Anda di halaman 1dari 7

BAB III TIPOLOGI RUANG PUBLIK KOTA Dari perkembangan sejarah ruang publik kota memberi pandangan yang

lebih luas tentang bentuk variasi dan karakternya. Ruang publik ini berkembang sejalan dengan kebutuhan manusia dalam melakukan kegiatan bersama, apakah berkaitan dengan sosial, ekonomi, dan budaya. Sikap dan perilaku manusia yang dipengaruhi loeh perkembangan teknologi juga berpengaruh terhadap tipologi ruang publik kota yang direncanakan. Asesori ruang publik yang harus disediakan semakin berkembang, baik dari segi kualitas desain, bahan, dan perawatannya. Tipologi ruang publik ini memilii banyak variasi yang kadang-kadang memiliki perbedaan yang tipis sehingga seolah-olah memberi pengertian yang tumpang tindih (overlapping). Menurut Stephen Carr (1992) tipologi ruang publik dibagi menjadi beberapa tipe dan karakter sebagai berikut: 1. TAMAN UMUM (PUBLIK PARK) a. Taman Nasional (National Park) Skala pelayanan taman ini adalah tingkat nasional, lokasinya berada dipusat kota seperti Jakarta yang berpengaruh terhadap kegiatan nasional. Bentuknya berupa zona ruang terbuka yang memiliki peran yang sangat penting denga luasan melebihi taman-taman kota yang lain. Contohnya adalah Taman Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di sini berskala nasional. Disamping sebagai landmark Kota Jakarta juga dapat sebagai landmark nasional, terutama tugu monumen yang didukung dengan elemen asesori kota yang lain seperti air mancur, jalan pedestrian yang diatur dengan pola-pola menarik, disamping taman dan penghijauan di sekitar kawasan tersebut. (Contoh: Monas di Jakarta) b. Taman Pusat Kota (Downtown Parks) Taman ini berada di kawasan pusat kota, berbentuk lapangan hijau yang dikelilingi pohon-pohon peneduh atau berupa hutan kota dengan pola tradisional, atau dapat pula dengan desain pengembangan baru. (Contoh: Alun-alun kota / Simpang 5) Areal hijau kota yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan santai dan berlokasi di kawasan perkantoran, perdagangan, atau perumahan kota. (Contoh: Lapangan hijau di lingkungan perumahan atau perdagangan / perkantoran)

c. Taman Lingkungan (Neighborhood Park) Ruang terbuka yang dikembangkan di lingkungan perumahan untuk kegiatan umum seperti bermain anak-anak, olahraga, dan bersantai bagi masyarakat di sekitarnya. (Contoh: Taman kompleks perumahan) d. Taman Mini (Mini park) Taman kecil yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan, kemungkinan termasuk air mancur yang digunakan untuk mendukung suasana taman tersebut. (Contoh: taman-taman di pojok-pojok lingkungan / setback bangunan) TIPE KARAKTER TamanTaman Dikembangkan untuk umum. taman Nasional Merupakan zona ruang terbuka yang umum penting perannya. Terletak di pusat kota. Memiliki luasan yang lebih dibanding taman lingkungan kota. Taman-Taman Lapangan rumput hijau dan pohon-pohon Pusat kota yang terletak di kawasan pusat kota, bisa berbentuk tradisional, taman-taman sejarah atau ruang-ruang terbuka pengembangan baru. Taman Kota Areal hijau kota yang digunakan untuk kegiatan-kegiatan santai. Taman Ruang terbuka yang dikembangkan di Lingkungan lingkungan perumahan, untuk kegiatan umum, dan merupakan bagian zoning kota atau bagian pengembangan perumahan, termasuk tempat bermain, fasilitas olahraga, dsb. Taman Kecil Taman kota kecil yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan, termasuk air mancur. 2. LAPANGAN DAN PLASA (SQUARES AND PLAZAS) a. Lapangan Pusat Kota (Central Square) Ruang publik ini sebagai bagian pengembangan sejarah berlokasi di pusat kota yang sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan formal, seperti upacara peringatan hari nasional, sebagai rendevous points koridor jalan di kawasan tersebut. Disamping untuk kegiatan-kegiatan masyarakat, baik sosial, ekonomi, maupun apresiasi budaya. (Contoh: Alun-alun Purworejo) b. Plasa Pengikat (Corporate Plaza) Plasa ini merupakan pengikat dari bangunan-bangunan komersial atau perkantoran, berlokasi di pusat kota dan pengelolaannya dilakuka oleh pemilik kantor atau pemimpin kantor tersebut secara mandiri.

TIPE KARAKTER LAPANGAN Lapangan Merupakan bagian dari DAN Pusat Kota perkembangan sejarah pusat kota. PLASA (Central Sering dipakai kegiatan formal, atau Square) tempat pertemuan jalal-jalan utama kota. Dan sering digunakan untuk kegiatakegiatan umum. Plasa Plasa yang dikembangkan sebagai Perkantoran bagian dari perkantoran atau bangunan komersial. Berada di pusat kota. Dibangun dan dikelola oleh pemilik kantor atau pemimpin perusahaan secara mandiri. 3. PERINGATAN (MEMORIAL) Ruang publik yang digunakan untuk memperingati memori kejadian penting bagi umat manusia atau masyarakat ditingkat lokal atau nasional. (Contoh: Tugu Pahlawan Surabaya) TIPE KARAKTER PERINGATAN Ruang publik yang memiliki memori kejadian (MEMORIAL) penting bagi umat manusia atau masyarakat di lokasi tersebut. 4. PASAR (MARKETS) Pasar Hasil Bumi (Farmers Markets) Ruang terbuka atau ruas jalan yang digunakan untuk pasar hasil pertanian atau pasar loak. Biasanya bersifat temporer atau hari tertentu dan berlokasi di runag yang tersedia, jalan, plasa, atau lapangan parkir. (Contoh: Pasar tuban di depan Java Mall / Peterongan) TIPE KARAKTER PASAR Pasar Petani Ruang terbuka atau ruas jalan yang digunakan untuk pasar hasil pertanian atau pasar loak. Biasanya bersifat temporer atau hari tertentu dan berlokasi di ruang yang tersedia, jalan, atau lapangan parkir. 5. JALAN (STREETS) a. Pedestrian Sisi Jalan (Pedestrian Sidewalk) Bagian ruang publik kota yang banyak dilalui orang yang sedang berjalan kaki menyusuri jalan yang satu yang berhubungan dengan jalan yang lain. b. Mal Pedestrian (Pedestrian Mall) Suatu jalan yang ditutup bagi kendaraan bermotor dan diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki. Fasilitas tersebut biasanya dilengkapi dengan

asesori kota seperti pagar. Tanaman, dan berlokasi di jalan utama pusat kota. (Contoh: Harajuku Tokyo Jepang) c. Mal Transit (Tansit Mall) Pengembangan pencapaian transit untuk kendaraan umum pada penggal jalan tertentu yang telah dikembangkan sebagai pedestrian area. d. Jalur Lambat (Traffic Restricted Streets) Jalan yang digunakan sebagai ruang terbuka dan diolah dengan desain pedestrian agar lalulintas kendaraaan terpaksa berjalan lamban, disamping dihiasi dengan tanaman sepanjang jalan tersebut. e. Gang Kecil Kota (Town Hall) Gang-gang kecil ini merupakan bagian jalan yang menghubungkan ke berbagai elemen kota satu dengan yang lain yang sangat kompak dan terintegrasi. Ruang publik ini direncanakan dan dikemas utuk mengenal lingkungan. TIPE KARAKTER JALAN- Trotoar Jalan Merupakan bagian kota yang dilalui oleh JALAN orang-orang pejalan kaki sepanjang pinggiran jalan yang berhubungan dengan jalan-jalan yang lain. Mall Suatu jalan yang ditutup untuk lalulintas Pedestrian kendaraan. Biasanya dilengkapi dengan pagar, tanaman, dan biasanya berlokasi di sepanjang jalan utama pusat kota. Mall Transit Pengembangan pencapaian transit kendaraan umum pada penggal jalan yang dikembangkan untuk pedestrian. Jalan Dengan Jalan yang digunakan sebagai ruang Lalulintas terbuka, untuk menghambat lalulintas Lamban kendaraan, dengan mengembangkan pola pedestrian dan tanaman pinggir jalan. Gang Kecil Menghubungkan bagian-bgian kota Kota melalui jalan-jalan kecil kota yang terintegrasi. Penggunaan jalan dan ruang terbuka yang direncanakan dan dikemas untuk mengenal lingkungan. 6. TEMPAT BERMAIN (PLAYGROUNDS) a. Tempat Bermain (Playgrounds) Ruang publik ini berlokasi di lingkungan perumahan, dilengkapi peralatan tradisional, seperti papan luncur, bandulan, dan fasilitas tempat duduk untuk orang dewasa, disamping dilengkapi dengan alat permainan untuk kegiatan petualangan.

b. Halaman Sekolah (Schoolyard) Ruang publik halaman sekolah yang dilengkapi fasilitas untuk pendidikan lingkungan atau ruang untuk melakukan komunikasi. TIPE KARAKTER TEMPAT Tempat Berlokasi di lingkungan perumahan, BERMAIN Bermain dilengkapi peralatan tradisional, seperti (Playground) papan luncur, bandulan, dan fasilitas tempat duduk untuk orang dewasa. Kadang-kadang dilengkapi dengan alat permainan untuk petualangan. Halaman Berlokasi di halamn sekolah yang Sekolah kadang-kadang dilengkapi fasilitas untuk pendidikan lingkungan atau ruang berkomunikasi. 7. RUANG KOMUNITAS (COMMUNITY OPEN SPACE) Taman Masyarakat (Community Garden) Ruang-ruang kosong di lingkungan perumahan yang didesain dan dikembangkan serta dikelola sendiri oleh masyarakat setempat. Ruang ini dilengkapi dengan fasilitas penataan taman termasuk gardu pemandangan, area bermain, tempat duduk, dan fasilitas estetis lain. Ruang ini biasanya dikembangkan di tanah milik pribadi atau tanah tak bertuan yang tidak pernah dirawat. TIPE KARAKTER RUANG Taman Ruang kosong di lingkungan KOMUNITAS Masyarakat perumahan yang didesain dan dikembangkan serta dikelola sendiri olah masyarakat setempat. Termasuk juga fasilitas gardu pemandangan, area bermain, taman masyarakat yang sering dikembangkan atau dibangun di atas tanah milik pribadi. 8. JALAN HIJAU DAN JALAN TAMAN (GREENWAYS AND PARKWAYS) Merupakan jalan pedestrian yang menghubungkan antartempat rekreasi dan ruang terbuka. TIPE KARAKTER JALAN Jalan yang Jalan pedestrian atau jalur sepeda yang HIJAU menghubungkan menghubungkan antartempat rekreasi DAN antartempat dan ruang terbuka. JALAN rekreasi dan TAMAN ruang terbuka alami

9. ATRIUM / PASAR DI DALAM RUANG (ATRIUM / INDOOR MARKET PLACE) a. Atrium Ruang dalam suatu bangunan yang berfungsi sebagai atrium, berperan sebagai pengikat ruang-ruang di sekitarnya yang sering digunakan untuk kegiatan komersial dan merupakan pedestrian area. Pengelolaannya ditangani oleh pemilik gedung atau investor. b. Pasar / Pusat Perbelanjaan di Pusat Kota (Market Place / Downtown Shopping Center) Biasanya memanfaatkan bangunan tua yang kemudian direhabilitasi rueng luar atau ruang di dalamnya sebagai ruang komersial. Kadangkadang dipakai sebagai festival pasar dan dikelola sendiri oleh pemilik gedung tersebut. TIPE KARAKTER ATRIUM / Atrium Ruang dalam milik swasta yang PASAR dbangun sebagai atrium, berada di DI DALAM dalam gedung, seperti plasa atau jalan RUANG pedestrian yang diperhitungkan sebagai bagian ruang sistem kota, Pembangunan dan pengelolaannya ditangani sendiri oleh pihak swasta yang memiliki gedung tersebut sebagai ruang komersial. Pasar / Pusat Biasanya memanfaatkan bangunan tua perbelanjaan yang kemudian direhabilitasi, bail pusat kota ruang luar maupun dalam, Kadang-kadang dipakai untuk festival pasar dan dikelola secara komersial oleh pemiliknya. 10. RUANG DI LINGKUNGAN RUMAH (FOUND / NEIGHBORHOOD SPACES) Ruang terbuka yang mudah dicapai dari rumah, seperti sisa kapling di sudut jalan atau rumah kosong yang belum damanfaatkan dapat dipakai sebagai tempat bermain anak-anak atau tempat komunikasi orang dewasa. TIPE KARAKTER RUANG DI Ruang Ruang terbuka yang mudah dicapai, LINGKUNGAN Terbuka seperti sudut jalan, tangga menuju RUMAH Seharibangunan, dsb. hari Bisa berlokasi di tanah kosong atau tapak bangunan di lingkungan perumahan setempat yang belum mulai dimanfaatkan, Biasanya dimanfaatkan anak-anak dan dewasa bermain atau saling berinteraksi.

11. WATERFRONT Ruang ini bisa berupa pelabuhan, pantai, bantaran sungai, bantaran danau, atau dermaga. Ruang terbuka ini berada di sepanjang rute aliran air di dalam kota yang dikembangkan sebagai taman untuk waterfront. TIPE KARAKTER WATER Waterfronts, Ruang terbuka sepanjang rute aliran air FRONT pelabuhan, di dalam kota. pantai, Terdapat jalan umum menuju riverfronts, waterfronts area. lakefronts, atau Sebagai pengembangan taman untuk dermaga waterfronts.