Anda di halaman 1dari 2

Induksi Matematika

Induksi matematika merupakan pembuktian deduktif, meski namanya induksi. Induksi matematika atau disebut juga induksi lengkap sering dipergunakan untuk pernyataan-pernyataan yang menyangkut bilangan-bilangan asli. Teori Bilangan merupakan salah satu mata kuliah yang sangat familiar khususnya bagi mahasiswa yang mengambil jurusan atau pun program studi matematika. Dari namanya saja bisa kita amati bahwa hal-hal yang dipelajari dalam mata kuliah ini adalah mengenai dasardasar dari bilangan, yaitu berawal dari segala macam teori dari bilangan itu sendiri yang selanjutnya dapat digunakan dalam pendalaman materi matematika. Oleh karena itu, yang dasar ini harus benar-benar dikuasai agar dalam mempelajari matematika yang lebih tinggi tingkat kesulitannya tidak terlalu susah. Sebenarnya, Teori Bilangan sudah kita gunakan dalam mempelajari matematika sejak dini, yaitu saat kita berada di bangku sekolah. Hanya saja mungkin kita tidak menyadari bahwa kita telah belajar tentang

materi ini sebab di bangku sekolah kita hanya mengenal satu matematika saja. Sedangkan dalam matematika terdapat banyak cabangnya seperti geometri, aljabar, kalkulus termasuk juga Teori Bilangan. Lalu Teori Bilangan seperti apakah yang digunakan di SMA? Berikut ini akan kita kupas sedikit tentang Teori Bilangan untuk SMA. Matematika identik dengan aksioma, teorema dan definisi serta tak lepas dari berbagai macam rumus. Dari definisi atau rumus pun diperlukan adanya pembuktian kebenarannya. Membuktikan kebenaran suatu definisi dan rumus ada berbagai macam cara dan salah satunya adalah dengan menggunakan Induksi Matematika. Seperti contoh berikut ini : Terdapat pernyataan bahwa : 1 + 3 + 5 + + ( 2n-1 ) = n2 Sebagai seorang matematika seharusnya kita tidak boleh langsung saja membenarkan pernyataan tersebut melainkan harus kita buktikan terlebih dahulu kebenarannya. Dengan menggunakan Induksi

Matematika membuktikan kebenaran suatu pernyataan harus melalui prosedur sebagai berikut: Memisalkan pernyataan tersebut. Misalkan pernyataan tersebut sebagai p(n) yaitu suatu proposisi yang berlaku untuk setiap bilangan asli n kemudian langkah selanjutnya adalah: Langkah 1 : ditunjukkan bahwa p(1) benar Langkah 2 : diasumsikan bahwa p(k) benar untuk suatu bilangan asli k>1, dan ditunjukkan bahwa p(k+1) benar. Dengan Induksi Matematika langsung saja kita buktikan kebenaran dari pernyataan di atas. Misalkan p(n) menyatakan 1 + 3 + 5 + + ( 2n-1 ) = n2 Langkah 1: p(1) adalah 1=12 , jelas benar Langkah 2 Diasumsikan p(k) benar untuk suatu bilangan asli k, yaitu 1 + 3 + 5 + + ( 2k1 ) = k2 Dan ditunjukkan bahwa p(k+1) benar yaitu 1 + 3 +

5 + + ( 2k-1 )+ (2k+1)= (k+1)2 Hal ini ditunjukkan sebagai berikut : 1 + 3 + 5 + + ( 2k-1 )+ (2k+1) = k2+2k+1 = (k+1)2 Sehingga p(k+1) benar. Sehingga p(n) benar untuk setiap bilangan asli n. soal: 4n 1 habis dibagi 3 untuk setiap bilangan bulat positif n >= 1. Jawab: Langkah 1 (Basic Step) S(1) = benar S(n) = S(1) n=1

S(n) = S(k) maka, n=k Jadi, U = 4n 1 U = 4k 1 pers1 Lalu S (k +1) = benar S(n) = S (k + 1) n=k+1 maka; U = 4n 1 persamaan 3 + 1 : U = 4k+1 1 3 x 4k + 4k 1 U = 41 x 4k 1 4 x 4k 1 U = 4 x 4k 1 pers2 UJI KEBENARAN jadi, uji kebenaran II benar karena hasilnya sama dengan persamaan II Langkah 3 (kesimpulan) Dari semua percobaan yang dilakukan, langkah 1 sampai langkah ke -2 bernilai benar. Maka kesimpulan akhir adalah BENAR. UJI KEBENARAN II dengan cara menjumlahkan persamaan 3 + 1 yang hasilnya bernilai sama dengan persamaan 2 UJI KEBENARAN I dengan cara menggunakan persamaan 3 yang nilainya habis dibagi 3, artinya nilai harus bernilai 1. 3 x 4k / 3 = 1 x 4k jadi, uji kebenaran I benar karena hasilnya bernilai 1

jika U = 4n 1, maka nilai U berubah menjadi U = 41 1 U=3 Dari soal habis dibagi 3 maka dari langkah 1 benar karena U/3 = 3/3 = 1 Langkah 2 (Induktif Step) S(k) = benar

S(k) = 4k 1 1 S(k + 1) = 4 x 4k 1 .2 Dari kedua persamaan maka didapat nilai: 4 x 4k - 4k = 3 x 4k pers3 gabungkan persamaan 3 + 1 3 x 4k + 4k 1 pers4