Anda di halaman 1dari 1

Berita Finansial dari Eropa

Berita finansial dari Eropa kurang begitu menyenangkan. Situasi Eropa yang memburuk membuat koreksi berlanjut. Indeks harga saham gabungan diperkirakan kembali melanjutkan koreksinya pada perdagangan hari ini, Kamis 10 Mei 2012 seiring memburuknya kondisi politik benua biru. Felix Sindhunata, Kepala Riset PT Henan Putihrai Securities menilai kemenangan partai anti-bailout di Yunani semakin menambah kekhawatiran pasar yang sebelumnya sudah terbentuk oleh terpilihnya Francois Hollande sebagai presiden baru Prancis. Felix menambahkan besarnya catatan jual bersih investor asing yang terjadi kemarin, menunjukkan semakin menguatnya kekhawatiran investor terhadap kondisi politik di Eropa. Berita finansial ini turut memengaruhi keinerja bursa saham Amerika. Kinerja bursa saham Wall Street runtuh seiring dengan jatuhnya the Standard & Poors 500 Index ke arah yang terendah dalam 2 bulan terakhir yang dipicu oleh rekor turunnya nilai euro, perkembangan politik di Yunani, dan fokus bantuan finansial pada perbankan di Spanyol. The S&P 500 turun 0,7% ke 1.354,58 pada pukul 4 sore di New York, euro terdepresiasi 0,5% ke US$1.2940 per dollar AS, merupakan perlemahan berkelanjutan dalam 8 hari dan yang terendah sejam Januari. Indeks acuan Spanyol, IBEX 35 terjun bebas 2,8% dan merupakan penurunan terbesar dalam 8 tahun terakhir. 24 komoditas dalam the S&P GSCI Index merosot 0,1% karena turunnya harga minyak dunia. James Dunigan, chief investment officer in Philadelphia for PNC Wealth Management memperkirakan hal tersebut akan melebar dan mengembang lagi di Eropa. Berita finansial yang buruk dari daratan Eropa.

Berita Finansial