Anda di halaman 1dari 6

ALLAH Memberikan Apa Yang Kita Butuhkan Bukan Apa Yang Kita Inginkan

karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS : 93 : 5-6)

Kyai sepuh (KH. Irfan Hilmi) pernah memberikan nasihat kepada kami para santrinya, bahwa dalam mengkabulkan doa hamba-Nya yang saleh dan dicintai-Nya, Allah akan memberikan apa yang dibutuhkan olehnya, bukan apa yang diinginkannya. Masih kata kyai sepuh, Allah mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan manusia, sedangkan manusia hanya memiiki segudang keinginan tanpa tahu pasti apa sebenarnya yang dibutuhkan olehnya dalam hidup di dunia.

Oleh karena itu, apapun bentuk jawaban Allah terhadap doa-doa yang kita mohonkan kepada-Nya, selayaknya disyukuri dan diiringi prasangka baik terhadap-Nya. Sekali lagi, jika Allah tidak mengkabulkan doa persis seperti apa yang kita minta minta, hal tersebut bukan berarti Allah tidak menjawabnya. Allah menjawab setiap doa, namun dalam jawaban yang bentuknya lain.

Sebagai bahan perenungan, ada baiknya kita menyimak kisah di bawah ini. *halah*

Diriwayatkan bahwa nabi Musa AS memiliki ummat yang rata-rata berumur panjang dan jumlah ummatnya sangat banyak. Sebagaimana layaknya sebuah bangsa, di antara ummat nabi Musa as. ada yang hidupnya berkecukupan, bahkan lebih, ada pula yang miskin.

Pada suatu ketika Nabi Musa didatangi oleh seseorang yang miskin. Saking begitu miskinnya, ia mengenakan pakain yang lusuh dan compang-camping. Si miskin itu kemudian berkata kepada Nabi Musa AS, Wahai Nabiyullah Musa, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya.

Nabi Musa AS tersenyum mendengar permintaan si miskin, kemudian berkata kepada orang tersebut, saudaraku, perbanyaklah bersyukur kepada Allah SWT. Si miskin tentu saja terkejut dengan jawaban Nabi Musa yang pendek itu. Dengan kesal ia berkata, Bagaimana aku bisa banyak bersyukur, sedangkan untuk sekedar makan saja aku kesulitan, pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Beberapa saat kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa AS. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa AS, Wahai Nabiyullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar aku dijadikannya sebagai orang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu.

Nabi Musa AS pun tersenyum, lalu ia berkata, wahai saudaraku, mulai saat ini engkau jangan bersyukur kepada Allah SWT.

Wahai Nabiyullah Musa, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. Telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah SWT telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan. Jadi bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya jawab si kaya itu.

Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya. Selanjutnya apa yang terjadi? Yang kemudian terjadi adalah si kaya menjadi semakin kaya karena ditambahkan kenikmatannya oleh Allah SWT karena ia selalu bersyukur. Sedangkan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah SWT mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua karena ia tidak mau bersyukur kepada Allah SWT.

Hikmah dari kisah ini adalah, seseorang yang mampu mensyukuri setiap nikmat yang telah Allah berikan kepada dirinya akan menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat menikmati hidup. Sebaliknya, seseorang yang tidak mau bersyukur sama halnya dengan orang yang telah menjerumuskan dirinya kepada keadaan yang serba sulit dan menutup pintu rahmat Allah, lebih dari itu orang yang tidak pandai bersyukur akan menjadi orang yang sulit menikmati hidup, sekaya atau semiskin apapun hidupnya. Bagaimanapun harus kita camkan dalam hati bahwa keikhlasan merupakan prasyarat agar dapat mensyukuri nikmat. Jika seseorang menunjukkan rasa syukurnya tanpa berpaling dengan ikhlas kepada Allah dan tanpa menghayati rahmat dan kasih sayang Allah yang tiada batas, tetapi rasa syukurnya itu hanya untuk menarik perhatian orang, tentu saja ini merupakan ketidakikhlasan yang parah. Allah mengetahui apa yang tersimpan dalam hati dan mengetahui ketidakikhlasannya tersebut. Orang-orang yang memiliki niat yang tidak ikhlas bisa saja menyembunyikan apa yang tersimpan dalam hati dari orang lain. Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya dari Allah. Orang-orang seperti itu bisa saja mensyukuri nikmat ketika tidak menghadapi penderitaan. Tetapi pada saat-saat berada dalam kesulitan, mungkin mereka akan mengingkari nikmat. Perlu diperhatikan, bahwa orang-orang mukmin sejati tetap bersyukur kepada Allah sekalipun mereka berada dalam keadaan yang sangat sulit. Seseorang yang melihat dari luar mungkin melihat berkurangnya nikmat pada diri orang-orang yang beriman. Padahal, orang-orang beriman yang mampu melihat sisi-sisi kebaikan dalam setiap peristiwa dan keadaan juga mampu melihat kebaikan dalam penderitaan tersebut. Misalnya, Allah menyatakan bahwa Dia akan menguji manusia dengan rasa takut, lapar, kehilangan harta dan jiwa. Dalam keadaan seperti itu, orang-orang beriman tetap bergembira dan merasa bersyukur, mereka berharap bahwa Allah akan memberi pahala kepada mereka berupa surga sebagai pahala atas sikap mereka yang tetap istiqamah dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka mengetahui bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kekuatannya. Sikap istiqamah dan tawakal yang mereka jalani dalam menghadapi penderitaan tersebut akan membuahkan sifat sabar dan syukur dalam diri mereka. Dengan demikian, ciri-ciri orang yang beriman adalah tetap menunjukkan ketaatan dan bertawakal kepada-Nya, dan Allah berjanji akan menambah nikmat kepada hamba-hamba-Nya yang mensyukuri nikmat-Nya, baik di dunia ini maupun di akhirat kelak.

Allah Memberi Apa yang Kita Butuhkan, Bukan

Apa yang kita Inginkan

Ketika aku minta pada Allah setangkai bunga segar,, Ia memberi aku

kaktus yang penuh duri...

Aku minta pada-Nya bintang mungil nan cantik,, Ia beri aku ulat bulu...

Aku sempat sedih,, protes,, dan kecewa...

Batapa tidak adilnya ini...

Namun kemudian...

Kaktus itu berbunga,,

indaaahh sekalii...

Dan ulat tadi pun tumbuh,,

dan berubah menjadi kupu-kupu

yang teramat cantik...

Itulah jalan Allah,, "indah pada waktunya..."

Allah tidak memberi apa yang kita harapkan,, tapi Ia memberi apa yang

kita perlukan...

Kadang kita sedih,, kecewa ,, dan terluka...

Tapi jauh di atas segalanya,, Ia sedang merajut yang terbaik untuk

kehidupan kita... ^_^ Bila kehidupan ini dipandang dari sisi sulitnya, maka sesungguhnya kita tak kan pernah menemukan kemudahankemudahan, namun jika kita dapat memaknai kehidupan ini secara proporsional, maka sesungguhnya Tuhan itu telah menganugrahi kita sebuah nikmat yang luar biasa.

Tuhan tak pernah salah dalam memberi. Kita meminta apa yang kita inginkan, Dia memberi apa yang kita butuhkan. Kita meminta kekuatan, maka tuhan memberi kita kesulitan agar menjadi tegar. Kita meminta kebijaksanaan, maka Tuhan memberi kita masalah untuk diselesaikan. Kita meminta kekayaan, maka Tuhan memberi kita tenaga dan pikiran untuk bekerja. Ketika Ketika Ketika Ketika Ketika TUHAN Ketika Ketika Ketika TUHAN memberi kita kesempatan Tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita inginkan melainkan Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan so Tuhan selalu positif Maha thinking Tau tentang apa apa yang yang terjadi terbaik dalam buat hidup kita.. kita memberikan kita kita kita kita kita kita otak dan kita kita meminta meminta meminta kekuatan meminta meminta meminta untuk meminta meminta beberapa Kekuatan Kesuksesan kelebihan kebijaksanaan kemakmuran bekerja. Keberanian Cinta pertolongan

TUHAN memberi kita ujian untuk kita hadapi agar membuat kita semakin kuat. TUHAN memberi kita kegagalan agar kita mampu belajar u/ sukses. TUHAN memberi kita kekurangan agar kita memahami arti kelebihan TUHAN memberikan kita masalah2 yg harus kita pecahkan.

TUHAN memberi kita rintangan2 untuk kita hadapi agar kita lebih berani. TUHAN memberikan orang2 yg dalam kesulitan untuk kita bantu.

Tetap semangat menjalani proses hidup.

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "Ya ALLAH SWT ambilah kesombongan dariku" dan ALLAH SWT berkata : "tidak, bukan AKU yg mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "ya ALLAH SWT sempurnakanlah kekurangan anak ku yang cacat." dan ALLAH SWT berkata : "tidak, jiwannya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "ya ALLAH SWT berilah aku kesabaran." dan ALLAH SWT berkata : "tidak, kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan, tidak diberikan. Kau harus meraihnya sendiri."

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "ya ALLAH SWT berilah aku kebahagiaan." dan ALLAH SWT berkata : "tidak, Ku beri keberkahan. Kebahagiaan tergantung padamu sendiri untuk menghargai keberkahan itu."

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "ya ALLAH SWT jauhkanlah aku dari kesusahan." dan ALLAH SWT berkata : "tidak, penderitaan manjauhkan mu dari jerat duniawi dan mendekatkan mu pada KU."

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "ya ALLAH beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat." dan ALLAH SWT berkata : "tidak, AKU berikan kau kehidupan agar kau menikmati segala hal."

>> Ketika manusia berdo'a kepada Allah SWT : "ya ALLAH bantu aku mencintai orang lain, sebesar cinta MU padaku sebagai hamba ciptaan MU." dan ALLAH SWT berkata : "akhirnya kau mengerti...! >> bahwa ALLAH SWT maha mengetahui apa yang kita butuhkan... ALLAH SWT sangat mencintai kita, melebihi cinta kita pada diri sendiri, karena boleh jadi yang kita inginkan justru membawa keburukan dan kemudharatan bagi kita dan keluarga...

>> dan jika ALLAH SWT mengambil yang kita anggap milik kita (padahal hanya titipan), ...jangan tanya "mengapa harus saya ?" karena sesungguhnya ALLAH SWT sudah menyiapkan penggantinya yang jauh lebih baik, asal kita sabar, yakin, percaya dan ikhlas. Dan juga harus selalu berbaik sangka atas segala ketentuan-NYA.

buku La-Tahzan (buku favoritku) mengatakan, jangan membenci hal yang tidak kita sukai, karena mungkin saja hal yang tidak kita sukai malah membawa kebaikan untuk kita di kemudian hari, Allah memberikan apa yang kita butuhkan wahai sahabatku. Allah bersama kita, orang" yang sabar. Insya Allah. Al Wahhaab (Maha Pemberi) by Situs Komunitas Muslim on Thursday, November 10, 2011 at 3:48pm Allah memberi karunia kepada semua makhluk yang Dia kehendaki. Allah memberi tanpa pamrih atau mengharap imbalan. Allah memberi kepada semua makhluk tanpa diminta dan tanpa merasa bosan, kapan pun dan dimana pun makhluk berada. Dia terus memberi dan memberi karena Allah memang Maha Pemberi. Allah selalu memberikan yang terbaik bagi semua makhluk-Nya.

Mereka berdoa, "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." [Q.S. Ali Imran: 8]

Meneladani sifat Al Wahhaab:

1. Suka memberikan sesuatu kepada orang lain. 2. Memberi sesuatu dengan ikhlas. 3. Memberi kepada orang lain tanpa diminta atau disuruh. 4. Hendaknya kita terus menerus memberi sesuatu kepada orang lain sekuat tenaga.

Kesimpulan:

Allah Maha Pemberi kepada semua makhluk-Nya. Allah akan tetap memberi apapun yang dibutuhkan makhluk-Nya. Suatu hari seorang suami mengeluh karena merasa istrinya kurang cantik dibandingkan istri temannya, lalu dia meminta sang istri mengoperasi beberapa bagian tubuhnya agar terlihat lebih cantik. Setelah menjalani operasi, sang istri memang terlihat lebih cantik dan seksi, namun sang suami kembali resah karena dengan kecantikan dan keseksian istrinya, banyak sekali lelaki yang tergoda dan mengganggu sang istri dan akhirnya menjadi rebutan banyak orang. Sang suami sangat cemburu akan hal itu dan sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi.

Karena dia lupa, bahwa Allah SWT akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta Suatu hari seorang suami mengeluh karena merasa istrinya kurang cantik dibandingkan istri temannya, lalu dia meminta sang istri mengoperasi beberapa bagian tubuhnya agar terlihat lebih cantik. Setelah menjalani operasi, sang istri memang terlihat lebih cantik dan seksi, namun sang suami kembali resah karena dengan kecantikan dan keseksian istrinya, banyak sekali lelaki yang tergoda dan mengganggu sang istri dan akhirnya menjadi rebutan banyak orang. Sang suami sangat cemburu akan hal itu dan sangat menyesal dengan apa yang telah terjadi.

Karena dia lupa, bahwa Allah SWT akan memberikan yang kita butuhkan , bukan yang kita pinta Begitu banyak permintaan kita yang menyalahi hukumNya, menyalahi jalan kebaikanNya, menganggap diri paling tahu apa yang terbaik untuk kita padahal DIA-lah Yang Maha Mengetahui segalanya. Ingatlah bahwa "Rahmat, berkah, nikmat, kesuksesan, bila sudah tiba waktunya menjadi milik kita pasti akan datang juga pada kita."

Jika dia menginginkan kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya" (QS.Yunus :107)