OLEG TAMULILINGAN

Oleg dapat berarti gerakan yang lemah gemulai, sedangkan tambulilingan berarti kumbang pengisap madu bunga. Tari Oleg Tambulilingan melukiskan gerak-gerik seekor kumbang, yang sedang bermain-main dan bermesra-mesraan dengan sekuntum bunga di sebuah taman. Tarian ini sangat indah. Tari Oleg Tambulilingan, yang semula dinamakan Tambulilingan Mangisep Sari, merupakan ciptaan I Ketut Mario dari Tabanan pada tahun 1952 atas permintaan John Coast (dari Amerika). Terpujilah I Mario. Tari Oleg Tambulilingan yang diraciknya pada tahun 1951 hingga kini senantiasa abadi. Remaja putra dan putri selalu bermimpi untuk bisa menarikannya dengan sempurna. Selain sebagai simbol romantisme laki-perempuan, gerak tari Oleg juga mengandung karakter keindahan yang khas Bali. Foto-foto Oleg selalu menghiasi majalah, iklan penerbangan, iklan bank, billboard pinggir jalan dan media lain yang ingin melukiskan khasnya keindahan Bali. Namun tidak banyak yang tahu awal mula koreografer I Mario menciptakan tari ini, apalagi mengetahui stil gerakannya yang asli. Untuk mengenal Mario, Disbudpar Tabanan menggelar Lomba Tari Oleg Tambulilingan dan Kebyar Terompong seBali, 25-27 Maret lalu, di Gedung Mario Tabanan. ———— I Mario lahir dengan nama I Ketut Maria. Hanya peneliti-peneliti dari Eropa dan AS — dengan lidah Barat, tentunya — menyebutnya dengan nama I Mario. Nama itu kemudian lebih populer dari nama sesungguhnya. Nama I Mario abadi, karena nilai pemberontakannya yang kental terhadap gerak-gerak tari Bali. Ia dianggap pencipta karakter gerak yang khas, keras sekaligus romantis. Maka tidaklah salah, jika Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tabanan punya niat baik menyelenggarakan Lomba Tari Oleg Tambulilingan dan Kebyar Terompong beberapa waktu lalu, untuk melestarikan sekaligus meneladani karakter kesenimanan koreografer tradisional asal Tabanan itu. Niat baik Dsbudpar Tabanan ini dapat sambutan besar dari remaja putra dan putri di seluruh Bali. Dalam catatan panitia, ratusan remaja peserta mendaftarkan diri, namun panitia hanya menyediakan tempat bagi 40 pasang penari Oleg dan 16 penari Kebyar Terompong. Jumlah ini jauh lebih besar ketimbang lomba yang digelar tahun lalu yang hanya diikuti belasan peserta. Kenapa generasi muda begitu antusias mengikuti lomba ini? Tentu banyak alasannya. Selain jumlah hadiahnya cukup spektakuler (total Rp 37 juta), mereka punya mental kompetitif tinggi untuk membuktikan dialah penari Oleg terbaik di Bali. “Tari Oleg itu lembut namun punya tingkat kesulitan tinggi, sehingga saya sangat ingin jadi yang terbaik dari seluruh penari Oleg di Bali,” begitu pengakuan Wiwik, seorang peserta yang datang jauh-jauh dari Karangasem. Niat lebih luhur dari Disbudpar yang patut dihargai adalah keinginannya mempertahankan stil koreografi I Mario yang memang khas. Masalahnya, dalam perkembangan tari Oleg dan Kebyar Terompong belakangan ini terdapat semacam rasa waswas bahwa “Oleg yang asli Mario” bakal punah digerus gelombang kreativitas yang tak tentu arah. Kecemasan itu datang

I Gusti Agung Ngurah Supartha. dalam gerak ngrangrang menjadi ngelung kiri dan pacak gulu terdapat unsur gerak tulak angsul. Tabanan. dalam rangkaian ini sesungguhnya terdapat enam gerakan. ini menjadi tantangan tersendiri bagi penanggung jawab kesenian di Bali. kini penari laki-laki Oleg dan Kebyar Terompong banyak menggunakan kancut yang pendek. Pengenalan stil Mario. Kipas. perubahan itu lebih banyak buruknya. Meski begitu. kenangnya. Putu Arista Dewi. yakni gerakan tangan tulak dan angsul saja. Namun jika diamati dengan cermat. seorang penari belajar hingga berbulan-bulan hanya untuk ngampigan kancut. dalam perkembangan tari Oleg dan Kebyar Terompong memang terdapat perubahan-perubahan gerak yang baik. kancut dan sebagainya. Misalnya banyak terjadi penyederhanaan.” ujarnya. Menurutnya. Dulu. Tak cukup hanya dengan lomba. Caranya. Namun properti itu menyatu. menurut konsultan seni budaya di KBRI Washinton DC ini. katanya. Begitu pula dengan kipas. Banyak puncak pencapaian gerak dari Mario yang sulit ditandingi seniman masa kini. Ayu menyarankan workshop terus-menerus dilakukan. kipas. Dalam Oleg Tambulilingan. Harapan ini mendapat dukungan dari dosen karawitan STSI asal Tunjuk. yang saat lomba juga bertindak sebagai juri. bukan hanya menggelar lomba. dalam gerak tari ciptaan Mario bukan hanya berfungsi sebagai alat semata. kata Supartha. Makanya. Dari properti. juga memberikan workshop kepada pembina-pembina sanggar di Bali.dari salah seorang murid I Mario. Arista berharap pihak Disbudpar atau siapa pun yang bertanggung jawab terhadap seni-budaya di Bali agar menggelar pembinaan secara terus-menerus. Harapan serupa diungkapkan Ayu Trisna Dewi Prihatini. Tetapi justru sebagai pemicu kreativitas dengan memperkenalkan kepada generasi muda bentuk-bentuk pemberontakan koreografi yang dilakukan Mario pada masanya. namun biasa disederhanakan menjadi dua gerak. lomba ini amat baik untuk membuktikan sejauh mana ciptaan Mario ini telah direvisi dan diaplikasikan lagi oleh koreografer penerusnya. bisa dikenalkan kembali stil-stil gerak Mario yang sesungguhnya. tiap bulan. ngelier dan sebagainya. seperti kata Arista. pemilik Sanggar Tari Taman Budaya ini menilai lomba yang digelar Disbudpar bisa dijadikan salah satu pemicu pengenalan stil Mario kepada generasi muda. Seorang pengamat seni muda Tabanan. Caranya. “Namun kini kipas biasa hanya gejer-gejer saja.” ujarnya. Dan. Pemilik Sanggar Tari Ayu ini berharap stil Mario ini dilestarikan agar tak keburu punah dan tak terlacak asal-usulnya.” ungkapnya. bisa dilihat simbolsimbol pemberontakan gerak yang dilakukan Mario dalam seni tari Bali. bahkan tiap minggu. katanya. “Padahal di sana terdapat juga unsur ngeleog. mengakui stil asli Mario memang seharusnya dikenal secara cermat. SSKar. Satu contoh dalam gerak tulak angsul. Dari ”Sleeping Beauty” . Dari sini. dalam stil Mario. kisah unik terciptanya tari Oleg sekaligus semangat berkesenian Mario juga bisa dikenal secara luas. juga menggelar workshop secara rutin. Jika dihitung. saling mendukung dengan gerak tubuh si penari. I Made Arnawa. panggul terompong. katanya. Padahal Mario sengaja menciptakan kancut sepanjang 5 meter untuk menciptakan kesempurnaan keindahan tari. biasa diputar dengan kesempurnaan gerak jari yang rumit. Menurutnya. Misalnya dari segi properti. bukan untuk memasung kreativitas. “Dengan cara itu. Mantan Kepala Taman Budaya Denpasar ini menuturkan.

giliran Sekaa Gong Peliatan diajarkan tabuh lagu. Ia langsung mengajar I Sampih tabuh lagu-lagu sederhana agar bisa memulai latihan dengan Ni Gusti Ayu Raka Rasmin.Kisah terciptanya tari Oleg Tambulilingan memang berbelit sekaligus unik. penggemar sabungan ayam itu akhirnya mau ke Peliatan. Ubud. Namun. Remaja Pulau Dewata senantiasa berangan-angan bisa menguasai tari “romantis” itu secara sempurna. sehingga melalui Mandera. Dalam orasi ilmiah yang disampaikan saat pembukaan lomba. Tabanan. Ni Gusti Ayu Raka Rasmin. Denpasar. kisah tentang percintaan Putri Aurora dengan kekasihnya Pangeran Charming. Sesudah batang-tubuh tari terwujud secara kasar. Coast akhirnya mengetahui tentang penari terkenal I Mario dan muridnya I Sampih dari Peliatan. Pada April 1951. ketika Jhon Coast memiliki kepastian untuk membawa misi kesenian ke Eropa dan AS. Jhon Coast menyiapkan misi keseniannya dari Bali. selama dua tahun. Dari kisah itu akhirnya terciptalah tari duet yang hingga kini monumental. juga mempertahankan gerak klasik Legong Keraton dan sedikit nuansa Janger. Coast bersahabat baik dengan pemain kendang dan Ketua Sekaa Gong Peliatan Anak Agung Gde Mandera. Maestro yang lahir di Belaluan. Mantan staf Kedutaan Inggris di Jakarta ini bersama istrinya menetap di Kaliungu. Coast menawarkan I Mario menciptakan tari baru dengan menggunakan penari Legong Keraton. Senin (25/3) lalu. memang tidak mudah. John Coast merangsang I Mario dengan memperlihatkan buku-buku tari klasik Ballet yang dilengkapi foto-foto tari duet Sleeping Beauty. Ia pun menghadap Presiden Soekarno. sehingga banyak yang sepakat Mario itu seniman sejati. pada 1899 ini menyanggupinya. Dari buku-buku laporan peneliti asing yang menetap di Bali pada tahun 1920-an dan 1930-an. atas desakan bertubi-tubi dari I Sampih. dan niatnya itu disetujui. Penari Pertama Oleg Tamulilingan Tari Oleg Tambulilingan hidup dalam “keabadian”. Saat itu umur Mario diperkirakan lebih dari 50 tahun. Rektor ISI Yogyakarta Prof. Awalnya I Mario menolak bergabung kembali ke Sekaa Gong Peliatan karena merasa tua dan sakit-sakitan. Ia memang seorang maestro. . Ia mengambil inspirasi dari Barat (tari Ballet). namun dalam waktu cukup lama ia merenung dan tak memiliki gagasan untuk menciptakan tari yang dimaksud Coast. Mandera mengutus I Sampih mencari I Mario ke Banjar Lebah. I Mario akhirnya bisa ditemukannya. menurut Arista. Denpasar. I Gusti Ayu Raka. Untuk mewujudkan suatu diplomasi kebudayaan. I Sampih. Imajinasi Mario pun bangkit. Dari uniknya kisah penciptaan Oleg ini. Dr. Dalam hal pemberontakan gerak. Namun untuk dapat menari Oleg Tambulilingan secara paripurna. bisa dilacak karakter kesenimanan Mario yang keras. agresif dan atraktif. Mario bahkan telah dikenal sebelumnya ketika untuk pertama kali menciptakan tari kekebyaran yang gesit. Lagu yang diajarkan sebuah lagu kebyar untuk tari laki-laki. kental dan kompromis. pada tahun 1950 datanglah seorang impresario Inggris Jhon Coast. dan penari Kebyar Duduk. I Made Bandem menceritakan. ia berhasrat membawa sebuah misi kesenian besar ke Eropa dan AS. ia meminta I Mario bersama Anak Agung Gde Mandera menciptakan tari baru untuk melengkapi repertori gong Peliatan yang saat itu hanya memiliki tari Janger dan Legong Keraton. Dari foto-foto itu ia mendapat inspirasi untuk menciptakan tari Oleg Tambulilingan.

“Usia boleh senja. Wanita itu kerap memperkuat tim kesenian Bali melanglang buana. tapi semangat tidak boleh sirna. Lawatan tim kesenian Indonesia tersebut meraih sukses yang luar biasa dan Ayu Raka cilik saat itu dielu-elukan sebagai penari bintang. Pakistan (1964). Ia diasuh seniman andal Gusti Made Sengog.Oleg Tambulilingan adalah tari yang mengandalkan kelincahan olah tubuh diiringi instrumen gamelan hasil “racikan” (alm) I Ketut Maria. Jepang (1968). Seorang impresario asal Inggris. “Bila tak menari. Saya senang mewariskan Legong dan Oleg Tamulilingan kepada generasi penerus sebagai pengorbanan suci (nyadnya). Sampai kini Ayu Raka masih tetap aktif menularkan tari Legong dan Oleg Tambuliling kepada generasi penerus. seniman asal Tabanan. . Ayu Raka bergabung dengan Sekaha Gong Peliatan. putri sulung dari lima bersaudara pasangan I Gusti Putu Pageh-Ni Gusti Putu Kompyang itu sejak usia dini sangat menyenangi tari Bali. Oleg Tamulilingan menjadi termasyhur. Australia (1971). berkat penampilannya yang memukau saat menari Condong Legong.” tutur istri (almarhum) Anak Agung Gede Djelantik itu. perkampungan seniman Ubud. Ketika menginjak umur 12 tahun. Garuda dan Oleg Tamulilingan. Ayu Raka. Koreografer yang lebih dikenal dengan panggilan Mario menjadikan Tamulilingan sebagai ikon yang amat kesohor hingga ke mancanegara. wanita yang beruntung didaulat I Ketut Maria menjadi penari perdana tari “romantisme” itu. selain mendapat motivasi kuat dari kedua orang tuanya. Ibu dari empat putra-putri yang masih enerjik pada usia senjanya itu memang mengabdikan hidupnya untuk menari. Eropa (1973). 31 Desember 1939 itu.” ujarnya. Bahkan Ayu Raka menjadi cover buku “Dancing Out of Bali” karya John Coast. Amerika (1982) dan Singapura (1996). John Coast menobatkan Ayu Raka sebagai penari bintang. Sosok wanita yang masih “menyimpan” sisa-sisa wajah menawan itu. tubuh terasa kelu. Ayu Raka terbang ke berbagai negara untuk menari Oleg Tamulilingan. Berkat kharisma. Ayu Raka juga pernah mengadakan lawatan ke China (1959). Adalah I Gusti Ayu Raka (68). lantas ke Eropa dan Amerika Serikat pada 1953. Lewat gemulai tubuh perempuan kelahiran Gianyar. kepiawaian dan kelincahan yang dimilikinya. pertama kali melawat ke Paris.

masih mempesona hingga hari ini. Oleg Tamulilingan. Tak disangka. Tabanan. lenggok si kumbang betina nan ayu ini. kemudian diinjak-indak dan di bawah kedua ketiak diikat stagen. Begitu juga para penari Oleg yang lainnya. bersama pasangannya (kumbang jantan). tari yang bertutur tentang sepasang kumbang. Pengalaman Berat Ayu Raka tidak serta merta menjadi bintang. Tubuh betul-betul terasa sakit setelah seharian latihan. Untuk menjadi maestro Oleg Tamulilingan ia harus menempuh “laku” berat. semuanya pentas dengan semangat membuncah. Denpasar. sarat antusias adu keperigelan dalam sebuah kompetisi. jantan dan betina. Beberapa pasang penari Oleg Tamulilingan. tampil dengan aura dan gairah berbinar. Tari Cinta Kasih Bali Kiriman Kadek Suartaya. ia harus bersandar di atas meja atau tembok. Jhon Coast. yang secara periodik mempunyai jadual manggung di luar negeri. Luh Kade Pebria Satyani (18 tahun). Lebih-lebih bagi masyarakat Tabanan. Mantan Staf Kedutaan Inggris di Jakarta bersama istrinya menetap di Kaliungu. Ayu Raka digembleng dengan berbagai gerakan sulit. pada tahun 1950 datanglah seorang impresario Inggris. yang sedang menjalin asmara di sebuah taman bunga itu. tampaknya juga digelorakan oleh stimulasi cinta seni budaya luhur bangsa sendiri. misalnya. menurut Ayu Raka sering berlaku galak. Pun. Pada jamannya. Selama belajar tari Oleg dari I Ketut Maria. Ekspresi . Tengoklah pada Kamis (25/11) malam lalu di Gedung Mario. digabungkan untuk menyebut sebuah cipta seni tari yang lahir pada tahun 1952. Mario.” katanya. dalam perjalanannya.Tidak terhitung entah berapa ribu seniman terlahir dari hasil binaannya. termasuk seniman andal yang terhimpun dalam sanggar Cudo Mani Ubud. jika murid-murid binaannya melakukan “agem dan tanjek” yang tidak benar serta kurang senyum. tari Oleg Tamulilingan dan Ketut Marya diusung sebagai salah satu ikon dearahnya. Tari Oleg Tamulilingan dan Mario telah menyatu dan melegenda. tari Oleg diciptakan melalui proses berliku oleh pribadi seorang Ketut Marya yang unik. Masyarakat Bali seakan tak pernah bosan mengaguminya. tari duet buah kreasi dan inovasi I Ketut Marya tersebut. untuk mendapatkan “agem” yang kuat tubuh harus tengkurap di lantai. menjadi karya seni pertunjukan monumental yang belum tertandingi hingga kini. selain digedor oleh motivasi lomba. Patung Oleg Tamulilingan dipajang di depan Gedung Mario (diabadikan dari nama Marya yang oleh orang barat disebut Mario). “Untuk melatihan gerakan `ngelayak`. Gereget tersebut. Menurut gurubesar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar Prof Dr I Made Bandem. tidak sedikit para gadis Bali yang dengan bangga membawakan gemulai anggun. tampak menunjukkan totalitasnya mensinergikan wiraga-wirama-wirasa. oleg (goyang) dan tamulilingan (kumbang). selama dua tahun. Sejatinya. Kisah terciptanya Tari Oleg Tambulilingan memang unik dan berbelit-belit. Dosen PS Seni Karawitan ISI Denpasar Dua istilah dalam bahasa Bali. Oleg Tamulilingan.

Marya tak menggubrisnya dengan alasan dirinya sudah tua. Interpretasi ini khususnya mengemuka pada koreografi bagian akhirnya. Ketika ada ajakan kepadanya untuk bergabung dengan sekaa gong Peliatan. Denpasar. Sedangkan dari aspek gagasan. Gianyar. Marya asyik memanjakan kegemarannya berjudi sabungan ayam. Tetapi iringannya yang merupakan kerangka konseptual dalam sebuah koreografi. tari Oleg terinspirasi oleh foto-foto ballet klasik duet “Sleeping Beauty” yaitu tentang kisah percintaan putri Aurora dengan kekasihnya Pangeran Charming. ketika kedua penari larut dan berinteraksi dengan simbol-simbol hasrat asmara insan pria dan wanita yang memadu kasih. Di usia senjanya. Oleg Tamulilingan yang berdurasi sekitar 10 menit ini. . Gemulai liukan tubuh langsing Kadek Diah dan kelincahan nan tangkas gerakan Gede Radiana tampak begitu padu dan memukau. Pasangan Ni Kadek Diah Kartini (15) dan I Gede Radiana Putra (16) yang dinyatakan tim juri sebagai juara I memang mengundang decak. Marya disokong pengerawit tangguh yaitu Wayan Sukra asal Marga. Gusti Kompyang. Kanada. Sebaliknya. Penampilan sekian pasang tari Oleg Tamulilingan dalam lomba tari Bali itu disimak tekun penonton. ketika berkesempatan melawat ke Eropa. Ubud. tari duet yang didahului oleh penampilan tunggal penari wanita ini. dan Amerika serikat pada tahun 1957 dan 1962. menyuguhkannya pada masyarakat Eropa dan Amerika. Ubud. John Coast. Denpasar. Tari Oleg Tamulilingan diciptakan Marya ketika usianya menapak lebih dari 50 tahun. ia tertarik. Gianyar. dalam lawatan internasionalnya pada tahun itu. Tengoklah pesonanya belum lama ini di Auditorium Undiknas. dilihat dari konstruksi estetiknya memang kental dengan aroma gelegak asmara. Baru ketika salah satu muridnya. Sebuah tim kesenian dari Desa Peliatan. yang ditunjukkan kepada Marya oleh seorang budayawan Barat yang menetap di Kaliungu. secara khusus. justru tari yang bertutur tentang sepasang kumbang jantan dan betina itu terlebih dulu dikenal oleh penonton di luar negeri. memang sepenuhnya merupakan formulasi estetik Ketut Marya. Kebyar Terompong. Stilisasi sekelebat ciuman itu mengukuhkan Oleh Tamulilingan sebagai tari monumental yang sulit dicari tandingannya. I Sampih. Bagaimana gelora percintaan itu dapat disimak pada bagian kemesraan kejar mengejar dalam ungkapan penari wanita bergelinjang lincah sementara penari pria mengitari berjinjit-jinjit untuk mencari-cari kesempatan mendaratkan ciumannya. baru kemudian melejit di tengah masyarakat Bali dan masih eksis hingga hari ini. tak begitu banyak masyarakat Bali mengetahuinya. yang memintanya dengan segala bujuk rayu menciptakan sebuah tari baru untuk sekaa gong Peliatan yang akan melawat ke luar negeri. Tabanan dan disempurnakan oleh Anak Agung Gde Mandera. dan Wayan Lebah dari Peliatan. Variasi ekspresi senyum dan estetika gerakan mata yang terlatih dari dua penari remaja itu memperlengkap totalitas sajian seni tari yang umumnya ditafsirkan sebagai kisah cinta asmara sepasang kekasih ini. KETIKA tari Oleg Tamulilingan tercipta pada 1952. Gianyar. Sebagai seorang seniman tulen. Marya tampil dengan taksu berbinar memukau penonton dengan membawakan tari ciptaannya.artistik yang terakumulasi dalam tari Oleg. Setelah sukses mempesona penonton di dua benua itu.

Tari Bali berikutnya adalah Oleg Tamulilingan. Proses kreatif yang konon cukup jelimet itu melahirkan tari. menggambarkan kisah percintaan pria-wanita yang biasanya dimanifestasikan dengan gerakan berkasih-kasihan.seni pertunjukan yang menguak di Bali sejak tahun 1915 -. Gamelan pengiring tari ini adalah Gong Kebyar. Penari wanita muncul dalam gerakan lincah. sebelum si penari laki-laki muncul dan melakukan duet tarian yang dinamis. Didukung oleh semaraknya perkembangan Gong Kebyar yang bertumbuhan di setiap desa. sedangkan Kokar dan ASTI hadir dengan reinterpretasi estetiknya namun tetap anut dengan karakter estetik original tari itu. Oleg Tamulilingan. tari bertema percintaan ini kemudian dicintai masyarakat Bali. baik yang disajikan khusus dalam pementasan seni kebyar maupun sebagai tari lepas mengawali pementasan Drama Gong. dan Prembon. selain berencana menampilkan beberapa tari Bali yang sudah ada. Cinta sejati kedua tokoh ini telah mengharu biru masyarakat dunia lewat beragam ekspresi seni. seorang impresario asal Inggris yang memimpin misi kesenian itu. John Coast. Sinta adalah wanita pujaan berhati mulia yang menjunjung tinggi kesetiaan. Penari pertamanya adalah I Gusti Ayu Raka Rasmin dan I Sampih. lelaki dan wanita (Wardoyo dan Kadek Yuli). Tari itu dibawakan secara memikat oleh dua penari. Para penari cantik yang piawai membawakan tari Oleg jadi idola. Tak sekadar soal sepasang kumbang. Rama adalah ksatria berbudi luhur yang mengabdikan hidupnya demi tegaknya dharma. tari Oleg Tamulilingan dikenal luas. ada interpretasi lainnya sebagai tari persekasihan. disebut Tamulilingan Mangisep Sari. digerak-gerakkan serupa sayap. lewat para penari lulusan Kokar dan ASTI. kisah Rama dan Sinta banyak dicerap melalui media seni pertunjukan. Di Bali. Tari dengan konsep artistik dan bangun estetik seperti Oleg Tamulilingan belum begitu banyak diciptakan. Dalam perjalanannya.mungkin tari ciptaan I Ketut Marya ini adalah satu-satunya. Oleg Tamulilingan sering ditampilkan. Untuk genre seni kebyar -. Rama dan Arjuna Digeser para Selebritis Rama dan Sinta adalah sepasang kekasih panutan dalam cerita Ramayana. sebelum bernama Oleg Tamulilingan. juga ingin membawa tari baru. Dia bergerak mengitari panggung. Marya yang telah tersohor sebagai pencipta tari Kebyar Duduk (1920) didaulat untuk berkreasi. khususnya kandungan pesan universal kasih sayangnya. Selendang kuning yang diikatkan pada pinggangnya. Selanjutnya. sebuah tarian tentang sepasang kumbang (jantan dan betina) yang sedang berterbangan di taman bunga. Tetapi masihkah dua tokoh ideal itu dijadikan idola masyarakat kekinian? . Sejarah lahirnya tari ini bermula ketika sebuah rombongan kesenian Desa Peliatan akan pentas keliling Eropa dan Amerika pada 1952 itu. Sementara para seniman Peliatan tetap berusaha mempertahankan style-nya sendiri. Sendratari.

Demikian pula keteladanan Rama. dengan keberhasilan SLTP Negeri 1 Sukawati kini menyemai bakat dan menggali potensi seni para siswanya seperti yang terlihat lewat pementasan sendratari Ramayana tersebut. Bima. Menanamkan nilai-nilai spiritual dan moral lewat media seni adalah salah satu pengejawantahan kesungguhan kita untuk membangun manusia-manusia untuk generasi penerus. tokoh-tokoh dalam cerita Ramayana dan Mahabharata seperti Arjuna. dan Laksamana di tengah hutan Nandaka. Sinta berhasil diculik oleh raja Alengka. tokoh-tokoh idola itu mungkin tak begitu populer lagi. dan bermasyarakat. membunuh Rahwana. di bawah guru kesenian I Nyoman Sumertha dibantu pelatih tabuh dan tari I Gusti Ngurah Arjawa dan I Wayan Nabdha Armada dari ASTI (kini ISI) Denpasar. namun ada indikasi kian gamangnya apresiasi mereka terhadap jagat seni itu sendiri. Rahwana. terlihat kurang mengikuti jalan ceritanya. Bisma dan lain-lainnya merupakan tokoh panutan dan idola masyarakat. Tokoh-tokoh kedua wira carita itu sudah berbaur atau malahan telah digeser oleh tokoh-tokoh modern fiktif atau nyata masa kini. Pementasan sendratari untuk memeriahkan serangkaian ritual keagamaan di sekolah itu bergulir sepanjang satu setengah jam itu dibawakan sekelompok siswa sekolah itu dan disaksikan oleh teman-teman dan guru-guru mereka sendiri serta masyarakat sekitarnya. kurang dihayatinya budi pekerti sebagai landasan berpikir. Rama bersama tentara kera yang dipimpin Anoman. Sinta. Oleh karena . tak berorientasi lagi dengan kecakapan dan ketampanan Arjuna atau Salya misalnya. Penonton. Kabupaten Gianyar. Krisis moral yang menggerogoti bangsa ini salah satu penyebabnya adalah karena keringnya nurani. Kendati disajikan dengan cukup memukau. Mereka bersorak-sorak riang. Bentuk seni pentas yang muncul di Bali pada tahun 1960-an itu mampu mereka tampilkan cukup prima. sebuah pementasan sendratari Ramayana yang digelar pertengahan Oktober lalu di halaman SLTP Negeri Sukawati. Padahal afmosfir Sukawati dan sekitarnya sarat dengan nuansa beragam seni. Mereka terlihat kurang peduli dengan pesan moral yang disampaikan pentas seni tersebut. harus dan patut disyukuri pula. Karena itu. Kresna. Rupanya kesenjangan generasi muda kita tak hanya terbatas pada tokoh-tokoh dan nilai-nilai moral cerita Ramayana (dan Mahabharata). Saat itu. walaupun prestasi ini telah pernah diukir oleh para alumnus sekolah ini 30 tahun yang lampau. Nilai-nilai estetik tari dari musik yang disajikan sendratari itu tak mampu menggelitik dan menggetarkan sukmawi mereka. Mereka telah dilenakan oleh pahlawan-pahlawan asing dengan senjata super canggih yang ramai dikobarkan di televisi. Kini. berperilaku. Anak-anak Bali masa kini tak hirau lagi dengan keperkasaan Gatotkaca atau ketangguhan Anoman. Adegan kezaliman Rahwana ditumpas oleh Rama tak menarik perhatian anak-anak muda itu. memerangi Alengka. Yang paling mendapat aplaus justru tari aras-arasan yaitu ketika Rama dan Sinta melakukan adegan romantis. tim sendratari Ramayana sekolah ini selain sering pentas di Bali juga pernah diundang menunjukkan kebolehannya di Australia. kesetiaan Sinta atau kepatuhan Laksamana dalam hikayat Ramayana begitu nikmat dikunyahkunyah para penikmat seni sastra dan penonton seni pertunjukan. Klimaksnya. khususnya para remaja.DULU. namun tampak adanya kegelisahan pada sebagian besar penonton. Berawal dari kisah perjalanan Rama. Namun demikian. Ketika Rama dan Laksmana lengah. Demikian pula para remaja atau kaum muda. namun lebih terpesona dengan bintang-bintang sinetron atau selebritis dunia tarik suara. terasa menarik disimak bila dihadapkan dengan fenomena kian tidak intimnya generasi muda Bali masa kini dengan tokoh-tokoh idola generasi orangtua dan kakek-nenek mereka.

dan sejarah. mitologi. Mahathir Muhamad. legenda. Realitas transformasi budaya yang membawa perubahan-perubahan yang cepat kini sedang menggelinding dahsyat mengepung kita dengan amat gencarnya. Pesan-pesan moral yang dilontarkan dunia sastra dan seni patut dikaji dan dikontekstualisasikan dengan semangat zaman kekinian. Bush. Saddam Husein. Gus Dur. dan entah siapa lagi . * kadek suartaya . George W. termasuk mengkritisi tokoh-tokoh panutan lama dari cerita epos. Popularitas Yudistira atau Kresna bisa jadi kalah jauh dengan Amien Rais. Nilai-nilai moral tentang kearifan Yudistira sebagai negarawan sejati atau kepiawaian Kresna sebagai politikus ulung mungkin tak banyak mengilhami para pemimpin atau politisi bangsa ini. Akbar Tandjung.itu jagat seni yang beresensi kasih dan bersemangat damai patut diakrabi sejak dini oleh generasi muda. Masyarakat kita sedang bergulat memilah dan menyeleksi berbagai nilai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful