Anda di halaman 1dari 4

BAB VIII.

DIMENSI TIGA
3. Limas Macam-macam Bangun Ruang : 1. Kubus :

Kubus ABCD. EFGH di atas mempunyai rusuk-rusuk yang panjangnya a. Panjang diagonal bidang (AH) = a 2 Panjang diagonal ruang (BH) = a 3 Volume Kubus = a 3 Luas Kubus = 6 a 2

1 luas alas x tinggi 3 Luas limas = luas alas + luas bidang sisi tegak
Volume Limas =

4. Kerucut

2. Balok:

Kerucut di atas mempunyai panjang jari-jari alas r, tinggi t dan panjang garis pelukis s.
Balok ABCD.EFGH di atas mempunyai panjang p, lebar l dan tinggi t. Volume Balok = p x l x t Luas Balok = 2 ( p.l + l . t + p. t )

hubungan ketiganya dirumuskan sbb: s2 = r2 + t2 Volume Kerucut =

1 2 r t 3

Luas Kerucut = r 2 + r s

www.belajar-matematika.com - 1

5. Bola 3.Bidang D C

Daerah dan Bidang:

Bola di atas mempunyai jari-jari r (diameter = Volume Bola = Luas Bola 4 r3 3 = 4 r2

1 r) 2

Daerah : mempunyai luas tertentu Bidang : mempunyai luas tak terbatas , untuk menggambarkan bidang hanya sebagian saja sebagai perwakilan Daerah ABC daerah ABCD Bidang ABC = bidang ABCD

Pengertian titik, garis dan bidang

1. Titik Titik tidak mempunyai ukuran yang berarti tidak mempunyai panjang, lebar atau tinggi sehingga titik dikatakan berdimensi nol. Titik ditandai dengan tanda noktah.
A B Jarak, Proyeksi dan Sudut

Jarak 1. Jarak antara dua titik


A B

2. Garis

Jarak antara titik A dan B = panjang ruas garis AB R 2. Jarak antara titik dan garis A

Perbedaan ruas garis dan garis:

Ruas garis PQ mempunyai panjang tertentu yaitu sebesar jarak antara titik P dan titik Q Garis mempunyai panjang tak hingga, garis tidak mungkin digambar secara keseluruhan atau yang dapat igambar hanya sebagian saja (yang tergambar masih bisa diperpanjang. Ruas garis PQ ruas garis QR garis PQ = garis QR karena bila diperpanjang akan mewakili garis yang sama

Jarak antara titk A dan garis g = panjang ruas garis AB (AB tegak lurus garis g)

www.belajar-matematika.com - 2

3. Jarak antara titik dan bidang 6. Jarak antara garis dan bidang yang sejajar

Jarak antara titik A dan bidang = panjang ruas garis AB ( AB tegak lurus bidang ) 4. Jarak antara dua garis sejajar

garis g sejajar dengan bidang jarak antara garis g dengan bidang = panjang ruas garis AB (AB tegak lurus bidang dan garis g) 7. Jarak antara dua bidang yang sejajar

garis g sejajar garis h jarak garis g dan garis h = panjang ruas garis AB (AB tegak lurus garis g dan h) 5. Jarak antara dua garis bersilangan

Bidang sejajar dengan bidang Jarak kedua bidang = panjang ruas garis AB (AB tegak lurus dengan kedua bidang)

Proyeksi :

garis g bersilangan dengan garis h 1. Proyeksi titik pada garis jarak garis g dan h = panjang ruas garis AB (AB tegak lurus garis g dan h) sama dengan point 3 di atas

Titik B adalah proyeksi titik A pada garis g (AB tegak lurus garis g)

www.belajar-matematika.com - 3

2. Proyeksi titik pada bidang


Sudut

1. Sudut antar dua garis yang bersilangan

Titik B adalah proyeksi titi A pada bidang (AB tegak lurus dengan bidang ) 3. Proyeksi garis pada bidang a. Garis g menembus bidang garis g dan h bersilangan g // g dan h // h
(g,h) = (g ' ,h ' ) = (g, h ' ) = ( g ' ,h)

2. Sudut antara garis dan bidang

garis BA menembus bidang di titik A titik B adalah proyeksi titik B pada bidang proyeksi garis BA pada bidang adalah = ruas garis AB b. garis g sejajar dengan bidang
(BA, bidang ) = (BA,AB)

3. Sudut antara dua bidang

Titik A dan B terletak pada garis g titk A dan B merupakan proyeksi titik A dan B pada bidang Ruas garis AB adalah proyeksi garis g pada bidang

( , ) adalah garis potong antara bidang dan bidang . AB dan BC tegak lurus ( , ) Sudut antara bidang dan :
(AB,BC) = ABC

www.belajar-matematika.com - 4