Anda di halaman 1dari 24

Hari Prasetyo HP. 0816592535 / 081231340010 Email : prasetyo_ jbr2003@yahoo.com prasetyo.jbr2003@gmail.

com

11/05/2012

PENDAHULUAN
Tanaman Abaca (Musa textilis Nee) merupakan jenis tanaman pisang-pisangan (Musaceae) berasal dari Philipina Tanaman Abaca memiliki beberapa jenis nama, daerah : Pisang Manila (Menado), Manila henep dan Cau Manila (Sunda) dan Kofo sangi (Minahasa) Produksi utama dari budidaya Pisang Abaca adalah serat (fibre) yang terkenal dalam perdagangan internasional sebagai serat berkualitas tinggi Negara penghasil utama serat abaca adalah Philipina, dan Equador.

11/05/2012

PENDAHULUAN (lanjutan)
Tanaman Abaca sudah lama tumbuh liar di Indonesia, yaitu di Pulau Sangir (Sulawesi Utara) dan oleh penduduk setempat seratnya digunakan sebagai bahan baku pembuatan kain tenun tradisional Di Indonesia tanaman Abaca banyak ditemui di Sulawesi Selatan, terutama di Kabupaten Luwu, Bulukumba, Sidrap, Selayar dan Kalimantan Timur, Pulau Jawa (Banyuwangi), P. Sumatra Tanaman ini tumbuh bergerombol di daerah cekungan yang basah atau disepanjang tepi sungai

11/05/2012

KEGUNAAN SERAT ABACA


Sebagai bahan baku industri kertas berharga seperti bahan pembuatan uang kertas, materai dan lain-lain Bahan baku pembuatan tali-temali seperti tali jangkar kapal Bahan baku benang/kain berkualitas baik Bahan baku kain jok, permadani, kain gordin Kain pembungkus kabel bawah laut Kertas stensil, kertas sharing dan kertas sigaret Limbahnya digunakan untuk pembuatan topi, sandal tidu, kap lampu, dompet dll

11/05/2012

KLASIFIKASI

Kingdom SubKingdom Superdivision Division Class Subclass Order Family Genus Spesies

: Plantae : Tracheobionta : Spermatophyta : Magnoliophyta : Monocotylidons : Zingiberidae : Zingiberales : Musaceae : Musa L : Musa textilis Nee
5

11/05/2012

VARIETAS ABACA
VARIETAS CIRI-CIRI/SIFAT
Ukuran Batang

Bontolan
Pendek Sedang Hitam

Manguindanao
Besar

Tangengon
Besar

Warna

Ungu-hitam kelam Cepat Mudah

Merah TuaUngu kehitaman Sulit

Pertumbuhan Pengambilan serat Kualitas Serat

Cepat Mudah

Halus, putih

Putih dan Bermutu tinggi

11/05/2012

SYARAT TUMBUH
TANAH Meskipun tanaman abaca dapat tumbuh disembarang tempat, tetapi akan lebih optimal pertumbuhannya bila ditanaman pada tanah yang gembur, kedalam solum tanah > 50 cm, pH tanah 4.5 7.5 ELEVASI Tanaman abaca dapat tumbuh di dataran rendah beriklim lembab. Ketinggian optimal 300 m dpl. Namun demikian, masih dapat tumbuh pada ketinggian 1000 m dpl, tetapi kualitas seratnya rendah IKLIM Abaca dapat tumbuh di iklim tropis dan sub tropis. Tempretaur udara 17 30 C
11/05/2012 7

SYARAT TUMBUH
CURAH HUJAN Curah hujan optimal 2000 mm/tahun. Tetapi masih bisa tumbuh baik di daerah dengan curah hujan < 2000 mm/tahun, asalkan dilakukan pengairan yang teratur KEMIRINGAN LAHAN Kelerengan yang dikehendaki berkisar 15-25 %. Untuk kelerengan > 25 % masih bisa ditanaman, asalkan dibuat teras-teras

11/05/2012

PERBANYAKAN TANAMAN
Tanaman abaca dapat diperbanyak dengan cara : Vegetatif (pemisahan anakan, penyemaian bonggol dan kultur jaringan Generatif (biji, tetapi sulit dan jarang dilakukan)

Pemisahan anakan

11/05/2012

PERBANYAKAN TANAMAN

Disemaikan
Bonggol Utuh

Bonggol Utuh

Bonggol Utuh Dipecah 11/05/2012 10

PENANAMAN
1. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat 2-3 minggu sebelum tanam dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm 2. Jarak tanam Jarak tanam yang digunakan 5 x 3 m dan 5 x 5 m. Semakin subur tanahnya, jarak tanam harus semakin lebar. 3. Penanaman Penamanan dilakukan pada awal musim hujan. Waktu penanaman yang baik adalah pagi hari (07.00 10.30) atau sore hari (14.30 17.00). Empat bulan setelah penanaman bibit, umumnya telah tumbuh anakan sebanyak 2-3 anakan 4. Sistem Penanaman Monokultur atau polykultur (tumpangsari)
11/05/2012 11

PEMELIHARAAN
1. Pemupukan Pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan an-organik - Pupuk organik (pupuk kandang) diberikan pada saat penanaman sebanyak 0,5 kg / tanaman - Pupuk an-organik : WAKTU 1 bulan setelah tanam 4 bulan setelah tanam 8 bulan setelah tanam 12 bulan setelah tanam
11/05/2012

DOSIS 0,25 kg Urea / tanaman 0,20 kg TSP / rumpun atau setara 0.25 kg SP-36 0,5 kg Urea / rumpun 0,75 kg Urea dan 0.3 kg TSP/0.38 SP-36 serta 4 kg pupuk kandang per rumpun
12

PEMELIHARAAN
1. Pemupukan (lanjutan) Cara pemupukan : - Tanah ditugal sedalam 15 cm di sebelah utara-selatan-timur dan barat rumpun tanaman pada jarak 50-60 cm dari pusat pangkal rumpun tanaman. Pupuk dimasukkan kedalam lubang, kemudian ditutup kembali dengan tanah - Dibuat lubang secara melingkar sedalam 15 cm pada jarak 60-70 cm dari pangkal rumpun tanaman. Pupuk dimasukkan kedalam lubang, kemudian ditutup kembali dengan tanah 2. Pengairan Pengairan dilakukan bila kondisi tanah kering. Interval pengairan dilakukan 15 hari sekali
11/05/2012 13

PEMELIHARAAN
3. Penjarangan a. Penjarangan dilakukan setiap 4-8 bulan sekali b. Penjarangan dilakukan dengan membongkar anakan yang tidak dikehendaki dan disisakan sesuai dengan ketentuan. Bila anakan yang dibongkar, memiliki pertumbuhan yang baik, dapat digunakan untuk bahan tanam untuk keperluasan penyulaman atau perluasan tanaman. Sedang, anakan yang jelek, dapat digunakan untuk bahan organik tanah. c. Jumlah batang per rumpun tanaman dapat dilihat pada Tabel dibawah ini.
11/05/2012 14

PEMELIHARAAN
3. Penjarangan (lanjutan) Tahun ke1 10 2 14 3 15 4 16 5 17 6 17

Uraian Jumlah batang per rumpun Jumlah batang per Hektar

6.600

9.240

9.900

10.560

11.200

11.200

Sumber : Bank Indonesia Jarak tanam : 5 x 3 m 11/05/2012 15

PEMELIHARAAN
4. Pembumbunan - Pembumbunan dilakukan bila, umbi tanaman sudah muncul dipermukaan tanah. - Tujuan pembumbunan adalah untuk (1) merangsang pertumbuhan anakan sehingga populasi tanaman per hektar dapat dipertahankan, (2) merangsang pertumbuhan akar tanaman, (3) memperbaiki aerasi tanah 5. Pengendalian Gulma - Dilakukan agar tidak terjadi persaingan hara dan air - Dilakukan utamanya pada saat tanaman masih kecil - Interval penyiangan disesuaikan dengan kondisi lapangan
11/05/2012 16

PEMELIHARAAN
6. Pengendalian Hama Penyakit - Ulat pemakan daun

11/05/2012

17

PANEN DAN PASCA PANEN


1. Panen - Tanaman Abaca dapat dipanen bila : a. Tanaman telah berumur 12 bulan b. Tinggi tanaman 3.5 4 meter c. Diameter batang sekitar 30 cm - Pemanenan dilakukan menggunakan parang yang tajam, dengan cara memotong batang tepat diatas bonggol tanaman. Arah pemotongan miring atau membentuk sudut 45 o
-

Dalam 1 kali panen, umumnya diambil 2-3 batang per rumpun tanaman

11/05/2012

18

PANEN DAN PASCA PANEN


1. Panen (lanjutan) - Kualitas serat tergantung pada posisi pelebah. Pelepah luar seratnya kasar, tapi kuat. Makin ke dalam seratnya makin halus dan berwarna putih, tetapi kekuatannya semakin berkurang
MUTU PELEPAH ABACA Rincian Mutu Bagian Tengah Pelepah bagian luar Pelepah bagian tengah Pelepah Tengah- Dalam Pelepah bagian dalam
Hobir dan Kodir, 1986)

Jumlah Helai 1-3 1-3 4-5 7-8

Warna Hijau - ungu Kuning - Hijau Putih - Kuning Putih

Jml Serat Banyak Sedikit Banyak Tidak Ada

Kekuatan Kuat Kuat Tdk Kuat 19

11/05/2012

PANEN DAN PASCA PANEN


2. Penyeratan - Batang abaca dibagi menjadi 3 potongan dengan panjang sekitar 1,20 meter - Masing-2 potongan (1,2 m) ditegakkan, kemudian dibelah menjadi 3 bagian. Lembaran-2 pelepah dipisahkan satu dgn lain - Kemudian dilakukan penyeratan (sebaiknya kondisi batang masih basah) dengan cara : 1. Penyeratan dengan pisau - prinsipnya adalah menghancurkan daging pelepah yang terbawa dalam tuxies - lembaran pelepah disayat secara membujur dengan lebar sayatan 6-7,5 cm
11/05/2012 20

PANEN DAN PASCA PANEN


2. Penyeratan 1. Penyeratan dengan pisau - Kemudian dipisahkan pelepah bagian dalam (yang tidak mengandung serat) dengan bagian luar yang mengandung serat. Sayatan luar yang mengandung serat disebut dengan TUXIES - Kemudian dilakukan penyeratan dengan menggunakan pisau bergerigi (15 gerigi per cm dan lebar pisau sekitar 10 cm) - Prestasi kerja : 10-12 kg serat/HKO

11/05/2012

21

PANEN DAN PASCA PANEN


2. Penyeratan 2. Penyeratan dengan alat KLEM - Cara lain yang lebih praktis adalah dengan
menggunakan alat sederhana yang bekerja seperti alat klem. Dengan alat ini kemungkinan serat putus sebagaimana terjadi pada alat pisau dapat diperkecil. Adapun alat yang diperlukan adalah Klem yang memiliki pisau bergerigi yang diletakkan di atas meja. - Tuxies di masukkan di bawah pisau penyerat, kemudian pisau di tekan dengan memutar skrup diatasnya. Setelah tuxies tertekan kemudian bagian ujungnya di tarik oelh tangan sehingga serat terpisah. Dengan cara ini, berat tekanan pisau dapat diatur, sehingga rendemen serat dapat di kontrol dan mutu serat dapat lebih seragam.

11/05/2012

22

PANEN DAN PASCA PANEN


2. Penyeratan 3. Penyeratan dengan alat DEKORTIKATOR - Mesin dikorikator terdiri dari 2 buah drum dengan mata
pisau penyerat dari besi tahan karat. Drum tersebut berputar dengan menggunakan tenaga dari motor berkekuatan sekitar 100 PK. Kapasitas penyeratan dari suatu mesin ini adalah sekitar 180 kg serat per jam atau sekitar 6 ton bahan tanaman segar

11/05/2012

23

11/05/2012

24