Anda di halaman 1dari 3

Faktor-faktor resiko stroke

1.5 PATOFISIOLOGI
Aterosklorosis, hiperkoagulasi, artesis Katup jantung rusak,miokardifark, fibrilasi, endokarditis Aneurisma, malformasi, arteriovenous

Trombosis serebral

Penyumbatan pembuluh darah otak bekuan darah, lemak, dan udara

Pendarahan intraserebral

Pembuluh darah oklusi Iskemik jaringan otak Edema dan kongesti jaringan sekitar

Emboli serebral

Perembesan darah ke dalam parenkim otak Penekanan jaringan otak

Stroke (CVA)

Infark otak, edema, dan hernia otak

Defisit neurologis

Infark serebral

Kehilangan kontrol volunter

1. Risiko peningkatan TIK

Kerusakan terjadi pada lobus frontal kapasitas, memori, atau fungsi intelektual kortikal

Difungsi bahasa dan komunikasi

2. Penurunan perfusi jaringan serebral

Hemiplegia dan hemiparesis

Herniasi falks serebri dan ke foramen magnum Kompresi batang otak Kerusakan fungsi kognitif dan efek psikologis Disartria disfasia/afasia, apraksia

4. Kerusakan mobilitas fisik Koma

Depresi saraf kardiovaskular dan pernafasan

Intake nutrisi tidak adekuat

Kelemahan fisik umum Kegagalan kardiovaskular dan pernapasan

8. Perubahan pemenuhan nutrisi

7. Ketidakmampuan perawatan diri

kematian

Lapang perhatian terbatas, kesulitan dalam pemahaman, lupa dan kurang motivasi, frustrasi, labilitas emosional, bermusuhan, dendam, dan kurang kerjasama, penurunan gairah seksual

10. Kerusakan komunikasi verbal

Disfungsi persepsi visual spasial dan kehilangan sensorik

Penurunan tingkat kesadaran

15. Gangguan psikologis 16. Perubahan peran keluarga 17. Kecemasan klien dan keluarga

11. Koping individu tidak efektif 12. Perubahan proses pikir 13. Penurunan gairah seksual 14. Risiko ketidakpatuhan terhadap penatalaksanaan

9. Risiko trauma (cedera)

12. Perubahan persepsi sensorik

18. Risiko penurunan pelaksanaan ibadah

Kemampuan batuk menurun, kurang mobilitas fisik dan mobilitas sekret

Disfungsi saluran kemih dan saluran pencernaan

Penekanan jaringan setempat

6. Risiko tinggi kerusakan integritas kulit

3. Risiko bersihan jalan nafas tidak efektif

8. Gangguan eleminasi uri dan alvi