Anda di halaman 1dari 5

AUTOIMMUNE DISEASE

A. Lupus (SLE) Systemic Lupus Erythematosus Seperti yang diungkapkan dalam buku kecil Care for Lupus (Syamsi Dhuha), Lupus adalah sebutan umum dari suatu kelainan yang disebut sebagai Lupus Erythematosus. Dalam istilah sederhana seseorang dapat dikatakan menderita penyakit Lupus. Erythematosus saat tubuhnya menjadi alergi pada dirinya sendiri. Lupus adalah istilah dari bahasa Latin yang berarti Serigala. Hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki butterfly rash atau ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa di pipi Serigala, tetapi berwarna putih. Penyakit ini dalam ilmu kedokteran disebut Systemic Lupus Erythematosus (SLE), yaitu ketika penyakit ini sudah menyerang seluruh tubuh atau sistem internal manusia. Dalam ilmu imunologi atau kekebalan tubuh, penyakit ini adalah kebalikan dari kanker atauHIV/AIDS. Pada Lupus, tubuh menjadi overacting terhadap rangsangan dari sesuatu yang asing dan membuat terlalu banyak antibodi atau semacam protein yang malah ditujukan untuk melawan jaringan tubuh sendiri. Dengan demikian, Lupus disebut sebagaiautoimmune disease (penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan). Penyakit Lupus tergolong misterius. Para dokter kadang bingung mendiagnosis penyakit ini. Awalnya, penderita penyakit lupus dikira mempunyai kelainan kulit, berupa kemerahan di sekitar hidung dan pipi. Bercak-bercak merah di bagian wajah dan lengan, panas dan rasa lelah berkepanjangan , rambutnya rontok, persendian kerap bengkak dan timbul sariawan. Penyakit ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat menyerang hampir seluruh organ yang ada di dalam tubuh.

B. Rheumatoid Arthritis Rheumatoid arthritis (RA) adalah jenis arthritis kronis. Gejala awal RA meliputi kelelahan, nyeri sendi, dan kekakuan. Gejala lain rheumatoid arthritis mungkin merasa seperti flu, dengan perasaan sakit, nyeri otot, dan kehilangan nafsu makan. Penyebab rheumatoid arthritis tidak diketahui, walaupun mungkin ada komponen genetik. Pengobatan awal arthritis, dapat efektif meningkatkan prognosis dan dapat membantu mencegah kerusakan tulang sendi yang terkait dengan RA. Diagnosa rheumatoid arthritis (RA), pada tahap awal, bisa sulit. Tidak ada tes tunggal yang dapat dengan jelas mengidentifikasi rheumatoid arthritis. Sebaliknya, dokter mendiagnosis rheumatoid arthritis berdasarkan faktor-faktor yang sangat terkait dengan penyakit ini. American College of Rheumatology menggunakan daftar kriteria: 1. Kekakuan pagi hari di dalam dan sekitar sendi minimal satu jam. 2. Pembengkakan atau cairan di sekitar tiga atau lebih sendi secara bersamaan. 3. Setidaknya satu bengkak di daerah pergelangan tangan, tangan, atau sendi jari. 4. Arthritis melibatkan sendi yang sama di kedua sisi tubuh (arthritis simetris). 5. Rheumatoid nodul, benjolan pada kulit penderita rheumatoid arthritis. Nodul ini biasanya di titik-titik tekanan dari tubuh, paling sering siku. 6. Jumlah faktor rematoid dalam darah abnormal. 7. X-ray tampak perubahan di tangan dan pergelangan tangan khas dari rheumatoid arthritis, dengan kerusakan tulang di sekitar sendi yang terlibat

C. Sjogren Syndrom Sjogren syndrom merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyebabkan kerusakan kelenjar saliva, kelenjar air mata serta kelenjar eksokrin tubuh lainnya, sehingga memberikan keluhan yang utama berupa mulut dan mata kering. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kerusakan sistem imunitas tubuh pada sjogren syndrom. Sjogren syndrom diklasifikasikan menjadi sjogren syndrom primer dan sjogren syndrom sekunder. Etiologi dari sjogren syndrom secara pasti belum diketahui tetapi penyakit ini dianggap sebagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan autoimunitas. Faktor-faktor yang dihubungkan dengan etiologi sjogren syndrom yaitu faktor-faktor penyebab sjogren syndrom yang berhubungan dengan genetik meliputi hiperaktifitas dari sel-B, peningkatan HLA kelas II, autoantibodi muscarinic M3 reseptor, alpha fodrin. Faktorfaktor penyebab sjogren syndrom yang lain adalah berhubungan dengan lingkungan yaitu faktor keterlibatan virus. Penyakit sjogren syndrom memerlukan beberapa pemeriksaan yaitu pemeriksaan komponen oral dan mata, tes serologi, pemeriksaan histopatologi, dan sialography. Pemeriksaan dilakukan agar dapat menegakkan diagnosa secara tepat sehingga dapat menentukan tindakan perawatan yang dibutuhkan oleh penderita. Perawatan yang diberikan berupa perawatan lokal dan perawatan sistemik. Perawatan yang diberikan bertujuan untuk mengurangi perkembangan penyakit sjogren syndrom dan keluhan yang dirasakan oleh penderita sjogren syndrome

D. Systemic Sclerosis (Scleroderma) Scleroderma adalah penyakit autoimun dari jaringan ikat. Penyakit autoimun adalah penyakit yang terjadi ketika jaringan tubuh diserang oleh sistem kekebalan tubuhnya sendiri. Scleroderma ditandai dengan pembentukan jaringan parut (fibrosis) di kulit dan organ tubuh lain. Hal ini menyebabkan ketebalan dan warna yang tegas di daerah yang terlibat. Penyebab skleroderma tidak diketahui. Namun para peneliti telah menemukan beberapa bukti bahwa gen adalah faktor penting, meskipun lingkungan tampaknya juga memainkan peran pada penyakit ini. Akibatnya penyakit ini menyerang sistem kekebalan tubuh, menyebabkan cedera pada jaringan yang mengakibatkan cedera serupa dengan bekas luka pembentukan jaringan. Fakta bahwa gen menyebabkan predisposisi untuk perkembangan scleroderma

mengindikasikan bahwa warisan setidaknya juga berperan meskipun secara parsial. Selain itu, sudah lazim ditemukan penyakit autoimun lain dalam keluarga pasien skleroderma. Perlu diketahui, Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan dengan laki-laki. Gejala scleroderma tergantung pada jenis scleroderma dan sejauh mana keterlibatan eksternal dan internal pada penderita. Karena scleroderma dapat mempengaruhi kulit, esofagus, pembuluh darah, ginjal, paru-paru, tekanan darah dan usus, sehingga gejala dapat melibatkan banyak bagian tubuh. Gejala itu antara lain: perubahan warna jari kaki dan jari tangan. Umumnya berubah pucat kebiruan. kulit mengeras

kulit wajah mengencang gangguan menelan penurunan berat badan diare sembelit