Anda di halaman 1dari 3

LATIHAN HALAMAN 135

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan hakikat koordinasi ? Jawab : Koordinasi dalam pemerintahan pada hakikatnya merupakan upaya memadukan (mengintegrasikan), menyerasikan dan menyelaraskan berbagai kepentingan dan kegiatan yang saling berkaitan beserta segenap gerak, langkah dan waktunya dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran bersama.

2. Dalam kegiatan pemerintahan dan pembangunan koordinasi dapat dibedakan atas koordinasi hierarkis (vertikal) dan koordinasi fungsional. Jelaskan tentang kedua koordinasi tersebut ! Jawab : Koordinasi vertikal adalah koordinasi yang dilakukan oleh seorang pejabat pimpinan dalam suatu instansi pemerintah terhadap pejabat (pegawai) atau instansi bawahannya. Koordinasi fungsional adalah koordinasi yang dilakukan oleh seorang pejabat atau suatu instansi terhadap pejabat atau instansi lainnya yang tugasnya saling berkaitan berdasarkan azas fungsionalisasi.

3. Jelaskan ringkas apa saja yang tercakup dalam sarana dan mekanisme koordinasi ? Jawab : a. Kebijakan Sebagai alat koordinasi memberikan arah tujuan yang harus dicapai oleh segenap organisasi atau instansi sebagai pedoman, pegangan atau bimbingan untuk mencapai kesepakatan sehingga tercapai keterpaduan, keselarasan dan keserasian dalam pencapaian tujuan. b. Rencana Rencana dapat digunakan sebagai alat koordinasi karena di dalam rencana yang baik tertuang secara jelas, sasaran, cara melakukan, waktu pelaksanaan, orang yang melaksanakan dan lokasi.

c. Prosedur dan tata kerja Prosedur dan tata kerja pada prinsipnya dapat digunakan sebagai alat koordinasi untuk kegiatan yang sifatnya berulang-ulang. d. Rapat dan taklimat (briefing) Untuk menyatukan bahasa dan saling pengertian mengenai sesuatu masalah, rapat dapat digunakan sebagai sarana koordinasi. e. Surat Keputuan Bersama/Surat Edaran Bersama Untuk memperlancar penyelesaian sesuatu kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan hanya oleh satu instansi, dapat diterbitkan surat keputusan bersama atau surat edaran bersama. f. Tim, Panitia, Kelompok Kerja, Satuan Tugas. Apabila sesuatu kegiatan yang dilakukan bersifat komplek, mendesak, multi sektor, multi disiplin, multi fungsi sehingga azas fungsionalisasi secara teknis operasional sulit dilaksanakan, maka untuk lebih memantapkan koordinasi dapat dibentuk Tim, Panitia, Kelompok Kerja, Satuan Tugas yang bersifat sementara dengan anggota-anggota dari berbagai instansi terkait. g. Dewan atau Badan Dewan atau Badan sebagai wadah koordinasi dibentuk untuk menangani masalah yang sifatnya kompleks, sulit dan terus menerus, serta belum ada suatu instansi yang secara fungsional menangani atau tidak mungkin dilaksanakan oleh sesuatu instansi fungsional yang sudah ada. h. Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT atau One Roof System) dan Sistem Pelayanan Satu Pintu (One Door Service). - SAMSAT dibentuk untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat yang kegiatannya diselenggarakan dalam satu gedung (satu atap). - Sistem pelayanan satu pintu diselenggarakan untuk memperlancar dan mempercepat pelayanan kepentingan masyarakat oleh suatu instansi yang mewakili berbagai instansi lain yang masing-masing mempunyai

kewenangan tertentu atas sebagian urusan yang harus diselesaikan.

4. Jelaskan keterkaitan antara koordinasi dan hubungan kerja ! Jawab : Koordinasi dan hubungan kerja merupakan dua hal yang tidak identik, namun sulit dibedakan secara tegas, apalagi dipisahkan. Koordinasi selalu bersifat hubungan kerja, namun demikian, hubungan kerja tidak selalu bersifat koordinatif, karena hubungan kerja dapat pula bersifat konsultatif dan informatif saja.

5. Bagaimana pendapat saudara tentang pelaksanaan koordinasi antar instansi selama ini ? Jawab : Pelaksanaan koordinasi selama ini sudah dilaksanakan tetapi hasilnya belum maksimal karena masing-masing instansi sudah mempunyai rencana, sasaran, target yang akan dicapai.