Anda di halaman 1dari 2

HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP TINGKAT TERJADINYA DEMAM TIFOID PADA TNI DI RUMAH SAKIT ATANG

SENDJAJA

BAB1 PENDAHULUAN 1. Latar belakang Demam Tifoid yang biasa juga disebut typhus atau types oleh orang awam, merupakan penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella Enterica, khususnya turunannya yaitu Salmonella Typhi (S. Typhi) yang menyerang bagian saluran pencernaan dan menular melalui fecal-oral (darmowandowo,2006). Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular yang dapat terjadi pada anak maupun orang dewasa. Tetapi demam tifoid lebih sering menyerang anak. Walaupun gejala yang dialami anak lebih ringan daripada orang dewasa. Menurut Darmowandowo, selama terjadi infeksi bakteri S. typhi bermultiplikasi dalam sel fagositik mononuklear dan secara berkelanjutan dilepaskan ke aliran darah (Darmowandowo, 2006). Di Indonesia insidens demam tifoid cukup tinggi (>100 kasus per 100.000 populasi). Insidens pada anak 3-6 tahun 1307 per 100.000 populasi dan 1172 pada usia 7-19 tahun (Adisasmito, 2006). Penyakit tersebut diduga erat hubungannya dengan hygiene perorangan yang kurang baik, sanitasi lingkungan yang jelek (misalnya penyediaan air bersih yang kurang memadai, pembuangan sampah dan kotoran manusia yang kurang memenuhi syarat kesehatan, pengawasan makanan dan minuman yang belum sempurna), serta fasilitas kesehatan yang tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat. Di Indonesia, prevalensi 91% kasus demam tifoid terjadi pada umur 3-19 tahun. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi proses tumbuh kembang, Demam tifoid merupakan penyakit endemik di Negara berkembang.