Anda di halaman 1dari 6

BAB I Pendahuluan P a d a m a n u s i a r e p r o d u k s i h a n ya b e r l a n g s u n g s e c a r a s e k s u a l . S i s t e m reproduksinya dibedakan menjadi organ reproduksi pria dan wanita.

Alatkelamin pria berfungsi sebagai penghasil gamet jantan (spermatozoa). Alatkelamin pria dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam. A l a t kelamin luar berupa penis yang berfungsi sebagai alat k o p u l a s i (persetubuhan). Sedangkan organ reproduksi dalam pada pria terdiri atast e s t i s , s a l u r a n r e p r o d u k s i d a n k e l e n j a r k e l a m i n . B e g i t u p u l a d e n g a n a l a t kelamin wanita dibedakan menjadi alat kelamin luar dan alat kelamin dalam.Fertilisasi (pembuahan) diawali dengan pembentukan spermatozoa di dalam testis dan ovum di dalam ovarium. Pembentukan spermatozoa disebutspermatogenesis dan pembentukan ovum disebut oogenesis. Sistem reproduksi juga dapat mengalami gangguan akibat penyakit atau kelainan. Penyakit padasistem reproduksi dapat disebabkan oleh kuman penyakit, faktor genetik, atau hormon. BAB II PEMBAHASAN Organ kelamin luar wanita memiliki 2 fungsi, yaitu sebagai jalan masuk sperma ke dalam tubuh wanita dan sebagai pelindung organ kelamin dalam dari o r g a n i s m e p e n ye b a b i n f e k s i . S a l u r a n k e l a m i n w a n i t a m e m i l i k i l u b a n g y a n g berhubungan dengan dunia luar, sehingga mikroorganisme pe nyebab penyakit bisa masuk dan menyebabkan infeksi kandungan. mikroorganisme ini biasanyaditularkan melalui hubungan seksual.Organ kelamin dalam membentuk sebuah jalur (saluran kelamin), yangterdiri dari: ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur tuba falopii (ovidak), tempat berlangsungnya pembuahan rahim (uterus), tempat berkembangnya embrio menjadi janin vagina, merupakan jalan lahir. B. Organ Kelamin Dalam Dalam keadaan normal, dinding vagina bagian depan dan belakang saling bersentuhan sehingga tidak ada ruang di dalam vagina kecuali jika vagina terbuka(misalnya selama pemeriksaan atau selama melakukan hubungan seksual). Pada w a n i t a d e w a s a , r o n g g a v a g i n a m e m i l i k i p a n j a n g s e k i t a r 7 , 6 - 1 0 c m . S e p e r t i g a bagian bawah vagina merupakan otot yang mengontrol garis tengah vagina. dua pertiga bagian atas vagina terletak diatas otot tersebut dan mudah teregang.Serviks (leher rahim) terletak di puncak vagina. Selama masa reproduktif,lapisan lendir vagina memiliki permukaan yang berkerut-kerut. sebelum pubertasdan sesudah menopause, lapisan lendir menjadi licin. Rahim merupakan suatuo r g a n ya n g b e r b e n t u k s e p e r t i b u a h p i r d a n t e r l e t a k d i puncak vagina. Rahimterletak di belakang kandung kemih dan di depan r e k t u m , d a n d i i k a t o l e h 6 ligamen. Rahim terbagi menjadi 2 bagian, yaitu serviks dan korpus (badan rahim).Serviks merupakan uterus bagian bawah yang membuka ke arah vagina. Korpus biasanya bengkok ke arah depan. Selama masa reproduktif, panjang korpus adalah2 k a l i d a r i p a n j a n g s e r v i k s . K o r p u s m e r u p a k a n j a r i n g a n k a ya o t o t y a n g b i s a m e l e b a r u n t u k m e n yi m p a n j a n i n . S e l a m a p r o s e s p e r s a l i n a n , d i n d i n g o t o t n ya mengkerut sehingga bayi terdorong keluar melalui serviks dan vagina.Sebuah saluran yang melalui serviks memungkinkan sper ma masuk ked a l a m

rahim dan darah menstruasi keluar. Serviks biasanya m e r u p a k a n penghalang yang baik bagi bakteri, kecuali selama masa menstruasi dan selama3 masa ovulasi (pelepasan sel telur). Saluran di dalam serviks adalah sempit, bahkanterlalu sempit sehingga selama kehamilan janin tidak dapat melewatinya. Tetapi p a d a proses persalinan saluran ini akan meregang sehingga bayi b i s a melewatinya. Saluran serviks dilapisi oleh kelenjar penghasil lendir. Lendir initebal dan tidak dapat ditembus oleh sperma k ecuali sesaat sebelum terjadinyao v u l a s i . P a d a s a a t o v u l a s i , k o n s i s t e n s i l e n d i r b e r u b a h s e h i n g g a s p e r m a b i s a menembusnya dan terjadilah pembuahan (fertilisasi). Selain itu, pada saat ovulasi,kelenjar penghasil lendir di serviks juga mampu menyimpan sperma ya ng hidupselama 2-3 hari.Sperma ini kemudian dapat bergerak ke atas melalui korpus dan masuk ket u b a f a l o p i i u n t u k m e m b u a h i s e l t e l u r . K a r e n a i t u , h u b u n g a n s e k s u a l y a n g dilakukan dalam waktu 1-2 hari sebelum ovulasi bisa menyebabkan kehamilan.L a p i s a n d a l a m d a r i k o r p u s d i s e b u t e n d o m e t r i u m . S e t i a p b u l a n setelah siklusmenstruasi, endometrium akan menebal. Jika tidak terjadi k e h a m i l a n , m a k a endometrium akan dilepaskan dan terjadilah perdarahan. Ini yang disebut dengansiklus menstruasi. Tuba falopii membentang sepan jang 5-7,6 cm dari tepi atasrahim ke arah ovarium.U j u n g d a r i t u b a k i r i d a n k a n a n m e m b e n t u k c o r o n g s e h i n g g a m e m i l i k i lubang yang lebih besar agar sel telur jatuh ke dalamnye ketika dilepaskan dariovarium. Ovarium tidak menempel pada tuba falopii tetapi menggantung dengan bantuan sebuah ligamen.Sel telur bergerak di sepanjang tuba falopii dengan bantuan silia (rambutgetar) dan otot pada dinding tuba. Jika di dalam tuba sel telur bertemu dengans p e r m a d a n d i b u a h i , m a k a s e l t e l u r ya n g t e l a h d i b u a h i i n i m u l a i m e m b e l a h . Selama 4 hari, embrio yang kecil terus membelah sambil bergerak secara perlahanmenuruni tuba dan masuk ke dalam rahim. Embrio lalu menempel ke dindingrahim dan proses ini disebut implantasi.Setiap janin wanita pada usia kehamilan 20 minggu memiliki 6-7 juta oosit(sel telur yang sedang tumbuh) dan ketika lahir akan memiliki 2 juta oosit. Padam a s a p u b e r , t e r s i s a s e b a n ya k 3 0 0 . 0 0 0 - 4 0 0 . 0 0 0 o o s i t ya n g m u l a i m e n g a l a m i pematangan menjadi sel telur. Tetapi hanya sekitar 400 sel telur yang dilepaskan4 selama masa reproduktif wanita, biasanya setiap siklus menstruasi dilepaskan 1 telur. Ribuan oosit yang tidak mengalami proses pematangan secara bertahap akanhancur dan akhirnya seluruh sel telur akan hilang pada masa menopause. Sebelumdilepaskan, sel telur tertidur di dalam folikelnya. Sel telur yang tidur tidak dapat melakukan proses perbaikan seluler seperti biasanya, sehingga peluang terjadinyakerusakan pada sel telur semakin meningkat sejalan dengan bertambahnya usiawanita. Karena itu kelainan kromosom maupun kelainan genetik lebih mungkinterjadi pada wanita yang hamil pada usianya yang telah lanjut Tanda dan Gejala Sering tidak memberikan gejala apa-apa dan baru diketahui pada pemeriksaan rutin lainnya. Kalu besar dapat menyebabkan fluor dan perdarahan intermenstrual atau perdarahan kontak setelah koitus. Mengejan terlalu kuat seperti waktu defekasi dapat pula menyebabkan perdarahan. Seringkali gejala-gejalanya mirip dengan carsinoma pada stadium awal. MIOMA UTERI

Pengertian Mioma Uteri merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpanginya. Mioma uteri juga dikenal dengan istilah fibromioma karsinoma atau pun fibroid. Miometrium merupakan berkas-berkas otot polos yang tersusun saling beranyaman, yang diantaranya terdapat pembuluh darah. Keadaan patologik yang sering ditemukan pada miometrium ialah tumor jinak jenis mioma uteri dan terdapatnya di endometrium diantara serabut miometrium (adenomiosis). Sedang yang ganas (leiomiosarkoma), jarang ditemukan. Patologi Anatomi Sarang mioma di uterus dapat berasal dari serviks uterus hany 1-3% sisanya adalah dari korpus uteri. Besar tumor dapat bermacam-macam, dapat kecil (< 1 cm) atau besar sekali sampai beberapa kilogram. Bila kecil seringkali ditemukan secara kebetulan pada hasil histerektomi. Mioma uteri dapat ditemukan didaerah korpus uteri ataupun di serviks uteri. Mioma uteri yang servikal, bila terletak disebelah anterior akan menyebabkan desakan pada vesika urinaria. Vesika urinaria berubah letaknya terhadap uretra, sehingga mengakibatkan retensi urine. Bila didiamkan, maka dapat berakibat terjadinya sistitis (infeksi vesika urinaria) sampai hidronefrosis. Gejala Klinik Gejala klinik tergantung besar dan letaknya tumor. Bila masih kecil letaknya intramural atau subserosa, tidak memberi keluhan apa-apa. Bila besar maka keluhan seringkali berupa rasa berat pada daerah perut diatas pubis. Bila tumor mengadakan penekanan pada rektum maka akan terjadi obstipasi. Penekanan pada vesika urinaria menyebabkan kencing yang kurang puas, karena urin masih tersisa. Adanya torsi akan menyebabkan rasa sakit yang sangat sehingga penderita dapat sampai syok. Perdarahan melalui vagina dikeluhkan para penderita dengan mioma uteri submukosa, yang kadang-kadang disertai anemia. Tanda dan gejala yang dikeluhkan juga sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada (servik, intramural, submukosum, subserosum), besarnya tumor, perubahan dan komplikasi yang terjadi. Pemeriksaan Diagnosis - Pemeriksaan bimanual : Mengungkapakan tumor padat uterus yang umumnya terletak di garis tengah atau pun agak kesamping seringkali teraba berbenjol-benjol. Mioma subserosum dapat mempunyai tangkai yang berhubungan dengan uterus. - USG Abdominal dan transvaginal. - Ansietas (tingkatan) berhubungan dengan krisis situasi (kanker), ancama kematian. Ditandai dengan : peningkatan ketegangan, gemetar, ketakutan, gelisah Nyeri (akut) berhubungan dengan proses penyakit (kompresi/ destruksi jaringan saraf, infiltrasi saraf atau suplai vaskularnya, obstruksi jaras saraf. -Tes seleksi tergantung riwayat, manifestasi klinis dan indeks kecurigaan untuk kanker tertentu. 1. Scan ( misal : MRI, CT Scan,Gallium) dan Ultrasound: Dilakukan untuk tujuan diagnostik, identifikasi metastatik, dan evaluasi respon pada pengobatan. 2. Biopsi (aspirasi, eksisi, jarum, melubangi) : dilakukan untuk diagnosis banding dan menggambarkan pengobatan. Dapat dilakukan melalui sumsum tulang, kulit, organ, dsb.

3. Penanda tumor (zat yang dihasilkan dan disekresi oleh sel tumor dan ditemukan dalam serum, misal : CEA, Antigen spesifik prostat, alfa-fetoprotein, HCG, asam fosfat prostat, kalsitonin, antigen onkofetal pankreas, CA 15-3, CA 19-9, CA 125, dsb) 4. Tes Kimia skrining : Elektrolit (Natrium, Kalium, Kalsium), tes ginjal (BUN, Creatinin), tes hepar (Bilirubin, AST/ SGOT, alkalin fosfat, LDH), Tes tulang (alkalin fosfat, kalsium), perubahan sel darah merah dan sel darah putih, Trombosit berkurang atau meningkat. 5. Sinar X dada : untuk menyelidiki penyakit paru metastatik atau primer. inflamasi efek samping berbagai agen terapi saraf. Perubahan pola seksualitas berhubungan dengan perubahan fungsi / struktur tubuh. Terapi : Tidak semua mioma uteri memerlukan pembedahan. Pengobatan mioma uteri antara lain ; GnRH agonist (GnRHa) selama 16 minggu pada mioma uteri menghasilkan degenerasi hialin di miometrium sehingga uterus dalam keseluruhannya menjadi lebih kecil. Pengobatan operatif yaitu : - Miomektomi : pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uteri - Histerektomi Radioterapi Bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause. Radioterapi dikerjakan jika terdapat kontra indikasi untuk tindakan operatif dan jika ada keganasan uteri. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT PADA ORGAN REPRODUKSI PADA WANITA Organ reproduksi memang kurang diperhatikan sebab di dalam budaya kita, orang merasa kurang nyaman membicarakan masalah seksual. Padahal, organ tersebut sangat membutuhkan perhatian, terutama kesehatan dan kebersihannya. Menjaga kesehatan tubuh sepertinya merupakan hal yang biasa kita lakukan. Namun, ada bagian tubuh yang kesehatannya jarang kita perhatikan. Bagian tubuh itu adalah organ reproduksi. Tidak hanya mencakup organ alat vital saja, yang dimaksud dengan organ reproduksi juga mencakup semua organ genital, termasuk saluran-saluran sperma dan sel telur. Organ reproduksi memang kurang diperhatikan sebab di dalam budaya kita, orang merasa kurang nyaman membicarakan masalah seksual. Padahal, organ tersebut sangat membutuhkan perhatian, terutama kesehatan dan kebersihannya. Kita dapat menjaga kesehatan organ reproduksi dengan cara-cara yang relatif sederhana. Saat ini, kita secara khusus akan membahas mengenai cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan organ reproduksi wanita. Organ reproduksi pada wanita memang jauh lebih rumit dan rentan akan penyakit. Hal itu disebabkan karena secara anatomis, letak organ reproduksi wanita berada di dalam tubuh. Membersihkan Daerah Kewanitaan Menjaga kesehatan organ reproduksi pada wanita diawali dengan menjaga kebersihan organ kewanitaan. Untuk menjaga kebersihan vagina, yang perlu kita lakukan adalah membasuh secara teratur bagian vulva (bibir vagina) secara hati-hati menggunakan air bersih dan sabun yang

lembut setiap habis buang air kecil, buang air besar, dan ketika mandi. Yang terpenting adalah membersihkan bekas keringat dan bakteri yang ada disekitar bibir vagina. Bagian dalam vagina biasanya akan mampu menjaga kebersihannya sendiri. Hindarilah penggunaan terlalu sering sabun antiseptik yang keras atau cairan pewangi untuk menghilangkan bau di daerah kewanitaan. Terlalu kerap membasuh vagina dengan cairan kimia (douching) dan penggunaan deodoran di sekitar vagina akan merusak keseimbangan organisme dan cairan vagina sehingga memungkinkan terjadinya infeksi pada vagina (vaginitis). Menjaga Kebersihan Pada Masa Menstruasi Untuk menampung darah menstruasi, wanita menggunakan pembalut. Pembalut itu perlu diganti sekitar empat sampai lima kali dalam sehari untuk menghindari pertumbuhan bakteri pada pembalut yang digunakan dan mencegah masuknya bakteri tersebut ke dalam vagina. Memilih Pakaian Dalam Yang perlu diperhatikan dalam memilih pakaian dalam adalah bahan yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan katun sehingga dapat menyerap keringat dan membiarkan kulit bernapas. Selain itu, hindari menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat karena selain gerah, juga menyebabkan peredaran darah tidak lancar. Kebersihan daerah kewanitaan juga bisa dijaga dengan sering mengganti pakaian dalam, paling tidak sehari dua kali setelah mandi; terutama bagi wanita aktif dan mudah berkeringat. Anda juga bisa menggunakan panty liners atau pembalut tipis sekali pakai untuk melapisi pakaian dalam. Periksa Secara Rutin Ada baiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis organ genital secara teratur (setidaknya dua tahun sekali) untuk mendeteksi kemungkinan adanya kanker pada organ reproduksi. Ada dua kanker yang kerap menyerang organ reproduksi wanita, yaitu kanker indung telur dan kanker leher rahim. Sampai sekarang, belum diketahui dengan pasti apa penyebab kanker leher rahim. Diduga kuat penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang bernama Human Papilloma Virus (HPV) yang disebabkan oleh Penyakit Menular Seksual (PMS). Kanker leher rahim bisa muncul karena hubungan seksual di bawah 20 tahun, berganti-ganti pasangan, tidak merawat kebersihan alat kelamin, berhubungan seks dengan laki-laki yang memiliki pasangan penderita kanker leher rahim, dan akibat sering merokok. Dokter biasanya melakukan tindakan pap smear untuk mendeteksi adanya kanker tersebut. Prosedurnya adalah dengan mengambil sebagian kecil sel dari dinding vagina (cerviks). Sel ini kemudian diperiksa secara mikroskopik dalam laboratorium. Saat ini, pap smear dianggap sebagai metode paling efektif dalam mendeteksi kanker leher rahim, dengan tingkat akurasi 9095%. Nah, jangan tunggu sampai ada penyakit di dalam organ-organ reproduksi Anda. Rawat dan jagalah kebersihannya. Untuk menjaga kesehatan organ reproduksi dari dalam, Anda juga dapat mengkonsumsi High-Desert Royale Jelly Liquid untuk membantu sistem reproduksi dan

regenerasi sel. Selain itu, ada High-Desert Bee Propolis yang berguna sebagai antioksidan d Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia Meskipun banyak penyakit yang dapat menyerang organ-organ reproduksi. Sebenarnya sebagian besar dapat dicegah dengan menjaga kebersihan secara umum dan kebersihan organ-organ reproduksi. Jamur yang menyukai tempat lembap dapat dihindari dengan selalu menjaga daerah perineum (selangkangan) selalu kering. Rasa gatal dapat dikurangi dengan mengenakan celana dari bahan katun. Cara pencegahan yang lain adalah tidak membiasakan bertukar handuk atau pakaian. Selain kebersihan diri. lingkungan juga perlu dijaga kebersihannya. misalnya selalu mencuci selimut atau alas tidur.an menambah kekebalan tubuh.

DAFTAR PUSTAKA

Jati, wijaya. 2007. Aktif biologi. Ganeca Exact, Jakarta

D. A. Pratiwi, dkk. 2007. Biologi jilid 2. Erlangga, Jakarta

Human Anatomy Online http ://www.innerbody.com/index.html

http://fkunhas.com/penyakit-pada-sistem-reproduksi-20100722410.html

http://www.kuliahbidan.wordpress.com16