Anda di halaman 1dari 6

TUGAS MATA KULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN

MACAM-MACAM MAZHAB EKONOMI

Disusun oleh : Puspaniar 093341037 Akuntansi Semester III

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI LATANSA MASHIRO 2010

EKONOMI PEMBANGUNAN A. Mazhab Historismus 1. Definisi Pola pendekatan pembangunan ekonomi yg berpangkal pada perspektif sejarah. Bersifat induktif empiris. Fenomena ekonomi : Perkembangan Menyeluruh dan tahap tertentu dalam sejarah. Dimulai di Jerman abad XIX s/d awal abad XX. Hal ini mencerminkan rasa nasionalisme ekonomi bangsa Jerman. Menurut mereka fenomena ekonomi adalah produk perkembangan menyeluruh dan dalam tahap tertentu dalam perjalanan sejarah. Mereka menolak perdagangan bebas.

2. Tokoh Mazhab ini : a. Friedrich List (Th.1840) Pelopor Historismus : Eksponen Nasionalisme Ekonomi Bahwa Tahap Perkembangan Ekonomi yaitu dengan cara produksi : 1) Tahap Primitip 2) Tahap Beternak 3) Tahap Pertanian 4) Industri Pengolahan (Manufacturing) 5) Pertanian, Industri Pengolahan & Perdagangan b. Bruno Hildebrand (Th. 1848) Terjadi Evolusi dalam masyarakat Kritik terhadap List : Bahwa Pembangunan Ekonomi bukan dilihat dari cara produksi / cara konsumsi. Tetapi cara distribusi, yaitu : 1) Perekonomian Barter (Natura) 2) Perekonomian Uang 3) Perekonomian Kredit Kelemahan Teori Bruno : 1) Tidak jelas proses perkembangan dari tahap tertentu ke tahap berikutnya 2) Tidak memberi sumbangan yang berarti terhadap peralatan analitis di bidang ilmu ekonomi. c. Gustav von Schmoller (1839-1917), d. Werner Sombart (1863-1941). e. Karl Bucher f. Walt Whitman Rostow (WW. Rostow) B. Mazhab Klasik 1. Definisi Pangkal tolak dalam teori mazhab Klasik ialah bahwa kebutuhan manusia akan terpenuhi dengan cara yang paling baik bilamana sumber-sumber daya produksi digunakan secara efisien. Selain itu bila hasil produksi berupa barang dan jasa dijual di pasaran melalui persaingan yang bebas. Salah satu cirri pokok dalam pemikiran ekonomi mazhab Klasik ialah persepsi dan konsep pengertian tentang mekanisme ekonomi dlaam suatu masyarakat yang sudah modern. Dalam kerangka pemikirannya, terungkapkan asas-asas dan kekuatankekuatan yang mendasari tata susunan ekonomi kapitalis. 2. Pelopor Mazhab Klasik : Ada beberapa tokoh pemikir dalam mazhab ini yang perlu kita ketahui pandangannya tentang kegiatan ekonomi. Masing-masing dari mereka diuraikan sebagai berikut. a. Adam Smith

Adam Smith-lah tokoh sentral dalam mazhab ini. Pemikiran-pemikiran tentang masalah-masalah ekonomi dituangkannya dalam karyanya yang berjudul "An Inquiry into the Nautre and Causes of the Wealth of Nations". Dasar falsafah adalah bahwa tata susunan masyarakat agar didasarkan atas hukum alam yang secara wajar berlaku dalam dunia nyata. Perlu pembagian bidang kegiatan dan spesialisasi. Kebebasan individu dan kemandiriannya akan membawa keserasian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Laissezfair, laissez passer.. b. Jean Baptist Say (1767-1832) Penyusun sistematik dan kodifikasi pemikiran Adam Smith. Hukum Say : "theories des debouchees", dalam keadaan ekuilibrium produksi cenderung menciptakan permintaannya akan hasiul produksi yang bersangkutan. c. David Ricardo (1772-1832) Teori nilai bersumber pada biaya tenaga kerja. Hukum besi tentang tingkat upah. Sewa tanah dikaitkan dengan hokum imbalan jasa yang semakin menurun. Teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan komparatif dan biaya komparatif. d. Thomas Robert Malthus (1766-1834) Terkenal dengan teori penduduknya yang berbunyi: penduduk dunia bertambah dengan lebih cepat disbanding dengan kemampuannya untuk mempertahankan tingkat hidupnya. Teori lainnya tentang ketidakmampuan berkonsumsi secara wajar (theory of underconsumption). C. Mazhab Neo-Klasik (I) 1. Definisi Mazhab ini memfokuskan diri pada konsep Marginalisme dan Perilaku Konsumen. Ada beberapa tokoh yang berperan dalam mazhab ini seperti : 2. Pelopor Mazhab Neo-Klasik (I) a. Herman Heinrich Gossen (1810-1858 yang memiliki hukum Gossen I yaitu faedah marginal suatu barang akan semakin menurun dengan semakin banyak terpenuhinya kebutuhan akan barang itu. Hukum Gossen II adalah sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara nisbi terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan hampir tiada batasnya. b. Eugen von Bohm-Bawerk (1851-1914) yaitu pakar ekonomi aliran Austria. Mengemukakan teori komprehensif yang berpangkal pada konsep faedah marginal. Dia juga memperhatikan peranan modal dan bunga, nilai guna dan nilai tukar, teori agio tentang bunga, nilai dan harga dan teori distribusi pendapatan. c. Alfred Marshall (1842-1924) yaitu pakar ekonomi aliran Cambridge University, Inggris. Mengemukan teori natura non facit saltum, consumers behaviour, teori

disutility tentang upah, teori waiting tentang bunga, nilai subyektif dan obyektif, general relations of supply and demand, konsep elastisitas dan konsep ekuilibrium parsial. d. J.R Hicks (1904-) merupakan pakar ekonomi dari Oxford University, Inggris yang mengkaji ulang teori Marshall tentang perilaku konsumen menjadi teori ekuilibrium umum. Menjelaskan dampak substitusi dan elastisitas pada ekspektasi. e. Irving Fisher (1867-1947) merupakan pakar ekonomi dari Yale University, Amerika Serikat. Dialah yang menciptakan konsep angka indeks sebagai alat analisis, teori kuantitas uang dan harga dan teori bunga. Dia juga mengembangkan ekonometrika. f. Leon Walras (1834-1910) adalah pendiri Sekolah Lausanne Swiss. Terkenal sebagai pelopor pengembangan ekonomi matematika dan pencipta analisis komprehensif mengenai sistem ekuilibrium umum. g. Vilfredo Pareto (1848 1923) adalah pakar ekonomi di Sekolah Lausanne dan penerus aliran matematika Walras. Terkenal dengan konsep Paretos Law dalam distribusi pendapatan. D. Mazhab Neo-Klasik (II) 1. Definisi Menekankan pada persoalan persaingan monopolistik dan pasar persaingan tidak sempurna. 2. Tokoh-tokoh di balik mazhab ini adalah : a. Piero Sraffa (1898-1983), b. Joan V. Robinson (1903 1983), c. Edward H. Chamberlin (1899-1967). Mereka melakukan pemeriksaan ulang tentang ekilibrium pasar. Struktur pasar menurut mereka adalah persaingan, monopoli atau monopsoni dan oligopoli atau oligopsoni. Mereka juga lebih banyak berbicara "welfare economics". E. Mazhab Keynes dan Neo Keynes 1. Definisi John Maynard Keynes (1883-1946) merupakan pakar yang paling menonjol di abad XX. Dia melakukan pembaharuan dan perumusan ulang terhadap doktrin pelajaran mazhab Klasik dan Neo-Klasik Dia menolak hukum Say dan menawarkan pendekatan makroagregatif. Perekonomian perlu ada campur tangan pemerintah.

Pemerintah mengendalikan ekonomi dengan kebijakan budgeter (Fiskal). Ada tiga faktor pokok dalam pemikiran Keynes yaitu:1) hasrat konsumsi, 2) tingkat bunga dan 3) efisiensi marginal dari investasi. Pemikiran-pemikiran tersebut dituangkan dalam karyanya yang berjudul "The General Theory of Employment, Interest and Money" (1936). 2. Tokoh-tokoh di balik mazhab ini adalah : a. Alvin H. Hansen (1877-1975) adalah seorang pakar ekonomi di Harvard University. Dia yang melakukan penyusunan sistematika kerangka analisis bagi pikiran-pikiran dasar Keynes. b. Paul Samuelson (1915-) adalah pakar ekonomi dari MIT dan pemenang hadiah nobel. Dia melakukan kodifikasi sistem pemikiran Keynes. Dia juga yang mengemukakan pengaruh timbal balik antara multiplier dan accelerator. c. Simon Kuznets (1901-1985) adalah pakar ekonomi dari Columbia University, Amerika Serikat dan alumni National Bureau of Economic Research. Dia yang melakukan penyusunan sistem perhitungan pendapatan nasional, memperkenalkan time series analysis dan yang mengemukakan teori pertumbuhan struktural. d. Wassily Leontief (1906) adalah pakar ekonomi dari Harvard University yang memperkenalkan model Input-Output yaitu suatu analisis tentang kegiatan antarsektoral dalam tata susunan ekonomi. F. Aliran Monetaris dan Ekspektasi Rasional 1. Definisi Pemikiran mereka kontra-revolusi terhadap mazhab Keynes. Moneterisme Friedman bersumber pada pemikiran dasar Irving Fisher perihal teori kuantitas uang dan harga. Perekonomian harus dikendalikan dengan kebijakan moneter. 2. Definisi Sementara aliran ekspektasi rasional merupakan aliran moneteris generasi baru. Menurut mereka pelaku-pelaku ekonomi dianggap bersifat rasional dalam pilihan keputusan ekonomi. Keputusan itu dipengaruhi oleh persepsi pelaku ekonomi tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. 3. Tokoh yang terkenal dalam mazhab ini adalah : a. Milton Friedman (1912-..). yang merupakan pakar ekonomi dari Chicago University dan Hoover Institute, b. Robert Lucas juga dari Chicago University dan c. Thomas Sargent dari Hoover Institute.

G. Institusionalisme 1. Definisi dan Pelopor Mazhab Institusionalisme dipengaruhi pemikiran Thorstein Veblen (18571929). Dia merupakan ilmuwan besar dari Amerika Serikat yang berpijak pada jalur pemikiran establishment yang konvensional. Pemikirannya mengandung sifat kritik sosial pada zamannya, tetapi tidak membawa hal-hal baru dalam peralatan analisis teoritis. H. Marxisme 1. Definisi Dengan gagasan gagasan yang dipancarkan oleh Marx-Engels, pemikiran tentang sosialisme dan gerakan sosialis lazim dianggap masuk dalam tahap Sosialisme ilmiah (der wissenschaftfliche Sozialiasmus). Gagasan-gagasan yang dimaksud bersumber pada dasar ilmu pengetahuan dan penelitian secara ilmiah. Dasar falsafah dalam ajaran Marx-Engels adalah materialistik dialektik. Alur pemikiran tentang materialisme berawal dari kalangan pemikir falsafah Perancis dalam abad XVIII (Ludwig Feuerbach). Dalam tafsiran Marx-Engels keberadaan dunia nyata dan kelangsungannya adalah terlepas sama sekali dari perasaan dan pikiran manusia di bidang intelektual, spiritual dan agama. Kehidupan manusia adalah produk suatu evolusi alamiah. Dialektika berpangkal pada doktrin bahwa dalam realitas keadaan selalu terkandung kontradiksi. Kontradiksi sebagai kata kunci gerak perubahan dalam perkembangan keadaan. Konsep dialektika berawal dari pemikiran Hegel, filsuf berbangsa Jerman. Metodelogi Hegel mengenai konflik dalam dunia pemikiran berkisar pada tesis-antitesis-tesis. 2. Pelopor Mazhab Marxisme : a. Karl Marx (1818-1883) dan b. Friedrich Engels (1820-1895). DAFTAR PUSTAKA Deliarnov. 2003. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta. Djojohadikusumo, Sumitro. 1991. Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.