Anda di halaman 1dari 8

ILMU DAN PENGETAHUAN Resume ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu Semester IV Dosen

Pengampu Ibu Sri Susilaningsih

Oleh: Novita Harnaningrum (1401409117) Rizka Rais Adik Ryan Saputra Retmaniar Karima Azizah Eka Safitri Rombel : 25 (1401409347) (140140 (1401409339) (140140

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2010

Kata Kunci : Ilmu Pengetahuan Abstrak :

BAB I

PENDAHULUAN Menurut Gaston Bachelard yang dikutip Rizal Mustansyir dan Misnal Munir menyatakan bahwa ilmu pengetahuan adalah suatu produk pemikiran manusia yang sekaligus menyesuaikan antara hukum-hukum pemikiran dengan dunia luar. Atau dengan kata lain, ilmu pengetahuan mengandung dua aspek, yaitu subjektif dan objektif, sekaligus memerlukan kesamaan di antara keduanya. Oleh karena itu sesungguhnya manusia tidak mungkin mengubah hukum-hukum pemikiran dengan mengubah hukum-hukum alam semesta. Adanya dua aspek tersebut (subjektif dan objektif) melahirkan dua pandangan yang berbeda, yaitu rasionalisme yang memandang bahwa hukum alam itu direfleksikan ke dalam hukum pemikiran, lebih memihak pada sikap subjektif. Pandangan yang kedua adalah realisme universal, yang memandang hukum-hukum pemikiran secara mutlak mencontoh hukum-hukum pemikiran (Rizal Mustamir, Misnal Munir, 2007: 140). Ilmu pengetahuan berkembang seiring dengan berkembangnya kebudayaan manusia yang berlangsung secara bertahap dan evolutif. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui secara global perkembangan ilmu dan perkembangan kebudayaan yang mengiringinya. Karena melalui perkembangan ilmu, kita dapat memahami makna kehadiran ilmu bagi umat manusia.

BAB II PEMBAHASAN

TUGAS ILMU DAN TUGAS PENGETAHUAN Ilmu (atau ilmu pengetahuan) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemologi. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Pengetahuan ada dua yaitu pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah. Persamaannya ialah bahwa kedua-duanya mencari kebenaran,yang timbul dari keinginan manusia untuk megejar kebenaran untuk mengerti akan dirinya sendiri. Tetapi, perbedaannya ialah : Pengetahuan biasa tidak memandang betul-betul sebabnya, tidak mencari rumusan yang seobjekifnya, tidak menyelidiki objeknya sampai habis, tidak ada sintesis, tidak bermetode, dan tidak bersistem. Sedangkan pengetahuan ilmiah adalah sebaliknya, mementingkan sebab-sebabnya, mencari rumusan yang yang sebaik-baiknya, menyelidiki objek, bermetode dan bersistem. Jadi kesimpulan yang dapat ditarik sekarang adalah bahwa pengetahuan mempunyai tugas untuk mencari kebenaran sehingga manusia dapat menggunakannya untuk kehidupannya, mengembangkan pengetahuan agar lebih baik, lebih luas, dan lebih dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat mencapai cita-cita manusia. JENIS PERNYATAAN (POSTULAT, ASUMSI, TEORI, HIPOTESIS)

Postulat adalah anggapan dasar konseptual tentang suatu wujud yang dilihat dari sedut pandang tertentu tentang sesuatu, misalnya tentang manusia, alam semesta, energi, agama, seperti anggapan dasar tentang manusia, yaitu apa yang dimaksud dengan manusia adalah makhluk ekonomi (Homo economicus) atau makhluk pendidikan (Homo educandum). Asumsi yakni pernyataan yang harus diverifikasi kebenarannya apakah meteri yang terkandung dalam pernyataan itu sesuai dengan kenyataan atau tidak. Anggapan seperti pendidikan menengah telah cukup membentuk pendidikan afektif sehingga tidak diperlukan lagi pada jenjang pendidikan tinggi adalah sebuah pernyataan yang mengacu pada realitas sehingga perlu diverifikasi. Maka, asumsi harus menilai, apakah pernyataan itu benar atau tidak benar dilihat dari realitas empiris yang ada. Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berhubungan yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan menentukan hubungan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai ide pemikiran pemikiran teoritis yang mereka definisikan sebagai menentukan bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan hubungan dapat saling berhubungan. Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo= di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian. Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya. Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Dalam upaya pembuktian hipotesis, peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan/ menciptakan suatu gejala. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori. HUKUM, PRINSIP, GENERALISASI, PENILAIAN, DAN REALITAS Prinsip = asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak, dsb) ; dasar; Prinsip merupakan generalisasi tentang hubungan antara konsep-konsep yang berkaitan. Prinsip diperoleh dari proses induksi dari hasil berbagai macam pengamatan. Generalisasi adalah proses penalaran yang bertolak dari fenomena individual menuju kesimpulan umum.

Contoh: Tamara Bleszynski adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. Nia Ramadhani adalah bintang iklan, dan ia berparas cantik. Generalisasi: Semua bintang sinetron berparas cantik. Realitas : kenyataan atau fakta yaitu kenyataan yang diperoleh dari hasil pengamatan secara intensif dan kontinyu atau terus-menerus. Secara verbal fakta adalah pernyataan tentang benda yang benar-benar ada atau peristiwa yang betul-betul terjadi. Contoh : gula rasanya manis, besi tenggelam dalam air., ayam berkembang biak dengan bertelur. TEMUAN PENGETAHUAN (CARA ILMIAH DAN NONILMIAH) Untuk dapat memperoleh pengetahuan yang benar pada dasarnya ada dua cara yang dapat ditempuh oleh manusia yaitu dengan cara non ilmiah dan cara ilmiah. Menurut ahli filsafat pengetahuan yang benar pengetahuan yang benar pada mulanya diperoleh melalui cara non ilmiah dibanding dengan cara ilmiah, hal ini disebabkan oleh keterbatasan daya pikir manusia. Cara Penemuan Kebenaran Non Ilmiah, diantaranya adalah: Akal sehat (Common Sence) Akal sehat menurut Counaut adalah serangkaian konsep dan bagan yang memuaskan untuk penggunaan praktis bagi kemanusiaan. Prasangka Dengan akal sehat orang cenderung ke arah perbuatan generalisasi yang terlalu dipaksakan, sehingga hal itu menjadi suatu prasangka. Pendekatan intuisi Dengan intuitif orang memberi penilaian tanpa didahului kesuatu renungan. Pencapaian pengetahuan semacam itu kebenarannya sukar dipercaya. Penemuan kebetuan dan coba-coba Penemuan secara kebetuan dan coba-coba banyak diantaranya sangat berguna. Penemuan secara kebetuan diperoleh tanpa direncana, tidak pasti, serta melalui langkah-langkah yang sistematik dan terkendali. Pendekatan otoritas ilmiah dan pikiran kritis Otoritas ilmiah biasanya dapat diperoleh seseorang yang telah menempuh

pendidikan formal tertinggi, misalnya Doktor atau seseorang yang mempunyai pengalaman profesional atau kerja ilmiah dalam suatu bidang yang cukup banyak (profesor). Pendapat mereka biasanya sering diterima tanpa harus diuji, karena dipandang benar apa yang mereka katakan. Cara Penemuan Kebenaran Ilmiah Dengan pendekatan ilmiah orang berusaha untuk memperoeh kebenaran ilmiah, yaitu pengetahuan benar yang kebenarannya terbuka untuk diuji oleh siapa saja yang menghendaki untuk mengujianya. Tiga tahapan berfikir secara ilmiah : skeptik : cara berfikir ilmiah pertama ini ditandai oleh cara orang di dalam menerima kebenaran informasi atau pengetahuan tidak langsung diterima begitu saja, namun dia berusaha untuk menanyakan fakta-fakta atau bukti-bukti terhadap setiap pernyataan yang diterimanya. analitik : cara berfikir ilmiah kedua ditandai oleh cara orang dalammelakukan setiap kegiatan, ia selalu berusaha menimbang-nimbang setiap permasalahan yang dihadapinya, mana yang relevan, dan mana yang menjadi masalah utama dan sebagainya. kritis : cara berfikir ilmiah ketiga ditandai dengan orang selalu berupaya mengembangkan kemampuan menimbang setiap permasalahan yang dihadapinya secara obyektif. Hal ini dilakukan agar semua data dan pola pikir yang diterapkan dapat selalu logis. BAB III PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA Rachman, Maman, dkk. 2009. Filsafat Ilmu. Semarang : UPT UNNES Press http://id.wikipedia.org/wiki/ilmu (diakses pada tanggal 6 Maret 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/Pengetahuan (diakses pada tanggal 6 Maret 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/Teori (diakses pada tanggal 6 Maret 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotesis (diakses pada tanggal 6 Maret 2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/Generalisasi (diakses pada tanggal 6 Maret 2011)

Beri Nilai