Anda di halaman 1dari 53

ANALISIS EFEKTIVITAS PAPAN PENGUMUMAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI MAHASISWA TPB STEI 2011

KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah

oleh ISKANDAR SETIADI NIM 16511303 FAIZ ILHAM MUHAMMAD NIM 16511323

SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

ANALISIS EFEKTIVITAS PAPAN PENGUMUMAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI MAHASISWA TPB STEI 2011

KARYA TULIS
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah

oleh ISKANDAR SETIADI NIM 16511303 FAIZ ILHAM MUHAMMAD NIM 16511323

SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2012

PERSEMBAHAN

Karya tulis ini penulis persembahkan untuk memenuhi tugas Tata Tulis Karya Ilmiah, khususnya kepada Bu Tri Sulistyaningtyas yang selalu memberikan bimbingan, serta kepada mahasiswa TPB STEI 2011 yang telah memberikan banyak kontribusi dalam pembuatan karya tulis ini.

iii

PRAKATA

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang, karena kasih dan karunia-Nya karya tulis ini dapat diselesaikan dengan baik dan juga tepat pada waktunya. Karya tulis ini dibuat untuk mencapai berbagai tujuan. Tujuan utama pembuatan karya tulis ini adalah untuk mengetahui efektivitas papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa TPB STEI 2011 dan memperoleh cara yang tepat untuk meningkatkannya. Selain itu karya tulis ini ditujukan sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah. Meskipun demikian, sebagai manusia biasa penulis tentu saja menemui berbagai kendala dalam pembuatan karya tulis ini. Yang pertama adalah kendala dalam mengumpulkan data yang diperlukan demi terselesaikannya karya tulis ini. Yang kedua adalah sulitnya menggabungkan ide dan bahan. Kendala lainnya yang dihadapi penulis adalah sulitnya menggabungkan referensi dengan evidensi di lapangan. Dalam menyelesaikan karya tulis ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 1. Bu Tri Sulistyaningtyas sebagai pembimbing penulis dalam pembuatan karya tulis, 2. orang tua penulis yang telah turut serta mendukung pembuatan karya tulis ini,

iv

3. mahasiswa TPB STEI 2011 yang telah membantu dalam pengisian kuisioner, 4. semua orang yang telah membantu pembuatan karya tulis ini, yang tak dapat penulis sebutkan satu persatu. Tak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam karya tulis ini, karena itu penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk karya-karya selanjutnya. Akhir kata penulis ucapkan selamat membaca. Semoga karya tulis ini dapat berguna bagi para pembaca.

Bandung, Mei 2012

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman

HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................................................................ iii PRAKATA ............................................................................................................................ iv DAFTAR ISI ......................................................................................................................... vi DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................................... ix DAFTAR GRAFIK ................................................................................................................ x BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................... 1 1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ......................................................................................................... 3 1.3 Tujuan Penelitian........................................................................................................... 3 1.4 Ruang Lingkup Kajian .................................................................................................. 4 1.5 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 4 1.6 Sistematika Penulisan .................................................................................................... 5 BAB II KONSEP EFEKTIVITAS MEDIA INFORMASI .................................................... 6

vi

2.1 Definisi Media Informasi .............................................................................................. 6 2.1.1 Pengertian Media Informasi .............................................................................. 6 2.1.2 Jenis-jenis Media Informasi............................................................................... 7 2.2 Konsep Desain Media Informasi.................................................................................. 8 2.3 Definisi dan Konsep Efektivitas .................................................................................. 8 2.3.1 Definisi Efektivitas Media Informasi ................................................................ 8 2.3.2 Konsep Efektivitas Berdasarkan Desain dan Konteks ...................................... 9 2.3.3 Konsep Efektivitas Berdasarkan Pembaca ...................................................... 10 BAB III ANALISIS EFEKTIVITAS PAPAN PENGUMUMAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI MAHASISWA TPB STEI 2011 .................................................................... 11 3.1 Analisis Efektivitas Berdasarkan Papan Pengumuman ............................................. 11 3.1.1 Kualitas dan Jumlah Papan Pengumuman ....................................................... 12 3.1.2 Desain Media Informasi .................................................................................. 15 3.1.3 Regulasi Pemasangan Poster pada Papan Pengumuman ................................. 17 3.1.4 Jenis Informasi pada Papan Pengumuman ...................................................... 20 3.2 Analisis Efektivitas Berdasarkan Pembaca ................................................................ 22

vii

3.2.1 Ketertarikan Pembaca ...................................................................................... 22 3.2.2 Jumlah Pembaca Papan Pengumuman ............................................................ 27 3.3 Media Alternatif Selain Papan Pengumuman ............................................................ 31 BAB IV SIMPULAN DAN SARAN ................................................................................... 36 4.1 Simpulan .................................................................................................................... 36 4.2 Saran........................................................................................................................... 37 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 38

viii

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

A PERATURAN DASAR PEMASANGAN POSTER DI MADING ITB ........................ 40 B KUISIONER TTKI .......................................................................................................... 42 C RIWAYAT HIDUP ......................................................................................................... 43

ix

DAFTAR GRAFIK

Halaman

1 Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas papan pengumuman di ITB ................................. 12 2 Statistik mahasiswa STEI ITB 2011 yang memahami regulasi papan pengumuman di ITB........ 17 3 Tingkat penerapan regulasi pemasangan poster di ITB (menurut mahasiswa STEI 2011) .......... 18 4 Jenis-jenis informasi yang dibutuhkan mahasiswa STEI 2011 ..................................................... 20 5 Faktor-faktor yang membuat pembaca ingin membaca papan pengumuman ............................... 23 6 Tingkat kualitas desain papan pengumuman di ITB ..................................................................... 25 7 Hal-hal yang perlu ditingkatkan pada papan pengumuman ITB ................................................... 26 8 Lokasi-lokasi papan pengumuman yang paling sering dibaca ...................................................... 28 9 Frekuensi mahasiswa TPB STEI 2011 membaca papan pengumuman ........................................ 30 10 Media alternatif selain papan pengumuman yang digunakan mahasiswa .................................... 32 11 Penggunaan media alternatif dalam memperoleh informasi ........................................................ 34

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Institut Teknologi Bandung merupakan salah satu institut terkemuka dengan jumlah mahasiswa baru lebih dari 3000 orang setiap tahunnya. Penyampaian informasi menjadi hal penting dalam menjamin terlaksananya proses belajar-mengajar selama perkuliahan berlangsung. Informasi yang disampaikan mencakup berbagai aspek, dimulai dari kegiatan akademis seperti jadwal ujian, jadwal kuliah, serta kegiatan nonakademis seperti event-event yang diselenggarakan himpunan maupun unit tertentu. Berlo, dalam sebuah buku berjudul The Process of Communication: An Introduction to Theory and Practice mengatakan bahwa, Bukti riset menunjukkan 70 persen orang Amerika menghabiskan waktu kerjanya untuk berkomunikasi, baik mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis (Berlo, 1960:1). Oleh karena itu, media komunikasi yang dapat menyampaikan informasi untuk ribuan mahasiswa dalam waktu singkat menjadi penting. Media komunikasi dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu media cetak (printed media), media elektronik, dan media lisan. Setiap media komunikasi memiliki beragam keuntungan dan kerugian dalam menyampaikan informasi. Salah satu media komunikasi yang paling sering digunakan dalam kegiatan perkuliahan adalah papan pengumuman. Papan pengumuman merupakan media yang dapat digunakan oleh semua mahasiswa

dalam menyampaikan (transmitter) maupun menerima informasi (receiver). Institut Teknologi Bandung memiliki puluhan papan pengumuman yang tersebar di berbagai lokasi seperti gedung perpustakaan, gedung himpunan, maupun laboratorium. Efektivitas papan pengumuman dalam menyampaikan informasi menjadi penting, baik untuk kelangsungan perkuliahan, maupun kegiatan-kegiatan internal lainnya yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung. Institut Teknologi Bandung sebagai salah satu institut yang memiliki banyak jurusan keahlian harus memperhatikan media komunikasi yang digunakan, khususnya papan pengumuman yang terletak langsung di dalam kampus. Perbedaan kepentingan dari setiap jurusan dan unit kegiatan menjadikan aliran informasi beragam. Dengan demikian, penulis mencoba meneliti efektivitas papan pengumuman sebagai media informasi, khususnya mahasiswa TPB STEI 2011 dan cara yang tepat untuk meningkatkannya. Tujuan penelitian kali ini untuk mengetahui sejauhmana efektivitas papan pengumuman di ITB. Media komunikasi yang baik menjadi hal yang mendasar dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang. Untuk itu efektivitas media komunikasi, khususnya papan pengumuman menjadi sangat penting untuk dibahas agar setiap mahasiswa TPB STEI 2011 mampu memperoleh informasi dengan baik.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang penulis telah paparkan, didapat suatu rumusan masalah 1. Seberapa efektif penggunaan papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa TPB STEI 2011? 2. Cara apa yang tepat untuk meningkatkan efektivitas papan pengumuman? 3. Media alternatif apa yang dapat membantu penyebaran informasi dari papan pengumuman?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, penulisan karya tulis ini bertujuan 1. Menentukan tingkat efektivitas penggunaan papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa TPB STEI 2011; 2. Menemukan cara yang tepat untuk meningkatkan efektivitas papan pengumuman; 3. Menentukan media alternatif yang dapat membantu penyebaran informasi dari papan pengumuman.

1.4 Ruang Lingkup Kajian

Untuk menjawab persoalan yang ada pada rumusan masalah perlu pengkajian beberapa hal / pokok 1. mengidentifikasi kualitas dan jumlah papan pengumuman di ITB, 2. mengidentifikasi desain media informasi, 3. mengidentifikasi regulasi pemasangan poster pada papan pengumuman, 4. mengindentifikasi jenis informasi pada papan pengumuman, 5. mengidentifikasi jumlah pembaca papan pengumuman, 6. mengidentifikasi ketertarikan pembaca, 7. mengindentifikasi media alternatif selain papan pengumuman.

1.5 Metode dan Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini dilakukan dengan cara mendeskripsikan data baik dari literatur maupun dari lapangan kemudian dianalisis. Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis. Pada penelitian ini penulis memakai teknik pengumpulan data berupa 1. studi literatur digunakan sebagai referensi sekunder penulis dalam menganalisis tingkat efektivitas papan pengumuman, 2. observasi lapangan digunakan untuk melihat langsung tingkat efektivitas papan pengumuman di ITB,

3. penyebaran angket yang disebarkan pada 100 mahasiswa STEI-3 digunakan untuk menganalisis tingkat efektivitas dari sudut pandang pembaca.

1.6 Sistematika Penulisan

Penulisan membagi karya tulis ini menjadi empat bab yaitu pendahuluan, konsep efektivitas media informasi, analisis efektivitas papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa TPB STEI 2011, dan simpulan dan saran. Pada bab satu, penulis mengemukakan latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup kajian, metode dan teknik pengumpulan data, dan sistematika penulisan. Pada bab dua penulis memaparkan teori dan konsep dasar efektivitas media informasi yang memuat definisi dan jenis-jenis media informasi, konsep desain media informasi, definisi efektivitas media informasi, konsep efektivitas berdasarkan desain, konten dan pembaca. Pada bab tiga penulis menjelaskan dan menganalisis efektivitas papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa TPB STEI 2011 berdasarkan pada beberapa faktor, yaitu kualitas dan jumlah papan pengumuman, desain, regulasi, jenis informasi pada papan pengumuman, jumlah dan tingkat ketertarikan pembaca, dan media alternatif selain papan pengumuman. Sedangkan bab empat menjabarkan simpulan dan saran dari penulis mengenai permasalahan yang penulis angkat, yaitu efektivitas papan pengumuman, khususnya bagi mahasiswa TPB STEI 2011.

BAB II KONSEP EFEKTIVITAS MEDIA INFORMASI

2.1 Definisi Media Informasi 2.1.1 Pengertian Media Informasi

Media berasal dari bahasa Latin medius yang memiliki arti perantara / penengah sedangkan informasi beraasal dari bahasa Latin information yang memiliki arti memberikan instruksi. Menurut KBBI, media adalah alat; sarana komunikasi seperti koran, majalah, televisi, poster, dan spanduk; yang terletak di antara dua pihak sedangkan informasi adalah penerangan; pemberitahuan; keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat di bagian-bagian amanat itu. Dari dua pengertian diatas, media informasi adalah sarana komunikasi yang digunakan sebagai penengah di antara dua pihak dalam penyampaian informasi. Suatu media dapat dikatakan sebagai media informasi apabila sarana yang digunakan dapat mentransmisikan suatu instruksi, ajaran, atau perintah dari pemberi ke penerima informasi (Hamundu, 1994). Media informasi memiliki beberapa aspek dasar seperti: (a) untuk siapa media informasi tersebut disiapkan, (b) apakah calon penerima membutuhkan informasi tersebut, (c) informasi apa yang akan disampaikan. Salah satu media informasi yang paling sering digunakan adalah papan pengumuman. Poster yang ditempelkan pada papan pengumuman dimaksudkan untuk mempengaruhi para pembaca agar mampu menangkap informasi yang diberikan dengan baik (Mardikanto, 1993).

2.1.2 Jenis-jenis Media Informasi

Media informasi yang dapat digunakan untuk mentransmisikan informasi beragamragam, bergantung pada konteks informasi yang ingin disampaikan oleh pengirim. Berikut ini adalah beberapa contoh jenis-jenis media informasi yang sering digunakan seperti 1. media cetak, meliputi surat kabar, buku, jurnal akademik, brosur, dan poster, 2. media suara, meliputi radio dan transmisi sinyal amatir, 3. media elektronik, seperti berita-berita harian yang beredar di internet, 4. media sosial, yang biasanya dikenal juga dengan sebutan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, dan Google+. Salah satu jenis media cetak yang digunakan sebagai subjek analisis adalah poster, yang merupakan salah satu jenis media cetak. Poster merupakan bahan cetakan yang berisikan gambar atau tulisan yang berbentuk lembaran berukuran A4 hingga A2, dan biasanya digunakan untuk menyampaikan informasi secara singkat dan cepat. Menurut Hanafi (1986) mengemukakan beberapa keunggulan penggunaan media cetak sebagai media informasi yaitu (a) orang yang membaca dapat mengatur kecepatan baca dan mengamati informasi yang dianggap penting secara berulang, (b) dapat menvisualisasikan informasi dalam bentuk gambar, dan (c) memiliki kemampuan dalam mengatasi selektivitas.

2.2 Konsep Desain Media Informasi

Desain media informasi bergantung pada jenis media informasi yang digunakan. Poster, sebagai salah satu media informasi cetak, haruslah memerhatikan desain sebagai suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Desain media informasi tidak terbatas pada gambar yang digunakan, melainkan gabungan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan, gaya bahasa, pewarnaan, dan jenis tulisan yang digunakan. Unsur-unsur dalam desain media informasi sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut meliputi bentuk, garis, ruang, dan warna yang memberikan keseimbangan antara perpaduan proporsi, ritme, dan kesatuan penampilan.

2.3 Definisi dan Konsep Efektivitas 2.3.1 Definisi Efektivitas Media Informasi

Dalam teori komunikasi, sebuah informasi dikatakan tersebar secara efektif jika pesan yang diberikan pengirim (transmitter) diterima dengan baik dan benar oleh penerima (receiver). Dalam teori lain yaitu teori kehadiran sosial (social presence theory) komunikasi dikatakan efektif jika media informasi (channel) yang digunakan secara sosial memiliki kehadiran yang tepat dalam komunikasi interpersonal. Dengan kata lain, komunikasi baru efektif jika media informasi yang digunakan sesuai dengan tujuan atau target komunikasi tersebut. Media informasi

yang efektif adalah media informasi yang sesuai dengan tujuan utama komunikasi yang dilakukan. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan keefektifan media informasi yaitu: (a) dalam menyampaikan informasi, pesan yang merupakan sekumpulan kata hendaknya disusun sedemikian rupa sehingga bermakna bagi sasaran, (b) isi pesan / informasi hendaknya sesuai dengan jenis informasi yang dibutuhkan, dan (c) wujud / desain media informasi yang digunakan adalah bentuk pesan yang dipilih sumber / komunikan (Hanafi : 2002). Papan pengumuman merupakan salah satu media informasi visual. Tujuan komunikasi yang dilakukan melalui papan pengumuman mirip seperti memasang iklan, yaitu menyebarkan informasi ke banyak pihak. Untuk mencapai tujuan tersebut, papan pengumuman harus menarik dan dapat dibaca oleh banyak orang. Oleh karena itu, efektivitas papan pengumuman dipengaruhi desain dan jumlah pembacanya.

2.3.2 Konsep Efektivitas Berdasarkan Desain dan Konten

Desain dan konten poster merupakan hal yang esensial pada papan pengumuman, karena papan pengumuman yang memiliki poster yang kurang baik cenderung jarang dibaca. Dengan kata lain, papan pengumuman yang efektif memiliki desain dan konten poster yang baik. Desain poster papan pengumuman yang baik memenuhi beberapa kriteria, yaitu jelas (clear), relevan (relevant), padat

10

(concise), menarik (appealing), dan mudah dibaca (readable). Jelas artinya pesan yang ingin disampaikan mudah ditentukan pembaca, relevan artinya kata-kata yang digunakan berhubungan langsung dengan inti informasi, padat artinya seluruh kata yang digunakan dapat menjelaskan informasi dengan cukup detail, menarik artinya desain poster dapat mengajak orang untuk membaca, dan mudah dibaca artinya poster cukup besar untuk dapat dibaca orang yang sedang lewat.

2.3.3 Konsep Efektivitas Berdasarkan Pembaca

Banyaknya pembaca merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk menentukan efektivitas suatu papan pengumuman. Tujuan papan pengumuman adalah menyebarkan informasi ke banyak orang, sehingga dapat dikatakan papan pengumuman yang dibaca banyak orang adalah papan pengumuman yang efektif. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menghitung banyaknya orang yang membaca papan pengumuman. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan survei dan wawancara. Cara yang lebih sulit namun akurat adalah dengan menghitung tingkat lalu lalang orang di sekitar papan pengumuman. POSTAR, lembaga penelitian poster iklan di Inggris, menentukan ada enam faktor yang perlu diukur agar perkiraan jumlah pembaca akurat, yaitu (1) tingkat lalu lintas (traffic), (2) jumlah pejalan kaki, (3) lingkup perhitungan, (4) estimasi faktor persebaran, (5) faktor keterlihatan (visibility adjusted impact), dan (6) faktor perbaikan (refinements). Teknik tersebut cukup sulit bukan hanya karena perhitungan yang rumit melainkan juga karena perlu menggunakan instrumen pembantu seperti GPS atau kamera penghitung.

BAB III ANALISIS EFEKTIVITAS PAPAN PENGUMUMAN SEBAGAI MEDIA INFORMASI MAHASISWA TPB STEI 2011

3.1 Analisis Efektivitas Berdasarkan Papan Pengumuman

Papan pengumuman merupakan salah satu media komunikasi yang paling sering digunakan di Institut Teknologi Bandung. Papan pengumuman ini memiliki beberapa fungsi, seperti fungsi penyedia informasi, menginformasikan jadwal-jadwal acara dan fungsi sosial lainnya. Informasi-informasi yang disampaikan di ITB pun beragam dari informasi-informasi yang menyangkut perkuliahan mahasiswa, kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler, dan kompetisi akademis / non- akademis yang akan dilangsungkan. Papan pengumuman dikatakan efektif apabila para pembaca mampu memperoleh informasi secara maksimal dari media tersebut. Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat efektivitas dari papan pengumuman yaitu kualitas, desain, regulasi, dan jenis informasi yang disampaikan. Sebagai lembaga akademis, papan pengumuman di Institut Teknologi Bandung mempunyai tujuan utama untuk menyampaikan informasiinformasi yang menyangkut kegiatan akademik. Seberapa efektifkah papan

pengumuman dalam menyampaikan informasi di ITB, khususnya bagi mahasiswa STEI 2011? Pokok bahasan ini menjadi inti permasalahan yang akan dianalisis dalam subtopik berikut.

11

12

3.1.1 Kualitas dan Jumlah Papan Pengumuman

Papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa TPB STEI 2011 dikatakan efektif jika memenuhi kriteria-kriteria tertentu. Beberapa kriteria yang akan dianalisis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas dari papan pengumuman, jumlah informasi yang disediakan tiap papan pengumuman, serta jumlah papan pengumuman yang dibutuhkan. Jumlah informasi yang disediakan tiap papan pengumuman memiliki korelasi dengan jumlah papan pengumuman yang dibutuhkan. Pada bagian 3.1.4 akan dijelaskan berbagai jenis informasi yang dibutuhkan mahasiswa TPB STEI 2011. Grafik berikut ini menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas yang dianggap penting oleh para mahasiswa STEI 2011:

Faktor yang Mempengaruhi Efektivitas


35.00% 30.00% Dalam Persen 25.00% 20.00% 15.00% 10.00% 5.00% Poster yang tidak bertumpuk -tumpuk Dalam Persen 30.18% 0.00% Poster kadaluarsa dicopot 33.33% Identitas pemasang hendaknya jelas 16.67% Kualitas poster Lain-lain

17.12%

2.70%

Grafik 1 Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas papan pengumuman di ITB

12

13

Grafik diatas menunjukkan bahwa relevansi dari informasi yang disampaikan suatu poster merupakan faktor utama penentu efektivitas dari papan pengumuman (33.33%). Poster kadaluarsa dianggap tidak memiliki nilai informatif sehingga informasi yang disampaikan poster tersebut sudah tidak relevan dengan kebutuhan informasi para mahasiswa STEI 2011. Salah satu solusi untuk poster yang sudah kadaluarsa adalah dengan melakukan pengecekan rutin setiap hari untuk mencopot poster-poster tersebut. Faktor kedua yang mempengaruhi efektivitas papan pengumuman adalah pemasangan poster dilakukan dengan memerhatikan etika-etika yang berlaku, sehingga tidak ada poster yang saling tumpang tindih satu sama lain (30.18%). Selain mengurangi efektivitas dari papan pengumuman, pemasangan poster yang menutupi poster lain merupakan pelanggaran terhadap hak mengeluarkan berpendapat orang lain (Pasal 28E). Singkatnya, poster yang tertutup poster lain tidak dapat dibaca oleh para mahasiswa sehingga informasi yang ingin disampaikan melalui poster tersebut tidak dapat diakses dengan baik. Tindakan yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah ini akan dibahas pada bagian regulasi pemasangan poster pada papan pengumuman (3.1.3). Identitas penyebar dan penerima informasi dalam kegiatan berkomunikasi hendaknya jelas dan tidak menimbulkan miskomunikasi1 (16.67%). Faktor ini menjadi penting karena tanpa adanya identitas pemasang yang jelas, para mahasiswa TPB STEI 2011 tidak dapat mempercayai langsung isi dari informasi yang ditawarkan poster tersebut. Selain itu, para mahasiswa yang membaca papan pengumuman tidak dapat menanyakan isi dari poster tersebut jika informasi poster dirasakan kurang jelas. Oleh

Richard West, Introducing Communication Theory (Singapore, 2007), hlm. 54.

13

14

karena itu, identitas pemasang poster hendaknya jelas. Faktor lain yang mempengaruhi efektivitas papan pengumuman adalah kualitas poster. Kualitas poster yang dimaksud diatas adalah desain dari poster yang digunakan (17.12%). Kualitas desain ini akan dibahas pada bagian selanjutnya. Jumlah papan pengumuman yang terpasang di ITB memegang peran penting dalam penyampaian informasi-informasi akademik maupun non-akademik untuk mahasiswa TPB STEI 2011. Banyaknya papan pengumuman akan memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif yang ditimbulkan adalah para mahasiswa dapat memperoleh informasi dengan lebih mudah. Selain itu, informasi-informasi yang disampaikan lebih beragam dibandingkan papan pengumuman yang sedikit jumlahnya. Namun disisi lain, banyaknya papan pengumuman mempersulit pengontrolan informasi-informasi dan relevansi poster-poster yang ditempel pada papan pengumuman. Oleh karena itu, jumlah papan pengumuman yang efektif tidak dapat disimpulkan dengan kuantitatif, melainkan disesuaikan dengan banyaknya kebutuhan dan jenis informasi yang diinginkan para mahasiswa di ITB secara umum.

14

15

3.1.2 Desain Media Informasi

Papan pengumuman, sebagai salah satu media informasi, haruslah memerhatikan segi desainnya. Ketertarikan seseorang untuk membaca papan pengumuman juga bergantung pada aspek desain poster yang digunakan. Hasil survei menunjukkan 17.12% mahasiswa TPB STEI 2011 memerhatikan kualitas poster yang digunakan sebelum membaca poster tersebut. Semakin baik kualitas desain poster yang digunakan akan meningkatkan tingkat efektivitas dari media informasi tersebut. Desain poster merupakan salah satu bentuk aplikasi nyata dari desain komunikasi visual (DKV), yang bertujuan untuk memaksimalkan proses komunikasi antara penyebar dan penerima informasi. Kualitas dari desain poster yang digunakan mencakup berbagai aspek seperti ukuran poster, jenis kertas, gaya bahasa, pemilihan kata, dan ilustrasi desain yang digunakan. Perhatikan dua gambar disamping. Desain poster yang terletak disebelah

kanan tentunya akan lebih menarik untuk dibaca


Gambar 1 Jenis-jenis desain poster di ITB

dibandingkan desain poster yang

terletak disebelah kiri. Poster sebelah kiri menggunakan kertas buram dan tidak memiliki ilustrasi desain yang terkonsep dengan baik sedangkan poster sebelah kanan memiliki desain yang menarik dan mengundang perhatian para pembaca. Analisis

15

16

menunjukkan para mahasiswa TPB STEI 2011 lebih mempercayai informasi yang disampaikan poster dengan desain sebelah kanan dibandingkan poster dengan desain sebelah kiri. Ukuran poster yang digunakan sebaiknya berkisar antara A4 sampai A2. Hal ini dikarenakan ukuran poster yang terlalu kecil akan mengurangi minat seseorang untuk membaca poster tersebut sedangkan ukuran poster yang terlalu besar tidaklah efisien. Desain yang digunakan dalam poster seperti gaya bahasa dan pemilihan kata menjadi aspek promosional. Hal ini bertujuan agar pembaca, khususnya para mahasiswa STEI 2011, tertarik untuk membaca poster yang dipasang. Salah satu solusi yang dapat ditempuh untuk meningkatkan efektivitas papan pengumuman melalui desain poster adalah dengan meningkatkan kualitas desain dari poster itu sendiri. Namun demikian, desain poster yang digunakan haruslah relevan dengan isi atau informasi yang ingin disampaikan. Desain yang digunakan dalam kegiatan akademis hendaklah berbeda dengan desain yang digunakan dalam mempromosikan acara / konser suatu unit kegiatan. Dengan kata lain, desain poster harus tepat guna dan tepat sasaran, sehingga informasi yang disampaikan relevan dengan desain yang digunakan. Selain aspek-aspek yang dijabarkan diatas, desain media informasi juga terkait dengan desain papan pengumuman yang digunakan. Salah satu regulasi (lihat lampiran A) pemasangan poster di ITB menyatakan bahwa pemasangan poster tidak diperbolehkan menggunakan double-tape. Peraturan ini dibuat agar papan pengumuman terlihat bersih dan layak digunakan. Oleh karena itu, media informasi yang baik harus mencakup semua aspek media komunikasi yang digunakan.

16

17

3.1.3 Regulasi Pemasangan Poster pada Papan Pengumuman

Suatu kegiatan tidak akan berjalan lancar apabila tidak memiliki aturan main / regulasi yang jelas. Demikian pula dengan papan pengumuman, informasi yang disampaikan tidak akan maksimal apabila pemasangan poster dan media-media komunikasi lainnya berlangsung sembarangan. Institut Teknologi Bandung sudah memiliki aturan main yang jelas dalam pemasangan media-media poster ini. Analisis lapangan menunjukkan bahwa pemasangan poster di papan pengumuman ITB tidaklah efisien. Kita dapat menemukan banyaknya poster yang dipasang bertumpuk-tumpuk. Salah satu masalah utama lainnya adalah poster yang sudah kadaluarsa tidak dicopot sehingga menganggu pemasangan poster lainnya dan informasi yang disampaikan sudah tidak relevan. Penempel poster di ITB melingkupi banyak elemen dari lembaga kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, unit, dan lembaga luar ITB sehingga tanpa regulasi yang jelas, hal ini tentunya memperburuk kondisi papan pengumuman di ITB. Oleh karena itu, papan pengumuman di ITB dapat digolongkan tidak layak dibaca dan banyak menyalahi aturan yang berlaku. Hal ini merupakan sebuah ironi karena sebagian besar mahasiswa terbaik yang berkuliah di Institut Teknologi
Grafik 2 Statistik mahasiswa STEI ITB 2011 yang memahami regulasi papan pengumuman ITB

Statistik Mahasiswa yang Memahami Regulasi


Ya Tidak

38% 62%

17

18

Bandung tidak memahami regulasi pemasangan poster di papan pengumuman. Statistik dari hasil survei (grafik 2) menunjukkan 62% dari sampel mahasiswa STEI 2011 tidak memahami regulasi yang berlaku. Hal ini menunjukkan minimnya sosialisasi regulasi yang dilakukan. Pada tanggal 28 Januari 2011, KM-ITB telah menyepakati adanya tim konseptor dalam meregulasikan aturan-aturan yang perlu untuk diterapkan (Peraturan dapat dilihat di Lampiran A). Pada peraturan tersebut dijelaskan bahwa poster di ITB haruslah memiliki kesamaan konten informasi di setiap papan pengumuman. Selain itu, peraturan tersebut telah melampirkan spesifikasi poster yang boleh dipasang. Hal ini tentunya tidak sejalan dengan
Gambar 2 (kiri) Papan pengumuman oktagon; (kanan) Papan pengumuman TVST

kenyataan yang kita temui di lapangan

(foto diatas). Hal ini menunjukkan kurangnya pengawasan dan pengelolaan papan pengumuman di ITB.

Tingkat Penerapan Regulasi Pemasangan Poster


50.00% 40.00% 30.00% 20.00% 10.00% 0.00% Jumlah Pemilih

Sangat Kurang 8.57%

Kurang 40%

Cukup 40%

Baik 11.43%

Sangat Baik 0%

Dalam Persen

Grafik 3 Tingkat penerapan regulasi pemasangan poster di ITB (menurut mahasiswa STEI 2011)

18

19

Survei yang diberikan kepada para mahasiswa STEI 2011 yang memahami regulasi pemasangan poster di ITB menunjukkan bahwa penerapan regulasi di ITB masih kurang baik (Grafik 3). Hal ini menunjukkan kepedulian dan tingkat kepercayaan para mahasiswa yang rendah terhadap efektivitas dalam penggunaan papan pengumuman. Oleh karena itu, kabinet seharusnya bertindak tegas dalam mengelola papan pengumuman yang ada di ITB. Papan pengumuman di ITB, menurut regulasi yang berlaku, akan dibersihkan setiap hari sesuai dengan kesepakatan dengan sarpras ITB. Analisis tim penulis menunjukkan bahwa regulasi-regulasi yang telah dibuat saat ini hanyalah hitam diatas putih, sehingga masih memerlukan banyak improvisasi dalam meningkatkan efektivitas papan pengumuman.Agar papan pengumuman dapat digunakan secara efektif, kita memerlukan solusi bersama dalam menanggapi regulasi yang ada. Pengelolaan media komunikasi memerlukan partisipasi aktif dari semua elemen yang terlibat2. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang harus ditempuh yaitu 1. sosialisasi regulasi papan pengumuman ke semua elemen masyarakat Institut Teknologi Bandung secara berkala, 2. partisipasi aktif dari semua elemen baik himpunan, unit, maupun mahasiswa, 3. pengecekan dan pembersihan papan pengumuman yang dilakukan secara berkala dan menindaklanjuti penyalahgunaan papan pengumuman (poster kadaluarsa, poster yang bertumpuk-tumpuk).

Shrum, Op. Cit. 1998.

19

20

3.1.4 Jenis Informasi pada Papan Pengumuman

Papan pengumuman sebagai salah satu media komunikasi memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi kepada para pembaca. Media komunikasi dikatakan efektif apabila pembaca mampu menerima informasi tanpa mengubah makna dari pembuat poster dan informasi yang diterima pembaca sesuai dengan yang dibutuhkannya. Informasi yang disampaikan dapat memiliki banyak tujuan seperti mempromosikan suatu acara, mencari pekerja, maupun menyampaikan jadwal-jadwal kegiatan. Informasi yang bermanfaat di suatu lokasi belum tentu memiliki manfaat yang sama di tempat lain. Institut Teknologi Bandung, sebagai salah satu lembaga pendidikan terkemuka, haruslah memerhatikan jenis-jenis informasi yang layak dan relevan untuk ditampilkan di sebuah papan pengumuman.

Jenis-jenis Informasi yang Dibutuhkan


Dalam Persen

100% 80% 60% 40% 20% 0%

Lain-Lain Lowongan Kerja Kegiatan Rutin Unit Beasiswa / Pertukaran Pelajar Acara / Event-Event Jadwal Akademis

Tingkat Kebutuhan Informasi 2.15% 3% 16.31% 16.74% 27.90% 33.91%

Grafik 4 Jenis-jenis informasi yang dibutuhkan mahasiwa STEI 2011

20

21

Grafik diatas (Grafik 4) menunjukkan kebutuhan informasi berdasarkan para mahasiswa STEI 2011. Dari survei yang diberikan, kita dapat menganalisis di urutan pertama (33.91% dengan 79 suara), mahasiswa memprioritaskan papan pengumuman sebagai sarana informasi akademis, khususnya jadwal-jadwal perkuliahan. Acara-acara seperti penampilan seni daerah dan seminar menempati urutan kedua dengan 27.90% / 65 suara. Hal ini menunjukkan bahwa selain kegiatan akademis, para mahasiswa ingin memperoleh informasi seputar acara-acara hiburan yang akan dilangsungkan di ITB. Grafik yang sama memperlihatkan sekitar 95% kebutuhan mahasiswa STEI ITB 2011 tersebar dalam empat pilihan utama, yaitu jadwal akademis, acara, beasiswa, dan kegiatan rutin unit. Mahasiswa STEI ITB 2011 menitikberatkan kebutuhan informasi dalam kegiatan-kegiatan internal kampus dan kegiatan-kegiatan yang menunjang kemampuan intrapersonal (seperti seminar). Oleh karena itu, salah satu solusi yang dapat diambil adalah informasi-informasi lain yang tidak relevan dan tidak mendidik harus dicopot. Pengelolaan berkala bertujuan agar informasi-informasi yang tidak relevan dapat dicopot dari papan pengumuman, karena hal tersebut dapat mengurangi tingkat efektivitas dari pemasangan poster di papan pengumuman itu sendiri. Papan pengumuman yang terdapat di ITB saat ini sebagian besar telah menyampaikan informasi yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa STEI ITB 2011 seperti yang dipaparkan diatas. Hal lain yang mengurangi tingkat efektivitas dari jenis informasi yang diberikan adalah pengawasan dalam pemasangan poster yang kurang diperhatikan, sehingga kadang-kadang terdapat poster-poster yang tidak relevan di papan pengumuman.

21

22

3.2 Analisis Efektivitas Berdasarkan Pembaca

Efektivitas papan pengumuman juga dapat ditentukan berdasarkan faktor pembaca. Faktor pembaca merupakan salah satu faktor yang penting, karena pada dasarnya pembaca lah yang akan menerima informasi dari papan pengumuman. Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua komponen faktor pembaca untuk menganalisis efektivitas papan pengumuman, yaitu faktor ketertarikan pembaca dan jumlah pembaca. Papan pengumuman dikatakan efektif jika jumlah pembaca cukup banyak dan pembaca tertarik dengan papan pengumuman. Dua faktor tersebut dipilih karena informasi dapat tersebar dengan cepat jika jumlah penerima informasi tersebut banyak dan penerima tertarik dengan media penyebar informasi tersebut. Jumlah penerima informasi yang besar membuat informasi tersebar luas dan lebih akurat, sedangkan ketertarikan penerima informasi akan membuat probabilitas penerima mendapatkan informasi lebih besar. 3.2.1 Ketertarikan Pembaca

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ketertarikan pembaca dapat meningkatkan probabilitas pembaca mendapatkan informasi. Jika pembaca tertarik untuk membaca papan pengumuman, semakin besar frekuensi pembaca membaca papan pengumuman sehingga semakin besar pula probabilitas sebuah informasi diketahui pembaca dan semakin cepat pula informasi tersebut tersebar. Oleh karena

22

23

itu, dapat dikatakan informasi tersebut dapat tersebar secara efektif jika probabilitas tersebarnya tinggi. Ketertarikan pembaca dipengaruhi beberapa hal, salah satunya adalah alasan pembaca membaca papan pengumuman. Pembaca yang memang mencari informasi cenderung lebih sering dan lebih tertarik membaca papan pengumuman daripada pembaca yang hanya kebetulan lewat dekat papan pengumuman. Dari hasil kuesioner yang disebar, dapat dilihat alasan pembaca, khususnya mahasiswa TPB STEI 2011, membaca papan pengumuman di ITB sebagai berikut.

Apa yang membuat Anda ingin membaca papan pengumuman?


2% Kebutuhan informasi

21%

51% 26%

Tertarik dengan desain / gambar pada poster Mengisi waktu luang

Lainnya

Grafik 5 Faktor-faktor yang membuat pembaca ingin membaca papan pengumuman

Dari data tersebut dapat dilihat mayoritas responden (sekitar 51%) menyatakan kebutuhan informasi adalah alasan mereka membaca papan pengumuman. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas pembaca papan pengumuman di ITB membaca papan pengumuman karena kebutuhan informasi, sehingga dapat dikatakan pembaca, dalam hal ini mahasiswa STEI 2011, memiliki kecenderungan untuk

23

24

membaca papan pengumuman. Kebutuhan informasi ini salah satunya disebabkan oleh tersedianya pengumuman-pengumuman akademis, seperti jadwal ujian dan pengumuman nilai pada papan-papan pengumuman di ITB. Hal ini dapat dilihat dari paparan penulis pada bagian sebelumnya yang menunjukkan bahwa informasi yang paling banyak dicari pembaca adalah informasi akademis. Dari data tersebut dapat dilihat pula sekitar 26% responden menyatakan ketertarikan terhadap desain atau gambar pada poster merupakan alasan mereka membaca papan pengumuman. Hal ini menunjukkan desain papan pengumuman mempunyai pengaruh yang cukup signifikan terhadap ketertarikan pembaca. Berdasarkan analisis data di atas dan juga paparan penulis pada bagian sebelumnya mengenai desain papan pengumuman, dapat dilihat bahwa ketertarikan pembaca juga dipengaruhi desain papan pengumuman. Desain papan pengumuman yang baik akan membuat ketertarikan pembaca pada papan pengumuman tinggi. Kualitas desain papan pengumuman bukan hanya tergantung gambar atau desain artistik suatu poster, melainkan pula tergantung pada tata letak poster, jumlah poster yang ditempel, kualitas kertas, ukuran papan pengumuman, dan lain-lain. Dari hasil kuesioner yang penulis sebarkan, dapat dilihat data pendapat pembaca terhadap desain papan pengumuman di ITB sebagai berikut.

24

25

Bagaimana kualitas desain papan pengumuman di ITB?


0% 10% 10% Tidak Menarik Kurang Menarik 30% 50% Biasa Saja Cukup Menarik Sangat Menarik

Grafik 6 Tingkat kualitas desain papan pengumuman di ITB

Dari 92 responden mahasiswa TPB STEI 2011, 50% responden mengatakan desain papan pengumuman di ITB biasa saja, 30% mengatakan kurang menarik, 10% mengatakan cukup menarik, 10% mengatakan tidak menarik dan tidak ada yang mengatakan sangat menarik. Data juga menunjukkan lebih banyak responden yang berpendapat negatif (kurang dan tidak menarik) daripada yang berpendapat positif (cukup dan sangat menarik). Hal ini menunjukkan bahwa meskipun mayoritas pembaca menilai desain papan pengumuman di ITB biasa saja, pembaca cenderung menilai negatif. Oleh karena itu, kualitas desain papan pengumuman di ITB masih perlu ditingkatkan agar dapat meningkatkan ketertarikan pembaca. Seperti yang telah penulis paparkan sebelumnya, desain papan pengumuman bergantung pada beberapa hal, seperti desain artistik poster, tata letak poster dan jumlah poster pada papan pengumuman. Untuk meningkatkan kualitas desain papan pengumuman, perlu diketahui masalah utama yang menyebabkan kualitas desain

25

26

papan pengumuman tersebut kurang optimal. Dari hasil kuesioner yang penulis sebarkan, dapat dilihat masalah utama pada papan pengumuman di ITB berdasarkan pendapat pembaca sebagai berikut.

Apa saja yang perlu ditingkatkan pada papan pengumuman di ITB?


3% Peletakan poster tidak bertumpuk-tumpuk 30% Poster yang kadaluarsa segera dilepas Identitas pemasang poster harus jelas Kualitas poster(desain artistik, jenis kertas, dll) 33% Lainnya

17%

17%

Grafik 7 Hal-hal yang perlu ditingkatkan pada papan pengumuman ITB

g Dari data tersebut dapat dilihat mayoritas pembaca (sekitar 33% dari responden) menyatakan poster yang kadaluarsa segera dilepas sebagai masalah utama yang perlu diperbaiki pada papan pengumuman di ITB, diikuti dengan peletakan poster yang tidak bertumpuk-tumpuk (sekitar 30% responden). Hal ini menunjukkan penyebab utama pembaca cenderung berpendapat negatif terhadap kualitas desain papan pengumuman adalah banyaknya poster lama yang belum dilepas. Banyaknya poster lama yang belum dilepas menyebabkan terlalu banyak poster yang ditempel di papan pengumuman. Terlalu banyak poster yang ditempel mengakibatkan peletakan poster menjadi bertumpuk-tumpuk, sehingga papan pengumuman menjadi sulit dibaca. Oleh karena itu, dapat dikatakan pula peletakan

26

27

poster yang bertumpuk-tumpuk secara tidak langsung juga diakibatkan oleh banyaknya poster lama yang belum dilepas. Berdasarkan premis tersebut, dapat disimpulkan masalah utama yang harus segera diperbaiki pada papan pengumuman di ITB adalah banyaknya poster lama yang belum dilepas.

3.2.2 Jumlah Pembaca Papan Pengumuman Seperti yang penulis jelaskan sebelumnya, jumlah pembaca merupakan faktor yang penting untuk meningkatkan efektivitas papan pengumuman. Jumlah pembaca yang besar akan meningkatkan kecepatan tersebarnya informasi. Dalam penelitian ini penulis mengukur jumlah pembaca dengan melihat frekuensi rata-rata mahasiswa STEI 2011 membaca papan pengumuman. Semakin tinggi frekuensi membaca, semakin tinggi pula jumlah pembaca papan pengumuman setiap harinya. Penulis mengukur frekuensi membaca papan pengumuman berdasarkan dua kategori, yaitu tempat dan waktu. Berdasarkan tempat, penulis meminta responden untuk mengurutkan papan pengumuman dari yang paling sering dibaca (diberi nilai 5) sampai yang paling jarang dibaca (diberi nilai 1). Papan pengumuman yang diurutkan responden merupakan papan pengumuman yang letaknya dekat dengan ruang-ruang kuliah mahasiswa STEI 2011 atau yang sering dibaca mahasiswa STEI 2011, yaitu papan pengumuman di gedung LTPB, GKU Barat, GKU Timur, TVST dan Oktagon, dan gedung laboratorium. Dari hasil kuesioner yang penulis sebarkan, dapat dilihat data rata-rata nilai papan pengumuman berdasarkan frekuensi membaca sebagai berikut.

27

28

Papan pengumuman yang mempunyai nilai tertinggi merupakan yang paling sering dibaca.

Urutkan papan pengumuman berikut berdasarkan frekuensi Anda membaca!


(paling sering) 3.3 3.2 3.1 3 2.9 2.8 2.7 2.6 2.5 2.4 (paling jarang) 3.19 3.08 3.09 2.92 2.71

LTPB

GKU Barat

GKU Timur

TVST dan Oktagon

Papan Laboratorium

Grafik 8 Lokasi lokasi papan pengumuman yang paling sering dibaca

Dari data tersebut dapat dilihat bahwa papan pengumuman yang paling sering dibaca adalah papan LTPB, diikuti papan GKU Timur, GKU Barat, Laboratorium , dan TVST dan Oktagon. Papan LTPB merupakan papan pengumuman yang paling sering dibaca karena berdasarkan paparan penulis pada bagian sebelumnya informasi akademis merupakan informasi yang paling banyak dicari pembaca. Hampir semua informasi akademik yang dibutuhkan mahasiswa STEI 2011 berada di papan pengumuman LTPB, sehingga papan LTPB menjadi papan pengumuman yang paling banyak dibaca mahasiswa STEI 2011. Selain itu, data menunjukkan papan GKU Barat dan GKU Timur menjadi papan yang sering dibaca setelah papan LTPB. Hal ini disebabkan sebagian besar

28

29

ruang kuliah mahasiswa STEI 2011 berada di GKU Barat dan GKU Timur. Data juga menunjukkan papan GKU Timur sedikit lebih sering dibaca daripada GKU Barat. Hal ini disebabkan papan-papan pengumuman di GKU Timur relatif lebih mudah diakses daripada GKU Barat. Di samping itu, sebagian besar informasi yang terdapat pada papan pengumuman GKU Barat dan Timur merupakan informasi nonakademik, seperti acara dan kegiatan unit. Dari premis-premis tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk informasi-informasi non-akademik pembaca cenderung memilih mencarinya pada papan pengumuman yang mudah diakses. Selain itu, dapat disimpulkan pula papan pengumuman GKU Barat dan Timur merupakan papan pengumuman yang paling efektif untuk menyebarkan informasi nonakademik kepada mahasiswa STEI 2011. Berdasarkan waktunya, penulis meminta pembaca untuk memilih frekuensi pembaca membaca papan pengumuman. Papan pengumuman yang diukur frekuensi pembacaannya tidak terbatas hanya pada papan pengumuman pada data sebelumnya, tetapi juga papan pengumuman di ITB secara keseluruhan. Dari hasil kuesioner yang penulis sebarkan, dapat dilihat data frekuensi pembaca membaca papan pengumuman sebagai berikut.

29

30

Seberapa sering Anda membaca papan pengumuman?


23%

26%

Setiap hari 2-3 kali seminggu 1 kali seminggu

22%

29%

Lainnya

Grafik 9 Frekuensi mahasiswa TPB STEI 2011 membaca papan pengumuman

Dari grafik diatas dapat dilihat 29% responden menjawab 2-3 kali seminggu, 23% responden menjawab setiap hari, 22% responden menjawab 1 kali seminggu, dan 26% menjawab lainnya dengan mayoritas pemilih lainnya menjawab tidak tentu, jarang atau jawaban-jawaban sejenis. Hal ini menunjukkan setidaknya sekitar 74% pembaca papan pengumuman (gabungan dari pemilih jawaban setiap hari, 2-3 kali seminggu dan sekali seminggu) akan mengetahui sebuah informasi dalam waktu sekitar satu minggu, sehingga sebuah informasi pada papan pengumuman di ITB membutuhkan waktu sekitar satu minggu agar cukup efektif tersebar. Waktu satu minggu relatif cukup singkat untuk menyebarkan informasi seperti acara, beasiswa, kegiatan unit dan himpunan, jadwal akademis dan lowongan kerja, sehingga dapat dikatakan frekuensi membaca papan pengumuman di ITB cukup tinggi. Walaupun demikian, data menunjukkan sekitar 26% pembaca cukup jarang membaca papan pengumuman. Oleh karena itu,

30

31

dibutuhkan media alternatif untuk membantu menyebarkan informasi dari papan pengumuman agar informasi tersebut dapat tersebar ke semua pembaca.

3.3 Media Alternatif Selain Papan Pengumuman

Seperti yang telah penulis analisis dari data sebelumnya, jumlah pembaca yang jarang membaca papan pengumuman cukup besar, yaitu sekitar 26%. Oleh karena itu, keberadaan media alternatif selain papan pengumuman menjadi hal yang cukup penting untuk memastikan semua pembaca mendapatkan informasi. Secara umum, media informasi alternatif yang digunakan mahasiswa STEI 2011 merupakan media daring (online) seperti Facebook, Twitter, blog dan milis (mailing list). Adapun media lainnya adalah SMS jarkom (jaringan komunikasi) dan informasi lisan seperti obrolan dengan teman. Dari hasil kuesioner yang penulis sebarkan, dapat dilihat data penggunaan media alternatif selain papan pengumuman sebagai berikut.

31

32

Selain papan pengumuman, media apa saja yang anda gunakan untuk mencari informasi?
0% Facebook 22% 25% Twitter Milis Blog / Website 12% 24% 6% 11% Jarkom (SMS) Informasi dari teman Lainnya

Grafik 10 Media alternatif selain papan pengumuman yang digunakan mahasiswa

Dari data di atas dapat dilihat bahwa kebanyakan responden (sekitar 25%) menyatakan Facebook merupakan media alternatif utama untuk mendapatkan informasi di samping papan pengumuman. Hal ini disebabkan oleh aktivitas mahasiswa STEI 2011 di Facebook, terutama dalam grup Facebook STEI 2011, relatif tinggi. Banyak informasi akademik maupun nonakademik dibagikan dari dan untuk mahasiswa STEI 2011 di grup Facebook STEI 2011 secara cepat dan lengkap. Fitur Facebook pun memungkinkan informasi yang sudah lama tergeser dari halaman utama dan digantikan dengan yang baru, sehingga tidak terjadi penumpukan informasi seperti pada papan pengumuman. Walaupun begitu, tidak semua mahasiswa STEI 2011 cukup aktif di Facebook sehingga beberapa mahasiswa STEI 2011 juga tidak mengetahui informasi yang ada di Facebook. Selain itu, banyaknya informasi di Facebook menyebabkan beberapa informasi penting terlalu cepat tergeser dari halaman utama dan tidak tersebar secara efektif.

32

33

Setelah Facebook, SMS jarkom merupakan media alternatif yang paling sering digunakan pembaca. SMS jarkom merupakan media yang cukup efektif untuk menyebarkan informasi karena informasi segera disebarkan ke seluruh mahasiswa STEI 2011 dan relatif cepat. Namun, dikarenakan adanya batasan panjang SMS, informasi yang disebarkan biasanya singkat dan merupakan ringkasan dari informasi utuh yang berada di papan pengumuman ataupun media alternatif seperti Facebook. Selain Facebook dan SMS jarkom, informasi lisan juga merupakan salah satu media alternatif yang efektif, karena informasi lisan bersifat viral, cepat tersebar dan cenderung meyakinkan penerimanya. Informasi lisan dapat meyakinkan penerimanya karena kebanyakan orang lebih percaya informasi dari orang yang dikenalnya daripada informasi yang diberikan melalui media informasi. Walaupun demikian, informasi lisan biasanya kurang akurat dibandingkan informasi media, karena informasi lisan yang berantai cenderung berubah akibat adanya kesalahan ketika terjadi pertukaran informasi antara pemberi dan penerima informasi. Selain itu, tidak semua informasi bisa tersebar mudah melalui informasi lisan, karena informasi lisan biasanya berhubungan dengan selera ataupun kebutuhan pemberi dan penerima informasi; hanya informasi yang dianggap menarik atau penting bagi pemberi dan penerima informasi yang akan tersebar. Padahal, selera ataupun kebutuhan seseorang terhadap suatu informasi berbeda-beda dan cenderung subjektif. Masing-masing media alternatif tersebut memiliki keuntungan dan kelemahan. Namun, jika digunakan secara bersamaan, media-media alternatif tersebut dapat saling membantu menghilangkan kelemahan masing-masing. Kelemahan jarkom SMS,

33

34

misalnya, dapat dihilangkan dengan memberikan informasi lengkapnya di Facebook dan ringkasannya melalui jarkom SMS. Oleh karena itu, beberapa mahasiswa STEI 2011 menganggap media-media alternatif tersebut cukup untuk menggantikan peran papan pengumuman. Dari hasil kuesioner dibawah ini, dapat dilihat data pendapat mahasiswa STEI 2011 mengenai kemungkinan media alternatif menggantikan papan pengumuman sebagai berikut.

Apakah media alternatif yang anda gunakan dapat menggantikan papan pengumuman?

30% Ya Tidak 70%

Grafik 11 Penggunaan media alternatif dalam memperoleh informasi

Dari data di atas dapat dilihat mayoritas mahasiswa STEI 2011 (sekitar 70% responden) menyatakan media alternatif yang mereka gunakan dapat menggantikan papan pengumuman. Perhatikan pula pada data mengenai frekuensi mahasiswa membaca papan pengumuman berdasarkan waktu sekitar 26% responden menyatakan bahwa mereka cukup jarang membaca papan pengumuman, sedangkan pada data di atas 70% responden menyatakan media alternatif dapat menggantikan papan pengumuman. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa ada pembaca yang cukup teratur

34

35

membaca papan pengumuman tetapi menganggap papan pengumuman dapat digantikan media alternatif. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa pembaca menganggap gabungan media alternatif tersebut lebih efektif daripada papan pengumuman. Pembaca menilai media alternatif lebih efektif daripada papan pengumuman karena banyak informasi pada papan pengumuman, seperti jadwal akademik, acara dan kegiatan unit, disebarkan melalui media alternatif seperti Facebook dan situs ITB. Selain itu, media alternatif terutama media daring lebih mudah diakses daripada papan pengumuman, karena bisa diakses dari mana pun dan kapan pun. Walaupun perannya dapat digantikan media alternatif, papan pengumuman tidak mungkin dihilangkan karena kebanyakan informasi yang ada pada media alternatif berasal dari papan pengumuman dan ada informasi yang hanya terdapat di papan pengumuman. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa sebagai media informasi papan pengumuman tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus didukung media alternatif lainnya agar lebih efektif.

35

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN

4.1 Simpulan

Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penggunaan papan pengumuman sebagai media informasi mahasiswa STEI 2011 kurang efektif. Faktor-faktor penyebabnya adalah rendahnya implementasi dan pengetahuan mahasiswa, terutama mahasiswa STEI 2011, terhadap regulasi pemasangan poster, rendahnya kualitas desain menurut pembaca, terlalu banyak poster kadaluarsa yang belum dilepas, dan pemasangan poster yang bertumpuk-tumpuk. Untuk itu, dibutuhkan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas papan pengumuman seperti memperketat regulasi pemasangan poster, melakukan sosialisasi regulasi, meningkatkan kualitas desain dan konten, dan membersihkan poster yang kadaluarsa secara rutin. Selain itu, diperlukan pula penggunaan media alternatif untuk membantu menyebarkan informasi dari papan pengumuman, seperti Facebook, SMS jarkom, dan juga informasi lisan.

36

37

4.2 Saran

Penelitian ini masih dapat dilanjutkan lebih jauh, misalnya dengan memperbesar ruang lingkup penelitian dari mahasiswa STEI 2011 menjadi mahasiswa ITB. Penelitian ini dapat juga dilanjutkan dengan meneliti lebih dalam aspek-aspek terkait papan pengumuman, misalnya lama waktu tersebarnya informasi, posisi papan pengumuman yang paling efektif, dan informasi yang paling cepat tersebar di papan pengumuman tertentu. Selain itu penelitian ini bisa juga dilanjutkan dengan melakukan penelitian secara lebih akurat, misalnya dengan menggunakan metode penghitungan lalu lintas (traffic count).

DAFTAR PUSTAKA
Berlo, David K. 1960. The Process of Communication: An Introduction to Theory and Practice. New York: Holt, Rinehart, and Winston Cangara, Hafied. 2003. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : PT Raja Grafindo R. Lowenthal, Patrick. 2009. The Evolution and Influence of Social Presence Theory on Online Learning. Denver : University of Colarado Staf Pengajar KK Ilmu-Ilmu Kemanusiaan. 2011. Metode Penulisan Ilteks. Bandung: CV. Surya Mandiri West, Richard, 2007. Introducing Communication Theory Analysis and Application. Singapore: McGraw-Hill Companies

Referensi dari internet:

Andrew Green, Can we measure how many people see poster campaigns?.2007. http://www.warc.com/ diakses tanggal 10 Mei 2012 pukul 22.10 Biro Kominfo Kabinet KM-ITB 2011. Mading di ITB, Punya Siapa?

http://km.itb.ac.id/site/?p=862 (12 Maret 2012) Jan van Dallen, dkk. Effective Poster Design Taylor and Francis Journal, 2002.
http://www.tandf.co.uk/journals diunduh tanggal 10 Mei 2012 pukul 22.20

Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008. http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/ diakses tanggal 10 Mei 2012 pukul 14.25

38

39

Matthew Robert Auer. The Policy Sciences of Social Media. Policy Studies Journal, Vol. 39, No. 4, pp. 709-736, 2011. http://papers.ssrn.com/sol3/papers.cfm?abstract_id=1974080 diunduh tanggal 10 Mei 2012 pukul 15.16 Robert J. McEliece, 2010. Information Theory [Offline] Available : Microsoft Encarta [12 Maret 2012] Rodes, Pentingkah Papan Pengumuman?.November 2010. http://blog.umy.ac.id/rodes2008/pentingkah-papan-pengumuman/ tanggal 9 April 2012 pukul 22.00 Rosa Ariani Sukamto, Teknik Pengumpulan Data. 2011. Analisis dan Desain Sistem Informasi II. http://www.gangsir.com/download/5-TeknikPengumpulanData.pdf diunduh tanggal 12 Maret 2012 pukul 23.30 Syafruddin, Pengaruh Media Cetak Brosur dalam Proses Adopsi dan Difusi Inovasi di Kota Kendari. 2003. http://www.damandiri.or.id/file/syafrudinugmbab3.pdf diunduh tanggal 10 Mei 2012 pukul 16.20 Wijarnako. 2010. Tips membuat Desain Publikasi yang Efektif. diunduh

http://www.ahlidesain.com/tips-membuat-desain-publikasi-yang-efektif.html (12 Maret 2012)

LAMPIRAN A PERATURAN DASAR PEMASANGAN POSTER DI MADING ITB

Peraturan dasar , peraturan ini berlaku bagi semua pengguna papan pengumuman umum yang ada di ITB Papan Siapa saja yang ingin menempelkan informasi, Tempelkan Satu jenis konten informasi saja pada setiap papan pengumuman ( 1 Board 1 Paper ) . -> hal ini dimaksudkan untuk menyamaratakan semua acara, kegiatan, atau iklan Ukuran Ukuran poster pengumuman adalah kertas A4 A2 . Ukuran A2 merupakan gabungan 4 puzzle poster A4 yang disusun menjadi sebesar A2 atau 2 puzzle poster A3 yang disusun menjadi sebesar A2. Aturan Pemasangan dan Pencopotan 1. Setiap poster dan pengumuman harus mencantumkan : Nama lembaga atau nomer kontak yang bisa dihubungi Siapa saja yang ingin menempelkan informasi diharapkan untuk saling

menghargai publikasi yang telah dilakukan oleh lembaga / suatu pihak dan menempel dengan rapih 2. Jangan menggunakan perekat yang sulit untuk dibersihkan, Seperti : lem kertas, lem fox, dan lem kanji

40

41

3. Poster khusus acara boleh dicabut oleh siapapun apabila informasi ( acara ) yang diberitahukan sudah selesai dilaksanakan. Kontrol : 1. Board akan dibersihkan total setiap hari ......... (sesuai kesepakatan dengan pihak sarpras ITB ) 2. Siapapun berhak menegur dan mencopot poster atau tempelan yang melanggar aturan. 3. Setiap bentuk masalah lain yang tidak diatur dalam aturan ini harap diselesaikan dengan cara kekeluargaan dengan menghubungi nomer kontak atau lembaga yang tercantum dalam poster yang ditempel Sekian dan terimakasih Aturan ini akan di follow up untuk disepakati dan ditempel pada papan pengumuman ITB . Kominfo Kabinet KM ITB 2010/2011

LAMPIRAN B
KUISIONER TTKI

1. Seberapa sering Anda membaca papan pengumuman? a. Setiap hari b. 2-3 kali seminggu c. 1 kali seminggu d. Lainnya: _____________ 2. Apa saja informasi yang Anda cari dari papan pengumuman? (* Boleh lebih dari satu) a. Acara / Event-event (konser musik, penampilan seni daerah, seminar, dll) b. Beasiswa / Pertukaran pelajar c. Kegiatan rutin unit / himpunan (hearing, oprek, dll) d. Jadwal akademis / pengumuman nilai e. Lowongan kerja f. Lainnya: _____________ 3. Urutkan papan pengumuman berikut berdasarkan frekuensi Anda membaca, skala 1 (paling jarang) 5 (paling sering): ___ Papan LTPB ___ GKU Barat ___ GKU Timur ___ TVST & Oktagon ___ Papan Laboratorium 4. Secara umum, bagaimana kualitas desain papan pengumuman di ITB? a. Tidak menarik b. Kurang menarik c. Biasa saja d. Cukup menarik e. Sangat menarik 5. Apa yang membuat anda ingin membaca papan pengumuman? (Pilih satu) a. Kebutuhan informasi b. Tertarik dengan desain / gambar pada poster c. Mengisi waktu luang d. Lainnya: __________

6. Apakah Anda memahami regulasi pemasangan poster di papan pengumuman ITB? a. Ya b. Tidak (Jika tidak, lanjut ke pertanyaan 8) 7. Menurut Anda, seberapa baik penerapan regulasi pemasangan poster di ITB? a. Sangat kurang b. Kurang c. Cukup d. Baik e. Sangat Baik 8. Menurut Anda, apa saja yang perlu ditingkatkan pada papan pengumuman ITB? (* Boleh lebih dari satu) a. Pemasangan poster yang tidak bertumpuk-tumpuk b. Poster yang sudah kadaluarsa segera dicopot c. Identitas pihak pemasang poster hendaknya jelas d. Kualitas poster (desain, jenis kertas, tulisan, dll) e. Lainnya: __________ 9. Selain dari papan pengumuman, media apa saja yang anda gunakan untuk mendapatkan informasi? (* Boleh lebih dari satu) a. Facebook b. Twitter c. Milis d. Blog / Website e. Jarkom ( SMS ) f. Informasi dari teman (Obrolan) g. Lainnya: __________ 10. Apakah media alternatif yang anda gunakan cukup untuk menggantikan peran papan pengumuman? a. Ya b. Tidak

42

LAMPIRAN C RIWAYAT HIDUP Nama NIM / Fakultas Tempat / tanggal lahir Jenis kelamin Agama Alamat rumah Nomor Kontak E-mail Riwayat pendidikan SD SMP SMA Nama NIM / Fakultas Tempat / tanggal lahir Jenis kelamin Agama Alamat rumah Nomor Kontak E-mail Riwayat pendidikan SD SMP SMA : SD Muhammadiyyah 12 Pamulang; tahun 1999-2005 : SMP Islam Dian Didaktika; tahun 2005-2008 : MAN Insan Cendekia Serpong; tahun 2008-2011 : SD Santa Cicilia, Jakarta Utara; tahun 1999-2005 : SMP Budi Mulia, Jakarta Pusat; tahun 2005-2008 : SMAK Ricci 1, Jakarta Barat; tahun 2008-2011 : Faiz Ilham Muhammad : 16511323 / STEI ITB : Jakarta / 8 Februari 1993 : Laki-laki : Islam : Jalan Cisitu Lama no 97C : 085311771064 : indigo.republica@gmail.com : Iskandar Setiadi : 16511303 / STEI ITB : Jakarta / 20 Januari 1994 : Laki-laki : Buddha : Jalan Tubagus Ismail VI. No.33 : 085697681829 : freedom_holicx@yahoo.com

43