sekolah SD kelas 5 : 11 tahun Kesan : Pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia.

PEMERIKSAAN FISIK Tanggal 18 April 2012 Status Generalis Keadaan umum Kesadaran Tanda vital : Tampak sakit sedang : Compos mentis : - Tekanan darah - Nadi - Suhu - Pernapasan Berat badan Status gizi : 36 Kg : Cukup : 110/70 mmHg : 112 x / menit : 39 0C : 24 x / menit

Status Generalis Kelainan mukosa kulit / subkutan yang menyeluruh - Ptekie : (-) Pucat Sianosis Ikterus Edema umum Turgor Lemak dibawah kulit Pembesaran kelenjar generalisata Kalenjar getah bening Leher Submandibula Ketiak Lipat paha Kepala : : : : : : : : : : : : (-) (-) (-) (-) Baik Cukup (-) (-) Tidak teraba Tidak teraba Tidak teraba Tidak teraba

: Bentuk normal, tidak teraba benjolan, rambut hitam distribusi merata, tidak mudah dicabut.

Mata : Bentuk normal, palpebra superior dan inferior tidak cekung, kedudukan bola mata dan alis mata simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, kornea jernih, pupil bulat isokor diameter 3 mm, refleks cahaya +/+. Telinga Hidung Mulut Lidah : Bentuk normal, MAE lapang, serumen -/-, sekret -/: Bentuk normal, deviasi septum tidak ada, sekret tidak ada. : Bentuk tidak ada kelainan, bibir : kering, sianosis tidak ada, : kotor, tepi hiperemis, tonsil :T1-T1, faring tidak hiperemis. trakea di tengah, kaku kuduk (-) Thorax Paru-paru - Inspeksi - Palpasi - Perkusi - Auskultasi Jantung - Inspeksi - Palpasi - Perkusi : Tidak tampak pulsasi ictus cordis : Teraba pulsasi ictus cordis di sela iga V MCLS. : Batas atas sela iga II garis parasternal kiri Batas kanan sela iga IV garis sternal kanan Batas kiri sela iga V garis midklavikula kiri - Auskultasi Abdomen - Inspeksi - Palpasi - Perkusi - Auskultasi : datar, tidak tampak gambaran vena kolateral, : Supel, nyeri tekan (+), nyeri tekan epigastrium (+), hepar dan lien tidak teraba. : Timpani, shifting dullness (-) : Bising usus (+) normal : laki-laki, tidak ada tanda radang, fimosis(-), hernia (-). : Bunyi jantung I - II reguler, murmur (-), gallop (-) : bentuk normal, simetris keadaan stasis dan dinamis. : Fremitus taktil kanan sama dengan kiri : Sonor pada kedua lapang paru. : Suara napas vesikuler, ronki -/-, wheezing -/-.

Leher : Tidak ada kelainan, kelenjar getah bening tidak teraba membesar,

Genitalia eksterna

Ekstremitas

: akral hangat, tidak ada deformitas, tidak ada edema

PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium tanggal 18 April 2012 : Hematologi - LED : 17 - Hemoglobin : 11,6 g / dl - Hematokrit : 33 Vol % - Leukosit : 5500 / l - Trombosit : 190.000 / l Widal

(0-10) (11-15 g / dl) (37-47 Vol %) (5-10 x 10 3 / l) (150-350 x 103 / l)

: S. Typhi O (+) (1/160) S. Typhi H (+) (1/160)

RESUME Pasien datang dengan keluhan badan panas sejak 5 hari SMRS. Menurut keluarga pasien, panas dirasakan naik-turun. Biasanya suhu tinggi pada sore hingga menjelang malam hari (suhu tidak diukur dengan termometer) dan sedikit berkurang pada pagi hari. Selama demam pasien tidak menggigil, tidak ada kejang, tidak keluar keringat malam. Panas badan tidak disertai dengan keluhan batuk pilek dan sesak nafas. Selain itu pasien juga mengeluhkan mual dan muntah.Muntah dirasakan hanya 1 kali, sekitar gelas, dan berisikan makanan yang dimakan. Keluhan muntah di rasakan sekitar 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan mual muntah ini membuat nafsu makan pasien berkurang, dan badan menjadi bertambah lemas. Keluhan mimisan dan gusi berdarah disangkal oleh pasien. Selama sakit BAB pasien mencret 3 hari sebelum masuk rumah sakit, frekuensi 3 kali, cair tanpa ampas, jumlah gelas, tidak bercampur lendir atau darah. Sebelum sakit pasien memiliki kebiasaan sering makan jajanan pinggir jalan dan disekolahnya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan : Keadaan umum Kesadaran : : Tampak sakit sedang Compos mentis

Tekanan darah Nadi Suhu Respirasi Konjungtiva Mulut Abdomen Ekstremitas

: : : : : : : :

110 / 70 mmHg 112 x / menit, reguler, teraba kuat dan cepat 390 C 24 x / menit Hiperemis Bibir kering, sianosis (-), lidah kotor tidak hiperemis, perdarahan gusi (-) Nyeri tekan epigastrium (+) Hepar lien tidak teraba Superior: Akral hangat, rumple leed (-) Inferior: Akral hangat, tidak ada deformitas, tidak ada edema

Laboratorium Darah Widal Hb Ht Leukosit Trombosit : 11,6 g / dl : 33 vol % : 5500/mm : 190.000 / UL : S. Typhi O (+) (1/160) S. Typhi H (+) (1/160)

DIAGNOSIS KERJA Demam tifoid DIAGNOSA BANDING Dengue Fever Gastroenteritis Malaria PEMERIKSAAN ANJURAN -Pemeriksaan ulang widal I dan II - Kultur darah - Gall culture - Kultur feses PENATALAKSANAAN 1. Non medikamentosa : Bed rest total dan observasi tanda-tanda vital. Diet rendah serat 2. Medikamentosa : IVFD RL gtt xx/menit Kloramfenicol 4 x 500 mg Paracetamol 4 x 250 mg PROGNOSIS Ad vitam : bonam Ad fungsionam: bonam

Ad sanationam : bonam

Analisis Kasus

Pada kasus ini, seorang anak berumur 11 tahun dirawat pada tanggal 18 April 2012 dengan keluhan badannya terasa panas yang naik turun. Panas terutama dirasakan pada sore menjelang malam hari dan sedikit berkurang menjelang pagi hari. Keluhan disertai dengan keluhan BAB cair berupa air disertai ampas namun tidak ada lender maupun darah. Pada pemeriksaan anak tampak sakit sedang, kompos mentis, suhu tubuh 390C dan nadinya 112 x/menit. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan nilai hemoglobin 11,6 g / dl, hematokrit 33 Vol %, leukosit 5500 / l, trombosit 260.000/Ul, widal S. Typhi O (+) (1/160), dan S. Typhi H (+) (1/160). Berdasarkan anamnesa, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang tersebut, maka anak didiagnosa demam thypoid. Hal ini disebabkan dari anamnesa didapatkan panas yang naik turun selama 5 hari, Semua pasien demam tifoid selalu menderita demam pada awal penyakit. Demam pada pasien demam tifoid disebut step ladder temperature chart. Keluhan ini disertai dengan keluhan BAB yang cair. Serta dari pemeriksaan penunjang widal menunjukkan terutama widal S. Typhi O (+) (1/320) walaupun memang perlu dilakukan pengulangan pemeriksaan widal sebanyak 4x agar didapatkan hasil yang akurat. Karena tes widal ini sendiri nilai sensitivitas dan spesifitasnya rendah. Penatalaksanaan tirah baring pada pasien demam typhoid tidak lagi harus bed rest total (tirah baring sempurna) seperti pada perawatan demam tifoid di masa lampau. Mobilisasi dilakukan sewajarnya, sesuai dengan situasi dan kondisi penderita. Pemberian makan diet pun tidak lagi harus bertahap seperti dimulai dengan bubur saring, kemudian bubur kasar dan kahirnya nasi sesuai dengan tingakat kekambuhan penderita. Banyak penderita tidak senang dengan diet demikian, karena tidak sesuai dengan selera dan ini mengakibatkan keadaan umum dan gizi penderita semakin berkurang dan masa penyembuhan ini menjadi menjadi makin lama.

Pada pasien ini diberikan antibiotic kloramfenikol untuk mengatasi infeksi yang diakibatkan S. typhi. Kloramfenikol merupakan drug of choice pada kasus demam tifoid karena dapat menurunkan demam secara lebih cepat, disamping harganya murah dan terjangkau oleh penderita. Namun efek yang harus diwaspadai adalah efek toksik pada system hematopoetik. Sehingga bisa saja kita berikan antibiotic lain seperti tiamfenikol dengan dosis 50-100mg/kgBB/hari. Sedangkan dosis yang diberikan sudah tepat karena dosis anjuran untuk kloramfenikol yakni 50-100 mg/kgBB/hari. Pada pasien ini diberikan antipiretik dan analgetik jenis paracetamol sudah tepat karena berdasarkan pemeriksaan fisik pasien tersebut suhunya masih 390C. Prognosis pada pasien ini adalah dubia ad bonam karena pasien berobat lebih cepat, sehingga diagnosis lebih cepat ditegakkan dan pengobatan dilakukan dengan tepat.