AWAL MULA KERUSUHAN ANTAR ETNIS SAMPIT

Kerusuhan yang terjadi di Sampit hanyalah salah satu rangkaian peristiwa kerusuhan yang terjadi oleh etnis Madura yang sejak berdirinya Kalimantan Tengah telah melakukan lebih dari 16 (enam belas) kali kerusuhan besar dan banyak sekali kerusuhan kecil yang banyak mengorbankan warga non Madura. Beberapa catatan hal tersebut antara lain (di kutip dari Buku Merah: Konflik Etnik Sampit, Kronologi Kesepakatan Aspirasi Masyarakat, Analisis, Saran; Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalimantan Tengah (LMMDDKT); Tahun 2001).  Tahun 1972 di Palangka Raya, seorang gadis Dayak digodai dan diperkosa, terhadap kejadian itu diadakan penyelesaian dengan mengadakan perdamaian menurut hukum adat. Tahun 1982, terjadi pembunuhan oleh orang Madura atas seorang suku Dayak, pelakunya tidak tertangkap, pengusutan / penyelesaian secara hukum tidak ada. Tahun 1983, di Kecamatan Bukit Batu, Kasongan, seorang warga Kasongan etnis Dayak di bunuh (perkelahian 1 (satu) orang Dayak dikeroyok oleh 30 (tigapuluh) orang madura). Terhadap pembunuhan atas warga Kasongan bernama Pulai yang beragama Kaharingan tersebut, oleh tokoh suku Dayak dan Madura diadakan perdamaian: dilakukan peniwahan Pulai itu dibebankan kepada pelaku pembunuhan, yang kemudian diadakan perdamaian ditanda tangani oleh ke dua belah pihak, isinya antara lain menyatakan apabila orang Madura mengulangi perbuatan jahatnya, mereka siap untuk keluar dari Kalteng.

 

Latifah Azizah

1

karena katanya mereka haus. ?katanya? sudah pulang ke pulau Madura sana!. juga di tikam. malah orang Jawa yang bersaksi dihukum 1. di Palangka Raya. Para pembacok / pelaku tidak ditangkap. Perkelahian itu banyak menimbulkan korban pada ke dua belah pihak. Tindakan itu dilakukan mereka menurut cerita mau membalas dendam. di Pangkut. si korban Waldi hanya kebetulan lewat di tempat kejadian. mereka membacoknya. Barito Selatan orang Dayak dikeroyok oleh orang Madura dengan perbandingan kekuatan 2:40 orang. Orang Dayak tersebut diserang dan mempertahankan diri menggunakan ?ilmu bela diri? dimana penyerang berhasil dikalahkan semuanya.        Tahun 1996. di Tumbang Samba. ternyata pihak Polresta Palangka Raya membebaskannya tanpa tuntutan hukum. Latifah Azizah 2 . Palangka Raya. ternyata hukumannya sangat ringan. seorang Dayak dikeroyok oleh beberapa orang suku Madura --. Dirawat di RSUD Dr. terjadi perkelahian massal dengan suku Madura. tapi salah alamat). orang Dayak dikeroyok oleh 4 (empat) orang Madura. isteri IBA mau membela. namun besok harinya datang sekelompok suku Madura menuntut temannya tersebut dibebaskan tanpa tuntutan. seorang anak laki-laki bernama Waldi mati terbunuh oleh seorang suku Madura yang ?tukang jualan sate?. Tahun 1998. Yang tidak dapat dikejar oleh si tukang sate itu. di Tumbang Samba. biaya operasi / perawatan ditanggung oleh Pemda Kalteng. (Tiga orang Madura memasuki rumah keluarga IBA dengan dalih minta diberi minuman air putih. di Palangka Raya. tindakan hukum terhadap orang Dayak: dihukum berat. Si belia Dayak mati secara mengenaskan.masalah sengketa tanah ---. sedangkan para anak muda yang bertikai dengan si tukang sate telah lari kabur ?. Tahun 1999. pelakunya belum dapat ditangkap karena melarikan diri dan korbannya meninggal. ibukota Kecamatan Katingan Tengah. sedangkan pembunuh lolos. di Palangka Raya. tanpa penyelesaian hukum Tahun 1999. 2 (dua) orang Dayak dalam perkelahian tidak seimbang itu mati semua. sewaktu IBA menuangkan air di gelas. Doris Sylvanus. dengan skor orang Madura mati semua. Tahun 1997. Tahun 1997.5 tahun karena dianggap membuat kesaksian fitnah terhadap pelaku pembunuhan yang melarikan diri itu. Tahun 1999. Tahun 1999. tidak ada penyelesaian secara hukum. ditubuhnya terdapat lebih dari 30 (tigapuluh) bekas tusukan. gara-gara suku Madura memaksa mengambil emas pada saat suku Dayak menambang emas. ibukota Kecamatan Arut Utara. di Desa Karang Langit. seorang gadis Dayak diperkosa di gedung bioskop Panala dan di bunuh dengan kejam (sadis) oleh orang Madura. di Palangka Raya. seorang petugas Tibum (ketertiban umum) dibacok oleh orang Madura. pelakunya di tahan di Polresta Palangka Raya. pasangan itu luka berat. terjadi penikaman terhadap suami-isteri bernama IBA oleh 3 (tiga) orang Madura. Anak muda itu tidak tahu menahu persoalannya. Kabupaten Kotawaringin Barat.

tanpa proses hukum. Latifah Azizah 3 .00 WIB terjadi peristiwa pertikaian antar etnis diawali dengan terjadinya perkelahian antara Suku Madura dengan kelompok Suku Dayak di Jalan Padat Karya. Pkl. c. 2. Pkl.00 WIB sebanyak 38 (tiga puluh delapan) orang tersangka dari kelompok Suku Dayak atas kejadian tersebut di atas diamankan ke MAPOLDA Kalteng di Palangka Raya dan menyita beberapa macam senjata tajam sebanyak 62 buah. Sampit. e.30 WIB pengiriman Pasukan Brimob Polda dari Kalimantan Selatan sebanyak 103 personil dengan kendali BKO Polda Kaliteng untuk pengamanan di Sampit dan tiba Pkl. di Sampit (17 s/d 20 Februari 2001) warga Dayak banyak terbunuh / dibantai. Pkl. Tanggal 18 Februari 2001 a. karena lagi-lagi ?katanya? sudah lari ke Pulau Madura.00 WIB d. 09. Sendung mati dikeroyok oleh suku Madura. Belum terhitung masalah warga Madura di bagian Kalimantan Barat. Tahun 2000. Tanggal 19 Februari 2001 a. Suku Dayak hidup berdampingan dengan damai dengan Suku Lainnya di Kalimantan Tengah.30 WIB ditemukan 1 (satu) orang mayat dari kelompok Suku Dayak di Jalan Karya Baru Sampit. proses hukum tidak ada karena pihak berwenang tampaknya ?belum mampu? menyelesaikannya (tidak tuntas). Tahun 2000. 1 (satu) keluarga Dayak mati dibantai oleh orang Madura.    Tahun 2000. yang mengakibatkan 5 (lima) orang meninggal dunia dan 1 (satu) orang luka berat semuanya dari Suku Madura. Kejadian ini mengakibatkan 3 (tiga) orang meninggal semuanya dari Suku Dayak. Pkl. Tahun 2001. 20. A. 08. Jalan Bangka. Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. 10.00 WIB terjadi pembakaran 1 (satu) buah mobil Kijang milik Suku Madura di Jalan Suwikto. Para pelaku lari. Pkl. Kasongan. Lanjutan kerusuhan tersebut adalah peristiwa Sampit yang mencekam itu. di Palangka Raya (25 Februari 2001) seorang warga Dayak terbunuh / mati diserang oleh suku Madura. 1 (satu) orang suku Dayak di bunuh / mati oleh pengeroyok suku Madura di depan gedung Gereja Imanuel. di Pangkut. para pelaku kabur / lari. pelaku pembantaian lari. tidak tertangkap. 02.01. Tahun 2001. b. tanpa penyelesaian hukum. 12. Kotawaringin Barat. di Palangka Raya. Pkl. di Kereng Pangi. KRONOLOGIS KEJADIAN 1.00 WIB terjadi pembakaran rumah Suku Dayak sebanyak 2 (dua) buah rumah yang dilakukan oleh kelompok Suku Madura dan 1 (satu) buah rumah Suku Dayak dirusak dan dijarah oleh kelompok Suku Madura. kecuali dengan Suku Madura. terjadi pembunuhan terhadap SENDUNG (nama kecil). Kabupaten Kotawaringin Timur. Suku Madura terlebih dahulu menyerang warga Dayak.

Latifah Azizah 4 . Sampit. c. Pada tanggal 18 dan 19 Februari 2001 kota Sampit sepenuhnya dikuasai oleh Suku Madura yang menggunakan senjata tajam dan bom molotov.00 WIB.30 WIB diadakan pertemuan antara DANREM 102/PP. 17. Tanggal 20 Februari 2001. a. Madura dan Tokoh Masyarakat Sampit) untuk mengupayakan penghentian pertikaian dan dilanjutkan dengan pemantauan ke lokasi pertikaian dengan mengadakan dialog dengan warga yang bertikai.850 orang) bukan Suku Madura dan sebagian warga non Madura mengungsi ke Palangka Raya. 3. KAPOLDA dan Wakil Gubernur dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur dengan tokoh masyarakat di Sampit ( Tokoh Dayak. c.b. b.00 WIB ditemukan mayat sebanyak 4 (empat) orang dan 1 (satu) orang luka bakar semuanya dari Suku Dayak di Jalan Karya Baru. dan diamankan di Polres Kotim. 08. Terjadi perkelahian dan kerusuhan massal terbuka antara Suku Madura dan Suku Dayak yang datang membantu dari pedalaman. d. Pkl. Penangkapan 6 (enam) orang Suku Dayak tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang telah ditahan sebelumnya. Gedung DPRD Kotawaringin Timur dan Rumah Jabatan Bupati Kotawaringin Timur sebanyak 702 KK (2. f. 16. 22. Warga yang ketakutan karena kerusuhan dan sweeping disertai pembakaran rumah yang dilakukan oleh Suku Madura terhadap Suku Dayak mengungsi ke Gedung Balai Budaya Sampit. e. Pkl. Pkl. 03. Pkl.00 WIB diadakan sweeping oleh Petugas aparat keamanan terhadap kelompok Suku Madura dan kelompok Suku Dayak di Sampit.00 WIB Wakil Gubernur Kalimantan Tengah dan DANREM 102/PP bersama pasukan dari Yonif 631/ATG sebanyak 276 orang menuju Sampit dan tiba Pkl.

30 WIB Wakil Gubernur Kalteng menghubungi Wakil Gubernur Jawa Timur per telepon untuk koordinasi dalam rangka penanganan evakuasi pengungsi ke Surabaya. Tanggal 21 Februari 2001. Pkl. e. 5. 08.00 WIB diadakan Rapat Satkorlak PB Kalimantan Tengah untuk membahas bantuan Kapal. a.00 WIB di Palangka Raya ada Unjuk Rasa oleh masyarakat Suku Dayak. Ditemukan 14 buah Bom Rakitan di rumah Suku Madura di Sampit. 15. Latifah Azizah 5 . Tanggal 22 Februari 2001.00 WIB di Sampit diadakan pertemuan Wakil Gubernur.15 WIB para pengunjuk rasa menuju MAPOLDA Kalimantan Tengah untuk menjemput 38 tahanan yang diminta penangguhan penahanannya. MUJI HARTAJI beserta 2 anggota untuk mengadakan pengecekan di lapangan. 08. b. Tanggal 23 Februari 2001. c. 08.4. b. Suku Batak dan masyarakat lainnya ke DPRD Propinsi Kalimantan Tengah menyampaikan tuntutan sebagaimana pada Lampiran 07. c.30 WIB Tim Investigasi MABES POLRI berangkat ke Palangka Raya dibawah Pimpinan Brigjen Pol. Pkl. Pkl. 10. 6. 12. Pkl. Ketua Pengadilan Tinggi Kalimantan Tengah. Pkl. Pkl. a.30 WIB berangkat ke Jakarta rombongan dari LMMDDKT sebanyak 3 orang didampingi oleh KAJATI Kalimantan Tengah. Pkl. d. membentuk Tim Sukarelawan untuk dikirim ke Sampit untuk membentuk dan memperkuat Satlak PB di Sampit. 09. Pkl. Menghubungi Dirjen Perhubungan Laut untuk koordinasi angkutan Kapal dan merubah rute pelayaran Kapal Pelni yang ke Kumai untuk membawa pengungsi dari Sampit ke Surabaya. b. DANREM 102 / PP dan KAPOLDA Kalimantan Tengah dengan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur. a. Suku Jawa. 09. Ketua DPRD Propinsi Kalimantan Tengah dan Kepala Direktorat Sosial Politik Propinsi Kalimantan Tengah menghadap KAPOLRI untuk menyampaikan usul supaya KAPOLDA Kalimantan Tengah diganti.00 WIB diadakan Rapat Satkorlak PB di ruang kerja Wakil Gubernur Kalimatan Tengah untuk mengantisipasi menanggulangi kerusuhan di Sampit.

Ditemukan 4 (empat) mayat Suku Madura di Sampit. 23.30 WIB melakukan Evakuasi pengungsi dari Kumai ke Semarang sebanyak 2.00 WIB melakukan evakuasi Suku Madura sebanyak 2. a. Latifah Azizah 6 .30 WIB Menkopolsoskam beserta rombongan tiba di Palangka Raya dan langsung meninjau lokasi kerusuhan di Kota Sampit dan Kota Palangka Raya.30 WIB kerusuhan dari Sampit meluas ke Kota Palangka Raya. Pkl. Pkl. mulai terjadi pembakaran rumah-rumah Suku Madura sebanyak 20 buah oleh warga masyarakat non Madura yang datang dari berbagai tempat di pedalaman. b. 8. c.139 orang dengan KM Leuser. Tanggal 24 Februari 2001. Pkl.100 orang dari Sampit ke Surabaya dengan KRI Teluk Sampit d. c. Pkl. Ditemukan 6 (enam) bahan peledak bom rakitan di Komplek IKAMA Palangka Raya.027 orang dengan KM Anugrah Samudra. a. 11.000 orang dengan KRI Teluk Ende. 09. Pkl. 7. Melakukan evakuasi pengungsi Suku Madura dari Kuala Pembuang ke Gresik sebanyak 205 orang dengan KLM Bintang Selatan dan sebanyak 1.45 WIB melakukan Evakuasi Suku Madura sebanyak 3. 10. b. Tanggal 25 Februari 2001. 18.c.

Pukul 08. a. dari TNI-AD 1 (satu) orang meninggal dunia dan dua orang luka tembak.30 WIB tiba di Palangka Raya Tim KOMNAS HAM Pusat di bawah Pimpinan Sdr. Tanggal 27 Februari 2001. Evakuasi Suku Madura sebanyak 2. 11. Satkorlak Pengendalian Bencana (PB) Kalteng menerima bantuan dari Depkes dan Kessos. Suharto. d.492 (lima puluh tujuh ribu empat ratus sembilan puluh dua) orang dengan perincian pada Lampiran 02. Bambang W. Dinas PU Kalimantan Tengah.45 WIB di Sampit terjadi kesalah-pahaman antara aparat keamanan di Pelabuhan Sampit sehingga menimbulkan korban dari POLRI 3 orang luka tembak. Terjadi kebakaran di Pasar Sampit. Kerugian material 1 (satu) buah Jeep PM. Pukul 13. Mar?ie Muhammad beserta rombongan dengan membawa bahan makanan dan obat-obatan. Meninggal dunia sebanyak 7 orang terdiri dari 5 (lima) orang Suku Madura dan 2 (dua) orang yang tidak diketahui identitas Sukunya akibat kerusuhan di kota Palangka Raya. 10.45 WIB. Rombongan petugas Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB sebanyak 4 (empat) orang tiba di palangka Raya meminta informasi berkenaan jumlah pengungsi dan penangananya serta upaya penanggulangan kerusuhan. Terjadi pembakaran 3 (tiga) buah rumah Suku Madura di Kota Palangka Raya oleh masyarakat setempat non Madura. Pukul 07. Jalan Iskandar pada pukul 18. e. Besarnya kerugian belum bisa dihitung dan akan dilaporkan kemudian. c.9. Tanggal 28 Februari 2001. a. Tanggal 26 Februari 2001. Jumlah korban sejak tanggal 18 Pebruari 2001 terdiri dari korban jiwa sebanyak 383 (tiga ratus delapan puluh tiga) orang dan luka-luka sebanyak 38 (tiga puluh Latifah Azizah 7 .269 orang dari Pegatan Mendawai Kotawaringin Timur ke Banjarmasin dengan Speed Boat.38 WIB tiba di Palangka Raya rombongan PMI Pusat di bawah pimpinan Sdr. f. Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) PMI Pusat lihat Lampiran 06. b. 1 (satu) buah Suzuki Vitara dan 6 (enam) buah truk TNI-AD rusak berat. b. b. c. Jumlah pengungsi yang dievakuasi dengan Kapal Laut secara keseluruhan sejak tanggal 18 Pebruari 2001 sebanyak 57. a.

b. Memberangkatkan Sekretaris Daerah. b. c. Latifah Azizah 8 . Budha dan Konghucu). a. Pengiriman 100 kantong darah dan 100 kantong darah segar bantuan dari PMI Pusat ke Sampit. 12. a. Menerima pengungsi di Palangkaraya sebanyak 174 orang 13. Kristen Protestan. c. Menyampaikan pernyataan sikap oleh Forum Komunikasi Umat beragama Kabupaten KOTIM tentang jaminan keamanan untuk masyarakat Sampit yang dihadiri oleh Tokoh masyarakat dan tokoh agama ( Islam.delapan orang).019 orang dan KRI Teluk Saleh sebanyak 3.129 (tiga ribu seratus dua puluh sembilan) personil lihat Lampiran 03. Korban materil berupa rumah terbakar sebanyak 793 (tujuh ratus sembilan puluh tiga buah) dan rumah yang rusak sebanyak 48 (empat puluh delapan).156 orang ke Surabaya. Tanggal 02 Maret 2001. Menyerahkan bantuan beras dari Wakil Presiden sebanyak 20 ton ke Sampit. Tanggal 03 Maret 2001. Kendaraan roda empat dan roda dua sebanyak 13 (tiga belas) buah. Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Gubernur mengenai solusi penanganan pertikaian antar etnis oleh tokoh masyarakat dan dihadiri unsur Muspida Tk. d. serta Becak sebanyak 206 (dua ratus enam) buah lihat Lampiran 01.\ d. b. Kadit Sospol dan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah ke Surabaya dalam rangka pertemuan dengan Tokoh Madura dan Kapolri. Katholik. 14. Hindu. Pemberangkatan pengungsi dari Sampit dengan menggunakan KRI Teluk Bone sebanyak 3. Kunjungan Wakil Presiden beserta rombongan dan pengarahan kepada Gubernur dan Muspida dalam rangka peninjauan ke Sampit dan Palangkaraya. Pengiriman Aqua oleh pengurus Daerah PMI Propinsi Kalimantan Tengah sebanyak 9000 botol = 750 dos. I Propinsi Kalteng. Memberangkatkan 6 dokter dari RSCM Jakarta dan 10 orang Kelompok Sukarelawan (KSRL) ke Sampit. Jumlah satuan pengamanan untuk wilayah Sampit yang sudah dikerahkan sampai saat ini sejak tanggal 18 Pebruari 2001 sebanyak 3. Tanggal 01 Maret 2001. c. a.

8. 3. Kekhawatiran kemungkinan aksi pembalasan terhadap Warga Kalimantan Tengah yang berada di Jawa termasuk yang sedang menuntut ilmu terutama di Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 4. 3. 9. LANGKAH-LANGKAH YANG TELAH DILAKUKAN PEMDA DAN APARAT KEAMANAN 1. Berusaha meredam dan menghentikan aksi pembakaran dan pengrusakan milik warga Suku Madura dengan cara mengeluarkan pengumuman dan himbauan yang disampaikan media massa dan elektronik serta mobil keliling secara kontinyu. 6. Keterbatasan dana untuk penanganan pengungsi dan upaya penyelesaian konflik serta pendataan harta benda milik para korban kerusuhan. 2. 7. C. Melaksanakan patroli dan menempatkan pasukan pada tempat yang rawan pertikaian. maupun dengan MUSPIDA Kota Palangka Raya dan MUSPIDA Kabupaten Kotawaringin Timur beserta instansi terkait. Penanganan para pengungsi oleh Pemerintah Daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam menerima evakuasi.B. 5. Melakukan optimalisasi Siskamling di 500 RT sekota Palangka Raya untuk mengadakan tindakan preventif. Melakukan tindakan persuasif dan preventif terhadap kelompok yang bertikai untuk mengantisipasi berkembangnya kerusuhan yang lebih meluas. Latifah Azizah 9 . Memberikan bantuan bahan makanan dan obat-obatan kepada para pengungsi yang diperoleh dari berbagai pihak. 10. Masih ada sisa pengungsi yang belum dievakuasi. Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait. Mengikuti pertemuan Kerukunan Warga Kalimantan dengan tokoh Madura dan Gubernur Jawa Timur di Surabaya tanggal 3 Maret 2001. Mengadakan evakuasi para pengungsi dari Sampit ke Surabaya maupun dari Palangka Raya ke Surabaya lewat Banjarmasin. 5. Mengadakan koordinasi secara intensif dengan MUSPIDA Propinsi Kalimantan Tengah dan instansi terkait. PERMASALAHAN JANGKA PENDEK 1. 2. 4. Lokasi kerusuhan sifatnya terpencar pada wilayah yang luas sehingga agak menyulitkan bagi aparat keamanan untuk mengadakan tindakan preventif dan represif dengan kondisi tenaga yang terbatas. Menerjunkan satuan pengamanan dari POLRI dan TNI ke lokasi kerusuhan. tokoh masyarakat dan tokoh agama guna mencegah berkembangnya pertikaian.

maupun ketidakadilan akan adanya perlindungan hak-hak hidup masyarakat telah ditambah oleh ketidakmampuan etnis Madura untuk memberikan toleransi terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak Kalimantan Tengah. IKAMA menjadi tempat untuk menyelamatkan warga Suku Madura yang berbuat jahat kepada warga non Madura. tanpa memperhatikan asal-muasal dan proses-proses yang mandahuluinya. sanak-keluarga. Adanya upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong peristiwa kerusuhan yang ada di Kalimantan Tengah hanya muncul dari sisi Suku Dayak. 6. 2. baik dari segi moril. baik oleh masyarakat maupun pemerintah. telah menyebabkan Kalimantan Tengah menerima warga Suku Madura yang potensial dan banyak melakukan hal-hal yang tidak toleran terhadap hampir seluruh aspek kehidupan Suku Dayak. POKOK POKOK MASALAH YANG HARUS DITANGANI DALAM JANGKA MENENGAH DAN PANJANG 1. Adanya hujatan bahwa Suku Dayak tidak beradab. baik dari sisi ketidakadilan pemanfaatan sumberdaya alam dan Pembangunan Daerah. kerabat dan anggota masyarakat Madura ke Kalimantan Tengah yang kurang berpendidikan dan berlaku kriminal. tanpa melakukan seleksi terlebih dahulu. Adanya arogansi budaya Suku Madura yang memandang remeh budaya lokal Suku Dayak. yaitu dengan merujuk akibat kerusuhan semata. Adanya kecenderungan pihak Suku Madura melindungi warganya yang berbuat jahat terhadap Suku Dayak. Latifah Azizah 10 .D. menimbulkan berbagai gesekan yang seluruhnya tidak pernah diselesaikan secara tuntas. tanpa mempertimbangkan penderitaan berkepanjangan yang timbul dimasyarakat Suku Dayak akibat kerusuhan yang muncul dari adanya Suku Madura di Kalimantan Tengah. Terlihat pula upaya tokoh-tokoh Suku Madura mendorong masyarakat agama untuk berseteru satu dengan lainnya dengan mengatakan bahwa masalah di kota Sampit adalah pembasmian terhadap umat muslim. tidak berkemanusiaan dan lain-lain yang dilansir baik oleh perorangan mau pun media massa serta elektronik secara luas. mau pun materil. Bahwa proses marginalisasi dan pemelaratan yang terjadi di Kalimantan Tengah. Kecenderungan Suku Madura membawa kenalan. Hal-hal tersebut telah membangkitkan kerugian yang tidak terhingga bagi Suku Dayak. 7. 5. menyebabkan akumulasi kebencian yang merupakan masalah umum dan sosial dikalangan warga non Madura di Kalimantan Tengah. 4. 3. tidak toleran. Akumulasi gesekangesekan tersebut menimbulkan perseteruan dan perkelahian massal yang membesar dan memuncak dari waktu ke waktu.

Latifah Azizah 11 . Masalah kependudukan dan lapangan kerja Nasional agar dimulai penyelesaiannya pada tingkat lokal. Adanya pertimbangan yang naif dari tokoh-tokoh Madura dengan menelorkan ancaman-ancaman kepada para petinggi Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah untuk memaksakan kehendak mereka dalam penyelesaian kerusuhan. 2. melainkan juga menjadi masalah Nasional. Hal ini dilakukan tanpa mempertimbangkan bahwa Kalimantan Tengah menjadi korban kelalaian para tokoh-tokoh Suku Madura yang gagal membina warganya yang mencari kehidupan di Kalimantan Tengah. 9. Untuk itu diperlukan program khusus dan action plan yang terperinci yang disepakati bersama secara Nasional. SARAN PENANGANAN MASALAH ETNIS 1. bahwa masalah etnis bukan hanya terdapat di Kalimantan Tengah.8. rekonsiliasi. telah menerima anaknya menikah dengan Suku Madura. penyusunan strategi pembinaan dan pemeliharaan kondisi yang kondusif dalam masyarakat Kalimantan Tengah. sehingga pada beberapa keluarga Dayak. Diperlukan upaya pengelolaan yang komprehensif masalah etnis di Kalimantan Tengah yang mencakup inventarisasi. Diperlukan upaya mengetuk hati Pemerintah Pusat. Diupayakan agar masalah Nasional jangan dibebankan pemecahannya secara partial kepada Daerah. dimana partisipasi lokal dimaksimalkan sebelum melibatkan unsur-unsur lainnya yang bersifat menunjang secara Nasional. E. Suku Dayak Kalimantan Tengah selama ini sangat toleran terhadap Suku Madura. Diperlukan upaya yang berimbang dalam penanganan etnis dengan menggalakkan berbagai bidang pembangunan di Daerah yang bertumpu kepada entitas masyarakat setempat sebelum memperluas cakupannya secara Nasional dengan melibatkan berbagai etnis / komunitas masyarakat lainnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful