Anda di halaman 1dari 46

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No.

3 Tembalang Semarang LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN TELEPON PEMBUATAN JARINGAN CATU LANGSUNG TIDAK MURNI DENGAN TEKNOLOGI ADSL

OLEH: FEBI ADE KRISTY DEWI P RESTU MAHARSI JATI 3.33.08.0.08 3.33.08.0.18

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI SEMARANG 2010

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang DAFTAR ISI

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang BAB I PENDAHULUAN

1.1. Jaringan Akses Jaringan Akses didefinisikan sebagai seluruh jaringan transmisi yang menghubungkan service node dan user node. Antara service node dan jaringan akses menggunakan interface layanan (SNI) dan antara jaringan akses dan user node menggunakan interface pengguna (UNI). Jaringan lokal akses adalah media transmisi yang disediakan untuk hubungan dari penyedia layanan, dalam hal ini seperti sentral ISDN (sentral lokal) menuju ke pelanggan. Sementara media transmisi penghubung antar sentral biasa dikenal dengan istilah jaringan trunk atau jaringan backbone. Berdasarkan jenis media transmisi, PT TELKOM membagi jaringan lokal akses ke dalam tiga kelompok besar, yaitu: a. Jaringan Lokal Akses Tembaga (JARLOKAT) b. Jaringan Lokal Akses Fiber Optik (JARLOKAF) c. Jaringan Lokal Akses Radio (JARLOKAR) Dengan melihat perkembangan teknologi jaringan akses, terdapat teknologi akses yang menggunakan media transmisi campuran atau dikenal dengan istilah hybrid seperti kombinasi jaringan akses fiber dengan jaringan koaksial dan jaringan fiber dengan jaringan kabel tembaga. Teknologi yang berkembang di jaringan akses saat ini antara lain: a. Teknologi berbasis Jarlokat : ISDN, xDSL. b. Teknologi berbasis Jarlokaf : PON, AON, DLC. c. Teknologi berbasis Jarlokar : PHS, DECT, WLAN, Wireless DSL. d. Teknologi Hybrid : HFC, DLC, remote DSLAM dan MSOAN.

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Jaringan Lokal Akses Tembaga (JARLOKAT) Jaringan lokal akses tembaga (JARLOKAT) merupakan jaringan akses dari sentral ke pelanggan dengan menggunakan tembaga sebagai medianya. Struktur Jaringan Berdasarkan cara pencatuan saluran dari sentral ke pesawat pelanggan, jaringan kabel lokal dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu Jaringan catu langsung Jaringan catu tak langsung Jaringan catu kombinasi Konfigurasi Jarlokat Infrastruktur jarlokat secara garis besar terbagi atas dua model jaringan. Pertama model jaringan primer-sekunder dan model jaringan catu langsung atau disebut dengan istilah DCL (Daerah Catuan Langsung).

Gambar 1.1 Model Infrastruktur Jarlokat Primer-Sekunder

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Gambar 1.2 Model Infrastruktur DCL Keterangan gambar : a. MDF (Main Distribution Frame) Berupa susunan rak/frame yang digunakan sebagai titik awal interkoneksi jaringan kabel antara sentral dengan jaringan kabel di luar (outside plant). Susunan rak MDF terdiri atas sisi horizontal dan vertikal. Sisi horizontal sebagai interkoneksi kabel dari sentral, sementara sisi vertikal sebagai interkoneksi menuju ke jaringan luar. Tujuan pemisahan interkoneksi ini adalah untuk kemudahan bila terjadi suatu gangguan atau kerusakan, disamping beberapa keperluan lain misalnya untuk kemudahan proses change over (pemindahan sentral layanan). b. Cable vault/chamber Berupa suatu ruangan di bawah MDF yang digunakan sebagai tempat meletakkan kabel-kabel besar yang akan menuju ke luar. Kabel besar tersebut diatur pada rak-rak kabel agar urutan teratur dan proses pemeliharaannya menjadi tidak sulit. c. Duct/conduit Merupakan rute pipa yang ditanam dalam tanah sebagai tempat jalur kabel. Pipa duct juga melindungi kabel dari gangguan lingkungan dalam tanah.

d. Manhole

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Manhole mempunyai bentuk semacam bak di dalam tanah sebagai tempat untuk proses penyambungan jaringan kabel dan sebagai titik pengukuran jaringan kabel bila terjadi gangguan atau kerusakan. e. Handhole Pada prinsipnya fungsi handhole sama dengan manhole. Hal yang membedakan adalah ukuran dari handhole lebih kecil jika dibandingkan dengan manhole. Proses penyambungan, pemeliharaan atau pengukuran jaringan pada handhole dilakukan di luar. f. CCP (Cross Connection Point) atau RK (Rumah Kabel) Merupakan kabinet interkoneksi jaringan kabel primer dengan jaringan kabel sekunder. g. DP (Distribution Point) Merupakan kotak interkoneksi antara jaringan kabel sekunder dengan kabel drop yang menuju ke rumah-rumah atau gedung. DP dapat terletak di tiang, di dinding suatu bangunan atau gedung. h. Demarcation point atau KTB (Kotak Terminal Batas) Merupakan titik terminasi yang digunakan untuk interkoneksi kabel drop dengan sistem perkabelan di dalam rumah atau dalam gedung. Jaringan Catu Langsung Pada jaringan catu langsung ini, pesawat pelanggan dicatu dari KP terdekat yang langsung dihubungkan dengan RPU tanpa melalui RK. Jadi, pada jaringan ini, semua pasangan urat kabel dari KP tersambung secara tetap (permanen) ke RPU. Jaringan model ini, biasanya dipakai untuk wilayah : a. Kota kecil yang masih menggunakan sentral manual dengan jumlah pelanggan telepon sedikit. b. Pada kota besar, sistem ini untuk mencatu daerah sekitar sentral telepon (radius sampai dengan 500 meter). c. Untuk daerah terkonsentrasi yang mempunyai kebutuhan telepon cukup tinggi dan komplek yang tidak memungkinkan dipasang RK.

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Gambar 1.3. Konfigurasi Jaringan Catu Langsung Jarlokat Catu Tidak Langsung Jaringan catu tak langsung adalah jaringan kabel lokal dimana pesawat pelanggan dicatu dari KP terdekat yang dihubungkan terlebih dahulu ke RK, baru kemudian dihubungkan ke RPU. Dalam hal ini, RK berfungsi sebagai titik sambung antara kabel primer dan kabel sekunder.

Gambar 1.4. Konfigurasi Jaringan Catu Tidak Langsung Jaringan Catu Kombinasi Jaringan catu kombinasi adalah jaringan lokal di mana pesawat pelanggan dicatu melalui dua cara, yakni sebagian dengan catu langsung, dan sebagian lagi dengan catu tak langsung. Pemakaian jaringan catu kombinasi digunakan hampir pada semua kota sedang dan besar, karena letak sentral telepon biasanya di pusat kota atau pusat kepadatan penduduk, sedang lokasi pelanggan menyebar mulai dari yang dekat dengan sentral telepon, dan banyak juga yang berada jauh dari letak sentral.

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Gambar 1.5. Konfigurasi Jaringan Catu Kombinasi Teknologi Jarlokat a. Jarlokat murni sebagai jaringan lokal akses tembaga yang dalam operasionalnya tidak menggunakan tembahan perangkat lain.

Gambar 1.6. Konfigurasi Jarlokat Murni b. Jarlokat tidak murni adalah jaringan lokal akses tembaga yang didalamya menggunakan tambahan teknologi atau perangkat lain,misalnya pengganda saluran yaitu PCM dan HDSL dan lain lain.
Perangkat lain yang diintegrasikan pada jarlokat

SENTRAL/MDF Kabel Primer

Rumah Kabel Kotak Pembagi Kabel Skunder Saluran Penanggal

Terminal Batas Kabel Rumah

Daerah Catuan Langsung (DCL)

Perangkat lain yang diintegrasikan pada jarlokat

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Gambar 1.7. Konfigurasi Jarlokat Tidak Murni 1.2. Teknologi XDSL Definisi XDSL adalah sepasang modem untuk menyalurkan data kecepatan tinggi atau untuk mentransmisikan signal digital dengan menggunakan media transmisi berupa kabel tembaga atau jarlokat. XDSL mampu membawa data, gambar, dan voice. Sinyal data dikoneksikan secara kontinyu karena XDSL menyediakan bandwidth secara dedicated (no-share bandwidth). Singkatan dari XDSL adalah x-Digital Subscriber Line. "X" berarti type/jenis untuk setiap teknologi DSL, seperti : ADSL, SDSL, VDSL, HDSL, dan lain-lain. Teknologi XDSL merupakan teknologi jaringan yang memungkinkan terjadinya komunikasi suara, video dan data berkecepatan tinggi melalui jaringan kabel tembaga. XDSL memiliki varian diantaranya adalah ADSL, HDSL (High bit rate Digital Subcriber Line), RADSL ( Rate Adaptive Digital Subcriber Line), dan lain sebagainya. Metode pembagian bandwidth untuk transmisinya secara umum terbagi dua yaitu simetris dan asimetris. Sejarah xDSL Sambungan telepon dari kantor (pos-pos) telepon ke rumah-rumah menggunakan frekuensi 4 kHz untuk pengiriman sinyal analog suara. DSL menggunakan sambungan telepon biasa ini untuk mengirim sinyal-sinyal digital berkecepatan tinggi. Pada DSL terdapat berbagai jenis DSL. Misalnya Asymetric DSL (ADSL) untuk keperluan akses cepat internet, untuk perusahaan-perusahan ada High speed DSL (HDSL), Single Pair HDSL (SHDSL), Synchonized Symetric DSL (SSDSL) dan gabungan antara serat optik Very High DSL (VDSL). Untuk menyingkat emua istilah-istilah ini dikenal dengan sebutan xDSL. ISDN (Integrated Services Digital Network) yang memiliki dua jenis,

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang yaitu 1B (64 kbps) dan 2B (128 kbps) juga merupakan salah satu keluarga xDSL. Di Amerika sebutan untuk ISDN dikenal dengan IDSL (Intermediate DSL). Media Transmisi xDSL Media transmisi xDSL adalah jaringan kabel tembaga. Jarlokat yang dibutuhkan terdiri atas 1 pair (2 kawat) atau 2 pair (4 kawat), tergantung jenis teknologi xDSL-nya. Untuk teknologi XDSL yang berbasis ADSL, SDSL, G.Lite, G.SHDSL dan VDSL menggunakan 1 pair jarlokat. Untuk XDSL yang menggunakan 2 pair atau bahkan 3 pair adalah HDSL. Teknologi HDSL saat ini banyak dikenal dengan istilah HDSL-1P (HDSL dengan menggunakan 1 pair kabel, teknologinya sama dengan SDSL) dan HDSL-2P (HDSL dengan menggunakan 2 pair kabel). Dasar Sistem xDSL a. xDSL dapat menyalurkan akses broadband melalui jaringan telepon. Dengan xDSL pelanggan dapat mengakses aplikasi broadband, seperti streaming video, online gaming, multimedia applications, high speed internet access dan telecommuting. b. xDSL selalu "always-on". Tidak seperti modem dial-up, XDSL tidak perlu logging on/off atau menunggu dial tone. Dengan XDSL, koneksi 24 jam. Sebagai tambahan, dengan XDSL (ADSL, VDSL) hubungan telepon masih dapat tetap berlangsung. c. Bandwidth XDSL dedicated. Tidak seperti halnya sistem pada cable modem (HFC) atau wireless LAN, xDSL memberikan bandwidth yang tetap besarnya. Bandwidth tidak dibagi-bagi jika ada penambahan pelanggan yang akses (log on). d. xDSL secure. Dikarenakan koneksi XDSL bersifat point-to-point, bukan point-tomultipoint ataupun share bandwidth, maka faktor keamanan jaringan menjadi lebih handal.

10

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Model Perangkat xDSL Secara fisik, model perangkat XDSL ada dua jenis, yaitu: a. Stand alone atau back-to-back Merupakan interkoneksi xDSL antara modem COT dan ROT dalam bentuk tunggal (1 koneksi sistem). Konfigurasi ini dipakai untuk kebutuhan dalam skala yang sangat kecil seperti instalasi untuk skala dibawah 10 sistem.

Gambar 1.8. Model Interkoneksi Stand Alone (Back-to-back) b. DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer) Macam Teknologi xDSL Jenis teknologi xDSL banyak sekali ragamnya. Bahkan ada teknologi xDSL yang sama mempunyai beberapa nama. Berikut beberapa teknologi xDSL yang umum diaplikasikan: a. DSL (Digital Subscriber Line) b. IDSL (Integrated Services Digital Network DSL) c. HDSL (High Bit-rate DSL) d. SDSL (Symmetric DSL) e. G.SHDSL f. G.Lite g. ADSL (Asymmetric DSL) h. G.SHDSL i. VDSL (Very High Rate DSL)

11

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Tabel 1.1. Pengelompokan teknologi xDSL berdasarkan bentuk transmisinya Simetris SDSL (Single line Digital Subcriber Line) HDSL (High data rate Digital Subcriber Line) Asimetris ADSL (Asymetric Digital Subcriber Line) RADSL-Late (Rate Adaptive Digital Subcriber Line) VDSL (Very high data rate Digital Subcriber Line)

Tabel 1.2 Perkembangan Teknologi xDSL Nama Arti Bandwith Bandwith Jarak Upstream Downstream Maks 160 Kbps 160 Kbps 6 km Jumlah Kabel Tembaga 1 pasang Aplikasi

ISDN

Integrate d Service Digital Network High data rate Digital Subcriber Line Single line Digital Line

HDSL

1,544 Mbps 2,048 Mbps

1,544 Mbps 2,048 Mbps

4 km

2 atau 3 pasang

Layanan ISDN komunikasi data dan suara Layanan E1/T1 WAN, LAN

SDSL

1,544 Mbps 2,048 Mbps

1,544 Mbps 2,048 Mbps

3,3 km

1 pasang

ADSL

Asymetric Digital Subcriber Line

16 - 640 Kbps

1,5 9 Mbps

6 km

1 pasang

Sama dengan HDSL ditambah dengan akses pada layanan simetris Akses internet Video on demand, Simplek Video, Akses remote LAN, Multimedia internet

12

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang RADSL Rate Bervariasi Adaptive dalam Digital range Subcriber ADSL Line Very high 1.5 2,3 data rate Mbps Digital Subcriber Line Bervariasi dalam range ADSL 6 km 1 pasang Sama dengan ADSL

VDSL

13 52 Mbps

800 m 2 km

1 pasang

Sama dengan ADSL ditambah dengan HDSL

1.3. Teknologi ADSL ADSL mentransmisikan data secara asimetrik yaitu kecepatan transmisinya berbeda antara saat downstream (dari jaringan ke pelanggan) dan saat upstream (dari pelanggan ke jaringan). Kecepatan downstream lebih tinggi dari kecepatan upstream. Ada beberapa alasan mengenai transmisi datanya yang asimetrik antara lain karena kebutuhan kecepatan transmisinya, sifat saluran transmisi dan sisi aplikasinya. ADSL menyediakan channel digital yang asimetrik pada bit rate yang tinggi dengan menggunakan kabel tembaga. Channel ini terdiri dari bit rate downstream yang tinggi untuk pengiriman informasi dan bit rate upstream yang rendah untuk pensinyalan dan fungsi kontrol. Sebagaimana didefinisikan oleh ANSI, ADSL memiliki tujuh kelas transport; empat untuk multiple T1 (1.5 Mbit/s) bandwith downstream dan tiga untuk multiple E1 (2 Mbit/s) bandwith downstream. ADSL memiliki bit rate yang berbeda antara arah kirim (upstream) dan arah terima (downstream). Kecepatan upstream-nya berkisar antara 16 kbps hingga 640 kbps, sedangkan kecepatan downstream-nya antara 1,544 Mbps hingga lebih dari 7 Mbps. Karenanya ADSL sangat ideal untuk layanan internet/intranet,video on demand dan remote LAN access. Karena biasanya pengguna- pengguna aplikasi tersebut lebih banyak membutuhkan menerima informasi/download daripada mengirim informasi. Kebutuhan kecepatan yang tidak perlu sama dapat dilihat dari kebiasaan yang ada sampai saat ini yaitu biasanya para pelanggan (misalnya pelanggan layanan internet) hanya memerlukan pengambilan data (download) dari penyedia informasi. Jika informasi yang diambil tersebut berupa informasi multimedia (atau apapun yang memiliki ukuran data yang relatif besar), seharusnya diperlukan saluran transportasi dengan kecepatan yang besar untuk keperluan download jauh lebih besar daripada tersebut.

13

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Disisi lain, pelanggan jarang sekali melakukan pengiriman data ke jaringan (upload). Oleh karena itu, hanya diperlukan saluran transmisi dengan kecepatan terbatas. Adakalanya pelanggan melakukan upload ke jaringan dengan mengirimkan data-data yang cukup besar. Akan tetapi, itupun relatif lebih jarang dilakukan dibandingkan dengan download. Artinya bahwa kebutuhan untuk download jauh lebih besar daripada upload. Jika dipaksakan untuk mempunyai rate yang sama, hal ini akan membuat bandwidth menjadi tidak efisien. Jika dilihat dari media transmisinya, saluran-saluran transmisi yang ada (saluran telepon) tidak disalurkan satu per satu ke setiap pelanggan (saluran tunggal), melainkan beberapa saluran dijadikan satu dalam satu bundel saluran. Biasanya dalam satu bundel terdapat 50 saluran. Dengan kondisi seperti ini, interferensi antar saluran akan sangat mungkin terjadi. Bahkan, jika dalam satu bundel yang sama terjadi transmisi arah yang berlawanan, sinyal yang dipancarkan pada satu sisi (sisi bundel kabel) yang memiliki level sinyal yang masih tinggi akan mengganggu penerima pada sisi yang sama (sisi bundel kabel yang sama dengan pemancar) di mana level sinyal pada penerima yang lemah sekali. Kejadian ini disebut NEXT. Akan tetapi, jika pada bundel yang sama tersebut sedang terjadi transmisi sinyal pada arah yang sama dan level sinyal yang ada pada kedua saluran tersebut bisa dianggap sama kuat, gangguan saluran juga dapat terjadi. Efek gangguannya lebih kecil dari pada NEXT. Kejadian ini disebut dengan FEXT. Selain itu, jika pada saluran yang sama ingin dilakukan komunikasi fullduplex, biasanya komunikasi dilakukan dengan mengirimkan kedua sinyal (sinyal yang dikirimkan dan diterima) dengan memodulasikannya pada frekuensi pembawa yang sama sehingga dapat terjadi echo (sinyal yang dipancarkan masuk ke bagian penerima kembali atau sinyal balik). ADSL, asymetrik digital subscriber line, adalah teknologi modem kecepatan tinggi. ADSL menyediakan data rate transfer sampai 8 Mbps, atau 200 kali lebih cepat dari modem tradisional saat ini, melalui jalur telepon tembaga konvensional, dengan tanpa interupsi pada POTS (plain-old telephone service). ADSL membagi jaringan suara dengan bandwidth 1 MHz penuh ke dalam kanal multiple, yang memungkinkan pelanggan mengakses Internet, memesan video untuk dilihat, dan mengirim fax atau berbicara melalui telepon, pada saat yang bersamaan. Karena ADSL tidak membutuhkan perubahan yang besar pada infrastruktur telepon yang telah ada, dapat dikembangkan dengan lebih cepat dan biayanya rendah dibanding dengan sistem alternatif lainnya untuk

14

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang data kecepatan tinggi dan transmisi video. ADSL memerlukan modem atau line cards pada sentral telepon dan pada rumah pelanggan, ditambah splitter POTS, yang memisahkan suara dan transmisi data dalam jaringan. ADSL dapat beroperasi melalui jarak sejauh 12000 feet (3.7 km) bahkan 18000 feet (5.5 km). ADSL menggunkan transmis sinyal asimetrik, yang memungkinkan ADSL untuk menyediakan bandwidth downstream lebih besar ke pelanggan dibanding upstream dari pelanggan ke jaringan. Hal ini untuk menjaga kebutuhan bandwidth yang tidak tetap untuk kebanyakan aplikasi, user biasanya men-download data dan video lebih banyak dibanding data yang mereka kirim ke jaringan. ADSL merupakan teknologi lanjutan setelah munculnya teknologi DSL dan HDSL. Teknologi DSL dan HDSL adalah teknologi jaringan digital pelanggan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan jaringan pelanggan. Kedua teknologi ini sering dikenal sebagai teknologi pengganda yang dapat meningkatkan kapasitas layanan. ADSL digunakan untuk meningkatkan kemampuan menyalurkan jenis layanan yang berkecepatan tinggi. Disamping itu, secara bersamaan (dalam pair kabel yang sama) teknologi ADSL masih dapat menyalurkan layanan eksisting POTS yang telah ada sebelumnya. Untuk menghindari terjadinya interferensi antara arah transmisi upstream dan downstream maka dilakukan pemisahan penggunaan frekuensi untuk upstream dan untuk downstream. Besarnya bit rate downstream bervariasi dari 1,5 Mbps sampai 6 Mbps (saat ini sedang dikembangkan hingga 8 Mbps ), sedangkan untuk upstream bervariasi dari 16 Kbps sampai 640 Kbps. Akses internet kecepatan tinggi kini dapat dinikmati oleh para pemakai internet dengan menggunakan teknologi ADSL.

15

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Mode Transmisi ADSL Mode transmisi ADSL bersifat asimetrik. Biasanya pengiriman data seperti film atau gambar dari sumber layanan (server) ke arah pelanggan (downstream) membutuhkan kecepatan transmisi yang tinggi. Hal ini disesuaikan dengan karekteristik pelanggan yang lebih banyak melakukan download daripada upload. Sementara sinyal informasi yang dikirim dari pelanggan (upstream) hanya berupa perintah-perintah untuk proses pengiriman/penerimaan sinyal,sehingga kecepatan data yang dibutuhkan relatif rendah.

Gambar 1.9. Mode Transmisi ADSL Kecepatan data yang bisa dilayani oleh modem ADSL ini bervariasi yaitu: a. Downstream mulai dari 2 Mbps hingga 8 Mbps. b. Upstream mulai dari 64 Kbps hingga 1 Mbps. Saat ini ada dua sistem transport yang digunakan dalam ADSL yaitu berbasis jaringan ATM (Asyncrounus Tranfer Mode) dan berbasis Ethernet (10 Base- T). Teknik line coding yang digunakan adalah DMT (Discrete Multi Tone). Teknik line coding DMT memberikan keuntungan dimana sistem lebih tahan terhadap derau/noise atau interferensi. Disamping itu dengan menggunakan DMT memungkinkan ADSL menjadi rate adaptive (kecepatan transmisi dapat berubah relatif mengikuti performansi jaringan kabel tembaga yang digunakan sebagai media transmisinya). Dengan menggunakan DMT juga dimungkinkan terjadinya proses inisialisasi jaringan untuk menentukan sampai pada tingkat kecepatan berapa jaringan tembaga dapat mentransmisikan data dengan aman. Sementara pada teknik konvensional jika performansi kabel turun kualitasnya, maka sinyal yang dimodulasi/demodulasi oleh modem akan menjadi rusak.

16

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Pembagian bandwidth ADSL a. Band frekuensi rendah (0 ~ 4 kHz) untuk voice (POTS) atau fax G.3. b. Band frekuensi tinggi (38 kHz ~ 1.2 MHz) untuk data. c. Antara 4kHz - 38kHz digunakan sebagai guard band. Dilihat dari bentuk spektrrum frekuensinya, digambarkan sebagai berikut :

Grafik 1.10. Spektrum Frekuensi ADSL Konfigurasi ADSL

Gambar 1.11. Konfigurasi ADSL Keterangan: a. ATM SWITCH, yang memiliki tiga fungsi yaitu Autorization (Identifikasi Port User) Authentication (Identifikasi Username dan Password) dan Accounting (Penghitung Pemakaian). b. RAS, bertugas memberi IP Publik (WAN) sehingga user dapat terkoneksi ke internet, IP Publik (WAN) diberikan kepada setiap user yang telah berhasil melewati proses Authentication di RADIUS. c. DSLAM, terdiri atas beberapa port yang berfungsi untuk me-routing-kan posisi sebuah user berada pada port yang mana. Bertugas sebagai modem yang

17

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang menghubungkan antara BRAS ke modem pelanggan, selain itu juga berfungsi sebagai spliter antara data dan voice.

Gambar 1.11. Topologi ADSL Sistem hubungan komunikasi pada perangkat ADSL dapat dilakukan

menggunakan 2 sistem switching yaitu narrowband switching dan broadband switching. Sistem hubungan layanan POTS atau layanan narrowband dilakukan berbasis circuitsswitching, sedangkan layanan data, video atau layanan broadband berbasis packetswitching. Karakteristik ADSL a. Jumlah pair kabel = 1 pair kabel. b. Mode transmisi = asimetrik (downstream > upstream). c. Kecepatan akses downstream sampai dengan 8 Mbps. d. Kecepatan akses upstream sampai dengan 1 Mbps. e. Multi rate (adjustable rate dan adaptive rate). f. Interface = Ethernet, USB. g. Aplikasi: Internet kecepatan tinggi (high speed internet access). VoD, MoD, KoD dan sebagainya. Warnet, hotel, SOHO dan sebagainya.

18

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Keuntungan ADSL a. Kecepatan tidak terpengaruh oleh pertambahan jumlah pelanggan yang akses bersamaan. b. Anda dapat tetap terhubung ke internet dan bisa tetap menggunakan saluran telepon untuk panggilan suara secara bersamaan tanpa mengganggu saluran internet dengan saluran telepon. c. Tidak perlu dial-up lagi, begitu komputer hidup, koneksi langsung tersambung dan tersedia 24 x 7. d. Karena koneksi dilakukan dengan kabel sendiri, maka setiap pelanggan mendapatkan masing-masing koneksi point-to-point ke internet. Sehingga kestabilan koneksi dan keamanan lebih terjamin. e. Mudah dalam proses instalasi Kelemahan ADSL a. Jarak yang terlalu jauh dari STO akan menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan. b. Kabel tembaga tua dapat menurunkan kualitas sambungan dan menurunkan kecepatan. c. Koneksi asimetris berarti waktu upload akan lebih lama daripada download. d. Layanan ini tidak terdapat di semua wilayah Sasaran Pengguna ADSL a. Perusahaan, instansi pemerintah, atau institusi yang memiliki LAN dengan user 10 orang atau lebih. b. Penyedia content yang ingin servernya dapat diakses lebih cepat dan tetap siaga 7 x 24 jam. c. Warung internet (Warnet) d. Pemilik atau pengelola gedung yang ingin menyediakan fasilitas akses internet bagi para penyewanya. e. Perorangan di rumah yang intens menggunakan internet untuk usaha, main games, video-conference dengan relasi atau keluarga. 1.4. DSLAM

19

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Diletakkan disentral telepon. Menerima sinyal dari banyak pelanggan DSL/ Sambungan Telepon, dan meneruskan ke backbone berkecepatan tinggi, menggunakan teknik multiplexing. Sesuai dengan spesifikasi produk dari vendor yang membuatnya, DSLAM terhubung dengan line DSL dengan kombinasi Asynchronous Transfer Mode (ATM), Frame Relay atau Internet Protocol (IP). Bagian-bagian DSLAM : a. Spliter low pass filter untuk melewatkan band suara dan high pass filter untuk melewatkan band ADSL. b. Modul-modul pelanggan dapat berupa modul ADSL, SDSL, VDSL dll. Untuk layanan speedy digunakan modul ADSL. Fungsi DSLAM antara lain : a. Sebagai filter voice dan data b. Sebagai modulator dan demodulator DSL. c. Sebagai multiplexer.

20

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang BAB II PERENCANAAN

2.1. Alat dan Bahan

Kabel Indor

Kabel Drop Wire

Pesawat Telepon

Komputer

Modem ADSL

KTB

Helm Safety

ADSL Spliter

Kabel Tanah

21

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Kabel Udara

RJ-11

PABX

DSLAM

Briket Segitiga

Box DP

LSA KRONE

Soket

Tray

Paku Klem

Paku Baja

Split Stopper

22

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Slongsong Alumunium

RJ-45

2.2. Spesifikasi Modem ADSL JIESAI Jiesais JSA8U, merupakan modem ADSL dengan harga terjangkau yang memudahkan kita terhubung ke internet. Kita dapat browsing internet, bermain game online mengirim e-mail dan lain-lain. Saluran modem ADSL Jiesai ini sudah lengkap sehingga tidak membutuhkan tambahan perangkat lagi seperti adapter daya atau yang lain. Kecepatan akses data sampai 8Mb/s. 4Mb/s untuk downstream dan 1Mb/s untuk upstream Support dan kompatibel untuk Microsoft Windows 98, Millennium Edition (ME), 2000, XP, Apple Macintosh dan Linux operating systems Mudah dioperasikan dengan hampir semua merek DSLAM

23

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang 2.3. Spesifikasi DSLAM IPAM-1600s

24

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

25

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang BAB III SETTING DSLAM DAN MODEM

3.1. Pengaturan Konfigurasi DSLAM DSLAM terdiri dari beberapa line interface yaitu: 1. Port Phone (Port Connectors) Phone connector digunakan untuk menghubungkan DSLAM dengan sentral telepon (PABX) 2. Port Line (Line Connectors) Line connectors digunakan untuk menghubungkan DSLAM dengan saluran telepon pelanggan yang mengakses ADSL 3. Port Internet Port Internet digunakan untuk menghubungkan DSLAM dengan sebuah line internet 4. Port CID Port CID digunakan untuk menghubungkan DSLAM dengan computer yang akan digunakan untuk mengkofigurasi DSLAM 5. Port Catu Daya AC (AC Power Connector) Konektor catu daya AC digunakan untuk menghubungkan DSLAM dengan sumber catu daya AC Langkah-langkah untuk mengkonfigurasi DSLAM adalah sebagai berikut: 1. Menghubungkan saluran dari PABX pusat ke port phone connectors pada DSLAM menggunakan centronic connectors. 2. Menghubungkan port line connectors pada DSLAM ke saluran PABX laboratorium menggunakan centronic connectors. 3. Menghubungkan saluran internet dari router ke port internet pada DSLAM menggunakan konektor RJ-45 4. Menghubungkan port CID DSLAM dengan komputer. 5. Menghubungkan DSLAM dengan catu daya AC.

26

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang Setelah semua konektor terhubung, DSLAM juga membutuhkan konfigurasi awal sistem. DSLAM dapat dikonfigurasi melalui komputer yang telah terhubung ke port CID. Konfigurasi akan dilakukan dengan menggunakan EmWeb menu. Langkah-langkah untuk konfigurasi sistem sebagai berikut: 1. Melakukan console untuk mengetahui default IP DSLAM yang selajutnya akan digunakan untuk mengkonfigurasi DSLAM. Mengklik Start, Program, Accesories, Communication, Hyperterminal, DSLAM.ht

Tampilan Hyperterminal 2. Mengklik admin pada user dan password. Kemudian mengklik showship pada hyperterminal untuk mengetahui IP, subnetmask dan gateway DSLAM.

Tampilan Showship pada Hyperterminal 3. Mengklik Start, Run, kemudian mengetikkan ping IP DSLAM 172.100.100.254

27

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan Ping IP DSLAM 4. Membuka web browser dan mengetik gateway DSLAM 175.100.100.254 maka pada layar akan muncul tampilan:

Tampilan Login Awal 5. Mengetikkan admin pada username dan admin pada password (default username). Kemudian melakukan login dan akan muncul tampilan selanjutnya seperti di bawah ini:

28

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan Menu Sistem 6. Konfigurasi IP dan Lokasi a. Mengklik Sistem IP/Location from the Sistem Menu b. Kemudian akan muncul tampilan default dari konfigurasi IP/lokasi

Tampilan Konfigurasi IP c. Mengganti dan mengisi nomor IP baru: 172.100.100.254 d. Mengisi Subnet Mask untuk IP address: 255.255.0.0 e. Mengisi IP yang digunakan sebagai gateway: 172.100.100.1 f. Mengisi nama system: IPAM-1600s g. Mengisi lokasi dimana DSLAM berada: Polines Semarang h. Mengklik Apply untuk menjalankan konfigurasi

29

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang 7. Konfigurasi DSL Profile untuk menentukan jenis layanan a. Mengklik DSL Profile Configuration, Create Line profile:

Tampilan Konfigurasi Line Profile b. Mengisi DSL Line Profile Name: Polines5 c. Mengisi Minimum Transmit Rate CO (Down Stream): 1024 d. Mengisi Maximum Transmit Rate CO (Down Stream): 8064 e. Mengisi Minimum Transmit Rate CO (Up Stream): 32 f. Mengisi Maximum Transmit Rate CO (Down Stream): 1024 g. Mengklik Apply untuk menjalankan konfigurasi 8. Konfigurasi Port DSL Mengklik Port Configuration, DSL Profile Configuration, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

30

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan Konfigurasi Port DSL 9. Konfigurasi Tanggal dan Waktu a. Mengklik Sistem Date and Time dari Menu Sistem, maka akan muncul tampilan seperti berikut:

Tampilan Konfigurasi Tanggal dan Waktu b. Mengisi tanggal dan data yang sesuai c. Memilih Apply untuk menjalankan konfigurasi

10. Mengganti Password a. Mengklik Changing Password pada Sistem Menu

31

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan Changing Password b. Memasukkan Username c. Memasukkan Password lama d. Memasukkan Password baru e. Memasukkan kembali Password baru untuk konfirmasi f. Memilih Apply untuk menjalankan konfigurasi 11. Konfigurasi PVC (Permanent Virtual Connection) a. Mengklik PVC Configuration pada menu Port Configuration, maka akan muncul default setting sebagai berikut:

Tampilan Konfigurasi PVC

b. Mengkonfigurasi salah satu port dilakukan dengan mengklik tombol Modify

32

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan Modify Konfigurasi Port PVC c. Konfigurasi untuk PVC adalah sebagai berikut: VPI VCI Admin Status VID :8 : 81 : Up :0

Priority of PVC : 7

d. Memilih Apply untuk menjalankan konfigurasi 12. List of Subscriber a. Mengklik List of Subscriber pada menu Port Configuration, kemudian mengetikkan nama pelanggan dan nomor telepon (ekstension) seperti pada gambar berikut:

Tampilan Daftar Pelanggan

33

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang b. Mengkonfigurasi salah satu potr dilakukan dengan mengklik tombol Modify, kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut:

Tampilan Modify Konfigurasi Data Pelanggan c. Mengisi Subscriber Name, Telephone Number, dan Note sesuai dengan data yang diinginkan. d. Memilih Apply untuk menyimpan konfigurasi 13. Menyimpan Konfigurasi yang Sudah Dibuat a. Mengklik Save to Flash pada menu utama SmartDSLAM kemudian akan muncul tampilan sebagai berikut:

Tampilan Save to Flash b. Simpan konfigurasi yang telah dibuat dengan menekan tombol Save 14. ADSL Pysical Layer Performance Monitor a. Mengklik Physical Layer Info dari DSL Port Performance Menu, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

34

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan Physical Layer Performance b. Pada gambar di atas terlihat bahwa port 7 yang sedang melakukan koneksi ADSL dengan keterangan No Defect c. Berikut ini adalah keterangan dari ADSL Physical Layer Performance Monitor yang ditunjukkan pada tabel berikut: Field SNR margin Attenuation Keterangan Noise margin value (dB) Selisih daya transmit (kirim) dan receive (terima) setiap satu ATU (dB) Status Kondisi status saluran ATU. Ada beberapa kondisi status: No defect: Normal Loss: ATU-R gagal menerima sinyal Lpr: ATU-R kehilangan sinyal (transmit / receive) Output Power Total daya keluaran yang dikirim oleh ATU (dBm) Attainable Rate Kecepatan maksimal data yang dapat dicapai oleh ATU (kbps)

15. ADSL Channel Layer Performance Monitor a. Mengklik Channel Layer Info dari DSL Port Performance Menu, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

35

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Tampilan ADSL Channel Layer Performance Monitor b. Berikut ini adalah keterangan dari ADSL Physical Layer Performance Monitor Field Interleave delay Keterangan Delay interleave untuk setiap channel (milli-second) Previous Tx Rate Kecepatan transmit sebelumnya pada saat ADSL loop digunakan (Kbps) Current Tx Rate CRC Block Length Kecepatan transmit sekarang (Kbps) Panjang kanal data blok pada beberapa CRC operates

3.2. Setting Moden JIESAI-JSA8E 1. Buka browser internet (Internet Explorer). 2. Ketikan pada address :http://192.168.1.1 lalu tekan enter (Go).

36

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang 3. Tampilan Display Home sebelum ada kondisi Disconnected

4. Klik pada WAN Setup

5. Isi Nama Pengguna pada Form yang tersedia

37

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang 6. Tampilan pada Menu Advance

7. Tampilan pada Menu Tools

8. Tampilan pada Menu Status

38

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang DOKUMEN PRAKTIKUM SETTING MODEM

39

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang


PENAWARAN HARGA

No.

: 03/RF-PH/V/2010

Semarang, 26 Mei 2010

Kepada Yth. Kepala Prodi Teknik Telekomunikasi Politeknik Negeri Semarang Di tempat

Dengan hormat, Berikut kami sampaikan penawaran harga pekerjaan pemasangan Instalasi Kabel Rumah pada Laboratorium Telekomunikasi berteknologi ADSL dengan rincian sebagai berikut: PERINCIAN PEKERJAAN IKR
JUMLAH NO. 1 I 1 2 3 4 5 6 7 8 II 9 10 11 12 URAIAN MATERIAL 2 Material Pokok IKR Pesawat Telepon + Kabel RJ 11 Soket Kabel Indoor Suprem ITC Tray Tertutup (TC 1+) KTB Premium PABX Panasonic 16 EXT Box DP DSLAM Material Saluran Penanggal Briket Segitiga Drop Wire Split Stopper (10 cm) Slongsong Alumunium Material Bantu 10 11 Paku Klem Paku Baja Material Tambahan 12 13 Modem + Splitter Komputer Total I
N O... NO NO UR AIIIAN UR A A N UR A AN JUML AH JUMLAH JUML AH SAT U AN S ATU AN S AT U AN H ARG A H AR G A H ARG A SAT U AN S ATU AN SAT U AN

HARGA SATUAN SATUAN MATERIAL 4 5

HARGA TOTAL MATERIAL 6

HARGA SATUAN UPAH 7

HARGA TOTAL UPAH 8

10 10 100 100 10 1 1 1

buah buah meter meter buah buah buah buah

Rp. 110.000,00 Rp. Rp. Rp. Rp. 3.000,00 795,00 2.750,00 8.000,00

Rp. 1.100.000,00 Rp. Rp. 30 .000,00 79.500,00

Rp. 275.000,00 Rp. 80.000,00

Rp.5.100.000,00 Rp. 135.000,00 Rp. 1.801.000,00

Rp 5.100.000,00 Rp 135.000,00

Rp. 1.801.000,00

10 200 200 100

buah meter buah buah

Rp. Rp. Rp. Rp.

2.000,00 1.500,00 100,00 150,00

Rp.

20.000,00

Rp. 300.000,00 Rp. Rp. 20.000,00 15.000,00

10 20

pack buah

Rp. Rp.

3.000,00 750,00

Rp. Rp.

30.000,00 15.000,00

10 11

buah buah

Rp. 99.000,00 Rp. 3.500.000,00

Rp.

990.000,00

Rp. 38.500.000,00 Rp.48.490.500,00

H ARG A T OT AL H AR G A TOT AL H ARG A T OT AL

H ARG A S AT U AN H AR G A S ATU AN H ARG A S AT U AN

H ARG A T OT AL H AR G A TOT AL H ARG A T OT AL

40

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang


M AT ER IIIAL M AT ER A L M AT ER AL M AT ERIIIAL M AT ER A L M AT ER AL M AT ER IIIAL M AT ER A L M AT ER AL U PAH UP AH U PAH U PAH UP AH U PAH

1 II

2 Biaya Instalasi Total II

8 Rp. 4.000.000,00 Rp. 4.000.000,00

III

Transportasi Total III

Rp. 1.000.000,00

Rp. 1.000.000,00 Rp. 1.000.000,00

IV

Testing Commisiioning Total IV Total Harga Total Harga Material & Upah (6+8) Komisi Enterpreneur 5% Keuntungan dan Resiko 15% Total Harga Pajak 10 % Grand Total Harga Rp.48.490.500,00

Rp.2.500.000,00

Rp 2.500.000,00 Rp. 2.500.000,00 Rp 7.500.000,00 Rp 55.990.500,00 Rp. 2.799.525,00 Rp. 8.398.575,00 Rp 67.188.600,00 Rp. 6.718.860,00 Rp. 73.907.460,00

Demikian penawaran harga kami buat, atas kerja samanya kami sampaikan terimakasih.

Hormat kami,

CV. FR

41

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

No Tanggal

: ........................................ : ........................................

NOTA PESANAN
Dijual/Dikirim kepada : ........................................................................................................... ........................................................................................................... NO NAMA BARANG BANYAK HARGA SATUAN JUMLAH

Keterangan:

Jumlah Vorskot Sisa

Diterima Dengan Baik Oleh: Pemesan

Pengirim

42

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

DATA PEMERIKSAAN MATERIAL IKR


Nama Alamat No. Telepon : .............................................. : .............................................. : ..............................................

PEMERIKSAAN MATERIAL KTB KABEL


O/N *) O/N *) O/N *) O/N *) O/N *) O/N *)

PIPA

TRAY

KOTAK SAMBUNG

SOKET

KET

Keterangan

*) O N

: coret yang tidak perlu : OK (memenuhi) : Not OK (tidak memenuhi)

Semarang, .....................20

Pelaksana

Pemeriksa

Suhendro NIK: ...................

DATA PEMERIKSAAN FISIK IKR

43

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang

Nama Alamat No. Telepon

: .............................................. : .............................................. : ..............................................

PEMERIKSAAN FISIK
TERMINASI PADA SOKET KTB SOKET PENYAMBUNGAN KABEL LISTRIK JARAK SILANGAN PADA KOTAK SAMBUNG PENEMPATAN KABEL PADA PIPA/TRAY

PEMASANGAN KTB PIPA TRAY K. SAMB

Catatan:

Keterangan

*) O N

: coret yang tidak perlu : OK (memenuhi) : Not OK (tidak memenuhi)

Semarang, .....................20

Pelaksana

Pemeriksa

Suhendro NIK: ...................

DATA PENGUKURAN ELEKTRIS IKR

44

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang


Nama Alamat No. Telepon : .............................................. : .............................................. : ..............................................

NO.

NOMOR TELEPON

TAHAN ISOLASI a/b a/t b/t

KONTINUITAS a b

KET

Semarang, .....................20

Pelaksana

Pemeriksa

Suhendro NIK: ...................

45

CV. FR Cabang: Jl. Tunjung Sari No. 3 Tembalang Semarang BAB IV PENUTUP 4.1. Kesimpulan a. Jaringan lokal akses tembaga (JARLOKAT) merupakan jaringan akses dari sentral ke pelanggan dengan menggunakan tembaga sebagai medianya. b. Karena koneksi dilakukan dengan kabel sendiri, maka setiap pelanggan ADSL mendapatkan masing-masing koneksi point-to-point ke internet. Sehingga kestabilan koneksi dan keamanan lebih terjamin. Selain itu, proses instalasi juga mudah

4.2. Saran Pada praktikum Jaringan Telepon ini, sebaiknya: a. Para praktikan mempelajari tentang materi yang akan dipraktekkan, maupun cara mempergunakan peralatan dengan baik, sehingga didapatkan hasil praktikum yang lebih baik. b. Para praktikan meminta bimbingan dan pengarahan dari dosen pembimbing dalam hal ini Bapak Suhendro sehingga lebih memahami dan mengetahui prosedur penggunaan alat, cara instalasi dan setting jaringan dengan baik dan benar. c. Praktikan menggunakan peralatan yang berfungsi dengan baik dan memperhatikan prosedur penggunaan komponen dan peralatan sehingga tidak mengalami kerusakan.

46