Anda di halaman 1dari 7

Sudah sebulan ini tempat nongkrong ku adalah Rektorat , itu semua dikarenakan aku punya notebook baru yang

aku beli dari uang tabunganku sendiri, tabungan itu bukan dari kiriman dari orang tuaku yang ada di Batam, padahal bisa di bilang uang kiriman yang mereka kirim sudah terlalu melebihi kebutuhanku, tapi tabungan itu adalah uang hasil kerjaku sebagai seorang pengajar disebuah tempat kursus khusus komputer. Dulunya sih aku lebih suka nongkrong di caf baca atau ga di pantai bareng temanteman kampusku tapi sekarang banting setir, Rektorat lebih menyenangkan, bukan kerena tempatnya lebih menyenangkan dari pada pantai Losari Tapi di Rektorat aku bisa internetan gratis sepuasku, terus bisa liat-liat cewek yang juga ikut menggunakan wireless , mereka cantik-cantik dan juga ramah, mungkin keramahan mereka padaku karena wajahku yang tampan (sakit PeDe ku kambuh) Tempat biasa yang aku jadikan tempat nongkrong adalah bangku di dekat tempat parkir di depan rektorat, tempatnya nyaman, sejuk karena banyak pohon-pohon disekitar tempat tersebut. Biasanya aku jam 5 sore sudah duduk disana sambil asyik Browsing dan mendownload lagu dan film juga software-software yang aku butuhkan, biasanya sendirian aja tapi sekarang aku ga sendirian, disampingku ada seorang cewek yang juga asyik dengan notebook nya, aku ga memperhatikannya dia sedang apa karena aku juga sedang asyik mendowload film baru. Aku fikir akan hanya sekali aku bertemu dengannya, hanya hari itu saja tapi aku bertemu kedua kalinya di tempat yang sama, dia datang lebih dulu, dia duduk di bangku itu dengan headphone di telinganya, mungkin dia sedang asyik mendengarkan musik. Hari berikutnya aku pun bertemu lagi dengannya, seperti hari yang lalu dia lebih duluan datang, terhitung sudah tiga kali aku bertemu dengannya tapi aku ga tau namannya bahkan belum pernah berbicara dengannya, saat kuperhatikan ternyata dia ga internetan tapi dia lagi maen game Onet. Hari berikutnya pun seperti itu, dia hanya maen game Onet, padahal kalau cuman maen game ga perlu jauh-jauh ke di rumah sambil tidur-tiduran lebih asyik, sambil menunggu hasil donwloadku, aku sejenak memperhatikannya, dia cewek yang punya rambut panjang ikal lembut berwarna kemerahan, mungkin habis di cat, kulit wajahnya begitu bersih, bulu matanya lentik dan panjang, hidungnya kecil imut tapi mancung kesannya hidungnya lucu, bibirnya tipis dan kemerahan dagunya pun bagus, kulitnya pun putih bersih. Saat tengah memperhatikannya aku sedikit terkejut melihat darah keluar dari hidungnya dan menetes ke atas notebooknya tapi dia kelihatan nyantai aja melihat darah tersebut, dia mengelap hidungnya dengan tangannya, membuat tangannya yang kecil penuh dengan darah. pakai ki ini ujarku menawarkan scarf hitam yang aku bawa, dia menoleh dan menatapku dengan matanya yang dalam dan terlihat sendu jangan di biarin darahnya, nanti keluar terus ki ujarku saat dia hanya diam menatapku, dia pun mengambil scarf dari tanganku dan mengelap darah yang keluar dari hidungnya. makasih..besok nah sa kembalikanujarnya sambil memasukkan notebooknya ke dalam tas ranselnya, setelah itu dia pergi padahal biasanya dia pulang sebelum azan magrib berkumandang.

Seperti yang diucapkannya, keesokan harinya dia datang mengembalikan scarf ku makasih ujarnya iya ujarku memperhatikannya dia keliahatan aga pucat dari biasanya, dia ga membawa tas ransel seperti biasanya cek percek ternyata dia datang hanya untuk mengembalikan scarfku setelah itu dia pergi tanpa mengatakan apa-apa hanya kata terimakasih aja. ****** Sudah dua hari berlalu dia ga pernah datang lagi ke rektorat, mungkin karena sudah beberapakali bertemu dengannya dan duduk berjam-jam dengannya di bangku yang sama perasaanku sedikit bertanya dia kemana? Kenapa sudah dua hari ini dia ga datang?. Aku fikir dia ga akan pernah datang lagi tapi ternyata Ga, jam 4 sore menjelang menjelang malam minggu dia sudah lebih dulu di bangku itu, duduk santai dengan notebook nya. Dia hanya menatapku saja saat aku datang dan duduk disampingnya, aku juga ga punya keberanian menyapanya, saat memperhatikannya aku melihat hal yang sama lagi, ada darah yang keluar dari hidungnya. Aku cepat-cepat mengambil scarfku dan mengulurkan kepadanya tapi dia menggeleng dan tersenyum makasih tapi sa sudah bawa ini ujarnya sambil memperhatikan kotak tisue yang diambil dari dalam tas ranselnya, dan dia segera menyeka darah itu dengan tisuenya. sakit ki kah? tanyaku memberanikan diri bertanya padanya dia menoleh dan menatapku lalu tersenyum kata dokter saya menderita leukimia stadium 4 ujarnya sambil membuang pandangannya ke pohon-pohon yang daunnya di gugurkan oleh angin-angin yang bertiup lembut, leukimia stadium 4, itu penyakit kanker darah kenapa? Pasti ndak percaya ki toh..ujarnya saat aku hanya terdiam mendengar kata-katanya sejak kapan?tanyaku ingin lebih tau sudah lama tapi baru ka tau sebulan yang lalu, percaya ndak dokter yang tanganika bilang kalau umurku cuman tinggal beberapa bulan mi lagi, akhhhh.padahal masih banyak sekali yang saya mau lakukanjawabnya Aku ga tau aku harus percaya apa ga dengan kata-katanya,tapi kata-katanya membuatku kefikiran juga. ****** Entah kenapa aku jadi kefikiran dengannya, penyakit yang diucapkannya itu yang membuatku selalu kefikiran, LEUKIMIA stadium 4, kata orang adalah penyakit yang mematikan karena orang yang menderita penyakit tersebut ga akan bertahan lama atau bisa di bilang umurnya ga akan panjang. Melihatnya ada dibangku tempat biasa aku menghabiskan waktuku, perasaanku sedikit gembira, aku segera menuju bangku tersebut dan duduk di sampingnya hai dia menyapaku sambil tersenyum,senyumannya begitu manis hai juga, lama maki kah? tanyaku basa-basi baru ji juga,kira-kira 15 menit yang lalu jawabnya

ooo gumanku,sambil memperhatikan notebooknya, hal yang sama, dia sedang maen game Onet. sa punya banyak gamemau ki kah? tanyaku Dia menggeleng makasihtapi sa lebih suka ini sorry kalau beberapa kali sa perhatikan ki, memangnya ndak bosan ki maen game itu terus kah, internetan kan lebih asyik Dia menoleh kearahku saya ndak mau tau apapun ujarnya kembali ke notebooknya. kenapa? tanyaku yang begitu penasaran dengan ucapannya umurku hanya tinggal beberapa bulan lagi jadi untuk apa saya taujawabnya yakin ki itu klo umur ta tinggal beberapa bulan ? tanyaku yang membuatnya terdiam, tapi dia bukan terdiam gara-gara pertanyaaanku, sepertinya dia sedang menahan rasa sakit, darah kembali keluar dari hidungnya, menetes di atas notebooknya, dia menyekanya dengan tangannya, membuat tangannya merah karena darahnya. pakai ki ini aku mengulurkan sweterku, dia menatapku ambiltidak apa-apa ji ujarku lagi memberikan ke tangannya saya kira ndak keluarmi lagi ujarnya mengelap darahnya yang terus-terusan keluar dari hidungnya memangnya selalu seperti itu kah? iya..tapi ndak sesering ini jawabnya minum Obat ? tanyaku lagi Dia tersenyum obat hanya menghilangkan rasa sakit jawabnya,masih banyak yang ingin aku tanyakan tapi hapenya berdering, seseorang menelponnya dan setelah itu dia pergi dengan janji akan mengembalikan sweterku. ***** Suasana sore yang sama di sekitar ga pernah sepi dengan mahasiswa yang asyik menghabiskan sorenya di sekitar kampus, ada yang main bola, futsal, basket, dan sebagian menghabiskan waktu internetan gratis dan salah satunya aku, sudah hampir 2 jam aku duduk di tempat yang sama dan di bangku yang sama, seperti biasa aku mencari tutorial untuk di jadikan bahan-bahan pelajaran baruku. Selain itu aku sedang menunggu gadis yang beberapa hari ini bersamaku duduk di bangku, entah bagaimana aku menyebutnya karena aku juga belum mengetahui namanya begitu pun dia, walaupun kita sudah saling berbicara tapi kami berdua ga pernah namanya saling mengenalkan diri. Aku menunggunya karena dia janji akan mengembalikan Sweterku, tapi sudah dua jam aku juga belum melihatnya, ada perasaan kuatir di hatiku, kemarin dia begitu kelihatan menderita, apa dia baik-baik aja? itu pertanyaan yang selalu timbul jika aku ga melihatnya datang dan duduk di bangku dengan notebook di tangannya. Sudah magrib sepertinya dia memang ga akan datang, begitupun hari-hari berikutnya dia ga juga datang, dan aku pun terus-terusan bertanya apa yang terjadi dengannya, apa dia baik-baik aja, ingin menanyakan keadaannya tapi aku sama sekali ga tau harus menanyakan kemana bahkan namanya pun aku sama sekali ga tau, yang aku tau dia hanya seorang gadis cantik yang menderita penyakit leukimia stadium 4..

******

Saat tengah asyik mendonwload lagu, seorang cowok datang menghampiriku, dan duduk disampingku apa kita kenal yang namannya Oby? tanyanya padaku Oby? gumanku mencoba mengingat akan nama tersebut, tapi rasanya ga ada temanku yang bernama Oby. Oby siapa di? tanyaku balik yang kita kasi pinjam sweter ta ujarnya padaku sambil mengulurkan sweter yang dari tadi di peganggnya, aku kurang menperhatikannya kalau ternyata sweter yang dari tadi di pegannya itu adalah sweterku Aku mengambil sweter tersebut bagaimana mi keadaannya?tanyaku dia baik-baik aja.,sekarang dia lagi di jakarta, dia bilang makasih buat sweternyaujarnya padaku, lalu dia pergi Sebenarnya aku masih ingin banyak bertanya tentang gadis yang ternyata namannya adalah Oby, nama yang lucu, ternyata dia uda baikan dan aku sedikit lega mendengarnya,tapi entah kenapa ada perasaan kuatir yang terbesit di perasaanku mungkin hanya perasaanku saja. ****** 2 minggu telah berlalu aku juga masih memikirkannya. Aku ingin tau bagaimana kabarnya,apa dia baik-baik aja??? Pertanyaan yang selalu ada di kepalaku itu akhirnya terjawab juga, aku bertemu dengan cowok yang mengembalikan sweterku, aku melihatnya masuk kedalam rumah sakit Wahidin, saat itu aku hendak pergi kerumah temanku tapi ku urungkan niatku, aku mengikutinya, setidaknya aku bisa minta nomor telepon cewek bernama Oby tersebut. Dia masuk kedalam ruangan di bangsal bagian palem, aku menunggunya di luar berharap dia segera kaluar, tapi setalah aku tunggu setengah jam dia belum juga keluar, jadi aku mengintip lewat kaca jendela ruangan tersebut dan yang aku lihat adalah seseorang yang terbaring di sebuah tempat tidur, di tangannya begitu banyak selang, Orang itu adalah dia gadis yang beberapa hari lalu duduk bersamaku di bangku yang sama, dia sedang terbaring disana, tapi dia masih bisa tersenyum.. apa dia benar-benar ada ki di jakarta? tanyaku saat dia keluar dan menatapku, tatapannya sedikit terkejut iya..ujarnya melangkah sa tau kalo dia ndak di jakarta tapi dia sedang terbaring di dalamujarku kepadanya yang membuat dia menoleh padaku dan menatapku ****** Cowok bernama Egi duduk disampingku,dia ga pernah berhenti menyulut rokoknya semua dokter yang sa datangi mengatakan hal yang sama kalau umurnya ndak lama lagi ujarnya padaku

Cowok bernama Egi itu adalah kakaknya Oby, dia cerita semua tentang Oby juga keluarganya yang berantakan, ternyata gadis itu umurnya masih 16 tahun, masih SMA kelas 2 di SMA 5, mereka dari keluarga broken home, ayahnya menetap di manado, ibunya sudah menikah lagi dan tinggal di sorong. ****** bagaimana mi keadaannya? tanyaku saat bertemu dengan Egi di Parkiran ternyata dia mahasiswa jurusan kedokteran dia adalah cewek yang paling kuat bagaimanapun rasa sakit yang di rasakannya dia selalu tersenyumujarnya menyulut rokoknya, mengisapnya dalam-dalam lalu menghembuskannya ke udara. mau ka ke rumah sakit, mau ko ikut kah ? tanyanya padaku ada sedikit rasa ragu saat aku melangkah masuk kedalam ruangan di mana dia dirawat jelek ada orang mau ketemu sama koujar Egi ke dia yang sedang terbaring lemah di tempat tidur, dia menoleh ke arahku, menatapku lekat dan dia tersenyum padaku,aku ke ruangan dokter hasim dulu ujar Egi keluar dari ruangan dan tinggal aku dengan dia hai..ujarnya suaranya terdengar serak, aku mengambil tempat duduk disampingnya bagaimana mi kabarmu ?tanyaku seperti apa yang kita lihat?tanyanya balik baikjawabku yang membuatnya tersenyum apanya yang baik? dia malah balik tanya lagi masih seperti waktu pertama kali saya liat ki ujarku, kedengaran sedikit membual, tapi aku tidak bermaksud seperti itu. Dia bangun, dan dengan susah payah bersender di tempat tidurnya kalau begini bagaimana ? tanyanya sambil melepas kain berwarna hijau muda yang menutupi kepalanya, yah jujur aku sedikit terkejut dengan pemandangan yang ada di depan mataku, wanita cantik tanpa ada sehelai rambut pun yang menghiasi kepalanya. cobaan tuhan ini, na buat ka lucu di, kata Egi seperti Tuyul ka ujarnya sambil tersenyum, aku tidak bisa berbicara apa-apa, jadi bisu Benar kata Egi, gadis di depan ku ini adalah benar-benar gadis yang kuat, aku memang tidak tau seperti apa itu leukimia, dan aku melihat begitu manis senyumannya tapi yang jelas aku tau kalau dia menderita kangen ku duduk disana sambil main gameujarnya, matanya menerawang ke langitlangit . bagaimana kalau sa ajak ko kesanaujarku boleh tapi mesti ko culik ka ujarnya sambil tersenyum

***** Dengan keberanianku aku benar-beanr membawanya pergi,aku benar-beanr menculiknya dari rumah sakit,

senangnya mi ada di slni lagi ujarnya duduk di bangku tempat kami bertemu untuk pertama kalinya. makasih nah sudah menculikku dari rumah sakitujarnya pdaku aku hanya tersenyum rasanya saya jadi lebih sehat gumannya memejamkan matanya, melebarkan kedua tangannya dan menghirup udara pagi yang sejuk mau ka tiap pagi ada di sini ujarnya menoleh padaku jadi saya harus culik ko tiap pagi ituee..gumanku yang membuatnya tertawa, tawanya kedengaran lucu di telingaku, tapi aku suka mendengarnya tidak kuliah ki kah? tanyanya padaku hari minggu ini timpalku cepat ya ampun ini mi akibat tinggal di rumah sakit, hari saja sampai ndak tau ujarnya sambil tertawa kecil.lagi ngapain ki? tanyanya padaku saat aku tengah asyik dengan notebook ku, dia menggeser duduknya lebih dekat denganku pasti anak Arsi kitebaknya saat melihat apa yang sedang aku buat iya..semoga saja 2 tahun kedepan sudah ma di tendang dengan gelar ST kalau saja umurku panjang, mau ka juga ambil jurusan Arsitek, haaaahhhhtapi sayang, sebentar lagi malaikat tuhan datang menjemputku ujarnya sambil menatap pepohonan yang ada disekitar kami kenapa ko begitu yakin kah ? tanyaku karena saya merasakannya jawabnya,dia memejamkan matanya,lama dia baru membukanya,mata indah yang sendu perasaan mu ji itu sahutku leukimia stadium 4, hanya sisa bebarapa bulan, mungkin juga beberapa minggu, atau mungkin jg bebarapa hari lagi, tapi jika bisa saya mau secepatnya malaikat tuhan merangkul ku, sa sudah tidak kuat dengan rasa sakit yang tiap saat mengganggu tidurku, hanya suntikan dan alat bantu di tempat tidurku yang akan membantuku mengurangi rasa sakit itu.. ujarnya yang membuat hatiku sedih mendengarnya saya benar-benar sudah ingin pergi ujarnya pelan, matanya menatap pohon-pohon tinggi di sekitar, angin menggugurkan daundaunnya yang kering. Sebelum magrib aku mengantarnya pulang kembali kerumah sakit. ***** weeemau ko kemana? tanya fitra, gadis berjilbab yang punya senyum manis termanis di antara cewek satu angkatanku. titip ka bentar nah ujarku sambil menaruh jas ku serta peralatan perangku mengahadapi para penguji weee sundala mau ko kemana ? tanya ancu sahabatku yang dari mendukungku selama para penguji membantaiku tunggu mi seben jawabku berjalan cepat menghindari para bajingan yang haus traktiran, banyak mata yang memperhatikan ku, memperhatikan penampilanku yang begitu berbeda,

hitam putih seperti maba atau seperti sales. Tapi aku cuek saja. Terus kulangkah kan kaki ku, berjalan menuju suatu tempat.. Kursi itu masih seperti dulu, tak pernah berubah, pohon-pohon di sekitarnya pun masih seperti dulu, angin selalu menggugurkan daun-daunya yang kering. Kusandarkan tubuhku di kursi itu, dan ku pejamkan mataku mencoba mendengar suara angin dan dedaunan, terimakasih tuhan atas apa yang telah kau berikan hari ini kepada hambamu ini ujarku di dalam hati Si gadis leukimia, yang telah tiada dua tahun yang lalu, pertama kali bertemu dengannya di kursi ini, terakhir kali pun bertemu dengannya di kursi ini, walau hanya sebentar tapi dia mengajarkan ku sesuatu untuk selalu bersyukur dengan apa yang di berikan tuhan kepadaku. (Oby/ April 25, 2010)