PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DALAM PASAR MODAL

OLEH : Yuanita Mutia Rahayu Farez Faylani Syakira Rizky Meinaraja Lubis Wahyu Hidayat Fachrul Marasabessy Rudi Taufan
110620110002 110620110010 110620110018 110620110022 110620110036 110620110041 110620110043

Apa itu GCG?
Diterjemahkan sebagai: TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK

Bertujuan untuk: Menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemegang kepentingan (stakeholders)

GOOD CORPORATE GOVERNANCE (GCG)
• Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu strategi pengembangan pasar modal Indonesia yang perlu dicermati dan kajiannya dilakukan oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).

hak. STRUKTUR : Memberikan kejelasan fungsi.Definisi Good Corporate Governance SISTEM : Mengatur bagaimana korporasi diarahkan dan dikendalikan untuk meningkatkan kemakmuran bisnis secara accountable untuk mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tidak mengabaikan kepentingan stakeholder lainnya. kewajiban dan tanggungjawab antara pihak-pihak yang berkepentingan atas korporasi. mencakup proses kontrol internal dan eksternal yang efektif serta menciptakan keseimbangan internal (antar organ perusahaan) dan keseimbangan eksternal (antar stakeholders) (diadaptasi dari OECD) .

GOOD CORPORATE GOVERNANCE • TATA CARA PENGELOLAAN PERUSAHAAN YANG BAIK SEBAGAIMANA MESTINYA. • GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG EFEKTIF AKAN MENCIPTAKAN SISTEM YANG DAPAT MENJAGA KESEIMBANGAN DALAM PENGENDALIAN PERUSAHAAN SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA MAMPU MENGURANGI PELUANG-PELUANG TERJADINYA KORUPSI DAN KESALAHAN MENGELOLA (MISMANAGEMENT) • MENCIPTAKAN INSTENIF BAGI MANAJER UNTUK MEMAKSIMUMKAN PRODUKTIVITAS PENGGUNAAN ASET SEHINGGA MENCIPTAKAN NILAI PERUSAHAAN YANG MAKSIMUM. .

• prinsip GCG : yaitu akuntabilitas. keadilan. keterbukaan dan tanggung-jawab emiten melalui kebijakan dalam mengelola usahanya inilah yang diadakan survey oleh para analis riset. untuk mengetahui sejauh mana penerapannya dan emiten layak untuk dipercaya .

• Pasar Modal: – Bapepam-LK telah mengeluarkan berbagai regulasi terkait GCG • Komisaris independen • Komite audit • Kewajiban penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan • Benturan kepentingan dan transaksi afiliasi • Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten dan Perusahaan Publik .

PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TARIF TRANSPARANSI AKUNTABILITAS RESPONSIBILITAS INDEPENDENSI FAIRNESS .

dan – Fairness yaitu perusahaan harus senantiasa memperhatikan kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya .TARIF – Transparansi yaitu perusahaan harus menyediakan informasi yang material dan relevan dengan cara yang mudah diakses dan dipahami oleh pemangku kepentingan. – Akuntabilitas yaitu perusahaan harus dapat mepertanggungjawabkan kinerjanya secara trasnparan dan wajar – Responsibilitas yaitu perusahaan harus mematuhi peraturan perundang-undangan serta melaksanakan tanggung jawab terhadap masyarakat dan lingkungan – Independensi yaitu perusahaan harus dikelola secara independen.Prinsip GCG .

Sosialisasi. yaitu tahap jangka panjang dalam implementasi. diperlukan untuk memperkenalkan kepada seluruh perusahaan berbagai aspek yang terkait dengan implementasi GCG khususnya mengenai pedoman penerapan GCG.TAHAP GCG 1. Implementasi hendaknya mencakup pula upaya manajemen perubahan (change management) guna mengawal proses perubahan yang ditimbulkan oleh implementasi GCG. dan berbagai peraturan perusahaan. langsung berada di bawah pengawasan direktur utama atau salah satu direktur yang ditunjuk sebagai GCG champion di perusahaan. Upaya sosialisasi perlu dilakukan dengan suatu tim khusus yang dibentuk untuk itu. Internalisasi mencakup upayaupaya untuk memperkenalkan GCG di dalam seluruh proses bisnis perusahaan kerja. yaitu kegiatan yang dilakukan sejalan dengan pedoman GCG yang ada. Internalisasi. 3. Implementasi. berdasar roadmap yang telah disusun. Implementasi harus bersifat top down approach yang melibatkan dewan komisaris dan direksi perusahaan. 2. Dengan upaya ini dapat dipastikan bahwa penerapan GCG bukan sekedar dipermukaan atau sekedar suatu kepatuhan yang bersifat superficial. tetapi benarbenar tercermin .

 Conformance (kesesuaian dan kelengkapan) yaitu sejauh mana perusahaan telah berperilaku sesuai dengan berbagai aspek yang menjadi prinsip GCG dan kelengkapan perangkat dalam memenuhi kebutuhan implementasi GCG  Performance (unjuk kerja) yaitu sejauh mana perusahaan telah menampilkan bukti (evidence) yang menunjukkan bahwa perusahaan telah mendapatkan manfaat yang nyata dari perapan prinsip GCG di dalam perusahaan. .Parameter Implementasi GCG  Compliance (kepatuhan) yaitu sejauh mana perusahaan telah mematuhi aturan-aturan yang ada dalam memenuhi prinsip-prinsip GCG.

3. 2. HARMONISASI PERATURAN DAN KELEMBAGAAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA SECARA TERPADU PENERAPAN KEAMANAN DAN KUALITAS JASA MENGACU PADA STANDAR INTERNASIONAL PENGEMBANGAN PASAR DAN INSTRUMEN PASAR MODAL . PENYEMPURNAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN B. TRANSPARANSI. 4. AKUNTABILITAS DAN TANGGUNG JAWAB SUPAYA GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAPAT DITERAPKAN: A. SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE. 5.STRATEGI PENGEMBANGAN UMUM 1. MENINGKATKAN KETAATAN TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE GOOD CORPORATE GOVERNANCE YANG EFEKTIF : KEWAJARAN.

Komitmen GCG – Pemerintah • SE Ketua Bapepam Nomor Se03/PM/2000 tentang Komite Audit yang berisi himbauan perlunya Komite Audit dimiliki oleh setiap Emiten .

memberikan peran aktif Sekretaris Perusahaan di dalam memenuhi kewajiban keterbukaan informasi serta mewajibkan perusahaan tercatat untuk menyampaikan informasi yang material dan relevan. Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia) memberlakukan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Jakarta Nomor Kep-315/BEJ/062000 perihal Peraturan Pencatatan Efek Nomor I-A yang antara lain mengatur tentang kewajiban mempunyai Komisaris Independen. Komite Audit. .Komitmen GCG – Sektor Swasta Bursa Efek • Pada tahun 2000.

Imigrasi. • Peningkatan governance bagi instansi pemerintah terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik dan penegakan hukum . Bea Cukai. dan institusi penegak hukum.Harapan untuk Perbaikan • Adanya undang-undang atau peraturan yang mengharuskan implementasi GCG khususnya bagi perusahaan swasta. BPN. Institusi yang mengeluarkan perizinan. .Ditjen Pajak.

• Bapepam LK dan BEI perlu memberlakukan aturan GCG yang lebih luas untuk semua perusahaan yang go public. • Penerapan GCG yang dikaitkan dengan upaya pencegahan korupsi di sektor swasta. • Menjadikan GCG sebagai Corporate Culture.Harapan untuk Perbaikan ( • Sosialisasi dan asistensi tentang GCG khususnya kepada perusahaan yang belum go public. .

GCG SEBAGAI CORPORATE CULTURE Pedoman Umum GCG Hukum & Peraturan yang berlaku Visi Misi Sasaran Korporasi Corporate/ Industry Best Practices Internal Best Practices Good Corporate Governance Code Peraturan Teknis / Pelaksanaan Internalisasi / Sosialisasi R e v i e w Implementasi Corporate Culture .

STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (EMITEN) 1. MENINGKATKAN PENEGAKAN HUKUM 4. MEMPERCEPAT PROSES RESTRUKTURISASI EMITEN BERMASALAH. MENDORONG UKM DAN KOPERASI MENJADI EMITEN 3. MEMBUAT KETENTUAN KODE ETIK EMITEN . 2.

MENINGKATKAN KEAMANAN TRANSAKSI BURSA 3.STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (BURSA EFEK) 1. MENINGKATKAN LIKUIDITAS DAN EFISIENSI BIAYA 2. MENINGKATKAN JENIS DAN KUALITAS PELAYANAN BURSA .

MENYEDIAKAN FASILITAS PINJAM MEMINJAM EFEK.STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (LEMBAGA KLIRING DAN PENJAMINAN) 1. ASURANSI REKENING EFEK INVESTOR DALAM PENJAMINAN PENYELESAIAN TRANSAKSI BURSA 3. MENERAPKAN MANAJEMEN RISIKO. DANA JAMINAN. . MENERAPKAN SISTEM KLIRING SECARA MULTILATERAL CONTINOUS NET SETTLEMENT MENUJU KEPLADA REAL TIME GROSS SETTLEMENT (RTGS) 2.

MENGIMPLEMENTASIKAN SISTEM PENYELESAIAN TRANSAKSI MELALUI PEMINDAHBUKUAN MENYEDIAKAN LAYANAN LINTAS BATAS MENGIMPLEMENTASIKAN REKOMENASI G-30 MENYEDIAKAN RENCANA KELANGSUNGAN USAHA DAN FASILITAS PENANGGULANGAN BENCANA BERPARTISIPASI DALAM PENGEMBANGAN PASAR MODAL YANG LIKUID DAN EFISIEN.STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (LEMBAGA PENYIMPANAN DAN PENYELESAIAN) 1. . 3. 2. 4. 5.

MENGEMBANGKAN KODE ETIK PERUSAHAAN EFEK. 2. .STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (PERUSAHAAN EFEK) 1. 3. MENINGKATKAN KUALITAS JASA INDUSTRI EFEK MENGEMBANGKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN BACKOFFICE SYSTEM PERUSAHAAN EFEK MENELITI DAN MENGEMBANGKAN PRODUK DAN JASA-JASA INDUSTRI EFEK. 4.

3. WALI AMANAT PERAN WALI AMANAT YANG BERFUNGSI MEWAKILI KEPENTINGAN PEMEGANG OBLIGASI PERLU DIOPTIMALKAN.STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (LEMBAGA PENUNJANG) 1. . DAN BERSTANDAR INTERNASIONAL. LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK MAMPU MENDORONG PERTUMBUHAN PASAR SURAT HUTANG DI PASAR MODAL DAN PASAR UANG DENGAN MELAKUKAN PEMERINGKATAN SECARA OBJEKTIF. KUSTODIAN MENINGKATKAN EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS. BIRO ADMINISTRASI EFEK (BAE) MENGADMINISTRASIKAN EFEK-EFEK UNTUK EMITEN DENGAN MEMPERHATIKAN PRINSIP-PRINSIP EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS 2. MEMANFAATKAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN AKTIF MENGEMBANGKAN DAN MEMASARKAN JENIS LAYANANNYA. INDEPENDEN. 4.

. AKUNTAN PUBLIK MENGEMBANGKAN KEMAMPUANNYA UNTUK MENGANTISIPASI PERSAINGAN DENGAN AKUNTAN DARI NEGARA LAIN. PEMBUATAN LAPORAN YANG PADAT. 2. 3. SEHINGGA MUDAH DIPAHAMI. DENGAN CARA PEMILIHAN DAN PEMAKAIAN METODE PENILAIAN YANG TEPAT. UNTUK ITU. 4.STRATEGI PENGEMBANGAN PELAKU PASAR MODAL (PROFESI PENUNJANG) 1. AKUNTAN PERLU LEBIH MENCERTMATI PERKEMBANGAN PASAR MODAL DENGAN MEMAHAMI JENIS JENIS INSTRUMEN YANG DIPERDAGANGKAN DAN MEKANISME PERDAGANGAN INSTRUMEN TERSEBUT. NOTARIS MENINGKATKAN PEMAHAMAN PERATURAN-PERATURAN DIBIDANG PASAR MODAL YANG MENGACU KEPADA STANDAR INTERNASIONAL. PENILAI MEMPERBAIKI DAN MENINGKATAN KUASLITAS LAPORAN PENILAIAN. SISTEM DAN DALAM BENTUK YANG STANDAR. KONSULTAN HUKUM MAMPU MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN MENYEMPURNAKAN DAN MENGEMBANGKAN PRODUK-PRODUK HUKUM DI BIDANG PASAR MODAL YANG BERSTANDAR INTERNASIONAL.

1.5: Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit • Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 Tentang Pelaksanaan Good Corporate Governance Bagi Bank Umum • Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor : KEP-117/M-MBU/2002 Tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . IX.Peraturan Terkait di Indonesia • Peraturan Bapepam-LK No.

1. IX.Peraturan Bapepam-LK No.5 • Tugas dan tanggung jawab. antara lain: – Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang dikeluarkan perusahaan – Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan atas peraturan perundang-undangan di pasar modal dan peraturan perundang-undangan lainnya – Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor eksternal .

dokumen.Peraturan Bapepam-LK No. IX. dan informasi perusahaan .1. antara lain: (Lanjutan) – Melaporkan kepada komisaris berbagai risiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen risiko oleh direksi – Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan emiten – Menjaga kerahasiaan data.5 • Tugas dan tanggung jawab.

Peraturan Bapepam-LK No.5 • Komite audit wajib bekerja sama dengan pihak yang melaksanakan fungsi internal audit . IX.1.

.Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 • Tugas dan tanggung jawab: – Komite Audit melakukan pemantauan dan evaluasi atas perencanaan dan pelaksanaan audit serta pemantauan atas tindak lanjut hasil audit dalam rangka menilai kecukupan pengendalian intern termasuk kecukupan proses pelaporan keuangan.

Komite Audit paling kurang melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap: – pelaksanaan tugas Satuan Kerja Audit Intern. – kesesuaian pelaksanaan audit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar audit yang berlaku. dan hasil pengawasan Bank Indonesia.Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/4/PBI/2006 • Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut di atas. – kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi yang berlaku. • Komite Audit wajib memberikan rekomendasi mengenai penunjukan Akuntan Publik dan Kantor Akuntan Publik kepada dewan Komisaris untuk disampaikan kepada Rapat Umum Pemegang Saham . – pelaksanaan tindak lanjut oleh Direksi atas hasil temuan Satuan Kerja Audit Intern. akuntan publik. guna memberikan rekomendasi kepada dewan Komisaris.

Kepmen BUMN Nomor : KEP-117/M-MBU/2002 • Bertugas membantu Komisaris/Dewan Pengawas dalam memastikan efektivitas sistem pengendalian intern dan efektivitas pelaksanaan tugas eksternal auditor dan internal auditor .

c) frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran masing-masing anggota komite audit. b) uraian tugas dan tanggung jawab.Peraturan Lain • Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-134/BL/2006 Tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Tahunan Bagi Emiten atau Perusahaan Publik – Laporan tahunan wajib memuat uraian singkat mengenai penerapan tata kelola perusahaan yang telah dan akan dilaksanakan oleh perusahaan dalam periode laporan keuangan tahunan terakhir • komite audit. dan d) laporan singkat pelaksanaan kegiatan komite audit . dan riwayat hidup singkat anggota komite audit. jabatan. mencakup antara lain: a) nama.

INTERNAL AUDIT DAN MANAJEMEN REGULATOR KEKUATAN PASAR INSTITUSI PELAYANAN PUBLIK LAIN SERIKAT PEKERJA KARYAWAN Private Sector Enforcement Internal Enforcement Public Sector Enforcement 33 . KOMITE AUDIT & KOMITE LAINNYA INVESTOR / PEMEGANG SAHAM /RUPS AUDITOR EKSTERNAL KREDITOR & PEMASOK PEMERINTAH PUSAT & DAERAH MEDIA MASSA ASOSIASI INDUSTRI DIREKSI .Pendahuluan GCG ENFORCEMENT PASAR MODAL DEWAN KOMISARIS.

THANK YOU .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful