Anda di halaman 1dari 4

Definisi Sosialisasi Dalam arti sempit : Sosialisasi adalah proses pengenalan lingkungan social maupun lingkungan fisik.

Dalam arti luas : sosialisasi adalah proses komunikasi dan interaksi yang dilakukan oleh seseorang selama hidupnya sejak lahir sampai meninggal. Sosialisasi adalah proses belajar seorang anggota masyarakat untuk menerima dan menyesuaikan diri dengan unsure-unsur kebudayaan berupa cara-cara bersikap, bertindak, dan berinteraksi dalam masyarakat. Menurut para Ahli : 1. Peter L. Berger Suatu proses seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. 2. Soerjono Soekanto Proses mengkomunikasikan kebudayaan kepada warga masyarakat yang baru. 3. Paul B. Horton Suatu proses dimana seseorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. 4. Vembriarto Memberikan definisi: a. Sosialisasi adalah proses belajar. b. Dalam proses sosialisasi individu mempelajari kebiasaan, sikap, ide-ide, pola-pola nilai dan tingkah laku dalam masyarakat tempat ia hidup. c. Semua sifat dan kecakapan yang dipelajari disusun dan dikembangkan sebagai suatu kesatuan system dalam diri pribadinya. Tujuan sosialisasi 1. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan. 2. Menambahkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien serta mengembangkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan bercerita. 3. Membantu pengendalian fungsi-fungsi organic yang dilakukan mengenai latihan-latihan mawas diri yang tepat 4. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan yang ada pada masyarakat. Proses sosialisasi 1. Macam-macam proses sosialisasi a. Proses sosialisasi yang terjadi tanpa sengaja melalui proses interaksi social Terjadi apabila seorang individu menyaksikan kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang yang disekitarnya sedang berinteraksi. b. Proses sosialisasi yang terjadi secara sengaja melalui pendidikan dan pengajaran Terjadi apabila seorang individu yang disosialisasikan mengikuti pengajaran dan pendidikan yang sengaja dilakukan oleh pendidik. 2. Tahapan dalam proses sosialisasi a. Tahap persiapan (Preparatory stage) Tahap persiapan anak untuk memperoleh pemahaman tentang dirinya. Melakukan kegiatan meniru secara tidak sempurna. Contoh : saat pertama kali anak bisa memanggil orang tuanya dengan sebutan ibu, bapak. b. Tahap Meniru (Play stage) Seorang anak mulai mengambil peranan orang-orang yang berada disekitarnya. Mulai meniru peranan yang dilakukan oleh orang orang yang sering berinteraksi dengannya. Contoh: anak mulai bermain masak-masakan bersama teman-temannya. c. Tahap Siap bertindak (game stage) Seorang anak mengetahui peranan yang harus dijalankan oleh orang lain. Contoh : ketika ia bermain sepak bola, maka ia akan mengetahui peranan wasit. d. Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Stage)

Seorang anak mampu mengambil peran semua pihak yang terlibat dalam proses sosialisasi. Ia mampu berinteraksi dengan orang lain. Contoh : selaku anak, ia telah mampu memahami peranan yang dijalankan oelh orang tuanya. 3. Media Sosialisasi a. Keluarga Proses sosialisasi pertama Macam macam sosialisasi dalam keluarga: 1. Pola Sosialisasi Represif Cirri-ciri: a. Penekanan pada hukuman dan imbalan b. Anak harus patuh terhadap orang tua c. Komunikasi sebagai perintah d. Sosialisasi berpusat pada orang tua dan keinginan orang tua e. Dalam keluarga biasanya di dominasi oleh orang tua. Akibat dari sosialisasi represif: 1. Proses kedewasaan anak sulit berkembang 2. Anak tidak dapat membentuk sikap madiri 3. Anak akan selalu bergantung kepada orang lain Bentuk dri sosialisasi represif: Hukuman yang diberikan orang tua yang berlebihan kepada anak yang masih dini dapat menyebabkan trauma, cacat fisik, maupun cacat mental. 2. Pola sosialisasi partisipasi Pengertian : suatu pola sosialisasi yang memberikan apa yang diminta anak apabila anak tersebut berperilaku baik. Cirri-ciri: a. Memberikan imbalan bagi perilaku anak yang baik. b. Komunikasi sebagai interaksi c. Anak menjadi pusat sosialisasi d. Orang tua memperhatikan keinginan anak e. Hukum dan imbalan simbolis f. Anak diberikan kebebasan Pola penentu proses sosialisasi serta pengembangan kepribadian dalam keluarga: 1. Pola menerima-menolak Didasarkan atas taraf kemesraan orang tua terhadap anak. Jika dibesarkan dengan pola menolak, maka anak akan cenderung bersikap menantang kekuasaan dan selalu curiga terhadap orang lain. 2. Pola memiliki-melepaskan Didasarkan atas besarnya sikap protektif orang tua terhadap anak. Jika dibesarkan dengan pola melepaskan maka anaka akan cenderung berwatak tidak patuh, pemalu, ragu-ragu. 3. Pola demokrasi-otokrasi Didasarkan pada tingkat partisipasi anak dalam menentukan kegiatan dalam keluarga. Anak dapat berpartisipasi dalam keputusan-keputusan keluarga sampai batasan-batasan tertentu. Dalam keluarga demokrasi, anak berkembang lebih luwes dapat menerima kekuasaan secara rasional. Dalam keluarga otokrasi, anak tunduk secara membabi buta atau bersikap menantang. b. Kelompok bermain

Didalam kelompik bermain, individu mempelajari norma, nilai, kultur, peran, yang dibutuhkan individu untuk berpartisipasi didalam kelompok bermainnya. c. Sekolah Merupakan media sosialisasi di dalam system pendidikan formal. Sekolah mempersiapkan agar anak didik menguasai peranan-peranan baru yang dapat diterapkan sehingga tidak bergantung pada orang tua lagi. Sekolah mengajarkan kemandirian, prestasi, dan persamaan kedudukan d. Lingkungan kerja Melalui peraturan, seseorang mempelajari berbagai nilai dan norma yang harus dipatuhi untuk mencapai tujuan. Dalam lingkungan kerja, setiap orang harus menjalankan peranan sesuai dengan kedudukannya. e. Media masa Media sosialisasi yang cukup berpengaruh terhadap perilaku khalayaknya. Kehadiran media masa mempengaruhi sikap dan tindakan anggota masyarakat. Nilai dan norma yang disampaikan dan disajikan oleh media masa akan tertanam dalam diri seseorang melalui penglihatan atau pendengaran. Peran nilai dan norma dalam proses sosialisasi Nilai dan norma adalah seperangkat kebiasaan atau aturan yang diakui kebenarannya oleh semua anggota masyarakat dalam rangka menciptakan kehidupan masyarakat yang teratur. Nilai social merupakan kumpulan sikap, perasaan baik buruk, benar salah, patuh atau tidak, tentang suatu hal yang terdapat pada setiap manusia. Norma social adalah aturan yang disertai dengan sanksi-sanksi. Fungsi nilai dan norma adalah untuk mengarahkan anggota masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku, serta sebagai control perilaku dalam proses sosialisasi. Macam-macam sosialisasi 1. Sosialisasi primer (keluarga) Sosialisasi yang berlangsung pertama yang dijalani individu semasa kecil dan menjadi pintu bagi seseorang yang memasuki lingkungan kemasyarakatan. 2. Sosialisasi sekunder Proses selanjutnya yang memperkenalkan individu kedalam lingkungan diluar keluarganya, seperti sekolah, lingkungan bermain dan lingkungan kerja. Berlaku di sekolah, tempat kerja, media masa. Tipe Sosialisasi 1. FORMAL Tipe sosialisasi yang terjadi melalaui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara. Ex: Pendidikan di Sekolah dan pendidikan militer. 2. INFORMAL Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan. Ex: antara teman, sahabat, sesama angg klub, dan kelompok sosial yang ada di masyarakat. Pola-Pola Sosialisasi 1. POLA REPRESIF Pola sosialisasi yang menekankan hukuman terhadap perilaku yang salah, ketaatan kepada atasan dan pengendalian dari luar 2. POLA PARTISIPATORIS Pola sosialisasi yang yang bersifat memberi imbalan Kepribadian dalam sosialisasi 1. Definisi kepribadian menurut para ahli a. Yinger

Keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi b. Cuber Gabungan keseluruhan ciri atau sifat yang tampak pada diri seseorang. Kepribadian adalah integrasi dari keseluruhan kecenderungan seseorang untuk berperasaan, berkehendak, berpikir, bersikap, dan berbuat sesuai pola tingkah pekerti tertentu. 2. Factor-faktor pembentukan kepribadian (menurut F.G. Robbins) a. Sifat dasar (potensi yang diwarisi oleh orang tuanya) b. Lingkungan prenatal (lingkungan di kandungan ibunya) c. Perbedaan individual atau perorangan (meliputi perbedaan cirri-ciri fisik serta cirri personal dan social) d. Lingkungan (lingkungan alam, kebudayaan dan social) e. Motivasi (kekuatan dari dalam diri individu yang menggerakkannya untuk berbuat sesuatu). Motivasi dibedakan menjadi 2, yaitu dorongan dan kebutuhan. 1. Dorongan, keadaan tidak seimbang dalam diri individu karena pengaruh dari dalam dan luar dirinya. 2. Kebutuhan, dorongan yang telah ditentukan secara personal, social, dan cultural. Kebutuhan manusia yang penting antara lain : 1) Kebutuhan bebas dari rasa takut 2) Kebutuhan bebas dari rasa bersalah 3) Kebutuhan untuk bersama dengan orang lain 4) Kebutuhan untuk berprestasi 5) Kebutuhan akan afeksi 6) Kebutuhan untuk ikut serta mengambil keputusan dalam setiap masalah 7) Kebutuhan akan terintegrasinya sikap, keyakinan, dan nilai-nilai 3. Pembentukan kepribadian sebagai hasil proses sosialisasi Ada dua dasar proses sosialisasi manusia dalam rangka pembentukan kepribadian: a. Sifat ketergantungan manusia kepada manusia lain Contoh : seorang bayi yang masih bergantung pada orang tuanya. b. Sifat adaptabilitas dan intelegensi manusia Manusia mempelajari berbagai macam bentuk tingkah laku, memanfaatkan pengalaman, dan mengubah tingkah lakunya.