Anda di halaman 1dari 4

RINGKASAN Fakultas Pertanian Universitas Nasional DEWI DAMAYANTI (023112500150005) OPTIMALISASI PRODUKSI MINYAK GORENG KELAPA (Studi Kasus

pada PT. BARCO, Jakarta) Seiring dengan perkembangan jaman yang makin modern, pola konsumsi masyarakat juga semakin meningkat. Masyarakat saat ini lebih memilih mengkonsumsi makanan y ang dimasak dengan cara digoreng. Hal inilah yang pada akhirnya memicu perkembangan produksi minyak goreng. Menurut bahan baku yang digunakan minyak goreng terbagi atas tiga jenis yaitu minyak goreng nabati (vegetable cooking oil) minyak goreng hewa ni (animal cooking oil) dan minyak goreng campuran nabati dan hewani (mixture edible oil of vegetable and animal origin). Produksi minyak goreng kelapa dari tahun ketahun semakin menurun sesuai dengan data yang diperoleh dari Biro Pusat Statistik (BPS) bahwa pada tahun 1996 produk si minyak goreng kelapa sekitar 2.178.902 ton selang 6 tahun kemudian produksi minyak gore ng kelapa menurun dengan tajam yaitu sekitar 857.235 ton. Hal ini terjadi karena produsen minyak goreng kelapa membatasi produksinya, disebabkan oleh beberapa faktor salah satun ya adalah mahalnya minyak kelapa kasar (crude coconut oil) sedangkan faktor lainnya adalah kurangnya minat masyarakat untuk membeli minyak goreng kelapa dikarenakan hargan ya yang kurang terjangkau. Suatu perusahaan pada umumnya didirikan untuk mencapai tujuan tertentu. Salah sa tu tujuan didirikannya perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan yang maksimum. Namun demikian, tujuan ini terkadang sulit untuk dipenuhi karena kemampuan perus ahaan dibatasi oleh ketersediaan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Cara yang dapat dilakukan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan tersebut adalah dengan memaksimumkan penerimaan dan meminimumkan biaya. Sehingga diperlukan suatu anali sis untuk mengetahui bagaimana alokasi sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan untu k mencapai produksi yang optimal dan berapakah tingkat produksi yang optimal bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah : mengkaji alokasi sumberdaya yang dimiliki oleh PT. BARCO untuk mencapai kondisi yang optimal dan menentukan tingk at produksi minyak goreng kelapa yang optimal, untuk mencapai keuntungan maksimal. Dugaan sementara penelitian ini bahwa produksi minyak goreng kelapa di PT. BARCO

belum optimal dan alokasi sumberdaya yang digunakan dalam produksi minyak goreng kelapa pada PT. BARCO belum maksimal. Penelitian dilakukan di PT. BARCO yang pabriknya berlokasi di Jl. Kencur Pedemangan, Jakarta Utara. Penentuan lokasi ini dilakukan secara purposive (seng aja) dengan pertimbangan bahwa PT. BARCO merupakan perusahaan penghasil minyak goreng yang keberadaannya cukup terkenal di kalangan masyarakat. Penelitian ini dilaksa nakan pada bulan Agustus September 2006. Data yang diambil pada penelitian ini terdiri dari d ata primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung denga n para kepala bagian dalam perusahaan tersebut, sedangkan data sekunder diperoleh dari data-data yang dimiliki oleh PT. BARCO dan dari berbagai literatur yang dapat menunjang. D ata yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode program linier dengan bantuan komputer.

Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa PT. BARCO belum melakukan produksi secara optimal, karena jumlah produksi pada kondisi aktual. Pada kondis i aktual Jumlah minyak goreng kelapa yang diproduksi sebanyak 1.534.179 kemasan, sedangka n pada kondisi optimal disarankan untuk diproduksi sebanyak 1.534.549 kemasan. Jumlah p roduksi pada kondisi optimal lebih besar 370 kemasan dibandingkan jumlah produksi pada k ondisi aktualnya. Dari kesembilan jenis kemasan minyak goreng kelapa yang diproduksi oleh perusahaan, terdapat satu jenis kemasan yang disarankan jumlah produksinya untuk ditambah yaitu minyak goreng kelapa kemasan ember 18 kg yaitu disarankan untuk ditingkatk an jumlah produksinya sebesar 370 kemasan, sedangkan untuk kedelapan (8) jenis kema san minyak goreng kelapa lainnya tidak disarankan untuk ditambah jumlah produksinya karena perusahaan dianggap sudah melakukan produksi secara optimal terhadap kedelapan j enis kemasan minyak goreng kelapa tersebut. Apabila perusahaan berproduksi pada kondisi optimal, maka perusahaan akan memperoleh keuntungan maksimum sebesar Rp. 4.380.140.180,-dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan pada kondisi aktual yang hanya sebesar Rp. 4.377.321.000,-. Terjadi peningkatan keuntungan sebesar Rp. 2.819.180,-. Oleh ka rena itu apabila perusahaan ingin meningkatkan keuntungannya, maka perusahaan sebaiknya berproduksi sesuai dengan produksi pada kondisi optimal. Dari hasil analisis data didapatkan pula bahwa kedua sumberdaya yaitu bahan baku utama (minyak kelapa kasar ) dan bahan bakar (solar), yang terjadi kendala dalam proses produksi. Bahan baku utama (minyak kelapa kasar) memiliki nilai slack/surplus sa ma dengan nol (0) yang artinya sumberdaya bahan baku minyak kelapa kasar merupakan sumberd aya terbatas (kendala pembatas), dimana dalam melakukan proses produksi pemanfaatann ya sudah secara optimal. Sedangkan untuk bahan bakar (solar) memiliki nilai slack/s urplus yaitu 5.237,64, artinya sumber daya bahan bakar (solar) merupakan yang ketersediaannya berlebihan atau tidak terbatas ( bukan kendala pembatas ) dan dalam pemanfaatann ya belum dilakukan secara optimal . Pembimbing I : Ir. Asmah Yani, M.Si. Pembimbing II : Ir. Etty Hesthiati, M.Si.