P. 1
IMPLIKASI REFORMASI BIROKRASI

IMPLIKASI REFORMASI BIROKRASI

|Views: 29|Likes:
Dipublikasikan oleh isra_secrets12

More info:

Published by: isra_secrets12 on May 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2013

pdf

text

original

IMPLIKASI REFORMASI BIROKRASI DI KEMENTERIAN/LEMBAGA DAN PEMDA FOKUS : IMPLEMENTASI OTONOMI DAERAH

Disusun Oleh :

Hardijanto

Disampaikan pada Workshop Percepatan Pelaksanaan Reformasi di Daerah Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI Jakarta, 6 Oktober 2011. 11 5/13/12 Hardijanto-Implikasi

FUNGSI KONSTITUSI
Penataan sistem pemerintahan secara nasional. Mengatur dan mengendalikan antara Pemerintah Nasional dan Pemerintahan Daerah. Merumuskan dan menjaga kebebasan perorangan (personal liberty). Menjaga atau mempersiapkan pemerintahan untuk senantiasan menjaga kelangsungan negara (JS. Williams) Click to edit Master subtitle style

1. 2.

3.
4.

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

22

TUJUAN KONSTITUSI
1. 2.

3.

4.

Memberdayakan Negara Memantapkan Nilai-nilai Bangsa serta Sasaran Nasional ( Nilai-nilai politik, idealisme, dan sasaran bernegara) Menjaga stabilitas pemerintahan (distribusi tugastugas kekuasaaan dan fungsi antar Lembagalembaga Negara, memberi pedoman kegiatan dalam Click to edit Master subtitle style bernegara dan pemerintahan) Melindungi kepentingan rakyat.

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

33

PERSPEKTIF KETERKAITAN BIROKRASI

PLATFORM POLITIK
KEPUTUSAN POLITIK KEKUASAAN KEDAULATAN RAKYAT WAKIL RAKYAT, PRES/WP PEMILU PARTA I

PLATFORM YUDIKATIF, PEMERINTAHAN LEGISLATIF,
EKSEKUTIF HUKUM/ KEBIJAKAN PUBLIK
KOMITMEN DPR INTERNAL CONTROL

PLATFORM KEMASYARAKATAN
JUDICIAL REVIEW

RULES & OPERATION PEMERINTAH RULES & OPERATION PEMERINTAH DAERAH SDM INSTITUSI STRUKTUR LAINNYA

MASYARAKAT & KETERLIBATANNYA

CIVIL SERVICE REFORM

RAKYAT

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

44

PERAN POLITISI SEBAGAI PIMPINAN BIROKRASI

When the politics end, administratives begin

Click to edit Master subtitle style

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

55

POSISI BIROKRASI TERHADAP KEPUTUSAN POLITIK

Birokrasi tidak mempunyai independensi untuk pengambilan keputusan politik, namun birokrasi yang profesional akan mempunyai pengaruh dan mewarnai keputusan politik. Click to edit Master subtitle style

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

66

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Organisasi  Organisasi Pemerintahan belum tepat fungsi dan tepat ukuran Peraturan Perundang-undangan  Beberapa peraturan perundang-undangan di bidang aparatur negara masih ada yang tumpang tindih. SDM Aparatur  Masalah utama SDM Aparatur adalah alokasi dalam hal kuantitas, kualitas dan distribusi territorial daerah tidak seimbang, serta tingkat produktivitas masih rendah. Kewenangan  Masih ada praktek penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam proses penyelenggaraan pemerintaha dan belum mantapnya akuntabilitas kinerja pemerintah. Click to edit Master subtitle piblik Pelayanan Publik  Pelayananstyle belum dapat mengakomodasi kepentingan seluruh lapiasan masyarakat dan belum memenuhi dasar warganegara/penduduk. Pola pikir (mind set) dan Budaya Kerja (cultural set)  Pola pikir (mind set) dan budaya kerja (cultural set) birokrat belum sepenuhnya mendukung birokrasi efisien, efektif, produktif dan profesional.

GRAND DESIGN REFORMASI BIROKRASI

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

77

IDENTIFIKASI QUICK WINS

ORGAWA RE

HUMANWA RE

Click to edit Master subtitle style SUMBER DAYA LAIN

5/13/12

Fokus : Otonomi Daerah Hardijanto-Implikasi

88

DAMPAK QUICK WINS TERHADAP KETERKAITAN SDM , ORGANISASI SERTA KOMPONEN LAIN
Kemampuan inovasi Kemampuan meningkatkan Kemampuam mengadaptasi Kemampuan reproduksi Kemampuan memperbaiki Kemampuan mengeset Kemampuan operasional Humanware Fasilitas terintegrasi Mesin berkomputer Mesin otomatis Mesin khusus Mesin serbaguna Perangkat digerakkan mesin Peralatan manual Technoware

Orgaware Keterkaitan individual Keterkaitan kolektif Keterkaitan bidang Keterkaitan Organisasi Keterkaitan Daerah Keterkaitan nasional Keterkaitan global

Infoware Terbiasa dengan fakta-fakta Menjelaskan fakta-fakta Menspesifikasi fakta-fakta Menggunakan fakta-fakta Memahami fakta-fakta Menggeneralisasi fakta-fakta Menilai fakta-fakta

5/13/12 Teknologi ITB.

Catatan: Adaptasi Konsep

Hardijanto-Implikasi

99

PERKUATAN ORGANISASI PEMDA

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

1010

KONDISI SAAT INI
1.

DASAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN a. Negara Kesatuan RI dibagi atas daerah propinsi dan daerah propinsi itu dibagi atas Kabupaten dan Kota yang tiap Propinsi, Kabupaten dan Kota mempunyai Pemerintah Daerah yang diatur dengan Undang-Undang. (UUD 45) b. Gubernur karena jabatannya berkedudukan sebagai Wakil Pemerintah di wilayah popinsi yang bersangkutan (UU32 pasal 37. c. Tugas dan Wewenang Gubernur : - Pembina dan pengawas penyelenggaraan pemerintah kabupaten/kota Koordinator penyelenggara urusan pemerintah di daerah propinsi Click to edit Master subtitle style dan kabupaten/kota Koordinator pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan tugas pembantuan di daerah propinsi dan kabupaten /kota.. d. Disusun kriteria besaran dan perumpunan Perangkat Daerah (PP 41 Tahun 2007).

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

1111

2. MASALAH
a.

Masih banyak peraturan perundang-undangan yang belum sinkron dengan kebijakan desentralisasi. Program dekonsentrasi dan Pembantuan, seringkali tidak “match” dengan kepentingan Daerah. Tidak jelasnya Delinasi Kewenangan antara Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota mengenai wewenang yang di desentralisasikan. Koordinasi Imperatif sulit ditegakkan karena terkesan tidak ada hubungan hierarkhis antara Gubernur sebagai Kepala Wilayah dengan Kabupaten / Kota sebagai Daerah Otonom.
Hardijanto-Implikasi 1212

b.

c.

d.

5/13/12

e.

Kebijakan top-down Gubernur tidak efektif dan tanggung jawab bottom -Up tidak dikomunikasikan oleh Bupati/Walikota. Banyak Kepala Daerah yang tidak mempunyai pengalaman dan pengetahuan tentang Tatakelola Administrasi Pemerintahan, yang mengakibatkan apabila terjadi permasalahan berakhir menjadi persoalan hukum bagi pejabatnya. Pemda menggunakan kriteria pola maksimal organisasi Perangkat Daerah, sehingga terjadi pembengkakan organisasi Pemda.

f.

f.

.

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

1313

GAGASAN PROGRAM
1. Administrasi Pemerintahan Daerah di Indonesia adalah Sistem Prefektoral Terintegrasi. Gubernur sebagai Kepala Wilayah Administrasi, perpanjangan tangan pemerintah, selayaknya menjalankan fungsi-fungsi pemerintahan umum, menegakkan hukum dan menjaga ketertiban umum serta berkewajiban mengawasi Instansi Vertikal di Wilayahnya dan melakukan Pembinaan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Click to edit Master mana wilayah propinsi tersebut Kabupaten/Kota di subtitle style berhimpit dengan wilayah Kabupaten /Kota.

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

1414

2.

Sebagai kepanjangan pemerintah di Daerah, Gubernur diberi wewenang sebagai pengawas kegiatan yang menggunakan APBN . Untuk program jangka menengah , dalam rangka perkuatan wewenang Gubernur, perlu difikirkan bahwa Gubernur ditetapkan oleh Presiden tanpa pemilihan umum. Perlu peninjaun kembali organisasi Perangkat Daerah .

3.

3.

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

1515

PENINGKATAN KAPASITAS MANAJEMEN SDM

5/13/12

Hardijanto-Implikasi

1616

KONDISI SAAT INI
1.

DASAR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN a. Untuk memperlancar pelaksanaan pengangkatan , pemindahan dan pemberhentian PNS, Presiden dapat mendelegasikan sebagian wewenangnya kepada pejabat pembina kepegawaian pusat dan menyerahkan sebagian wewenangnya kepada pejabat pembina kepegawaian daerah, yang diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah (UU no.43 tahun 1999). b. Formasi PNS Daerah untuk masing-masing Pemda Propinsi/Kabupaten/Kota setiap tahun anggaran ditetapkan oleh Kepala daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis dari MENPAN berdasarka pertimbangan BKN (PP no.54 Click to edit tahun 2003). Master subtitle style c. Formasi untuk satuan organisasi Pemda : (PP no.54 tahun 2003) - Propinsi , ditetapkan oleh Gubernur; - Kabupaten, ditetapkan oleh Bupati; dan - Kota, ditetapkan oleh Walikota.
5/13/12 Hardijanto-Implikasi 1717 Hardijanto-Implikasi

d. Gubernur dalam mengajukan formasi PNS Daerah membuat secara kolektif dengan merinci jumlah formasi yang dibutuhkan oleh Pemda Kabupaten/Kota di lingkungan Propinsi yang bersangkutan sesuai dengan yang diusulkan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota. Gubernur tidak dapat mengubah jumlah usul formasi yang diajukan pejabat Pembina Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota (PP no.54 tahun 2003). e. Pengadaan Pegawai dilaksanakan melalui Ujian Penyaringan yang meliputi materi : -Tes Kompetensi - Psikotes
f.

Berdasarkan PP no.48 tahun 2005, dilaksanakan pengangkatan Pegawai Honorer dengan prioritas : - Tenaga Guru; - Tenaga Kesehatan pada Unit Pelaksana Pelayanan Kesehatan; - Tenaga Penyuluh di bidang Pertanian, Perikanan, dan Peternakan; - Tenaga Teknis lainnya, yang dibutuhkan. Usia maksimum untuk diangkat 46 tahun Pelaksanaan dilakukan bertahap sampai dengan tahun 2009.
5/13/12 Hardijanto-Implikasi 1818

2. MASALAH :
a.

Kepala Daerah diangkat atas dasar Political appointment, kepentingan politik Pejabat Pembina Kepegawaian sering terindikasi sangat menonjol. Pengangkatan Pejabat di bawahnya tidak jarang cenderung Kolutif, sehingga menimbulkan faksi-faksi dalam mekanisme birokrasi. Fungsi Gubernur sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam hal formasi hanya membuat rekapitulasi formasi pemerintah kabupaten/kota tanpa dapat mengubahnya. Pengangkatan Pegawai Honorer dengan mengabaikan Perencanaan dan tanpa ujian penyaringan, menyebabkan kuantitas dan kualitas PNS tidak terkendali. Pengangkatan Tenaga Guru tanpa ujian penyaringan, akan membawa dampak pada kualitas mutu anak didik di 5/13/12 Hardijanto-Implikasi 1919 Indonesia.

b.

c.

d.

d.

Pengangkatan Tenaga Guru tanpa ujian penyaringan, akan membawa dampak pada kualitas mutu anak didik di Indonesia.

e. Beban belanja pegawai yang mencapai 70% sd 80% dari Anggaran belanja Daerah, menyebabkan timbulnya gagasan Moratorium Penerimaan PNS. Dipandang dari sisi MSDM, telah menimbulkan terhentinya aliran darah segar yang masuk kejajaran birokrasi dan terjadinya kesenjangan kohort pegawai. f. Disamping kebijakan Moratorium penerimaan PNS Baru, akan diadakan pengangkatan 67.000 honorer menjadi PNS tanpa penyaringan. Hal tersebut akan menambah beban pemerintah , secara kualitatif menanggung beban rendahnya mutu kompetensi PNS, secara kuantitatif menambah beban anggaran pegawai.
5/13/12 Hardijanto-Implikasi 2020

GAGASAN PROGRAM
1.

Sekretaris Daerah dipilih oleh sebuah komisi kepegawaian independen yang “a-politik” , ditetapkan oleh kepala daerah. Sedangkan Pejabat Teras Daerah, ditetapkan oleh Sekretaris Daerah. Perlu diterapkan formasi PNS dengan pendekatan “Pertumbuhan Nol” (Zero Growth). Rekrutmen PNS diadakan untuk pengganti pensiun berhenti dan meninggal. Dalam rangka menjamin kualitas kompetensi pengangkatan PNS harus melalui ujian penyaringan. Click to edit Master subtitle style PNS,

2.

3. 4.

Sebagai Program jangka Menengah, penetapan formasi berbasis jabatan. Untuk itu perlu disusun Program Klasifikasi Jabatan.

5/13/12

Hardijanto-Implikasi Hardijanto-Implikasi Reformasi Birokrasi 2121

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->