Anda di halaman 1dari 15

PERBANDINGAN SISTEM ADMINISTRASI NEGARA MALAYSIA DENGAN SINGAPURA

I.
1.1

PENDAHULUAN
Latar Belakang Sistem administrasi negara di suatu negara memiliki perbedaan dengan negara

lainnya, walaupun negara tersebut bertetangga, seperti sistem administrasi negara Malaysia dengan Singapura yang berbeda. Mengapa berbeda? Perbedaan ini disebabkan oleh lingkungan kebudayaan (cultural dimension) yang berbeda antara kedua negara tersebut, sehingga membentuk sistem administrasi yang berbeda pula. Perbandingan sistem administrasi berdasarkan silang kebudayaan ini bukan hanya memperbandingkan kebudayaan kedua negara saja, namun juga memperbandingkan ekologi administrasi kedua negara yang mendasari sistem administrasi negara yang berbeda tersebut. Adanya perbedaan ekologi administrasi negara antara Malaysia dengan Singapura membuat keduanya memiliki sistem administrasi negara yang khas, walaupun keduanya pernah tergabung dalam Federasi Malaya1. Ekologi administrasi negara tersebut meliputi faktor fisik (letak geografis, keadaan alam, kemampuan penduduk) dan faktor sosial (ideologi, politik, ekonomi dan sosial, budaya, serta pertahanan dan keamanan). Dengan mengamati faktor fisik atau gejala alamiah maupun faktor sosial atau faktor kemasyarakatan kedua negara ini, maka dapat diketahui perbandingan sistem administrasinya dengan lebih jelas.
1

Federasi Malaya merupakan federasi yang terbentuk pada 16 September 1963 sebagai hasil Resolusi Majelis PBB 1514 dalam proses dekolonialisasi, yang mana wilayahnya meliputi Singapura, Sarawak, Borneo Utara (sekarang lebih dikenal sebagai Sabah). Namun, pada tanggal 9 Agustus 1965, Singapura dikeluarkan dari wilayah Malaysia dan menjadi negara merdeka yang bernama Republik Singapura

1.2

Rumusan Masalah Bagaimanakah perbandingan ekologi administrasi negara antara Malaysia dengan Singapura? Ekologi administrasi negara ini meliputi: 1) Bagaimanakah faktor fisik diantara kedua negara tersebut? 2) Bagaimanakah faktor sosial diantara kedua negara tersebut?

1.3

Tujuan

1) Untuk memperbandingkan sistem administrasi negara Malaysia dengan Singapura. 2) Untuk mempelajari karakter-karakter yang bersifat khusus dalam sistem administrasi negara Malaysia dan Singapura.

II.
2.1

PEMBAHASAN
PERBANDINGAN FAKTOR FISIK ANTARA MALAYSIA DENGAN SINGAPURA

A. Letak Geografis dan Astronomis Luas wilayah Malaysia adalah 329.847 km2, sedangkan Singapura memiliki luas 710,2 km2. Letak astronomis Malaysia adalah 1LU - 730LU dan 99BT - 119BT, sedangkan Singapura terletak antara 115LU - 130LU dan 10338BT 104BT, sehingga Malaysia dan Singapura beriklim tropis. Batas geografis Malaysia Malaysia Barat: sebelah Barat Selat Malaka sebelah Selatan Singapura dan Indonesia sebelah Timur Laut Cina Selatan sebelah Utara Thailand Malaysia Timur: sebelah Barat Laut Cina Selatan dan Indonesia sebelah Selatan Indonesia sebelah Timur Laut Sulawesi sebelah Utara Brunei Darussalam dan Filipina Batas geografis Singapura: sebelah Barat Malaysia sebelah Selatan Indonesia sebelah Timur Malaysia sebelah Utara Malaysia

B. Keadaan dan Kekayaan Alam Malaysia terdiri atas dua kawasan utama yang terpisah oleh Laut Cina Selatan. Keduanya memiliki bentuk muka bumi yang hampir sama, yaitu dari pinggir laut yang landai hingga hutan lebat dan bukit tinggi. Malaysia Barat bagian

tengah terdiri dari pegunungan rendah. Batuannya terdiri dari batuan granitdan batu kapur. Malaysia tidak memiliki gunung berapi. Sekitar 70% luas wilayahnya masih tertutup hutan termasuk hutan karet.Sedangkan pantaipantainya berawa-rawa dan berlumpur. Sebagian besar wilayah Malaysia Timur merupakan pegunungan yang tertutup hutan lebat. Dataran rendah terdapat di sepanjang pantai bagian barat.Puncak tertinggi di Malaysia (dan juga di Kalimantan) yaitu Gunung Kinabalu setinggi 4.095,2 meter di Sabah. Malaysia kaya akan sumber daya alam, seperti damar, karet, kayu gelondongan, kakao, lada, nenas, tembakau dan minyak sawit, serta mineral seperti minyak bumi dan gas alam.

Singapura terdiri atas satu pulau utama dan lebih dari 60 pulau-pulau kecil. Bagian tengah dari pulau terdiri atas beberapa perbukitan bundar. Pada bagian barat dan barat laut daratan ini merupakan rangkaian dari lembah yang rendah, sementara di bagian timur dan tenggara pada umumnya adalah lahan datar. Sungai-sungai di Singapura pada umumnya pendek-pendek dan bermata air dari daerah perbukitan, beberapa alirannya mengalir ke laut melalui rawa-rawa hutan bakau atau estuari. Sungai-sungai tersebut di antaranya Sungai Kranji, Sungai Kallang, Sungai Sangon, dan Sungai Jurung. Bendungan menutupi sebagian sebagian wilayah tengah dan tidak ada sungai atau danau yang terbentuk. Singapura tidak memiliki kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan, oleh karena itu relatif sedikit jumlah pabrik yang melakukan pengolahan industri yang memanfaatkan sumber daya alam, karena keterbatasan tersebut lebih banyak mengandalkan industri jasa dan perdagangan.

Dengan wilayah negara yang terbatas maka masyarakat Singapura dipacu untuk bekerja keras dan lahan terbatas maka tumbuh gedung-gedung bertingkat sebagai kantor dan perumahan-perumahan dalam bentuk rumah susun, flat ataupun apartemen. Untuk memperluas wilayah, pemerintah Singapura melakukan pengurukan pantai dengan pasir. Singapura memiliki beberapa

pulau-pulau kecil yang lain seperti Pulau Tekong, Pulau Ubin, dan Pulau Sentosa. Lokasi tertinggi di Singapura berada di Bukit Timah dengan ketinggian 164m. Singapura terhubung dengan Malaysia di kota Johor dengan jembatan di Woodlands.

C. Keadaan dan Kemampuan Penduduk Jumlah penduduk Singapura adalah 5.076.700 jiwa (sensus 2010), sedangkan penduduk Malaysia berjumlah 27.565.821 jiwa (laporan sensus Penduduk dan Perumahan pada 2010). Sebaran penduduk Malaysia sangat tidak merata, dengan lebih dari 17 juta penduduk menetap di Malaysia Barat, sedangkan tidak lebih dari 7 juta menetap di Malaysia Timur. Pendidikan di Malaysia dipantau oleh Kementerian Pendidikan Pemerintah Persekutuan. Pendidikan di Malaysia terdiri dari Taman Kanak-Kanak (dimulai dari usia tiga hingga enam tahun), Sekolah Dasar (dimulai pada usia tujuh tahun dan berlangsung hingga enam tahun ke depan) sebagai tahap pendidikan pertama, Sekolah Menengah Kebangsaan sebagai tahap pendidikan kedua (setara dengan SMP dan SMA di Indonesia), dan terdapat juga universitasuniversitas publik seperti Universitas Malaya, Universitas Teknologi Mara, dsb. Wajib pendidikan di singapura berlangsung selama 10 tahun yaitu Sekolah dasar dan sekolah menengah. Jika melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi memerlukan waktu tambahan 3 tahun.

2.2

PERBANDINGAN FAKTOR SOSIAL ANTARA MALAYSIA DENGAN SINGAPURA

A. Bentuk Negara Bentuk negara Singapura merupakan negara kesatuan (unitaris). Suatu negara dimana kedaulatan ( baik kedaulatan ke dalam, maupun keluar) sepenuhnya berada dibawah kekuasaan dan tanggung jawab pemerintah pusat.

Bentuk negara Malaysia merupakan negara serikat (federasi) yang terdiri dari tiga belas negara bagian (11 di Malaysia Barat dan 2 di Malaysia Timur) dan 3 wilayah persekutuan (tiga wilayah persekutuan ini digabungkan menjadi satu dalam bendera Malaysia), yang mana semuanya dilambangkan sebagai empat belas jalur dan sudut bintang di Bendera Malaysia yang dinamakan "Jalur Gemilang". Pemerintahan pusat-nya yang terletak di Kuala Lumpur. Baik pemerintahan pusat maupun pemerintahan negara-negara bagian semuanya dipilih melalui pemilihan umum.

B. Bentuk Pemerintahan Bentuk pemerintahan Malaysia adalah monarki konstitusional, bukan lagi bersifat absolut. Dalam negara ini terdapat satu orang Raja Konstitusional (yang disebut sebagai Yang di-Pertuan Agong) sebagai lambang negara (bersifat simbolik). Raja ini dipilih untuk periode lima tahun dalam Majelis Raja-Raja2. Kemudian Yang di-Pertuan Agong memilih seorang Perdana Menteri yang memegang kuasa pengaturan dan sebagai penggerak pemerintahan negara. Yang di-Pertuan Agong, atas nasehat Perdana Menteri dapat bertindak untuk membubarkan Parlemen. Pembagian kekuasan antara Raja dengan Parlemen (Perdana Menteri) dikukuhkan melalui konstitusi (Undang-undang Dasar).
2

Majelis Raja-Raja merupakan suatu badan yang diberi kuasa untuk memberikan nasehat dalam masalah-masalah pemerintahan.

Bentuk pemerintahan Singapura adalah republik parlementer. Kekuasaan yang berdaulat terletak pada kabinet dan dipimpin oleh Perdana Menteri. Pemilihan Presiden lebih pada pendekatan seremonial , namun panggilan pada persoalan hukum semata-mata terletak pada Parlemen Singapura.

C. Sistem Pemerintahan Sistem pemerintahan Malaysia adalah sistem parlementer bikameral, yang terdiri dari: a) dewan rendah Dewan Rakyat (mirip "Dewan Perwakilan Rakyat" di Indonesia) yang terdiri dari 219 anggota, dipilih berdasarkan sistem pemilihan distrik untuk jangka waktu lima tahun dan memiliki wewenang legislatif yang utama; dan b) dewan tinggi Senat atau Dewan Negara (mirip "Dewan Perwakilan Daerah" di Indonesia), yang terdiri dari 70 anggota, 26 anggota dipilih oleh Parlemen negara bagian yang mewakili 13 daerah dan 44 anggota ditunjuk oleh Yang di-Pertuan Agong, dengan masa jabatan selama enam tahun. Peranan kedua dewan ini adalah membuat Undang-undang kecuali undangundang tentang keuangan.

Sistem pemerintahan Singapura adalah sistem parlementer unikameral. Dimana badan legislatif hanya satu majelis yang langsung mewakili rakyat. Perdana menteri bersama para menteri baik secara bersama - sama ataupun sendiri sendiri bertanggung jawab kepada parlemen. Selama ini yang terjadi di Singapura, kabinet dibentuk berdasarkan pada kekuatan yang ada di dalam parlemen. Sehingga para anggota kabinet secara keseluruhan mencerminkan kekuatan yang ada di dalam parlemen.

D. Sistem Politik Kekuasaan legislatur Malaysia dibagi antara legislatur persekutuan dan

legislatur negeri. Legislatur persekutuan terdiri dari Dewan Rakyat dan Dewan Negara. Selain itu, masing-masing negara bagian juga memiliki dewan legislatif unikameral (Dewan Undangan Negeri) yang para anggotanya dipilih dari daerah-daerah pemilihan beranggota-tunggal.

Kekuasaan eksekutif dilaksanakan oleh kabinet yang dipimpin oleh perdana menteri3. Kabinet dipilih dari para anggota Dewan Rakyat dan Dewan Negara dan bertanggung jawab kepada badan itu, sedangkan kabinet merupakan anggota parlemen yang dipilih dari Dewan Rakyat atau Dewan Negara. Pemerintah negara bagian dipimpin oleh Menteri Besar di negeri-negeri Malaya atau Ketua Menteri di negara-negara yang tidak memelihara monarki lokal, yakni seorang anggota majelis negara bagian dari partai majoritas di dalam Dewan Undangan Negeri. Di tiap-tiap negara bagian yang memelihara monarki lokal, Menteri Besar haruslah seorang Suku Melayu Muslim, meskipun penguasa ini menjadi subjek kebijaksanaan para penguasa. Kekuasaan politik di Malaysia amat penting untuk memperjuangkan suatu isu dan hak. Oleh karena itu kekuasaan memainkan peranan yang amat penting dalam melakukan perubahan.

Dalam sistem politik Singapura, perdana menteri adalah pemegang kekuasaan pemerintahan. Perdana menteri ini terpilih karena kedudukannya sebagai ketua partai politik yang mempunyai anggota parlemen terbanyak. Sementara posisi presiden, hanyalah simbolis kenegaraan. Konstitusi yang berdasarkan sistem Westminster ini tidak jauh berbeda dengan Inggris karena memang Singapura adalah bekas jajahan Inggris. Sejak merdeka hingga sekarang, parlemen

Konstitusi Malaysia menetapkan bahwa perdana menteri haruslah anggota dewan rendah (Dewan Rakyat), yang direstui oleh Yang di-Pertuan Agong dan mendapat dukungan mayoritas di dalam parlemen.

Singapura dikuasai oleh Partai Aksi Rakyat (PAP). PAP yang menguasai pemerintahan telah membuat undang-undang yang membatasi berkembangnya partai oposisi yang kuat sehingga lebih terkesan otoriter daripada demokrasi. Oleh karena itu, Singapura dianggap menerapkan demokrasi sosialis. Akan tetapi, dengan sistem politik yang relatif stabil ini, berhasil membuat Singapura maju, bebas korupsi, serta mempunyai pasar ekonomi terbuka. Common law Singapura mewarisi tradisi common law dari Inggris. Ini menjadi dasar bagi sistem politik dan hukum di Singapura.

E. Sosial dan Budaya Singapura merupakan salah satu negara yang paling padat di dunia. Lahan untuk pemukiman sudah sangat sempit. Delapan puluh lima persen (85%) penduduk Singapura tinggal di rumah susun (apartemen). Mayoritas penduduk Singapura adalah suku Cina (76,8%). Sementara penduduk aslinya adalah Melayu. Lainnya adalah India (7,9%). Bahasa-bahasa yang digunakan adalah Inggris, Melayu, Cina (Mandarin), dan Tamil. Bahasa Melayu juga merupakan bahasa kebangsaan tetapi lebih bersifat simbolis. Digunakan untuk menyanyikan lagu kebangsaan. Penggunaan bahasa kebangsaan hanya terbatas kepada kaum Melayu saja. Hanya sedikit etnis Cina dan India yang fasih dalam bahasa Melayu. Suku Bangsa: Cina, Melayu, India, Pakistan Bahasa: Inggris (resmi), Melayu, Cina, Tamil Agama: Buddha, Kristen, Islam, Tao, dan Hindu

Penduduk Malaysia terdiri dari berbagai kelompok suku, dengan Suku Melayu sejumlah 50,4% menjadi ras terbesar dan bumiputra/suku asli (aborigin) di Sabah dan Sarawak sejumlah 11% keseluruhan penduduk. 23,7% penduduk adalah Tionghoa-Malaysia, sedangkan India-Malaysia sebanyak 7,1%

penduduk. Sebagian besar komunitas India adalah Tamil (85%), tetapi berbagai

kelompok

lainnya

juga

ada,

termasuk Malayalam, Punjab,

dan Gujarat.

Sebagian lagi penduduk Malaysia berdarah campuran Timur Tengah, Thailand, dan Indonesia. Keturunan Eropa dan Eurasia termasuk Britania yang menetap di Malaysia sejak zaman kolonial, dan komunitas Kristang yang kuat di Melaka. Sejumlah kecil orang Khmer dan Vietnam menetap di Malaysia sebagai pengungsi Perang Vietnam. Agama mayoritas adalah Islam. Bahasa : Melayu, English, Chinese, Tamil. Agama : Islam(resmi), Buddha, Hindu, Kristen, dan Konghucu. Suku Bangsa : Melayu (suku asli), Cina, India, dan Eropa

Adat istiadat dan budaya Singapura sudah terbangun sejak tahun 1970 sebagai negara yang disiplin dalam peraturan yang dapat dilihat dalam kebersihan, pelayanan umum, budaya antri, memberikan kesempatan kepada yang lebih tua, orang cacat, perempuan. Dalam aktivitas sehari-hari seperti terlihat antrian naik angkutan umum, naik lift, pelayanan masyarakat, supermarket. Taat pada aturan lalu lintas seperti marka jalan, parkir, angkutan umum, tanda khusus pada mobil pengendara yang baru mendapat SIM, lampu pengatur lalu lintas dan sebagainya.

Singapura telah menjadi negara super duper blended (percampurbauran yang luar biasa) yang membuat negara ini memiliki budaya modern sendiri dengan kualitas yang kental. Jadi, Singapura bisa dengan bangga mengatakan bahwa mereka adalah negara dengan budaya internasional. Masyarakatnya masih menjalankan budaya nenek moyang masing-masing. Namun, Singapura kesulitan untuk mengklaim suatu budaya menjadi budaya nasionalnya. Budaya Malaysia hampir sama dengan budaya Indonesia, seperti makanan, taritarian tradisional dan budaya lainnya. Bahkan menurut orang Malaysia mereka pun berhak mengatakan dan mematenkan kebudayaan seperti masakan rendang dan tari pendet.

F. Ekonomi Mata pencaharian penduduk Malaysia sebagian besar adalah bertani (agraris). Mata uang : Ringgit Malaysia Hasil pertanian utama: karet dan kelapa sawit Hasil tambang: timah, besi, minyak bumi, dan bauksit. Hasil industri: elektronik, tekstil, pakaian, kimia, minyak, mebel dari kayu dan rotan. Ekspor utama: elektronik, alat-alat listrik, minyak dan gas, tekstil, pakaian, dan minyak sawit. Impor utama: alat-alat industry, mesin, dan transportasi. Pendapatan perkapita Malaysia: US$ 4.960 (perkiraan pada tahun 2005)

Singapura merupakan negara yang penduduknya berpenghasilan tinggi. Ekspor hasil industri, jasa keuangan, dan perdagangan merupakan sumber pendapatan yang utama Singapura. Singapura bukan negara agraris dan tidak memiliki hasil tambang yang berarti. Mata Uang : Dollar Singapura (S $) Hasil Pertanian : Buah-buahan, anggrek Hasil Tambang : Singapura tidak memiliki hasil tambang yang berarti. Hasil Industri : Elektronik, kimia, keuangan, dan perbankan, perumahan, pariwisata, perdagangan. Ekspor Utama : Minyak, mesin industri, radio & televisi dan komponennya, komponen elektronik, pakaian , minuman ringan & rokok. Impor Utama : Minyak mentah, baja dan alumunium, mesin industri, generator listrik , dan komponen elektronik. Pendapatan Perkapita : US$ 24.740 (2004)

III.
3.1

PENUTUP
KESIMPULAN Sistem administrasi negara Malaysia berbeda dengan sistem administrasi negara

Singapura. Dengan memperbandingkan ekologi administrasi negara kedua negara tersebut, maka dapat dilihat perbedaan sistem administrasi negara diantara keduanya. Ekologi administrasi negara bukan hanya dilihat dari faktor fisik atau gejala alamiah saja, tetapi juga mencakup faktor sosial atau kemasyarakatannya. Faktor fisik meliputi letak geografis dan letak astronomis, keadaan dan kekayaan alam, serta keadaan dan kemampuan penduduk. Faktor sosial mencakup politik, ekonomi dan sosial, budaya, dan pertahanan keamanan. Letak geografisnya merupakan batas-batas kedua negara tersebut yang mana secara garis besar Malaysia berbatasan dengan Indonesia, Singapura, Thailand dan Laut Cina Selatan. Singapura berbatasan dengan Malaysia dan Indonesia. Akibat letaknya secara astronomis, kedua negara ini beriklim tropis. Kemudian mengenai kekayaan alam Malaysia lebih unggul daripada Singapura karena memiliki keanekaragaman hayati seperti damar, karet, dan kayu. Singapura tidak memiliki kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan, sehingga ia bergantung pada sektor industri jasa dan perdagangan. Malaysia dipadati sekitar 23 juta jiwa, sedangkan Singapura hanya 4 juta jiwa. Bentuk negara Singapura adalah negara kesatuan, yang mana berbeda dengan bentuk negara Malaysia yang berbentuk serikat atau federasi. Bentuk

pemerintahannya pun berbeda, Singapura dengan republik dan Malaysia dengan monarki konstitusional. Sistem pemerintahan kedua negara ini sama-sama menganut sistem parlementer, namun Singapura menggunakan sistem parlementer unikameral, sedangkan Malaysia menggunakan sistem pemerintahan bikameral. Dalam bidang ekonomi, pendapatan perkapita Singapura lebih tinggi daripada Malaysia, yaitu sekitar 24 ribu berbanding 4 ribu (dalam dollar Amerika). Di Malaysia terdapat suku Melayu (sebagian besar), Cina, dan India; yang mana tidak berbeda jauh dengan Singapura yang terdiri dari suku Cina (sebagian besar), Melayu, India, dan Pakistan.

DAFTAR PUSTAKA

BUKU Supriyanto. Pendidikan Kewarganegaraan untuk SMA/MA Kelas XII. Surakarta: Widya Duta Grafika.

WEBSITE http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia

http://bolmerhutasoit.wordpress.com/2011/10/18/perbandingan-sistemketatanegaraan-malaysia-dan-singapura-prancis-dan-jerman/

http://zaftian.blogspot.com/2012/03/keadaan-alam-malaysia.html

http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Kenampakan_Alam_dan_Keadaan_Sosial_ Negara_tetangga_6.1_(BAB_2)

http://www.anneahira.com/profil-negara-singapura.htm

http://www.crayonpedia.org/mw/BSE:Hubungan_Unsur_Geografis_dan_Pendudu k_Asia_Tenggara_9.1_(BAB_10)#4._Persebaran_Penduduk_di_Kawasan_Asia_ Tenggara http://www.anneahira.com/10-negara-asean.htm

http://setabasri01.blogspot.com/2009/02/jenis-kuasa-bentuk-negara-dansistem.html

http://www.scribd.com/doc/86016819/10-NEGARA-ASEAN

http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/bentuk-negara-dan-bentuk-kenegaraan/

http://www.aseannewsnetwork.com/singapore/politics-indonesian.html

http://bocahmelas.blogspot.com/2012/03/sistem-singapura.html

http://iskand4r.wordpress.com/2012/02/02/negara-singapura/

http://www.anneahira.com/politik-singapura.htm

http://www.anneahira.com/sistem-politik-singapura.htm

http://technology-informasi.blogspot.com/2009/04/sistem-politik-malaysia.html

http://chanichbum.wordpress.com/2009/10/06/sistem-pemerintahan-beberapanegara/

http://id.wikipedia.org/wiki/Partai-partai_politik_Malaysia

http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_politik_di_Singapura

MAKALAH
(untuk memenuhi tugas mata kuliah Perbandingan Administrasi Negara)

PERBANDINGAN SISTEM ADMINISTRASI NEGARA MALAYSIA DENGAN SINGAPURA


KELOMPOK 5
MEGA PARDOSI (D1A110081) NOOR EVA NATYA (DIA110082) TIA ANNA WIDATI (D1A110085) RIANITA GANDASARI (D1A110087) SISKA ANGGRIANI (D1A110088) RONA SAPARINA (D1A110091) ULTAMI (D1A110093)

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN 2011/2012

Anda mungkin juga menyukai