Anda di halaman 1dari 5

TUGAS EKONOMI MANAJERIAL Nama NIM : Truely Purnama Sari : 041142052

Ringkasan Bab 7 Sifat Industri

Pendekatan untuk mempelajari industri:


a. Paradigma Structure Conduct Performance (SCP)

Struktur

pasar

mempengaruhi

perilaku,

sedangkan

perilaku

mempengaruhi kinerja. b. Kritik umpan balik Tidak ada hubungan kausal satu arah; perilaku dapat mempengaruhi struktur pasar, dan kinerja juga dapat mempengaruhi perilaku serta struktur pasar. Struktur pasar a. Jumlah perusahaan
b. Konsentrasi

industri

Situasi

yang memperlihatkan

derajat

penguasaan pasar. Cara mengukur konsentrasi industri: 1) Four firm concentration industri C 4 = w1 + w2 + w3 + w4 dimana w1 = Kelemahan:
-

S1 ST

Hanya melihat 4 besar perusahaan dan mengabaikan dinamisasi (kemungkinan perusahaan lain di luar 4 tersebut yang bisa lebih bagus dari 4 yang ada).

Lebih cocok untuk perusahaan nasional dengan jumlah sedikit.

2) Herfindahl Hirschman Index HHI = 10.000 wi1 Kelebihan: Memperhitungkan semua perusahaan. Keterbatasan pengukuran konsentrasi: Adanya pengelompokan berdasarkan pasar nasional, regional dan lokal. Perbedaan definisi industri dan kelas produk. c. Kondisi biaya dan teknologi d. Kondisi permintaan Diukur dengan index Rothschild: R = ET EF

Saat industri terdiri dari banyak perusahaan yang masing-masing memproduksi produk serupa, maka index Rothschild akan mendekati nol. e. Kemudahan keluar masuk pasar Semakin mudah pemain baru masuk, berarti tingkat persaingan dalam industri semakin tinggi. Kemudahan keluar masuk pasar ini dipengaruhi oleh: Perilaku
a. Penetapan harga

Kebutuhan modal Paten dan hak cipta Skala ekonomi Lingkup ekonomi

1 1 P= MC dimana adalah faktor mark up. 1 L 1 L Saat P = MC , berarti perusahaan tidak memiliki kekuatan pasar.

b. Advertising

c. Research and development d. Aktivitas merger Integrasi Vertikal Integrasi dua perusahaan atau lebih yang memproduksi komponen-komponen untuk satu produk. Integrasi Horisontal Integrasi ini mengacu kepada penggabungan produksi produk-produk yang serupa ke dalam satu perusahaan. Merger Konglomerat Merger konglomerat melibatkan integrasi dari berbagai lini produk yang berbeda menjadi satu perusahaan. Kinerja Kinerja mengacu pada laba dan kesejahteraan sosial yang dihasilkan oleh suatu industri tertentu. a. Kesejahteraan Sosial Indeks kinerja Dansby-Willig mengukur seberapa besar kesejahteraan sosial (yang didefinisikan sebagai jumlah surplus produsen dan konsumen) akan meningkat jika perusahaan-perusahaan dalam memperluas outputnya dengan cara yang secara sosial efisien. b. Paradigma Struktur-Perilaku-Kinerja Struktur sebuah industri mengacu kepada faktor-faktor seperti teknologi, pemusatan, dan kondisi-kondisi pasar. Perilaku mengacu kepada cara masing-masing perusahaan berperilaku di pasar yang faktor-faktornya antara lain mencakup keputusan-keputusan penentuan harga, keputusankeputusan pengiklanan serta keputusan-keputusan untuk melakukan investasi dalam penelitian dan pengembangan. Kinerja mengacu kepada laba dan kesejahteraan sosial yang dihasilkan di pasar. Paradigma strukturperilaku-kinerja memandang tiga aspek industri ini saling terkait sebagai suatu kesatuan.

a)

Pandangan Kausal Menekankan bahwa struktur pasar menyebabkan perusahaanperusahaan berperilaku dengan cara tertentu, dimana perilaku ini menyebabkan sumber daya dialokasikan dengan cara tertentu pula yang akan menghasilkan kinerja pasar yang baik atau buruk.

b) Kritik Umpan Balik Tidak ada keterkaitan satu arah antara struktur, perilaku, dan kinerja. Perilaku perusahaan-perusahaan dalam suatu industri itu sendiri dapat mengarah pada suatu pasar yang terpusat. c) Hubungan Dengan Kerangka Lima Kekuatan Paradigma struktur-perilaku-kinerja dan kritik umpan balik sangat terkait dengan kerangka lima kekuatan. Kerangka lima kekuatan menyatakan bahwa ada lima kekuatan yang saling terkait yang mempengaruhi tingkat, pertumbuhan, dan kesinambungan laba industri, yaitu (1) kemampuan masuk (entry), (2) kekuatan pemasok input, (3) kekuatan pembeli, (4) permusuhan dalam industri, dan (5) substitusi dan komplemen.
E ntry

E ntry C osts Speed of A djustm ent Sunk C osts E conom ies of Scale

N etw ork E ffects R eputation S w itching C osts G overnm ent R estraints

S upplier C oncentration P rice/P roductivity of A lternative Inputs R elationship pecific -S Investm ents S upplier Sw itching C osts G overnm ent R estraints

Pow er of Inp ut Suppliers

L evel, G row th, and Sustainability O f Industry Profits

B u yer C oncentration P rice/V alue of Substitute P roducts or Services R elationship pecific -S Investm ents C ustom er Sw itching C osts G overnm ent R estraints

Pow er of B uyers

In dustry R ivalry
C oncentration Sw itching C osts P rice, Q uantity, Q uality, im ing of D ecisions T or Service C om p etitionIn form ation D egree o f D ifferentiation overnm ent R estraints G

Substitutes & C om p lem ents


Price/V alue of Surrogate P roducts ork E ffects N etw or S ervices G overnm ent Price/V alue of C om plem entary R estraints Products or Services

Empat model struktur pasar: Kompetisi Sempurna Dalam pasar-pasar yang dicirikan oleh kompetisi sempurna, ada banyak perusahaan yang masing-masing berukuran kecil dibandingkan dengan pasar sebagai suatu keseluruhan. Monopoli Merupakan sebuah perusahaan yang merupakan produsen satu-satunya dari barang atau jasa dalam pasar yang relevan. Kompetisi Monopolistik Dalam suatu pasar yang dicirikan oleh kompetisi monopolistik, ada banyak perusahaan dan konsumen, sebagaimana halnya dalam kompetisi sempurna. Karena itu ukuran-ukuran pemusatannya mendekati nol. Namun tak seperti dalam kompetisi sempurna, setiap perusahaan menghasilkan suatu produk yang sedikit berbeda dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan lainnya. Oligopoli Dalam suatu pasar yang oligopolistik, ada beberapa perusahaan besar yang cenderung mendominasi pasar.