Anda di halaman 1dari 9

RESUME PROFESI PENDIDIKAN

ADMINISTRASI KEUANGAN SEKOLAH DAN HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT

Disusun Oleh:

WARMAN TATEUTEU (58732)


RM: 05

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG

Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 1

2012
ADMINISTRASI KEUANGAN SEKOLAH, HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT A. Administrasi Keuangan 1. Pengertian Pengertian keuangan sekolah cenderung dibatasi pada ruang lingkup yang lebih sempit, yaitu pencatatan uang masuk dan uang keluar. Dalam arti luas pengelolaan keuangan sekolah mencangkup kegiatan perencanaan penggunaan , pencatatan, pelaporan, dan pertanggung jawaban keuangan sekolah yang sudah dialokasikan untuk pembiayaan kegiatan sekolah selama periode tertentu, misalnya untuk 1 tahun ajaran.
2. Perencanaan Keuangan Sekolah

Rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) pada dasarnya memuat tentang berbagai program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah selama 1 kegiatan yang akan dilaksanakan sekolah, keuangan untuk membiayai program tersebut selam 1 tahun anggaran. Penyusunan RAPBS dapat menempuh beberapa langkah. Sutisna 1989 menyatakan langkah dimaksud sebagai berikut: 1. 2. 3. Penetapan Tujuan. Perumusan Tujuan adalah suatu keharusan dalam Penjabaran tujuan kedalam program pendidikan Penentuan sumber daya manusia dan materil yang penyusunan anggaran yang efektif

berimplementasikan program-program pendidikan yang ditetapkan. PAda tahap ini mesti ada gambaran yang jelas mengenai: 1. 2. 3. 4. 5. 4. Jumlah staff dan kemampuan-kemampuan Gedung dan fasilitas fisik Perlengkapan dan pembengkelan Pelayanan bantuan, operasi dan pemeliharaan Pelayanan administrative

Pembuatan perkiraan anggaran belanja dengan teliti.

Pengeluaran biaya sekolah meliputi aspek: 1. Pengawasan umum


Page 2

Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

2. 3. 4. 5. 6.

Pengajaran Pelayanan bantuan Pemeliharaan gedung Operasi Pengeluaran tetap, jasa hutang

3. Pengunaan Keuangan Sekolah

Depdagri dan Depdikbud 1996 menyatakan bahwa dalam administrasi keuangan harus ada pemisahan tugas dan fungsi otorisator, ordonator dan pembendaharawan. Otorisator adalah pejabat yang diberi wewenang untuk mengambil tindakan yang mengakibatkan terjadinya penerimaan atau pengeluaran keuangan. Ordonator adalah pejabat yang berwenang yang melakukan pengujian dan memerintahkan pembayaran atas segala tindakan yang dilakukan berdasarkan otorisasi yang telah ditetapkan. Bendaharawan adalah pejabat yang berwenang yang melakukan penerimaan dan pengeluaran uang atau surat-surat berharga lainnya, yang dapat dinilai dengan uang dan diwajibkan membuat perhitungan dan pertanggung jawaban. Penggunaan uang mestinya sesuai dengan alokasi anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu pengaturan penggunaan dan pembukuan keuangan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang dan smuanya harus melalui proses dan prosedur yang berlaku. Berkenaan dengan hal ini, sutopo dan sumanto 1982 menyatakan sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. sebaiknya orang yang memegang kas tidak sekaligus memgang Setelah uang diterima harus dibukukan dan ditulis sesuai dengan mata Penggunaan uang harus ada bukti atau dokumen berupa kwitansi. Semua pengeluaran harus dibukukan Setiap document yang dijadikan bukti pengeluaran harus diberi pembukuannya anggaran masing-masing.

nomor, tanggal, harus dibubuhi, diparaf oleh pejabat yang bertanggung jawab (kepala sekolah). 6. kas
7.

Tiap halaman buku harus diberi huruf dan paraf oleh pemegang buku Dll.
Page 3

Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Beberapa buku yang diperlukan dalam penyelenggaraan keuangan sekolah adalah:


1. Buku kas

2. Legel gaji 3. Buku kas harian 4. Buku catatan SPMU 5. Buku / daftar SPJ 6. Buku pemeriksaan 7. Buku setoran Pajak 8. Buku BP3 9. Buku tabunan
4. Pertanggung jawaban Keuangan Sekolah

Pertanggung jawaban dapat disampaikan pada pimpinan, sumber pemberi dana maupun kepada personil sekolah untuk dapat diketahui bersama. Hal ini perlu dilakukan mengingat keuangan merupakan hal yang sangat sensitive. Ketidakjelasan laporan pertanggung jawaban keuangan sekolah akan menambah anggapan negative terhadap kepala sekolah dalam hal penyelenggaraan keuangan sekolah yang tidak tertib. 5. Peranan Guru dalam Administrasi Keuangan Sekolah Penanggung jawab biaya pendidikan adalah kepala sekolah namun demikian, guru diharapkan ikut berperan dalam administrasi biaya ini meskipun menambah beban mereka, juga memberikan kesempatan untuk ikut serta mengarahkan pembiayaan itu untuk perbaikan proses belajar mengajar. Administrasi keuangan meliputi kegiatan perencanaan, penggunaan, pencatatan data, pelaporan dan pertanggung jawaban dana yang dialokasikan untuk penyelenggaraan sekolah. Tujuan administrasi ini adalah untuk mewujudkan suatu tertib administrasi keuangan, sehingga pengurusannya dapat dipertanggung jawaban sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Beberapa peran guru dalam administrasi keuangan ini meliputi: 1. Membuat file keuangan sesuai dengan dana pembangunan. 2. Membuat laporan data usulan pembayaran gaji, rapel ke Pemerintah Kota. 3. Membuat pembukuan penerimaan dan penggunaan dana pembangunan.
Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 4

4. Membuat laporan dana pembangunan pada akhir tahun anggaran. 5. Membuat laporan Rancangan Anggaran Pendapatan Bantuan Sekolah ( RAPBS ). 6. Membuat laporan tribulan dana Bantuan Operasional Sekolah ( BOS ). 7. Menyetorkan pajak PPN dan PPh. 8. Membagikan gaji atau rapel. 9. Menyimpan dan membuat arsip peraturan keuangan sekolah.
B. Hubungan Sekolah dan Masyarakat 1.

Pengertian Hubungan Sekolah dan Masyarakat (Husemas) Husemas adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta mendorong minat dan kerjasama masyarakat dalam peningkatan dan pengembangan sekolah. Definisi diatas mengandung beberapa element penting, sebagai berikut: a. Adanya kepentingan yang sama antara sekolah dan masyarakat b. Untuk memenuhi harapan masyarakat itu, masyarakat perlu berperan serta dalam pengembangan sekolah c. Untuk meningkatkan peran serta itu diperlukan kerjasama yang baik, melalui komunikasi dua arah yang efisien.

2.

Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyarakat Bent dan Krononberg (Ametembun, 1973;153) mengemukakan 3 tujuan utama dari hubungan sekolah dan masyarakat. Ketiga tujuan tersebut adalah : a) To prevent misunderstanding b) To secure financial support c) To secure cooperation I policy making Yang dimaksud dengan tujuan tersebut diatas adalah :
1) Untuk mencegah kesalahpahaman masyarakat terhadap sekolah sehingga tercipta

opini yang baik dari masyarakat tentang pendidikan umumnya. 2) Untuk memperoleh sumbangan financial dan sumbangan material dari masyarakat 3) Untuk menjalin kerjasama dalam pembuatan pembuatan kebijaksanaan. Elsbree (Hendiyat Sutopo, 1982;236) mengemukakan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut :
a. Meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak secara maksimal
Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 5

b. Untuk meningkatkan tujuan masyarakat dan meningkatkan kualitas kehidupan

masyarakat
c. Untuk

mengembangkan

antusiasme/semangat

dalam

membantu

kegiatan

hubungan sekolah dengan masyarakat disekolah.


3.

Prinsip-Prinsip Hubungan Sekolah Prinsip-prinsip itu adalah :


a) Prinsip otoritas, yaitu bahwa husemas harus dilakukan oleh orang yang

mempunyai otoritas, karena pengetahuan dan tanggung jawabnya dalam penyelenggaraan sekolah. b) Prinsip kesederhanaan, yaitu bahwa program-program hubungan sekolahmasyarakat harus sederhana dan jelas. c) Prinsip sensitivitas, yaitu bahwa dalam menangani masalah hubungan dengan masyarakat sekolah harus sensitive terhadap kebutuhan serta harapan masyarakat.
d) Prinsip kejujuran, yaitu bahwa apa yang disampaikan kepada masyarakat apa

adanya dan disampaikan secara jujur.


e) Prinsip ketepatan, bahwa apa yang disampaikan sekolah kepada masyarakat harus

tepat baik dilihat dari segi isi, waktu, media yang digunakan serta tujuan yang akan dicapai. 4. Proses Pengelolaan Husemas Dalam proses pengelolaan husemas diperlukan ada kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Untuk menciptakan kerjasama antara sekolah dengan orang tua murid dan masyarakat, ada beberapa teknik yang digunakan. Teknik tersebut meliputi:
a. Publikasi Sekolah

Publikasi sekolah adalah merupakan kegiatan yang dilakukan sekolah untuk memperkenalkan serta memberikan informasi tentang program-program sekolah dan lain sebagainya kepada masyarakat. Ada beberapa cara yang ditempuh dalam publikasi sekolah. Kegiatan tersebut meliputi:
1. Informasi lewat siswa

2. Buletin sekolah
3. Surat kabar

4. Pameran sekolah
Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 6

5. Folder/ brosur 6. Melalui TV dan Radio b. Pertemuan Tatap Muka Individu

Pertemuan tatap muka ini adalah pertemuan yang berlangsung antara 2 orang, antara guru dengan orang tua murid atau antara guru dengan pemuka masyarakat atau antara kepala sekolah dengan orang tua murid atau anggota masyarakat.
c. Pertemuan Tatap Muka Kelompok

Pertemuan tatap muka adalah pertemuan antara personil sekolah dengan orang tua murid atau dengan pemuka masyarakat.
d. Laporan Kepada Orang Tua Murid

Laporan yang diberikan sekolah kepada orang tua murid dapat berupa buku lapor, dapat berupa buku data pribadi siswa, atau segala sesuatu yang berkenaan dengan perkembangan pribadi anak dalam belajar disekolah.
e. Kunjungan Sekolah

Kunjungan sekolah adalah merupakan kunjungang yang dilakukan anggota masyarakat kesekolah.
f. Pelasanaan Program Husemas 1) Perencanaan Program

Perencanaan program hubungan sekolah dengan masyarakat harus memperhatikan dana yang tersedia, ciri masyarakat daerah jangkauan sarana dan prasarana yang tersedia dan teknik yang akan digunakan. 2) Pelaksanaan Programan Dalam pelaksanaan program hubungan sekolah dan masyarakat yang telah dirumuskan diperlukan adanya koordinasi kerja dari personil-personil yang terlibat. Setiap personil harus tahu tugas dan tanggung jawab yang harus diembannya dalam rangka pelaksanaan program hubungan sekolah dan masyarakat tersebut.
5.

Peranan Guru dalam Administrasi Husemas

Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 7

Guru merupakan kunci penting dalam kegiatan husemas di sekolah menengah. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam kegiatan husemas itu, yaitu : 1. Membantu sekolah dalam melaksanakan teknik-teknik husemas. 2. Membuat dirinya lebih baik lagi dalam bermasyarakat. 3. Dalam melaksanakan semua itu guru harus melaksanakan kode etiknya (kode etik guru).

DAFTAR PUSTAKA
Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 8

http://ilmuprofesikependidikan.blogspot.com/2011/05/peran-guru-dalam-administrasisekolah.html, diakses tanggal 26 April 2012 puku 20:45 WIB. http://kutada.wordpress.com/2011/07/19/administrasi-ketatausahaan-dan-strukturorganisasi/, diakses tanggal 26 April 2012 puku 20:45 WIB. http://kutada.wordpress.com/2011/07/19/administrasi-keuangan-sekolah-hubungan-sekolahdan-masyarakat-dan-layanan-khusus/, diakses tanggal 26 April 2012 puku 20:45 WIB. Nurhadi, A Mulyana. 1993. Administrasi Pendidikan di Sekolah, Jogjakarta: Andi Ofset. Oteng, Sutisna. 1985. Administrasi Pendidikan. Bandung: Penerbit Angkasa. Bandung. Soetjipto, Prof. 2004. Profesi Keguruan. Jakarta: Rineka Cipta.

Adm. Keuangan Sekolah dan Humenas Created by Warman Tateuteu (58732)

Page 9