Anda di halaman 1dari 8

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA PRAKTEK DASAR LISTRIK Semester II Sambungan Bintang-Segitiga Dan Test Urutan Phase

Nama 1. Muhtar Lutfi A 10518241004 2. Vita Kristiani 10518241014 3. Singgih Apriyanto Setiawan 10518241017 Jam : 200 menit

Tgl : 4 Juni 2011

P.T Mekatronika

A. TUJUAN 1. Merangkai sebuah sumber tiga phane dalam sambungan bintang dan segitiga 2. Menyebutkan hubungan antara: a. Tegangan phase dan tegangan line b. Arus phase dan arus line Dari masing masing sambungan tersebut no. 1 di atas 3. Menentukan urutan phase dengan beberapa methode B. DASAR TEORI Sambungan Bintang Dikatakan disambung bintang jika salah satu ujung setiap kumparan digabung menjadi satu dan keluar dengan satu kawat sebagai kawat netral atau nol, sedang ketiga ujung yang lainnya keluar sendiri sendiri sebagai kawat pasa atau kawat yang bertegangan. 1. Tegangan Tegangan jaringan sama dengan tegangan pasa dikali dengan , sudutnya 30o. 2. Arus Arus pasa dengan arus jaringan sama besarnya.

Sambungan Segitiga Dikatakan disambung segitiga kalau ujung awal kumparan pertama disambung dengan ujung akhir kumparan ketiga, ujung awal kumparan kedua disambung dengan ujung akhir kumparan peratama, ujung awal kumparan ketiga disambung dengan ujung akhir kumparan kedua, kemudian dari ketiga ujung akhir keluar sendiri sendiri sebagai kawat pasa atau kawat yang bertegangan. 1

1. Tegangan Tegangan jaringan sama dengan tegangan pasa. 2. Arus Arus jaringan sama dengan arus pasa dikali dengan

, sudutnya 30o.

Tes Urutan Phase 1. Metode Voltmeter Alat uji ini dirangkai dengan menggunakan sebuah voltmeter dengan batas ukur dua kali tegangan antar pasa, sebuah resistor dan sebuah kapasitor yang sama besar impedansinya disambung bintang tanpa nol. Seperti halnya pada dua lampu pijar dengan ballast ataupun kapasitor, penggunaan rangkaian ini adalah ujung R-S-T rangkaian dihubungkan ke kawat jaringan. Kemudian mencermati penunjukkan dari voltmeter tersebut. Hasil uji yang dilakukan dengan menggunakan sebuah voltmeter, sebuah resistor dan sebuah kapasitor, bila penunjukkan Voltmeter lebih besar dari tegangan jaringan urutan pasanya adalah RS ST TR (arah ke kanan). Penyambungan motor/beban yang memperhatikan urutan pasanya adalah: a. Ujung R beban menggantikan ujung R pada tes b. Ujung S beban menggantikan ujung S alat tes c. Ujung T beban menggantikan ujung T alat tes Bila hasil penunjukkan voltmeter lebih kecil dari tegangan jaringan, urutan pasanya adalah RS-TR-ST (arah urutan ke kiri). Penyambungan motor/beban adalah a. Ujung R beban menggantikan ujung R alat tes b. Ujung S beban menggantikan ujung S alat tes c. Ujung T beban menggantikan ujung T alat tes 2. Metode Lampu Pijar Alat uji atau alat tes lampu pijar ini bisa dirangkai menggunakan: a. Dua buah lampu pijar yang sama besar wattage-nya dengan sebuah ballast lampu TL yang disambung bintang tanpa nol. b. Dua buah lampu pijar yang sama besar wattage-nya dengan sebuah kapasitor yang disambung bintang tanpa nol. Penggunaan rangkaian ini adalah ujung R-S-T rangkaian dihubungkan ke kawat jaringan. Kemudian mencermati nyala dari kedua lampu tersebut. Bila urutan pasa sudah diketahui, selanjutnya masing masing ujung tersebut diberi label sesuai dengan urutan pasa yakni R-S-T. Hasil uji yang dilakukan dengan menggunakan dua lampu pijar dan ballast, bila lampu pijar 1 menyala terang, urutan pasanya adalah RS-ST-TR (arah urutan ke kiri). Penyambungan motor/beban yang memperhatikan urutan phase adalah: a. Ujung R beban menggantikan ujung R alat tes b. Ujung S beban menggantikan ujung S alat tes 2

c. Ujung T beban menggantikan ujung T alat tes Bila lampu pijar 2 yang menyala terang, urutan pasanya adalah RS-ST-TR (arah urutan ke kanan). Penyambungan motor beban yang memperhatikan urutan pasa adalah: a. Ujung R beban menggantikan ujung R alat tes b. Ujung S beban menggantikan ujung S alat tes c. Ujung T beban menggantikan ujung T alat tes Seperti halnya pada dua lampu pijar dan ballast, penggunaan rangkaian ini adalah ujung R-ST rangkaian dihubungkan ke kawat jaringan. Kemudian mencermati nyala dari kedua lampu tersebut. Hasil uji yang dilakukan dengan menggunakan dua lampu pijar dan kapasitor, bila lampu pijar 1 yang menyala terang, urutan phasanya adalah RS TR ST (arah urutan ke kanan). Penyambungan motor / beban yang memperhatikan urutan pasa adalah: a. Ujung R beban menggantikan ujung R alat tes b. Ujung S beban menggantikan ujung S alat tes c. Ujung T beban menggantikan ujung T alat tes Bila lampu pijar 2 yang menyala terang, urutan pasanya adalah RS ST TR (bila urutan ke kiri). Penyambungan motor / beban yang memperhatikan urutan pasanya adalah: a. Ujung R beban menggantikan ujung R alat tes b. Ujung S beban menggantikan ujung S alat tes c. Ujung T beban menggantikan ujung T alat tes C. ALAT DAN BAHAN 1. Multimeter 2. Ampremeter AC (bila mencukupi) 3. Indikator tes urutan phase 4. Transformator 3 phase 5. Rheostat 500 ohm / 1 A 6. Beban resistif 3 phase (loading resisitor) 7. Kapasitor non polar 7,5 F / 400 V 8. Lampu pijar yang mempunyai daya yang sama 9. Saklar 3 phasa / MCB bok 3 phase 10. Bok dan kabel penghubung D. CARA KERJA Percobaan I Pengukuran tegangan tanpa beban 1. Membuat rangkaian seperti gambar di bawah ini

1 buah 4 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 2 buah 1 buah secukupnya

2. Memeriksakan rangkaian saudara kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, hubungkan rangkaian saudara dengan sumber AC tiga phase. 3. Mengukur tegangan pada titik titik 4. Apabila telah selesai, mematikan saklar dan merubah rangkaian sekundernya seperti gambar di bawah ini sedangkan rangkaian primernya jangan diubah.

5. Memeriksakan rangkaian kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, menghubungkan rangkaian saudara dengan sumber tegangan AC tiga phase. 6. Mengukur tegangan pada titik titik 7. Apabila telah selesai, mematikan saklarnya dan meneruskan percobaan selanjutnya. Percobaan II Pengukuran Arus Beban 1. Membuat rangkaian seperti gambar di bawah ini

2. Memeriksakan rangkaian saudara kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, hubungkan rangkaian saudara dengan sumber AC tiga phase. 3. Mengamati penunjukkan jarum ampremeternya. 4. Apabila telah selesai, mematikan saklar dan merubah rangkaian sekundernya seperti gambar di bawah ini sedangkan rangkaian primernya jangan diubah.

5. Memeriksakan rangkaian kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, menghubungkan rangkaian saudara dengan sumber tegangan AC tiga phase. 6. Mengamati jarum ampremeternya 7. Apabila telah selesai, mematikan saklarnya dan meneruskan percobaan selanjutnya. Percobaan III Tes Urutan Phase a. Methode Voltmeter 1. Membuat rangkaian seperti gambar di bawah ini

2. Memeriksakan rangkaian saudara kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, hubungkan rangkaian saudara dengan sumber AC tiga phase. 3. Mengatur RV hingga diperoleh harga VR = VC 4. Mematikan sumber tegangan 3 phase, kemudian memasangkan lead indikator dengan posisi sebagai berikut: R : pada terminal a1 S : pada terminal a2 T : pada terminal c1 Hidupkan saklar 3 phase, lalu mengamati arah putarannya. 5. Menghidupkan saklar 3 phase Catat besarnya tegangan: Va1-N = 160 volt Vb1-N = 320 volt Vc1-N = 160 volt Arah putaran ke kanan 6. Mematikan sumber tegangan 3 phase, kemudian pindahkan beban sebagai berikut b. Methode Lampu Pijar 1. Tanpa merubah rangkaian di atas, mengganti beban sebagai berikut: 2. Memeriksakan rangkaian saudara kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, menghubungkan rangkaian saudara dengan sumber tegangan AC 3 phase, kemudian amati dan catat. 3. Mematikan sumber tegangan 3 phase, kemudian memindahkan beban sebagai berikut : 4. Memeriksakan rangkaian saudara kepada dosen pembimbing, bila telah disetujui, menghubungkan rangkaian saudara dengan sumber tegangan AC 3 phase, kemudian amati dan cata. 5. Apabila telah selesai matikan saklar 3 phase, melepas rangkaian dan mengembalikan peralatan dan bahan ke tempat semula dengan tertib dan rapi. E. HASIL PERCOBAAN Percobaan I Sambungan Bintang 6

a. V a1 a8 = 135 volt b. V b1 b8 = 135 volt c. V c1 c8 = 135 volt d. V a1 b1 = 230 volt e. V a1 c1 = 230 volt f. V b1 c1 = 230 volt Sambungan Segitiga a. V a1 a8 = 135 volt b. V b1 b8 = 135 volt c. V c1 c8 = 135 volt d. V a1 b1 = 135 volt e. V a1 c1 = 135 volt f. V b1 c1 = 135 volt Percobaan II Sambungan Bintang A1 = 0,6 A A2 = 0,59 A A3 = 0,55 A Sambungan Segitiga A1 = 0,43 A A2 = 0,43 A A3 = 0,43 A A4 = 0,42 A Percobaan III Methode Voltmeter V a1 N = 160 volt V b1 N = 215 volt V c1 N = 175 volt V a1 N = 160 volt V b1 N = 320 volt V c1 N = 160 volt Methode Lampu Pijar Rangkaian I Lampu yang terang : lampu 2. Urutan phasenya R Lampu yang redup : lampu 1. Urutan phasenya S Arah putaran piringan lead indikator ke kanan Rangkaian II Lampu yang terang : lampu 1. Urutan phasenya S Lampu yang redup : lampu 2. Urutan phasenya T Arah putaran piringan lead indikator ke kanan F. PEMBAHASAN 7

Tegangan Sambungan Bintang Tegangan pasa : 135 volt Tegangan jaringan : Sambungan Segitiga Tegangan pasa : 135 volt Tegangan jaringan : 135 volt. Berhubung bebannya seimbang, maka tegangan setiap pasa maupun jaringan besarnya sama. Arus Sambungan Bintang Arus pasa : Arus jaringan : 0,67 A Sambungan Segitiga Arus pasa : Arus jaringan : Berhubung bebannya seimbang, maka arus setiap pasa maupun jaringan besarnya sama.

G. KESIMPULAN Sambungan Bintang 1. Tegangan Tegangan jaringan sama dengan tegangan pasa dikali dengan , sudutnya 30o. 2. Arus Arus pasa dengan arus jaringan sama besarnya. Sambungan Segitiga 1. Tegangan Tegangan jaringan sama dengan tegangan pasa. 2. Arus Arus jaringan sama dengan arus pasa dikali dengan , sudutnya 30o. Metode Voltmeter 1. Voltmeter lebih besar dari tegangan jaringan, urutan pasanya RS ST TR 2. Voltmeter lebih kecil dari tegangan jaringan, urutan pasanya RS TR ST Metode Lampu Pijar 1. Lampu pijar 1 menyala terang, urutan pasanya RS ST TR 2. Lampu pijar 2 menyala terang, urutan pasanya RS TR ST