Anda di halaman 1dari 4

Histologi Retina Retina, lapisan dalam bola mata, terdiri atas dua bagian.

Bagian posterior bersifat fotosensitif; bagian anterior, yang tidak fotosensitif, menyusun lapisan dalam badan siliar dan bagian posterior iris. Pada sediaan histologi, retina mempunyai 10 lapisan, yaitu lapisan epitel pigmen, lapisan sel batang dan sel kerucut, membran limitans eksterna, lapisan inti luar, lapisan pleksiform luar, lapisan inti dalam, lapisan pleksiform dalam, lapisan sel ganglion, lapisan serat saraf, dan membran limitans interna. (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 458 Epitel pigmen terdiri atas sel-sel silindris dengan inti di basal. Daerah basal sel melekat erat pada membran Bruch, dan membran sel memiliki banyak invaginasi basal. Membran lateral sel memperlihatkan taut sel dengan zonula okludens dan zonula adherens yang mencolok pada apeksnya; desmosom dan taut celah juga dijumpai. Apeks sel epitel pigmen memiliki banyak penjuluran dengan dua macam: mikrovili gepeng dan selubung silindris yang menyelubungi ujung-ujung

fotoreseptor. Sitoplasma sel-sel epite pigmen memiliki banyak retikulum endoplasma halus, yang dikatakan merupakan tempat terjadinya esterifikasi dan transpor vitamin A ke fotoreseptor. Di dalam sitoplasma apikal dan mikrovili terdapat banyak granul melanin. (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 458 Retina pars optika terdiri atas lapisan luar sel-sel fotosensitif, yaitu sel batang dan sel kerucut.; lapisan tengah neuron bipolar, yang menghubungkan sel batang dan sel kerucut dengan sel-sel ganglion; dan lapisan dalam sel ganglion, yang berhubungan dengan sel-sel bipolar melalui dendritnya dan mengirimkan akson ke susunan saraf pusat. Akson-akson ini berkumpul pada papila optikus dan membentuk nervus optikus. Di antara sel batang dan kerucut dan sel-sel bipolar, terdapat daerah yang disebut lapisan pleksiform luar atau lapisan sinaptik tempat terbentuknya sinaps antara kedua jenis sel tersebut (fotoreseptor dan bipolar). Daerah tempat terbentuknya sinaps antara sel bipolar dan sel ganglion disebut lapisan pleksiform dalam. Retina

memiliki struktur terbalik karena cahaya mula-mula melintasi lapisan ganglion dan kemudian lapisan bipolar sebelum mencapai lapisan sel batang dan kerucut. (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 458-459 Sel batang dan kerucut dapat dibagi menjadi segmen luar, segmen dalam, daerah inti, dan daerah sinaps. Segmen luar merupakan modifikasi silia dan mengandung tumpukan kantung-kantung berlapis membran berbentuk cakram gepeng. Pigmen fotosensitif retina terdapat di dalam membran kantung-kantung ini. Sel batang dan sel kerucut menembus lapisan tipis, yakni membran limitans eksterna, yang merupakan sederetan kompleks pertautan antara sel fotoreseptor dan sel glia retina (sel Muller). (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 459 1. Sel Batang Sel batang adalah sel tipis yang memanjang dan terdiri atas dua bagian. Bagian fotosensitif luar berbentuk batang, dan terutama terdiri atas banyak cakram gepeng bermembran yang bertumpuk seperti uang logam. Cakram dalam batang tidak berhubungan dengan membran plasma; segmen luar dipisahkan dari segmen dalam oleh suatu penyempitan. Segmen dalam banyak mengandung glikogen dan memiliki banyak akumulasi mitokondria, dan kebanyakan berada di dekat area penyempitan. Akumulasi mitokondria setempat ini berhubungan dengan produk energi yang diperlukan bagi proses penglihatan dan sintesis protein. Poliribosom, yang banyak terdapat di bawahh daerah mitokondria di segmen dalam,terlibat dalam sintesis protein. Sejumlah protein ini bermigrasi ke segmen luar sel batang, tempat protein tersebut bergabung membentuk cakram bermembran. Cakram gepeng di sel batang mengandung pigmen yang disebut ungu visual, atau rhodopsin, yang memutih oleh cahaya, dan menginisiasi rangsangan visual. Substansi ini berbentuk bulat dan terletak pada permukaan luar lapisan lipid ganda di cakram gepeng bermembran. (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 459-460

Diperkirakan bahwa retina manusia memiliki sekitar 120 juta sel batang. Selsel ini sangat sensitif terhadap cahaya dan dipandang sebagai reseptor yang terpakai jika intensitas cahaya rendah, seperti pada waktu senja atau malam hari. Segmen luar merupakan tempat fotosensitivitas, sedangkan segmen dalam mengandung perangkat metabolik yang diperlukan untuk biosintesis an proses penghasil energi di sel-sel ini.
(Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas,

Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 460 2. Sel Kerucut Sel kerucut juga merupakan neuron berukuran panjang. Strukturnya serupa dengan struktur sel batang, dengan segmen luar dan dalam, badanbasal dengan silium, dan akumulasi mitokondria serta poliribosom. Sel kerucut berbeda dari sel batang dalam hal bentuk dan struktur segmen luarnya. Seperti sel batang, daerah ini juga terdiri atas tumpukan cakram bermembran; tetapi daerah ini tidak terpisah dari membran plasma luar, namun timbul sebagai invaginasi darinya. Pada sel kerucut, protein yang baru disintesis tidak ditimbun dalam cakram yang baru dibentuk, seperti halnya pada sel batang, namun tersebar merata di seluruh segmen luar. Sekurangkurangnya terdapat tiga jenis kerucut fungsional,yang tak dapat dibedakan berdasarkan ciri morfologinya. Setiap jenis mengandung fotopigmen kerucut yang disebut iodopsin, dan sensitivitas maksimumnya terdapat di daerah merah, hijau, atau biru, dari spektrum warna yang terlihat. Sel kerucut peka terhadap cahaya dengan intensitas yang lebih tinggi dibandingakn sel batang sehingga menimbulkan ketajaman penglihatan yang lebih baik daripada sel batang. (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.)
HALAMAN 460-461

3. Sel lain a. Sel bipolar Lapisan sel bipolar terdiri atas 2 jenis sel: sel bipolar difus, yang memiliki sinaps dengan 2 atau lebih fotoreseptor; dan sel bipolar monosinaps, yang

berhubungan dengan akson dari satu fotoreseptor kerucut dan satu sel ganglion. Karenanya terdapat sejumlah kerucut yang langsung meneruskan impulsnya ke susunan saraf pusat. b. Sel ganglion Sel-sel di lapisan ganglion, selain berhubungan dengan sel bipolar, juga menjulurkan aksonnya ke daerah khusus pada retina, tempat sel-sel ini berkumpul membentuk nervus optikus. Daerah ini tak mengandung reseptor dan karenanya disebut bintik buta di retina, papil nervus optikus, atau kepala nervus optikus. Sel-sel ganglion memiliki ciri khas sel saraf, dengan inti eukromatik besar, dan badan Nissl yang basofilik. c. Sel horizontal Sel horizontal menghubungkan berbagai fotoreseptor. Fungsi sebenarnya tidak diketahui tapi mugkin untuk mengintegrasikan rangsangan. d. Sel amakrin Sel amakrin merupakan berbagai jenis neuron yang menghubungkan sel-sel ganglion. e. Sel penyokong Sel penyokong, dalam hal ini sel Muller adalah neuroglia yang memiliki beberapa sel dengan ujung yang banyak bercabang. Cabang-cabang sel ini menggabungkan sel-sel saraf di retina dan meluas dari membran limitans interna sampai membran limitans eksterna di retina. Sel Muller berfungsi menunjang, memberi makan, dan menyelubungi neuron dan serat-serat retina. (Junqueira, Luiz Carlos dan Jose Carneiro. 2007. Histologi Dasar, Teks dan Atlas, Edisi 10. Jakarta: EGC.) HALAMAN 461