P. 1
TANAMAN HIAS

TANAMAN HIAS

|Views: 365|Likes:
Dipublikasikan oleh Sayid Sidik

More info:

Published by: Sayid Sidik on May 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

03/06/2014

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Saat ini, tanaman ordo cycadales yang sudah ada di muka bumi sejak 230 juta tahun yang lalu menjadi tanaman hias yang sangat istimewa. Ordo cycadales merupakan tanaman berbiji pertama di permukaan bumi yang usianya lebih tua dibandingkan dengan dinosaurus yang punah puluhan juta tahun lampau. Setelah melewati berbagai era selama ratusan juta tahun, tanamantanaman dari ordo cycadales sekarang ini terbagi menjadi 11 genus, yaitu bownera, ceratozamia, stangeria, chigua, cycas, dioon, encephalaratos, lapidozamia, encephalartos, zamia, microcys. Diantara ke-11 genus tersebut, encephalartos, zamia, dioon dan cycas dikenal luas sebagai tanaman hias eksotis di Indonesia. Mahalnya harga suatu tanaman hias juga karena unik, aneh, antik, langka dan eksotik. Euphorbia kristata atau aglaanema mutasi berharga mahal, bahkan 2-3 kali harga normal. Maklum dari hasil suatu perkawinan, mungkin baru muncul 1 tanaman “nyeleneh” dari ribuan tanaman. Encephalartos juga berharga mahal karena langka. Jenis-jenis yang variagata pun diburu hingga pelosok daerah di tanah air, bahkan mencarinya hingga keluar negeri. Itulah sebabnya jenis tersebut menjadi tanaman favorit.

1.2

Rumusan Masalah 1) Mengapa tanaman ordo cycadales harganya bisa mahal? 2) Bagaimana encephalartos berharga mahal? 3) Mengapa tanaman ordo cycadales menjadi langka? 4) Mengapa euphorbia kristata harganya mahal?

1

1.3

Tujuan Penulisan 1) Mengetahui jenis tanaman hias yang langka. 2) Mengetahui perawatan tanaman hias. 3) Langkah-langkah penanaman. 4) Mengetahui pengendalian hama dan penyakit. 5) Memahami jenis-jenis hama dalam tanaman hias. 6) Memahami jenis-jenis penyakit.

1.4

Kegunaan Penulisan Untuk para kolektor tanaman hias dan hobiis : 1) Memberi pengetahuan untuk memelihara tanaman hias. 2) Menuntun dan memberi arahan dalam menghindari hama dan penyakit. 3) Melestarikan tanaman langka yang ada di muka bumi. 4) Menambah peminat tanaman hias.

2

BAB II PEMBAHASAN

2.1

Buruan Para Kolektor Dan Hobiis Jika tanaman hias dapat dikelompokkan dalam kelas-kelas sosial seperti masyarakat, tak pelak lagi tanaman dari ordo cycadales yang beranggotakan famili cycadaceae, zamiceae dan strangeriaceae yang menduduki strata yang paling atas dalam tahta kerajaan tanaman. Pasalnya, selain penampilannya yang eksotis, ketiga keluarga tanaman tersebut tergolong tanaman purba yang keberadaannya sangat langka. Setelah melewati berbagai era selama ratusan juta tahun, tanamantanaman dari ordo cycadales sekarang ini terbagi 11 genus, yaitu bownera, ceratozamia, stangeria, chigua, cycas, dioon, encephalaratos, lapidozamia, encephalartos, zamia, microcys. Diantara ke-11 genus tersebut,

encephalartos, zamia, dioon dan cycas dikenal luas sebagai tanaman hias eksotis di Indonesia. Yang juga digandrungi hobiis adalah tanaman berpenampilan unik (variegata kristata dan mutasi) pantas bila tanaman-tanaman cantik ini menjadi penghias teras rumah atau “pemanis” taman. Jenis yang dicari antara lain anthurium, philodenron, palem dan walosongo. Meskipun bukan tanaman hias baru, repenthes juga menjadi incaran para kolektor. Oleh karena alasan langka, encephalartos dan sikas pun dicari para kolektor. Untuk mendapatkan tanaman “purba” seperti itu sulit. Tanaman baru hasil perbanyakan pun kemungkinannya kecil. Meski demikian, mereka terus memburunya. Tak hanya di dalam negeri, mereka pun mencarinya hingga ke luar negeri. Pantas bila harganya selangit. Encephalartos laurentianus berdiameter 50 cm berharga 50 juta rupiah.

2.2

Nilai Ekonomi Tanaman Hias Purba Dalam hukum ekonomi kelangkaan suatu barang selalu berkaitan dengan nilai nominalnya. Demikian juga dengan tanaman purba dari ordo cycadales ini. Terlepas dari apresiasi seseorang akan keindahan sosoknya,

3

nilai ekonomi tanaman-tanaman hias dari ordo cycadales sangat ditentukan oleh kelangkaannya. Makin langka tanamannya, makin tinggi nilai ekonominya. Contohnya adalah encephalartos heenaii dan encephalartos latifron yang jumlahnya dialam hanya tinggal beberapa batang. Harga tanaman ini mencapai ratusan juta rupiah. Contoh lainnya, satu tingkat di bawah jenis-jenis itu ada encephalartos dolomiticus, cupidus, dan encephalartos encephalartos

nubimontanus,

encephalartos

middleburgenesis. Sementara itu, encephalartos lechmanii, encephalartos harridus dan encephalartos trispinasus berada di tingkat paling bawah dijual dengan harga puluhan juta rupiah. Harga tanaman-tanaman hias purba tersebut biasanya dihitung persentimeter diameter batang. Ini berbeda dengan harga tanaman hias lain, seperti anthurium dan aglaorema yang dihitung per lembar daun. Namun, ada juga beberapa spesies tanaman hias purba yang harganya masih terjangkau oleh kantong kebanyakan masyarakat Indonesia. Contohnya cycas rumpii dan cycas revoluta yang harganya masih dibawah satu juta rupiah per taman. Harga kedua jenis cycas tersebut tidak terlalu mahal karena jumlah tanamannya di alam masih cukup banyak.

2.3

Cara Penanaman Tanaman Hias Penanaman langsung di tanah merupakan pilihan yang sangat tepat karena pada umumnya tanaman ordo cycadales sangat menyukai sinar matahari penuh. Proses penanaman langsung di tanah meliputi tahap penentuan lokasi pembuatan lubang tanam dan penanaman. 2.3.1 Penentuan tempat Mengingat hampir semua tanaman ordo cycadales berasal dari habitat panas, lokasi penanamannya pun harus ditempat yang mendapat sinar matahari penuh sepanjang hari. Salah satu lokasi yang mendukung syarat tersebut adalah halaman depan rumah yang terbuka. Selain pasokan cahaya mataharinya banyak, dengan menanam di halaman depan rumah keindahan tanaman dapat dinikmati setiap saat.

4

2.3.2 Membuat lubang tanam Jika lokasi untuk menanam sudah ditentukan, olangkah berikutnya adalah membuat lubang tanam. Ukuran lubang tanam yang umum dibuat adalah 50 x 50 x 50 cm. Setelah lubang tanam dibuat, biarkan terbuka selama kira-kira dua minggu agar bibit hama dan penyakit yang ada terbunuh sinar matahari. Setelah itu, lubang diisi dengan media tanam berupa campuran pasir malang dan bahan organik (pupuk kandang atau kompos yang sudah matang) yang sudah disterilkan dengan perbandingan 4 : 1. 2.3.3 Penanaman tanaman Sebelum ditanam, dibagian tengah media tanam dibuat lubang penanam yang ukurannya disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian tanam bibit tepat dilubng yang telah dibuat, lalu tambahkan media tanam sampai akar tanaman tertimbun sebatas pangkal batang. Agar bibit tidak roboh, padatkan media tanam disekitar bagian akarnya.

2.4

Perawatan Tanaman Hias Sama seperti tanaman hias lain, tanaman hias ordo cycadales juga harus dirawat agar tumbuh dengan baik dan sehat. Perawatannya sendiri meliputi penempatan, penyiraman, penyiangan, pemupukan dan

pemangkasan. 2.4.1 Penempatan tanaman Mengingat habitatnya yang berasal dari daerah panas, khusus tanaman hias ordo cycadales yang ditanam di dalam pot harus diletakkan di lokasi yang mendapat sinar matahari penuh, agar dapat tumbuh dengan optimal. Namun, jika tidak ada lahannya pot tanaman juga dapat diletakkan di tempat-tempat seperti di beranda atau dalam rumah asalkan secara periodik tetap harus dikeluarkan ke lokasi terbuka yang terkena sinar matahari penuh.

5

2.4.2 Penyiraman Tanaman ordo cycadales telah menyesuaikan diri dengan kondisi gurun yang panas dan kering sehingga tahan tidak disiram selama berhari-hari. Oleh karena itu, tanaman ordo cycadales hanya membutuhkan air siraman dalam jumlah yang relatif sedikit dibandingkan dengan tanaman lain. Tidak ada ukuran pasti berapa hari sekali tanaman hias ordo cycadales perlu disiram. Sebagai patokan jika lokasi tanam diberi ruangan plastik PVC yang kering dan panas. Penyiraman bisa dilakukan setiap hari. Sebaliknya, jika lokasi tanam memiliki kelembapan tinggi, penyiraman cukup dilakukan 4-5 hari sekali. Untuk amannya, lakukan penyiraman saat media tanam sudah mengering. Saat menyiram usahakan air membahasi seluruh permukaan media tanam agar seluruh bagian akar mendapatkan air secara merata. Pastikan juga kelebihan air siraman keluar dari lubang di dasar pot. Pasalnya, tanaman ordo cycadales tidak tahan air. Genangan air akan membuat akarnya mudah membusuk dan dapat mengakibatkan kematian. 2.4.3 Penyiangan gulma Walaupun sudah disterilkan bukan berarti media tanam telah terbebas dari gulma atau tanaman pengganggu. Pada permukaan media tetap dimungkinkan tumbuh rumput atau tanaman lain yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman utama karena akan menjadi pesaing dalam memperebutkan unsur hara. Oleh karena itu, penyiangan gulma secara periodik harus selalu dilakukan agar gulma tidak kembali, sebaiknya dicabut dengan akar-akarnya. 2.4.4 Pemupukan Pemupukan pada tanaman hias ordo cycadales tergolong lebih sederhana dibandingkan dengan pemupukan tanaman hias jenis lain. Sebagai tanaman yang tidak rakus terhadap unsur hara dan pertumbuhannyapun lambat, pemupukan tanaman hias ordo

6

cycadales cukup dilakukan dengan pupuk slow release seperti dekastar atau grow more. Intensitas pemupukan dilakukan 2-3 bulan sekali. Caranya, taburkan ¼ sendok teh pupuk ke permukaan media tanam, lalu siram. Jika tanaman memasuki fase pertumbuhan generatif (mulai mengeluaran runjung) tambahkan pupuk yang mengandung unsur P dan K tinggi setiap dua bulan sekali. Unsur P diperlukan untuk reproduksi dan pembentukan biji, sedangkan unsur K diperlukan untuk merangsang pembuangan. Salah satu pupuk yang dapat digunakan adalah NPK dengan dosis satu sendok teh. Caranya, taburkan 1 sendok teh pupuk ke permukaan media tanam, lalu siram. 2.4.5 Pemangkasan Secara alami, seiring dengan pertambahan usia, daun-daun tanaman ordo cycadales yang indah akan menguning dan akhirnya kering sehingga mengurangi keindahan sosok tanaman hias ini. Untuk itu, daun-daun yang mulai menguning sebaiknya segera dipangkas atau dipotong disekitar tangkainya menggunakan pisau yang tajam.

2.5

Pengendalian Hama 2.5.1 Kutu putih Kutu putih adalah hama yang paling sering menyerang tanaman ordo cycadales. Kutu-kutu berwarna putih diselimuti rambut serupa kapas ini melekat sangat erat pada daun bagian bawah dan mengisap cairan tanaman. Serangan yang hebat mengakibatkan daun tanaman menguning dan mati, hanya menyisakan tulang-tulang daun. Dari bagian daun, kutu putih bi8sa pindah ke batang, bahkan ketanaman yang lain yang seht karena terbawa angin. Saat serangannya masih ringan, hama ini bisa dikendalikan dengan menyemprotkan insektisida basudin, supracide atau thiodan setiap dua minggu sekali. Posisi penggunaannya disesuaikan dengan petunjuk pakai di kemasan. Jika serangannya sudah terlanjut

7

mengganas harus dilakukan penggundulan. Semua daun di potong sampai bersih menggunakan sikat gigi bekas atau sikat ijuk. Bekas tempat serangan kemudian disemprot insektisida setiap hari terus menerus selama seminggu. Pada minggu kedua penyemprotan diperjarang menjadi tiga kali seminggu. Yang perlu diperhatikan saat menyemprot adalah jangan sampai mengenai pucuk atau titik tumbuh karena akan menghambat pertumbuhan tanaman. Dalam waktu 1 – 1,5 bulan biasanya tanaman yang gundul tersebut akan mulai bertunas lagi. 2.5.2 Mealy bug Mealy bug merupakan serangan kecil berbentuk oval dengan panjang sekitar 2 mm. Warnanya putih kekuningan dan kelabu. Hama ini hidup di tanah atau di tajuk tanaman, berkembang pesat ketika suhu menghangat. Mealy bug sering bersimbiosis mutualistik dengan semut. Cairan manis yang dikeluarkn mealy bug menjadi makanan semut, sedangkan semut membantu memindahkan mealy bug dari satu bagian tanaman kebagian lain. Mealy bug menyerang dengan cara menghisap cairan daun, sehingga daun-daun yang baru muncul akan mengalami kelainan bentuk. Pengendaliannya dapat dilakukan secara mekanis atau kimia, secara mekanis dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi sehingga mealy bug terlepas dari tanaman, sedangkan secara kimia dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida melathion dengan dosis sesuai petunjuk pakai di kemasan. 2.5.3 Spider mite Sama dengan mealy bug, spider mite merupakan serangga yang berukuran sangat kecil dengan panjang di bawah 0,5 cm. Serangga dari keluarga laba-laba ini juga menyerang dengan cara mengisap cairan daun. Daun yang diserangnya akan berubah warna menjadi kecoklatan, lalu mati dan rontok. Walaupun ukurannya sangat kecil, hama yang senang bersembunyi di permukaan daun bagian bawah ini bisa menimbukan

8

kerusakan yang sangat parah. Serangga dewasa akan meletakkan telur-telur yang berwarna kuning kemerahan dipermukaan daun bagian bawah. Ketika menetas akan membuat tanaman mati. Spider mite termasuk hewan yang tahan terhadap insektisida. Oleh karena itu, pengendaliannya dilakukan lewat akar dengan mengaplikasikan akarsida seperti kelthane dengan dosis sesuai petunjuk pakai di kemasan. 2.5.4 Lalat putih Lalat putih memiliki bentuk mirip mengngat dengan ukuran 14 mm. Hama ini senang bersembunyi di permukaan daun bagian bawah dan menyerang dengan cara mengisap cairan tanaman. Karena cairan tanaman terisap gejala tanaman yang terserang lalat putih menunjukkan pertumbuhan tidak optimal. Bila dibiarkan, tanaman yang terserang akan menjadi kurus dan lama kelamaan akan mati. Pengendaliannya dapat dilakukan secara mekanis atau kimia secara mekanis dilakukan dengan menyemprotkan air bertekanan tinggi sedangkan secara kimia dilakukan dengan mengaplikasikan insektisida melathion dengan dosis sesuai petunjuk pakai di kemasan. 2.5.5 Belalang Semua jenis belalang permukaan daun merupakan hama tanaman keluarga cycadaeae. Sama dengan ulat, serangan belalang mengakibatkan kerusakn pada daun sehingga penampilannya tidak indah lagi. Untuk serangan ringan pengendalian hama belalang dapat dilakukan secara manual dengan cara menangkap dan

memusnahkannya satu per satu. Untuk serangan berat dapat disemprot dengan mavrik 50 EC dengan dosis sesuai petunjuk pakai di kemasan.

9

BAB III PENUTUP

3.1

Simpulan Pada saat ini, tanaman ordo cycadales yang sudah ada dimuka bumi sejak 230 juta tahun yang lalu menjadi tanaman hias yang sangat istimewa. Tanaman ordo cycadales merupakan tanaman berbiji pertama dipermukaan bumi yang usianya jauh lebih tua dibandingkan dengan dinosaurus yang punah puluhan juta tahun lampau. Sekarang ini tanaman-tanaman dari ordo cycadales terbagi menjadi 11 genus. Diantara ke-11 genus tersebut, encephalartos, zamia, dioon dan cycas dikenal luas sebagai tanaman hias eksotis di Indonesia. Mahalnya harga suatu tanaman hias juga karena unik, aneh, antik, langka dan eksotik. Ternyata nilai ekonomi tanaman hias purba harganya juga cukup tinggi di pasaran. Harga tanaman-tanaman hias tersebut biasanya dihitung persenti meter diameter batang. Ini berbeda dengan tanaman hias lain, seperti anthurium dan aglaonema yang dihitung perlembar daunnya.

3.2

Saran Bagi para kolektor tanaman, agar tanaman hias anda terjaga pertumbuhan dan kesehatannya, maka anda perlu memperhatikan perawatan tanaman tersebut.

10

DAFTAR PUSTAKA

Budiana, NS. 2006. Agar Aglonema Tampil #memikat. Jakarta : Penebar Swadaya. Budhi Prawira, Sugiono dan Desi Saraswati. 2006. Anthurium. Jakarta : Penebar Swadaya. Prasojo, Joko. Nopember 1998. Memberantas Kutu Putih Pada Sikas. Jakarta : Trubus Edisi 228. Kartika Putri, Utami. 2011. Trend Purba Landa Hobiis. Jakarta : Trubus Edisi 228.

11

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->