Anda di halaman 1dari 30
PERATURAN DI BIDANG PANGAN AMANKAN AMANKAN PANGAN PANGAN dan dan BEBASKAN BEBASKAN PRODUK PRODUK dari

PERATURAN DI BIDANG PANGAN

AMANKAN AMANKAN PANGAN PANGAN dan dan BEBASKAN BEBASKAN PRODUK PRODUK dari dari BAHAN BAHAN BERBAHAYA
AMANKAN AMANKAN PANGAN PANGAN dan dan BEBASKAN BEBASKAN PRODUK PRODUK dari dari BAHAN BAHAN BERBAHAYA

AMANKAN AMANKAN PANGAN PANGAN

dan dan

BEBASKAN BEBASKAN PRODUK PRODUK

dari dari

BAHAN BAHAN BERBAHAYA BERBAHAYA

PRODUK PRODUK dari dari BAHAN BAHAN BERBAHAYA BERBAHAYA BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA FISIK BAHAYA KIMIA BEBAS BAHAYA
PRODUK PRODUK dari dari BAHAN BAHAN BERBAHAYA BERBAHAYA BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA FISIK BAHAYA KIMIA BEBAS BAHAYA

BAHAYA BIOLOGIS

BAHAYA BIOLOGIS
BAHAYA FISIK

BAHAYA FISIK

BAHAYA KIMIA

BAHAYA KIMIA
BEBAS BAHAYA

BEBAS BAHAYA

dari dari BAHAN BAHAN BERBAHAYA BERBAHAYA BAHAYA BIOLOGIS BAHAYA FISIK BAHAYA KIMIA BEBAS BAHAYA

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi
DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi
DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PENDAHULUAN Pangan yang aman, bermutu, bergizi, beragam dan tersedia secara cukup merupakan prasyarat utama yang

PENDAHULUAN

Pangan yang aman, bermutu, bergizi, beragam dan tersedia secara cukup merupakan prasyarat utama yang harus dipenuhi dalam upaya terselenggaranya suatu sistem pangan yang memberikan perlindungan bagi kepentingan kesehatan serta makin berperan dalam meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

UU NO. 7, 1996 TENTANG PANGAN Mengatur a.l. • Keamanan pangan • Mutu dan gizi

UU NO. 7, 1996 TENTANG PANGAN

Mengatur a.l.

Keamanan pangan

Mutu dan gizi pangan

Label dan iklan pangan

Pemasukan & pengeluaran pangan ke dalam dan dari wilayah Indonesia

Tanggung jawab industri pangan

Peran serta masyarakat

Pengawasan

Ketentuan pidana

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

KEAMANAN PANGAN Kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia

KEAMANAN PANGAN

Kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia

Ketentuan mengenai KP dalam UU Pangan No 7/1996:

1)

Sanitasi Pangan : Upaya pencegahan terhadap kemungkinan bertumbuh dan berkembangbiaknya jasad renik pembusuk dan patogen dalam makanan dan minuman, peralatan, dan bangunan yang dapat merusak pangan dan membahayakan manusia. Dalam pengertian persyaratan sanitasi sudah tercakup pula persyaratan higienis. Ketentuan sanitasi pangan terdapat dalam pasal 1, 4, 5, 6, 7, 8, 55, 56, 57, 59

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

Lanjutan 2) Bahan Tambahan Pangan : Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat

Lanjutan

2)

Bahan Tambahan Pangan : Bahan yang ditambahkan ke dalam pangan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan antara lain bahan pewarna, pengawet, penyedap rasa, anti gumpal, pemucat dan pengental. Ketentuan mengenai BTP terdapat dalam pasal 1, 10, 11, 13, 14, 55, 56, 57, 58

3)

Rekayasa Genetika dan Iradiasi Pangan : Rekayasa genetika adalah suatu proses yang melibatkan pemindahan gen (pembawa sifat) dari suatu jenis hayati ke jenis hayati lain yang berbeda atau sama untuk mendapatkan jenis baru yang mampu menghasilkan produk pangan yang lebih unggul. Iradiasi Pangan adalah metoda penyinaran terhadap pangan baik dengan menggunakan zat radioaktif maupun akselerator untuk mencegah terjadinya pembusukan dan kerusakan serta membebaskan pangan dari jasad renik patogen. Ketentuan mengenai kedua hal ini terdapat dalam pasal 1, 13, 14, 16, 17, 18, 55, 56, 57, 58, 59

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

Lanjutan 4. Kemasan Pangan : Bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau membungkus pangan, baik

Lanjutan

4. Kemasan Pangan : Bahan yang digunakan untuk mewadahi dan atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun tidak. Ketentuan mengenai kemasan pangan terdapat dalam pasal 16, 17, 18, 55, 56, 57, 58, 59

5. Jaminan Mutu Pangan dan Pemeriksaan Laboratorium : Ketentuan mengenai jaminan mutu dan pemeriksaan laboratorium terdapat dalam pasal 20, 58, 59

6. Pangan Tercemar : Ketentuan mengenai pangan tercemar terdapat dalam pasal 21, 22, 55, 56, 57

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

MUTU DAN GIZI PANGAN Ketentuan mengenai mutu & gizi pangan dalam UU Pangan No 7/

MUTU DAN GIZI PANGAN

Ketentuan mengenai mutu & gizi pangan dalam UU Pangan No 7/

1996

1) Mutu Pangan : nilai yang ditentukan atas dasar kriteria keamanan pangan, kandungan gizi, dan standar perdagangan terhadap bahan makanan, makanan dan minuman. Ketentuan mengenai mutu pangan terdapat dalam pasal 1, 24, 25, 26, 55

2) Gizi Pangan : zat atau senyawa yang terdapat dalam pangan yang terdiri atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral serta turunannya yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan manusia. Ketentuan mengenai gizi pangan terdapat dalam pasal 1, 27, 28, 58

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

LABEL DAN IKLAN PANGAN Ketentuan mengenai label dan iklan pangan dalam UU Pangan No 7/1996

LABEL DAN IKLAN PANGAN

Ketentuan mengenai label dan iklan pangan dalam UU Pangan No

7/1996

1)

Label Pangan : setiap keterangan mengenai pangan yang berbentuk gambar, tulisan, kombinasi keduanya atau bentuk lain yang disertakan pada pangan, dimasukkan ke dalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan pangan.

2)

Iklan Pangan : setiap keterangan atau pernyataan mengenai pangan dalam bentuk gambar, tulisan, atau bentuk lain yang dilakukan dengan berbagai cara untuk pemasaran dan atau perdagangan pangan.

Ketentuan mengenai label iklan pangan terdapat dalam pasal 1, 30, 31, 32, 33, 34, 55, 58, 59

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PEMASUKAN DAN PENGELUARAN PANGAN KE DALAM DAN DARI WILAYAH INDONESIA • Kewajiban dan Larangan Memasukan

PEMASUKAN DAN PENGELUARAN PANGAN KE DALAM DAN DARI WILAYAH INDONESIA

• Kewajiban dan Larangan Memasukan Pangan ke wilayah Indonesia diatur Pasal 36 ayat 1 dan 2

• Kewenangan Pemerintah untuk menetapkan persyaratan bagi pangan yang masuk ke wilayah Indonesia, bahwa :

1. Pangan telah diuji dan atau diperiksa

2. Pangan dilengkapi dengan dokumen hasil pengujian atau pemeriksaan

3. Pangan terlebih dahulu diuji dan diperiksa di Indonesia

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

TANGGUNG JAWAB INDUSTRI PANGAN Tanggung jawab badan usaha yang memproduksi pangan olahan untuk diedarkan dan

TANGGUNG JAWAB INDUSTRI PANGAN

Tanggung jawab badan usaha yang memproduksi pangan olahan untuk diedarkan dan atau orang perseorangan dalam badan usaha yang diberi tanggung jawab terhadap jalannya usaha tersebut atas keamanan pangan yang diproduksinya terhadap kesehatan orang lain yang mengkonsumsi pangan tersebut [Pasal 41 ayat (1)].

Selanjutnya mengenai tanggung jawab industri pangan diatur oleh pasal 41, 42, 43.

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PERAN SERTA MASYARAKAT Masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan seluas- luasnya dalam mewujudkan perlindungan bagi

PERAN SERTA MASYARAKAT

Masyarakat memiliki kesempatan untuk berperan seluas- luasnya dalam mewujudkan perlindungan bagi orang perseorangan yang mengkonsumsi pangan dan dapat menyampaikan permasalahan, masukan dan atau cara pemecahan mengenai hal-hal di bidang pangan dalam rangka penyempurnaan dan peningkatan sistem pangan (pasal 51 dan 52).

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PENGAWASAN Wewenang Pemerintah dalam melaksanakan fungsi pemeriksaan : • Memasuki setiap tempat yang diduga digunakan

PENGAWASAN

Wewenang Pemerintah dalam melaksanakan fungsi pemeriksaan :

• Memasuki setiap tempat yang diduga digunakan dalam kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan, dan perdagangan pangan

• Menghentikan, memeriksa dan mencegah setiap sarana

• Membuka dan meneliti setiap kemasan pangan

• Memeriksa setiap buku, dokumen atau catatan lain

• Memerintahkan untuk memperlihatkan izin usaha/dokumen lain sejenis [Pasal 53 ayat (2)] Fungsi-fungsi pengawasan diatur dalam pasal 53, 54

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PERATURAN PEMERINTAH DI BIDANG PANGAN Peraturan Pemerintah No. 69, 1999 tentang Label dan Iklan Pangan

PERATURAN PEMERINTAH DI BIDANG PANGAN

Peraturan Pemerintah No. 69, 1999 tentang Label dan Iklan Pangan

Peraturan Pemerintah No. 28, 2004 tentang Keamanan, Mutu, dan Gizi Pangan.

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PP 69, 1999 TENTANG LABEL DAN IKLAN PANGAN Meliputi : 1. Dasar-dasar pelabelan 2. Keterangan

PP 69, 1999 TENTANG LABEL DAN IKLAN PANGAN

Meliputi :

1. Dasar-dasar pelabelan

2. Keterangan yang dicantumkan pada label

3. Ketentuan tentang nama produk, daftar bahan, berat bersih, nama dan alamat, tanggal kadaluarsa, nomor pendaftaran, kode produksi, kandungan gizi

4. Pelabelan pangan olahan tertentu

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PP 28, 2004 TENTANG KEAMANAN, MUTU DAN GIZI PANGAN Meliputi : BAB I KETENTUAN UMUM

PP 28, 2004 TENTANG KEAMANAN, MUTU DAN GIZI PANGAN

Meliputi :

BAB I

KETENTUAN UMUM

BAB II

KEAMANAN PANGAN

BAB III

MUTU DAN GIZI PANGAN

BAB IV

PEMASUKKAN DAN PENGELUARAN

BAB V

PANGAN KEDALAM DAN DARI WILAYAH INDONESIA PENGAWASAN DAN PEMBINAAN

BAB VI

PERAN SERTA MASYARAKAT

BAB VII

KETENTUAN PERALIHAN

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PERATURAN/KEPUTUSAN MENTERI Peraturan Perundang-undangan di bidang pangan yang telah ditetapkan antara lain : 1.

PERATURAN/KEPUTUSAN

MENTERI

Peraturan Perundang-undangan di bidang pangan yang telah ditetapkan antara lain :

1. Produksi dan Peredaran Pangan

• Permenkes

RI

No.

329/MenKes/Per/XII/76

tentang

Produksi dan Peredaran Makanan

• Keputusan Menkes RI No. 23/MenKes/SK/I/78 tentang Pedoman Cara Produksi Yang Baik untuk Makanan

• Keputusan

DirJen

POM

No.

026665/B/SK/VIII/91

tentang Cara Produksi Makanan Bayi dan Anak

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

2. Pendaftaran Pangan • Permenkes RI No. Pendaftaran Makanan 382/MenKes/Per/IV/89 tentang • Keputusan Dirjen POM

2. Pendaftaran Pangan

• Permenkes

RI

No.

Pendaftaran Makanan

382/MenKes/Per/IV/89

tentang

• Keputusan Dirjen POM No. 02608/B/VIII/1987 tentang Petunjuk Pelaksanaan Permenkes No. 382, yang menetapkan tata cara untuk mendaftarkan makanan

• Instruksi Dirjen POM No. HK.00.06.1.00121 tentang Pendaftaran OT, Suplemen Makanan dan Pengendalian Periklanannya

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

3. Label dan Periklanan Pangan • Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 1999 tentang Label dan

3. Label dan Periklanan Pangan

• Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan

• Permenkes RI No. 79/MenKes/Per/III/78 tentang Label dan Periklanan Makanan

• Keputusan Dirjen POM No. 02240/B/SK/VII/91 tentang Pedoman Persyaratan Mutu Serta Label dan Periklanan Makanan

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

4. Bahan Tambahan Pangan Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan Keputusan Dirjen POM

4. Bahan Tambahan Pangan

Permenkes RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang Bahan Tambahan Makanan

Keputusan Dirjen POM No.02592/B/SK/VIII/91 tentang Penggunaan Bahan Tambahan Makanan

Keputusan Dirjen POM No. 02593/B/SK/XII/91 tentang Tata Cara Pendaftaran Produsen Keputusan Dirjen POM No dan Produk Bahan Tambahan Makanan

Keputusan Dirjen POM No. 02594/B/SK/VIII/91 tentang Impor Bahan Tambahan Makanan

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

Keputusan Dirjen POM No. 01415/B/SK/IV/91 tentang Tanda Khusus Pewarna Makanan 208/MenKes/Per/IV/85 tentang Permenkes RI

Keputusan Dirjen POM No. 01415/B/SK/IV/91 tentang Tanda Khusus Pewarna Makanan

208/MenKes/Per/IV/85 tentang

Permenkes

RI

No.

Pemanis Buatan

Permenkes RI. No. 239/MenKes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan Sebagai Bahan Berbahaya

Keputusan Dirjen POM No. 00386/C/SK/II/90 tentang Perubahan Lampiran Permenkes No. 239

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

5. Minuman Beralkohol • Keputusan Presiden No.3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol

5. Minuman Beralkohol

Keputusan

Presiden

No.3

Tahun

1997

tentang

Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol

• Keputusan

Menkes

RI

No.

282/MenKes/SK/II/1998

tentang Standar Mutu Produksi Minuman Beralkohol

• Keputusan tentang

Menperindag

No.

Pengawasan

dan

359/MPP/Kep/10/1997

Produksi

Pengendalian

Impor, Pengedaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

6. Penganti Air Susu Ibu (PASI) Permenkes RI 273/Menkes/SK/IV/1997 tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu

6. Penganti Air Susu Ibu (PASI)

Permenkes RI 273/Menkes/SK/IV/1997 tentang Pemasaran Pengganti Air Susu Ibu

Keputusan Dirjen POM No. 02664/91 tentang Persyaratan Mutu Penganti Air Susu Ibu

Keputusan Dirjen POM No. 02665/91 tentang Cara Produksi Makanan Bayi dan Anak

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

7. Garam Beryodium • Permenkes RI No.110/Menkes/Per/XI/75 tentang Iodisasi Garam Konsumsi 165/Menkes/Per/SK/II/86 •

7. Garam Beryodium

• Permenkes RI No.110/Menkes/Per/XI/75 tentang Iodisasi Garam Konsumsi

165/Menkes/Per/SK/II/86

• Keputusan

Menkes

RI

No.

tentang Persyaratan Garam Beryodium

• Surat Keputusan Dirjen POM No. 02942/B/SK/IX/1986 tentang Petunjuk Pelaksanaan Teknis Pengawasan Mutu Garam Beryodium di Tingkat Distribusi/Konsumen

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

8. Makanan Iradiasi • Ketentuan mengenai makanan iradiasi telah diatur pada Undang-undang tentang Pangan dan

8. Makanan Iradiasi

• Ketentuan mengenai makanan iradiasi telah diatur pada Undang-undang tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah sebagai pelaksanaannya.

• Permenkes

826/Menkes/Per/XII/76 tentang

RI

No.

Makanan Iradiasi

9. Makanan Impor

• Keputusan

tentang

Keharusan Menyertakan Sertifikat Kesehatan dan

Sertifikat Bebas Radiasi untuk Makanan Impor

Menkes

RI

No.

00474?B/II/87

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

10. Ikan • Instruksi Penyederhanaan Tata Cara Pengujian Mutu Ikan Segar Presiden No. 2 Tahun

10. Ikan

Instruksi

Penyederhanaan Tata Cara Pengujian Mutu Ikan Segar

Presiden

No.

2

Tahun

1990

tentang

dan Ikan Beku Untuk Ekspor

• Keputusan Menkes RI No. 397/Menkes/SK/VIII/1990 tentang Pelaksanaan Keputusan Bersama Menteri Pertanian, Menteri Kesehatan dan Menteri Perdagangan

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

11. Batas Maksimum Cemaran • Keputusan Dirjen POM No. 03726/B/SK/VII/89 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba

11. Batas Maksimum Cemaran

• Keputusan Dirjen POM No. 03726/B/SK/VII/89 tentang Batas Maksimum Cemaran Mikroba dalam Makanan

• Keputusan Dirjen POM No. 03725/B/SK/VII/89 tentang Batas Maksimum Cemaran Logam dalam Makanan

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

12. Makanan Kedaluwarsa • Permenkes RI No. 180/Menkes/Per/IV/85 Makanan kedaluwarsa tentang • Surat Keputusan Dirjen

12. Makanan Kedaluwarsa

• Permenkes

RI

No.

180/Menkes/Per/IV/85

Makanan kedaluwarsa

tentang

• Surat Keputusan Dirjen POM No. 01323/B/SK/1985 tentang Petunjuk Pelaksanaan Permenkes RI No.

180

• Surat Keputusan Dirjen POM No. 02591/B/SK/VIII/91 tentang Perubahan Lampiran Permenkes RI No. 180

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

PENUTUP BERBAGAI PERANGKAT PERATURAN YANG SAAT INI BERLAKU DI INDONESIA DIHARAPKAN BERMUARA PADA KEAMANAN PANGAN

PENUTUP

BERBAGAI PERANGKAT PERATURAN YANG SAAT INI BERLAKU DI INDONESIA DIHARAPKAN BERMUARA PADA KEAMANAN PANGAN

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI

INFORMASI LEBIH LANJUT ? Silakan hubungi: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat
INFORMASI LEBIH LANJUT ? Silakan hubungi: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat
INFORMASI LEBIH LANJUT ? Silakan hubungi: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat
INFORMASI LEBIH LANJUT ? Silakan hubungi: Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat

INFORMASI LEBIH LANJUT ?

Silakan hubungi:

Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Badan Pengawas Obat dan Makanan R.I.

Jalan Percetakan Negara 23, Jakarta 10560 Telp : 021 42878701, 42803516, 428 75738, 425 9624

Fax : 021 42878701.

email : surveilanpangan@pom.go.id

Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia

DirektoratDirektorat SurveilanSurveilan dandan PenyuluhanPenyuluhan KeamananKeamanan PanganPangan DeputiDeputi III,III, BadanBadan POMPOM RIRI