Anda di halaman 1dari 1

Senyawa kimia yang digunakan di dalam kehidupan beraneka ragam jenisnya, kegunaannya pun berbeda-beda pula.

Pada industri farmasi misalnya, terdapat senyawa kimia yang digunakan untuk membuat obat-obatan (misalnya untuk mencegah atau menyembuhkan suatu penyakit), yang berguna untuk perawatan kulit dan industri kecantikan (seperti kosmetik), untuk pembersih atau detergen, bahkan dalam industri makanan pun banyak dijumpai senyawasenyawa kimia. Salah satunya adalah zat aditif. Zat aditif adalah zat tambahan yang ditambahkan ke dalam suatu produk makanan atau minuman dengan tujuan untuk memperkaya penampilan, rasa, hingga aroma dan tekstur. Misalnya untuk memberi aroma buah-buahan pada makanan atau minuman digunakan zat pengaroma seperti oktil asetat (pemberi aroma jeruk) dan amil asetat (pemberi aroma pisang). Zat-zat pengaroma tersebut merupakan senyawa kimia dalam golongan ester. Senyawa golongan ester memang sering ditemukan dalam berbagai industri terutama industri makanan yaitu sebagai zat yang dapat memberikan aroma pada produk makanan atau minuman yang dipasarkan karena merupakan kelompok senyawa yang berbau harum. Tidak hanya itu senyawa ester juga dapat digunakan untuk membuat lemak yang terbnetuk dari asam karboksilat jenuh dan minyak yang terbentuk dari asam karboksilat tak jenuh. Karena peran ester yang cukup besar inilah ada baiknya jika kita mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan senyawa tersebut, terutama sifat-sifat fisisnya seperti nama trivial, struktur, aroma yang dihasilkan dan titik didihnya. Dan tentu saja alangkah baiknya jika kita juga mengetahui bagaimana cara pembuatan senyawa ester. Oleh karena itu pada praktikum ini akan dilakukan percobaan pembuatan ester dengan mereaksikan asam asetat glasial dengan alkohol dengan menggunakan katalis asam sulfat pekat. Kemudian akan diamati dan dicatat hasil pengamatan terhadap senyawa ester yang dibuat itu yang meliputi: volume, berat jenis, warna dan bau.