Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

PENGOLAHAN LIMBAH FESES SAPI PERAH MENJADI PUPUK KOMPOS DI PT. LEMBAH HIJAU MULTIFARM

Disusun oleh Merinda Suwantika 08/269906/PT/05505

Program Studi Ilmu dan Industri Peternakan FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012

BAB I PENDAHULUAN

Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat serta kesadaran pentingnnya protein hewani untuk kesehatan tubuh berdampak pada permintaan produk hewani, contoh dari produk hewani adalah daging dan susu. Kebutuhan susu sapi dipenuhi oleh produksi dalam negeri (peternakan rakyat) dan dengan import dari luar negeri. Hal ini menimbulkan dampak positif untuk peternak sapi perah di Indonesia, tapi hal ini tidak diikuti dengan usaha pemerintah untuk melindungi peternakpeternak sapi perah yang pada umumnya beternak dengan cara tradisional. Setiap Peternakan selalu menghasilkan bahan buangan atau hasil sampingan atau biasa disebut limbah. Menurut Triatmojo (2004) disamping berat badan yang optimal, sapi menghasilkan limbah berupa feses, urin dan sisa pakan. Hal yang sering ditimbulkan oleh limbah ternak antara lain pencemaran udara (bau), pencemaran tanah, dan pencemaran air. Apabila hal ini terjadi, maka lingkungan sekitar kandang akan sangat terganggu. Penanganan limbah peternakan mempunyai peranan penting dalam keberhasilan usaha peternakan. Secara umum limbah sangat mengganggu lingkungan, tidak hanya ternak yang terganggu

kesehatannya, tetapi pekerja dalam sebuah peternakan juga akan ikut mengalami gangguan apabila limbah ternak tidak ditangani dengan baik. Menurut Triatmojo (2004) kotoran ternak mengandung bibit penyakit yang dapat ditularkan ke ternak maupun manusia. Pemanfaatan kotoran ternak (feses) sebagai pupuk kompos merupakan salah satu cara penanganan limbah ternak. Selain berguna untuk sanitasi kandang, kegiatan ini akan menghasilkan keuntungan tambahan bagi perusahaan dengan hasil penjualan pupuk organik. Menurut Hassouneh et al., (1999) pengolahan limbah ternak paling praktis

dan efisien serta banyak diterapkan adalah pengomposan. Pegomposan adalah dekomposisi dan stabilisasi substrat organic secara biologi, dibawah kondisi yang memungkinkan berkembangnya suhu thermofil, sehingga akan diproduksi panas dan dihasilkan produk akhir yang stabil, bebas pathogen dan biji tanaman serta dapat digunakan sebagai pupuk Setiawan (2004). Pertanian organik dewasa ini menjadi primadona dalam bidang pangan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan dari pemakaian pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan dalam sistem pertanian klasik. Peran kompos sebagai pupuk organik yang besifat slow-release lebih menguntungkan karena komponennya akan terikat pada tanah dan terlepas sedikit demi sedikit. Kegiatan komposting yang di lakukan meliputi penimpalan kotoran dari kandang sapi dara, proses produksi (pencampuran kotoran sapi dengan bahan-bahan tambahan, pembalikan, sizing dan pengemasan) hingga pemasaran produk. Kompos granule merupakan modifikasi dari fine compost yang diproses menggunakan mesin drum drying atau dengan parabola serta dengan penambahan beberapa bahan tambahan yaitu rock phosphat, zeolit, kalsit dan karbon/arang. Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu kegiatan ilmiah yang merupakan perpaduan antara teori dan praktek yang berlangsung dalam industri, laboratorium, dan lapangan. Kegiatan ini merupakan salah satu sarana aplikasi ilmu pengetahuan lapangan bagi mahasiswa. Praktek kerja lapangan penting dan perlu dilaksanakan sebagai penunjang ilmu pengetahuan yang diperoleh secara klasikal dari perkuliahan. PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM) di Solo dipilih menjadi lokasi Praktek Kerja Lapangan (PKL) dengan harapan dapat memberikan pengetahuan dan informasi pengolahan feses sapi perah menjadi pupuk kompos biasa dan dalam bentuk granul. Selain itu dapat memberikan wawasan tentang wirausaha sukses dalam bidang peternakan dan mengaplikasikan ilmu dalam bentuk nyata dilapangan.

Tujuan PKL

Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM) di Solo ini mempunyai tujuan umum dan khusus. Tujuan umumnya adalah untuk memenuhi dan menempuh mata kuliah wajib di Fakultas Peternakan UGM. Tujuan khususnya adalah untuk sarana belajar mencari pengalaman, meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai penanganan limbah ternak sapi perah. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini juga bertujuan untuk membandingkan antara teori yang didapat di perkuliahan dengan kenyataan yang ada di lapangan, sehingga mahasiswa dapat mengetahui kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam manajemen penanganan limbah ternak sapi perah serta penyelesaiannya.

Manfaat PKL Manfaat yang hendak diperoleh dari pelaksanaan PKL ini adalah : 1. Menambah wawasan, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman mahasiswa, terutama dalam hal pengolahan feses sapi perah menjadi pupuk dalam bentuk granul sehingga mahasiswa

mempunyai

bekal

kemampuan

untuk

mengaplikasikan

pengetahuan yang diperolehnya tersebut. 2. Mampu mempelajari praktek di dunia kerja dan pengalaman bagi mahasiswa dalam menganalisa dan mencari solusi permasalahan yang ada dalam dunia kerja. 3. Memperoleh gambaran kepada mahasiswa untuk membandingkan teori-teori disiplin ilmu yang ada dengan realitas di lapangan.

BAB II KEADAAN UMUM PT. LEMBAH HIJAU MULTIFARM (LHM)

Sejarah Perusahaan Aktivitas agribisnis telah dilakukan oleh Lembah Hijau Multifarm

sejak tahun 1981, mulai berdiri sebagai perusahaan agribisnis pada tahun 1985 dengan nama CV. Lembah Hijau Multifarm yang dipimpin oleh Ir. Soeharto, MS yang juga berprofesi sebagai pendidik. Akhir tahun 2003 berdirilah PT. Lembah Hijau Multifarm. Beliau memulai usaha dari pemeliharaan 4 ekor sapi yang dipelihara di rumah, tetapi sebelum hasil apapun 2 ekor sapinya mati. Dari 2 ekor sapinya yang tersisa beliau berfikir bagaimana cara agar usahanya tetap berkembang. Hingga akhirnya beliau memiliki ide untuk mengembangkan usahanya dengan menjual kotoran sapi. Usaha beliau mendapat cemoohan dari masyarakat sekitar namun beliau yakin bahwa usahanya akan berkembang. Seekor sapinya dijual dan dibelikan lagi menjadi sapi-sapi yang masih kecil. Dan sekarang terbukti dari menjual kotoran mendapat keuntungan yang berlimpah. PT. Lembah Hijau Multifarm berkantor pusat di Jl. Rajiman No. 200 Solo sedangkan pengembangan peternakan , perkebunan, dan lainya dilakukan di Dukuh Joho Lor, Triagan. Mojolaban, Sukoharjo dibangun diatas areal seluas 6 hektare. Untuk pengembangan sengaja dipilh daerah pinggiran karena daerah tersebut sangat potensial dan cocok untuk peternakan. Sedangkan untuk proses produksi berlokasi di Sragen.

Direktur dipegang oleh putra pertama Bapak Soeharto yaitu M.Yusuf Hari sedangkan Bapak Soeharto sendiri menjabat sebagai komisaris. PT. Lembah Hijau Multifarm memiliki karyawan sebanyak 300 orang yang bertempat di kantor pusat maupun di lokasi pengembangan usaha. Masing-masing karyawan memiliki tugas yang berbeda-beda seperti pemeliharaan ikan patin, nursery, pembuatan pupuk, dan lain-lain.

Untuk perekrutan karyawan yang dipekerjakan diambil dari warga sekitar dan tidak memandang latar belakng pendidikannya asalkan memiliki pengalaman di bidang pertanian atau peternakan. Sedangkan beberapa ahli dilakukan dengan proses seleksi. Jika diterima selanjutnya adalah proses training kemudian jika bagus akan dikontrak dan selanjutnya menjadi karyawan tetap. Dengan menjalin kerja sama yang baik dengan warga sekitar maka keamanan Lembah Hijau terjamin dari tangan-tangan jahil. Visi dan Misi Perusahaan

Visi Visi PT.Lembah Hijau Multifarm adalah menciptakan suatu sistem pertanian yang teruji, produk-produk pendukung yang berkualitas dan harus bisa memecahkan masalah yang dihadapi petani, sehingga LHM tidak menjual produk semata, tetapi menjual pemecahan masalah. PT. Lembah Hijau Multifarm mempunyai sistem kontol kualitas yang ketat dan dapat bertahan hidup karena sistem tersebut, sistem itu adalah sistem LEISA. PT. Lembah Hijau Multifarm memiliki moto: we have a Quality Control Programe and We Live By it

Misi Misi PT. Lembah Hijau Multifarm dalam merealisasikan visinya dengan mengabdikan sistem, produk, pelayanan, keterampilan, keahlian, pengetahuan, pengalaman kepada petani, sehingga petani dapat meningkatkan kualitas hidupnya, mandiri dan segera mendapatkan kembali harga diri dan kehormatan yang selama ini hilang. Struktur Organisasi PT. Lembah Hijau Multifarm dipimpin oleh seorang presiden komisaris sebagai pemilik perusahaan yaitu bapak Ir. Soeharto, MS sedangkan jabatan direktur utama dijabat oleh M. Yusuf Hari Hartika,

Dipl.of IT yang merupakan putra pertama bapak Ir. Suharto, MS. PT. Lembah Hijau Multifarm terbagi atas lima direktorat yaitu; direktorat keuangan yang meliputi masalah financial dan according. Direktorat umum meliputi puerchange, HRD dan delivery. Direktorat riset dan pengembangan meliputi pengembangan, penelitian dan laboratorium. Direktorat produksi yang terbagi atas 4 divisi yaitu, divisi ternak, divisi kompos, divisi ikan dan divisi holtikultura. Masing-masing divisi dipimpin oleh kepala divisi. Dan yang terakhir direktorat jasa marketing yang meliputi sales dan tour tranning.

Keternagakerjaan Perusahaan PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM) memiliki karyawan sebanyak 300 orang yang, yang terdiri dari karyawan tetap, harian, dan borongan. Masing-masing karyawan memiliki tugas yang berbeda-beda terbagi sesuai divisi masing-masing. Untuk perekrutan karyawan yang dipekerjakan diambil dari warga sekitar dan tidak memandang latar belakng pendidikannya asalkan memiliki pengalaman di bidang pertanian atau peternakan. Sedangkan beberapa ahli dilakukan dengan proses seleksi. Jika diterima selanjutnya adalah proses training kemudian jika bagus akan dikontrak dan selanjutnya menjadi karyawan tetap. Dengan menjalin kerja sama yang baik dengan warga sekitar maka keamanan Lembah Hijau terjamin dari tangan-tangan jahil. Jam kerja karyawan setiap hari adalah 8 jam dimulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB dan aktif dari hari Senin sampai Sabtu. Pada hari minggu libur kecuali divisi ternak. Untuk divisi ternak tidak ada libur karena harus menjaga ternak dan itu dihitung sebagai jam lembur. Setiap hari diberlakukan piket malam untuk semua karyawan lakilaki. Piket malam dimulai dari pukul 20.00 sampai 04.00 WIB. Apabila

karyawan tidak bisa datang piket maka harus bertukar jadwal dengan karyawan yang lain. Lokasi dan tata letak perusahaan PT. Lembah Hijau Multifarm memiliki dua lokasi pusat tempat produksi, satu kantor pusat serta beberapa cabang di seluruh Indonesia. Kantor pusat PT. Lembah Hijau Multifarm beralamat di Jl. Dr. Rajiman No.200 Solo-Jawa Tengah, 57151. Sedangakan farm riset station I berada di Dukuh Karungan, Desa plupuh Kec. Karanggaleng, Sragen. Farm riset station II berada di Dukuh Joho Lor, Desa Triyagan Kec. Mojolaban, Sukoharjo. Desa Triyagan ini, disebelah Utara berbatasan dengan Jalan Raya Karang Anyar Tawang Mangu, di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Joho Kidul, di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Palur, dan di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Sapen. Jarak Desa Triyagan ke Kabupaten Sukoharjo 15 km dan jarak Desa Triyagan ke Kota Solo 8 km. Sebagai gambaran dapat dilihat pada gambar.1

Sarana dan Prasarana Pendukung Perusahaan PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM) memiliki sarana dan prasarana yang lengkap. Sarana dan prasarana ini berfungsi untuk membantu kelancaran usaha peternakan, perikanan, dan pertanian di PT. LHM. Tabel 1. Sarana dan Prasarana di PT. Lembah Hijau Multifarm No 1 Bangunan Kantor Jumlah 3 Tempat Fungsi untuk menyimpan data

perusahaan dan karyawan bekerja 2 Pos keamanan 1 Menjaga perusahaan 3 4 Tempat parkir Loading 3 1 Tempat parkir motor, mobil, dan bus Menurunkan dan menaikkan ternak ke truk 5 6 7 Gudang pakan Kandang sapi Kandang karangtina 8 9 Dapur Kolam ikan 1 24 2 1 Tempat makan pegawai Tempat peneliharaan ikan patin Tempat tinggal pegawai Tempat menguji bahan pakan, susu, kompos, dan granul 12 Tandon air 13 Show room 6 1 Penampungan air bersih Tempat menjual segala produk PT. Lembah Hijau Multifarm 14 Cafe 1 Menjual makanan olahan khas PT. LHM 15 Kolam renang 16 mushola 1 1 Tempat berenang wisatawan Tempat beribadah 2 7 2 Menyimpan bahan pakan ternak Tempat pemeliharaan sapi Tempat merawat sapi yang sakit lingkungan sekitar

10 Mess 11 Laboratorium

Bangsa Sapi dan Populasi Sapi yang dipelihara merupakan jenis Fresien Holstein (FH), .Jumlah keseluruhan sapi yang dipelihara sebanyak 192 ekor yang terdiri dari pedet 33 ekor, sapi grower 28 ekor, sapi dara 100 ekor, dan sapi laktasi 31 ekor. Pengelompokan sapi berdasarkan kelasnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengaturan pemberian pakan dan

memudahkan untuk mengetahui populasi sapi dalam setiap kandang. Setiap pagi dilakukan recording untuk mengetahui populasi sapi dalam setiap kandang karena hampir setiap hari ada ternak yang dipindahkan.

Perkandangan Dalam pengolahan peternakan sapi perah, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan dan diperhitungan dengan sangat matang. Pada masa produksi peternak harus melakukan manajemen dengan optimal,

sehingga hasil yang diperoleh juga lebih optimal. Ada beberapa tahapan yang perlu diperhatikan pada masa produksi, karena tahapan produksi ini mempengaruhi tingkat produktifitas, yakni kuantitas dan kualitas susu yang dihasilkan. Tahapan tahapan yang dimaksud meliputi manajemen perkandangan, manajemen pakan (tata laksana pemberian pakan), manajemen reproduksi (pengaturan perkawinan), manajemen kesehatan ( pengendalian penyakit) dan metode pemerahan. Kandang sapi perah yang baik adalah kandang yang sesuai dan memenuhi persyaratan kebutuhan dan kesehatan sapi perah.

Persayaratan umum untuk kandang sapi perah adalah sirkulasi udara cukup dan mendapatkan sinar matahari, sehingga kandang tidak lembab. Kelembaban ideal yang dibutuhkan oleh sapi perah adala 60 sampai 70%. Lantai kandang harus selalu dalam kondisi kering. Hal ini bertujuan untuk mencegah perkembang sumber penyakit seperti jamur (kondisi lembab) dan agar sapi tidak mudah terpeleset karena lantai licin. Tersedianya tempat pakan yang lebar, sehingga memudahkan sapi mengkonsumsi

pakan yang diberikan. Tempat air dibuat agar air selalu tersedia sepanjang hari atau tidak terbatas (ad libitum) (Sudono., 2004) Kandang sapi perah terbagia atas lima jenis kandang sapi perah, yakni kandang pedet untu sapi umur 0 sampai 4 bulan, kandang sapi remaja untuk sapi berumur 4 sampai 8 bulan, kandang sapi dara untuk sapi umur 8 bulan sampai 2 tahun, kandang sapi dewasa untuk sapi berumur lebih dari 2 tahun dan masa laktasi serta kandang bagi sapi yang akan beranak. Sedangkan Macam kandang ditinjau dari fungsinya dibedakan menjdi kandang induk, pedet, pejantan, dan isolasi. Menurut tipenya berdasarkan bentuk atap atau genteng dibedakan menjadi dua, yaitu kandang tunggal dan ganda (AAK, 1995). Kandang sapi perah di PT. Lembah Hijau Multifarm bertipe konvensional. Menurut Siregar (1990), tipe kandang ada dua yaitu konvensional dan bebas. Tipe konvensional berupa kandang yang ditempatkan pada satu jajaran yang masing-masing dibatasi oleh suatu penyekat, sedangkan kandang bebas berupa ruangan yang luas tanpa ada penyekat di antara sapi perah. Kandang sapi di PT. Lembah Hijau Multifarm berdasarkan syarat umum yang dibutuhkan telah memenuhi standar yang seharusnya, yaitu memiliki tempat pakan yang luas dan mudah dijangkau ternak, memiliki tempat minum dan ketersediaan air yang melimpah setiap hari, serta berkondisi kering. Berikut merupakan tata letak kandang di PT. LHM

Gambar 4. Tata letak kandang

BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTEK LAPANGAN

Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada 1 Maret 2012 sampai 1 April 2012 di PT. Lembah Hijau Multifarm (LHM). Data laporan PKL diperoleh dari berbagai cara meliputi diskusi, wawancara, membaca buku tentang perusahaan, dan melakukan kegiatan sehari-hari secara langsung, antara lain pemeliharaan sapi perah, sanitasi kandang, pengolahan limbah padat dan limbah cair, pemberian pakan, pengobatan ternak, pemerahan dan penjualan susu, serta pencatatan data reccording. Kegiatan dimulai pukul 07.00 sampai dengan 16.00 WIB tetapi jika ada lembur bisa sampai 21.00 WIB. Kegiatan PKL dibagi menjadi 3 divisi, meliputi divisi ternak, divisi kompos, divisi ikan dan divisi holtikultur.

http://www.scribd.com/doc/69923464/Tugas-Akhir-Dwi-Afrian-Di-Green-Fields