Anda di halaman 1dari 25

TEORI HIMPUNAN

Eksperimen

Random :

Dlm

studi probabilitas, sembarang proses observasi dikatakan sbg suatu eksperimen suatu observasi disebut outcome dari eksperimen eksperimen disebut eksperimen random jika outcome-nya tidak dapat diprediksi

Hasil

Suatu

Set dari semua outcome yg mungkin dari suatu eksperimen random disebut sample space (atau set universal), dinyatakan dg S Suatu elemen pd S disebut sample point

Pelemparan dua keping mata uang


M uang I ata M uang II ata M uka = M M uka = M Belakang = B M uka = M Belakang = B Belakang = B Hasil E1= M M E1= M B E1= BM E1= BB

Kejadian E1 E2 E3 E4

Mata uang I Muka Muka Belakang

Mata uang II Muka Belakang Muka Belakang

Belakang

Ruang contoh diskrit

S = {s1,s2 s3}; ruang contoh terhingga S = {s1,s2,}; ruang contoh tak terhingga

Countable Uncountable Definite Infinite Tabular Rule

Salah satu cara untuk menggambarkan himpunan, dikembangkan oleh John Venn (1834 1923)

1 Kedua

himpunan A dan B adalah equal jika, semua elemen A ada di himpunan B dan sebaliknya. 1 Secara simbolik equalitas dinyatakan sebagai A B dan B A A=B

Diference atau pengurangan mempunyai arti bahwa satu himpunan dikurangkan dengan himpunan pengurang. Dua himpunan A dikurangkan dengan himpunan B (A-B) akan menghasilkan himpunan baru, misalnya himpunan C yang mempunyai elemen dari himpunan A dan bukan elemen himpunan B

Operasi union menghasilkan himpunan yang mempunyai elemen-elemen yang merupakan anggota himpunan A atau anggota himpunan B.

Operasi interseksi akan menghasilkan himpunan dengan elemen-elemen yang merupakan anggota himpunan A dan anggota himpunan B

Pada himpunan operasi komplemen membandingkan elemen-elemen himpunan dengan semesta

Himpunan kosong dikomplementasikan sebagai himpunan semesta

Kedua himpunan asli dioperasikan union dengan himpunan komplemennya akan menghasilkan himpunan semesta

Sedangkan interseksi antara kedua himpunan akan menghasilkan himpunan kosong, sebab elemen di himpunan asli tidak ada yang sama dengan elemen himpunan komplemennya.

Operasi Set: 1. Equality: Dua set A dan B adalah sama (equal), dinyatakan dg A = B, jika dan hanya jika A B dan B A 2. Complementation : Misalkan A S. Complement dari set A, dinyatakan sbg A, adalah set berisi semua elemen di S tetapi tidak di A.

3. Union: Union dari set A dan B, dinyatakan sbg A B, adalah set berisi semua element di A atau B atau keduanya

4. Intersection: Intersection dari set A dan B, dinyatakan dg A B, adalah set berisi semua elemen baik di A dan B

5. Null Set: Set yg tidak berisi elemen disebut sbg null set, dinyatakan dg . Catat bahwa

6. Disjoint Set: Dua set A dan B disebut disjoint atau mutually exclusive jika mereka tidak memuat common elemen, yaitu jika, A B = 0.

1 Identities

Dari definisi set di atas diperoleh:

Operasi union dan intersection juga memenuhi hukum berikut:

Kalau elemen himpunan terdiri dari elemen yang nilainya secara jelas dapat dihitung

Kalau elemen himpunan terdiri dari elemen yang nilainya tidak dapat dihitung

Apabila jumlah keseluruhan elemen himpunan terbatas

Apabila jumlah keseluruhan elemen himpunan tidak terbatas

Penulisan anggota himpunan dimana elemennya dinyatakan secara eksplisit dan jelas

Suatu himpunan yang kesemua elemennya hanya diwakili oleh suatu kalimat yang mencerminkan karakteristik anggota himpunan, yang tidak menampakkan elemen-elemen secara eksplisit