Anda di halaman 1dari 6

IV.

Analisis Internal & Eksternal Bisnis

Internal Bisnis
1. Lingkungan internal yang bisa dikendalikan Lingkungan internal restoran yang bisa dikendalikan yaitu : Menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan Gaji insentif/bonus Jam kerja karyawan Daftar harga Daftar menu Standar pelayanan

2. Lingkungan internal yang masih bisa dikendalikan dan sebagian tidak bisa dikendalikan Lingkungan yang berada disekitar restoran yang masih bisa dikendalikan dan sebagian tidak bisa dikendalikan yaitu : Supplier/pemasok barang baku

Pihak internal terkadang bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dari pemasok, namun tidak jarang pula tidak bisa mendapatkan barang yang dibutuhkan dikarenakan barang nya habis atau lain nya. Customer

Pihak internal terkadang bisa mempebgaruhi customer untuk membeli namun terkadang juga tidak bisa.

External Bisinis
1. Pasar dari pizza di Indonesia Pasar pizza tumbuh pesat, ketika kemungkinan pengiriman produk yang diantar langsung ke rumah diterima oleh konsumen. Pada pertengahan 1980-an pizza adalah makanan yang paling cepat tumbuh di pasar makanan cepat saji. Ada 3 segmen terdiri pasar restoran pizza. Pada awalnya tradisional Dine-in, di mana konsumen dapat menikmati makanan mereka seperti di restoran biasa atau pub, pada kedua carryout (banyak toko telah dipisahkan jendela untuk menyediakan layanan ini) dan akhirnya delivery service-rumah, di mana konsumen bisa menelepon dan memesan makanan mereka. Banyak perusahaan bersaing setidaknya 2 dari segmen ini. Sebagai contoh, take away yang Pizza Hut menyumbang 40% dari keuntungan. 2. Kompetisi di Pasar Pizza Indonesia Pizza menjadi lebih dan lebih merupakan makanan makan malam biasanya di Amerika Serikat. Namun di Indonesia Banyak konsumen Pizza melihatnya sebagai camilan sore, itu adalah pengalaman pribadi dan sensual bagi banyak orang. Mereka tidak percaya bahwa pizza hut bisa dibuat ditempat itu juga dengan waktu yang tidak terlalu lama sama seperti yang Humberger lakukan.

Pizza Hut mendominasi makan-di segmen pizza nasional, Paparon Pizza yang menyediakan makan ditempat dan dibawa pulang berkompetisi di banyak daerah lokal yang sama dan merupakan pesaing nasional yang paling signifikan. Pizza Domino menjadi ancaman kompetitif serius ke Pizza Hut yang mulai merasuk posisi kepemimpinan di pasar pizza nasional.

Konsumsi pizza di Indonesia tergantung pada alasan daerah. Tastes of pizza bervariasi secara signifikan menurut wilayah, konsumsi terkuat adalah di bagian pulau jawa dan tentu nya Ibu kota Indonesia, Jakarta. Untuk rantai makanan cepat saji seperti Pizza Hut itu merupakan tantangan, untuk menjual produk dengan selera yang sama dalam setiap outlet seluruh Indonesi.

3. Kompetisi Fastfood lain yang sejenis. Banyak Fastfood yang tumbuh dan berkembang pesat di Indonesia. KFC dengan ayam nya dan Mc.Donald dengan Burger nya merupakan beberapa fastfood yang menjadi pesain utama untuk mendapatkan customer.

4. Fitur dari produk Pizza sebagai makanan makan malam yang khas sering digunakan oleh dua karir keluarga, yang menggunakan carryout atau pengiriman rumah. Selera di pizza tergantung regional, tetapi Pizza Hut, Inc menemukan rasa, yang diterima di mana-mana. Jadi produk Pizza Hut harus rasa yang sama di setiap toko di setiap negara bagian.

5. Harga bahan baku

Harga bahan baku juga menjadi faktor penting bagi bisnis eksternal di Pizza hut. B

Rising cheese costs threaten margins

6. Eksternal lainnya MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) Karena restoran Pizza Hut sudah bersertifikasi HALAL dari MUI, jadi setiap customer tidak diperkenankan membawa makan/minuman dari luar bahkan tidak boleh merayakan ulang tahun jika membawa produk dari luar. Karena hal itu, terkadang ada customer yang batal untuk makan di restoran ini sehingga menimbulkan BIAYA OPORTUNITY ( biaya yang ditimbulkan karena kehilanagn kesempatan untuk mendapatkan keuntungan lebih) . UMR (UPAH MINIMUM REGIONAL)

Pihak Internal ( pihak management) tidak bisa melakukan apa-apa ketika pemerintah menaikkan UMR di berbagai Kota di Indonesia yang berlaku mulai bulan Januari 2012 dan dampaknya pihak restoran harus mengeluarkan budget lebih untuk membayar gaji karyawan.

V. Analisis Internal & Eksternal IS/IT

Internal Analisis IS / IT 1. Operation Support System Merupakan suatu sistem operasi yang digunakan dalam suatu kegiatan operasional organisasi dalam usaha memaksimumkan pencapaian tujuan sesuai dengan yang diinginkan atau ditetapkan suatu organisasi. Dalam aplikasinya, sistem operasi ini diterapkan dengan tujuan efisiensi, integrasi dan kolaborasi kegiatan operasional. Operation support System dapat dibagi dalam beberapa sub bagian seperti yang dapat kita lihat dalam organisasi Pizza Hut dibawah ini : 2.1.1 Specialized Processing System (SPS).

Dalam menunjang kegiatan operasionalnya Pizza Hut membutuhkan sebuah sistem yang dapat memfasilitasi Point of Sales base system yang mereka gunakan. Pada pertengahan tahun 2003 MICROS sistem diimplementasikan dalam kegiatan operasional Pizza Hut di Inggris yang terus berkembang ke seluruh jaringan. Dalam Implementasinya menurut Julian ONeill (Business Process & IT Directors), Micros memberikan manfaat yang cukup signifikan dalan sector operasional dan financial. Micros dengan serangkaian perangkat canggih berupa display monitor di dapur mengoptimalkan persiapan pemesanan, perangkat display di kasir mengoptimalkan proses order (pemesanan), pembayaran dan delivery process hingga mengatur rutenya. Aplikasi ini didukung beberapa teknologi spesialis seperti IVR (Integrated Voice Recognition) dan CLI ( Costumer Look-up Interface) yang memungkinkan sistem secara terintegrasi memproses pesanan hingga tiket penerimaan pelanggan. Selain itu MICROS System juga memungkinkan sales dan product forecasting serta memungkinkan staff memprediksi dengan lebih akurat jumlah pizza yang mereka butuhkan serta meningkatkan prioritas services kepada pelanggan. 2.1.2 Transaction Processing System. Semenjak akhir 1980an, Pizza hut menggunakan Point Of sales (POS) sebagai subuah sistem yang terintegrasi karena kemampuannya mendorong efisiensi dalam kegiatan operasional serta dalam menyediakan enterprise intelligence business dan decision support. Point of Sale (POS) System, dapat diterjemahkan menjadi sistem kasir, yaitu aktivitas yang ber-orientasi pada penjualan yang terjadi pada bidang usaha retail. Seiring dengan perkembangan teknologi, POS berkemba ng menjadi suatu sistem yang menggunakan terminal elektronik cash register untuk menyimpan dan mengirim data entry penjualan pada semua jaringan yang langsung terhubungi dengan komputer pusat dan dapat diproses untuk keperluan cepat atau periodik. Point of Sale lebih tepatnya merupakan sistem operasional perangkat lunak bukan perangkat keras sehingga yang evolusinya kini tidak hanya melakukan proses record data melainkan juga analisa data dalam operasionalnya. Dalam industri franchise dan retail, POS sangat mangakomodir kebutuhan operasional, transaksi, inventory , dan lain-lain. Kemampuan hardware yang baik juga akan mengoptimalkan penerapan sistem ini. Sebagai sebuah franchise besar yang memiliki jaringan yang tersebar diseluruh dunia, penerapan POS dapat mengakomodir kebutuhan operasional perusahaan. Dalam aplikasinya pesanan pelanggan diterima oleh sistem point of sale (order station) yang akan dicatat oleh makaline station sebagai pengumpul data kolektif dari beberapa order station. Kemudian pesanan pelanggan akan diproses langsung oleh kitchen dengan hardcopy document transaksi sebagai perintah kerja. Semua data transaksi akan tersimpan didalam file server, sedangkan driver routing diperlukan sebagai pengawas kegiatan operasional yang akan dipantau langsung oleh headquater melalui jaringan WAN. 2.1.3 Enterprise Collaboration System (ECS) ECS merupakan sebuah sistem berbasis software tools yang digunakan dalam melakukan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi baik oleh komponen internal maupun komponen eksternal perusahaan. Untuk internal, sistem ini digunakan untuk keperluan koordinasi dan pertukaran informasi misalkan antar outlet Pizza Hut akan dihubungkan ke dalam satu jaringan sehingga koordinasi dan pertukaran informasi dapat mudah dilakukan. Untuk keperluan eksternal, sistem ini digunakan untuk menghubungkan perusahaan dan costumer dalam proses delivery order, penyampaian promosi-promosi , product dan lain sebagainya. Tidak hanya itu, melalui sistem ini perusahaan juga dapat mengkomunikasikan supplier, proses franchiser bahkan peluang karir.

2.2 Management Support System Merupakan suatu sistem yang memberikan informasi organisasi yang digunakan oleh para management untuk pengambilan keputusan yang efektif. Dalam kasus Pizza Hut Management Support System yang terlibat adalah management information system, decision support system, dan executive information system. 2.2.1 Management Information System (MIS) Management information system yang digunakan di pizza hut adalah sebagai sistem untuk memproduksi segala report guna menjadi bahan untuk analisa management dalam menentukan kebijakan. Store manager di Pizza Hut menggunakan report dari (MIS) untuk melakukan forecasting bisnis , pemodelan market, inventory serta membantu dalam melakukan analisa terhadap Performance operational penjualan guna memberikan masukan untuk pengambilan keputusan. 2.2.2 Decision Support System Pizza Hut sebagai sebuah franchise yang maju sudah menjadi suatu kebutuhan untuk menggunakan decision support system untuk mendukung pengambilan keputusan dengan tepat dan efektif guna terus mampu bersaing di pasar. Decision support system yg dilakukan di Pizza Hut antara lain ; Perhitungan beban biaya produksi dengan cepat namun biaya lebih rendah Bisnis forecasting dan segmentation market Analisa produktivitas suatu store Pizza Hut menganalisis dan menerapkan manajemen risiko Manajemen sumber daya perusahaan termasuk inventory di store Alat untuk management membuat keputusan dalam mempertahankan keunggulan kompetitif .

2.2.3 Executive Information System Dengan semakin kompleksnya persaingan dalam franchise Pizza. Management Pizza Hut memiliki sistem informasi yang bersifat kritis dimana informasi yg diproduksi berupa informasi kompetitor. Executive information system pada Pizza Hut menjadi information marketing intelligent guna menjadi leading pizza franchise

EKSTERNAL IS / IT

Lingkungan Teknologi Teknologi terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan sangat mempengaruhi perkembangan semua jenis industri. Teknologi bisa digunakan untuk pengembangan produk, peningkatan efektifitas dan efisiensi proses produksi, dan pengontrolan operasional. Oleh karena itu perusahaan harus peka terhadap perkembangan teknologi agar dapat terus mengembangkan produk dan usahanya. Pizza Hut Padjajaran telah menggunakan teknologi yang mempermudah proses produksi dan sistem administrasi perusahaan. Penggunaan alat-alat canggih untuk operasi seperti mesin pemanggang otomatis, freezer, chiller, dispenser, dough pizza, dan teknologi pendukung lainnya telah sangat membantu untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan higienis. Sistem penginputan pesanan dan pembayaran yang terkomputerisasi juga membantu mempercepat proses pelayanan dan komunikasi pemesanan produk. Mesin fax dugunakan untuk mempermudah pemindahan informasi dan memperlancar komunikasi. Mesin pendingin ruangan (air conditioner) juga berguna untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan di area pelanggan dan karyawan di setiap area operasi.