Anda di halaman 1dari 15

MATERI GENETIK I:

((Kromosom,Gen,)

Pemahaman tentang:
Manfaat Pengetahuan ttg materi genetik Sel Kromosom Gen Abnormalitas Kromosom/Gen Kariotiping Kariotiping Kromosom sex Perkawinan antar spesies hewan/ternak Tiktok (Itik-Entog) Domba -Kambing

Tell me what I am ?????

SEL TELUR /SPERMA SBG MATERIAL GENETIK


30

60 sperm mother cell


30 30

sperms produced by meiosis

30

fertilization zygote

ovum mother cell 60

30

30

60

ova produced by meiosis but only one develops to maturity

Pembuktian Kromosom sebagai Pembawa Faktor keturunan ?

Sifat fenotipik :

G + L + Interaksi G+L
Sigot (1 sel) mitosis : 2,4, 32 sel dsr

G : Saat Fertilisasi
SPZ + Ovum (1/2 sel) (1/2 sel)

G : Pengaruh dari gen gen (Terdapat dalam kromosom(

KROMOSOM SEBAGAI MATERI GENETIK


Tubuh : ta Milyard Sel, berkembang dari Singgle Sel

Organ: Fungsi tertentu, Jutaan Sel (Spesifik)


Sel : 1 set diploid (Somatik Sel) 1 set haploid Krom seks (Germ Cell) Kromosom: lebih dari 1000 an Gen, rangkaian DNA, non gen Gen: lebih dari 1000 pasang basa DNA

T. BOVERY : Krom sbg pembawa faktor .heriditas


Fertilisasi landak laut (diluar tubuh) Mengubah kondisi lingkungan: 1 sel oosit + 2 sel spermatozoa Mengasilkan sigot dg krom ekstra===abnormal)
MeMisahkan sel Jumlah kromosom (baik,normal) ind. Normal, abnormal Jumlah krom (tak baik, abnormal) : indv, abnormal Kesimpulan Sementara: Untuk tumbuh menjadi indv normal syarat: Jumlah kromosom baik (normal) Kombinasi kromosom harus benar

KARIOTIPING Gambaran (typing) kromosom dalam inti sel


Pedoman: kromosom berpasangan, homolog dan jumlahnya tertentu masing-masing spesies, dan bentuknya juga spesifik Klasifikasi Krom : metasentris, akrosentris,(submetasentris). telosentris Ukuran : diameter 0.2 2 um Panjang: 0,2 50 um Manfaat: Pewarisan sifat (normal-abnormal) Penentuan sex (jantan-betina)

Metode Kariotiping:
Kultur sel (darah limfosit, dll) Penambahan kolkisin: stop metafase Penambahan lar. Hipototik Fiksasi Preparasi objekglas Keringkan dan warnai

Karyotyping

Meiosis KM

Hasil Kariotyping:
Metode: Disusun besar- kecil Besar,bentuk, homolog Urutan: Besarkecil Besar dan kesamaan bentuk

Letak/bentuk acak Jumlah dapat dihitung

Manfaat 2 : Penentuan Sex

Manfaat 1: Penentuan normal-abnorma

Animals Chromosome

Abnormalitas Kromosom: Muncul dr kesalahan kromosom melakukan replikasi, saat terjadinya fertilisasi/pembelahan Kontribusi terhadap performans reproduksi/kematian embrio

Variasi Jumlah kromosom


Euploidi: multiplikasi bilangan dasar
Moniploid: N kromosom Triploid : 3N (N+2N) Tertaploid : 4N, penggadaan somatik krn, indukdsi kimia Atau 2N+2N (tanpa reduksi) Poliploid: pd tumbuhan gandum (6N) arbei (8N)

Aeuploidi: Tidak melibatkan semua set krom/hanya bagian krom.


Monosomik: 2N-1. mortalitas tingi : memecah (N) =(N+1) Trisomik: 2N+1, memecah (N+1) =(N) Tetrasonik:

(2N+2)

Variasi Susunan dan Segmen Kromosom (Struktural)


Translokasi: krom putus, lengket, bergabung kombinasi
krom non homolog

Resiprok: dua krom non homolog patah di dua segmen diikuti


dengan pertukaran

Fusi sentris: salah satu sentromer krom akrosentris fusi menghasilkan


kromosom metasentris, julah kromosom berkurang satu, f enotip normal ( beda dengan monosomik,)

Inversi:

tjd pemutusan, disisipka kembali terbalik: (1,2,3,4,5,6) Menjadi (1,2,5,4,3,6) atau A.B.C.D.E.F.G - A.B.C.E.D.F.G

Delesi: kehilangan satu segmen krom ( A>B>C>D>E>F>G --- ABCFG Duplikasi: Segmen-segmen tambahan, tidak merugukan, malahan
melengkapi dapat bermutasi dalam bentuk baru