1

HUMOR

ORANG

HAJI

PERISTIWA DI DAERAH ASAL 1. Tayamum Saja Pada acara manasik, para calon jamaah haji diberi gambaran situasi di masjidil Haram, antara lain padatnya jamaah di sana plus jauhnya jarak antara Ka’bah dengan tempat wudhu. Tukiran yang terkenal lugu itu bingung juga mengingat ia termasuk yang suka kentut.Mau bertanya malu dan takut. Akhirnya persoalan itu ditahan saja. Rupanya, ustaz pembimbing pintar membaca wajah Tukiran. “Tampaknya ada yang ingin Pak Tukiran sampaikan. Silakan Pak, jangan dipendam sendiri. Mumpung masih di Tanah Air. Jangan sampai kesulitan di negeri orang,” pancing ustaz Arifin. “Malu, Ustaz…?” “Nggak usah malu. Ini untuk kebaikan Bapak sendiri.” Sambil menahan malu, Tukiran angkat bicara juga.”Begini Ustaz. Saya ini kan suka buang angin. Tapi kecil – kecil kok. Boleh nggak tidak wudhu? Cukup tayamum gitu.” Sambil tersenyum, Ustaz Arifin menjawab. “Kecil besar sama saja, Pak. Bapak harus wudhu. Bukankah Bapak mau menghadap Allah dan memperoleh pahala yang banyak?” Tukiran manggut – manggut. 2. Kategori Haji Ketika memberikan ceramah pada acara walimatus safar, ustaz Sirojuddin memberikan uraian yang sangat menarik, yakni membahas kategori kemampuan orang naik haji. Pertama, kata ustaz Siroj, orang naik haji karena kemampuan dan biaya diri sendiri. Maka haji semacam ini disebut Haji Nishab. Kedua, berangkat haji karena biaya keluarganya. Yah seperti saya dulu, kata ustaz Siroj, dibiayai orangtua saya. Maka haji semacam ini disebut Haji Nasab. Terakhir nih, seperti Bapak Hasan Bisri ini. Ia kan berangkat atas biaya kantornya yang sebelumnya diundi dulu dari sekian ratus karyawan. Maka haji yang demikian ini disebut Haji Nasib. Para hadirin tertawa terpingkal – pingkal. Hasan Bisri, si shahibul hajat tersipu – sipu. 3. Kiat Cepat Naik Haji Di suatu majlis taklim yang sedang membahas topik haji, seorang ustaz membocorkan rahasia cepat bisa naik haji.

2

“Apa saja itu, Pak Ustaz?” tanya Utawi, jamaah loyal yang ingin segera naik haji, tapi terbentur oleh biaya. “Gampang. Baca saja surat Yaa Siin 1000 X setiap malam Jumat selama 40 hari.” “Kalau belum juga bisa naik haji, Ustaz?” “Buka surat yang lain. Baca surat Al – Hajj.1000 X setiap malam Jumat selama 40 hari.” “Kalau masih gagal juga, Ustaz?” Utawi masih bernafsu. “Buka deh surat – surat tanah. Ambil saja 1000 meter persegi. Cepet dah pergi,” jawab Ustaz Baroto yang dari awal sebenarnya bercanda. 4. Kok Pecah Pengusaha gerabah dari Bantul, Yogyakarta memproduksi souvenir haji dari bahan gerabah. Souvenir berbentuk kecil – kecil itu dikemas dalam plastik kemasan yang bagus. Salah satu pebisnis memborong untuk dijual ke Arab Saudi. Namun, barang itu belum sampai di negeri minyak itu sudah pecah, padahal di kemasan ditulis “DITANGGUNG TIDAK PECAH”. “Ini jelas membohongi konsumen, Sampeyan ya. Mau menipu pembeli ya,” protes tengkulak dengan berang. “Jangan marah dulu,Pak. Silakan perhatikan tulisan ini. DITANGGUNG TIDAK PECAH.” “Justru itu masalahnya…,”potong tengkulak lagi. “Bapak harus ingat bahwa di Arab tulisan ini akan dibaca dari kanan: PECAH TIDAK DITANGGUNG!” kilah Wakijo, produsen gerabah. 5. 80% Kepala Kamdi diminta foto ulang oleh petugas pendaftaran haji karena pas foto yang diberikan ukurannya standar umum. Sementara yang dikehendaki panitia adalah menonjolkan wajah. “80% tampak muka ya, Pak Kamdi.” “Mengapa harus tampak 80% muka?” “Soalnya kalau 80% kaki malah kita nggak tahu foto siapa nantinya,” jawab panitia diplomatis. 06. Resep Jitu Bebas Rafats Di sebuah acara walimatus safar, ustaz Zarqoni menjelaskan tiga pantangan yang mesti dijaga ketika menjalankan ibadah haji.Yakni, rafats, fusuq, dan jidal.Setelah menjelaskan satu per satu, ada hadirin yang bertanya. “Ustaz, rafats itu kan cumbu rayu dan bermesraan dengan istri. Terus, resep jitu untuk menghindari rafats gimana dong?” tanya Wasito. “Gampang saja. Istri ditinggal di rumah dan di Arab jangan nikah lagi,” jawan ustaz Zarqoni sambil

3

bercanda. Setelah itu baru resep yang serius disampaikannya. 07.Kamus Haji Ini yang perlu diketahui. 1. Haji Mansur : naik haji karena halamannya digusur. 2. Haji Abidin : haji atas biaya dinas 3. Haji Halimah : haji sampai halim lalu ke rumah 4. Haji Abu Bakar : haji atas budi baik golkar. 5. Haji Simatupang : haji siang malam tunggu panggilan ( waiting list ) 6. Habib : haji atas biaya barteran. 7. Haji Kosasih : Haji karena Ongkosnya Dikasih 08. PERISTIWA DI JAKARTA 008.Seperti Semut Karena ada kerusakan teknis, pesawat rombongan haji dari bandara Soekarno – Hatta menuju Jeddah tidak segera take off alias terlambat terbang. Sementara jamaah calon haji sudah berada di pesawat cukup lama. Karliyah, ibu setengah baya ini rupanya tertidur lelap di dalam pesawat. Maklum, semalam di Asrama Haji Pondok Gede tidak bisa tidur nyenyak karena membayangkan cepat sampai di Makkah. Ketika annauncement dari awak kabin pesawat terdengar, Karliyah terbangun. Melalui jendela, ia melihat ke bawah. “Subhanallah,” kagetnya, “orang – orang jadi kecil seperti semut ya kalau dilihat dari atas pesawat,” Karliyah menengok ke penumpang sebelahnya. “Bu, pesawat ini belum terbang. Itu memang semut beneran,” jawab penumpang sebelahnya. Karliyah tersipu. 009.Beda tujuan Seorang pramugari pesawat haji dibuat repot oleh salah satu penumpangnya, Marijan. Ia tidak mau duduk di kelas ekonomi, tapi memilih seat kelas bisnis. Sudah berkali pramugari membujuknya bahwa di tempat duduk depan untuk jamaah yang membayar lebih mahal, tapi tidak berhasil juga. Karena merasa buntu pikirannya, pramugari melapor kepada pilot. Dengan sedikit terpaksa, pilot turun tangan mendekat penumpang yang rewel. “Maaf, Bapak ini mau turun di Jeddah apa di Madinah?” pancing sang pilot. “Turun di Jeddah, Pak.” “Nah, kalau ke Jeddah dulu, Bapak sudah benar duduk di sini.”

4

“Terima kasih, Pak. Alhamdulillah saya nggak keliru tempat duduk,” jawab Marijan sambil tersenyum. 1. 3. Lauk Pilihan Wasmo, lelaki lanjut yang baru pertama kali naik pesawat.Kepergiannya naik haji ini adalah kesempatan perdananya mengenal enaknya naik pesawat. Dengan sedikit mengantuk, ia didatangi pramugari. Oleh pramugari ia ditawari makanan. “ Mau lauk daging sapi apa ayam, Pak?” “Nggak, nggak, saya nggak pesen. Saya masih kenyang,” tolak Wasmo. “Ah, saya kan harus ngirit, jangan sampai duit habis sebelum sampai di tujuan,” gumamnya. “Bapak, ini jatah Bapak. Gratis. Bapak tidak perlu membayar,” bujuk pramugari sembari tersenyum. “Apa? Tidak perlu membayar?” setengah tak percaya Wasmo bertanya. Pramugari mengangguk. Masih tersenyum. Wasmo tersenyum malu. “ Daging ayam sajalah kalau begitu, Jeng.” 4. Bukan Tangan Saya Merasa sudah buntu jalannya, Imam Kadarusman, calon haji akhirnya mendekati mendekati pejabat tinggi Departemen Agama. Dengan membeberkan kronologi jalan yang sudah ditempuh dari walimatus safar, demo di DPR, sampai mencari paspor hijau akhirnya diterima oleh pejabat tinggi Depag. Setelah berdiplomasi dan pasang muka memelas akhirnya pejabat yang berwenang memutuskan. “Yang tanda tangan ini bukan tangan saya lho, Dik Imam, tapi tangan Allah,” ujar pejabat tersebut. “Dan pesan saya, tolong rahasia ini jangan sampai bocor.” 5. Tidak Ada Pangkat Seorang berpangkat tinggi rewel selama mengikuti manasik haji. Tentu sangat menyebalkan bagi pembimbingnya. “Maaf, di sini tidak ada pangkat, Pak, yang ada ketakwaan.” “Tapi, mengapa ongkosnya beda – beda?” 6. Posisi Bapak Di Mana Seorang pejabat Departemen Agama yang membidangi urusan haji sedang memberikan arahan kepada seluruh jajaran dan bawahannya. Sebagai pejabat yang baru dipromosikan, berapi – api ia mengkritik kebijakan para pendahulunya. “Mulai saat ini kita harus hapuskan biaya – biaya gendongan selama penyelenggaraan haji,” ungkapnya kemudian. Biaya gendongan adalah biaya ekstra yang

5

harus ditanggung para jamaah haji, misal kesehatan, katering, transportasi, akomodasi dll. “Kita harus tinggalkan perilaku – perilaku buruk pejabat pendahulu kita,” tegasnya. Ketika sedang menggebu – gebunya orasi, salah satu bawahan nyeletuk. “Hare gene omong gitu. Dulu Bapak berada di mana?” Setengah marah, pejabat tadi bertanya, “ Siapa tadi yang nyeletuk? Siapa?” Diam. Tak ada yang menjawabnya. “Nah, dulu saya duduk di tempat Anda sekarang!” jawab pejabat tersebut taktis. 7. Fungsi Rangkap. “Saya heran mengapa Depag berfungsi rangkap. Ya administratur, ya regulator, ya eksekutor,” desah Pak Ramidin dari LSM. “Wajar dong. Di kantor kami kan banyak karyawan.Jadi, dengan tiga fungsi tadi, sebenarnya masih terlalu sedikit,” ujar Haji Anuar. 8. Statement DPR Seorang anggota DPR mempertanyakan beban gendongan yang dipikul oleh jamaah haji. Baik beban penerbangan, catering, akomodasi, kesehatan, sampai biaya untuk para petugas. “Seharusnya kita tidak membebani terlalu banyak jamaah haji. Mestinya kita malu dengan negeri jiran,” ujar Haji Kunto di televisi. “Ah, coba saja mereka jadi kami,” salah seorang karyawan Depak Urusan Haji nyeletuk di depan televisi. “Belum tahu enaknya sih.” 9. Lebih Mahal Sudah menjadi rahasia umum bahwa biaya penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia jauh lebih mahal ketimbang negeri jiran. Bayangkan saja, di Indonesia biaya per orang US$ 2770. Sementara di Filipina US $ 1600 dan bahkan di Malaysia cuma US $ 1200. “Mestinya tidak sebesar itu kalau mengambil keuntungan,” komentar Haji Zaim, pengamat penyelenggaraan ibadah haji. “Lho, maksud kami bukan mau menilep uang jamaah haji. Kami sekadar membatasi membludaknya jamaah dengan cara meninggikan biaya,” kilah Haji Basari dari Depag. 10.Revisi UU Haji Banyaknya masalah yang muncul dalam penyelenggaraan haji memancing desakan masyarakat agar segera dilakukan revisi terhadap UU 17/ 1999 tentang Haji. Salah satu desakan yang kuat adalah perlu dilibatkannya masyarakat dalam menyelenggarakan ibadah haji. Pihak pemerintah

“Karena didukung database yang lengkap. hal itu masih harus diurus pemerintah. atasan Haji Saridin. Oleh karena itu.” jawab Haji Antono tak mau kalah. “Wah. seorang ekonom dari Universitas Malaya. Mengurus jamaah haji ratusan ribu itu tidak mudah. “Well. Tapi kenyataannya banyak jamaah yang tidak berangkat dan uangnya hilang. ia berusaha melobi Ketua Komisi di DPR. mereka yang belum berhaji akan diprioritaskan. Perlu pembahasan di hotel dan butuh waktu lama. 13. ini. “Justru di situlah masalahnya. “Gimana caranyalah yang penting pasal tersebut tidak mengalami perubahan.Seminar Haji Pada sebuah seminar yang membahas penyelenggaraan haji.terus?” “Yang patut dicontoh. pada 1959 sangat bagus. Mengenai biaya nggak usah dipikirkan. mengapa ada kesan ngotot?” “Sebenarnya pada tahun 1970-an sudah pernah. Sepulang dari dari Malaysia.” 11. seorang peserta dari LSM mengeluh.” jawab Ketua Komisi DPR. para calon jamaah haji tak perlu berebut mendapatkan kuota. Mereka tinggal menunggu giliran.” ujar Haji Muharius.Studi Banding Atas desakan masyarakat yang begitu gencar. pejabat tinggi Depag. akhirnya pemerintah mengirim utusannya untuk melakukan studi banding mengenai sistem penyelenggaraan ibadah haji ke Malaysia. Sebagai pimpinan tertinggi di Departemen Agama.6 sendiri masih terkesan enggan membagi tanggung jawab ke masyarakat. Didapatkan bahwa sistem Tabung Haji yang digagas pertama kali oleh Ungku Aziz. “Selama ini ada kesan bahwa Depag tidak ingin melepas tanggung jawab penyelenggaraan haji.” lapor Haji Saridin.” pesan Haji Bairi. Biarlah menjadi rahasia kita saja. Tolong nilai plus yang kedua ini jangan sampai diketahui oleh umum. “Depag berpendapat. Padahal seperti kita ketahui tiap tahunnya selalu ada masalah. Haji Saridin melongo. tak lupa menyempatkan diri untuk menimba ilmu . Kalau sudah tahu tidak mudah. “Nah. 12.Dana Tabung Haji Menteri Agama melakukan kunjungan dinas ke negara Malaysia. utusan tersebut melaporkannya kepada atasannya.” lanjut Haji Saridin.” rayu pejabat pemerintah. “Dihitung aja Pak berapa lama di menginap dan di hotel apa.” jawab Haji Antono. agak sulit Pak.

Syekh Mahmoud Shaltut. dan investasi lain di pelbagai perusahaan Eropa. Zulqaidah dan Zulhijah. Menteri Agama mengangguk – angguk. 11. Malikiyah dan Syafi’iyah. “Bukankah ada hadis khudzuu ‘anny manasikakum. Ambillah dariku manasik kalian.” jawab Menteri Ugama Malaysia. dalam arti tanggal atau hari – harinya. pembangkit listrik Bakun Dam di Sarawak. “Oke deh Pak Masdar. pemikir Islam melontarkan pemikirannya.Waktu Haji Menurut Surat Al.9. bukan menyangkut waktu. yakni hari – hari ke – 8. Haji adalah Arafah?” balik ulama teman diskusinya. Menurut ulama Hanafiyah. “Kami investasikan di pembangunan Kuala Lumpur International Airport. “Dengan argumen seperti itu.” Masdar kembali berargumen.” ulama lain berargumen. “Lalu. yang dimaksud adalah seluruh hari di bulan Syawal dan Zulqaidah ditambah 10 hari pertama bulan Zulhijah. Para mufasir dan para ulama mengatakan yang dimaksud adalah Syawal.Baqarah ayat 197. “Hadis ini harus kita ikuti sebatas menyangkut prosesi ( manasik ) ibadah haji. 14.” Masdar F. Lembaga berbasis syariah ini sudah mendapat fatwa halal dari Mufti Agung Mesir. waktu pelaksanaan ibadah haji tak hanya sekitar 6 hari. Menurut ulama Hanbaliyah. Gimana seandainya Anda sendiri wukuf pada bulan Syawal?” . waktu haji yang dimaksud adalah keseluruhan hari selama tiga bulan tersebut.” Masdar masih berargumen. “Bagaimana memanfaatkan dana yang terkumpul dari calon jamaah haji?” tanya Menteri Agama. “Kalau Indonesia sendiri macam mana?” “Justru kami ke sini ingin mengetahui ladang investasi mana saja yang bisa kami masuki. “Tapi puncak di Arafah itu bukan tanggal 9 Zulhijah saja. Menteri Agama langsung mengalihkan topik pembicaraan karena takut ketahuan bahwa rekening jamaah haji atas nama dirinya. 12. Akhirnya ketemu ide nyeleneh juga. waktu haji adalah beberapa ( 3 ) bulan yang sudah maklum. Mas’udi.7 mengenai Tabung Haji. 10. yang juga wakil penasihat Universitas Al – Azhar pada 1962. Ulama tadi setengah kelabakan. Tetap dalam rentang 3 bulan itu. 13 pada bulan Zulhijah.” jawab Menteri Agama setengah kecut. bagaimana dengan hadis yang berbunyi Al – hajju ‘arafah.

pemerintah Indonesia kemudian mengundang masyarakat dari berbagai unsur menyelenggarakan seminar.” Haji Sudak. 15.” 16. “Akan lebih aman kalau melempar dari jarak jauh misalnya memasukkan batunya melalui slang dan dirorong dengan tenaga angin. “Masukan – masukan tadi bagus. Pejabat Depag tiba – tiba pusing kepala.Kami butuh keadilan.” jawab petinggi Depag kemudian. Tidak akan terjadi tabrakan. Sementara banyak kuota yang akhirnya dijual ke KBIH lain karena ia memperoleh banyak kuota. Mengapa kita tidak menerapkan sistem computerized. “Maaf. Atau setidaknya memakai remote control deh. mereka akan bergiliran melontar dengan cara berputar.” jawab Haji Fauzi antusias. Masak wukuf sendirian.000 tentu membuat masyarakat menjadi gembira. kami tidak menjualnya ke KBIH Lain. salah seorang peserta usul.Tambahan Kuota Adanya informasi dari pemerintah bahwa kuota untuk Indonesia ditambah 30. Tentu. “Menurut hemat kami. peserta seminar yang lain. . Yang betul kami menjual ke KBIH Khusus juga. Masukan seminar ini nantinya akan diberikan kepada pemerintah Arab Saudi. Ia sendiri hanya memiliki sedikit calon jamaah haji. Sebelum pejabat Depag menjawab. ke depan lontar jumrah harus memakai sistem komedi putar. Tapi saya kira kita harus berpikir ke depan. Wartawan hanya nyengir. dari hadirin yang duduk di belakang terlontar jawaban. seorang pemilik KBIH Khusus mengeluh. Seminar Lontar Jumrah Karena diminta masukannya seputar penyelenggaraan lontar jumrah. apakah Anda yakin bahwa tambahan itu bukan sebuah fatamorgana saja?” tanya wartawan tajam. 17. Butuh Keadilan Dalam sebuah acara ramah tamah antara pejabat Depag yang membidangi urusan haji dengan penyelenggara KBIH Khusus di sebuah hotel. Jadi digerakkan melalui komputer.” usul Haji Gaus. Pak. ya kurang seru.” jawab Masdar santai. “Tapi.8 “Wah. Kalau toh tambahan itu batal pemerintah tidak akan rugi kok. “Dari tahun ke tahun ternyata masih banyak penyelenggara yang hanya jual beli kuota.” protes Haji Hafidz. “Spekulasi kan boleh selama keuntungannya sudah di depan mata.

“Dana haji tidak boleh ditanamkan di sektor usaha yang haram dan makruh. jamaah tadi menolak. Setelah membeberkan sejarah Tabung Haji secara panjang lebar. Maklum. ternyata ada 2 batang puntung rokok di sana. “Lalu. Puntung Rokok Istirahat di bandara Internasional King Abdul Aziz. Sugriman tetap menghormati aturan di negeri orang. Bertanyalah ia kepada asykar yang bertugas di situ.” Pak Badrun tak mau kalah.” . Pak.9 18. Bunga Dana Haji Menteri Agama beserta staf melakukan studi banding penyelenggaraan ibadah haji ke Malaysia.Tapi. Misalnya perusahaan minuman keras dan rokok.” gerutu Pak Badrun. Pak?” “Oh.”Sudah pakai sabuk kok masih disuruh pakai lagi. “Bukan begitu maksudnya.” jawab Menteri Agama. Tidak Mau Pakai Seorang jamaah haji yang baru pertama kali naik pesawat diminta memakai sabuk pengaman. Sugriman tidak tahan menahan asam mulutnya. Karena demi keselamatan penumpang. dengan Tabung Hajinya. takut kalau ada denda yang dia sendiri tidak kuat membayarnya. Jeddah. “Oh. Kami mencegah agar calon jamaah haji tidak memakan uang haram tersebut. Malaysia dianggap berhasil melayani ibadah haji warganya. Menteri Ugama Malaysia berujar.” jawab staf Menteri Agama dengan tenang. 19. Alasannya ia sudah memakai sabuk sendiri.” bujuk pramugari Paramitha. pramugari merayu. bilang dari tadi kalau begitu. Namun Pak Badrun. tidak boleh. Ketika memperhatikan lantainya. Ia bergegas mencari tempat yang nyaman untuk merokok. pasti penumpang di depan Bapak akan terjungkal. “Bolehkah saya merokok di sini. Khawatirnya kalau Bapak nanti kejedot ke kursi depan. Macam mana di Indonesia?” “Kami sungguh sangat hati – hati terhadap bunga bank. Ketemulah restoran terbuka.untuk apa riba tersebut?” “Biar kami sajalah yang menanggungnya. PERISTIWA DI JEDDAH 1.

seorang istri iseng – iseng membuka paspor suaminya. suaminya bingung. Rupanya jamaah haji yang baru pertama kali naik pesawat melepas kedua sabuk yang dipakainya: sabuk pengaman dan sabuk celana. Anda kan minta ijin dulu. Akhirnya ia mendekati ustaz pembimbingnya dan memberanikan diri untuk bertanya. “Jangan pura – pura tak mengerti. Sabuk yang ini jangan ikut dicopot ya. Ia membayangkan harus bolak – balik ke masjid dan tempat wudhu. calon hajjah dari Klaten ini terperanjat ketika melihat pas foto perempuan yang menempel di paspornya. “Maaf.” 03. 10.Setelah pembimbing menengahi barulah istrinya tersenyum lega. Gimana caranya ya agar saya tidak bolak – balik ke tempat wudhu?” “Wudhu saja 3 kali.” kesal Hullya sambil cemberut. Hullya. . nanti bemonya kelihatan. “Ustaz. Bukankah setiap orang membawa banyak foto? Tapi istrinya masih saja cemberut. Lagi pula rasanya nggak ada tampang ya kalau Pak Tomo itu kelakuannya begitu.” 2.” jawab Tomo kemudian. Foto Siapa Selepas pemeriksaan paspor di imigrasi bandara King Abdul Aziz Jeddah. saya sering kentut.” sahut Indra asal. Tomo sudah menjelaskan kemungkinan salah satu foto jamaah tertempel di situ. itu. Jangan Dicopot Setelah mendarat dengan selamat. ibu ini ngomong apa sih? Kok tiba – tiba cemberut begitu?” Tomo.10 “Tapi. Hasbi yang suka kentut itu merasa gelisah. Ia tidak mengenal wajah perempuan dalam foto itu. Ia tidak minta ijin dulu sih. “Mau pergi haji tapi masih nggak bener juga kelakuannya. “Aduh. Kalau kentut kan masih ada dua wudhu cadangan. Ini buktinya. Bapak. PERISTIWA DI MAKKAH 1. “Ini pasti nggak beres saat nyetempel paspor. Wudhu Cadangan Setelah melihat kenyataan bahwa jarak antara Ka’bah dan toilet jauh.”Saya yakin. Bapak ke sini mau beribadah. pramugari mengumumkan bahwa sabuk pengaman boleh dilepas. mengapa ada puntung di lantai ini?” kilah Sugriman. “Oh. Mau mengelak lagi?!” todong Hullya garang. Bu.” bujuk pramugari Sita sambil menunjuk celana panjang Pak Tanthowi. Tomo memandangi sejenak. bukan mau macam – macam.

” “Tapi. Amien.11 “Ah. Bedanya Dua orang haji sedang berbincang santai. 3. teman saya sehotel kok boleh memotret?” . Memotret Ka’bah Demi untuk kenang – kenangan sesampainya di Tanah Air. Amien. Hajjah Rina bermaksud memotret ka’bah dengan handphonenya. “Bolehkah saya memotret ka’bah?” “Haram! Haram! Tidak boleh.” 6.” 5. Rina meminta ijin. Di Depan Multazam Percakapan dua jamaah haji sambil rehat. “Oh. Gitu aja kok repot. Khutbah itu begitu panjangnya.”Amien! Amien! Amien!….” kilah Haji Mubarok. Kepada asykar. “Kalau batal ya wudhu lagi. shalatlah di Masjidil Haram. Amien Sambil menahan kantuk. Haji Bunayya mendengarkan khotbah Jumat Syekh Abdurrahman Sudais di masjidil Haram. Jamaah dari berbagai bangsa berkumpul dengan tata cara berbeda – beda. tidak boleh!Ini tanah haram. dong. Sambil terkantuk – kantuk. “Mengapa imam shalat selalu berada di depan Multazam ya?” “Memang boleh kalau berada di halaman masjidil Haram?” 7.” Haji Hartono yang duduk di sebelahnya langsung menegur dengan isyarat jari menutup mulutnya.” ustaz Mun’im menyemprot Indra. 4. “Apa sih bedanya masjidil Haram dengan masjid Nabawi?” “Masjidil Haram di Mekkah dan Nabawi di Madinah. ia mengangkat tangannya mengaminkan. Begitu pula khutbah keduanya.” jawab Bunayya masih tidak tahu etika mendengar khutbah Jumat. Pakaian Imam “Mengapa imam masjidil Haram memakai gamis warna putih ya?” “Lha kalau memakai gamis batik nanti dikira shalat di kota Pekalongan. Memegang Alqur’an Kalau ingin melihat demokrasi orang shalat. Kan nggak jauh – jauh amat. Ini pula yang mengundang pertanyaan Haji Rofaan.” 2. “Mengapa orang Afghanistan kalau sedang berdoa sambil mengangkat Alqur’an?” “La kalau mengangkat Injil dikira orang Kristen. saya kira khotib sedang berdoa. ente sembarangan aje.

” jawab asykar diplomatis. ada yang menegurnya. Apalagi kalau dilihat orang Amerika dan para sekutunya. Sejenak gelagapan ia. Tapi bekas pijakan beliau saat mendirikan ka’bah. kalau ana jual burung. “Maaf. “Ini bukan kuburan Nabi Ibrahim.” Haji Abidin mencoba menembak penjual obat. “Haji. Pasalnya. Maka.” jawab Ustaz Zamroni sembari tersenyum. Tak bisa menyembunyikan keheranannya. “Ente mau tau aje!” setengah keki Juhan menjawab.12 “Nah. Dengan memberanikan diri. orang – orang itu tidak mengangkat tangannya. Bagi Haji Abidin. 8. ketika takbir. Banyak pedagang bertebaran di lerengnya. Selesai shalat sunah.besar?” tanya Haji Sulana. apakah ana harus bertelur juga? Subhanallah!” 10. “Tuan menjual obat jenggot. Tidak Mengangkat Tangan Ada pemandangan yang aneh bagi Sulastri ketika melihat orang – orang Irak melakukan shalat. saya heran mengapa makam Nabi Ibrahim begitu pendek? Bukankah orang – orang jaman dulu tinggi – tinggi dan besar. ”Ustaz Zamroni. Pak Sulana. Penjual Obat Jenggot Berziarah ke Jabal Tsur. Kenapa Bapak tadi tidak mengangkat tangan Bapak ketika takbir?” “Lho.Sunah Ba’diyah Subuh Rupanya masih ada jamaah haji yang belum mengerti bahwa shalat sunah ba’diyah Subuh itu haram hukumnya. tapi buru – buru berkilah.Makam Nabi Ibrahim Selesai melakukan thawaf qudum. “Oooh…” 11. Haji Sulana melakukan shalat sunah 2 raka’at di belakang makam Ibrahim. yang paling menarik adalah penjual obat penumbuh jenggot. “Pak Juhan melakukan shalat apalagi?” tanya Mudhofar hati – hati.Sunah Ba’diyah ‘Ashar . kalau saya angkat tangan nanti dikira sudah menyerah. ia bertanya kepada pembimbingnya. 9. tempat Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi karena kejaran kaum kafir Quraisy. ketika Juhan ingin mengejar lipatan pahala di Masjidil Haram. ia mengamati isi makam Ibrahim. 12. dia tidak minta ijin dulu. Sulastri kemudian bertanya. Kami tidak akan menyerah!” jawab orang Irak berapi – api. Bapak. Haji Abidin merasa heran. tapi mengapa Tuan tidak memiliki rambut jenggot.

jamaah haji menggunakan bahasa simbol. “Sudah pada mau thawaf di Pasar Seng ya.Kotak Amal “Mengapa di Masjidil Haram tidak ada kotak amalnya ya?” “Memangnya cukup 2 hari untuk menghitung hasilnya?” “Tapi kan uangnya bakal ratusan juta tuh sekali edar. 13. kok kelihatannya nggak khusyu’. Ibu – ibu tampak gelisah. ini kejadian di saat rombongan haji sedang mengikuti kuliah Dhuha di selasar hotel. “Kan.Salon Arab “Ada yang menarik dari salon laki – laki di Arab. “Ente shalat lagi? Bukankah tidak ada ba’diyah ‘Ashar?” “Kamu belum tahu pahalanya shalat di masjidil Haram sih? 100 ribu kali shalat di masjid lain. Ketika Muridan melakukan shalat lagi setelah shalat ‘Ashar. “Apa itu Pak?” tanya Haji Markum penasaran.” sindir ustaz Wahab.” “Lho. Rupanya ustaz menyadarinya. 15. Ini juga sudah diketahui ustaz – ustaz pembimbing. “Memang mau beli apa sih. tapi jenggotnya. katanya. Makkah karena keroyalan jamaah haji Indonesia. Belanja sama dengan thawaf.Shalat Jenazah Terus Bagi yang pertama kali naik haji tentu sangat mengherankan karena setiap selesai shalat di masjidil Haram bisa dipastikan ada jenazah yang dishalati. . tahu!” Muridan menjawab dengan sok tahu.” pancing Haji Munawir kepada temannya. tentu ada yang menegurnya. Nah. “Minta karpet. Jamaah terpingkal – pingkal. untuk menghindari rasa malu dan pekewuh. karena sudah bolak – balik di Pasar Seng masih belum menemukan apa yang diinginkannya. banyak. kok bisa begitu?” “Sebab yang dipanasi bukan rambutnya. income terbesar pedagang – pedagang di Pasar Seng. Bahkan menurut survai.Thawaf di Luar Masjid Orang Indonesia memang terkenal suka berbelanja. Tinggal memilih. Sesekali berbisik – bisik satu sama lainny.” “Atau kamu mau mengedarkannya?” 16. Memang maunya yang gimana?” “Yang bisa terbang kayak punyanya Aladin.” jawab Hajjah Fathiyah. Pak Haji. “Pemanas rambutnya menghadap ke bawah.” “Waladalaaaah!” 17. Bu?” tanya Haji Zaini. Oleh karena itu.” 14.13 Ini kejadian serupa.Karpet Seorang ibu kesal terhadap anaknya.

” 25.14 “Heran. apalagi kalau laki – laki juga memakainya. untuk perempuan saja kita jadi sulit membedakannya.Karpet Terbang “Ada karpet yang bisa terbang.Warna Ihram “Mengapa kain ihram warnanya putih – putih ya?” “Kalau merah putih nanti dikira bendera Indonesia.” jawab pemilik toko tak kalah lucunya. Tambah bingung. “Mengapa sih ketika sa’i kita harus lari – lari kecil pas di lampu hijau?” tanya Haji Abnan.Cadar Tebal Mengapa cadar berupa kain tipis ya? Kalau tebal bisa nabrak – nabrak jalannya.Warna Cadar “Mengapa cadar berwarna hitam ya?” “Kalau batik nanti dikira masih di Pekalongan. 21. 24. “Karena tidak boleh ditangkapi dan disembelih. saya mengapa setiap selesai shalat selalu ada shalat jenazah. pasti!” 22. mengapa nawarnya di sini kalau mau belinya di sana?” tembak penjual rumput Fatimah kemudian. 19.Banyak Burung Merpati “Mengapa di Tanah Suci ini banyak burung merpati ya?” tanya Haji Fahman. Di Jabal Uhud cuma 5 riyal!” protes Hajah Naina.Lari – lari Kecil Rasulullah mencontohkan. “Itulah. “Ada.” jawab Haji Imam.” “Malaikat Izrailnya terlalu aktif kali. toh masih ada pula yang bertanya. . jamaah haji harus lari – lari kecil. kok sempat – sempatnya nanya sih?!” 23.” Haji Mughni asal nyahut. tapi belum dikirim.Lebih Mahal Seorang ibu membeli rumput Fatimah di halaman masjidil Haram. “10 riyal haji. Tuan?” tanya Hajjah Muniroh kepada penjual karpet. Masih di Baghdad.” 20. kok masih banyak juga?” “Waduh.Cadar Laki – laki “Mengapa cadar hanya untuk perempuan?” “Aduh. “Mahal amat. “’Di Indonesia ditangkapi dan disembelih. Meskipun sudah dicontohkan oleh Rasulullah. 18. Kalam akhir!” maksudnya tidak bisa ditawar lagi. ketika mencapai Bathnul Waadi yang ditandai dengan lampu hijau saat ini.

mereka akan bertemu di pintu Baabus Salam. Nah."canda Haji Nawawi.” 28.Tutup Toko “Mengapa toko – toko di Arab Saudi selalu ditutup pada saat shalat?” “Kalau dibuka toh tidak ada yang beli. 30. “Nanti saya tanyakan sama yang punya ide dan arsiteknya ya. sembarangan!” 31. nggak nyambung.saya…” “Kenapa. Padahal saat thawaf jamaah berjubel dan arus manusia sangat kuat.Penjaga Toilet “Mengapa toilet di masjidil Haram tidak ada penjaganya?” tanya Haji Warno. Karena banyaknya inilah banyak pula jamaah haji yang tersesat. bahkan beberapa kali.Jauh “Mengapa letak toilet di masjidil Haram sangat jauh dari tempat shalat?” “Kalau dekat bisa najis nanti. istrinya muncul dengan gugup dan berlinang airmata.” jawab Haji Muhsin sekenanya. Namun ia menjadi gembira ketika ingat bahwa dirinya janjian dengan istrinya.” “Hus. Haji Saman berpesan apabila terpisah.” 27.” cetus istrinya terguguk. Kalau jatuh kan bisa luka.Rupanya sudah sekian lama Haji Saman menunggu kehadiran istrinya. Wong semuanya pada shalat.Gara – gara Warna Baju Haji Saman terperanjat ketika menyadari bahwa istrinya sudah lepas dari gandengannya. 26. karena dibangun untuk ukuran orang Arab. Bu?” “Saya tadi nggandeng orang Turki ternyata. Ketika hampir putus asa menunggu. “Takut kewalahan menerima bayaran. “Saya….” “Yang benar. Ia termasuk yang tersesat. namun istrinya tidak kunjung muncul. 29. Seragam kita sama yakni hijau tosca. Pak Haji canda melulu. “Ah.15 “Habisnya kalau lari – lari cepat bakal banyak yang kesrimpung. lo. pasalnya ka’bahnya juga satu. kan.Tidak Dipisah Mengapa jamaah laki – laki dan perempuan tidak dipisah ketika shalat di masjidil Haram? Wajar kan. “Mengapa ada 49 pintu ya?” Haji Kolari setengah mempertanyakan. Bukankah konsumennya sangat banyak?” .Pintu Masjidil Haram Pintu Masjidil Haram ada 4 utama dan 45 pintu biasa.

” . Bu Djoko menitipkan doa agar anaknya diterima di Perguruan Tinggi ternama. “Mengapa tidak ada kotak amal yang diedarkan ketika shalat Jumat?” “Untuk apa uangnya? Toh. mau. Mereka membisiki jamaah yang tampaknya menginginkan mencium Hajar Aswad tapi takut atau kesulitan. “ Ya. ketika baru ada lima doa yang dibacakan. tapi mencium Hajar Aswad.” gerutu Sutarno. Pak. Pak Baron membaca daftar penitip doa satu per satu berikut doa yang harus dipanjatkan di depan multazam. Sedangkan di Arab. Pantesan Rasulullah tidak menggunakan joki karena mahal begitu. Engkau Maha Tahu.” 35. semuanya sudah dibiayai kerajaan. Begitu juga ketika Pak Baron naik haji. ia tersenggol orang Nigeria yang tinggi dan besar. Allah.” 33.Ini sudah murah. Bukan joki UMPTN.” “Cuma 10 riyal. Dengan lemas.” “Umumnya memang segitu. Terbanglah kertas berisi daftar tersebut. Begitulah. “Mau saya bantu.” “Mahal banget.” “Kok bisa begitu?” “Karena di Indonesia orang – orang malas bangun ketika azan dikumandangkan. sebelum Subuh orang – orang sudah ada di masjid. 5 riyal ya. seusai melakukan thawaf qudum. Pak RT menitip doa agar usahanya lancar. Bang Kodir menitip agar memperoleh jodoh yang salehah.Daftar Doa Sudah menjadi tradisi bahwa setiap ada orang naik haji. Nahas baginya. para tetangganya selalu menitipkan doa. Pak Baron berharap.” “Kalau di Indonesia?” “Ashsholaatu khoirum minan nauuuuuuuuuuuuuuuuuuuum.Dan masih banyak lagi. Pak.Joki Hajar Aswad Di masjidil Haram ternyata banyak joki. 34. Amin.” “Murah apanya. Pak?” “Mau.Kotak Amal Masih seputar masjidil Haram. Suatu saat mahasiswa ini menghampiri Sutarno menawarkan jasa joki. Mereka kebanyakan mahasiswa di Saudi Arabia dan sekitarnya.16 32. Dik.Beda Azan Subuh Perbedaan mencolok apakah yang terlihat antara azan Subuh di Arab Saudi dengan Indonesia? “Kalau di Arab Saudi cukup ‘Ashsholaatu khoirum minannauum.

”Sudah pakai sabuk kok masih disuruh pakai lagi. Itu cuma nonton itu.Terharu Seusai melakukan thawaf. Rupanya jamaah haji yang baru pertama kali naik pesawat melepas kedua sabuk yang dipakainya: sabuk pengaman dan sabuk celana.” komentar Haji Badrun. “Sudah jauh – jauh di sini kerjanya kok cuma nonton orang thawaf. Aku nggak nangis nih. Karena demi keselamatan penumpang. sajadahnya ketinggalan. Ternyata. rombongan tadi kembali melakukan thawaf dan satu per satu mencium hajar aswad. tanpa ia ingat sama sekali. Mereka hampir memiliki kesamaan perasaan ketika bisa mencium hajar aswad: menangis karena terharu. Ia mengomentari jamaah lain.” bujuk pramugari Paramitha. bilang dari tadi kalau begitu.17 36.Jangan Dicopot Setelah mendarat dengan selamat. pramugari mengumumkan bahwa sabuk pengaman boleh dilepas. jamaah tadi menolak. Hanya seorang yang tidak merasa terharu. rombongan jamaah haji kembali ke maktab.Tidak Mau Pakai Seorang jamaah haji yang baru pertama kali naik pesawat diminta memakai sabuk pengaman. naluri kewartawanannya cukup berjalan juga. Sebagai wartawan. Alasannya ia sudah memakai sabuk sendiri. Mestinya kan zikir terus.” “Oh. akhirnya Pak Haji Mardu terharu juga.” ujarnya. “Aduh. . Besoknya. “Ah. Pak. nanti bemonya kelihatan. pasti penumpang di depan Bapak akan terjungkal. gitu aja cengeng. 38. 37. “Nah.” bujuk pramugari Sita sambil menunjuk celana panjang Pak Tanthowi. “Makanya hati – hati berkomentar. Bapak. pramugari merayu. Nonton orang thawaf kan sudah dapat pahala 20 rahmat lho. Haji Mardu meneteskan airmatanya. dengan sinis berkomentar. Begitu juga ketika sedang berzikir di Masjidil Haram. Khawatirnya kalau Bapak nanti kejedot ke kursi depan.” gerutu Pak Badrun. Berceritalah ia kepada teman – temannya. begitu ya…” 39. “Oh. Sabuk yang ini jangan ikut dicopot ya. Cuma Menonton Haji Zain memang jeli. “Bukan begitu maksudnya. Sepulang dari masjid.” Pak Badrun tak mau kalah. Namun Pak Badrun.” ujar Haji Mardu kepada teman – temannya.

“Beri aku 500 bunga saja. “Istighfar. seusai Thawaf Wada’. Haji Mardu menjawab. Hajah Luthfiyah berkesempatan melihat – lihat parfum di sekitar Pasar Seng. “Berapa ini?” “5 riyal sebatang.” timpal Haji Wardono.” tawar Haji Bonari.” ujar mahasiswa penyedia jasa. 5 riyal. cuma 2 riyal.Terlalu Mahal Di sekeliling ka’bah. tenanglah!” Hajah Baria menenangkan. “10 riyal. Ketika melihat siwak dengan kemasan bagus.” potong Haji Kartiwa. seorang ibu teriak – teriak agak histeris. “Bahkan saya sempat menciumnya. “Bisa.” ujar penjual parfum. 43.” 40.” bujuk Hajah Fitri. Mereka menawarkan jasa membantu memandu jamaah mencium hajar aswad. ia langsung tertarik membelinya.” 42.Rata – rata 10 riyal per jamaah. Haji Kartiwa mampir di toko perlengkapan haji di lantai satu. Matanya tertumbuk pada Parfum 1000 Bunga. “Tidak. “ Belum siap apaan. tidak! Tujuh tahun yang lalu saya masih melihatnya!” teriak Hajah Yunari. istighfar…. “Memang kalau saya istighfar Raja Arab akan mengembalikan hajar aswad?” 41. Setelah membuka – buka dompet. “Oke deh. Sambil sesenggukan. “Mahal amat!” protes Haji Bonari kepada penyedia jasa. Kalau nggak punya uang nggak usah minta bantuan deh. “Kenapa Pak Haji nggak beli di koran?” 44.Parfum 1000 Bunga Menjelang hari kepulangannya. asykar menggamparku. “Terserah Bapak. Jeng.Dipindah Raja Arab Karena tidak melihat Hajar Aswad.Lebih Murah di Koran Usai menengok kawannya yang tinggal di Hotel Hilton. Pak.” “Tenanglah. uang kecilnya ternyata tinggal sedikit. Hajji.” “Mahal amat? Di koran lebih murah.18 “Iya. karena uangku tinggal 5 riyal. ternyata banyak joki hajar aswad. Kalam akhir.Kadal Mesir . tapi saya lempar sampai depannya. Ketika aku mau mencium hajar aswad. Jeng. karena hati Haji Mardu kemarin itu belum siap. “Tentu sudah dipindahkan oleh Raja Arab!” tebak Hajah Yunari.” tukas Hajah Luthfiyah.

” 47. jamaah haji yang sudah tua itu juga memborong beberapa botol. “Lho. Ia protes kepada penjual. tak ketinggal Jumari. Pak. “Wajar dong. terlihat begitu seringnya sehingga mengundang tanda tanya jamaah haji lain.” “Ah. 45. Bu?” tanya Hajjah Munafah.Menyiapkan Piring Dalam antrian makan siang di sebuah hotel.000 kali lipat kalau kita membawakan di tempat lain. Ketika kejadian terakhir di Jabal Tsur. Tamattu’ kan artinya gembira. Fantas ente masih loyo juga. “Ente jualan jamu gimana sih? Masak ane punya tubuh masih loyo juga. Mas?” tanya Hajjah Karimah “Wah. khasiatnya bisa menambah tenaga. “Wah. yang lain kok nggak dibersihkan. Padahal ane minum sesuai petunjuk!” “Jangan salahkan ane. Yang penting kan pahalanya 100. saya bakal dibilang rakus pahala. Namun beliau tidak pernah merasa sedih atau jengkel dan marah – marah.” 48. ia terjatuh di bebatuan sehingga tubuhnya berdarah – darah.” 46.Tak Pernah Sedih. Kasihan yang lain bakal nggak kebagian pahala. Dari yang kecil sampai menengah. saya heran. Banyak luka juga nggak sedih. Barangkali ente salah milih kadal yang tua. “Repot sedikit nggak apa – apa. Pak Haji Doddy ini tidak pernah sedih. Bu.” kilah penjual tak mau kalah. Ibu Wanti. Apa tidak terlalu repot. Nah.100. ente bisa aje. Membawakan Air Zamzam. Jamaah haji yang datang belakangan ternyata memperhatikan hal tersebut. Bu. kan saya ikut Haji Tamattu’.19 Kadal Mesir rupanya menjadi jamu favorit bagi jamaah haji. Namun ia tetap tersenyum. kalau saya bersihkan semua. Maklum. Haji Doddy termasuk haji yang acapkali kena musibah.000 Kali Lipat . “Saya perhatikan Ibu Wanti rajin sekali membawakan air zamzam untuk jamaah lain. Namun ia kecewa karena setelah diminum tidak memberikan efek positif.” ujar Haji Zairin sambil melap luka – luka Haji Doddy. Seorang jamaah haji terlihat paling sibuk membawakan air zamzam kemasan botol setiap harinya. Sementara jamaah haji memerlukan banyak tenaga untuk sa’i dan ziarah di berbagai tempat. seorang jamaah haji membantu menyiapkan dan membersiahkan piring beberapa jamaah. jamaah tersebut.

Tampaknya sikap aneh nenek mengundang perhatian teman sehotelnya. Tanpa hirau ia menjawab. Lalu membuka – buka laci meja dan lemari.” jawab Ustadz Saerozi sambil tersenyum.000 kali. 49. “Nenek mencari apa?” tanya Hajah Euis.Lupa Hitungan Seorang jamaah haji lupa menghitung putaran thawaf yang sudah ia lakukan. ia terduduk sambil menengadahkan kedua tangannya. “Ya Allah. bisa terinjak – injak kau.” 51. Maksud saya menunggunya serasa 100.pembimbing mereka. tentu untuk anak saya. kalau nangis apakah benar mabrur?” “Nggak juga sih. Kegelisahan mereka akhirnya terbaca juga oleh Ustadz Saerozi.Nenek Hebat Seorang nenek sibuk membuka – buka kopernya. sungguh Engkau Maha Tahu. 000 kali lipat lamanya.” 53.Seragam Haji Seandainya jamaah haji Indonesia dibuatkan seragam.Arah Putaran “Mengapa orang thawaf arahnya putarannya ke kiri?” “Memang ketentuannya begitu. Tapi setiap mengulang selalu saja lupa sebelum sampai hitungan ketujuh. Sabar. para rombongan berkumpul sesuai waktu yang telah ditetapkan. ia menukas cepat. “Jangan membuka pintu korupsi lagi ah.” . Bukankah jamaah kita paling banyak? Ketika ide ini saya sampaikan kepada seorang teman.” 50. Kasihan jamaah haji yang sudah banyak sabar menahan yang begitu itu. maka akan tampak sekali ketika thawaf. Rupanya yang dicarinya tidak ditemukan.Coba saja ke kanan. Para jamaah sudah mulai jemu menunggu.? Nenek masih datang bulan juga?” tanya Hajah Euis tak percaya.” “Lho. ada satu jamaah yang sudah 30 menit ditunggu tidak kunjung tiba.” “Hah?! Primolut N. “Bukan. “Primolut N. ternyata idem. Tapi. Rupanya ia tidak puas kalau tidak mengulang lagi dari awal. Namun. Ia sedang di masjid sekarang. minimal menuju mabrur.” “Pahalanya.Resep Haji Mabrur “Kalau berdoa pakai nangis. "Tenang Bapak-bapak dan Ibu-ibu.” 52. Menunggu di masjidil Haram ini dilipatkan 100. Karena terlalu capek. Ustadz?” celetuk Haji Juned. biar hajinya mabrur. Nenek tersebut gelisah dan sedikit kesal. Mereka gelisah.20 Sesuai perjanjian sebelumnya bahwa selesai thawaf dan sa’i mereka akan bertemu di depan kantin Bakso Pak Udin. “Ah.

” ujar Haji Mashudi setengah linglung sesampai di hotelnya. 56. “Maksudnya siapa?” tanya Haji Basarun. Ia sempatkan shalat sunah 2 rakaat di sana. Kedua. mengapa mereka harus jauh – jauh kemari hanya untuk ngemis.Masjid Jin Sepulang dari ziarah ke makam Siti Khadijah di Ma’la. juga para pengemis dari berbagai negara. Apakah mereka jin?” “Ah. Kelas Bawah. Misalnya ketika ia membeli siwak. Pertama. “Oke deh. agar Arab terlihat lebih hijau dan teduh. Mereka naik haji dengan maksud berdagang. Dan terakhir. ya?” keluh Haji Humam kepada pembimbingnya. “Itulah yang tidak saya ketahui. “Ah.Contoh Memakainya Haji Bakran memang terkenal usil dan suka ngerjain orang.Pengemis di Gua Hira’ Gua Hira’ ternyata tidak hanya menyimpan sejarah karena di situ tempat Rasulullah menerima wahyu pertama kali.” jawab penjual siwak yang sudah renta dan tanpa gigi itu. “Berapa satu ikat. mereka mengemis sambil mengacung – acungkan paspornya. Hajji. “Jadi wajar kan kalau ada orang jauh – jauh kemari hanya untuk mengemis?” 55. Si kakek hanya melongo. Kelas Atas yang naik haji dengan maksud berwisata. penyakit itu masih juga melekat pada dirinya.21 54. Mbah?” “10 riyal. “Bukankah Rasulullah sudah pernah menyampaikan: Kelak ada 3 golongan yang naik haji. Namun ketika salam. “Perasaan tadi banyak jamaah di dalam masjid. karena pernah menanam banyak pohon di sana. Maksudnya jelas.” urai ustaz Waskita menyitir hadis. tiba – tiba sudah tidak ada semua mereka. Mereka berhaji dengan maksud meminta – minta. Haji Mashudi mampir di masjid Jin.Pohon Soekarno Mantan Presiden Soekarno adalah salah satu orang yang dianggap berjasa terhadap negara Arab Saudi. Kini gua tersebut di samping menarik minat peziarah. temannya sehotel. Begitu juga berkesempatan menunaikan ibadah haji. Tapi tolong diberi contoh cara memakainya ya!” pinta Haji Bakran. mengapa tidak kautanyai sebelum shalat tadi?” 55. Para jamaah haji yang mengetahui informasi ini selalu bertanya kepada orang setempat atau sopir bus yang . Ya. Kelas Menengah. Beli 2 ikat.

ampunilah segala dosaku. Setelah takbir. ketika sampai di depan multazam langsung tersungkur dan berdoa sambil menangis.” jawab haji Thohari sembari tersipu. Sebagian jamaah menuju restoran untuk mengisi perut atau rehat. “Mengapa Ente nyerong ke kanan? Bukankah Ente shalat persis di hadapan ka’bah?” “Afwan Ustaz. Ia mengubah posisinya dengan serong ke kanan sedikit. haji Thohari membatalkannya. Pohon Soekarno waktu masih kecil. itu. Bahkan ada yang sekadar menumpang buang air kecil. “ Ya Allah. jamaah haji keluar menghirup udara segar. haji Thohari melaksanakan shalat sunah 2 rakaat di belakang makam Ibrahim. Di sebelah kanannya haji Mahmud. Kalau toh ada tanaman. ustaz Mahmud menegur. Sementara Matroji dan Daliman mendekati seorang laki – laki yang sedang memerah susu unta tak jauh dari bus berhenti.Sopir dengan cekatan menjawab. Sepanjang jalan tampak gurun sahara menghampar. Itupun di sekitar restoran satu – satunya di wilayah itu. Setelah itu Matroji baru . hanya sedikit. Susu Penunjuk Waktu Rombongan haji dari Mekkah ke Madinah terpaksa berhenti di tengah perjalanan karena bus mogok. Merasa bertanggung jawab terhadap jamaah yang dibimbingnya. 58. Kedua jamaah haji ini berbasa – basi sebentar dengan pemerah susu. baik dosa yang Engkau ketahui maupun dosa yang tidak Engkau ketahui…” PERISTIWA DI MADINAH 1. perasaan masih di Tanah Air saja sehingga perlu menghadap ke kiblat.Taubat Si Bahlul adalah jamaah haji yang merasa dosanya paling banyak. ustaz yang membimbingnya. oh itu Pohon Soekarno. Sambil menunggu sopir dan kondektur memperbaiki bus.” jawab sopir tak kalah tangkas. itu pohon apa?” “Oh.22 membawa mereka kemanapun mereka pergi.” Suatu hari ada jamaah yang melihat pohon mirip Pobon Soekarno tapi pendek.Serong Sedikit Selesai thawaf. “Lho. Begitulah. Cita – citanya memang ingin bertobat dengan memanjatkan doa di depan multazam sebagai tempat yang makbul untuk berdoa. 57.

” jawab pemerah susu dengan tenang. lalu menjawab. “Pukul 15. Sambil menuju lantai bawah melalui eskalator. Apa kurang cukup sih. 2. Matroji rupanya penasaran. “ Jam berapa sekarang Dal?” “Ah. pantesan di sana ada tugu jam yang besar. Sesampai di tempat pemerah susu. jamaah tersebut membaca tulisan: “EXIT TO AL – HARAM” dan di bawahnya tertulis: “MAKHROJ ILA HARAM”. Matroji bertanya. Maka ketika ia melihat shaf shalat laki – laki dan perempuan dipisah ia penasaran. “Mad. “Mengapa di masjid Nabawi ini dipisah ya?” “Man. Coba tanya dia. Di Masjdil Haram kan sudah dicampur.56 tepat.” usul Daliman kemudian. Karena tidak ingin terlalu lama bingung.47 menit. Man. Dengan bahasa isyarat. Tempat Shalat Terpisah Aiman memang orang yang kritis. ia mencolek temannya. “Pukul 15. sambil menunduk. kalau tidak dipisah kan bisa sama istri terus. Permana.23 sadar bahwa mereka tidak boleh terlalu lama di situ karena harus menjamak shalatnya.” Daliman memberi saran sembari menunjuk pemerah susu yang memakai gamis lengan panjang. “Wah. Saya kira paranormal. Wan?” Orang Arab itu kemudian membungkuk dan memerah susu. Masih di Makkah Seorang jamaah asal Pekalongan menuju toilet yang ada di masjid Nabawi Madinah.” “Bukan begitu. Lalu telunjukknya menunjuk ke arah ke jauhan. Man.” Matroji dan Daliman terkekeh – kekeh.” “Justru itu. kok masih kurang juga. Matroji bertanya lagi. Kenapa masih tidak cukup?” 3. Begitu juga ketika sampai di Madinah kekritisannya terhadap lingkungan tidak berkurang. katanya kita sudah di Madinah.”Jam berapa sekarang. Permana bingung membaca tulisan yang ada HARAM-nya itu. aku nggak membawa jam. tapi tulisan di toilet kok masih di Al – Haram? Berarti masih di Makkah dong?” . Bagaimana mungkin dengan memerah susu bisa mengetahui waktu dengan tepat? “Kita tanyakan lagi saja ke sana. Matroji dengan sangat penasaran lalu bertanya bagaimana caranya ia bisa mengetahui waktu dengan tepat? Orang Arab itu menyuruh Matroji memegang susu unta.” jawab pemerah susu dengan tenang. Setelah mengucap terima kasih. Belum sampai di bus. keduanya berpamitan.

“Kok begitu persis sih jawaban Bapak?” Salimin dan rombongan heran. rumput Fatimah yang kita beli tadi ketinggalan di bus. Mana. Kau lupa ya kalau Madinah itu disebut juga tanah haram? Tanah Suci?” Permana tak bisa mengempat senyum malunya. Meskipun harganya tidak seberapa tapi rumput itu berkhasiat memudahkan proses persalinan. suaminya.” lapornya kepada kakek Markuat. Ustaz Ridwan tidak menyangka akan menghadapi pertanyaan semacam ini. “Jauh sebelum Rasulullah menetap di Madinah. 5.” jawab ustaz Ridwan. Pak?” dengan usil Haji Barkah bertanya.” jelas pimpinan rombongan. jamaah yang lain. “Mana. 4. ia mendatangi suaminya yang sedang asik bercengkerama dengan jamaah haji lainnya di ruang tamu. sebagai pembimbing menjelaskan tentang sejarah makam. “Ya sudah. “Sumur itu bernama Ha diambil dari nama penemunya.” sahut Jazuli. “1. “Lho. Ustaz Ridwan. Ustaz?” tanya Salimin. bahwa kuburan itu difungsikan sejak 1415 tahun yang lalu. Rumput Fatimah Nenek Sesampai di hotel. Salah seorang jamaah bertanya. 6. Sumur yang berada di tengah – tengah kebun di batas Utara kota Madinah ini memiliki keunikan. dan tata cara yang harus dijalani selama berziarah. Usia Kuburan Baqi’ Rombongan haji berkumpul di bawah bimbingan seorang ustaz. “Kapan makam Baqi’ mulai difungsikan.” jawab Markuat. . siapa saja yang dimakamkan.425 tahun lebih 3 hari. Airnya beraroma wangi dan Rasulullah pernah meminumnya. apakah sebelumnya sumur itu pernah hilang.” jawab Jazuli dengan tenang. “Pah. biar saja.24 Madroji terkekeh – kekeh. Mereka akan melakukan ziarah ke makam Baqi’. Nanti kita beli lagi di Mekkah. seorang nenek kecewa karena rumput Fatimah yang dibelinya di Jabal Uhud tertinggal di bus carteran. Karena begitu gugupnya. “Tiga hari yang lalu saya dapat informasi dari seorang pemandu. “Tepatnya kapan?” Salimin masih kurang puas. Penemu Sumur Seorang pimpinan rombongan haji berkesempatan mampir di sumur Ha.

ya ndak to.25 Tiba ingin ini.” kata Haji Kusnan. Salah seorang jamaah yang sejak tadi menampakkan wajah keheranan akhirnya melontarkan keheranannya. ternyata banyak jamaah haji yang kecapekan. Tapi jadi nggak urut to. Di samping berebut waktu. mengapa saya bilang sebelum melakukan shalat arba’in harus minum jamu nafsu shalat dulu. Ia sibuk mengamati lauk.” ujar Hajjah Asiyah masih heran. Ustaz?” “Arba’in kan artinya 40 Pak Ghafur.” “Ah. “Ah. Seingat saya. “Ada yang masih mengganjal di benak saya. 13. Burung Kecil Saat prasmanan makan siang di hotel tempat menginap. Nggak usah sedih. Minum Jamu Usai shalat arba’in. “Masih nambah anak lagi nih? Hebat benar kakek – nenek canda salah seorang jamaah. “ Apakah masih bisa dianggap arba’in. rombongan kemabli ke hotel. Memang. Wong rumput untuk cucu saya kok. Kenapa tadi pemandu ziarah bilang kalau di situ ada makam Ibrahim.” jawab Haji Fadholi. “Wah. Mereka saling membincangkan pengalamannya di Baqi’. jawab – tiba pecah suara tawa di ruangan itu. Jamaah lain tidak bisa menahan tawanya. enggak. 7. meskipun kurang shalatnya. Bu?” tanya Haji Fadholi. barangkali ini bukan burung Arab. “Itulah. seorang ibu tidak beranjak dari tempat makannya. 09. Kalau 39 berarti salatsu wa tis’un.” jawab ustaz Muhith. Dengan kecewa ia bertanya. Tapi saya heran kenapa burungnya kok kecil amat ya. makam Nabi Ibrahim itu berada di Palestina.Kehilangan Waktu Abdul Ghafur mengadu kepada ustaz pembimbingnya bahwa dia telah kehilangan 1 waktu shalat pada saat arba’in sehingga tidak bisa berturut – urut. gimana?” “Itu baru 40. 08. Bu.Makam Ibrahim Selesai berziarah ke makam Baqi’.” celetuk ustaz Badrun bercanda. yakni burung merpati goreng. mereka harus menyelesaikan shalat 5 waktu sehari selama 8 hari berturut – urut. . biasanya mereka juga menambah shalat – shalat sunah yang lain sehingga banyak menguras tenaga.” ujar ustaz Muhith dengan bijaksana. “Kalau ditambah satu lagi. insya Allah tetap banyak deh pahalanya.” nenek Markuat sembari tersipu. Tidak boleh putus. “Ada yang aneh.

“Kok makamnya begini sederhana ya. Penggantian dan pengisiannya juga begitu cepat dalam bentuk drum kecil yang ditaruh di dalam masjid.” “Lho.Air Zamzam Hangat Kita pantas kagum dengan manajemen masjid Nabaw. Karena tidak tahan memendam masalah. Haji Duriyat sudah beberapa hari terserang batuk.Kamera “Benarkah memasuki makam Baqi’ tidak boleh membawa kamera?” “Memang benar.Makam Abdurrahman bin ‘Auf Memperhatikan makam konglomerat Abdurrahman bin ‘Auf yang sangat sederhana. nisan di makam Baqi’berupa batu?” “Habis kalau nisannya berupa donat kan bisa dimakan burung yang banyak beterbangan di sana. banyak juga kan yang tidak bisa berbahasa Arab. hampir merata di seluruh bagian ruangan masjid. 17.” jawab Hajah Tarsini cepat. 16. 18. 14.” jawab Hajjah Munadah. pasti tidak ijin terlebih dahulu dia. oleh karena itu ia menginginkan khasiat air zamzam untuk . “Mengapa selalu ada orang yang menjual jasa do’a ya?” “Pastilah.Jual Jasa Do’a Beberapa kali berziarah di makam Baqi’. bertanyalah ia kepada sesama jamaah haji. Pak Haji Musthofa kemarin boleh. “Lalu yang di Baqi’ itu?” Haji Kusnan masih belum dong. padahal sahabat nabi ini orang yang kaya raya.” sahut Haji Warubi. “Itu kan Ibrahim anak Rasulullah.” 19. Hajjah Tiny masih memendam pertanyaan. “Memangnya orang Indonesia? Baru sedikit punya uang saja sudah mengkijing makam secara mewah.Nisan Makam “Kenapa sih.” “Ah.” jawab Hajjah Neneng sekenanya. “Lho.” jawab Haji Warubi. banyak yang berbisik – bisik.26 “Memang benar makam Nabi Ibrahim di sana.” bisik Hajjah Muti’ah kepada Hajjah Munadah. penjaga pintu gerbangnya kan adanya waktu – waktu tertentu juga. terutama soal penggantian air zamzam yang tidak pernah kehabisan stoknya. yakni tanpa bangunan dan hanya bernisan batu. Banyak dari jamaah haji kan yang tidak tahu nama – nama yang menghuni makam.Waktu Buka “Mengapa sih makam Baqi’ dibuka hanya waktu – waktu tertentu?” tanya Hajah Waroyah penasaran.” 15. Kedua. Bu Hajjah Tiny.

sampai di masjid Quba’ rupanya batal.” gumamnya ragu – ragu. Tuhan.27 menghilangkan penyakitnya.” “Saya justru tidak khusyu’ kali ini. apabila orang di Madinah berangkat ke Quba’ kemudian shalat 2 rakaat. maka pahalanya seperti melakukan umrah.” 20. Pahala Umrah Menurut hadits. Sayangnya. Menurut Rasulullah. justru yang dia temukan air zamzam dingin. “Wah. Ropanya ada jamaah lain yang memperhatikannya. dari rumah atau dari tempat asal menjaga wudlunya. Salah seorang jamaah akhirnya berbicara dengan lift. “Dasar lift Arab.” Busyet dah! 21. Oleh karena itu. tak paham bahasa Indonesia!” gerutunya tanpa mengingat dirinya sedang berhaji. 19. Setengah menyesal ia berujar. Sampai menangis segala. “Yah. kalau nggak dapat pahala umrah. Ia menangis di tengah suara orang – orang batuk. Mendengar suara batuk – batuk terdengar seperti suara kodok di kampung saya. Tidak bergerak. tampaknya khusyu’ sekali tadi ya. dari masjid Nabawi sudah wudlu. Syaratnya. kalau setiap pagi makan 7 butir. . Kurma Penangkal Racun Menurut hadits. Sedangkan tulisan berwarna biru bertuliskan: “ghoiru mubarrid” yang artinya tidak dingin. “Ah. “Makanya kalau tidak tahu bertanya.Salah Sangka Seorang jamaah haji terlihat khusyu’ ketika berzikir di masjid Nabawi. Beruntunglah ia bertemu dengan Haji Komar.Lift Arab Karena kelebihan muatan ( orang. hajah dari Indonesia sangat memimpikan itu. Jangan sampai malu bertanya sesat di dalam masjid. 20. setengahnya pun nggak apa-apa deh. Ternyata sami mawon. insya Allah kita akan terlindung dari bahaya racun. Sulastri. Saya jadi rindu kampung.” ujar Haji Komar sambil menjelaskan bahwa air zamzam dingin bertuliskan bahasa Arab dengan cat hitam : “ mubarrid”. Bahkan terdengar suara tangisan sesenggukan. Namun. lift yang dinaiki jamaah haji dari Indonesia tidak mau bergerak naik. Tuan?” tanya Haji Fahmi. kok nggak ada yang hangat ya. “Afa ente tidak percaya Rosul?” penjual balik bertanya. “Apa betul bisa jadi penawar racun. kurma ajwa berkhasiat sebagai penangkal racun.

“Kenapa Pak Haji?” tanya Haji Kusnan. “Yang lain diqashar sajalah penyelenggaraannya.” 21.28 “Bukan begitu. 23. Giliran 1 – 5 tepat waktu.Nunggu Giliran Seorang ustadz harus pintar – pintar menyenangkan semua jamaahnya. “Pusing nih dari kemarin. Ketika di Madinah.” “Memang kenapa?” “Belum kebagian kamar barokah…” dengan suara lirih Haji Usman menyahut. Nasori diajak ayahnya ziarah ke Makam Baqi’. Bahkan. “Ustadz. ana kembalikan semua. biasanya akan memperoleh fasilitas akomodasi yang baik ketika di Madinah saat menunggu kepulangan.” sahut Ustadz Hasbi sambil tersenyum. Tampaknya tak semua berjalan mulus. gimana nih? Kasihan yang di belakang dong. kamar barokah. “ah. Meskipun masih kecil sudah bisa berangkat ke Tanah Suci.Makam Ibrahim Beruntung Nasori. Larilah ia kepada ayahnya. Maklum orangtuanya kaya raya. Cuma 20 SR. jamaah KBIH Khusus juga sudah tidak ada lagi sehingga jamaah biasa dapat menempati hotel – hotel berbintang.Beliau menawarkan kamar kosong.Pusing Haji Usman beberapa kali terlihat memegangi kepalanya. “Ayah. Apalagi kalau sudah tahallul kedua. Jamaah sepakat. ayah.Kamar Barokah Jamaah yang termasuk dalam kategori kloter – kloter terakhir. Banyak yang berebutan memegang kunci kamar kosong dan menawarkannya kepada jamaah yang membawa pasangan. Sesekali menekuk mukanya.” tukas Haji Fahmi agak ngeper. Waktunya jadi kepotong.” jelas ustadz Hasbi dengan bijak.” 24. Jadi untuk sepasang suami istri ada waktu 10 menit. Betapa kagetnya Nasori ketika mengetahui bahwa makam Ibrahim sangat pendek. Begitu juga yang dimiliki ustadz Hasbi terhadap jamaah haji yang membawa pasangannya.”Waktunya terbatas.” Bagi jamaah yang memiliki pasangan akan malu – malu mendekati si pemegang kunci. “Tapi kalau ternyata mati juga gimana?” “Ente funya fulus. tapi giliran berikutnya waktunya molor.” protes Haji Dulkahar. kayak shalat saja. ustadz. 22. “Kamar barokah. apakah Nabi Ibrahim meninggal ketika masih kecil?” .

“Tapi mengapa di sini ada makam Ibrahim?” “Oh. Nak. Sampai beberapa hari mempraktekkannya. ya.” kata Ustadz Muzakir kepada jamaah bimbingannya. “Lho. Lebar dan panjang serta tak beraturan.Siap Mati . itu makam anak Rasulullah. Bukankah dari Madinah ke Quba’ terus shalat sunah sudah dihitung 1 kali umrah?” “Ah. Karena kesal menunggu lama. Maka. “Kulitnya bersisik!” 26.1002. “Jangan salahkan ane punya obat.Obat 1001 Macam Penyakit Tergiur oleh iklan yang dapat menyembuhkan 1001 macam penyakit di pelataran masjid Nabawi.29 Ayahnya bingung. Mungkin saja ente funya fenyakit yang ke . di Madinah juga ada Hajar Aswad. pada jam – jam makan siang jamaah haji selalu berebut. Maka ketika ada pertanyaan. khawatir juga kehabisan menu utamanya. “Heran. betapa banyaknya jamaah haji yang mengalaminya. ternyata obat tersebut tidak mujarab.Persamaan Cuaca dingin mengakibatkan perubahan permukaan kulit jamaah. penjual obat berkilah. tapi belum sembuh juga!” protes Hajjah Novida.Hadiah Umrah. tidak nak. ini kenyataan jamaah haji di KBIH Khusus. apa persamaan antara Kadal Mesir dan manusia? Jawabnya. Di Madinah misalnya. “Ente nipu ya. sudah menjadi pemandangan umum.” 28.” 25. segeralah obat itu dicobanya. jamah berjubel di lift. seusai shalat Dhuhur di masjid Nabawi. Sudah hampir habis obat ini ane pake.Antri di Depan Lift Sudah menjadi kebiasaan. maksudnya gimana? Lima tahun berturut – urut?” sela Haji Yukari. Sembari tersenyum.” 27. Saya akan traktir kalian ke masjid Quba’ sebanyak 5 kali. Ustadz bisa aja. seorang jamaah nyeletuk. Beliau wafat pada usia 950 tahun dan dimakamkan di Palestina. “Bukan.” 29. Maklum.” jelas Haji Baidlowi. “Bagi Anda yang bisa menjawab kuis berikut akan kami beri hadiah umrah 5 kali berturut – urut. Sesampai di hotel. Hajah Novida yang sudah mengidap penyakit alergi yang tidak pernah sembuh – sembuh. “Oh. Tapi. di samping khawatir di urutan belakang antriannya. akhirnya membeli satu botol.

Ronggur salah paham.” sahut Haji Akram. An – Nahl artinya lebah. saking rajinnya. Surat Panjang Sudah banyak yang tahu bahwa bacaan surat ketika shalat jahr ( dikeraskan ) biasanya panjang – panjang. waktu tersebut pendek. “Ada dua hal mengapa saya melakukan demikian. misalnya Haji Ronggur.Selesai shalat ia bertanya kepada jamaah lain. “Emang dasar…!” 31. “Setelah ziarah. Haji Zaini bercerita kepada teman sekamarnya. jadi dijamin tidak kehabisan makanan. Pertama. Tak ikut shalat aku. apalagi gajah.30 Sehabis ziarah ke makam Baqi’. Raka’at kedua. Berarti ente sudah mantab betul. padahal surat Al – Fiil sangat pendek.” jawab Haji Iful. “Pada raka’at pertama surat An – Naml artinya semut. ente hebat. Namun banyak orang yang menyukai shalat di masjid Nabawi karena lagunya enak. Waktu I’tikaf Ada perilaku aneh seorang jamaah haji KBIH Khusus. ia tanya kepada ustadz apakah ada surat yang artinya bintang yang lebih besar dari lebah dan semut? “Al – Fiil. Bahkan. “Ah.” “Apa artinya ustadz?” “Gajah. di situ banyak orang top dikuburkan. Lokasi Raudhah Haji Sunarko memang patut diacungi jempol. Kedua.” “Wah. “Well. Ia I’tikaf tidak istiqomah alias hanya pilih –pilih waktu. rasanya aku siap mati dan dikubur di Baqi’. Besoknya. Belum siap mati aja belagu. “Mengapa ente tidak melakukannya selain waktu ashar?” tanya Haji Sultan. pantaskah saya dikubur bersama – sama orang top ya? Rasanya kurang pantas. Apalagi. Meskipun sudah tua.” jawab Ustadz Munir.” 30. 32. katanya.” “Semut dan Lebah saja sudah panjang. Tentu tidak semua jamaah menyukainya. pensiunan ini rajin sekali menguber pahala. Ronggur mengangguk – angguk. Hampir tiap malam berusaha memperbanyak amalan sunah dan shalat di raudhah.” Wah. “Tapi. yakni waktu ashar saja. Mendekati Maghrib. tentang surat apa yang imam baca tadi. jam 2 . dasar ente. setelah ashar tidak ada antrian makan.” Haji Zaini balik bertanya.

karpet di raudhah keputihan warnanya. “Kata orang. Tukang potong . Berjalanlah prosesi cukur mencukur. 33. Tak Ada Kembalian Seorang jamaah haji bermaksud melakukan tahallul.” Mafhumlah suami istri yang disindir itu. Segala tempat yang jadi rebutan orang – orang Bapak kunjngi. Kalau gundul cuma 2. ketika seorang istri memotong rambut suaminya. “Tarifnya berapa?” tanya Pak Ahmadun kemudian. Ini semata – mata ingin beribadah di tempat yang makbul tersebut. Setelah selesai Pak Ahmadun menyodorkan uang 10 riyal.” saran Haji Basith sekenanya. “Tahallul ni yeee. 2.5 riyal. Antara lain tidak boleh melakukan hubungan suami istri sebelum melakukan tahallul atau cukur rambut setelah melontar jumrah. PERISTIWA DI MINA 1. Oleh karena itu.” dengan suara lemah Haji Sunarko berujar. tahallul adalah kegiatan yang paling ditunggu – tunggu oleh pasangan suami istri. “Sebenarnya saya sudah sampai di raudhah belum ya. Ia berangkat ke barber shop agar potongannya rapi. Kalau kebelet. “Tapi saya kurang yakin apakah saya sudah di sana.” ujar Pak Ahmadun. Ia sengaja memilih barber shop yang sepi agar tidak antri panjang.” “Gini aja deh.31 dini hari sudah berada di halaman masjid Nabawi menunggu pintu dibuka. Pernyataan Haji Sunarko ini membuat rekan – rekan sehotelnya terkesiap. “Memangnya kenapa. Pak. bukankah Bapak sudah berkali – kali ke sana?” sahut Haji Irham. Dijamin salah satunya adalah raudhah.” “Saya memilih potong biasa.” cetusnya suatu kali. “Kalau biasa 7. suami istri harus bisa mengempetnya. “Tuan Haji mau potong rambut biasa atau gundul?” tukang potong menawarkan pilihan kepada Pak Ahmadun. Saya belum pasti betul karena di sana ada beberapa karpet.5 riyal. jamaah yang lain nyeletuk. “Lho. kalau tidak bakal didenda. Pak?” Haji Jahro ingin tahu.. Tahallul Ni Ye… Melaksanakan Rukun Islam yang kelima ada beberapa pantangan. Tentunya. Bahkan nyaris menertawakannya kalau tidak menyadari bahwa pensiunan tersebut sungguh – sungguh dalam beribadah.

” bujuk ustaz Muzakir.32 sibuk mencari – cari uang kembalian.injak manusia yang berebut melontar jumrah. “Saya paham. Tapi yakinlah. Jadi. Bahkan. “Maaf. Ditakuti produsen Shampo “Rukun Haji apakah yang paling ditakuti produsen shampo?” “Apalagi kalau bukan tahallul. Kembaliannya nggak ada. 3. Salah Sangka Selesai tahallul Pak Andalan kembali ke tenda di Mina. Padahal sebelumnya ceria. Lebih – lebih jika ustaz pembimbing. “Maaf. Saya murung karena tidak membawa istri saya.Kalau tidak gundul setan yang tadi kena lemparan batu Antum masih mengenali lo. Musyawarah Para Setan Usai para jamaah haji melontar jumrah. Sebagian lainnya merasa sulit berjalan karena terinjak . para setan berkumpul di markasnya. ketika ada salah seorang ustaz yang tidak memotong gundul rambutnya.” Pak Ahmadun dengan lugunya menyerah. tapi tidak berhasil. kalau begitu gundul saja sekalian. ”Apa yang harus kami lakukan bos agar sakit hati kami terobati?” tanya salah satu setan yang wajahnya babak belur. Mursalam. Sementara yang lain setelah tahallul bisa langsung bermesraan dengan istrinya.” 6. “Hati – hati. 4. Banyak setan mengeluh karena kepalanya berdarah – darah kena lemparan batu. ustaz yang lain meledeknya. Ustaz.” jawab Pak Andalah sambil tersipu – sipu. Ia bisa dengan mudah balas dendam. Maka turunlah ustaz Muzakir untuk menghibur jamaah bimbingannya. Kepala orang kan banyak yang gundul. Maka. teman satu tenda mencoba menghiburnya tapi gagal. Sangat ceria. Pak Anda tak perlu terlalu murung. . biar nggak perlu kembalian. nih Pak. Antum. Saya yakin pak Andalan juga memiliki perasaan yang sama. Pak Andalan tidak mau menjelaskan mengapa ia berubah murung. kehendak Allah kadang – kadang di luar perhitungan manusia. Wajahnya tampak murung. Sebagian lagi mengeluh wajahnya benjol – benjol kena hantaman batu. setiap orang akan sedih karena tahun – tahun yang akan datang belum tentu bisa kembali ke sini.” 5. Balas Dendam Setan Sudah menjadi pengetahuan dan pengalaman umum bahwa tahallul biasanya ditandai dengan mencukur gundul.” “Ya sudah.

“Dari Indonesia. Mereka telah gundul semua. “Kalau pakai buatan kita. Tak urung memancing pertanyaan.33 Setelah berpikir sejenak. Tak berapa lama. ente tahu sendiri kan. Cari dan kenali setiap jamaah haji. “Wah. jadi kami sulit mengenali orang yang menyakiti kami…. Catering dari Indonesia Seorang jamaah haji mengendus – endus makanan yang disediakan dalam bentuk bungkusan.” 7. Pintu Terbuka “Mengapa pesawat pemantau pintunya terbuka?” tanya Haji Sukran. PT DI suka dilanda kemelut. Mereka tak punya uban lagi sih. mereka kembali dengan lesu. “Ini masakan dari mana sih?” tanya Hajah Nuridah. Satu per satu melaporkan kegagalan misi mereka.” jawab Haji Warmo. Rupanya ada jamaah lain yang memperhatikannya. Nah. Pesawat Amerika “Mengapa pesawat pemantau menggunakan pesawat buatan Amerika?” tanya Haji Romani. Bos Setan. Dari Indonesia sih. “Ada yang tidak beres Bu Nuridah?” tanya Hajah Suharti. Siapa Tua Siapa Muda Apa simpulan yang bisa segera diambil ketika jamaah haji melakukan tahallul? Sulit membedakan laki – laki tua dan muda. 12. “Karena tidak memakai AC. 13. “Begini saja. .” 11. “Kalau pakai pesawat tempur bisa dikira ada perang. menjawab. balaslah jamaah yang telah menyakiti kalian semua!” Bertebaranlah para setan. 9. Khawatir “Mengapa kamu tidak ikut Nafar Tsani?” “Khawatir setannya sudah pada lari.” 10. “Kenapa bisa gagal! Bodoh semua!” bentak bos seketika. maksudnya masakan Indonesia.” tukas Hajah Nuridah.” jawab Haji Makmun sigap. Ambulance “Mengapa tulisan “AMBULANCE” harus dibaca terbalik?” “Karena bacaan Arab harus dari kanan. “Maaf. Kalian menyebar ke tenda – tanda dan maktab – maktab. 8. Takut gerah di dalam. dong.” jawab Hajah Suharti.” jawab Haji Wasito. Bos.Pesawat Pemantau “Mengapa pesawat pemantau yang berkeliling Mina menggunakan helikopter?” tanya Haji Sukron. pantas kalau basi.

Nafsu Melontar Banyak jamaah haji yang terlalu bernafsu melontar jumrah. “Lho. ente beraninya keroyokan.Dua Lantai “Mengapa jamarat ada 2 lantai?” “Kok masih nanya sih.Di Indonesia Bunyi SMS:TAHUN DEPAN TIDAK PERLU MELONTAR JUMRAH DI MINA. apa bedanya dengan sistem biasa?” tanya Haji Marsudi. Namun demikian.” 23. setan juga terpancing untuk mengomentari. Taradudi Rombongan haji yang hendak berangkat ke Arofah dibuat kesal karena bus yang harus mengangkut mereka belum kunjung hadir.Dua Jalur . Keroyokan Satu rombongan haji melontar jumrah. Maka.” cela setan Luyut sambil menyeringai. “Halaa. Munafik Haji Gento memiliki reputasi kejahatan yang luar biasa. Tidak heran kalau sikap mereka yang kesetanan itu mengundang komentar sinis. kali.” 21. Coba atu – atu. “Mengapa orang melontar jumrah Aqabah pada pagi hari?” “Kalau malam setannya sudah pada tidur di rumahnya.” 19. “Taradudi kan artinya berputar – putar dan tak kunjung sampai di sini. 17. “Inilah kelemahan sistem taradudi. Di dalamnya terdapat Haji Joleng yang terkenal pengecut. ia berusaha melontar jumrah dengan sungguh – sungguh. 22. Dua lantai aja masih banyak terjadi kecelakaan. Kena Batunya Seorang jamaah terkena batu di jidatnya setelah melontar jumrah.” canda Ustaz Omar 20. 18.” 15. JUMRAHNYA KANTOR DEPAG. Bahkan dari sikap mereka. Coba di Jakarte. Tenda Biru “Mengapa di Mina banyak berdiri tenda biru?” “Sponsornya Desy Ratnasari. “Di sini aje ente berani. Karena keadaan sudah sepi. Lontar Pagi. CUKUP DI INDONESIA. ente bakal jadi sohib ane lagi dah. “Alaaah. Bahkan sepenuh konsentrasi. Coba di Jakarte!” komentar setan sinis. di sini aja ente musuhin ane. Rupanya di situ tertulis ”sesama setan dilarang saling menyakiti. sebenarnya rawan kecelakaan.” 16. ia memungut batu yang mengenainya.34 14.” ujar Ustaz Omar. berani kagak.

” 26.Tak Boleh Batu Besar “Mengapa kita tidak boleh melontar jumrah dengan batu yang besar – besar?” tanya Haji Qarni. “Mengapa tidak dibuat jalur kepulangan dan kedatangan saja?” saran Haji Tarmizi. “Memangnya bandara? Pakai dua jalur segala. “Nah.Peluang Profesi Dua orang jamaah haji sedang ngobrol santai. “Wah. “Kalau besar kan bisa tumbang. 29. Haji Nirwan tersenyum kecut. Selesai melontar jumrah. “Ngambil batu kok di luar Muzdalifah.Batu di Luar Muzdalifah Ketika melewati para jamaah yang sedang mengambil batu di luar area Muzdalifah. Pembimbingnya. 27. seorang pengamat penyelenggaraan haji memberi masukan. coba bayangkan seandainya batunya sebesar kepala orang. Haji Nirwan cerita kalau kepalanya merasa sakit karena kena batu saat melontar jumrah.” 25. Kasihan jamaah yang melontar belakangan. Khadim al haramain al – Syarifain. “Alasatun.” jawab Haji Rafli..” ujar Ustaz Tamim sambil tersenyum penuh arti. “Allah Maha Pemurah.Batu Kecil “Mengapa batunya harus kecil – kecil? Bukankah setan tidak mati dengan batu kecil?” tanya Haji Nirwan kepada pembimbingnya.Pelayan Terkaya “Tahukah kalian siapakah pelayan terkaya di dunia?” tanya Haji Iqbal.” 24. seorang sopir bus berkomentar. kalau di Muzdalifah?” sela Hajjah Farhana. Batu dari Muzdalifah “Mengapa batu yang kita gunakan untuk melontar jumrah harus dari Muzdalifah?” tanya Haji Shoim. .” “Apaan?” “Jadi tukang kerok tubuh. Langsung koit!” 28. sulit amat bikin teka – teki. yakni Raja Arab Saudi. “Gampang saja. Tidak bakal mati setannya!” “Lho. Pelayan Dua Tanah Suci. “Ada peluang profesi selain jadi tukang cukur. Coba kalau kita disuruh ngambil di Paris.35 Memperhatikan frekuensi kecelakaan di jamaarat yang begitu sering. Ustaz Tamim hanya tersenyum karena tahu bahwa Haji Nirwan orang yang tidak begitu saja mau mnerima alasan. Apa nggak tambah mahal tuh biayanya?” jawab Haji Rofi’i.” sahut Haji Salman.

. “Mengapa mereka membawa kambing – kambing itu ke sana?” tanya Haji Asghar. “Rombongan al – Hamdulillah. Dalam rombongan KBIH Khusus. “Nggak boleh ya.Pak.” cetus Haji Isnaini. Soalnya bisa berangkat saja kami sudah alhamdulillah!” tambah Iskandar. Jumlahnya lumayan banyak.Nama Rombongan Karena adanya pembatalan penambahan kuota. Setelah selesai melontar jumrah Aqabah. “Ini rombongan apa?” sapa seorang pembimbing. 34.Kain Ihram Jatuh “Tadi saya dengar ada kegaduhan di dekat jamarat. banyak orang membawa kambing hadyu ( kurban ) ke bukit Mina. Oleh temannya tentu saja ditegur karena tidak lazim. “Habis kalau membawa unta terlalu berat.Batu Besar Seorang jamaah haji mengambil batu – batu besar untuk bekal lontarnya. Pesan dari pemilik KBIH agar rombongan yang tidak kebagian kelompok khusus ( bernama ) harus mengikuti rombongan sesuai instruksi Ketua Rombongan. Pak. nggak boleh itu. Iskandar menggunakan paspor coklat.” 32. “Ini kan sama dengan 7 batu kecil. Kayak shalat aja dirangkap.” ujar Haji Muhsinin santai. banyak calon jamaah haji yang mengalami masalah. “Memang ada apa?” tanya Haji Husnun.36 30. memang kuat?” Hajah Dzuriyah balik bertanya.Cuma 7 Kali “Mengapa kewajiban melontar jumrah hanya 7 kali setiap lontarnya?” tanya Hajah Fatimah. Spontan ada yang menjawab. Bagi Iskandar dan kawan – kawan. Salah satunya Iskandar. Jadi cukup kambing sajalah. 31.” tukas Haji Baldan. “Kalau 1000 kali sekali lontar.Membawa Kambing. tidak memiliki gelang maktab. Al – Amien dan Al – Hidayah. juga tidak memperoleh nama rombongan.” . “Ah. Sementara dalam KBIH tersebut sudah ada nama Al – Fath. Seorang jamaah heran mengapa kambing – kambing itu dibawa ke sana. “Kain ihram jatuh dari lantai 2. “Lho!” “Ya.” kilah Haji Ramadhan sambil menunjukkan satu batu besar.” celetuk Haji Aliman. 33. susah juga kalau harus mengumpulkan dan memanggil anggota rombongan. Saya kira boleh.

haji asal Subang itu memang getol mencari pahala. mengurungkan niatnya. kenapa berhenti kalau tidak boleh naik?!” gerutunya. “Sialan. Karena jaraknya dekat dan ia merasa sudah hafal jalannya. tapi kondekturnya teriak – teriak. Barangkali besok sudah lengang. Haram! Haram! Aat Ma’rifat. ia tidak pernah mengikuti manasik yang diselenggarakan oleh biro tersebut. “Sudah ada kurban belum? Berapa jumlahnya? Dari mana saja mereka?” 36. Berdiri di jalan dekat apartemnnya. Kalau besok bukan wukuf namanya. Malangnya lagi.” ujarnya dengan senyum penuh harapan. Aat yang sudah mendekati pintu bus. Kain ihram itu masih menempel di badan orang!” 35. “Mumpung di deu. Dan serentak hari ini. kenapa mau wukuf sekarang? Cuaca sangat panas. Pak Sobari.Besok Saja Malang bagi Pak Sobari. ia menunggu bus lewat. Sebagai warga Surabaya yang ikut Biro Haji di Jakarta. “Lah. Senangnya karena bisa menjalankan ibadah haji sambil menjalankan tugasnya.” ujar orangtua ini memelas. “Ustaz. Oleh karena itu.37 “Apanya yang menarik? Gaduh karena pemakainya jadi telanjang dan malu?” “Sama sekali bukan. Jumat pagi ia keluar dari apartemennya di Aziziyah untuk berangkat ke Masjidil Haram. dan menjelang berangkat ke Arofah untuk wukuf. Lagipula hari ini tampaknya sesak sekali. “Haraaaam! Haraaaam!” Akhirnya.Berita Hangat Menjadi wartawan haji senang – senang susah. Nggak enaknya kalau sudah sampai di Mina. ketentuannya memang tanggal 9 Zulhijjah. maka ia berangkat sendirian. ia merengek kepada ustaz pembimbingnya. . ia belum pernah mengikuti pengajian haji dan juga belum pernah membaca buku – buku tentang haji. Beberapa kali bus berhenti menyahuti isyarat tangannya.” PERISTIWA DI AZIZIYAH 1. Hampir tiap hari ditanya mengenai kabar hangat tentang pelontar jumrah. Ketika di Mina.

Ente bilang hati onta bisa menghilangkan asma. “Cuma 5 riyal sekali jepret kok. Bu. semoga setelah wukuf tubuh kita jadi lebih ringan. Barangkali ente salah ngambil hati onta yang sudah tua. sabar. tiba – tiba lift macet. Ia tertarik pada ramuan Kadal Mesir yang konon menambah kejantanan. Sampai lift pun nggak kuat ngangkat. “Ente majenun.” ujar Haji Najib.” . “Wah. Tapi asma ane kagak sembuh – sembuh?” “Sabar. Bu Haji. Carilah yang masih muda. Namun hingga beberapa hari meminumnya. Pergilah Hajah Umayah ke supermarket.” 3. “Yah. Haji Soni dan Haji Thoyib.Mempererat Pasutri Di sekitar Jabal Rahmah. Termasuk fasilitas liftnya. dekat apartemen tempat ia menginap.Maklum. penyakit asmanya tak kunjung hilang. Sampai di apartemen. Hal ini dialami oleh Haji Najib.38 Padahal. “Untuk kenang – kenangan Pak. dosa kita terlalu banyak kali. ternyata bisa macet. Bahkan tidak ada tanda – tanda berkurang. diminumlah ramuan tersebut. Bukankah di sini dulu bertemunya Adam dan Hawa setelah 200 tahun berpisah?” rayu tukang foto polaroid kepada Pak Sudargo dan istri. PERISTIWA DI ARAFAH 37. Lift Mogok Apartemen di Aziziyah ternyata banyak yang kurang layak. di samping pemandangannya indah. Jabal Rahmah adalah tempat bersejarah bagi umat Islam. “Ini tidak ada efek sampingnya. “La! Tidak! Adanya efek depan. Ketika mereka mengejar waktu maghrib di masjid terdekat. kan?” tanya Haji Hadi. banyak jamaah haji yang memanfaatkan waktunya untuk membuat kenangan pribadi dengan berfoto ria. Meskipun beban yang ada di dalmnya masih jauh di bawah kapasitas. maksud supir bus ke masjidil Haram. Hajji!” jawab pramuniaga sambil tersenyum 05. 4. 2. Efek Kadal Mesir Seorang jamaah haji membeli jamu Kadal Mesir di super market Ben Dawood.” timpal Haji Thoyib sambil tertawa. Foto untuk mempererat suami istri. Hajah Umayah pergi ke supermarket Ben Dawood. Khasiat Hati Onta Tertarik omongan jamaah haji sekamarnya bahwa hati onta berkhasiat menghilangkan penyakit asma.

Mereka saling melepas rindu.Belum Dikubur Ketika Ketua Maktab Asia Tenggara berkunjung ke tenda saat wukuf. akhirnya saya terhindar dari rafats. Ruang terbuka yang diterangi bintang – bintang itu tidak membuat hilangnya keceriaan para jamaah haji.” jawab jamaah berebutan. Saya yang diajak foto – foto kok saya malah disuruh mbayarin ratusan riyal. sudah dari tadi. mereka tidak menginginkan lagi berpisah kalau bukan karena Allah. kalau begitu kami harus berpisah dulu dong. “Listrik mati ya…” “Iya.Setelah Menemukan Hawa “Apa yang dilakukan Adam setelah menemukan istrinya di Jabal Rahmah?” “Mendatangi kantor polisi terdekat.39 “Wah. Saya khawatir tulang rusuk kanan abang tidak ada lagi. Rupanya padamnya aliran listrik juga dijadikan bahan lelucon oleh Ketua Maktab Asia Tenggara.Terhindar Rafats “Alhamdulillah. Satu per satu pula mereka mengambil hasilnya. Dasar perempuan. Mana mungkin saya rafats?” 40. ngapain sih kok pegang – pegang rusuk?” ujar Adam terbangun. Kesal. “Maaf. baru ketemuan di sini. Ketika orang fans terakhir selesai. Bahkan ketika Taufik Savalas naik haji dan berkunjung ke Jabal Rahmah. Lalu diraba – rabanya rusuk kanan Adam. Satu per satu fansnya foto dengan Taufik di samping atau di atas unta.” sahut Hawa tersipu – sipu. Bahkan. fans beratnya menyetopnya untuk foto bareng. tukang foto polaroid menagih rekeningnya ke Taufik Savalas. pencemburu. 39.Khawatir Hilang Setelah 200 tahun berpisah.” gerutu Taufik kemudian. “Hai.Patung Sepeda . kali. 41. “Wah.” ujar Bu Sudargo santai. Rupanya orang Arab ini tidak hanya pintar bahasa Indonesia tapi juga berkelakar. listrik kebetulan mati. Adam dan Hawa bertemu di Jabal Rahmah. gimana ini. Bang. 38.” “Bagaimana kamu menghindarkannya?” “Karena saya tidak membawa istri. Kadang mengalahkan ustaz. Malam harinya Adam tertidur pulas. “Sudah dikubur belum? Kok masih bau bangkai?” Jamaah tertawa.Foto Bareng Selebritis Selebritis memang menjadi rebutan meskipun di tanah suci.” 43. Hawa teringat sesuatu. 42.

” ujar orangtua ini memelas. “Sepeda siapa ya? Aku nggak bisa ngebayangin orang yang menaikinya. Apalagi kapasitas kursi di bus kadang kurang sehingga harus ada yang berdiri.Besok Saja Malang bagi Pak Sobari. mengapa Anda tahu betul bahwa di situ makam Siti Hawa padahal rentang hidupnya kan begitu jauh dengan masa kini?” tanya si usil.Berebut Posisi Hampir di setiap kesempatan bepergian dengan bus.” “Katanya sih sepedanya Nabi Adam. Pak Sobari. Dan serentak hari ini. 46. Akibatnya ada yang membuka pintu sopir. Kalau besok bukan wukuf namanya. Sebagai pemandu. Sebagai warga Surabaya yang ikut Biro Haji di Jakarta. Ketika rombongan haji mau jalan – jalan ke Laut Merah. Tapi kalau ingin memastikannya tunggu saja di situ terus – menerus. dan menjelang berangkat ke Arofah untuk wukuf. spontan ia menjelaskan. seorang pemandu wisata menunjuk tempat yang dilewati rombongan. “Ustaz.” 45.” 44. “Ya. Barangkali besok sudah lengang. enggak juga sih. mereka juga berebut masuk duluan. ia merengek kepada ustaz pembimbingnya.40 Di kota Jeddah ada patung sepeda yang berukuran raksasa.Makam Hawa Ketika rombongan haji menuju Laut Merah. rombongan haji selalu berebut mencari tempat yang paling enak. Malangnya lagi. kenapa mau wukuf sekarang? Cuaca sangat panas.” “Maksudnya?” tanya Hajah Marliani bingung.Tak Pakai Masker . “Kalau Adam berziarah berarti memang benar di situ makamnya. ia tidak pernah mengikuti manasik yang diselenggarakan oleh biro tersebut. ia belum pernah mengikuti pengajian haji dan juga belum pernah membaca buku – buku tentang haji. “Kecele ni ye…” Maklum kebiasaan di Indonesia masuk dari pintu kiri. Hajah Marliani. Orang – orang yang melewatinya pastilah terpesona karena ukurannya kelewat super.” “Lho. “Di situlah Bunda Hawa dimakamkan.” 47. “Lah. sementara di Arab melalui sebelah kanan. Lagipula hari ini tampaknya sesak sekali. Ketika di Mina. ketentuannya memang tanggal 9 Zulhijjah.

dokter Doddy menasehati jamaah agar memakai masker. akhirnya Haji Haris mau juga pakai masker. Haji Kusen Dengan anggun. yakni foto temannya. Oleh karena itu. Rombongan mampir di Pasar Balad. Pak?” tanya anak Haji Kabutl. “Ini ada ciri Arabnya. yang duduk di atas Haji Kusen itu siapa?” tanya anaknya polos. “Jauh – jauh ke sini masak oleh – olehnya jam biasa.” begitu kilahnya. tapi Haji Haris tidak. “Ini foto siapa. Di kampung juga banyak. Ustaz. para jamaah disarankan memakai masker.41 Pada musim kering. Angkanya pakai huruf Arab. Nggak bisa nafas. Maka sibuklah ia memilih – milih jam tangan yang dirasa pas. debu bisa menyebabkan batuk. . ada jamaah yang tidak mau memakai masker. Tapi betapa kagetnya ketika di bagian kedua lubang hidungnya berlubang. “Takut disangka dokter. Haji Kusen. Haji Kusen duduk di atas unta dengan sebagian besar kepalanya terbalut surban.” “Lalu.Yang Duduk di Atasnya Haji Kabul membawa foto kenang – kenangan dari Jabal Rahmah. Namun. rombongan haji transit di Jeddah satu hari satu malam. “Lho. “Mengapa Pak Haji nggak pakai masker?” tanya pembimbingnya. di Arofah banyak debu beterbangan. Tak keatinggalan Kang Emod juga ikut karena dia ingin membeli oleh – oleh untuk keluarganya. utamanya saat siang hari.” 48. karena dibujuk – bujuk terus oleh jamaah lain.” jawab Haji Gombo.Tak Tahan Masker Karena cuaca yang tidak nyaman bagi kesehatan fisik jamaah. “Saya nggak tahan dokter.” jawab Haji Haris memelas. mengapa dilubangi maskernya?” tanya dokter Doddy heran. dia teringat bahwa oleh – oleh itu harus bermerek Arab. Namun. Di samping membayakan mata kita. “Oh itu kenalan baru Bapak. Arloji Merek Arab Menjelang pulang ke kampung halaman. Sebagian besar jamaah menuruti nasehat dokter Doddy. PERISTIWA DI JEDDAH 1. 49.” haji Yusuf memberi saran. Ketika menemukan model yang pas.”Entar ditanya – tanya jamaah gak bisa jawab. Arloji adalah pilihannya.

Setelah penunjuk waktu di-set. “Gimana. Sesampai di Jakarta nanti beli jerigen lalu diisi air. “Gini aja. Saya pengin mereknya berbau Arab. Pak. Para jamaah haji dari Indonesia diajak berwisata ke Laut Merah. “Berbohong dong kalau begitu. lalu tersenyum. “Memang kenapa Pak Haji kok tidak jadi beli?” tanya penjual dengan bahasa Indonesia terpatah – patah. Pak ya?” tanyanya kepada Haji Murod yang berada di sampingnya. Di Tengah Pasar Kota Jeddah memiliki banyak julukan. “Radionya nggak sama dengan jam saya. “Yang benar aja. Ada yang menjuluki “Kota Bidadari”. 3.” jawab Haji Dasuki. Bagilah sedikit – sedikit kepada handai taulan yang memintanya. ini di kampung juga ada.” jawab Haji Rif’an ragu – ragu. “Di tengah – tengah pasar ada apanya?” Haji Dasuki memberikan tebakan kepada Haji Asrul.” saran Haji Murod setengah bercanda. Akhirnya ia batal membelinya. 5. 2. Masak radio disamakan dengan jam?” sahut penjual dengan sewot. “Bandar Internasional”. Ia gelisah karena tidak mungkin lagi turun dari pesawat dan membeli di bandara King Abdul Aziz. Kok Tidak Sama Haji Zainudin membeli radio tape yang ada penunjuk waktunya. “Di sekitar sinilah.” katanya dengan dialek Arab.” jawab Haji Ujang. enaknya. ternyata angkanya tidak sama dengan arloji yang sedang dipakainya.42 “Ah. Jangan banyak – banyak biar nggak ketahuan. Kehilangan Air Zam – Zam Saat boarding pesawat menuju Tanah Air. pasti.” Haji Yusuf akhirnya berpikir sejenak.”Kalau begitu beli saja AL – BA. .” jawab Haji Zainudin.” “Yang benar ada S – nya. Haji Rif’an menyadari telah kehilangan air zamzamnya. “Kota Jeddah. Banyak yang penasaran di manakah sebenarnya bagian laut yang dibelah oleh tongkat Nabi Musa. Salah satu yang penasaran adalah Haji Yunus. mau jadi orang jujur apa nggak? Kaatanya mau mabrur?” 4. “Makanya. ada pula “ Kota di Tengah – tengah Pasar.” Makanya ketika di Pasar Balad ada jamaah haji yang melontarkan tebakan. Belahan Tongkat Musa.

Tiga bulan setelah kepulangannya. 2. Bukankah waktu di Jabal Rahmah. “Saya kira Pak Markijo paling rakus. “Kacang Arab kecil – kecil. Ia memindahkan biji – biji kurmanya di depan Mardanus yang duduk di sebelahnya. Makbul Jabal Rahmah adalah tempat yang makbul untuk berdoa. Dengan bahasa Arab. Di saat asik – asiknya perbincangan. “Pak Haji Sokran. salah seorang tamu bertanya. Haji Bunyamin memberitahukan kepada istrinya bahwa ia akan menikah sebulan lagi. Aneka suguhan terhidang di sana.”Kalau persamaannya. apa sih bedanya kacang Arab dengan orang Arab?” tanya Muladi. 3.” PERISTIWA DI DAERAH ASAL 1. Sementara istrinya mengaminkannya. “ Pak Mardanus habis 10 kurma. Paling Rakus Masih seputar syukuran kepulangan haji. Maksudnya di sekitar Laut Merah ini. “Tak kusangka.” sekak Mardanus. Orang Arab tinggi – tinggi dan gede – gede. Tak ketinggalan kacang Arab. sementara yang lain cuma 5 biji. bahkan biji – biji kurmanya pun dilahapnya. . Tersebutlah sepasang suami istri yang datang ke sana.” ujar Markijo sambil menunjuk bekas suguhan Mardanus. Di rumah Haji Dulatip ternyata juga sedang ramai orang karena menyambut tuan rumah yang baru pulang haji. mama mengaminkan doa papa?” Istrinya menangis sejadi – jadinya. Lihatlah.Kontan istrinya marah – marah. rupanya keusilan Markijo kambuh. Markijo kalah telak. Suguhan utamanya air zam – zam dan masing – masing 5 biji kurma. Salah satu tamunya adalah Markijo yang terkenal paling usil di kampung itu.” sambung Haji Sokran. Haji Bunyamin berdoa. “Lho. Ia tidak hanya makan buahnya. sama – sama ada Arabnya. Hadirin tertawa semua.” jawab Haji Sokran tangkas. berkumpullah para tetangga di rumah Haji Sokran. Selesai makan kurma. Ma.” Rupanya Mardanus tidak kalah akal. Bedanya Pada acara syukuran kepulangan haji. ternyata Pak Mardanus paling rakus di antara kita ya.43 “Kok Pak Ujang tahu betul lokasinya sih?” “Enggak begitu.

” 6.44 4. Setelah menunaikan ibadah haji langsung berubah.” 5. Mafie Muskilah Di hotel Radison. Syukur – syukur cerita – cerita yang belum pernah didengar para tamunya. “Hebat apaa. ngomong – ngomong. “Terima kasih. “Lho. saya kira….” “Tapi saya tidak melihat perubahan itu. Berubah Setelah Haji Obrolah saat rehat di kantin kantor. Masih saja kolusi dengan mitra kerja dan shalatnya tidak tepat waktu. Salah satunya adalah kaos bergambar Unta yang sedang naik mobil dengan tulisan mencolok “MAFIE MUSKILAH”. Haji Bakar dengan sok tahu menjawab. Setelah 6 bulan pulang haji kelakuannya tidak berubah begitu. Haji Bakar melihat – lihat toko souvenir. saya kira perbuatannya.” “Bukankah tanda – tanda haji mabrur perilakunya menjadi baik?” Sudiro mempertanyakan.Salah satu yang memperoleh oleh – oleh penting adalah Kamidin. Jeddah.” “Perubahan apanya?” “Di depan namanya ada huruf H – nya. Tapi.” sahut Sunandar berapi – api. “Tapi saya melihat ada perubahan kok. “ Oh itu. “Jadi paling susah sebenarnya apa sih Pak Haji?” tanya Sukiran. Pak Haji Bakar. Haji Mabrur “Hebat ya. Begitu juga ketika Haji Jamhur pulang haji.” Padahal arti sebenarnya adalah NO PROBLEM alias TAK MASALAH.” celetuk Sugimo. “Mencari makanan halal.” “Ah. Makanan Halal Biasa bahwa sepulang haji bakal ditanggap ceritanya.” jawab Haji Jamhur. dibagilah kaos – kaos tersebut. Sesampai di kampung halamannya. Tertumbuklah matanya pada sebuah kaos dengan aneka gambar kartun yang lucu. katanya di sana tidak ada makanan haram?” “Makanan halal maksudnya makanan gratis. “Memang demikian. “Hebat ya. Hajinya mabrur. artinya UNTA SIRKUS. Pak Andri. suami Bu Ammah.” 7.” Setelah berpikir sejenak. .” “Oh. apa arti MAFIE MUSKILAH ini ya? Saya takut salah kalau ada yang nanya.” “Bukankah namanya Mabrur? Wajar dong kalau disebut Haji Mabrur.

” jawab Suyana. ya nggak boleh.” Haji Dahlan menggantung jawaban. “Yang paling berkesan apa. Haji Irwan tersenyum simpul. Tapi paling berkesan ketika diminta menjadi imam shalat di masjidil Haram…” “Ha! Hebat kali kau. Berhadapan “Boleh nggak Cung kalau posisi imam shalat berhadapan dengan makmum?” tanya Suyana kepada Kacung. Irwan.Kacang Arab Menikmati hidangan kacang Arab.45 8. Haji Dahlan menjawabnya satu per satu sebisa mungkin sehingga dapat memuaskan penanya.” “Bapak saya bilang boleh. iya. “Oh. Jadi Imam Masjidil Haram Sepulang dari haji.” “Waktu naik haji. Berbagai pertanyaan dilontarkan para tamu. Irwan ditanya kesan – kesannya oleh para tetangganya.” respon Situmorang. katanya imam masjidil Haram orang yang tinggal lama di sana?” tanya Wiryono tak percaya.” canda Haji Dahlan sambil tersenyum. “Memang sih. Kalau ONH Plus ibadahnya kurang karena banyak tinggal di hotel. rumah Haji Dahlan didatangi banyak tamu.Haji Tamattu’ .” 10. 11. “Pak Haji. Aku kan cuma imam shalat jama’ Dhuhur dan ‘Ashar karena mau berangkat ke Madinah. pak Haji Irwan?” tanya Wiryono. kenapa ya kacang Arab kok kecil – kecil begini?” “Kalau panjang namanya jadi kacang panjang dong.” “Wah. Ibadahnya juga lain. “Sebenarnya apa sih Pak bedanya ONH Plus dengan yang biasa?” tanya Dalijo sungguh – sungguh.” 9.” jawab Haji Kaelani sambil tertawa. Kalau nggak percaya tanya saja ke ustaz Murtadho. “Lho. jelas ngawur bapakmu itu. Nggak sah shalatnya. “Di samping bayarnya mahalan ONH Plus. Cholisil jadi berpikir dan membanding –bandingkan. “Maksud Pak Haji?” “Kalau ONH Biasa ibadahnya kenceng dan pahalanya buanyak. “Wah. ya.Beda ONH Plus Dan Biasa Sepulang dari menunaikan haji. Bapak lihat sendiri kok di sekitar Ka’bah begitu. 12. kok he…he…” “Oladalah…. “Semua berkesan.” “Jadi…?” “Makmumnya cuma 3 orang.

” jawab Hajah Geby.Radio Goblok Haji Masrin kesal dengan radio sakunya. kenapa setelah di Indonesia jagi goblok begini. “Wah ya gini ini Bu risiko ikut Haji Tamattu’. “Pak Leman.” sambil senyum Hajah Geby menjawab. itu yang disebut Haji Tomat. “Lho. Pak Leman! Mau ke mana?” teriak Kartolo. saya perhatikan Bu Geby tambah gemuk saja sepulang haji. eh Pak Haji Leman…” HALAMAN PERSEMBAHAN . “Rugi saya. ia tergolong hebat karena mau berhemat demi menjalankan kewajiban sebagai muslim. Saya kan sudah haji susah – susah ngumpulin duit bertahun – tahun.Tak Menoleh Beruntunglah Leman karena bisa menunaikan ibadah haji. Akhirnya dengan napas ngos – ngosan Kartolo berlari menyusulnya. Jadi wajar dong kalau gemuk. “Kenapa sih Pak Leman saya panggil – panggil tapi tidak menoleh?” “Enak aja panggil – panggil Pak Leman.Rugi Seorang jamaah haji KBIH Khusus mengeluh karena tidak bisa mencium hajar aswad. KBIH Khusus tapi tidak included mencium hajar aswad. Haji Leman tetap tidak menoleh. 15. “Pak Leman! Pak Leman! Tunggu. 15.Haji Tomat “Wah. 14. 13. Padahal semasa di Jedah pintar sekali ngaji dan pidato bahasa Arab.” timpal Haji Sonhaji. saya ingin menyampaikan sesuatu kepada Bapak!” Haji Leman tetap tidak menoleh. maaf deh Pak Leman.” keluh Haji Burnani. Mengapa sepulang haji ia kumat lagi kelakuannya. kok bisa begitu?” “Haji Tamattu’ itu kan haji tangi. ya?” keluhnya tanpa henti. saya heran. Masak tidak dipanggil Pak Haji Leman juga?” “Oh. Sore itu Haji Leman mau berangkat ke masjid. Radio yang ia beli di Pasar Balad Jedah itu kini tidak lagi bisa berbahasa Arab.mangan – turu alias bangun – makan – tidur.” celetuk Bu Suzan. Sebagai orang yang hidupnya pas – pasan. “Nah. Setelah tobat kemudian kumat. “Huh. Oleh tetangganya ia dipanggil – panggil.46 “Aduh.” Haji Basir sedang membicarakan Haji Aljari.

bak lama berjemur di pantai menjadi perhatian banyak orang. Nah. Sudarta. Rhoma Irama.47 KOMENTAR COVER LUAR H. Halimatus “Dorce” Sa’diyah. Jazuli Juwaeni. Lc. . kartunis Biodata Penulis Pria humoris ini memang sudah melakukan “curanmor” sejak kecil. GM. Naskah karyanya “Bendera” yang dimainkan Lenong Bocah telah menghasilkan 7 Piala Vidia ( FSI 1994 ). entertainer H. yakni curi perhatian dengan humor. 1 Desember 1963 ini rajin mengikuti pameran kartun baik di dalam maupun di luar negeri. Brisbane sempat menulis humor untuk buletin kampus ELICOS ( 1994 ). pembimbing haji Biro Haji Talbia. Semasa kuliah di Fakultas Film dan Televisi Queensland University of Technology. Sense of humournya makin menjadi – jadi semasa di SMAN 1 Pekalongan. Eko Patrio. suka membuka bajunya sambil menirukan orang main akordeon. Group ini bubar karena penulis pulang lagi ke Tanah Air. Dituangkannya dalam humor. H. Haji kerempeng kelahiran Pekalongan. selama di Australia ini sempat membentuk group lawak bersama perempuan bule Debra Surman dalam”Nekad Gun 2 ¾” dan pentas di sana. Maka ia dihujani wesel tiap minggunya. Pernah memperoleh penghargaan dalam lomba menulis naskah humor oleh Sersan Prambors ( 1987 ) dan majalah Sarinah dan Departemen Kesehatan RI ( 1988 ). Hasan Bisri BFC memang sejak lahir sudah coklat kulitnya. Ini berlangsung hingga kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga hingga lulus skripsinya “Studi Korelasi antara Sense of Humour dengan Egosentrisme: Kasus Mahasiswa – Mahasiswi di Fakultas Psikologi Universitas Airlangga” ( 1989 ). Waktu di MTS. kartun dan wayang mbeling lalu dikirimkannya ke berbagai majalah dan suratkabar. Raja Dangdut H. pelawak Hj.

( 2001 ). Unicef juga Asia. Dialog di Thailand. Cerpennya terkumpul dalam antologi cerpen mini Cyber Graffiti ( 2002 ). dan Kuching Pernah mengikuti The International Scriptwriting Workshop: Serial Drama for Social Development di Nepal ( 1996 ). peserta diskusi dan pembaca puisi di ( 2000 ). Paradigma ( 1987 ).48 Di samping bikin humor. Sebelumnya. Pertemuan ( 2001 ). Menulis skenario untuk TV. menyutradarai drama televisi “Salah Sangka”. Antologi Puisi Indonesia ( 1997 ). Kritik sinetronnya pernah memperoleh juara III versi Festival Kesenian Yogyakarta ( 1998 ).. dengan sastra ini. GAPENA ( 2000 ) Kuala Lumpur.Kini masih konsisten untuk menulis skenario televisi. Unesco.Pacific Broadcasting Union. ayah beristri satu dan belum memiliki putra -. Hari Puisi Nasional XV di Langkawi Hari Sastra Nasional XII di Sarawak ( 2001 ). Puisinya terkumpul di antologi Himpunan Pencinta Cerpen dan Puisi ( 1985 ). Ia juga menjadi editor buku “Suatu Hari Tanpa Televisi” ( 1995 ) dan “Januar Muin Pembangkit Kepercayaan Diri” ( 1999 ). .tapi putri sudah 6 orang-. Resonansi Indonesia ( 2001 ). Sibu. Trotoar ( 1996 ).. Jakarta dalam Puisi Indonesia Mutakhir ( 2000 ). ia aktif juga menjadi seminar. Sastrawan Nusantara XI di Brunei Darussalam Kembara Budaya I di Miri. Berkenaan pemrasaran Rumah Pena Utara VIII ( 2000 ).ini bergiat di bidang sastra. 1991. Gumaman dari Balik Layar ( 1993 ).

Foto Siapa 3. Tidak Ada Pangkat 6. Resep Jitu Bebas Rafats 7.Butuh Keadilan 16. Kiat Cepat Naik Haji 4.Tambahan Kuota 18. Beda Tujuan 3. Lauk Pilihan 4.Studi Banding 13. Kok Pecah 5. Kategori Haji 3.49 HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PERISTIWA DI DAERAH ASAL 1. Lebih Mahal 10.Bunga Dana Haji 19. Fungsi Rangkap 8. Tayamum Saja 2. Bukan Tangan Saya 5.Dana Tabung Haji 14. 80% Kepala 6. Posisi Bapak Di Mana 7. Seminar Haji 12.Revisi UU Haji 11.Waktu Haji 15. Puntung Rokok 2.Tidak Mau Pakai PERISTIWA DI JEDDAH 1. Jangan Dicopot 1 1 1 2 2 2 3 3 3 4 4 4 4 5 5 5 5 6 6 6 7 8 8 8 9 10 9 9 10 .Seminar Lontar Jumrah 17. Kamus Haji PERISTIWA DI JAKARTA 1. Seperti Semut 2. Statement DPR 9.

Daftar Do’a 35. amien.Tidak Mau Pakai 37. Penjual Obat Jenggot 10.Jangan Dicopot 38. Bedanya 6.Beda Azan Shubuh 36.Lebih Mahal 24.Warna Ihram 25.Karpet Terbang 19. Memegang Alqur’an 3. Di Depan Multazam 7.Cadar Tebal 21.Terlalu Mahal 42.Warna Cadar 20.Makam Nabi Ibrahim 11.Cadar Laki-laki 22.Sunah Ba’diyah Subuh 12.Gara-gara Warna Baju 30.Kotak Amal 16. Wudhu Cadangan 2. Amien. Memotret Ka’bah 8.Penjaga Toilet 32.Kadal Mesir 45.Tak Pernah Sedih 46.Salon Arab 14.Joki Hajar Aswad 34.Kotak Amal 33.Cuma Menonton 39.Membawakan Air Zamzam 10 11 11 11 11 11 11 11 12 12 12 13 13 13 13 13 14 14 14 14 14 14 14 14 14 15 15 15 15 15 15 16 16 16 16 17 17 17 17 18 18 18 18 19 19 19 .Dipindah Raja Arab 41.Lebih Murah di Koran 44.Parfum 1000 Bunga 43. Tidak Dipisah 29.50 PERISTIWA DI MAKKAH 1. Tidak Mengangkat Tangan 9. Pakaian Imam 5.Karpet 17.Shalat Jenazah Terus 18.Pintu Masjidil Haram 28.Terharu 40.Tutup Toko 27.Banyak Burung Merpati 23.Lari-lari Kecil 26.Sunah Ba’diyah ‘Ashar 13.Thawaf di Luar Masjid 15.Jauh 31. amien 4.

Persamaan 25.Contoh Memakainya 57.Antri di Depan Lift 27.Waktu Buka 13.Obat 1001 Macam Penyakit 26.Menyiapkan Piring 48.Lupa Hitungan 53.Waktu I’tikaf 30.Resep Haji Mabrur 51. Usia Kuburan Baqi’ 5.Pohon Soekarno PERISTIWA DI MADINAH 1. Burung Kecil 8. Tahallul Ni Yeee 19 20 20 21 21 21 21 21 21 21 21 22 22 22 23 24 24 24 24 25 25 25 25 25 26 26 26 26 27 27 27 27 28 28 28 28 29 29 29 29 30 30 31 . Minum Jamu 9.Kamera 16. Susu Penunjuk Waktu 2.Siap Mati 29.Salah Sangka 18.Lift Arab 19.Nenek Hebat 50.Arah Putaran 54.000 Kali Lipat 49.51 47.Makam Ibrahim 11.Surat Panjang 31.Lokasi Raudhah PERISTIWA DI MINA 1.Masjid Jin 55.Kurma Penangkal Racun 21.Seragam Haji 52.Pengemis di Gua Hira’ 56.Makam Abdurrahman bin ‘Auf 15. Masih di Makkah 4.Air Zamzam Hangat 17.Pusing 23.Nunggu Giliran 24. Kehilangan Waktu 10. Rumput Fatimah Nenek 7.Kamar Barokah 22.100.Jual Jasa Do’a 14.Pahala Umrah 20.Hadiah Umrah 28.Nisan Makam 12. Tempat Shalat Terpisah 3. Penemu Sumur 6.

Pelayan Terkaya 25.Batu Besar 33.Kena Batunya 21. Mempererat Pasutri 2. Lift Mogok 4.Ambulance 11.Nama Rombongan 34. Ditakuti Produsen Shampo 6.Munafik 18.Dua Lantai 23.Di Indonesia 22. Catering dari Indonesia 9.Tenda Biru 15.Pintu Terbuka 13.Batu Kecil 30. Besok Saja 27. Belum Dikubur 31 31 32 32 32 32 33 33 33 33 33 33 33 33 33 34 34 34 34 34 34 34 34 34 38 39 39 39 39 39 39 40 40 40 40 35 35 35 36 36 36 36 36 .Pesawat Amerika 14.Cuma 7 Kali 32. Salah Sangka 4.Pesawat Pemantau 12.batu di Luar Muzdalifah 29.Dua Jaluar 24.Berita Hangat PERISTIWA DI AZIZIYAH 1.52 2. Khawatir 10. Foto Bareng Selebritis 3.Membawa Kambing 35. Efek Kadal Mesir PERISTIWA DI ARAFAH 1.Taraduddi 20. Musyawarah Para Setan 7.Keroyokan 19.Nafsu Melontar 17.Peluang Profesi 26. Tak Ad Kembalian 3.Tak Boleh Batu Besar 31. Terhindar Rafats 4. Balas Dendam Setan 5. Siapa Tua Siapa Muda 8.Kain Ihram Jatuh 36.batu dari Muzdalifah 28. Khasiat Hati Unta 3. Haram! Haraaam! 2.Lontar Pagi 16.

Makanan Halal 6.Jadi Imam Masjidil Haram 11. Haji Mabrur 8. Khawatir Hilang Setelah Menemukan Hawa Tak Pakai Masker Tak Tahan Masker 37 37 38 38 37 37 37 41 41 41 42 42 38 42 42 43 43 43 43 44 44 44 45 45 45 45 45 45 PERISTIWA DI JEDDAH 1. Kok Tidak Sama 6. Bedanya 4. Kehilangan Air Zamzam 7. 6. Arloji Merek Arab 5. Di Tengah Pasar 8. Berebut Posisi 4.53 5.Beda ONH Plus dan Biasa 12. Patung Sepeda 2. Paling Rakus 5. Makbul 3.Rugi 15. Berubah Setelah Haji 7. 7. Yang Duduk di Atasnya 2. Berhadapan 10. Belahan Tongkat Musa PERISTIWA DI DAERAH ASAL 1.Haji Tamattu’ 14. 8. Makam Hawa 3.Radio Goblok BIODATA KOMENTAR .Haji Tomat 16.Kacang Arab 13. Mafie Muskilah 9.

54 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful