Anda di halaman 1dari 11

4INFEKSI JANTUNG Infeksi dapat terjadi pada organ jantung seperti halnya organ-organ lain,dal hal ini dapat

menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien. Infeksi pada organ jantung dinamakan sesuai bagian yang terlibat,seperti hal dibawah ini: 1. 2. 3. 4. Infeksi pada Pericardium disebut Pericarditis Infeksi pada otot jantung(muscularis) disebut Myocarditis Infeksi pada endocard disebut endocarditis Infeksi pada katup disebut valvulitis

A. PERICARDITIS ANATOMI PERICARDIUM Pericardium terdiri dari 2 lapisan yaitu : a. Lapisan visceral (yang langsung menempel pada jantung b. Lapisan parietal Pericardium menutupi hampir seluruh permukaan jantung,bagian vena sistemik dan pulmional serta bagian proximal pembuluh darah besar.Adanya pericardium bukanlah merupakan bagian esensial dari jantung. Ia berperanan dalam keadaan jantung yang normal. Fungsi pericardium : 1. Mempertahankan bentuk jantung 2. Mencegah pengisian yang berlebihan dari jantung 3. Mencegah friksi antara otot yang sedang berdenyut dengan struktur lain 4. Barier (pertahanan ) dari infeksi TEKANAN PERICARDIUM Pericardium mempunyai tekanan,yang hampir sama dengan tekanan pleura,retarata sekitar 1 sampai 2 mmHg,dalam keadaan inspirasi dapat turun mencapai 5 mmHg. Antara lapisan parietal dan visceral terdapat cairan pelumas berkisar anatara 15-50 ml Pericarditis Angka kejadian infeksi/inflamasi pericardial berkisar antara 5-6 %,menurut pemriksaan dari hasil otopsi bedah mayat. Pericarditis sebagian besar dapar terjadi akibat komplikasi dari infark miokard,infeksi virus,akibat penyakit keganasan,gagal ginjal dan penyakit kolagen ,tuberculosis. Pericarditis disebabkan oleh inflamasi primer atau sekunder dari pericardium parietal atau visceral dan umumnya menyebabkan nyeri dada pada orang dewasa. Penyakit ini seringkali dikaburkan dengan penyakit infark miokardial akut (sindroma koroner akut) Pericarditis secara praktis merupakan hal yang penting mengingat penyakit tersebut dapat menyebabkan :

Pericardial efusi dan tamponade jantung Chest pain (nyeri dada) Merupakan indicator terhdap meluasnya penyakit sistemik Pengobatan pericarditis sangat berbeda dengan myocarditis,karena tergantung dari etiloginya. ETIOLOGI Penyebab pericarditis A. Infeksi 1. Virus 2. Bakteri 3. Tuberkulosis 4. Acquires Immunodeficiensy Syndrome B.Iatorgenik 1. Pasca operasi bedah jantung terbuka 2. Trauma 3. Radiasi C.Gangguan Jaringan Penyambung 1. Rheumatoid atritis 2. SLE(systemic lupus erimatosus) 3. Penyakit sclerosis yang progresif D.Penyebab lain 1. Infark miokard 2. Keganasan 3. Uremia (pada pasien CRF) 4. Obat-obatan 5. Hypotyroid DIAGNOSIS Diagnossi didasarkan pada Nyeri dada pericardial,adanya pericardial friction rub dan terdapatnya perubahan EKG GEJALA Nyeri dada pericardial : Intensitas nyeri dada sedang sampai berat,letaknya retrosternal dan dapat menjalar ke punggung (otot travezius ),leher,bahu dan lengan dan kadangkadang dapat ke abdomen , rasa nyeri seperti ditusuk (rasa tajam),dan bertambah nyeri bila inspirasi,batuk dan berkurang bila posisi duduk tegak. Nyeri dapat hanya beberapa jam sampai beberapa hari. PEMERIKSAAN FISIK Pasien dengan pericarditis umumnya demam dan takikadia Pada pemeriksaan fisik dijumpai adanya pericardial friction rub( tanda khas),bunyi tersebut dapat didengar saat inspirasi dan ekspirasi.

PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. ECG Pada pemeriksaan ECG didpat adanya gambaran ST elevasi hampir disemua lead atau ST depresi dn T inversi sesuai dengan stadium saat diperiksa. 2. Pemeriksaan Laboratorium Terdapat tanda inflamasi seperti leukositosis, LED yang meningkat Enzym jantung seperti CK,CKMB meningkat, C-Reaktif protein meningkat 3. Photo Thorax : mungkin dalam batas normal,tapi dapat terlihat adanya cardiomegali yang disebabkan adanya pericardial effusi 4. Echocardiography : dapat ditemukan adanya pericardial efusi PENATALAKSANAAN 1. Pengobatan pericarditis sesuai dengan etiologi penyebabnya 2. Dapat diberikan obat anti inflamasi nonsteroid bila etiologi tidak diketahui,bila gagal dengan terapi tersebut dapat diberikan golongan steroid 3. Bila penyebab tubekulosis,obat-obat anti TB dapat diberikan 4. Bila terdapat tamponade jantung ,pericardial tapping (perikardiosentesis) harus dilakukan untuk mengeluarkan cairan perikard. 5. Untuk menhilangkan nyeri diberikan aspirin dan obat antiinflamasi (indometasin) 6. Pericardiectomy,dapat dilakukan pada situasi yang lanjut. Delapan puluh persen pasien dengan pericarditis dapat sembuh secara spontan. B. MYOCARDITIS Myocarditis seringkali diikuti dengan pericarditis,penyebab utama adalah virus khususnya enterovirus. Patogenesis tejadinya myocarditis diperkirakan oleh reaksi imunologis,kecuali pada beberapa kasus disebabkan oleh kerja virus secara langsung pada sel otot jantung INSIDEN (ANGKA KEJADIAN) Dari hasil studi pada bedah mayat didapatkan 5-10% dari seluruh pasien yang diotopsi. Pada keadaan adanya wabah virus didapatkan hampir 50% kasus dengan myocarditis. Myocarditis diperkirakan sebagai penyebab kematian pada usia muda,sementara kejadian tertinggi pada laki-laki usia muda. PATOGENESIS Infeksi virus menyebabkan kerusakan pada otot jantung melalui 2 cara,yaitu pertama efek langsung secara citopatogenik, yang kedua melalui reaksi imunologi . Beratnya serangan myocarditis meningkat pada orang orang peminum alcohol,malnutrisi,mendapat obat steroid,hamil dan latihan yang berlebihan. ETIOLOGI 1. Penyakit Chagas,yang disebabkan oleh protozoa Tripanosoma Cruzi 2. Acquuired Immunodeficiency Syndrome

3. Toxoplasma 4. Citomegalovirus

GEJALA Gejala biasanya didahului dengan adanya infeksi di saluran nafas atau gastrointestinalis. Sebelum timbulnya gejala pada jantung 10-14 hari sebelumnya didahului oleh myalgia,fatigue,headache,nyeri punggung dan nyeri sendi. GEJALA PADA JANTUNG Nyeri dada,sesak nafas (dispnoe),debar-debar,rasa mau pingsan (syncope). Keluhan nyeri dada terjadi hampir pada sebagian besar pasien, 50 % pasien mengeluh sesak nafas, hal ini disebabkan nyeri pleuritik, adanya gagal jantung . Batu kering dan rasa mau jatuh atau pingsan akibat takidisritmia atau gangguan hantaran jantung. PEMERIKSAAN FISIK Adanya demam hampir dikeluhkan 80% penderita biasanya terjadi beberapa hari sebelumnya. Sinus takikardia, hipotensi Pada pemeriksaan jantung didaptkan adanya pericardial friction rub pada 50% kasus, terdapat murmur (bising jantung ) berupa kebocoran pada katup mitral dan tricuspid. Gagal jantung terjadi pada 25 % kasus PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratoirum : LED meningkat,leukositosis. Terdapat peningkatan emzim jantung(CK-CKMB) EKG Pada EKG didapat adanya ST elevasi pada hampir semua lead Photo Thorax Cardiomegali yang disebabkan oleh dilatasi atau pericardial efusi. Bisa terlihat adanya pleural efusi ECHOCARDIOGRAPHY Pada Echocardiography dapat dijumpai pericardial efusi,dilatasi ruang-ruang jantung dan terdapat gangguan kontraksi otot jantung. BIOPSI ENDOMIKARDIAL Untuk mengetahui diagnosis pasti biopsy endokardial diperlukan DIAGNOSIS Diagnosis didasarkan atas adanya 2 dari 3 kriteria dibawah ini : 1. Nyeri dada pericardial

2. Pericardial friction rub 3. Peubahan pada EKG Diagnosis Myocarditis dipertimbangkan pada keadaan dibawah ini : 1. Nyeri dada yang tidak jelas penyebabnya 2. Perubahan ECG yang tidak dapat dijelaskan 3. Aritmia yang tak dapat dijelaskan 4. Gagal jantung yang tak dapat dijelaskan sebabnya PENATALAKSANAAN Pasien dengan miokarditis harus dirawat di rumah sakit,dan dilakukan monitor yang ketat terhadap kemungkinan terjadinya gagal jantung,gangguan aritmia,gangguan hantaran dan emboli . Diperlukan bedrest total. Obat-obatan antipiretik (antidemam),antiinflamsi nosteroid,obat analgetik efektif diberikan untuk mengurangi keluhan nyeri dada. Bila terdapat tanda gagal jantung diberikan pengobatan sesuai standar. Obat antiaritmia diberikan bila tedapat gangguan irama jantung. PROGNOSIS Mayoritas pasien dengan myocarditis sembuh sendiri,asimptomatis dan sembuh tanpa residual (gejala sisa). Bila terdapat gagal jantung dan gangguan hantaran prognosis agak buruk. Pada beberapa kasus dapat menyebabkan cardiomyopati. C.DEMAM REUMATIK/PENYAKIT JANTUNG RHEUMATIK PENDAHULUAN Demam rheumatik adalah penyebab terpenting penyakit jantung katup yang didapat ,baik pada anak maupun pada dewasa,terutama dinegara-negara berkembang. Pada negar maju penyakit ini sudah menurun dan sudah jarang dijumpai. DEFINISI Penyakit jantung rheumatik adalah peradangan akut,yang seringkali diawali peradangan pada farings. Sedangkan penyakit jantung rheumatik penyakit yang disebabkan oleh demam rheumatik dengan gejala sisa berupa kelainan pada katup jantung,yang berulang dan khronik. ETIOLOGI Kuman penyebab demam rheumatik adalah streptokokus B hemolitikus Group A. Sedangkan factor predisposisinya adalah kerentanan terhadap daya tahan tubuh terhadap kuman tersebut . Pada umumnya seseorang yang mendrita penyakit demam rheumatik akut kirakira 2 minggu sebelumnya mengalami radang tenggorokan.

Usia anak yang sering mengalami penyakit tersebut adalah antara 6-15 tahun (usia sekolah ). PATOLOGI Kelainan reumatik pada jantung dapat dibagi menjadi 2 tahap yaitu tahao akut dan penyembuhan. KARDITIS REUMATIK AKUT Demam reumatik dapat menyerang semua lapisan jantung. Endokardium yang terkena biasanya lapisan endokard dari katup-katup dan menyebabkan pembengkakan daun katup. Pada tepi daerah pertemuan daun-daun katup terjadi pengumpulan butir-butir endapan yang terdiri dari trombosit dan fibrin(vegetasi). Katup yang sering terkena adalah katup mitral,yang jarang adalah katup aorta,tricuspid dan pulmonal. DIAGNOSIS Untuk mengakkan diagnosis demam rheumatik akut digunakan Kriteria Jones yang terdiri dari criteria mayor dan minor. Kriteria Mayor : 1. Karditis,peradangan pada jantung (miokarditis,endokarditis) 2. Poliartritis Migran (nyeri sendi yang berpindah-pindah,terutama pad sendi sendi besar seperti lutut,pergelangan kaik,tangan,siku. 3. Khorea Syndeham, gerakan yang tidak tekontrol/abnormal,sebagai manifestasi adanya radang pada susunan saraf pusat 4. Eritema marginatum,tanda kemerahan pada batang tubuh dan telapak tangan yang tidak gatal. 5. Nodul subkutan,terletak pada permukaan elstensor sendi terutama siku,ruas jari,lutut,sendi kaki,tidak nyeri dan bebas digerakkan. Krtiteria Minor 1. Mempunyai riwayat demam reumatik/penyakit jantung reumatik 2. atralgia atau nyeri sendi 3. Demam.tidak lebih dari 39 derajat Celsius 4. Leukositosis 5. LED meningkat 6. CRP dan ASTO positip 7. PR interval memanjang 8. Peningkatan denyut jantung saat tidur. Diagnosis ditegakkan bila ada dua criteria mayor dan satu minor,atau dua minor dan satu mayor. PENATALAKSANAAN Tujuan penatalaksanaan medis adalah :

Membeantas infeksi streptokokus Mencegah komplikasi karditis Mengurangi rasa sakit; demam Pemberantasan Kuman streptokokus Diberikan obat penisilin benzatin (long acting) intramuskular BB>30 Kg : 1,2 Juta IU BB<30 Kg : 600.000-900.000 IU Pencegahan Komplikasi Karditis Pemberian Penisilin Benzatin 1 kali sebulan untuk mencegah sekunder. Tirah baring bertujuan untuk mengurangi komplikasi karditis dan mengurangi beban kerja jantung pada saat serangan akut demam reumatik. Mengurangi rasa sakit dan antiradang Pasien diberi analgetik untuk megurangi nyeri sendi. Slisilat diberikan untuk anti radang dengan dosis 100 mg/ KgBB Prednison dengan dosis 2 mg/KgBB dengan penghentian secara tapering off (bertahap,tidak sekaligus). Infektif Endocarditis (IE) Epidemiologi : Insiden di UK 1500 kasus/tahun IE diperkirakan kurang lebih sama dinegara-negara maju dan relatif konstan sejak tahun 1970-1987,yaitu 4,2 per 100.000 populasi per tahun. Simptom seringkali nonspesifik Diagnosis agak sulit ditegakkan Mortalitas tinggi (15%) Peny.Jant.Rheuma masih Tinggi Peny.Jantung Bawaan meningkat Dental Procedure salah satu penyebab terjadinya EI

Definisi IE:

Infeksi mikroba dari permukaan endothelium jantung,termasuk pada katup jantung. Karakteristik ditandai oleh adanya lesi yang disebut vegetasi,suatu masa amorf dengan ukuran bervariasi terdiri dari trombosit dan fibrin dengan mikroorganisme dalam jumlah besar dan sel-sel inflamasi Etiologi (Penyebab) Bakteri Jamur Mikobakteria

Riketsia Klamidia Mikoplasma Flora normal rongga mulut (stapilokokus,streptokokus,bacilus gram negative ) dapat menjadi penyebab EI

Faktor Predisposisi Adanya daerah lapisan endotel jantung yang mengalami kerusakan Adanya bakteremia yang terjadi melalui suatu tindakan/procedure Keadaan yang Memudahkan terjadinya EI: Penyakit Jantung Rheumatik Penyakit Jantung Bawaan Prolaps Katup Mitral Hipertropi septum asimetrik Katup jantung buatan (prostetik) Drug abuser Gambar 1. Mekanisme terjadinya EI pada katup Aorta

Stratifikasi Risiko terhadap terjadinya EI:

High risk lesions

Intermediate lessions

riskLow risk lession ASD

Mixed mitral valveAV fistula disease Rheumatic aortic valve Mural thrombus

Pulmonary Stenosis Mitral regurgitation dueMitral regurgitation inMitral valve to structural diseasepreviously normalprolapse without (e.g.prolapse) valve(eg.due LVsignificant dilatation) regurgitation Prosthetic heart valves Subarotic membrane Permanent pacemaker Aortic coartation HOCM (HypertropicColsed PDA Obstructive Cardiomyopathy) Cyanotic congenitalBicuspid aortic valve heart condition PDA Isolated mitral stenosis VSD

Gejala-Gejala: Gejala tersering pada EI adalah demam,kemudian rasa menggigil,anoreksia,penurunan berat badan,banyak keringat,sedangkan tandatanda yang paling sering terlihat adalah adanya bising jantung (murmur),bising jantung baru,kelainan neurologist dan kejadian emboli. Berikut ini persentasi gejala dan tanda yang sering dijumpai pada pasien EI: Gejala Demam Menggigil Berkeringat Anoreksia Kehilangan BB Dispnoe Batuk Stroke Sakit kepala Persen Tanda 80-85 42-75 25 25-55 25-35 20-40 25 13-20 15-40 Bising jantung Bising jantung baru Kelainan neurologik Kejadian emboli Splenomegali Ptekie Perdarahan sublingual Lesi retina/Roth spot Persen 80-85 10-40 30-40 20-40 15-50 10-40 5-15 4-10

Nause/vomitus Mylagia/atralgia Nyeri perut Kebingungan Komplikasi :

15-20 15-30 5-15 10-20

EI yang tidak diobati hampir selalu berakibat fatal Angka kematian masih tinggi (35%) Mortalitas bergantung : Organisme penyebab,Usia,Kelainan Jantung,Tempat Infeksi,Keterlambatan terapi,Pembedahan kardiovaskular sebelumnya,ketergantungan obat dan penyakit lain penyerta

Pengobatan: Pengobatan dimulai setelah pengambilan kultur Lama pengobatan 4-6 minggu Antibiotik diberikan secara parentral dosis tinggi Bila dengan medikamentosa tidak ada perubahan/respon terapi bedah Pencegahan/Profilaksis Tindakan pencegahan terjainya EI dengan memberikan obat antibiotic profilaksis pada pasien dengan risiko tinggi terjadinya EI Yang sangat direkomendasikan untuk diberikan obat profilaksis : Endocardtis prophylaxis recommended High-risk Category Prosthetic cardiac valves, including bioprosthetic and homograft valves Previous bacterial endocarditis Complex cyanotic congenital heart disease (e.g.single ventricle states, TGA ,Tetralogy of Fallot Surgical constructed systemic-pulmonary shunts or conduits Moderate-risk Category Congenital cardiac malformations other than those listed in high risk and negligible risk categories Acquired valvular dysfunction (e.g.Rheumatic heart disease) Hipertrophic Cardiomyopathy Mitral valve prolaps with mitral regurgitation and /or thickened leaflets
(JAMA 1997;277:1794-801)

Yang tidak perlu diberikan profilaksis: Negligible-risk category (no greater risk than the general population)

Isolated Secundum atrial septal defect (ASD II) Surgical repair of (post op.ASD II),VSD or PDA (without residua beyond 6 mont) Previous coronary bypass graft surgery Mitral valve proplapse without valvular regurgitation Physiologic,functional or innocent heart murmur Previous Kawasaki disease without valvular dysfunction Previous rheumatic fever without valvular dysfunction Cardiac pacemakers and implanted defibrilalators

(JAMA 1997;277:1794-801)

Daftar Pustaka: 1. Peter Mills,Education in Heart,BMJ,London, 2001: Volume : 221-226 2. Grubb NR,Newby DE,Cardiology Pocket Books,2 nd ed,Churchill Livingstone,2006 :171-176 3. Infected Endocarditis,Guidelines on prevention,diagnosis and treatment of infected endocarditis (ESC Pocket Guidelines) European Heart Journal 2004,25(3):267-276