Anda di halaman 1dari 8

MODUL PRAKTIKUM

PENGUKURAN DENSITAS BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN PIKNOMETER

Ditulis oleh :

Imam Setiawan W. Akbar Sujiwa

1109100020 1109100034

LABORATORIUM GEOFISIKA JURUSAN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

PENGUKURAN DENSITAS BATUAN DENGAN MENGGUNAKAN PIKNOMETER


1. Pendahuluan a. Tujuan Mengukur densitas batuan dengan menggunakan piknometer b. Gambaran Umun Percobaan Pengukuran suatu densitas batuan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan mempunyai tujuan tertentu. Densitas adalah perbandingan antara massa dan volume total pada material tersebut. ukuran densitas dipengaruhi oleh porositas materialnya. Porositas dedefinisikan dengan perbandingan dari suatu volume ruang pori dengan volume total sampel. Oleh karena itu, untuk mengukur densitas perlu diketahui besar porositasnya. Pengukuran densitas sebuah material yang memiliki banyak pori di dalamnya, seperti batuan, tidak sama dengan pengukuran material-material seperti logam yang porositasnya kecil. Massa jenis logam biasanya dilakukan dengan menimbang berat logam tersebut dalam air. Perhitungan massa jenisnya memanfaatkan prinsip Archimedes. Cara yang sama tidak dapat dilakukan pada material berbentuk batuan, sebab batuan memiliki banyak pori. Ketika ditimbang dalam air, pori-pori tersebut memberikan gaya apung tambahan terhadap batu, menyebabkan berat yang terukur bukan berat batu murni dalam air, lebih tepatnya berat yang terukur lebih kecil dari berat batu murni dalam air. Memang pengaruh pori-pori dapat diminimalisir dengan merendam batu sebelum ditimbang supaya air dapat mengisi seluruh pori yang ada, hanya saja proses perendaman ini memakan waktu yang lama karena air membutuhkan lebih banyak waktu untuk meresap ke dalam pori-pori yang tidak tersambung dengan permukaan luar. Untuk mengatasi permasalahan dalam pengukuran material berpori, terdapat alat sederhana yang dinamakan piknometer. Sampel yang akan diukur massa jenisnya dihaluskan terlebih dulu sampai berbentuk serbuk. Dengan demikian pori-pori benarbenar hilang dalam sampel yang kini berbentuk serbuk tersebut. Contoh sebuah piknometer ditunjukkan dalam gambar 1.1.

Gambar 1.1 Piknometer berukuran 50 ml, bagian yang lonjong di atas adalah tutupnya.

Massa jenis sebuah sampel berbentuk serbuk sama dengan massa serbuk dibagi volume yang ditempati serbuk. Secara matematis sebagai ( dimana ) . Massa M dapat ditulis

adalah massa piknometer kosong. Jadi massa serbuk dapat dicari dengan

mengurangkan massa piknometer kosong dari massa piknometer plus serbuk. Perhatikan gambar 1.2b, volume Vb merupakan volume yang ditempati serbuk sampel ketika dimasukkan dalam piknometer sementara Va adalah volume air ketika bercampur dengan sampel. Berdasarkan gambar tersebut maka dapat ditulis

Supaya rumus di atas lebih aplikatif dalam pengukuran yang sesungguhnya, beberapa penambahan suku penting untuk dilakukan, sehingga rumus di atas dapat dimodifikasi menjadi (( ) ) ( )

Dengan memasukkan rumus V di atas ke dalam rumus untuk massa jenis sampel, diperoleh ( (( ) ) ( ) )

Beberapa penyingkatan biasanya digunakan untuk menyederhanakan penulisan rumus di atas, yaitu

Dengan demikian

Gambar 1.2 a) Air menempati piknometer seluruhnya b) Vb menunjukkan volume yang ditempati oleh sampel.

2. Metodologi a. Alat dan Bahan Sampel (misal : batu bata merah, batu bata putih, bata ringan berpori) Aquades Gelas Ukur Piknometer ukuran 50ml/200C Neraca analitik Cawan dan mortar Oven

b. Skema Kerja
Tahap 1 Menentukan batuan

Tahap 2 Pengovenan

Tahap 3 Penumbukan

Tahap 4 Piknometer ditimbangan

Tahap 7 Piknometer ditimbang +Aquades + Serbuk

Tahap 6 Piknometer ditimbang + Serbuk

Tahap 5 Piknometer ditimbang + Aquades

Tahap 8 Perhitungan Massa jenis sampel

c. Langkah Kerja Sampel dipanaskan dalam oven selama 1 jam dalam temperatus 900C untuk memastikan sampel berada dalam kondisi kering Sampel ditumbuk menjadi serbuk Ukur besar massa dari piknometer, pastikan piknometer dalam keadaan kering dan bersih, catat sebagai , ulangi 3 kali , ulangi 3 kali , ulangi 3 kali

Ukur massa piknometer berisi aquades penuh, catat sebagai

Ukur massa piknometer kering dengan serbuk sampel, catat sebagai

Ukur massa piknometer dengan serbuk dan air sampai penuh, catat sebagai 3 kali

, ulangi

Hitung massa jenis dengan menggunakan persamaan 1 Analisislah faktor-faktor yang berpengaruh dalam percobaan tersebut

3. Analisa dan Pembahasan a. Data Data yang didapat dari percobaan, ditulis dalam tabel berikut untuk setiap sampel. Tabel 3.1 Data Percobaan Penimbangan massa 1 Pengukuran ke2 3 Rata-Rata (gr)

Tabel 3.2 Hasil Perhitungan No Nama Batu Sampel (gr/cm3)

b. Perhitungan Untuk menghitung densitas gunakan persamaan

dimana

adalah massa jenis air.

c. Perhitungan Ralat Dalam setiap penimbangan menggunakan neraca analitik dilakukan sebanyak tiga kali, hal ini ditujukan agar dapat dicari ralat penimbangannya. Berikut cara menghitung ralat penimbangan dari percobaan ini.

Tabel 3.3 Tabel perhitungan ralat no 1 2 3 = = m m- ) (m- 2

Ket : m = berat benda yang ditimbang = rata-rata m Ralat Mutlak x= Ralat Nisbi I= Keseksamaan K = 100% - I Jadi, massa benda yang ditimbang = x

Langkah-langkah perhitungan tersebut digunakan untuk meralat nilai hasil penimbangan poknometer, piknometer+air, dan piknometer+serbuk+air.

d. Pembahasan Lakukan analisa terhadap data percobaan yang didapat dan hasil perhitungan. Bandingkan dengan teori yang telah ada tentang densitas batuan. Pembahasan harus berisikan poin-poin berikut: 1. hal-hal yang dilakukan selama percobaan 2. penjelasan tentang hasil percobaan, menyangkut sifat setiap sampel sebagai pengaruh dari massa jenisnya 3. faktor-faktor penyebab kemunculan error dan cara meminimalisir atau jika mungkin cara menghilangkannya 4. contoh aplikasi yang berhubungan dengan percobaan anda

4. Kesimpulan Setelah menganalisa data dan perhitungan, simpulkan hasil percobaan tersebut.

5. Daftar Pustaka [1] Teresa P. Santos, M. Fatima Vaz, Moises L. Pinto, Ana P. Carvalho. Porosity characterization of old Portuguese ceramic tiles. Construction and Building Materials 28 (2012) 104110 [2] M. Irham Nurwidyanto, Ita Noviyanti, Sugeng Widod. Estimasi Hubungan Porositas Dan Permeabilitas Pada Batupasir (Study Kasus Formasi Kerek, Ledok, Selorejo). Berkala Fisika Vol.8, No.3, Juli 2005, hal 87-90. ISSN : 1410 9662