Anda di halaman 1dari 21

STUDI PERBANDINGAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG, METODE PORTAL EKUIVALEN, DAN TEORI GARIS LELEH PADA PERENCANAAN PLAT

BETON BERTULANG

SKRIPSI
Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Akademik Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Teknik

Disusun Oleh Adi Fajar Taufiqulloh A. 00520043

JURUSAN TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG 2006

LEMBAR PERSETUJUAN

STUDI PERBANDINGAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG, METODE PORTAL EKUIVALEN, DAN TEORI GARIS LELEH PADA PERENCANAAN PLAT BETON BERTULANG

TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Akademik Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Teknik

Disusun Oleh Adi Fajar Taufiqulloh A.

Disetujui dan Disahkan oleh:

Malang Mei 2006 Pembimbing I Pembimbing II

(Ir. Lukito Prasetyo,MT) Mengetahui, Ketua Jurusan Sipil

(Ir. Yusuf Wahyudi, MT)

(Ir. Erwin Rommel, MT)

LEMBAR PERSETUJUAN

STUDI PERBANDINGAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG, METODE PORTAL EKUIVALEN, DAN TEORI GARIS LELEH PADA PERENCANAAN PLAT BETON BERTULANG

TUGAS AKHIR Diajukan Kepada Universitas Muhammadiyah Malang Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Akademik Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Teknik

Disusun Oleh Adi Fajar Taufiqulloh A.

Disetujui dan Disahkan oleh:

Malang Mei 2006 Pembimbing I Pembimbing II

(Ir. Lukito Prasetyo,MT) Mengetahui, Ketua Jurusan Sipil

(Ir. Yusuf Wahyudi, MT)

(Ir. Erwin Rommel, MT)

LEMBAR PENGESAHAN

Judul

: Studi Perbandingan Metode Perencanaan Langsung, Metode Portal Ekuivalen, Dan Teori Garis Leleh Pada Perencanaan Pelat Beton Bertulang

Nama : Adi Fajar Taufiqulloh Ahmad NIM : 00520043

Pada hari Selasa, 02 MEI 2006 telah diuji oleh tim Penguji : 1. Ir. Erwin Rommel, MT Dosen Penguji I :

2. Ir. Rofikatul Karimah, MT

Dosen Penguji II :

Disetujui,

Pembimbing I

Pembimbing II

(Ir. Lukito Prasetyo, MT) Mengetahui, Ketua Jurusan Sipil

(Ir. Yusuf Wahyudi, MT)

(Ir. Erwin Rommel, MT)

KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan karunianya yang telah diberikan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul : STUDI

PERBANDINGAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG, METODE PORTAL EKUIVALEN, DAN TEORI GARIS LELEH PADA

PERENCANAAN PELAT BETON BERTULANG ini merupakan salah satu persyaratan akademik dalam menyelesaikan program Sarjana Teknik di Universitas Muhammadiyah Malang. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Ir. Sunarto, MT selaku Dekan Fakultas Teknik UMM 2. Ir. Erwin Rommel, MT selaku Ketua Jurusan Teknik Sipil UMM 3. Ir. Lukito Prasetyo, MT selaku Dosen Pembimbing I 4. Ir. Yusuf Wahyudi, MT selaku Dosen Pembimbing II 5. Gatot Subroto, dan rekan-rekan kost 70C yang ikut membantu dalam penyelesaian Tugas Akhir ini. Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih terdapat kekurangan, sehingga mengharapkan saran dan kritik yang dapat menunjang penyempurnaan Tugas Akhir ini. Akhir kata, penulis berharap semoga Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Amien. Malang, Mei 2006 Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul..i Lembar Persetujuan.ii Kata Pengantariii Abstraksi.iv Daftar Isi...v Daftar Tabel.x Daftar Gambar...xii Daftar Notasi..xv Daftar lampiran..xx

BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang..1 1.2 Rumusan Masalah.2 1.3 Lingkup Bahasan..2 1.4 Tujuan dan Kegunaan...3

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI 2.1 Tinjauan Umum Tentang Plat...4 2.1.1. Metode klasik.5 2.1.2 Metode pendekatan dan numerik6 2.2 Pelat Satu Arah10

2.3 Pelat Dua Arah....11 2.4. Pelat Beton menurut SK-SNI-T-15-1991-03 (Konsep Dasar

Perencanaan pelat.....12 2.5. Metode Perencanaan Langsung...22 2.5.1 Momen Statis Total Rencana.24
2.5.2 Perbandingan Kekakuan Relatif dari balok memanjang terhadap pelat..27

2.5.3 Distribusi Momen di arah Longitudinal29 2.5.4 Pengaruh Pola Pembebanan Pada Momen Positif.31 2.5.5 Prosedur Penghitungan Momen Longitudinal...33 2.6 Metode Portal Ekuivalen..34 2.6.1 Pelat-Balok36 2.6.2 Kolom37 2.6.3 Komponen Puntir...37 2.6.4 Kolom Ekuivalen...39 2.6.5 Pengaturan Beban Hidup...40 2.6.6 Momen Terfaktor..42 2.6.7 Alur Perencanaan Pelat Dua Arah.43 2.7 Teori Garis Leleh Untuk Pelat.45 2.7.1 Teori Garis Leleh Sebagai Pedoman Perencanaan....45 2.7.2 Ide-ide dasar dari Teori Garis Leleh..46 2.7.3 Analisa Untuk Pelat Satu Arah..53
2.7.4 Kerja Yang Dilakukan Oleh Momen-momen Pada Garis Leleh Dalam Putaran Benda kaku dari Segmen Pelat....57

2.7.5 Analisa Garis Leleh dari Pelat Persegi Dua Arah..58 2.8 Kuat Tekan Beton Terhadap Gaya Tekan64 2.9 Kuat Beton Terhadap Gaya Tarik68 2.10 Sifat Rangkak dan Susut68 2.11 Baja Tulangan70

BAB III METODE PEMBAHASAN 3.1. Data Perencanaan73 3.2. Langkah-langkah Perencanaan....75

BAB IV ANALISA PERHITUNGAN 4.1. Metode Perencanaan Langsung..78 4.1.1 Menghitung nilai 79 4.1.2 Menentukan Tebal Pelat Berdasarkan Persyaratan Lendutan dan Geser..88 4.1.3. Menghitung Momen Statis Total Terfaktor..99 4.1.4 Menghitung Kekakuan Pelat Balok dan Kolom..100 4.1.5 Menentukan Harga min..105 4.1.6 Menentukan Tetapan Torsi C dari Balok Transversal.107 4.1.7 Menghiotung Distribusi Momen Arah Transversal.110 4.2. Metode Portal Ekuivalen...122 4.2.1 Komponen Rangka Ekuivalen.123 4.2.1.a Pelat Balok...123

4.2.1.b Kekakuan Lentur Kolom..134 4.2.1.c Kekakuan Komponen Puntir....136 4.2.1.d Kenaikan Kekakuan Torsi dari Komponen Puntir...140 4.2.1.e Kekakuan Kolom Ekuivalen144 4.2.1.f Distribusi Faktor Pada Tumpuan Pelat Balok..148 4.2.2 Analisa Rangka Parsial pada Rangka Ekuivalen.152 4.3 Teori Garis Leleh...173 4.3.1 Pembebanan Pada Pelat200 4.4 Perbandingan Hasil Perencanaan...202 4.5 Rencana Penulangan Pelat.230 4.5.1 Metode Perencanan Langsung..230 4.5.2 Teori Garis Luluh..244

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan....267 5.2 Saran..268 DAFTAR PUSTAKA.269 LAMPIRAN 1. Kanstanta Momen Distribusi untuk Pelat..1 2. Koefisien Induksi dan Kekakuan Untuk Kolom....2 3. Luas Penampang Tulangan Baja Permeter Panjang Pelat..4 4. Rasio penulangan () Vs Koefisien Tahanan (k)...5 5. Koefisien Ct untuk Menghitung Momen Inersia Pelat-Balok....7

DAFTAR TABEL

No

Hal

1. Koefisien momen dan geser balok bentang menerus dan penulangan pelat satu arah...11 2. Faktor reduksi kekuatan () 14 3. Lebar maksimum jaring smak, dalam mm hubungan dalam retak.20 4. Tebal minimum penutup beton pada tulangan terluar dalam mm20 5. Sambungan lewatan tarik.22 6. Nilai-nilai k dalam (bE/bW) dan (t/h) pada persamaan 2.29.28 7. Faktor distribusi momen Mo bentang eksterior...29 8. Momen jalur kolom (dalam %)30 9. Nilai min.33 10. Standar batang baja tulangan ASTM...72 11. Jenis dan kelas baja tulangan sesuai SII 0136-80....72 12. Hasil perhitungan tebal pelat95 13. Hasil perhitungan dan min ....105 14. Distribusi momen diarah longitudinal105 15. Hasil interpolasi linier distribusi momen negatif pada tumpuan eksterior arah transversal..115 16. Hasil interpolasi linier distribusi momen negatif pada tumpuan interior arah transversal..118 17. Hasil distribusi transversal dari momen longitudinal.119 18. Hasil interpolasi konstanta momen distribusi untuk plat balok portal A dan B.129 19. Hasil interpolasi konstanta momen distribusi untuk plat balok portal C dan D130 20. Hasil interpolasi konstanta momen distribusi untuk plat balok portal E dan F.131

21. Hasil interpolasi konstanta momen distribusi untuk plat balok portal G dan H.133 22. Hasil interpolasi koefisien induksi dan kekakuan untuk kolom.136 23. Distribusi momen portal A pada perencanaan plat dengan balok-balok155 24. Distribusi momen portal B pada perencanaan plat dengan balok-balok158 25. Distribusi momen portal C pada perencanaan plat dengan balok-balok...160 26. Distribusi momen portal D pada perencanaan plat dengan balok-balok. ..163 27. Distribusi momen portal E pada perencanaan plat dengan balok-balok. ..165 28. Distribusi momen portal F pada perencanaan plat dengan balok-balok. ..167 29. Distribusi momen portal G pada perencanaan plat dengan balok-balok. ..169 30. Distribusi momen portal H pada perencanaan plat dengan balok-balok. ..171 31. Hasil momen garis leleh pada masing-masing segmen pelat tiap m201 32. Hasil momen untuk seluruh lebar plat...................201 33. Perbandingan momen longitudinal hasil perhitungan metode perencanaan langsung dan metode portal ekuivalen pada perencanaan plat lantai 2,3,dan 4.............................207 34. Perbandingan momen hasil perhitungan metode perncanaan langsung (MPL), Metode garis leleh, dan metode portal ekuivalen (MPE) pada perencanaan plat lantai 2,3, dan 4..........................209 35. Penulangan plat pada metode perencanaan langsung............258 36. Penulangan plat pada metode portal ekuivalen..............261 37. Penulangan plat pada metode teori garis leleh. .............264

DAFTAR GAMBAR

No

Hal.

2.1 Pola garis leleh dari pelat persegi dengan tumpuan sederhana..7 2.2 Penampang diagram regangan & tegangan dalam keadaan seimbang.17 2.3 Lebar retak...19 2.4 Statika dari panel luar cirian dari sistem lantai dua arah.24 2.5 Statika dari panel luar cirian dari sistem lantai dua arah.26 2.6 Denah, tampak, dan penampang portal ekuivalen lantai dua arah...27 2.7 Momen inersia penampang dengan flens.28 2.8 Diagram momen memanjang untuk bentang dalam (interior).30 2.9 Diagram momen diarah memanjang untuk bentang luar (eksterior)...30 2.10 2.11 2.12 2.13 2.14 2.15 2.16 Batang-batang rangka ekuivalen36 Tampang melintang komponen puntir...39 Analisa rangka parsial untuk beban vertikal..41 Faktor distribusi momen....42 Diagram momen-kelengkungan.47 Diagram benda bebas untuk pembuktian dari lokasi garis leleh49 Beban geser mt pada batas apabila garis-garis leleh yang lurus digunakan

.52. 2.17 2.18 Analisa garis leleh plat satu arah54 Kerja yang dikerjkan oleh momen-momen pada garis leleh dalam rotasi

benda kaku dari segmen pelat..58

2.19 2.20 2.21 2.22 2.23 2.24 2.25 3.1 3.2 4.1 4.2 4.3 4.4 4.5 4.6

Panel pelat persegi dua arah...58 Pola-pola garis leleh untuk panel pelat persegi dua arah...59 Analisa untuk pola leleh no.1.60 Analisa untuk pola leleh no.2.62 Tegangan tekan benda uji beton.65 Bergbagai kuat tekan benda uji beton66 Diagram tegangan-regangan batang tulangan baja71 Denah lantai...73 Rangka bangunan...74 Rangka bangunan...78 Perhitungan nilai 79 Portal kaku ekuivalen bangunan 1.96 Portal kaku ekuivalen bangunan 2.97 Pembagian jalur tengah dan jalur kolom..110 Portal-portal kaku ekuivalen, contoh perencanaan pelat dengan balokbalok.122

4.7 4.8

Penentuan kct,CCA,kCB dan CCB....135 a.Freebodydiagarm...157

4.8.b Bidang momen portal A..157 4.9.a. Free body diagram..159 4.9.b. Bidang momen portal B.160 4.10.a. Free body diagram162 4.10.b. Bidang momen portal C...162

4.11.a. Free body diagram164 4.11.b. Bidang momen portal D...164 4.12.a. Free body diagram166 4.12.b. Bidang momen portal E...166 4.13.a. Free body diagram168 4.13.b. Bidang momen portal F168 4.14.a. Free body diagram170 4.14.b. Bidang momen portal G...170 4.15.a. Free body diagram172 4.15.b. Bidang momen portal H..172 4.16. Diagram Momen arah memanjang bangunan 1..214 4.17. Diagram momen arah memanjang bangunan 2..215 4.18. Diagram momen arah memendek bangunan 1220 4.19. Diagram momen arah memendek bangunan 2221 4.20. Diagram Momen arah memanjang bangunan 1..226 4.21. Diagram momen arah memanjang bangunan 2..227 4.22. Diagram momen arah memendek bangunan 1228 4.23. Diagram momen arah memendek bangunan 2229

DAFTAR NOTASI

Notasi a As Asanalisis Asperlu bE bo bw c c1

Penjelasan = tinggi balok tegangan persegi ekuivalen a = 1 c, mm = luas tulangan tarik non pratekan, mm2 = luas tulangan tarik yang diperlukan analisis, mm2 = luas tulangan tarik yang diperlukan, mm2 = lebar efektif dari potongan flens, mm = keliling dari penampang kritis pada aksi dua arah, mm = lebar badan balok, atau diameter dari penampang bulat, mm = jarak dari serat tekan terluar ke garis netral, mm = ukuran dari kolom persegi atau kolom persegi ekyivalen, kepkolom, atau konsol pendek, diukur dalam arah bentang lentur sedang ditentukan, mm

c2

= ukuran dari kolom persegi atau kolom persegi ekuivalen, kepala kolom, atau konsol pendek, diukur dalam arah tranversal terhadap arah bentang dimana lentur sedang ditentukan, mm

cc C COF d
db

= tegangan beton = 0,85 fc a b, Mpa = konstanta penampang untuk puntiran = Carry over factor = jarak dari serat terluar ke pusat tulangan tarik, mm = diameter nominal batang tulangan, kawat, atau strend pratekan, mm

= beban mati, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati, kN/m2

= pengaruh beban gempa, atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan gempa, kN/m2

Ecb Ecc Ecs f

= modulus elastisitas pada balok beton, Mpa = modulus elastisitas pada kolom beton, Mpa = modulus elastisitas pada pelat beton, Mpa = tegangan yang dihitung secara elastis, misal dengan

menggunakan rumus lentur f = Mc/I untuk balok, Mpa fc fijin = kuat tekan beton yang disyaratkan, Mpa = suatu tegangan pembatas, sebagai suatu prosentase dari kekuatan tekan fc untuk beton atau tegangan leleh fy untuk baja, Mpa fy h Ic Ict Icb Is Isb k Kb Kc Kct = tegangan leleh yang disyratkan dari tulangan non pra-tekan, Mpa = tebal total dari komponen struktur, mm = momen inersia penampang bruto kolom, mm4 = momen inersia ujung bawah, kolom atas pada joint, mm4 = momen inersia ujung atas, kolom bawah pada joint, mm4 = momen inersia sumbu titik bruto pelat, mm4 = momen inersia penampang pelat balok, mm4 = tetapan tanpa dimensi didalam fungsi dari (bE/bw) dan (t/h) = kekakuan lentur balok = kekakuan lentur kolom = kekakuan lentur ujung bawah, kolom atas pada joint

Kcb kNF kcc Ksb Kta l1 atau l1

= kekakuan lentur ujung atas, kolom bawah pada joint = koefisien kekakuan pelat balok = kekakuan kolom ekuivalen = kekakuan pelat balok = kekakuan lentur masing-masing komponen puntir = panjang bentang dalam arah momen yang dihitung diukur dari pusat kepusat tumpuan, mm

l2 atau l2

= panjang bentang dalam arah tranversal terhadap l1 diukur dari pusat kepusat tumpuan, mm

Id ldb ln

= panjang penyaluran, mm = panjang penyaluran dasar, mm = panjang bentang bersih dalam arah memanjang dari konstruksi dua arah diukur dari muka ke muka tumpuan, mm

= baban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup, kN/m2

Lr

= beban hidup yang telah direduksi sesuai dengan ketentuan SNI 1726-1989 F tentang. Tata Cara Pertahan Gempa untuk Rumah dan Gedung, kN/m2

ML Mn

= momen negatif rencana kiri bentang, kNm = kuat momen nominal pada suatu penampang = As . fy . (d-a/2), kNm

MR Mu

= momen negatif rencana kanan bentang, kNm = momen terfaktor pada penampang, kNm

S U

= jarak antar sengkang, mm = kuat perlu atau kekuatan yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya, kN/m2

Vc Vn Vs Vu W

= kuat geser nominal yang disumbangkan oleh beton, kN/m = kuat geser nominal, kNm = kuat geser normal yang disumbangkan oleh tulangan geser, kNm = kuat geser terfaktor pada penampang, kN = beban angin atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya, kN/m2

Wd

= beban mati terfaktor per unit panjang pada balok atau per unit luas pada pelat, kN/m1 atau kN/m2

Wl

= beban hidup terfaktor per unit panjang pada balok atau per unit luas pada pelat, kN/m1 atau kN/m2

Wu

= beban terfaktor per unit luas pada pelat, kN/m2 = rasio kekakuan lentur penampang balok terhadap kekakuan lentur suatu pelat dengan lebar yang dibatasi dalam arah lateral oleh sumbu dari panel yang bersebelahan (bila ada) pada tiap sisi dari balok = Ecb Ib/Ecs Is

= rasio kekakuan lentur penampang balok terhadap kekakuan lentur penampang pelat pada arah l1

= rasio kekakuan lentur penampang balok terhadap kekakuan lentur penampang pelat pada arah l2

c min

= rasio kekakuan kolom terhadap kekakuan pelat dan balok = harga yang diberikan dari tabel 11 = rasio dari bentang bersih dalam arah memanjang terhadap arah pendek dari pelat dua arah

a c t min maks s

= rasio dari beban mati terhadap beban hidup per unit luas = rasio sisi panjang terhadap sisi pendek dari beban terpusat = faktor pengali tinggi luasan desak beton = rasio tulangan tarik non pra-tekan = As/b.d = rasio tulangan minimum = rasio tulangan maksimum = faktor reduksi kekuatan = faktor pengali pembesaran momen positif akibat efek pola pembebanan.

= Faktor perbandingan antara momen tumpuan dan momen lapangan pada pelat yang di jepit pada sisi-sisinya.

= Faktor perbandingan antara momen arah-y dengan momen arah-x

DAFTAR LAMPIRAN 1. Konstanta momen distribusi untuk pelat 2. Koefisien induksi dan kekakuan untuk kolom 3. Luas penampang tulangan baja per meter panjang pelat 4. Rasio penulangan () Vs koefisien tahanan (k) 5. Koefisien Ct untuk menghitung momen inersia pelat-balok

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 1999, Struktur Beton, cetakan I, Semarang: Penerbit Universitas Semarang. DPU, 1983, Peraturan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung, Bandung: Penerbit Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. DPU,2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, Anomimous SNI 03-2847-2002, Bandung: Bidang Konstruksi dan Bangunan. Dipohusodo,Istimawan. 1999. Struktur Beton Bertulang, Jakarta: Penerbit PT.Gramedia Pustaka Utama Edward G. Nawy. 1990. Beton Bertulang Suatu Pendekatan Dasar. Alih Bahasa Ir. Bambang Suryoatmono, M.Sc Bandung: Penerbit PT.Eresco. Ferguson M Phil. 1991. Dasar-dasar Beton Bertulang, edisi keempat. Jakarta: Penerbit Erlangga Gunawan,T, S.Margaret. 1989. Diktat Teori Soal dan Penyelesaian Konstruksi Beton II, jilid 1 dan 2 seri B. Jakarta: Penerbit Delta Teknik Johansen,K.W, 1972 Yield-Line Formulae For Slabs, Penerbit Cemen An Concrete Ass. Kennedy, Gerard. Goodchild, Charles, 2003, Practical Yield Line Design, Penerbit : British Cement Assosiation. Rudolf Szilard.1974. Teori dan Analisis Plat, Jakarta: Penerbit Erlangga Sudarmoko. 1996. Perancangan dan Analisis Pelat Beton Bertulang Berdasarkan SNI-03-2847-1992, Yogyakarta: Penerbit Universitas Gadjah Mada Winter George, Nilson Athur H. 1993. Perencanaan Struktur Beton Bertulang, Jakarta: Penerbit PT. Pradnya Paramita Wang Chu-kia, Salmon Charles G. 1987. Desain Beton Bertulang, jilid 1 dan 2. Jakarta: Penerbit Erlangga Widjatmoko,Ir. 1999, Struktur Beton, Semarang: Penerbit Badan Penerbit Universitas Semarang