Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN MODUL I PRAKTIKUM SISTEM OPERASI

Pengenalan Sistem Operasi Linux

NAMA : Made Arya Wijaya NIM : 1008605020

Nama Dosen : I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T, M.Cs

Assisten Dosen : I Gusti Ngurah Lanang Septiadi Putra Anak Agung Rani Pradnyadari 0908605004 0908605019

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA JURUSAN ILMU KOMPUTER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA

2012

KATA PENGANTAR
Om Swastiastu, Puja dan puji syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, atas asung kertha wara nugraha-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas paper yang saya buat dengan mengambil bahan materi yaitu Pengenalan Sistem Operasi Linux. Saya menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan yang terkandung dalam paper yang saya kerjakan ini, untuk itu kritik dan saran yang konstruktif dari para asisten dosendan dosen mata kuliah Praktikum Sistem Operasi, sangat saya harapkan. Semoga pikiran yang baik datang dari segala penjuru.

Om Shantih, Shantih, Shantih Om

Jimbaran,

Februari 2012

ii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................. ii DAFTAR ISI...........................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1 1.1 Latar Belakang ...................................................................................................1 1.2 Tujuan.................................................................................................................1 1.3 Manfaat ..............................................................................................................1 BAB II LANDASAN TEORI ..................................................................................2 2.1 Linux dan sejarahnya .........................................................................................2 2.1.1.Ubuntu dan sejarahnya ....................................................................................3 2.1.2. Backtrack dan sejarahnya ...............................................................................4 2.1.3. Suse dan sejarahnya .......................................................................................5 2.2 Perintah dasar pada Linux. .................................................................................7 BAB III HASIL PRAKTIKUM ...............................................................................9 3.1 Screenshoot dan instalasi ...................................................................................9 3.1.1 Ubuntu .............................................................................................................9 3.1.2 Backtrack.......................................................................................................17 3.1.3 OpenSUSE ....................................................................................................26 3.2 Perbedaan tiap Distro.......................................................................................37 3.2.1 Ubuntu...........................................................................................................37 3.2.2 Backtrack.......................................................................................................38 3.2.3 OpenSUSE....................................................................................................39 BAB IV PENUTUP ...............................................................................................40 4.1 Simpulan ..........................................................................................................40 4.2 Saran .................................................................................................................40 Daftar Pustaka ........................................................................................................41

iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang


Sistem Operasi merupakan hal mendasar yang digunakan oleh perangkat komputer untuk dapat beroperasi dan berinteraksi dengan user. Sistem operasi memiliki jenis dan tipe yang berbeda, seiring perjalanan waktu banyak jenis Sistem Operasi yang beredar di masyarakat, salah satunya adalah Sistem operasi berbasis free open source yaitu Linux. Linux dalam perkembangannya selalu mengalami perkembangan yang pesat, karena pengembangnya tidak dibatasi oleh sesuatu atau seseorang, sehingga menjadikan Linux menjadi pilihan user yang suka custom. Diantaranya ada beberapa jenis Linux yang dikenal diantaranya : Ubuntu, Bactrack, Opensuse dan masih banyak lagi, dalam tulisan ini, akan dihasa tutorial serta perbedaan dari ketiga distro Linux yang disebutkan tadi.

1. 2. Tujuan
Tujuan dari disusunnya tulisan ini, adalah untuk membantu proses pendidikan orang yang ingin mempelajari Linux beserta pernik didalamnya, selain itu juga untuk membantu memenuhi penialaian dalam mata kuliah Praktikom Sistem Operasi.

1.3. Manfaat
Pengenalan Sistem Operasi Linux memiliki beberapa manfaat, diantaranya: membantu mahasiswa atau siapapun juga untuk menguasai Linux dan

dengan harapan masyarakat akan familiar sengan hal ini membantu proses pembelajaran dengan bahsa dan gaya yang disampaikan

penyusun menekan tingkat penggunaan software atau sistem operasi bajakan.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Linux dan sejarahnya Pada awal perkembangannya, source code Linux disediakan secara bebas melalui Internet. Hasilnya, sejarah Linux merupakan kolaborasi banyak user dari seluruh dunia, semuanya dilakukan secara eksklusif melalui Internet. Dari kernel awal yang hanya mengimplementasikan subset kecil dari sistem UNIX, sistem Linux (Sebutan "LINN-ooks") asalnya dibina oleh Linus Torvalds daripada Universiti Helsinki di Finland. Linux diasaskan daripada UNIX untuk PC yang dipanggil Minix. Oleh kerana Minix hanya dibina untuk tujuan pengajaran sistem operasi dan kekurangan berbagai perkara yang ada di dalam Unix, Linus mengambil keputusan menulis semula sistem operasi itu dan ia dinamakan Linux. Linux dilesenkan dibawah hakcipta GNU General Public License (GPL) salah satu jenis perlesenan dalam Sumber Terbuka. Lesen ini telah ditulis oleh oleh Free Software Foundation (FSF), bertujuan untuk menghalang mana-mana individu atau syarikat daripada menghadkan penyebaran kod-kod aplikasi. Terdapat banyak distribusi (distro) Linux, yang dibuat oleh individu, grup, lembaga, dll. Masing-masing dibuat dan disertakan dengan tambahan sesuai pengembang masing-masing. Inti di setiap Linux adalah kernel, koleksi program GNU, shell, dan libraries, serta komplilator. Contoh-contoh distribusi Linux yang umum diantaranya : Ubuntu dan derivatifnya OpenSUSE Fedora Backtrack Debian Mandriva dll

2.2.1 Linux-Ubuntu dan sejarahnya 2

Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian. Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd yang merupakan perusahaan milik seorang kosmonot asal Afrika Selatan Mark Shuttleworth. Nama Ubuntu diambil dari nama sebuah konsep idiologi di Afrika Selatan. "Ubuntu" berasal dari bahasa kuno Afrika, yang berarti "rasa perikemanusian terhadap sesama manusia". Begitu pula lambang Ubuntu yang berbentuk lingkaran denga tiga benjolan disisinya, diambil dari siluet orang afrika yang membentuk lingkaran dengan tangan yang saling berpengangan. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang terkandung di dalam Filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Ubuntu itu sendiri dibuat dengan tujuan free open source, yaitu selalu gratis tanpa adanya biaya lisensi, dan siap untuk dipergunakan dalam kondisi yang stabil. Ubuntu didukung oleh Canonical, Ltd yang memiliki tujuan untuk membantu perkembangan, distribusi, dan promosi dari produk-produk yang bersifat open source (kode terbuka). Adapun versi Ubuntu yang telah dirilis dan telah beredar adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Versi 4.10 (Warty Warthdog). Versi 5.04 (Hoary Hedgedog). Versi 5.10 (Breezy Badger). Versi 6.06 (Drapper Drake). Versi 6.10 (Edgy Eft). Versi 7.04 (Feisty Fawn). Versi 7.10 (Gutsy Gibbson). Versi 8.04 LTS (Hardy Heron) Versi 8.10 (Intrepid Ibex)

Versi 9.04 (Jaunty Jackalope) 10. 11. Versi 9.10 (Karmic Koala) Versi 10.04 LTS (Lucid Lynx) iii

12. 13. 14.

Versi 10.10 (Maverick Meerkat) Versi 11.04 (Natty Narwhal), dan yang terbaru adalah Versi 11.10 (Oneiric Ocelot).

2.1.2 Linux-Backtrack dan sejarahnya Backtrack dibuat oleh Mati Aharoni yang merupakan konsultan security dari Israel dan max mosser jadi merupakan kolaborasi komunitas, backtrack sendiri merupakan merger dari whax yang mana whax ini adalah salah satu distro linux yang digunakan untuk test keamanan yang asal dari whax sendiri dari knoppix. Ketika knoppix mencapi versi 3.0 maka dinamakan dengan whax. Dengan whax kita bisa melakukan test securtity dari berbagai jaringan dimana saja . Max mosser merupakan auditor security collection yang menghususkan dirinya untuk melakukan penetrasi keamanan di linux, gabungan dari auditor dan whax ini sendiri menghasilakan 300 tool yang digunakan untuk testing security jaringan. Auditor security collection juga terdapat pada knoppix. Backtrack memang dirancang untuk user yang menginginkan performa dan keamanan yang bagus, karena itu backtrack sendiri lebih banyak digunakan oleh para analis yang berprofesi untuk menguji kemampuan dari suatu sistem keamanan dan hal lain sejenisnya. Versi backtrack yang telah dirilis : 26 - 5 - 2006 rilis backtrack pertama kali yang merupakan versi non beta 1.0 13 - 10 - 2006 backtrack versi 2 beta pertama untuk publik di rilis 19 - 11 - 2006 backtrack versi 2 beta kedua untuk publik di rilis 06 - 03 - 2007 backtrack versi 2 final dirilis 17 - 12 - 2007 backtrack versi 3 beta pertama dirilis 19 - 03 - 2008 backtrack versi 3 final dirilis 11 - 01 - 2010 backtrack versi 4 final dirilis 10 - 05 - 2011 backtrack versi 5 final dirilis

iv

2.1.3 Linux-SUSE dan sejarahnya OpenSUSE sebelumnya bernama SUSE Linux dan SuSE Linux Professional, , adalah salah satu distro Linux dari perusahaan Novell, atau lebih tepat dari anak perusahaannya Suse Linux GmbH (Softwareund System-

Entwicklungsgesellschaft mbH, Nrnberg yang berarti pengembangan -perangkat lunak dan -sistem). SUSE Linux awalnya merupakan distro Slackware terjemahan bahasa Jerman. Ada informasi tidak resmi yang mengatakan bahwa S.u.S.E berhubungan dengan ilmuwan komputer Jerman Konrad Zuse karena pengucapan namanya yang sama. Terdapat dua (2) distro utama SUSE Linux yang saat ini aktif: SUSE Linux Enterprise : SLE adalah solusi sumber terbuka dari Novell

untuk perusahaan besar. Terdiri dari dua paket, yaitu: SUSE Linux Enterprise Server : SLES adalah Sistem Operasi Server

Perusahaan yang merupakan komponen SLE. SUSE Linux Enterprise Desktop : SLED adalah Sistem Operasi Desktop

Perusahaan yang merupakan komponen SLE. OpenSUSE : sebuah proyek masyarakat, yang disponsori oleh Novell,

dirancang untuk pengguna rumahan. SUSE bermula di awal tahun 1990-an di mana Linux terdiri dari sekitar 50 keping disket dan dapat diunduh/diambil lewat internet, tetapi pengguna potensial yang memiliki koneksi internet tidaklah banyak. Kemudian S.u.S.E. GmbH menghimpun disket-disket Linux yang dapat dibeli (tanpa harus memiliki koneksi internet). SuSE tersebarluas oleh Suse GmbH dengan lokalisasi instalasi dalam bahasa Jerman dan dengan itu menciptakan distribusi dari banyak pengguna berbahasa Jerman. Alat instalasi dari Slackware diganti dengan YaST hasil pengembangan Suse GmbH sendiri. Mulai April 1994 Paket Suse-Linux Versi 1.0 mulai menggunakan CD, tidak lagi dalam disket (yang sudah mencapai 70 keping). Versi pertama yang berdiri sendiri terlepas dari Slackware diterbitkan pada Mei v

1996 dengan nama S.u.S.E. Linux, versi 4.2. Penomoran 4.2 dalam versi ini diakibatkan dari diskusi panjang di mana penomoran versi 1.1 ditolak dan angka 42 lebih disukai karena merupakan "jawaban dari segala pertanyaan terhadap segala pertanyaan" (Answer to Life, the Universe, and Everything) menurut roman karya Douglas Adams The Hitchhiker's Guide to the Galaxy. Pada versi ini untuk pertama kalinya, dalam distribusi dengan 3 CD, disertai sebuah Live-Filesystem. Mulai dari versi 4.2 angka penjualan Suse Linux meningkat tajam. Pengguna professional di pasar Linux menuntut produk yang sesuai, maka mulai versi 5 ditawarkan produk SuSE Business Linux. Konsep ini kemudian tetap dijual melalui SUSE Linux Enterprise Server (SLES), yang boleh diperoleh di samping siklus rilis dan pembaruan yang panjang dengan dukungan tawaran dan pelatihan yang beragam. Suse Linux yang sampai pada versi itu hanya mendukung platform Intel i386, pada versi 6.1 mulai juga mendukung platform DEC, Alpha AXP dan platform PowerPC pada versi 6.3. Kedua distribusi memiliki pengaruh penting bagi pengembangan kualitatif Distribusi Suse Linux. Pada perkembangan berikutnya tersedia juga versi SuSE Linux untuk sistem AMD Athlon 64, Intel Itanium dan IBM 390 (Z-Series). Mulai versi 7.0 sampai dengan 9.1 tersedia dua versi Suse Linux: Personal dan Professional. Di samping itu tersedia juga versi bagi pelajar. Paket pembaruan dengan harga yang pantas untuk versi Professional juga tersedia tanpa cetakan buku pedoman administrasi. Pada 4 November 2003, Novell mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi SuSE.[3] Akuisisi ini diselesaikan pada Januari 2004.[4] SuSE 9.1 merupakan versi pertama di bawah Novell. Salah satu perubahan yang terjadi adalah mulai Juni 2004, di samping instalasi melalui FTP, CD untuk instalasi dasar tersedia di internet. Juga pada edisi Professional dipasarkan dengan keping DVD kedua yang berisi perangkat lunak untuk sistem 64-Bit (AMD64 dan Intel 64) (versi 64-Bit SuSE 9.0 dijual terpisah). Pada April 2004 YaST ditempatkan di bawah Lisensi Publik Umum GNU. Pada 4 Agustus 2005, juru bicara dan direktur hubungan masyarakat Bruce Lowry mengumumkan bahwa pengembangan SUSE Professional akan lebih terbuka dan bersama dalam vi

proyek komunitas openSUSE berupaya meraih perhatian yang lebih luas dari pengguna dan pengembang . Lebih terbuka dengan memungkinkan pengguna dan pengembang untuk menguji dan membantu mengembangkannya. Sebelumnya segala pengembangan dilakukan hanya oleh SUSE dan versi 10.0 adalah versi pertama dengan pengujian beta oleh publik. Sebagai bagian dari perubahan, akses ke Server-YaST menjadi pelengkap bagi pengguna SUSE Linux. Maskot dari SUSE secara umum dikenali sebagai gecko (tokek) dan disebut sebagai Geeko, namun sebenarnya adalah seekor kameleon (Chamaeleonidae).

2.2 Perintah dasar pada Linux


Berikut dibahas contoh perintah dasar yang ada pada Linux, beserta penjelasan singkatnya : fil. dll). top: Untuk menampilkan aplikasi yang menggunakan resource CPU dan whoami: Menampilkan informasi user yang digunakan. who: menampilkan informasi user yang sedang login pada sistem. uname: Menampilkan informasi Sistem Operasi (distro, versi, nama mesin wc: Word Count, menampilkan jumlah bytes, kata dan baris dalam suatu

MEMORI terbesar pada sistem. tail: Secara default menampilkan 10 baris terakhir pada suatu file. Jika

ingin menampilkan jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option -n diikuti jumlah baris yang diinginkan. su: Untuk berganti user aktif. Jika hanya menggunakan su saja maka

diasumsikan user yang dituju adalah root. rmdir: Menghapus direktori. Serupa dengan perintah rm -r, hanya saja

perintah ini khusus untuk menghapus direktori. rm: Menghapus file/direktori. pwd: Present Working Directory, menampilkan informasi direktori aktif

saat ini. ping: Untuk melakukan test konektivitas/hubungan antara dua komputer vii

dalam suatu jaringan (LAN). mv: Untuk memindahkan atau mengganti nama suatu file atau direktori. mkdir: Membuat direktori. ls: Untuk menampilkan isi dari suatu direktori. init: Untuk mengganti run level. history: Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya. head: Secara default menampilkan 10 baris pertama pada suatu file. Jika

ingin menampilkan jumlah baris yang berbeda dapat menggunakan option -n diikuti jumlah baris yang diinginkan. file. file : Untuk melihat tipe file. df: Menampilkan penggunaan partisi harddisk secara keseluruhan. du: Menampilkan penggunaan kapasitas harddisk oleh suatu direktori. date: Menampilkan informasi tanggal dan waktu saat ini. cal: Menampilkan kalender. cd: Change Directory, untuk berpindah/berganti direktori. cat: Menampilkan isi dari suatu file. clear: Untuk membersihkan tampilan layar monitor. chgrp: Untuk mengganti grup pemilik suatu file atau direktori. chown: Mengganti kepemilikan atas file atau direktori. chmod: Untuk mengganti perijinan pada file atau direktori. cp: Copy, untuk melakukan proses copy file. alias : Untuk membuat alias dan menampilkan alias yang sudah diset grep: Untuk mencari suatu string atau pattern tertentu pada suatu

sebelumnya.

BAB III HASIL PRAKTIKUM 3.1 Screenshot dan Instalasi


Dalam bahasan berikut ini akan diulas mengenai instalasi atau tutorial dari cara viii

menginstal beberapa Sistem Operasi Linux, yang dibantu oleh perangkat Virtual Box. Virtual box sendiri merupakan sebuah perangkat atau aplikasi yang berfungsi senagai Virtual Machine, yang dapat membantu user memiliki simulasi sebuah sistem operasi disalam sebuah sistem operasi lain. Dalam pembahasan ini, akan dibahas mengenai Linux Ubuntu, Backtrack, dan OpenSUSE, ayng dilengkapi dengan screenshot dan penjelasan tiap step.

3.1.1 Ubuntu Tahap awal dari instalasi dengan menggunakan Virtual box, tentu saja mengaktifkan alikasi tersebut terlebih dahulu, lalu menyiapkan file instalasi Ubuntu itu sendiri, bisa saja Cd atau ISO, lalu jalankan ISO tersebut, dan mulailah instalasi Ubuntu, yang pada kesempatan ini adalah Ubuntu rilis terakhir 11.10. Masuk di Step pertama, yaitu memilih untuk menginstal Ubuntu, atau uji coba

terlebih dahulu, pilih Install Ubuntu, dan pilih bahasa, saya gunakan English.

Langkah selanjutnya adalah verifikasi dengan spesifikasi yang harus dipenuhi, yaitu memiliki sekurangnya space memory harddisk 4.4 GB, lalu optional seperti terkoneksi dengan source daya atau tidak, dan terkoneksi dengan internet atau tidak. Pilih continue. ix

10

Selanjutnya Instalation Type, pilih sesuai keinginan anda, antara dual booting, atau menumpuk pada OS sebelumnya, pilih something else untuk dual booting, dan klik continue.

Selanjutnya step untuk pengalokasian memory, dalam tahap ini akan dilakukan penambahan partisi memori dulu, yang dijelaskan pada tahap berikutnya, pilih new partition table.

11

Setelah itu akan muncul beberapa dialog box kembali, dan pilih continue, lalu pilih free space, dan klik add, maka muncul step seperti gambar dibawah. Masukkan secara manual untuk partisi memory yang akan dilakukan, pilih Logical dan alokasikan 1GB, dan ubah use as menjadi swap area, sebagai

penyimapanan sementara. Pilih OK.

Selanjutnya kita lakukan partisi kedua untuk pengambilan space saat Ubuntu diinstal, pilih Primary dan ketik 5000 untuk 5GB, lalu mount point ubah ke / xi

12

dan use as tetap ext 4 , pilih OK.

Setelah membuat partisi tadi, pilih atau centang pada partisi root ext 4, lalu klik install now.

Sembari proses preparing instalation, pilih area waktu, untuk Indonesia, pilih makasar, klik continue.

xii

13

Lalu pilih standart keyboard layout , gunakan English, saya gunakan English (US) klik continue.

Selanjutnya isi data diri user, seperti Name, Computer's name, password, dll yang akan digunakan user baik login maupun yang lain, bila telah lengkap dan benar klik continue. xiii

14

Masuk ke proses instalasi Ubuntum user dipersilahkan menunggu selama progress berlangsung.

Apabila progress instalasi usai, akan muncul pilihan restar now, klik restart now.

xiv

15

Setelah restart, maka tampilan awal adalah adalah memasukkan password untuk login sesuai data yang dimasukkan user diawal. Tekan enter.

Tampilan dari desktop setelah instalasi Ubuntu, dan Ubuntu telah dapat digunakan.

xv

16

3.1.2 Backtrack

xvi

17

Tahap awal instalasi Backtrack dengan virtual box, hampir sama dengan Ubuntu, aktifkan Virtual box, lalu cari installer dari Linux Backtrack, dan jalankan. Akan tampil layar awal seperti gambar dibawah, dan pilih No Networking Enabled, karena instalasi tanpa koneksi internet, tekan enter.

Untuk melanjutkan ketik startx dan tekan enter. Untuk instalasii berbasis GUI.

Akan terlihat icon installer dari Backtrack, klik dua kali untuk melanjutkan. xvii

18

Pilih bahasa yang akan digunakan, misalnya seperti saya menggunakan bahasa inggris, lalu forward.

Selanjutnya untuk menentukan area waktu, pilih makasar dan klik forward.

xviii

19

Untuk selanjutnya pilihan untuk keyboard layout, unutk sugested option tetapkan USA, klik forward.

Untuk partisi, kita akan memilih partisi secara manual, yang dibagian bawah lalu xix

20

pilih forward.

Kemudian langkah selanjutnya membuat partisi, pilih continue

xx

21

Untuk langkah selanjutnya, pilih free space, dan akan muncul tampilan seperti dibawah. Untuk partisi awal, kita pilih primary dan alokasikan besaran memory yang akan dialokasikan, saya menggunakan 9GB, dan use as biarkan ext 4, lalu mount point gunakan / , klik OK.

Dengan cara yang hampir sama seperti sebelumnya, kita buat partisi kedua, dengan tipe logical. Alokasikan lebih kecil untuk swap area kali ini,karena hanya berlaku sementara, saya alokasikan 1GB, dan pilih OK.

xxi

22

Setelah membuat partisi untuk keduanya, pilih root yaitu ext 4, dan klik forward,untuk memulai instalasi.

Lalu muncul dialog box seperti dibawah ini, untuk memperlihatkan spesifikasi yang akan terinstall, pilih Install.

xxii

23

Proses Instalasi yang masih berjalan.

xxiii

24

Setelah instalasi akan muncul bagian configurasi akhir dari progress instalasi.

Instalasi selesai, dan muncul dialog box yang akan meminta restart komputer, pilih restart now.

xxiv

25

Setelah restart, akan muncul perintah tekan enter, lakukan dan muncul tampilan yang sama untuk meminta user dan password, masukkan user : root, dan password : toor, yang telah terotomasi ditambahkan saat instalasi.

Lalu terakhir, berikut adalah tampilan desktop dari Backtrack dan siap untuk digunakan oleh user.

xxv

26

3.1.3 OpenSUSE Progess instalasi dengan virtual box untuk OpenSUSE hampir sama seperti

xxvi

27

instalasi sebelumnya, berikut adalah gambar saat instaler OpenSUSE telah aktif.

Pilih instalation sesuai gambar dibawah, dan tekan enter untuk melanjutkan progress instalasi.

Langkah berikutnya, pilih bahasa yang akan digunakan, saya misalnya, menggunakan bahasa inggris, pilih next.

xxvii

28

Selanjutnya, step untuk memilih area waktu, untuk Indonesia, sama seperti sebelumnya, pilih Maksasar, tekan next.

Lalu step untuk membuat partisi untuk proses instalasi, pilih create partition, klik next.

xxviii

29

Untuk melakukan partisi secara manual, pilih Custom partitioning, dan klik next.

xxix

30

Pilih free space, klik kanan, dan pilih add partition, untuk memulai partisi secara manual.

Pilih primary partition, dan klik next

xxx

31

Setelah itu lanjutkan dengan pilih Custom Size, dan masukkan memory berpatokan dengan alokasi awa yang kita masukkan, masukkan partisi dengan

alokasi lebih besar terlebih dahulu untuk partisi root. Saya memasukkan 15GB. Pilih file system ext4, dan mount option gunakan / , klik finish.

xxxi

32

Pilih pada free space, untuk menciptakan partisi kedua, klik kanan dan pilih lagi add partition.

Pilih primary option, pada step ini dan klik next.

xxxii

33

Pada bagian partisi ini, alokasikan dengan memory 1GB, dan sebelumnya pilih custom size. Lalu klik next.

Partisi kedua, pilih swap, dan pada mount partition juga pilih swap

xxxiii

34

untuk proses instalasi, pilih bagian partisi memory root, dengan alokasi memory yang lebih besar, lalu klik accept.

xxxiv

35

Pada bagian ini, kembali ke tampilan awal dalam pemilihan partisi, karena sudah membuat partisi tadi, kini langsung klik next.

Masukkan data diri sesuai user, seperti name, dan password, setelah itu klik next.

Tampilan yang terlihat adalah klarifikasi mengenai sistem yang akan terinstal, apabila tidak ada kekeliruan, silahkan lanjutkan dengan memilih install. xxxv

36

Pada confirm Instalation, pilih Install.

Berikut tampilan screenshoot untuk progress yang berlangsung saat instalasi. xxxvi

37

Setelah progress berakhir, akan muncul dialog box untuk meminta proses reboot, klik reboot now, untuk secepatnya proses instalasi.

Berikut tampilan untuk OpenSUSE yang setelah diinstalasi, dan siap digunakan user.

xxxvii

38

3.2 Perbedaan tiap Distro


Berikut akan dibahas mengenai perbedaan dari tiap distro, baik dari tampilan luarnya (grafis) maupun kegunaannya, sesuai literatur dan uji coba. 3.2.1 Ubuntu ............................................................................................................................................. buntu sangat ringan dan di disain agar mudah digunakaan oleh setiap orang. Dalam melakukan instalasi Ubuntu relatif ringan karena ukuran yang tidak

begitu berat. Ubuntu adalah distro linux yang merupakan turunan atau berbasis Debian. Ubuntu berfokus pada internasionalosasi dan aksesibilitas untuk dapat

menjangkau sebanyak-banyaknya sesama pengguna. Tampilan Ubuntu merupakan tampilan standar yang paling umum

digunakan user di seluruh dunia. Distro linux ubuntu memiliki varian-varian yang tidak dimiliki Backtrack

dan SUSE yaitu Kubuntu Xubuntu xxxviii

39

Lubuntu Edubuntu Mythbuntu

3.2.2 Backtrack Backtrack adalah distribusi Linux yang khusus dibuat untuk keperluan

keamanan, bisa digunakan untuk testing. Dalam instalasi backtrack cenderung lebih berat dari Ubuntu. Distro Linux Special untuk hacking karena Backtrack merupakan sebuah

Distro Linux yang memiliki kumpulan aplikasi yang didedikasikan sebagai perangkat penguji terhadap celah keamanan sebuah sistem aplikasi atau jaringan. Backtrack sangat cocok digunakan bagi Sistem analys yang bertugas menjaga kemanan sistem informasi baik itu dalam bentuk aplikasi, jaringan ataupun website. Tampilan backtrack terlihat lebih jantan, dengan perpaduan GUI yang tidak terlalu coloring dan paduan command line yang terkadang lebih luwes digunakan pada backtrack.

xxxix

40

3.2.3 OpenSUSE SUSE menyediakan cara supermudah untuk melakukan dial-up. Dan suse adalah sistem operasi yang paling berat dalam instalasi dari

Ubuntu dan Backtrack. Baik dari segi instalasi yang coloring, instalernya pun tergolong sangat

besar, hampir 3GB. Disto linux suse memiliki banyak memiliki kelengkapan pustaka dan

berlimpahnya software yang disertakan. OpenSUSE adalah distro Linux yang stabil, mudah dalam melakukan

deteksi perangkat keras, mudah dikelola dan didukung penuh oleh komunitas pengembang di seluruh dunia serta memiliki dukungan sponsor dari perusahaan besar. mudah digunakan untuk browsing, email, membuat dokumen, spreadsheet,

memutar musik, video dan lain-lain. Tampilan OpenSUSE yang paling stylish dibanding distro Linux Ubuntu

maupun Backtrack.

xl

41

xli

BAB IV PENUTUP

3.1 Simpulan
Simpulan yang dapat saya tarik adalah, dalam ketiga Linux Distro yang saya instal tadi, baik Ubuntu, Backtrack maupupun OpenSUSE memiliki ciri khas masing-masing dalam progress instalasinya, namun cesara garis besar tetaplah sama, seperti pada bagian partisi memory dan step instalasi. Perbedaan terbesar terlihat pada desain grafisnya, pada backtrack lebih menonjol untuk user expert yang telah memiliki kemampuan lebih dalam command line, berbanding terbalik dengan OpenSUSE yang memiliki grafis sangat menarik. Sedangkan Ubuntu, merupakan berada diantara keduanya. Begitu pula dengan performa, secara user choice, Ubuntu merupakan yang terpopuler, namun untuk performansi Backtack merupakan pilihan para hacker, dan OpenSUSE adalah pilihan yang kurang populer, namun memiliki kelebihan yang membat dirinya tidak ditinggal user.

3.2 Saran
Linux merupakan salah satu Operating Sistem yang ada, namun keberadaannya belum mampu menggeser Windows sebagai kompetitor utamanya di pasaran. Mungkin kurang populernya Linux, dan masih ada stigma susahnya Linux menjadi alasan utama user masih lebih prefer menggunakan Windows yang memang dari segi tampilan dan User Interface unggul. Namun dari kemampuan tentu saja linux tidak bisa diremehkan, dan merupakan pilihan untuk expert user. Dan tentu yang paling penting Linuc]x merupakan free open source, yang dapat dengan legal dan bebas disebarluaskan oleh siapapun dan kapanpun tanpa melanggar hak cipta, dan sedikit berbanding terbalik dengan Windows yang kebanyakan beredar secara ilegal baik oleh cracker, dan blackmarket. Sehingga dengan tujuan kedepan Linux dapat dimasyarakatkan, dapat menekan penyebaran ilegal Operating System.

42

DAFTAR PUSTAKA
http://www.unixspace.com/context/databases.html http://www.encyclopedia.com http://linux.blog.gunadarma.ac.id/ http://bulus.um.ac.id/?tag=linux-opensuse http://ikc.unimal.ac.id/umum/ibam/ibam-os-html/i7.html http://ilmukomputer.org/2008/11/24/mengenal-linux-ubuntu/ http://www.scribd.com/doc/43508495/Sejarah-Ubuntu http://www.scribd.com/doc/39665807/Distro-Linux-SUSE http://www.scribd.com/doc/73632385/Apa-Itu-Linux-Backtrack http://makasau.student.umm.ac.id/download-as-pdf/umm_blog_article_43.pdf http://kambing.ui.ac.id/onnopurbo/library/library-ref-ind/ref-ind 3/application/linux/adm_linux_basic_command.pdf

43