Anda di halaman 1dari 23

BIVALVIA

KEANEKARAGAMAN DAN KLASIFIKASI HEWAN I (HEWAN AVERTEBRATA)

KELOMPOK V
1.

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

Eri Rahmawati Ratna Puspita Sari Siti Hardianti Rustianawati Rita Safitri Ragil Sasongko Yulfahmi Ujiyanto Amanatus Sholihah Heni Apri Puspitosari Ela Aritia

(09008136) (09008137) (09008139) (09008140) (09008141) (09008142) (09008144) (09008145) (09008146) (09008147)

BIVALVIA
BIVALVIA

Bi Valva

: Dua : Cangkang

PELECYPODA

Pelekis Podos
Lamella Branchia

: Kapak kecil : Kaki


: Berlapis-lapis : Insang

LAMELLIBRANCHIATA

KLASIFIKASI BIVALVIA

Subkelas Palaeotaxodonta (Protobranchia menurut Franc)

Ordo Nuculoida

Subkelas Franc)

Cryptodonta

(Protobranchia

menurut

Ordo Praecardioida Ordo Solemyoida

Subkelas Pteriomorphia (tiram, Filibranchia menurut Franc)


kupang,

dll.,

Ordo Arcoida Ordo Cyrtodontoida Ordo Mytiloida Ordo Ostreoida semula termasuk Pterioida Ordo Praecardioida Ordo Pterioida

Subkelas Paleoheterodonta (Eulamellibranchia menurut Franc)


Ordo Trigonioida Ordo Unionoida (jenis-jenis kupang air tawar) Ordo Modiomorpha

Subkelas Heterodonta (mencakup remis, lokan, dan kerang-kerang yang biasa dikenal, Eulamellibranchia menurut Franc)

Ordo Cycloconchidae Ordo Hippuritoida Ordo Lyrodesmatidae Ordo Myoida Ordo Redoniidae Ordo Veneroida

Subkelas Anomalodesmata ((Eulamellibranchia menurut Franc)

Ordo Pholadomyoida

KARAKTERISTIK

Cangkang
Bivalvia memiliki 2 cangkang yang saling berlekatan di bagian umbo atau dorsal. Cangkang terdiri dari 3 lapisan:

Periostrakum Prismatik Nakreas (lapisan induk mutiara)

Cangkang membuka dengan bantuan otot transversal: Adduktor Anterior dan Adduktor Posterior

Mantel
Mantel tipis dan lebar, dan menutup seluruh bagian massa visera, Ctenidia (insang), dan kaki. Pada tepi mantel terdapat tiga lipatan:

Lipatan dalam berisi otot radial dan otot melingkar. Lapisan tengah mengandung alat indera. Sedangkan lapisan luar sebagai penghasil cangkang

Podos
Pipih Dapat melipat dan memanjang ketika kerang berpindah tempat.

KARAKTERISTIK

Memiliki alat indera berupa statosista (keseimbangan) di belakang ganglion pedal dan memiliki sel-sel sensoris pada ujung siphons ventral.

Memiliki siphon, untuk keluar masuknya air.


Saraf terdiri atas ganglion anterior, ganglion pedal, dan ganglion posterior Organ pencernaan terdiri dari: Labial Palp yang bersilia, mulut, esophagus, lambung, usus, dan anus Jantung tediri atas bilik yang dikelilingi oleh sebagian usus dan sepasang bilik. Tidak memiliki kepala. Ocelli terdapat disepanjang tepi mantel, untuk mendeteksi perubahan intensitas cahaya. Hidupnya menetap atau tidak berpindah (nonmotil).

Bivalvia merupakan filter feeder. Makanan berupa plankton masuk bersama air melalui siphon inhallent yang kemudian disaring oleh insang. Dari insang, makanan akan dialirkan ke mulut melalui labial palp.

Sistem peredaran darahnya terbuka. Darah dari jantung ke mantel akan langsung kembali ke jantung.

Ctenidia berfungsi sebagai alat penyaring oksigen sekaligus makanan. Organ ekskresinya berupa nephridia.

Bivalvia mempunyai sepasang gonad yang terletak berdampingan dengan usus dan
tidak memiliki alat kopulasi. Beberapa jenis bivalvia bersifat hermafrodit. Pembuahan umumnya eksternal, gamet dikeluarkan melalui sifon ekshalent. Tetapi ada juga

yang mengalami pembuahan internal, misalnya pada kerang air tawar.

SIKLUS HIDUP

Bivalvia merupakan hewan yang cosmopolitan. Bivalvia hidup dilaut terutama didaerah litoral, beberapa didaerah pasang surut dan air tawar. Beberapa hidup pada kedalam sampai 5000 m. Umumnya terdapat di dasar perairan yang berlumpur

atau berpasir, beberapa hidup pada substrat yang lebih keras


seperti lempung, kayu, batu.

Makanan Bivalvia adalah plankton dan hewan-hewan kecil

yang terdapat dalam perairan berupa protozoa, diatom, dan


lain-lain.

MANFAAT BAGI MANUSIA


Protein lengkap Sumber Lemak yang Sehat Memperlambat Proses Penuaan Sebagai bahan cindera mata dan hiasan

PENJELASAN 3 ORDO DARI BIVALVIA


Sub Kelas : Lamellibranchia (=Polysyringia)

Ordo Anisomyaria Otot aduktor anterior kecil atau tidak ada, yang posterior besar, sifon tidak ada, pertautan antar filamen dengan cilia. Biasanya sesil, kaki mengecil dan mempunyai bissus. Misal: Mytilus, Ostrea, Crassostrea, Pecten, Atrina, dan Pinctada. Selain itu juga Lithopagha, pengebor batu karang di laut.

Ordo Heterodonta Memiliki gigi kardinal dengan atau tanpa gigi lateral. Kedua otot aduktor sama besar, dan biasanya memiliki shifon. Misal: Cardium, Corbicula, Mercenaria, Tagelus, Tridacna. Kebanyakan hidup di laut.

Ordo Taxodonta (Arcoida) Memiliki gigi pada hinge yang banyak dan sama. Kedua otot aduktor berukuran kurang lebih sama, pertautan antar filamen insang tidak ada. Misal : Arca, Anadara, Barbatia. Penyebarannya luas umumnya di pantai laut.

KERANG DARAH

Anadara granosa

KLASIFIKASI
Kingdom : Animalia Phylum Class Subclass Ordo Family Genus Species : Mollusca : Bivalvia : Pteriomorphia : Arcoida : Arcidae : Anadara : Anadara granosa

Binomial Nomenklatur: Anadara granosa L.

KARAKTERISTIK

Salah satu jenis kerang yang aman dikonsumsi. Disebut kerang darah karena ia menghasilkan hemoglobin dalam cairan merah yang dihasilkannya. Kerang darah dewasa biasanya berukuran panjang 5-6 cm dan lebar 4-5 cm. Kerang darah hidup di laut. Warnanya putih dengan garis-garis (rusuk) kasar radial yang bergerigi di bagian puncaknya.

EKOLOGI
Hidup di perairan pantai yang memiliki pasir berlumpur. Dapat juga ditemukan pada ekosistem estuari, mangrove dan padang lamun. Kerang Anadara granosa hidup mengelompok dan umumnya banyak ditemukan pada substrat yang kaya kadar organik. Distribusi kerang tersebut meliputi Australia, Tropical Indo-West Pacific, Red Sea, South China Sea, Vietnam, China, Hong Kong (Xianggang), Thailand, Philippines, New Caledonia, Jepang dan Indonesia yang tersebar di kawasan pesisir pantai.

Kerang darah selain memakan hewan-hewan kecil juga sering ditemukan daging kepiting-kepiting kecil didalam cangkangnya. MANFAAT BAGI MANUSIA Kerang darah (Anadara granosa) merupakan salah satu Bivalvia yang dapat dimakan dan bernilai ekonomis yaitu sebagai sumber protein dan untuk dijual. Komposisi kimia kerang darah

Kandungan Kalori Lemak Total Total Protein Omega-3 Kolesterol Sodium

Jumlah (100 gram)


74 gram 0.96 gram 12,7 gram 0,14 gram 34 gram 56 gram

Budidaya kerang darah sudah dilakukan dan ia


memiliki nilai ekonomi yang baik, yaitu sebagai sumber penghasilan.

Cangkang kerang darah juga sering digunakan sebagai cindera mata.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.edu2000.org/portal/index.php?option=com _content&task=vie w&id=269&Itemid=238 http://fpik.bunghatta.ac.id/tulisan.php?dw.9 http://id.wikipedia.org/wiki/Bivalvia http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/common/ptofriend.as px?x=Nutrition&y =cybermed|0|0|6|499 http://id.wikipedia.org/wiki/Kerang_darah http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/20725