Anda di halaman 1dari 21

SISTEM KOMUNIKASI TELEPON RUMAH

Disusun untuk melengkapi tugas mata kuliah Dasar Sistem Komunikasi

Dosen Pengampu Kelompok

: Drs. Subali

: 1. Dimas Bagus D K ( L0F009001 ) 2. Hendy Pradika ( L0F009002 ) 3. Indra Mukti Purboyo ( L0F009003 )

PSD III TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS DIPONEGORO 2010


BAB I
Page 1 of 21

PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komunikasi di dunia tak luput dari adanya teknologi telepon. Pertama kali ditemukan oleh Alexander Graham Bell.

Telepon merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan suara (terutama pesan yang berbentuk percakapan). Kebanyakan telepon beroperasi dengan menggunakan transmisi sinyal listrik dalam jaringan telepon sehingga memungkinkan pengguna telepon untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya. Alat komunikasi ini mempunyai peranan yang sangat

penting sebagai medium untuk berkomunikasi dan menyampaikan pesan. Bahkan, sebagian besar masyarakat kini menganggap telepon sebagai nyawa kedua mereka. Telepon mampu menyampaikan pesan dengan cepat, singkat, dan tepat sasaran. Tak heran, telepon menjadi salah satu medium komunikasi favorit yang dipilih oleh masyarakat dunia. Telepon merupakan alat komunikasi yang perkembangannya tidak akan pernah terhenti. Penemuan-penemuan selalu dibuat untuk melengkapi bahkan menambahkan fasilitas maupun fitur yang sudah ada. Telepon adalah teknologi komunikasi yang tidak akan lepas dari kehidupan manusia. Bagaimanapun juga penemuan teknologi terbaru dan canggih ada, namun tetap penggunaan telepon sebagai dasar teknologi komunikasi tidak akan tergantikan. Bell memang penemu telepon, namun hal ini tidak menutup kemungkinan kita dapat melanjutkan inovasi yang telah dibuatnya dengan hal baru yang lebih canggih dan mutakhir. Teknologi adalah hal yang tidak akan mati dan terhenti, sekarang pilihan bagi kita untuk menjadi bagian dari arus teknologi atau bagian yang membuat dan mengendalikan arus tersebut. Mungkin sebagian besar kita hanya menggunakan komunikasi tersebut tanpa mengetahui proses dari komunikasi 2 arah yang dapat dijalankan lewat alat yang disebut telepon tersebut dan juga bagaimana system komunikasi telepon rumah tersebut sehingga proses komunikasi pun dapat terjalin.

Page 2 of 21

BAB II PEMBAHASAN ISI BAGIAN UTAMA TELEPON 1. Pengirim Sebuah alat untuk mengubah sebuah gelombang suara (Bicara) menjadi arus listrik. tau dengan kata lain pengirim merupakan sebuah transducer yang biasa disebut dengan mikropon. Mikropon terdiri dari serbuk arang yang mengisi ruang diantara dua elektroda getar dan elektroda tetap, masing-masing dihubungkan dengan tiap ujung dari sebuah batere. Sebuah membran getar dilekatkan pada elektorda getar, yang digetarkan oleh gelombang suara yang masuk. Dengan demikian tekanan yang berubah-ubah oleh elektroda begetar akan terdapat pada serbuk arang. Tahanan kontak dari serbuk arang berubah sesuai dengan tekanan yang terdapat padanya. Jika tidak ada gelombang suara, arus listrik yang melalui serbuk arang besarnya tetap. Sementara jika gelombang suara datang, arus berubah-ubah. Hal ini akan menyebabkan mikropon mengirimkan arus bolak-balik. Arus ini nantinya diterima oleh penerima melalui sebuah saluran telepon. Sebuah mikropon yang baik secara teoritis harus dapat mengubah gelombang suara menjadi gelombang listrik dengan cacat suara yang minimum. Ada beberapa jenis mikropon misalnya mikropon kondensator, mikropon kristal dan mikropon karbon. Jenis mikropon karbon adalah yang paling banyak digunakan untuk jaringan telepon. 2. Penerima Sebuah alat memproduksi gelombang suara dengan sebuah membran getar, yang dioperasikan oleh arus bicara, yang dikirim dari pihak yang memanggil. Prinsip penerima telepon merupakan kebalikan dari pengirim, bekerja sebaliknya dari mikropon, yaitu mengubah perubahan arus listrik menjadi suara yang dapat didengar oleh telinga manusia. Sebuah kumparan dilekatkan pada tiap elektroda dari sebuah magnit permanen dengan gulungan seri berlawanan. Magnit ini menggerakkan membran getar. Jika arus listrik masuk mengaliri sirkit penerima, fluks magnet akan dibangkitkan dalam kumparan-kumparan. Arah fluks berganti-ganti sesuai dengan arah dari arus listrik, menambah atau mengurangi fluks magnit permanen. Membran bergetar sesuai dengan amplitudo dan frekuensi daari arus bolak-balik sekitar sebuah titik imbang oleh kekuatan tarik magnit, mereproduksikan gelombang suara pada bagian muka dari membran. 3. Bel Magneto Sebuah alat yang berbunyi apabila sebuah telpon dipanggil, yang berfungsi untuk memberitahukan sebuah panggilan. Bel magnet Page 3 of 21

terdiri dari atas sebuah magnet permanen yang berbentuk U. Satu dari kutubnya dilekatkan pada sepotong besi yang lembek, sedangkan kumparan digulung seri yang berlawanan. Sebuah armatur dari besi lunak 4. Kumparan Induksi Sebuah kumparan induksi memisahkan sirkit pengiriman dari saluran dan arus rata untuk membentuk sebuah sirkit lokal yang memperbesar tegangan bicara yang dikirim. 5. Magnit digunakan untuk membangkitkan arus signal bolak-balik ke papan sambung. Bekerjanya hamper sama dengan prinsip generator arus bolak-balik. Arus gelombang sinus dibangkitkan dalam sebuah konduktor, yang berputar dengan kecepatan yang tetap dalam medan magnit yang sama besarnya ( Uniform ). 6. Alat Pemutar (Dial) Sebuah alat yang memutuskan arus saluran sesuai dengan sebuah ketentuan untuk memanggil pihak yang dipanggil memutar nomor dari pihak yang dipanggil. Jika seorang langganan mengangkat teleponnya untuk memutar, penyambung hook ( hook switch ) menempati posisi untuk membuat sirkit tertutup. Arus signal mengalir dalam sirkit ini dari papan sambung di kantor untuk memungkinkan langganan untuk memutar.

PERINCIAN PRINSIP DASAR TELEPON Telepon mempunyai system yang dinamakan The Local Loop atau The Subscriber Loop, yakni serangkaian perlengkapan yang digunakan untuk menyambungkan layanan telepon rumah maupun komersial pada perusahaan penyedia telepon pusat. Koneksi ini terutama terdiri atas kabelkabel tembaga yang saling membelit. Pada prinsipnya, penggunaan telepon dan prosesnya untuk berkomunikasi mirip dengan kinerja sakelar lampu. Telepon difungsikan untuk melakukan komunikasi dengan cara awal yang disebut Off-hook, yakni suatu keadaan dimana gagang telepon diangkat dari panelnya, lalu dikembalikan ke semula setelah selesai melakukan percakapan. Namun, ternyata prosesnya tidak semudah itu. Saat telepon dipakai, tercipta arus dari CO ke komponen elektronik dalam telepon. Sirkuit tersebut terdiri atas sepasang kabel tembaga (copper) ukuran 18 hingga 24 AWG (American Wire Gauge). Saat bagian ujung (tip) kabel diukur oleh voltmeter dan mencapai voltase 0, lingkaran kabel menunjukkan arus langsung -48 DC, arus inilah yang akan sampai ke lokasi anda dari perusahaan penyedia layanan telepon melalui voltase negatif yang mempunyai resistansi yang lebih besar dalam ionisasi material
Page 4 of 21

dalam kabel tembaga tersebut. Hal ini juga mengurangi korosi dari kabel tembaga. Lalu ada pula komponen bernama Transmitter, yang berfungsi sebagai pengeras suara yang mengonversi gelombang sinyal analog yang menggetarkan diafragma sehingga terjadi pula getaran keping (chip) karbon yang menyebabkan sinyal elektrik untuk kemudia ditransmisikan melalui sepasang kabel telepon. Semua frekuensi dilambangkan dengan Hertz (Hz). Telepon masa kini juga berproses sama, hanya saja menggunakan komponen yang jauh lebih modern dan rumit. Akses jaringan juga memegang peranan signifikan dalam proses penyampaian komunikasi melalui saluran telepon. Akses jaringan terdefinisi sebagai sekumpulan partisipan yang bervariasi, dari Regional Bell Operating Companies (RBOCs), jaringan pertukaran lokal yang independen, Interexchange carriers (IXCs), operator seluler, dan Competitive Local Exchange Carriers (CLECs). Ada pula jaringan Amerika yang bernama Local Exchange Carriers (LEC), yang berfungsi untuk menyambungkan CO ke telepon rumah ataupun komerisal (bisnis). Kinerja telepon akan terurai dari penjelasan mengenai komponen pendukung, dimulai dari trunks dan saluran telepon. Peranan penting dari CO adalah menyediakan trunks dan saluran telepon, yang menyediakan koneksi dari pengguna awal telepon seperi rumah ataupun komersial (bisnis) ke pengguna akhir sasarannya. Pengetahuan mengenai berbagai macam sirkuit yang tersedia memberikan pilihan bagi konsumen untuk menentukan layanan mana yang cocok untuk kebutuhan penggunaan personal atau aplikasi bisnis. Ketika kita mengangkat gagang telepon dan telinga, maka kita akan mendengar nada tunggu atau menegaskan bahwa saluran telepon telah terbuka mengangkat gagang tersebut. Dikenal dengan nama ini tersedia sepanjang waktu. mendekatkannya ke nada sambung yang segara setelah kita Loop Start, layanan

Lain halnya dengan Ground Start trunks, yang digunakan dalam koneksi Private Automatic Branch Exchange (PABX) ke CO. Sirkuit macam ini merepresentasikan bisnis skala medium hingga besar. Peran trunks macam ini adalah untuk mencegah adanya tabrakan dalam saluran telepon. PABX juga diasosiasikan menggunakan Direct Inward Dial Trunks (DID), yakni teknologi yang memungkinkan serangkaian nomer telepon terkoneksi, meski koneksi CO dan PABX lebih kecil. Dalam penggunaan dalam area yang luas, PABX juga membutuhkan E&M Trunks, yang berfungsi layaknya pengendali jarak jauh untuk memungkinkan terjadinya komunikasi dalam area yang luas tersebut. Centrex, adalah sebuah ekstensi atau trunk tambahan dari yang biasa ada dalam suatu koneksi CO. Tipe macam ini di desain untuk perusahaan. Sementara itu, Costumer Premise Equipment (CPE) mucul belakangan dalam industri telepon, setelah dilaksanakannya Carterfone Act pada 1968, yang membuat sistem
Page 5 of 21

monopoli runtuh sehingga lahirnya kompetisi antar perusahaan penyedia telepon sesuai dengan kemauan konsumen (costumers premise). Dikenal juga sistem Automatic Call Distribution (ACD), sistem yang mempunyai kapabilitas untuk mengalokasikan saluran telepon yang masuk antar anggota dalam suatu grup sehingga semua anggota mendapat masuka yang sama. ACD adalah batu pijakan hadirnya industri call center. ACD dapat pula disebut bekerja atas serangkaian pengguna PABX. Sistem numerik dalam telepon juga dikenal dengan dua konsep yang berbeda, yakni Digital Key Systems and Hybrids, perbedaan keduanya yakni pada konfigurasi yang dibutuhkannya. Yang juga penting dalam proses komunikasi adalah proses pengolahan suara, yang memiliki dua konsep yakni auto attendant dan voice mail. Perbedaan keduanya terletak pada proses penyimpanan hasil suara, yakni langsung pada auto attendant dan tak langsung pada voice mail.

Bagian-bagian Pesawat Telepon o Saklar Standar (hookswitch / cradleswitch) : memutus hubungkan arus DC o Bel Pendering : mengeluarkan dering bel o Dialer : Memasukan nomor yg dipanggil o Hibrid : memilah arus mikrofon dan speaker o Mikrofon : konversi akustis ke elektris o Speaker : konversi elektris ke akustis Cara Kerja: - Saat Istirahat (On Hook) : Gagang / handset berada di tempatnya dan saklar standar akan terhubung ke posisi 1. Pada posisi ini maka tegangan searah (DC) sebesar 48 Volt dari batere sentral telepon tidak akan mengalir karena diblok oleh capacitor. Arus bel yang berbentuk AC dari sentral telepon dapat masuk ke bel ( pendering) - Saat Sibuk (Off Hook) : Gagang / handset akan terangkat dari sandaran dan saklar standar akan terhubung ke posisi 2 sehingga aliran arusnya akan menjadi seperti gambar di bawah ini:

Page 6 of 21

Gambar aliran arus listrik pada pesawat telepon saat off hook

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa: - Sentral telepon mengetahui bahwa suatu pesawat telepon sedang istirahat (on hook) atau sedang sibuk ( off hook) adalah dengan mendeteksi arus searah yang ditarik ke pesawat tersebut. Jika batere sentral ditarik arus oleh suatu pesawat maka berarti pesawat tersebut sedang sibuk. - Arus percakapan sendiri dari mikrofon sebagian kecil perlu dialirkan ke speaker sendiri sehingga penutur ikut mendengarkan suaranya sendiri agar dapat mengendalikan intensitas bicaranya. Suara sendiri yang didengar melalui speaker pesawat telepon dinamakan nada samping (side tone). SIRKIT BICARA DASAR

Sebuah pengirim bekerja bila diberikan arus rata. Sebuah penerima bekerja oleh arus terima bolak-balik. Dalam sirkit ini, terdapat 2 sistem yang dapat digunakan antara lain: 1. Sistem Baterai Sentral Dalam sistem ini, tidak memungkinkan hubungan timbal balik antara A dan B, tetapi mereka dapat berhubungan satu sama yang lain jika kedua sirkit dapat digabungkan (Kumparan penerima dan pengirim dihubungakan secara seri). Dua telepon mempergunakan satu susunan baterai dalam sistem ini dan disebut sistem baterai sentral. Sistem ini dipakai dalam telepon otomatis dan telepon baterai sentral. 2. Sistem Magneto Dalam sirkit ini, sebuah pengirim dan satu susunan baterai merupakan sirkit lokal. Telepon magneto mempergunakan sistem ini. SIRKIT BICARA TELEPON 1. Alat anti Redam
Page 7 of 21

Arus bicara meredam apabila mengalir dalam saluran sampai tiba pada penerima. Untuk menghindarkan ini dua metoda, atau sistem baterai sentral dan sistem magneto. Sistem Magneto Jumlah lilitan sekunder lebih besar dari julah lilitan primer, dengan demikian tegangan sekunder yang diinduksikan dalam kumparan sekunder lebih tinggi dari tegangan dalam kumparan primer. Jadi tegangan kirim dinaikan untuk mengkompensasi redaman. Sistem Baterai Sentral 1. Tegangan yang lebih tinggi dipergunkan dalam baterai sentral. 2. Karena impedansi yang tinggi dari sirkit penerima membuat arus terima kecil, sebuah sirkit dibentuk untuk mengurangi impedansi. Kondensator C dihubungkan seri dengan bagian sekunder dari sirkit penerima untuk mengurangi /menurunkan impedansi sirkit sekunder. 3. Tegangan kirim dinaikkan dengan cara yang sama seperti pada sistem magneto dengan menggunkan sebuah sirkit booster. 2. Side Tone Jika kita berbicara pada sebuah telepon, kita mendengar suara kita sendiri pada penerima. Suara kita sendiri oleh kita sendiri melalui sebuah sirkit telepon disebut sebuah side-tone. Ada dua jenis sirkit anti-side tone, atau sebuah sirkit jembatan dan sebuah sirkit booster. Sirkit ANTI-SIDE Tone Jenis Jembatan Sirkit ini terdiri dari 4 unsur, yaitu: a. Sebuah Pengirim b. Sebuah Penerima c. Sebuah Impedansi Saluran d. Sebuah Sirkit Imbangan SIDE-TONE Sirkit ANTI-SIDE Tone Jenis Booster Sirkit ini digunakan dalam sistem baterai sentral dan otomatis,dengan menggunkan sebuah kumparan induksi yang mempunyai sebuah lilitan ketiga dan sebuah sirkit imbangan SIDETONE yang dihubungkan paralel pada penerima DIALING SYSTEM
Page 8 of 21

Ada dua dalam dialing system, yaitu : DTMF (Dual Tone Multi Frequency) Merupakan pesawat telepon hasil pengembangan rotary dialling yang menggunakan penekanan tombol tertentu sesuai nomor pelanggan yang akan dituju. Pesawat telepon push button dialling ini menggunakan prinsip kerja IC DTMF (Dual Tone Multi Frequency) yang akan mengirimkan frekuensi tertentu ke arah sentral telepon bila ditekan.

Jadi, dalam Sistem DTMF ( Dual Tone Multi Frequency ) ini merupakan telepon dengan jenis tombol tekan. Yaitu, pengguna menekan nomor telepon tujuan. Setiap angka-angka sebagai nomor telepon tersebut merupakan gabungan antara nada nada dan juga frekuensi. Setiap kolom dan baris mempunyai besar frekuensi yang berbeda-beda.

Periode T > 100 ms depend on how fast finger push the button (normally 250 ms).

Rotary Switch Yaitu suatu system dialing dengan memutar angka-angka yang menjadi nomor telepon tujuan.
Page 9 of 21

Gambar pulsa dalam rotary switch dialing system

SISTEM PENGISYARATAN Isyarat yang ada di saluran telepon pelanggan dibangkitkan dari batere sentral dan berupa isyarat nada pilih, nada sibuk, nada sambung, dialing, percakapan dan nada bel / dering dengan gambar isyarat seperti di bawah ini:

Page 10 of 21

Dari gambar di atas yang dapat dijelaskan adalah: a. Tegangan battere dari sentral umumnya adalah bernilai 48 Volt. Dalam keadaan istirahat ( on hook ) maka tidak ada arus DC yang mengalir dan bila diukur dari terminal pesawat pelanggan maka tegangan yang terukur adalah 48 Volt. b. Jika gagan telepon diangkat ( off hook ) maka arus DC akan mengalir kira-kira 20 mA dan tegangan saluran turun sekitar 6 8 Volt. Arus ini tidak boleh terlalu kecil dan untuk pelanggan yang jaraknya jauh harus diperhitungkan besarnya redaman yang terjadi. c. Tegangan / arus isyarat percakapan tidak perlu besar karena speaker cukup ditempelkan di telinga. Isyarat tegangan percakapan yang dating dari lawan bicara hanya sekitar 0,5 1 Vrms, dan yang dibangkitkan dari mikrofon adalah sekitar 1- 2 V. d. Tegangan / arus bel untuk membunyikan bel ( nada dering ) harus besar, sekitar 90 Vrms karena harus mampu menderingkan bel dengan suara yang cukup keras. Bentuk teganganya merupakan tegangan AC 20 Hz dengan irama 2 detik ON dan 3 detik OFF. TEKNIK SWITCHING 1. Garis Besar Jaringan Switching Pola Jaringan Komunikasi. Untuk menyelenggarakan komunikasi antara 2 tempat, maka dibutuhkan suatu sirkit komunikasi antara 2 temapt tersebut. Apabila jumlah langganan hanya beberapa bisa menggunakan sistem topologi jaringan mesh, sedangkan pada jumlah langganan yang banyak disarankan menggunakan jaringan topologi ring/ yakni dengan melengkapi saluran langsung dari setiap langganan ke setiap langganan yang lain, masih mungkin dilaksanakan. Akan tetapi, apabila jumlah langganan bertambah banyak, dengan
Page 11 of 21

sendirinya saluran-saluran yang dibutuhkan menjadi terlalu besar, sehingga tidak praktis dan dipandang dari sudut ekonomis. Dalam hal demikian, maka cara yang dapat dipergunakan ialah dengan melengkapi suatu peralatan switching yang ditempatkan di tengah-tengah dari sekelompok langganan, yang fungsinya ialah menghubungkan antara dua langganan pada saat-saat yang diperlukan. Pada umumnya, jaringan komunikasi terdiri dari sejumlah alat penghubung (switch) dan sirkit-sirkit pengontrol yang mengerjakan switch tadi. Jaringan-jaringan komunikasi dapat dibagi dalam beberapa macam dan salah satunya untuk jaringan telepon. Jaringan Transmisi Dalam hal jumlah langganan hanya sedikit, sudah cukup dengan satu system switching. Namun dengan bertambahnya langgananlangganan dan langganan-langganan itu tersebar dalam wilayah yang luas, maka secara teknis tidaklah praktis untuk memperluas kapasitas dari switch. Apabila jumlah langganan meningkat dan kebutuhan perlengkapan switching bertambah, dengan sendirinya saluransaluran transit yang diperlukan untuk menghubungkan kantorkantor itu harus banyak. Jumlah saluran yang diperlukan tergantung pada bagaimana saluran-saluran transit menghubungkan kantor-kantor itu. Ada dua cara, cara yang pertama yaitu setiap kantor dihubungkan dengan saluran-saluran langsung ke kantor-kantor yang lainnya yang disebut dengan jaringan jenis jala. Sedangkan cara kedua, menempatkan suatu switching yang semata-mata untuk keperluan transit, di pusat suatu area dan semua sirkit dari kantor-kantor dalam area tersebut dikonsentrasikan ke system switching tersebut. cara kedua ini disebut jaringan jenis bintang.
-

Derajat atau Kedudukan Kantor dan Jaringan Switching. 1. Tingkat atau kedudukan kantor Ada perbedaan derajat antara switch: Yang terendah, pemakaiannya diperuntukan bagi sirkit langganan dan dihubungkan langsung dengan langganan; dan switch yang mempunyai derajat yang lebih tinggi dipergunakan untuk melayani sentral dari saluran-saluran transit antara switch yang mempunyai derajat lebih rendah. Derajat kantor ditentukan oleh derajat switch. 2. Penggolongan Saluran saluran

Page 12 of 21

Saluran-saluran transit dipasang diantara center-center dan kantor-kantor yang telah disebutkan berdasarkan dengan derajatnya. Berikut ini adalah macam-macam saluran yang ada. Penggolongan menurut tata cara jaringan. a. Basic Trunk Merupakan saluaran-saluran yang membentuk jaringan jenis bintang bertingkat dan membundel regional centerregional center atau suatu kantor dengan kantor lain yang tersambung langsung yang mempunyai derajat lebih tinggi. Saluran ini merupakan jalah pilihan terakhir : jadi akan menyalurkan permintaan percakapan yang tidak dapat disalurkan melalui saluran langsung disebabkan oleh tidak adanya saluran langsung atau dapat dikatakan permintaan percakapan yang dilimpahkan oleh saluran langsung. b. Traversal Trunk Saluran-saluran yang pemasangannya lain dari basic trunk, yakni antara dua kantor yang mempunyai lalu lintas yang cukup sibuk dan dari segi ekonomis dipandang lebih menguntungkan.

Penggolongan menurut bentuk lalu lintas a. Transit Trunk Saluran ini melayani permintaan-permintaan percakapan originating dan/atau terminating dari/ke dua atau lebih toll center area. b. Direct Trunk Saluran yang dipasang antara kantor-kantor dalam toll center area yang berbeda dengan tidak memandanag kantor-kantor itu, dan juga yang dipasang antara kantorkantor ujung dalam suatu toll center area dinamakan saluran langsung (direct trunk).

Page 13 of 21

Gambar elemen-elemen switching

SISTEM PENOMORAN

Untuk dapat mengadakan suatu hubungan antara dua tempat tertentu melalui switch, diperlukan nomor-nomor pengenal. Diinginkan agar nomor-nomor pengenal itu sederhana dan mudah. Konsep Penomoran Pada dasarnya, nomor telepon mempunyai 2 tugas penting: 1. Merencanakan jalan yang akan ditempuh oleh suatu pembicaraan 2. Mengaktifkan bekerjanya peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk menentukan tarif yang sesuai dengan suatu pembicaraan yang sedang berlangsung Karena nomor pelanggan satu berbeda dengan yang lainnya, maka ada hubungan antara jumlah pelanggan dengan nomor pelanggan, contohnya jika ada 100 pelanggan maka ada nomor antara 00 sampai dengan 99. Struktur Penomoran Struktur Penomoran ada 2 macam: 1. Nomor Nasional 2. Nomor Internasional Nomor Internasional adalah nomor Nasional ditambah dengan kode negara (country code). Menurut rekomendasi dari CCITT ditentukan bahwa panjang nomor internasional tidak boleh lebih dari 12 digit. Dengan demikian nomor nasional pun tidak boleh lebih dari 12 digit dikurangi dengan kode negara.

Internasional Prefix pemanggil yang internasional yang akan

: Digit yang harus diputar oleh pelanggan akan mengadaakn hubungan


Page 14 of 21

menyambungkan pada peralatan outgoing internasional secara otomatis. Trunk Prefix diputar : Suatu digit di muka nomor pelanggan yang harus bila pelanggan akan menghubungi pelanggan lainnya di luar jaringan lokalnya. Ini untuk menyambungkan dengan peralatan outgoing trunk.

Kode Negara (country code) dipanggil Kode Daerah (trunk code) yang

: Digit yang menyatakan negara yang : Digit (tidak termasuk trunk prefix) menunjukkan wilayah dari

pelanggan yang akan dipanggil. Sistem Penomoran Untuk nomor pelanggan, CCITT membagi menjadi 2 sistem yang dipakai yaitu: 1. Penomoran yang uniform, yaitu suatu sistem penomoran dimana panjang atau banyaknya digit dari nomor pelanggan yang terletak di dalam satu daerah penomoran lokal adalah sama 2. Penomoran Non Uniform, yaitu apabila nomor pelanggannya yang terletak pada satu daerah penomoran lokal mempunyai jumlah digit atau panjang yang tidak sama. Trunk Code terdiri dari 2 macam sistem: 1. Sistem penentuan dengan cara sembarang, adalah jika penentuan trunk code-nya dengan jalan tidak melihat peta geografisnya, tergantung dari perkembangan dan kebutuhan yang ada sekarang. Code yang berturutan belum tentu daerahnya berdampingan atau berdekatan. 2. Sistem penentuan dengan cara sematik, adalah jika penentuan trunk code-nya disesuaikan dengan peta geografisnya Di Jepang, pada prinsipnya dengan jalan memilih atau memutar nomor kantor local dan nomor langganan, permintaan percakapan, antara langganan-langganan dalam suatu local service area dapat Page 15 of 21

diselesaikan. Namun, hubungan ke langganan-langganan dalam area yang lain memerlukan toll discriminating number (nol), nomor interlokal, nomor kantor local, dan nomor langganan. Untuk permintaan percakapan dalam negeri, jumlah angka yang paling banyak 9 tidak termasuk toll discriminating number, nol. Dalam suatu local service area : ------------- X X X X Keluar dari local service area : 0 -------------- ------------- ----------------X X X X Ket : : nomor kantor local X : nomor langganan : nomor interlokal

SISTEM SWITCHING Sistem Switching Manual

Saluran-saluran komunikasi yang berakhir pada papan sambung, satu sama lain dapat dihubungkan oleh operator secara manual. Ada dua macam papan sambung, papan sambung magneto atau battery local ( baterai lokal ) dan papan sambung battery sentral ( common battery, central battery, CB ). 1. Papan sambung LB Dihubungkan melalui sirkit langganan ke pesawat telepon langganan, pesawat telepon mana dilengkapi dengan primary cell untuk keperluan pembicaraan (arus catu buat mikropon) dan generator arus bel untuk kepentingan panggilan ke papan sambung. 2. Papan sambung CB Merupakan suatu kemajuan atas papan sambung LB, mengingat atas mudahnya pelayanan dan pemeliharaannya. Sistem ini menggunakan storage battery untuk keperluan pembicaraan dan hubungannya. Yang pemasangannya dipusatkan di kantor dimana papan sambung berada. Papan sambung CB dipergunakan untuk melayani sirkit-sirkit langganan, tetapi juga dipergunakan sebagai meja interlokal dan meja penerangan. Bahkan sampai saat ini pemakaian selaku meja interlokal dan meja penerangan masih terdapat secara luas. Sistem Switching Otomatis 1. Switching Otomatis step by step.
Page 16 of 21

Pulsa pulsa yang dikirim dari roda pilih pesawat telepon, menggerakkan alat penyambung dan pemilihan dilakukan oleh setiap angka yang dikirim secara beruntun mulai daro amgla pertama sampai dengan terakhir. Jadi angka yang terakhir dapat secara pasti memilih pihak yang dipanggil.

Contoh switching otomatis step by step Ditunjukkan di sini, selector demi selector menerima pulsa pulsa roda pilih dan secara selangkah demi selangkah menjalin suatu hubungan sehingga akhirnya terciptalah suatu hubungan antara saluran-saluran satu sama lain. Karena inilah,cara ini disebut step by step. 2. Switching otomatis common selector. Dalam system ini, bagian yang membentuk saluran hubungan pembicaraan dan bagian yang mengatur atau mengontrol saluran hubungan pembicaraan terpisah sama sekali dan bagian yang mengontrol saluran hubungan pembicaraan dipakai secara bersama (common). Jika pihak pemanggil mengangkat handset, maka dengan bekerjanya sirkit langganan yang mengangkat handset tadi, sirkit pengontrol akan mencari pihak pemanggil. Pihak pemanggil akan dihubungkan dengan suatu register. Register akan mengirimkan nada pilih (dial tone) ke pihak pemanggil sebagai tanda bahwa dia boleh mulai memutar roda pilih (atau mengirim sinyal melalui tombol tekan, push button). Apabila register selesai menerima informasi dari pihak pemanggil, control sirkuit akan mencari pihak pemanggil dan bila tidak sibuk, menghubungkan pihak pemanggil dengan pihak yang dipanggil. Dalam prosedur ini, satuan pengontrol atau control unit hanya akan terlibat apabila diperlukan dan selama pembicaraan berlangsung, yang tergenggam semata-mata hanyalah saluran hubungan pembicaraan. Termasuk dalam system common control ini, system crossbar switching dan system electronic switching.
PABX (Private Automatic Branch eXchange) Page 17 of 21

PABX atau Private Automatic Branch eXchange adalah perangkat penyambungan komunikasi telepon yang terletak di sisi pelanggan, misalnya di gedung-gedung perkantoran yang memerlukan percabangan sambungan telepon. Secara umum perangkat PABX terhubung ke penyedia layanan telekomunikasi publik. Ukuran atau parameter PABX dalam kapasitas jumlah line telkom yang tersambung ke PABX dan jumlah Extention ( cabang ).Mulai yang kapasitas satuan,puluhan,ratusan maupun ribuan Ext. TEKNIK SALURAN Saluran Lokal Saluran langganan dari sebuah sentral menuju langganan adalah relative pendek dan mempunyai sedikit persoalan transmisi. Untuk sebuah langganan yang jauh dari sentral yang akan menerima tanda bicara pada tingkat yang rendah diberikan pertimbangan untuk menyediakan telepon bermutu tinggi. Untuk menjamin tanda-tanda dengan cukup maka untuk langganan ditentukan diameter konduktor yang sesuai. 1. Metode Distribusi Adalah fasilitas yang menjadikan sistem telepon yang keluar dan berakhir pada tempat-tempat dalam suatu kota. Tiap pesawat telepon diberikan masing-masing nomor dan setiap pemanggil dapat memanggil sejumlah nomor tertentu dengan nomor yang sudah terdaftar,atas kehendaknya. Pemilihan langganan yang dipanggil ini dan penghubungan yang memanggil dengan yang dipanggil melalui terminal yang bersangkutan dari pada MDF harus benar-benar dijalankan oleh sentral dengan menggunakan kabel. 2. Kabel Multipair Jika dalam tiap sektor fleksibilitas pengaturan kabel pair dijaga, juga dalam hal kebutuhan tidak sesuai ramalan, maka fleskibilitas akan secara ekonomis mengatasi hal-hal konstruksi. Untuk mempertingi fleksibilitas dari penggunaan pair kabel, hal-hal berikut dapat dilaksanakan: 1. Menyediakan unit-unit kabel (1 unit = 100 pair) yang secara umum dipakai untuk satu grup, dimana 2 atay 3 titik naik (untuk Junction kabel tanah atau kabel udara) didirikan untuk setiap kira-kira kebutuhan 600.

Page 18 of 21

2. Menyiapkan cadangan umum pair kabel untuk setiap kabel tanah guna dapat memenuhi peningkatan kebutuhan lokal yang besar. 3. Kabel Antara Sentral / Junction Adalah sebuah kabel yang menghubungkan tiap-tiap sentral yang berdekatan dalam suatu kota bersentral banyak (Multi office), pembagian langganan yang agak jauh dari sentral induk, ditempatkan guna memenuhi kekurangan kebutuhan saluran secara ekonomis. Dari segi transmisi sebuah kabel antara sentral ditempatkan antara kabel langganan dan kabel distrik (Toll cable). Saluran Interlokal Adalah fasilitas saluran yang menyangkut segala kebutuhan saluran antara 2 kota. Fasilitas saluran interlokal direncanakan untuk memenuhi kebutuhan sirkit interlokal. Jaringan telepon interlokal , sebagai fasilitas interlokal, harus dibentuk memenuhi kebutuhan lalu lintas, guna menghubungkan semua kota dalam suatu negara dengan sirkit-sirkit yang penting dan cukup.
1. Sambungan Pemeriksaan (Test Joint)

Banyaknya pair yang disatukan secara paralel dalam ruangan yang sempit pada jarak yang panjang, bermacam-macam koppel listrik (Statis dan Magnetis) dapat menimbulkan crosstalk (Bicara Silang). Walapun koppel yang telah seimbang menghasilkan sedikit crosstalk yang lebih besar dan menimbulkan kesulitan Dalam penyambungan, potongan-potongan kabel pabrik, pair disambung (Jointed) untuk mendapatkan kombinasi dari pada koppel-koppel listrik diantara pair. Koppel-koppel listrik diukur pada kedua ujung potongan kabel yang akan disambung. Melalui kombinasi koppel-koppel ini, koppel listrik antara pair dari kabel yang akan disambung dapat diperkecil secara keseluruhan. Metoda sambunganini disebut sambungan pemeriksaan, kebalikan dari metoda ini disebut sambunganlurus (Pair yang disambung dalam kabel langganan, sesuai dengan pengaturan). 2. Kabel Yang di Loading Konduktor kabel itu lebih kecil diameternya dari pada kawat telanjang dan mempunyai keburukan berupa kerugian arus Page 19 of 21

saluran lebih besar. Salah satu metoda untuk memperkecil kehilangan arus saluran adalah penyisipan daripada coil disebut loading coil pada jarak-jarak yang sama sepanjang saluran kabel. Sistem loading ini tidak begitu berharga dan berdaya mengurangi peredaman secara efektif. Karena itu hal tersebut secara luas ditrapkan pada kabel antar sentral dan kabel interlokal dari sejumlah kapasitas sirkit yang sedang dan jarak pendek. Selanjutnya dalam penggunaan pair lebih ekonomis ditrapkan sirkit phantom. Sirkit phantom dibuat sbb: 1. Memperlengkapi dengan sebuah repeating coil khusus disebut phantom circuit repeating coil pada kedua ujung sirkit yang di loading. 2. Membuat sirkit melalui coil 3. Multiplexing Sebuah saluran interlokal yang panjang dalam gawang membutuhkan banyak sirkit dan fasilitas, maka penggunaan pair haruslah efisien. Sistem FDM (Frequency Division Multiplex) adalah salah satu jalan multiplexing atau sebuah sistem yang membawa sejumlah frekuensi bicara dalam arus pembawa (Carrier Current) yang frekuensinya lebih besar daripada frekuensi suara. Meningkatnya kerugian arus saluran dalam frekuensi arus pembawa, maka dipasanglah repeater pada setiap sektor (amplifier dengan transistor) pada jarak tertentu guna menghilangkan peredaman tanda-tanda arus pembawa yagn berubah. Multiplexing tidak selamanya ekonomis jika multiplexing yang berlebihan ditrapkan dengan tujuan menggunakn saluran secara ekonomis, memerlukan terlalu banyak fasilitas repeater. JARINGAN TELEPON Perkembangan telepon yang pertama dimulai dengan PSTN (Public Switched Telephone Network). PSTN merupakan suatu sistem jaringan yang menggunakan kabel dalam operasinya. Contoh penggunaan PSTN adalah pada telepon rumah. Jika kita menggunakan telepon rumah, kabel yang digunakan sebagai medianya berisi lilitan kabel-kabel tembaga kecil. Mengapa menggunakan kabel tembaga? Kabel tembaga dipilih sebagai penghantar karena memiliki strukutur yang kuat, tidak
Page 20 of 21

mudah berkarat, serta dapat menghantar sinyal dengan baik. Dalam menjalankan struktur sistemnya, PSTN memiliki lima jaringan, yaitu telepon, network access, central offices ( Cos ), trunks dan special circuits, serta Costumer Premise Equipment (CPE). Jaringan pertama yang berperan penting dalam menjalankan PSTN adalah telepon. Telepon merupakan media agar PSTN dapat beroperasi, sebaik apapun system PSTN dibuat, tanpa adanya telepon, PSTN tidak dapat berjalan. Sesuai perkembangan zaman, telepon juga mengalami perkembangan baik dalam bentuk, system operasi, maupun fitur yang ada. Jaman dahulu, telepon menggunakan kaleng yang dihubungkan dengan benang. Dua orang dengan jarak tertentu saling berbicara di kaleng, kemudian suara mereka dihantarkan oleh benang yang menyambungkan dua kaleng tersebut. Pada perkembangan selanjutnya telepon sudah disambungkan dengan kabel dan desain dengan berbagai model. Bentuk pertama telepon kabel adalah tombol putar, pengguna memutar tombol angka kemudian dapat tersambung dengan pengguna yang ingin dituju. Kemudian, berkembang menjadi bentuk tombol tekan, penggunaannya sama dengan telepon tombol putar, bedanya pada desain ini pengguna menekan nomor telepon yang dituju. Pada penemuan selanjutnya, pengguna telepon kabel tombol tekan dapat membuat speed dialing atau panggilan cepat. Panggilan cepat maksudnya adalah, pengguna memencet satu angka, kemudian angka itu dapat langsung menghubungkan dengan nomor tertentu yang sebelumnya sudah disimpan.

DAFTAR PUSTAKA

1. http://id.wikipedia.org/wiki/telepon 2. http://www.infosum.net/id/communication/telephone 3. http://www.waena.net/id/index/telephonesystem/ 4. http://www.kikil.org/forum/thread-sistem-telepon/ 5. http://id.wikipedia.org./wiki/pabx/ 6. Suhana,shigeki shoji. 1977. Buku Pegangan Teknik Telekomunikasi.

Jakarta:PT. Dainippon Gitakarya Printing.

Page 21 of 21