Anda di halaman 1dari 8

Daerah Transisi dari Akar ke Batang

Windasari Putri Septarina 1511100023

Daerah Transisi dari Akar ke Batang


Akar dan batang merupakan suatu sumbu yang berkesinambungan, namun arah tumbuhnya antara akar dan batang sangat berbeda. Zona Transisi dimana jaringan penyusun akar-akar bertemu dengan jaringan penyusun batang-batang. Ikatan pembuluh, ikatan pembuluh yang xilem dan floemnya tersusun radial pada akar akan bertemu dengan ikatan pembuluh yang xilem dan floemnya tersusun secara konsentris kolateral pada tumbuhan dikotil atau tersebar pada tumbuhan monokotil

Protoxilem pada akar bersifat eksark (protoxilem terletak disebelah luar metaxilem) sedangkan pada batang bersifat endark (keadaan pada xilem yang untaian protoxilemnya terletak sangat dekat dengan poros tengah batang). Susunan xilem dan floem pada akar berselang-seling, sedangkan pada batang menyamping Xilem yang independen dan bertipe eksark pada akar akan menerobos masuk ke ikatan pembuluh yang letak xilem dan floemnya secara berdampingan atau kolateral dan bertipe endark. Oleh karena itu ada perubahan posisi yang meliputi pemutaran dan pembalikan untaian xilem

Daerah transisi letaknya kira-kira pada bagian ujung radikula sampai pada bagian paling dasar dari hipokotil. Panjangnya bisa beberapa milimeter atau bahkan beberapa sentimeter tergantung dari jenis tumbuhannya. Secara morfologi daerah transisi memiliki diameter yang lebih besar daripada akar maupun batang Pada daerah transisi ini tampak adanya penambahan diameter, yang diduga akibat adanya penggandaan jaringan pembuluh, percabangan, pemutaran dan penggabungan untaian xilem

Tipe transisi akar ke batang ada empat jenis, yaitu : A. Masing-masing untaian xilem bercabang dengan cara pembelahan radial, masing-masing cabang menuju ke atas dengan cara berayun ke samping, satu menuju ke kanan dan satu menuju ke kiri dan pada waktu yang bersamaan memutar 180 dan bergabung dengan floem pada sisi bagian dalam. Pada akhirnya tanpa merubah bentuk dan orientasinya akan menjadi untaian lurus dari akar ke batang.

B. Tipe ini berbeda dengan tipe yang pertama yaitu baik xilem dan floem membelah serta bercabang, msing-masing berayun ke samping atas dan bertemu dengan pasangannya yang posisinya berlawanan dengan untaian di dalam akar. Untaian xilem berbalik seperti keadaan semula, untaian floem mempertahankan orientasinya. Dengan cara ini terjadilah penggandaan ikatan pembuluh pada batang menjadi dua kali lipat daripada ikatan pembuluh akar.

C. Pada tipe ini untaian xilem tidak membelah, tetapi secara berangsur akan terpilin dan akhirnya akan berputar 180. Sementara itu untaian floem membelah dan separuhnya akan berayun ke samping menuju ke posisi xilem dan bergabung untaian xilem pada permukaan luar. D. Pada tipe ini, separuh dari untaian xilem membelah dan bercabang, cabangnya berayun ke samping bergabung dengan untaian xilem yang tidak membelah. Untaian xilem yang tidak membelah juga terpilin, sehingga setelah bergabung akan membentuk untaian xilem yang terbalik. Untaian floem tidak membelah sehingga setiap untai floem akan bergabung dengan tiga untai xilem dengan demikian maka jumlah ikatan pembuluh pada batang menjadi setengah ikatan pembuluh pada akar

Terimakasih